0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
17 tayangan6 halaman

Diagnosis Perdarahan Subarachnoid

Diagnosis perdarahan subarachnoid didasarkan pada anamnesis seperti nyeri kepala tiba-tiba, pemeriksaan fisik seperti kaku leher dan kernig positif, serta pemeriksaan penunjang seperti CT scan dan MRI yang dapat mendeteksi darah di ruang subarachnoid atau sumber perdarahan seperti aneurisma.

Diunggah oleh

Ithaa
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
17 tayangan6 halaman

Diagnosis Perdarahan Subarachnoid

Diagnosis perdarahan subarachnoid didasarkan pada anamnesis seperti nyeri kepala tiba-tiba, pemeriksaan fisik seperti kaku leher dan kernig positif, serta pemeriksaan penunjang seperti CT scan dan MRI yang dapat mendeteksi darah di ruang subarachnoid atau sumber perdarahan seperti aneurisma.

Diunggah oleh

Ithaa
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

DIAGNOSIS

Diagnosis Perdarahan subarachnoid dapat ditegakkan melalui anamnesis, pemeriksaan fisik,


pemeriksaan neurologis, dan pemeriksaan penunjang.
1. Anamnesis
a. Thunderclap Headache merupakan nyeri kepala hebat yang muncul medadak
yang mencapai intensitas maksimum dalam hitungan detik dan menit yang belum
pernah diarasakan sebelmnya atau biasa disebut nyeri kepala seperti tersambar
petir.
b. Mual dan muntah
c. Nyeri atau kaku pada leher (Meningismus)
d. Fotofobia
e. Penurunan kesadaran
f. Deficit neurologis fokal atau kejang
g. Riwayat penyakit aneurisme, hipertensi dan diabetes melitus
h. Riwayat merokok dan konsumsi alkohol
2. Pemeriksaan Klinis
a. Tingkat Kesadaran
Pemeriksaan tingkat kesadaran dapat dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif
dimana untuk pemeriksaan derajat kesadaran dengan metode kuntitatif dapat
menggunakan penilaian Glasgow Coma Sacale (GCS). Glasgow Coma Sacale
(GCS) terdiri dari tiga parameter penilaian yaitu Respon mata (E), Respon verbal
(V), Respon motoric (M). berikut rincian penilaian Glasgow Coma Sacale (GCS) :
Pemeriksaan kesadaran secara kualitatif dapat berdasarkan perubahan tingkat
kesadaran dengan melihat karateristik yang ada pada pasien seperti composmentis,
apati, delirium, somnolen, sopor, dan coma.
b. Pemeriksaan Rangsang Meningeal
Pada pasien subarachnoid hemoragik biasanya dijumpai kaku kuduk positif
dan kerniq yang positif yang merupakan ciri khas dari subarachnoid hemoragik dan
digunakan untuk membedakan dengan perdarahan intraserebral. Kaku kuduk
dikatakan positif apabila terdapat tahanan saat leher pasien fleksi sehingga dagu
tidak menempel pada dada. Kernig sign positif apabila saat sendi lutut
diekstensikan terdapat hambatan dibawah 1350 dan menyebabkan nyeri.

Gambar A. pemeriksaan kaku kuduk Gambar B. Pemeriksaan kernig

c. Skor Hasanuddin
Skor Hasanuddin adalah score yang dapat kita gunakan untuk membedakan
stroke iskemik dan stroke hemoragik. Berikut tabel Skor Hasanuddin :
Tabel 1. Skor Stroke Hasanuddin
d. Skoring Perdarahan Subarachnoid (PSA)
1. Ottawa subarachnoid hemorrhage decision rule
Skoring yang digunakan untuk penilaian Perdarahan Subarachnoid adalah Ottawa
subarachnoid hemorrhage decision rule yang terdiri dari kriteria inklusi dan
eksklusi yakni :

Tabel 2. Skoring Ottawa


2. Hunt and Hess Scale
Hunt and Hess Scale adalah suatu sistem skoring yang digunakan untuk
menilai tingkat keparahan perdarahan subarakhnoid (SAH) yang
dikembangkan oleh Dr. William Hunt dan Dr. Robert Hess, skala ini
membantu dalam menentukan tingkat keparahan suatu kejadian perdarahan
subarakhnoid dan memandu keputusan klinis terkait pengobatan dan
manajemen pasien.

Tabel 3. Hunt and Hess Scale


3. World Federation of Neurosurgeons Scale
World Federation of Neurological Surgeons Grading Scale (WFNS) adalah
sistem skala yang digunakan untuk menilai tingkat keparahan perdarahan
subarakhnoid (PSA) yang disebabkan oleh pecahnya aneurisma otak. Skala
ini membantu dalam menentukan prognosis dan merencanakan pengobatan
lebih lanjut untuk pasien dengan PSA. Berikut tabel World Federation of
Neurosurgeons Scale (WFNS) :

Tabel 4. World Federation of Neurosurgeons Scale (WFNS)


e. Pemeriksaan Penunjang
1. Computerized Tomography Scan (CT scan)
Pemeriksaan CT-scan tanpa kontras merupakan tahap diagnosis
pertama SAH. Sensitivitas CT-scan hampir mendekati 100% pada 3 hari
pertama setelah onset gejala, namun menurun hingga 50% pada hari
ke-5 hingga ke-7 setelah onset gejala. Darah tampak sebagai gambaran
dengan densitas tinggi (putih) pada ruang Subarachnoid. Selain itu, CT Scan
juga dapat menilai ukuran ventrikel (hidrosefalus terjadi secara akut 21% dari
ruptur aneurisma), hematom (perdarahan intracerebral atau jumlah yang besar
dari aliran), Infark (tidak sensitif pada 24 jam pertama setelah infark).
Pemeriksaan CT scan berfungsi untuk mengetahui adanya massa
intracranial. Pada pembesaran ventrikel yang berhubungan dengan darah
(densitas tinggi) dalam ventrikel atau dalam ruang subarachnoid. Computer
Tomography (CT), pada CT dapat dilihat distribusi darah, sehingga dapat
dilihat lokasi aneurisma yang pecah.

Gambar CT-scan perdarahan subarachnoid


2. Pungsi Lumbal
Apabila CT-scan menunjukkan hasil negatif namun kecurigaan
klinis SAH tinggi, maka dapat dilakukan pemeriksaan pungsi lumbal.
Pemeriksaan pungsi lumbal dianjurkan antara 6-12 jam setelah onset
gejala dimana tes ini memiliki sensitivitas mendekati 99%, karena cairan
serebrospinal (CSF) kembali normal setelah 3 minggu. Penemuan sel
darah merah dan atau xanthochromia pada CSF akan menegakkan
diagnosis SAH.
3. Magnetic Resonance Imaging (MRI) dan CT Angiography (CTA)
Magnetic resonance imaging (MRI) merupakan studi pilihan untuk
mengidentifikasi sumber perdarahan sedangkan angiografi digunakan pada
kecurigaan aneurisma. MRI dan CT Angiography (CTA) sangat sensitif
untuk mendeteksi anuerisma pada circle of willis yang berdiameter >5
mm. CTA pada saat ini dapat digunakan untuk mendeteksi aneurisma
berukuran 2 mm. Pemeriksaan ulang dalam 2 minggu direkomendasikan
apabila hasil angiografi pertama negatif.

Gambar MRI perdarahan subarachnoid Gambar CT angiography perdarahan


subarachnoid

Referensi
1. Ziu E, Khan Suheb MZ, Mesfin FB. Subarachnoid Hemorrhage. [Updated 2023 Jun
1]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2023 Jan-.
Available from: [Link]
2. Marcolini E, Hine J. Approach to the Diagnosis and Management of Subarachnoid
Hemorrhage. West J Emerg Med. 2019 Mar;20(2):203-211. doi:
10.5811/westjem.2019.1.37352. Epub 2019 Feb 28. PMID: 30881537; PMCID:
PMC6404699.
3.

Anda mungkin juga menyukai