LAPORAN PRAKERIN
PERAWATAN SISTEM REM ANTI LOCK BRAKING SYSTEM
(ABS) DI BENGKEL VITO MOTOR
Disusun Oleh:
Nama : Diki Febriansah
NISN : 0067872136
Program Keahlian : TBSM
PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK DAN BISNIS SEPEDA
MOTOR SMK NEGERI 1 CANDIPURO
TAHUN AJARAN
2023/2024
KATA PENGANTAR
Penulis panjatkan puji syukur kehadirat Tuhan YME atas segala karunia
dan berkah-Nya yang telah di beri rahmat dan hidayahnya, sehingga dapat
menyelesaikan laporan Hasil praktek kerja lapangan (prakerin), Dengan
memanjatkan puji dan syukur kehadirat Allah S.W.T atas rahmat serta hidayah
Nya sehingga saya dapat menyelesaikan. Selama 12 minggu dan juga dapat
menyelesaikan penyusunan laporan dengan batas waktu yang di tentukan .
Laporan praktik industri saya mengambil judul “ perawatan system rem
Anti Lock Braking System (ABS) sepeda motor dibengkel Vito Motor”. Laporan
ini saya susun setelah melakukan praktek industri selama 12 minggu.
Sebagai ungkapan rasa terimakasih yang mendalam, penulis hanya mampu
mendoakan semoga segala perhatian, bantuan, dorongan, semangat, bimbingan
serta do’a yang telah diberikan. Maka pada kesempatan ini penulis mengucapkan
banyak terima kasih kepada:
1. Bpk. Sahriyanto, [Link]., [Link]. I. Selaku Kepala sekolah SMK Negri 1
Candipuro.
2. Bpk. Mulfi Hardiansyah, [Link]. Selaku kepala jurusan Teknik dan bisnis
sepeda motor SMK Negri 1 Candipuro.
3. Bpk. Mulfi Hardiansyah, [Link]. Selaku guru pembimbing yang telah
bersedia membimbing selama praktik kerja lapangan (prakerin) dan
pembuatan laporan.
4. Bpk. Toni Selaku kepala perusahaan.
5. Bpk. Toni Selaku Kepala Bengkel dan Pembimbing praktik kerja lapangan
(prakerin) yang selama ini telah membimbing kami dalam melaksanakan
praktik kerja lapangan.
6. Semua pihak yang telah banyak membantu yang tidak dapat penulis
sebutkan satu persatu dalam penulisan laporan praktik kerja lapangan.
1
2
Saya ucapkan terimakasih yang sedalam-dalamnya kepada semua pihak
yang telah membantu penulisan selama melaksanakan Praktik Industi. Harapan
besar dengan laporan ini biasa berguna, bermanfaat dan memberikan wawasan
bagi pembaca semua.
Penulis menyadari masih banyak terdapat kekurangan dalam penulisan
laporan ini. Hal ini dikarenakan keterbatasan kemampuan dan pengetahuan yang
penulis miliki. Untuk itu penulis mengharapkan kritik dan saran agar penulis
dapat mempersembahkan yang lebih baik lagi.
Candipuro, 09 Desember 2023
Diki Febriansah
3
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di lingkungan industri
berkembang lebih cepat dibanding dunia pendidikan. Hal itu menambah
kesenjangan dan semakin lebarnya antara keadaan yang dipelajari di dunia
pendidikan dengan kemajuan dunia industri. Permasalahan lain adalah
persaingan untuk mendapatkan pekerjaan yang semakin sulit dan semakin
kompetitifnya antar lulusan dalam memperoleh pekerjaan. Jika tidak ada
upaya untuk mengantisipasi antara keduanya maka lembaga pendidikan akan
semakin jauh ketinggalan dan para lulusan SMK akan semakin sulit untuk
mendapat pekerjaan.
Seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, jurusan
Teknik Bisnis Sepeda Motor SMKN 1 Candipuro sebagai lembaga pendidikan
formal dituntut untuk menyiapkan calon lulusan yang terbaik di bidang teknologi
dan industri, berdaya saing, serta profesional. Dengan demikian siswa
diharapkan memiliki dan menguasai keterampilan dibidang tersebut, baik
yang diperoleh dari sekolah maupun di lapangan atau di industri.
Praktik kerja lapangan (prakerin) merupakan bentuk pelatihan yang di
ikuti oleh siswa dimana siswa secara langsung menerapkan ilmu pengetahuan
yang didapat semasa belajar di sekolah. Dengan melakukan praktik kerja
lapangan (prakerin), siswa mendapatkan pengalaman langsung dalam proses
produksi di DU/DI sesuai dengan bidangnya, untuk mendapat kesempatan
untuk menerapkan dan memperluas keilmuan di bidang Teknik dan bisnis
sepeda motor sebagai bekal setelah lulus dari SMKN 1 Candipuro, serta agar
siswa mendapatkan pemahaman tentang pengelolaan usaha sesuai dengan
bidangnya untuk menguatkan jiwa kewirausahaan.
4
Praktik kerja lapangan (prakerin) di Bengkel Vito Motor, siswa
berperan layaknya menjadi seorang mekanik dan siswa pun bekerja sesuai
dengan keterampilan yang diperoleh selama mengikuti pembelajaran jurusan
sebelumnya. Dalam menjalani praktek kerja lapangan (prakerin) di Bengkel
Vito Motor, terdapat beberapa kendala seperti peralatan yang kurang lengkap
yang mengakibatkan pekerjaan menjadi terhambat. Mekanik di Bengkel Vito
Motor, kurangnya kedisiplinan dalam proses pekerjaan, dikarenakan pada
saat proses pekerjaan yang dilakukan para mekanik tidak sesuai dengan SOP.
Setelah penulis melaksanakan kegiatan Praktik Kerja Lapangan
(prakerin) yaitu mulai dari tanggal 11 Desember 2023sampai dengan 11
Maret 2024 di Bengkel Vito Motor. Dalam proses pelaksanaan Praktik Kerja
Lapangan (prakerin) di Bengkel Vito Motor ada banyak kompetensi yang
diajarkan di bengkel motor tersebut tersebut. Kompetensi/kemampuan yang
diajarkan itu diantaranya ada perbaikan dan perawatan, seperti rem ABS,
perawatan rem ABS, mengetahui hasil perawatan rem ABS, dan masih
banyak lagi kompentensi yang lain yang tidak dapat di sebutkan satu-persatu.
Adapun bidang yang dibahas dalam laporan ini adalah perawatan
sistem batrai sepeda motor di Bengkel Vito Motor. Dikarenakan penulis ingin
mempelajari lebih mendalam tentang perawatan batari sepeda motor.
B. Tujuan
1. Tujuan Umum
Siswa dapat menambah wawasan ilmu pengetahuan dan teknologi
melalui kegiatan pengalaman langsung di industri yang ditempati.
Disamping itu, siswa dapat mempelajari aspek – aspek manajemen
pengelolaan industri, sehingga dapat menambah wawasan, pengetahuan
dan pengalaman bagi siswa.
5
2. Tujuan Khusus
Tujuan Khusus diadakannya praktik industri di Bengkel Vito Motor
adalah sebagai berikut:
a. Siswa diharapkan memahami bagian-bagian yang perlu untuk dirawat
pada sistem rem ABS sepeda motor.
b. Siswa diharapkan memahami langkah-langkah perawatan sistem rem
ABS sepeda motor.
c. Siswa diharap memahami hasil perawatan sistem rem ABS.
d. Siswa dituntut untuk bisa Menerapkan K3 dalam mengerjakan
pekerjaan yang ada dibengkel.
6
BAB II
PELAKSANAAN PRAKTIK INDUSTRI
A. Profil Perusahaan
1. Sejarah Singkat Bengkel
Berawal dari hobi terhadap dunia otomotif seseorang yang bernama Bpk. Toni
tercetusnya ide-ide membuat Bengkel Vito motor, pada mulanya mendalami hobi
tersebut dengan kursus montir di salah satu sekolah montir termuka di daerah
Yogyakarta. Selama menekuni dan mengikuti pelatihan tersebut bersungguh-
sungguh. Setelah masa pelatihan selesai bekerja di salah satu bengkel yang ada di
Jakarta setelah 2 tahun menjadi karyawan di Jakarta, saya pindah ke tanggerang
untuk membuka bengkel bareng dengan teman. Pada 2009 saya memtuskan
pulang ke kampung halaman saya yaitu kota metro. Setelah itu saya membuka
bengkel vito motor di ruko kontrakan dekat dengan rumah, kumudian saya pindah
ke candipuro dan melanjutkan membuka bengkel di candipuro berjalan sampai
sekarang.
2. Alamat Kantor Bengkel Vito Motor
Alamat: Jl. Sri Wijaya, Titiwangi, Kec. Candipuro, Kab. Lampung Selatan, Prov.
Lampung. (35356).
Penulis melaksanakan kegiatan Praktik Industri di Bengkel Vito Motort yang
beralamat Alamat: Jl. Sri Wijaya, Titiwangi, Kec. Candipuro, Kab. Lampung
Selatan, Prov. Lampung. (35356).
B. Manajemen Perusahaan
Dalam mengoperasikan bengkel ini terdapat beberapa komponen yang
mengatur jalannya usaha bengkel ini.
1. Struktur Organisasi
7
Karena Bengkel Vito Motor adalah bengkel umum, maka sistem organisasi
yang dipakai merupakan sistem sederhana, dimana seorang pemimpin perusahaan
juga ikut bekerja mengawasi secara langsung kepada mekaniknya. Sikap yang
diterapkan di sini adalah sikap kebersamaan, persamaan derajat, dan sikap untuk
kepentingan bersama. Dalam melaksanakan tugasnya, para karyawan saling
membantu jika ada temannya yang dalam mengerjakan sesuatu mendapatkan
kesulitan. Struktur dalam pelayanan konsumen langsung dari pelanggan mendaftar
ke administrasi lalu di kasir admisitrasi akan menyerahkan ke mekanik, biasanya
mekanik dibantu oleh asisten mekanik atau orang kepercayaan mekanik untuk
membantu menyiapkan ataupun menangani langsung job yang sudah ada.
Jika dibuat bagian struktur organisasi maka diperoleh alur organisasi sebagai
berikut:
MANAGER
Bpk. Toni
KEPALA BENGKEL
Bpk. Toni
KASIR MEKANIK
1. Bpk. Toni
Ibu. Marestina
2. Bpk. Ugi
3. Bpk. Alipin
(Gambar 2.1. struktur organisasi vito motor)
2. Tata Tertib
Disiplin kerja merupakan salah satu tugas dan kewajiban karyawan, maka
bengkel tersebut mengeluarkan tata tertib yang wajib dipatuhi oleh seluruh
karyawan. Adapun tata tertib yang ada di Bengkel Vito Motor adalah sebagai
berikut:
a) Jam kerja
8
Jam kerja yang ada di Bengkel Vito Motor adalah sebagai berikut:
1) Senin s/d Sabtu pukul 08.00 – 17.00 WIB (Istirahat pukul 12.00 - 13.00
WIB).
2) Jum’at pukul 08.00 - 17.00 WIB (Istirahat pukul 11.30 -13.00 WIB).
b) Izin
Dikarenakan Bengkel Vito Motor bukan merupakan bengkel resmi,
proses izin masih bersifat kekeluargaan dan saling percaya. Proses izin bisa
menelepon atau memberi kabar kepada rekan kerjanya untuk memberi tahu
ke pihak administrasi, juga bisa datang langsung ke Bengkel Vito Motor
untuk di data oleh pihak administrasi.
c) Sanksi
Adapun mengenai sanksi yang dikenakan kepada karyawan pada Bengkel
Vito Motor yaitu sanksi apabila tidak masuk kerja tanpa alasan yang jelas.
Sanksinya adalah pemotongan gaji sesuai berapa hari tidak masuk bekerja,
jika sudah terlalu lama maka akan diberi surat teguran sampai dengan surat
peringatan dari pemilik bengkel.
3. Keselamatan kerja
Seorang karyawan dalam melaksanakan pekerjaannya harus selalu menjaga
keselamatan kerja, baik terhadap diri sendiri, orang lain maupun terhadap alat
yang digunakan dan tempat yang dipergunakan untuk melakukan pekerjaan
tersebut. Hal-hal yang berkaitan dengan keselamatan kerja diantaranya adalah:
b. Bekerja dengan menggunakan pakaian kerja (wearpack).
c. Menggunakan peralatan sesuai dengan fungsinya.
d. Membersihkan dan meletakkan kembali alat-alat yang telah digunakan ke
tempatnya.
e. Menjaga kebersihan tempat kerja.
f. Dilarang merokok pada saat bekerja.
9
BAB III
DASAR TEORI
A. Anti-lock Braking System (sebagai sistem pengereman otomatis
berbasis sensor kecepatan dan Electronic Engine Unit)
Anti-lock Braking System adalah sebuah sistem pengereman
otomatis berbasis sensor kecepatan dan Engine Control Unit sebagai
otaknya yang mengatur dan mengendalikan pengereman sesuai keinginan
dan keadaan si pengendara motor. Sensor kecepatan akan mendeteksi
kecepatan roda motor yang terletak pada komponen di dekat cakram atau
tromol, kemudian sensor akan memberikan informasi ke ECU kecepatan
putaran roda, ketika pengendara motor melakukan pengereman mendadak
maka sensor memberikan informasi ke ECU bahwa pengendara
melakukan pengereman mendadak dengan menekan tuas rem hingga
habis, maka ECU akan bekerja dan memastikan jika ban akan terkunci
maka ECU akan menghambat aliran minyak rem sehingga tekanan piston
pada kaliper rem akan berkurang. Mirip dengan kita melakukan
pengereman tanpa ABS yaitu dengan menekan sedikit-sedikit rem, tetapi
dengan ABS tanpa menekan rem sedikit-sedikit atau bisa disebut menekan
rem dengan dalam maka ABS unit yang akan menekan dan mengendalikan
rem tersebut tanpa kita sadari dalam satu detik saja terdapat 15 kali
penekanan. Komponen-komponen yang ada pada ABS diantaranya :
1. Master Silinder
Master silinder adalah sebuah komponen pengereman yang
berfungsi membangun tekanan hidaulis sesuai dengan gaya tekan
pengemudi dan tekanan ini akan di teruskan ke unit tekanan. Komponen
ini terdiri dari piston yang berfungsi unutk menekan minyak rem, sehingga
tromol atau cakram pada roda dapat berfungsi.
10
Gambar 2 : Master Silinder Rem ( sumber : [Link]
2. Unit Kontrol Tekanan
Berfungsi mengatur tekanan hidraulis rem untuk setiap roda sesuai
dengan perintah computer atau ECU. Kebebasan pengemudi
menggunakanya untuk mengontrol tekanan pada rem roda melalui katup
dan selenoid. Modulator Hidraulis ini sebagai penghubung hidraulis antara
silinder master dan silinder roda. Karena tempatnya ada dibagian motor
sehingga penghubung hidraulis kesilinder master dan silinder roda dapat
tetap [Link] control hidraulis mempunyai komponen utama, yaitu:
a. Reservoir Fluida
Fluida pada reservoar juga digunakan untuk sistem rem secara
keseluruhan. Selain itu untuk unit control hidraulis dan pompa yang
dipergunakan untuk mengatur tekanan fluida pada sistem rem.
b. Motor Listrik dan Pompa Pengembali
Motor dan pompa bekerja secara bersama-sama menyediakan
tekanan hidraulis tinggi untuk accumulator dan mengembalikan fluida ke
reservoar. Bekerjanya pompa pengendali ini berdasarkan besarnya arus
yang dibangkitkan oleh sensor kecepatan. Pompa bekerja pada sensor
kecepatan kecepatan roda ke unit control electronik sebesar 5A.
11
Gambar 3 : Unit Kontrol Tekanan. ( sumber : [Link])
3. ABS Control Unit
Sebagai penerima dan pengolah data komputer yang diperoleh dari
wheel speed sensor dan selanjutnya akan ditentukan besar kecilnya
tekanan minyak rem untuk masing-masing roda serta mengatur kerja
masing valve (katup) yang selanjutya aka di informasikan ke ECU berapa
keluaran minyak rem yang akan di salurkan sehingga pengereman
terkontrol dengan baik.
Gambar 4 : ABS control unit. ( sumber : [Link])
4. Engine Control Unit
Pada dasarnya Engine Control Unit atau dalam bahasa Indonesia
unit kontrol mesin, dari namanya dapat kita tebak komponen inilah yang
mengatur semua kinerja mesin, dan komponen aksesoris lainnya, seperti
rem yang sedang kita bahas. Komponen ini adalah komponen terpenting
pada sistem pengereman.
12
ECU bekerja dengan cara memonitoring sinyal-sinyal yang
dihasilkan oleh sensor berada di roda yaitu wheel speed sensor. Tidak
hanya pada roda, ECU juga menangkap sinyal-sinyal dari sensor yang
tersebar di mesin dan komponen aksesoris lainnya. ECU akan menangkap
sinyal dari sensor kecepatan yang membawa informasi kecepatan putaran
roda. Ketika pengendara melakukan pengereman roda maka sensor
kecepatan akan memberikan informasi penurunan putaran roda yang
drastis, ECU akan memastikan bahwa roda tidak akan terkunci, kemudian
ECU memberi informasi ke ABS control uni seberapa minyak rem yang
akan di keluarkan, dan mengontrol besar katup minyak rem terbuka.
Gambar 5 : Engine Control Unit. ( sumber : [Link]
5. Speed Sensor
Komponen ini di dekat cakram roda, tepatnya di dekat cakram atau
tromol di kedua roda, speed sensor atau sensor kecepatan secara umum
berfungsi untuk mendeteksi kecepatan, karena terletak di roda maka
fungsinya mendeteksi kecepatan putaran roda. Cara kerjanya speed sensor
yang terpasang pada cakram roda, pada cakram terdapat lingkaran sebagai
wadah speed sensor untuk mendeteksi kecepatan putaran roda.
13
Gambar 6 : Wheel Speed Sensor. ( sumber : [Link])
Gambar 7 : Posisi Speed Sensor. ( sumber : [Link]
6. Pedal Rem
Komponen ini adalah sebagai aksi pertama pada saat pengereman,
kita juga sudah biasa mendengar kata-kata peda rem, yang sangat tidak
asing fungsnya adalah untuk menekan master silinder kemudian master
silinder menekan aliran minyak sistem rem lainnya.
7. Cakram Rem
14
Komponen ini sangat penting pada unit pengereman karena alat ini
adalah wadah tempat bergeseknya antara kampas rem, sehingga dapat
memperlambat laju kendaraan. Cakram rem terdapat beberapa komponen
yaitu :
a. Piston Rem
Alat ini berfungsi untuk membuka dan menutup aliran minyak
di bak penampungan minyak, untuk menekan aliran minyak
rem ke arah kaliper rem.
b. Selang Rem
Alat ini berfungsi sebagai saluran mengalirnya minyak rem ke
berbagai komponen pengereman.
c. Kaliper Rem
Pada kaliper ini juga terdapat piston atau penekan yang
berfungsi menekan kampas rem, maka semakin banyak kaliper
rem maka pengereman menjadi lebih baik.
d. Kampas Rem
Komponen ini berfungsi untuk menahan putaran cakram pada
roda, sehingga putaran roda berkurang.
Gambar 8 : Cakram. ( sumber : [Link]
8. Hidrolik Unit
15
Hidrolik Unit terdiri dari selenoid valve, pompa, reservoir,
accumulator. Cara kerjanya ialah, saat sirkuit penghasil tekanan terbentuk,
minyak rem dari caliper/wheel cylinder mengalir enuju reservoir dan
tekana rem menurun. Pompa mengalirkan minyak rem ke accumulator
dimana tersimpan minyak rem yang bertekanan tinggi , sebelum
dikembalikan ke master silinder. Saaat sirkuit penaha terbentuk, saluran
kaliper terputus dan tekanan minyak rem dalam kaliper dijaga konsisten,
kemudian saat sirkuit peningkatan terbentuk, minyak rem yang bertekanan
tinggi pada accumulator diteruskan ke kaliper, bila tekanan minyak rem
dalam accumulator belum tinggi,tekanan minyak rem dalamcaliper sama
degan tekanan dalm master silinder.
Gambar 9 : Hidrolik Unit
B. Cara Kerja Anti-lock Braking System
Pada ABS sensor kecepatan akan mendeteksi kecepatan putaran
roda , sensor ini terdapat pada cakram roda, maka ketika seorang
pengendara akan melakukan pengereman mendadak , informasi yang
diberikan sensor kecepatan aka di cerna oleh ECU , kemudian ECU
memastikan ban tidak akan terkunci, ECU akan meneruskan informasi ke
ABS unit, kemudian ABS unit akan meneruskan ke setiap roda, tepatnya
ke kaliper pada cakram, ABS unit akan bekerja mengeluarkan tekanan
minyak rem, setiap 1 detik akan terjadi kira-kira 15-20 tekanan, tergantung
16
kekuatan tekanan rem yang di berikan pengendara pada pedal rem,
perhatikan gambar simulasi berikut.
Gambar 9 : simulasi penggunaan rem ABS. ( sumber :
[Link]
Gambar 10 : Prinsip Sederhana Kerja ABS. ( sumber :
[Link]
C. Kelebihan Dan Kekurangan Anti-lock Braking System Pada Sepeda
Motor Matic
17
Kelebihan dari Anti-lock Braking System Sebagai Sistem
Pengereman Yang Aman untuk sepeda motor matic :
i) Keamanan berkendaran menjadi lebih baik.
ii) Pada saat pengereman mendadak ban motor tidak terkunci, sehingga
motor berhenti perahan namun pasti.
iii) Motor tidak hilang kendali atau bias disebut stabil walaupun di rem
dengan keras.
iv) Rem lebih cakram ketika melalui jalan datar/ tidak ada kerusakan jalan.
Kelemahan dari Anti-lock Braking System Sebagai Sistem
Pengereman Yang Aman Untuk Sepeda Motor Matic :
i) Satu unit komponen ABS sangatlah mahal, akan mempengaruhi harga
jual motor yang menggunakan teknologi ini.
ii) Jika salah satu komponen ABS rusak, tentu saja menggantinya juga
termasuk mahal.
iii) Rem tidak cakram ketika menghadapi jalan berbatuan atau rem basah
terkena air.
iv) Tidak bias membawa kendaraan diatas 60 km/jam ketika dijalan
berbatuan, basah dan tanah yang berumput.
18
BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
Alat ini dibuat dengan harapan bahwa segala permasalahan dari
kecelakaan lalulintas dapat dikurangi, karena semuanya dapat di selesaikan
dengan rancangan teknologi yang semakin berkembang dan sangat
mempengaruhi kehidupan manusia. Maka pengguna kendaraan bermotor
dihimbau agar memperhatikan fungsi dari berbagai komponen teknologi
dari kendaraan tersebut agar tidak awam dalam menangani masalah kecil,
seperti suara berdecit pada rem, artinya kampas rem sudah habis.
Anti-lock Braking System adalah sebuah alat yang dirancang untuk
keamanan berkendara bagi pengendara motor, terutama pada motor matic,
melihat teknologi matic sekarang yaitu dengan menggunakan CBS (combi
brake system) yaitu dimana kedua ban akan di rem walau hanya menekan
satu pedal rem saja, missal kita hanya menekan pedal rem belakang maka
otomatis rem depan juga akan tertekan, ini banyak menyebabkan
kecelakaan bagi pengendara yang masih awam dalam berkendara. Maka
system ABS ini dirancang bagi pengendara yang awam dalam berkendara,
yang bertujuan mampu mengurangi jumlah kecelakaan lalulintas, terutama
pada sepeda motor matic yang sangat banyak di jumpai.
B. Saran
a. Dalam sistem pengereman agar dikembangkan lagi pada tiap motor
matic.
b. Berhati-hatilah dalam berkendara menggunakan system ABS
karena sistem ini kurang berjalan lancer pada medan yang
berbatuan, basah, dan tanah yang berumput.
c. Kepada perusahaan yang memproduksi motor matic, agar ditinjau
kembali penggunaan sistem CBS dan sebaiknya mengganti dengan
teknologi ABS.
19
Daftar Pustaka
Badan Pusat Statistik. 2016. “Statistik Jumlah Penduduk 2016”. [Link] di
akses pada tanggal 02 Oktober 2017.
Kristino Murdhoko. 2011. “Anti-lock Braking System Berbasis ECU dan Sensor
Kecepatan”. Universitas Airlangga.
[Link]
sistem-rem-kendali-elektronik. Diakses pada tanggal 13 Oktober 2017.
[Link] Diakses ada tanggal 6 Oktober 2017.
[Link] Diakses pada tanggal 6 Oktober
2017.
[Link]/prinsip-kerja-engine-control-unit-ecu/. Diakses pada tanggal
6 Oktober 2017.
[Link] Diakses pada tanggal 6 Oktober 2017.
[Link] Diakses pada
tanggal 2 Oktober 2017.