ANALISIS STRATEGI PEMASARAN DENGAN MENGGUNAKAN
METODE SWOT DAN QSPM PADA PANDEKA COFFE SHOP
BATUSANGKAR
SKRIPSI
Ditulis sebagai syarat untuk memperoleh gelar Sarjana (SE)
pada Program Studi Manajemen Bisnis Syariah
Oleh:
YULIA RAHMI
NIM.1930404131
PROGRAM STUDI MANAJEMEN BISNIS SYARIAH
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM
UIN MAHMUD YUNUS
BATUSANGKAR
2023 M / 1445
ANALYSIS OF MARKETING STRATEGY USING SWOT AND QSPM
METHOD IN PANDEKA COFFE SHOP BATUSANGKAR
THESIS
Written as a requirement for obtaining a Bachelor's of cs (SE)
in the Sharia Business Management Study Program
By:
YULIA RAHMI
NIM.1930404131
ISLAMIC BUSINESS MANAGEMENT STUDY PROGRAM
FACULTY OF ISLAMIC ECONOMICS AND BUSINESS
MAHMUD YUNUS BATUSANGKAR STATE ISLAMIC UNIVERSITY
2023 M/1445 H
تحليل استراتيجية التسويق باستخدام طريقة نقاط القوة والضعف والفرص والتهديدات ومصفوفة التخطيط
االستراتيجي الكمي في مقهى بانديكا باتوسانغكار
اقتراح أطروحة
كتب كمتطلب للحصول على درجة البكالوريوس في االقتصاد
في برنامج دراسة إدارة األعمال الشرعية
بواسطة :
يوليا رحمي
نيم ١٩٣٠٤٠٤١٣١:
برنامج الشريعة لدراسة إدارة األعمال
كلية االقتصاد واألعمال اإلسالمية
جامعة محمود يونس اإلسالمية
باتوسانغكار
٢٠٢٣ /١٤٤٥م
PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI
Saya yang bertanda tangan dibawah ini:
Nama : Yulia Rahmi
Nim : 1930404131
Program Studi : ManajemenBisnis Syariah
Dengan ini menyatakan SKRIPSI yang berjudul “Analisis Strategi
Pemasaran Dengan Menggunakan Metode SWOT Dan QSPM Pada Pandeka
Coffee Shop Batusangkar” adalah hasil karya saya sendiri, bukan plagiat, maka
bersedia menerima sanksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Batusangkar, Agus 2023
Yang membuat pernyataan
Yulia Rahmi
NIM 1930404131
ABSTRAK
Yulia Rahmi, NIM 1930404131, Judul skripsi “Analisis Strategi
Pemasaran Dengan Menggunakan Metode SWOT Dan QSPM Pada Pandeka
Coffee Shop Batusangkar” Program Studi Manajemen Bisnis Syariah, Fakultas
Ekonomi Dan Bisnis Islam, Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus
Batusangkar tahun 2023 dengan tebal skripsi 76.
Permasalahan adalah Penurunan penjualan yang terjadi pada Pandeka
Coffee Shop dikarenakan persaingan usaha sejenis yang menyebabkan tidak
tercapainya target penjualan dan promosi yang belum maksimal dilakukan.
Tujuan dari pembuatan skripsi ini untuk melakukan analisis strategi pemasaran
pada pandeka coffee shop dengan menggunakan pendekatan SWOT dan QSPM
dan untuk melakukan analisis pemilihan strategi pemasaran secara objektif dari
analisis strategi pemasaran dari hasil SWOT dan QSPM.
Jenis penelitian yang dilakukan adalah dengan menggunakan metode
deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Dimana peneliti mengamati setiap
kejadian atau fenomena yang ada dilapangan. Data-data yang penulis peroleh
yaitu hasil wawancara, Dokumentasi dan daftar kekuatan, kelemahan, peluang dan
ancaman yang dilakukan dengan pemilik dan karyawan.
Dari hasil penelitian dengan menggunakan analisis SWOT diketahui
bahwa faktor internal yang menjadi kekuatan utama yaitu Lokasi strategis.
Sedangkan faktor internal yang menjadi kelemahan utamanya yaitu Pelayanan
kurang konsisten. Dan faktor eksternal yang menjadi ancaman utama yaitu
Banyaknya pesaing sedangkan faktor eksternal yang menjadi peluang yaitu Gaya
hidup masyarakat yang suka nongkrong. Dan berdasarkan analisis QSPM terdapat
beberapa strategi namun strategi yang diprioritaskan untuk dilakukan Pandeka
Coffee Shop secara berurutan dimulai dari nilai skor tertinggi yaitu
mempertahankan menu bervariatif, mempertahankan harga yang kompetitif dan
memanfaatkan lokasi strategis dan fasilitas lengkap.
Kata Kunci: Strategi Pemasaran, SWOT, dan QSPM
i
KATA PENGANTAR
Puji beserta syukur Alhamdulillah penulis ucapkan atas kehadirat Allah
SWT, yang selalu melimpahkan rahmat, karunia serta hidayahnya kepada penulis
sehingga dapat menyusun dan menyelesaikan skripsi dengan judul “Analisis
Strategi Pemasaran Dengan Menggunakan Metode SWOT Dan QSPM Pada
Pandeka Coffee Shop Batusangkar” Shalawat beserta salam penulis mohonkan
kepada Allah SWT semoga disampaikan kepada Baginda Rasulullah SAW
yakninya Nabi Muhammad SAW, yang teleh membawa umatnya dari alam
jahiliyah menuju alam yang terang benderang seperti yang kita rasakan pada saat
sekarang ini, yang membuat kita mudah dalam melakukan setiap aktivitas sehari-
hari.
Skripsi ini disusun sebagai salah satu syarat dalam meraih gelar Sarjana
Ekonomi (SE) pada Jurusan Manajemen Bisnis Syariah Fakultas Ekonomi dan
Bisnis Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar.
Penyusunan skripsi ini dapat penulis selesaikan karena doa, bantuan dan
dorongan dari berbagai pihak. Tanpa bantuan tersebut skripsi ini tidak akan bisa
terwujud.
Dalam penulisan skripsi ini, penulis banyak mendapat bantuan, motivasi
serta bimbingan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis mengucapkan
terimakasih kepada:
1. Prof Dr. Marjoni Imamora M,Sc selaku Rektor Universitas Islam Negeri (UIN)
Mahmud Yunus Batusangkar
2. Dr. H. Rizal, [Link] CRP selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam.
3. Chitra Indah Sari, MM., CRP selaku Ketua Program Studi Manajemen Bisnis
Syariah
4. Husni Shabri [Link] selaku Dosen Pembimbing Akademik dari awal perkuliahan
sampai sekarang ini.
5. Khairul Marlin, SE., [Link]., MM selaku Dosen Pembimbing dalam penulisan
skripsi ini yang telah memberikan waktu luangnya untuk membimbing
penulisan skripsi selama ini dari proses awal penulisan sampai akhir penulisan
ii
skripsi.
6. Chitra Indah Sari, MM., CRP selaku penguji I yang telah meluangkan
waktunya serta memberikan kontribusi pemikiran dan bimbingan kepada
penulis dalam penyelesaian skripsi ini.
7. Dr. Himyar Pasrizal, SE., MM selaku penguji II yang telah meluangkan
waktunya serta memberikan kontribusi pemikiran dan bimbingan kepada
penulis dalam penyelesaian skripsi ini.
8. Teristimewa untuk ibu saya (Nelva) yang telah melahirkan dan membesarkan
saya dan untuk ayah (Dasril) yang sudah memberikan semangat agar menjadi
yang terbaik, Abang (Roni) Kakak (Serli) Adik (Rudi) dan seluruh keluarga
besar yang telah memberikan doa dan dukungan.
9. Teman-teman yang ikut membantu dan memberikan semangat penulis dalam
mengerjakan skripsi ini yaitu: Yulia Sinta Sari, Yona Asri, Yeni Fitria, Putri
Wulandari, Shinta Sri Wahyuni, Syukrina Rahmatika Dan teman-teman dari
jurusan Manajemen Bisnis Syariah yang sama-sama berjuang dalam
mendapatkan gelar sarjana
Terimakasih tak terhingga penulis ucapkan kepada semua pihak yang telah
ikut berpartisipasi dalam menyelesaikan skripsi ini, semoga menjadi amal ibadah
yang ikhlas. Dengan segala keterbatasan penulis menyadari bahwa skripsi ini
masih jauh dari kata kesempurnaan. Akhir kata, semoga skripsi ini bermanfaat
bagi penulis dan pembaca pada umumnya.
Batusangkar, Juli 2023
Penulis
Yulia Rahmi
NIM.1930404131
iii
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL
PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI
PERSETUJUAN PEMBIMBING
ABSTRAK .............................................................................................................. i
KATA PENGANTAR ........................................................................................... ii
DAFTAR ISI ......................................................................................................... iv
DAFTAR TABEL ................................................................................................ vi
DAFTAR GAMBAR ........................................................................................... vii
DAFTAR DIAGRAM ........................................................................................ viii
DAFTAR LAMPIRAN ........................................................................................ ix
BAB I PENDAHULUAN ...................................................................................... 1
A. Latar Belakang Masalah ......................................................................... 1
B. Fokus Penelitian ..................................................................................... 6
C. Perumusan Masalah ................................................................................ 6
D. Tujuan Penelitian .................................................................................... 7
E. Manfaat dan Luaran Penalitian ............................................................... 7
F. Definisi Operasional ............................................................................... 8
BAB II KAJIAN PUSTAKA ................................................................................ 9
A. Landasan Teori ....................................................................................... 9
1. Strategi ............................................................................................... 9
2. Pemasaran ........................................................................................ 15
3. Strategi Pemasaran ........................................................................... 22
4. Analisis SWOT ................................................................................ 24
5. Matriks IFE dan EFE ....................................................................... 34
6. Metode QSPM ................................................................................. 37
B. Penelitian Terdahulu ............................................................................. 40
BAB III METODE PENELITIAN .................................................................... 46
A. Jenis Penelitian ..................................................................................... 46
B. Tempat dan Waktu Penelitian .............................................................. 46
iv
C. Instrumen Penelitian ............................................................................. 47
D. Sumber Data ......................................................................................... 48
E. Teknik Pengumpulan Data ................................................................... 49
F. Teknik Analisis Data ............................................................................ 49
G. Teknik Penjaminan Keabsahan Data .................................................... 53
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN................................... 54
A. Gambaran Umum Penelitian ................................................................ 54
1. Sejarah Pandeka Coffe Shop Batusangkar....................................... 54
2. Visi dan Misi Pandeka Coffee Shop Batusangkar ........................... 56
3. Profil Pandeka Coffee Shop Batusangkar ........................................ 56
4. Struktur Organisasi Pandeka Shop Batusangkar ............................. 57
B. Analisis Faktor Internal dan Eksternal Metode SWOT pada
Pandeka Coffe Shop Batusangkar ........................................................ 58
1. Faktor Internal Pendeka Coffe Shop ................................................ 58
2. Faktor Eksternal Pandeka Coffe Shop ............................................. 59
C. IFE (Internal Factor Evaluation) ......................................................... 60
D. EFE (Eksternal Factor Evalutaion) ....................................................... 62
E. Analisis SWOT ..................................................................................... 65
F. Metode QSPM ...................................................................................... 69
BAB V PENUTUP ............................................................................................... 72
A. Kesimpulan ........................................................................................... 72
B. Saran ..................................................................................................... 72
DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................... 73
LAMPIRAN
v
DAFTAR TABEL
Tabel 1. 1 Total penjualan Bersih Pandeka Coffee Shop Batusangkar Tahun 2022
......................................................................................................................... 5
Tabel 2. 1 Matriks Analisis Swot .......................................................................... 31
Tabel 3. 1 Rancangan Waktu Penelitian ............................................................... 46
Tabel 3. 2 Kisi-Kisi Instrumen Penelitian ............................................................. 47
Tabel 3. 3 Matrik SWOT ...................................................................................... 50
Tabel 3. 4 QSPM ................................................................................................... 52
Tabel 4. 1 Matriks IFE Pandeka Coffe Shop Batusangkar ................................... 60
Tabel 4. 2 Matriks EFE Pandeka Coffe Shop ....................................................... 62
Tabel 4. 3 Matrik SWOT ...................................................................................... 65
Tabel 4. 4 Matriks QSPM ..................................................................................... 69
vi
DAFTAR GAMBAR
Gambar 4. 1 Struktur Organisasi Pandeka Coffe Shop ......................................... 57
vii
DAFTAR DIAGRAM
Diagram 4. 1 SWOT Pendeka Coffe Shop............................................................ 65
viii
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1 Surat Izin Penelitian........................................................................... 76
Lampiran 2 Daftar Wawancara ............................................................................. 77
Lampiran 3 Hasil Wawancara ............................................................................... 78
Lampiran 4 Matrik IFE ......................................................................................... 83
Lampiran 5 Penilaian SWOT Oleh Pemilik .......................................................... 84
Lampiran 6 Penilaian SWOT Oleh Karyawan ...................................................... 85
Lampiran 7 Hasil Olahan Matrik IFE ................................................................... 86
Lampiran 8 Matrik EFE ........................................................................................ 87
Lampiran 9 Hasil Olahan Matrik EFE .................................................................. 88
Lampiran 10 Matrik SWOT .................................................................................. 89
Lampiran 11 Hasil QSPM ..................................................................................... 90
Lampiran 12 Penilaian QSPM Oleh Pemilik ........................................................ 92
Lampiran 13 Pandeka Coffee Shop Batusangkar.................................................. 92
Lampiran 14 Wawancara Dengan Pemilik Pandeka Coffee Shop ........................ 92
Lampiran 15 Wawancara Dengan Karyawan Pandeka Coffee Shop .................... 93
Lampiran 16 Wawancara Dengan Pelanggan ....................................................... 93
Lampiran 17 Wawancara Dengan Pelanggan ....................................................... 94
ix
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Strategi pemasaran sangat penting diterapkan pada semua bidang yang
berkaitan dengan bisnis. Hal ini dikarenakan ketatnya persaingan bisnis yang
menuntut semua pelaku bisnis berpikir secara kreatif dan inovatif untuk
menarik perhatian banyak konsumen. Pelaku bisnis pada saat ini telah banyak
menciptakan upaya pengembangan strategi pemasaran dan memanfaatkan
peluang-peluang dengan cara mengikuti permintaan pasar dan perkembangan
zaman, hal ini bertujuan untuk menarik perhatian konsumen agar dapat
mencapai target penjualan yang diharapkan.
Strategi pemasaran pada dasarnya adalah rencana yang menyeluruh,
terpadu dan menyatu di bidang pemasaran, yang memberikan panduan
tentang kegiatan yang akan dijalankan untuk dapat tercapainya tujuan
pemasaran suatu perusahaan. Dengan kata lain, strategi pemasaran adalah
serangkaian tujuan dan sasaran, kebijakan dan aturan yang memberi arah
kepada usaha-usaha pemasaran perusahaan dari waktu ke waktu, pada
masing-masing tingkatan dan acuan serta alokasinya, terutama sebagai
tanggapan perusahaan dalam menghadapi lingkungan dan keadaan persaingan
yang selalu berubah (Indah Sari, 2023).
Perkembangan dunia usaha pada saat ini menunjukkan adanya gejala
persaingan yang semakin meningkat kearah penguasaan pasar secara luas.
Perusahaan besar maupun kecil saling bersaing dan berpacu agar produk yang
di jual mendapatkan keuntungan sesuai yang diharapkan. Untuk ini harus
memiliki starategi pemasaran yang baik untuk dapat bersaing dengan para
pesaingnya.
Strategi pemasaran adalah upaya memasarkan suatu produk, baik itu
barang atau jasa, dengan menggunkan pola rencana dan taktik tertentu
sehingga jumlah penjualan menjadi lebih tinggi. Strategi pemasaran diartikan
sebagai rangkaian upaya yang dilakukan oleh perusahaan dalam rangka
1
2
mencapai tujuan tertentu, karena posisi untuk menjual proposisi terbatas pada
jumlah orang yang mengetahui hal tersebut (Iskandar, 2021:9).
Persaingan dalam dunia bisnis membuat perusahaan berkosentrasi
terhadap rangkaian proses yang dilalui serta aktivitas pencapaian yang sesuai
dengan kemampuan utama perusahaan, maka pentingnya strategi pemasaran
dalam proses pemasaran itu sendiri berpengaruh terhadap tercapainya tujuan
perusahaan. Strategi pemasaran merupakan faktor penting dalam menentukan
strategi perusahaan dalam memasarkan produknya sehingga dapat mencapai
keuntungan.
Salah satu alat yang digunakan untuk menganalisis strategi
pemasaran yang digunakan adalah SWOT dan QSPM. Analisis ini digunakan
untuk mengetahui faktor internal dan eksternal [Link] internal
yaitu mengetahui kekuatan dan kelemahan perusahaan dan faktor eksternal
yaitu mengetahui peluang dan tantangan perusahaan. Sedangkan analisis
QSPM merupakan metode untuk melakukan evaluasi pilihan alternatif secara
objektif, menetapkan daya tarik relatif dari tindakan alternatif yang layak dan
memutuskan strategi yang terbaik.
SWOT merupakan metode analisis rencana bernilai sangat strategis
yang berguna untuk memetakan kondisi lingkungan eksternal dan internal
suatu perusahaan unit bisnis sehingga menghasilkan kesimpulan yang
berguna untuk memberikan masukan terhadap pengambilan keputusan
penting (Oktarini, 2022:49).
SWOT adalah singkatan dari Strengths (kekuatan), Weaknesses
(kelemahan), Opportunities (peluang), Threats (ancaman) dalam suatu bisnis
usaha. Kata SWOT diambil dari singkatan terhadap kelompok-kelompok
faktor internal dan ekstrnal. SWOT mengidentifikasikan terhadap faktor-
faktor internal dan eksternal yang dilakukan dengan tujuan untuk mencapai
keuntungan sesuai tujuan usaha bisnis yang telah ditentukan. Manfaat dari
analisis SWOT yaitu mampu memberikan gambaran suatu organisasi dari
empat sudut dimensi, yaitu strengths, weaknesses, opportunities, dan threats.
3
Sehingga pengambilan keputusan dapat melihat dari empat dimensi ini secara
lebih komprehensif (Pratiwi, 2022:44).
Seiring dengan semakin banyaknya produk serta tingkat persaingan
dalam usaha semakin tinggi, untuk itu diperlukan strategi yang tepat dalam
pengembangan usaha dengan melalui pendekatan-pendekatan yang sistematis.
Salah satunya dengan pendekatan Quantitative Strategic Planning Matrix
(QSPM).
Secara konsep, QSPM menentukan daya tarik relatif dari berbagai
strategi berdasarkan seberapa jauh faktor keberhasilan kunci internal dan
eksternal dimanfaatkan atau diperbaiki. Daya tarik relatif dari masing- masing
strategi dalam satu set alternatif dihitung dengan menentukan pengaruh
kumulatif dari masing-masing faktor keberhasilan kunci eksternal dan
internal. Jumlah set alternatif strategi yang dimasukkan dalam QSPM bisa
berapa saja, jumlah strategi dalam satu set juga bisa berapa saja, tetapi hanya
strategi dalam set yang sama dapat dievaluasi satu sama lain.
QSPM adalah alat yang direkomendasikan bagi para ahli strategi
untuk melakukan evaluasi pilihan strategi alternatif secara obyektif,
berdasarkan key succes factors internal-eksternal yang telah diidentifikasikan
sebelumnya. Jadi, secara konseptual, tujuan QSPM adalah untuk menetapkan
kemenarikan relatif (relative atractiviness) dari alternatif strategi yang telah
dipilih, untuk menentukan strategi mana yang dianggap paling baik untuk
dikembangkan dan diimplementasikan dalam menjalankan aktivitas
pemasaran produk asuransi jiwa (Fachmi, 2020:129).
Matriks QSPM (Quantitative Strategi Planning Matrix) sebuah
matriks yang digunakan untuk menganalisis berbagai alternatif strategi yang
tersedia untuk mendapatkan strategi prioritas. Alternatif strategi yang
dianalisis pada tahapan ini adalah strategi yang sudah dihasilkan dalam
peumusan melalui analisis sebelumnya dengan memadukan faktor internal
dan eksternal. Dengan matriks QSPM, manajemen dapat mengurutkan
berbagai strategi yang ada untuk membentuk skala prioritas dalam penerapan
strategi. Manfaat dari matriks QSPM adalah mendorong para penyusun
4
strategi untuk memasukkan faktor-faktor eksternal dan internal yang relevan
kedalam proses keputusan.
Dalam dunia bisnis yang semakin berkembang dan persaingan usaha
yang semakin tinggi membuat para pelaku usaha Coffee Shop harus memiliki
strategi pemasaran yang baik. Coffee Shop adalah tempat yang menyediakan
minuman jenis Coffee yang tersedia dalam suasana santai, tempat yang
nyaman untuk berdiskusi, tempat mencari inspirasi dengan membahas dan
menyelesaikan suatu topic, bertukar pikiran pendapat dan dilengkapi dengan
fasilitas-fasilitas sesuai kebutuhan konsumen, sehingga konsumen merasakan
senang jika berada di Caffee.
Coffee Shop banyak digemari oleh semua kalangan karena
kenyamanan tempat dan konsep yang disediakan oleh Coffee Shop itu sendiri
sehingga menjadi daya tarik dan kekuatan bagi semua kalangan sekarang ini
yang ingin terlihat trendi, serta harga yang ditawarkan dapat dijangkau oleh
remaja.
Coffee Shop bukan hanya untuk nongkrong dan menikmati kopi saja
tetapi coffee shop memiliki banyk fungsi yaitu sebagai tempat berdiskusi
dengan teman-teman, untuk menyelesaikan tugas, sebagai tempat untuk
meeting dengan rekan kerja diluar jam kantor, sebagai tempat untuk
melepaskan penat setelah seharian bekerja, coffee shop juga berfungsi
sebagai tempat untuk bertemu teman-teman, dikarenakan masyarakat
Indonesia senang bersosialita.
Berdasarkan hasil wawancara strategi pemasaran yang diterapkan
pada Pandeka Coffee Shop Batusangkar ini dari mulut ke mulut dan beberapa
pemasaran yang dilakukan seperti papan, melalui media sosial untuk
mempromosikan produknya dan juga mempromosikan dengan fasilitas yang
disediakan Pandeka Coffee Shop untuk kebutuhan konsumen.
Para remaja yang juga menjadikan minum kopi di Coffee Shop
sebagai gaya hidup. Dengan mengikuti trend juga merupakan salah satu
perilaku yang mendorong timbulnya perilaku konautif dikalangan remaja,
Selain untuk bersantai bersama teman-teman, caffee juag dijadikan tempat
5
diskusi bertukaran pendapat, menyelesaikan tugas kelompok dan adanya
fasilitas-fasilitas seperti wifi. Dengan adanya wifi juga menjadikan Coffee
Shop digemari bagi para remaja yang ingin mendapatkan internet gratis dan
duduk berjam jam baik untuk mengerjakan tugas ataupun hal lainnya serta
suasana serta konsep dari Coffee Shop yang menarik juga menjadi faktor
mengapa Coffee Shop banyak dikunjungi oleh para remaja (Nurikhsan,
2019:140).
Pandeka Coffee Shop merupakan sebuah kedai kopi yang berada di
Batusangkar. Pandeka Coffee Shop didirikan pada tahun 2018, sehingga
belum banyak dikenal masyarakat luas maka perlu adanya pengembangan
melalui Strategi pemasaran yang baik agar produk dapat dikenal dan dapat
bersaing dengan produk sejenis lainnya. Adapun total penjualan Pandeka
Coffee Shop Batusangkar sebagai berikut:
Tabel 1. 1
Total penjualan Bersih Pandeka Coffee Shop Batusangkar
Tahun 2022
NO Bulan Jumlah
1 Januari Rp. 24.000.000
2 Februari Rp. 22.400.000
3 Maret Rp. 25.670.000
4 April Rp. 14.385.000
5 Mei Rp. 22.215.000
6 Juni Rp. 18.575.000
7 Juli Rp. 21.000.000
8 Agustus Rp. 17.370.000
9 September Rp. 20.215.000
10 Oktober Rp. 19.735.000
11 November Rp. 16.250.000
12 Desember Rp. 15.685. 000
Sumber: Laporan penjualan pandeka coffee shop
Berdasarkan Tabel 1.1 di atas, penjualan Pandeka Coffee Shop
Batusangkar pada bulan Januari sampai maret 2022 mengalami kenaikan Rp.
6
25.670.000, pada bulan april sampai bulan September penjualan tidak stabil
mengalami kenaikan dan penurunan. Tetapi pada bulan Oktober sampai bulan
September penjualan mengalami penurunan.
Penurunan penjualan akan berpegaruh terhadap pencapaian tujuan
perusahaan yaitu untuk mendapatkan laba. Oleh karena itu perlu dilakukan
analisis faktor-faktor baik internal maupun eksternal sehinngga menghasilkan
kesimpulan bagi pengambilan keputusan pada Pandeka Coffee Shop dalam
mengembangkan bisnis, analisis yang dilakukan dengan menggunakan
SWOT dan QSPM.
Penjualan yang tidak stabil serta turunnya total penjualan pada
Pandeka Coffee Shop diduga karena banyaknya persaingan bisnis. Pproses
yang dilalui serta aktivitas penciptaan produk yang sesuai dengan
kemampuan utama perusahaan.
Berdasarkan penjelasan yang telah di uraikan di atas maka peneliti
melakukan penelitian dan menjadikan permasalahan yang terjadi sebagai
topik penelitian dengan judul“ Analisis Strategi Pemasaran Dengan
Menggunakan Metode SWOT dan QSPM Pada Pandeka Coffee Shop
Batusangkar”.
B. Fokus Penelitian
Berdasarkan fenomena di atas maka fokus penelitian ini adalah untuk
melakukan analisis strategi pemasaran pada Pandeka Caffee Shop
Batusangkar dalam mencari alternatif strategi peningkatan pemasaran dengan
menggunakan SWOT dan QSPM.
C. Perumusan Masalah
Adapun yang menjadi rumusan masalah yang sesuai dengan latar
belakang tersebut adalah:
1. Bagaimana stategi pemasaran yang dilakukan oleh Pandeka Coffee Shop
Batusangkar yang dilihat dengan menggunakan pendekatan metode SWOT
dan QSPM ?
7
2. Bagaimana pemilihan strategi pemasaran secara objektif dari analisis
strategi pemasaran dari hasil SWOT dan QSPM ?
D. Tujuan Penelitian
Berdasarkan fokus penelitian di atas, maka tujuan yang ingin dicapai
pada penelitian ini adalah:
1. Untuk melakukan analisis strategi pemasaran pada Pandeka Coffee Shop
Batusangkar dengan menggunakan pendekatan metode SWOT dan QSPM
2. Untuk melakukan analisis pemilihan strategi pemasaran secara objektif
dari analisis strategi pemasaran dari hasil SWOT dan QSPM
E. Manfaat dan Luaran Penalitian
1. Manfaat Penelitian
a. Bagi Penulis
Penelitian ini dapat memperoleh gambaran secara langsung
tentang perusahaan dapat menambah pengalaman serta menambah
pengetahuan mengenai strategi pemasaran pada Pandeka Caffee Shop
Batusangkar.
b. Bagi Cafe
Dengan adanya penelitian ini dapat memberikan masukan pada
Pandeka Caffee Shop Batusangkar dalam memperoleh informasi
pemasaran.
c. Bagi Pembaca
Hasil penulisan penelitian ini dapat menjadikan penambahan
wawasan dan referensi pembaca dalam pengetahuan tentang pemasaran,
serta sebagai bahan bacaan dan acuan bagi peneliti selanjutnya.
2. Luaran Penelitian
Penelitian ini dapat dijadikan sebagai referensi bagi pustaka dan
diterbitkan pada jurnal ilmiah.
8
F. Definisi Operasional
Untuk memudahkan pembaca dalam memahami isi penelitian ini dan
menghindari kekeliruan terhadap penelitian ini, maka peneliti memberikan
pengertian sebagai berikut:
1. Strategi pemasaran adalah proses atau model untuk memungkinkan
perusahaan atau organisasi untuk memfokuskan sumber daya terbatas
yang terbaik pada peluang untuk meningkatkan penjualan dan dengan
demikian mencapai keunggulan kompetitif. Strategi pemasaran meliputi
semua hal dan kegiatan dalam jangka panjang di bidang pemasaran yang
berhubungan dengan analisis situasi strategis perusahaan, perumusan,
evaluasi dan penetapan strategi yang berorientasi pasar karena hal itu akan
berdampak pada target perusahaan dan pemasara (Effendi, 2022:52-53).
2. Analisis SWOT adalah instrument perencanaan strategis yang klasik.
Dengan menggunakan kerangka kerja kekuatan internal (strengths).
Kelemahan internal (weaknesses), kesempatan eksternal (opportunities)
serta ancaman eksternal (threats). Instrumen ini memberikan cara
sederhana memperkirakan cara terbaik untuk melaksanakan sebuah
strategi. Instrumen ini menolong para perencana apa yang bisa dicapai, dan
hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan oleh mereka.
3. QSPM adalah alat yang direkomendasikan bagi para ahli strategi untuk
melakukan evaluasi pilihan strategi alternatif secara obyektif, berdasarkan
key succes factors internal-eksternal yang telah diidentifikasikan
sebelumnya. Jadi, secara konseptual, tujuan QSPM adalah untuk
menetapkan kemenarikan relatif (relative atractiviness) dari alternatif
strategi yang telah dipilih, untuk menentukan strategi mana yang dianggap
paling baik untuk dikembangkan dan diimplementasikan dalam
menjalankan aktivitas pemasaran produk asuransi jiwa (Fachmi,
2020:129).
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
A. Landasan Teori
1. Strategi
a. Pengertian Strategi
Secara umum strategi adalah proses penentuan rencana para
pemimpin puncak yang berfokus pada tujuan jangka panjang organisasi.
Disertai penyusunan suatu cara atau upaya bagaimana agar tujuan
tersebut dapat dicapai. Strategi adalah serangkaian keputusan serta
tindakan yang mendasar yang dibuat oleh manajemen puncak dan
diterapkan kesemua jajaran dalam organisasi untuk pencapaia tujuan
organisasi (Adindo, 2021:39).
Secara khusus strategi adalah tindakan yang bersifat incremental
(senantiasa meningkat) dan terus menerus serta dilakukan berdasarkan
sudut pandang tentang apa yang diharapkan oleh para pelanggan di
masa depan (Adindo, 2021:40)
Strategi adalah cara untuk mencapai tujuan jangka panjang.
Strategi merupakan rencana yang disatukan, luas dan berintegrasi yang
menghubungkan keunggulan strategis perusahaan dengan tantangan
lingkungan, yang dirancang untuk memastikan bahwa tujuan utama dari
perusahaan dapat dicapai melalui pelaksanaan yang tepat oleh
organisasi (Maulana, 2020:150).
b. Unsur-Unsur Strategi
Sebagai upaya pencapaian strategi maka perlu diarahkan suatu
organisasi untuk memanfaatkan lingkungannya serta memilah upaya
tersebut agar pengorganisasian secara internal dapat direncanakan dan
disusun sebagaimana yang telah ditetapkan. Jika sebuah perusahaan
mempunyai strategi maka perusahaan itu hendaklah mencakup bagian
dari unsur-unsur stategi tersebut yang mana strategi mempunyai 5 unsur
yaitu:
9
10
1) Unsur gelanggang aktivitas yaitu dimana sebuah perusahaan harus
mampu selalu aktif dalam menjalankan aktivitasnya, area dri unsur
ini mencakup produk, pasar geografis, jasa penyaluran distribusi dan
lainnya.
2) Unsur mencapai arena yaitu menggunakan sarana kendaraan untuk
mencapai sasaran. Dalam penggunaan sarana ini perlu perhitungan
yang matang agar bisa melihat besarnya resiko kegagalan dari
pemakaian sarana untuk berekspansi pada factor tersebut.
3) Unsur pembeda (differeniators) merupakan unsur yang bersifat
spesifik seperti bagaimana perusahaan dapat menang dan unggul
atau bisa di artikan bagaimana perusahaan mendapatkan pelanggan
secara luas.
4) Unsur Staging and Pacing adalah sebuah unsur yang menetapkan
kecepatan serta langkah-langkah utama dari pergerakan dan strategi
untuk pencapaian visi organisasi.
5) Unsur Economic Logic adalah bentuk pemikiran ekonomi yang logis
berupa gagasan yang terkoneksi dan jelas tentang bagaimana
memanfaatkan sebuah kuntungan yang dihasilkan (Assuari, 2016:4-
6).
c. Fungsi Strategi
Strategi merupakan upaya penyusunan rencana yang
dilaksanakan secara efisien dan efektif, strategi memiliki beberapa
fungsi, di antaranya:
1) Mengomunikasikan visi yang akan dicapai kepada kelompok
organisasilainya. Fungsi ini, organisasi dan kelompok
menyampaikan yang sudah direncanakan dan menginformasikan
atau mengomunikasikan visi kepada orang lain dengan maksud
mencapai tujuan yang diinginkan.
2) Kekuatan, keunggulan dan peluang.
3) Organisasi untuk mencapai tujuan, harus memiliki pemetaan
kekuatan di area yang diklaim oleh organisasi tersebut, juga
11
keunggulan dalam menerapkan cara untuk mendapatkan tujuan. Pada
dasarnya organisasi menciptakan peluang dan tantangan untuk
mencapai tujuan yang direncanakan sesuai dengan visi organisasi
tersebut.
4) Memanfaatkan keberhasilan dan kesuksesan untuk mendapatkan
peluang yang baru.
5) Menciptakan sumber daya.
6) Arahan, koordinasi dan aktivitas atau kegiatan organisasi pada masa
yang akan datang.
7) Peluang dan keadaan yang harus dihadapi untuk ke depannya.
Strategi memiliki fungsi, sesuatu yang akan dicapai, juga
melaksanakan apa yang disusun ataupun membicarakan tentang visi
yang akan capai dengan kinerja yang dapat dinilai. Oleh karena itu,
dapat disandingkan sesuai kapabilitas suatu organisasi dengan faktor
lingkungan, di mana kapabilitas tersebut akan digunakan sesuai dengan
rencana. Mempersiapkan keputusan yang sesuai dengan yang
direncanakan diawal dan upaya untuk mencapai maksud dan tujuan
organisasi tersebut. Proses yang berjalan untuk mencapai maksud dan
tujuan untuk menciptakan dan menggunakan sumber daya, serta
mengarahkan aktivitas pendukungnya (Badrianto, 2021:66-67).
d. Jenis-Jenis strategi
Terdapat lima jenis strategi, yaitu:
1) Strategi Penetrasi Pasar
Penetrasi pasar atau penerobosan pasar merupakan usaha
perusahaan meningkatkan jumlah nasabah baik secara kuantitas
maupun kualitas pada pasar saat ini melalui promosi dan distribusi
secara aktif. Strategi ini cocok untuk pasar yang sedang tumbuh
dengan lamban.
2) Strategi Pengembangan Produ
Strategi pengembangan produk merupakan usaha
meningkatkan jumlah konsumen dengan cara mengembangkan atau
12
memperkenalkan produk-produk baru perusahaan. Inovasi dan
kreativitas dalam penciptaan produk menjadi salah satu kunci utama
dalam strategi ini. Perusahaan selalu berusaha melakukan
pembaharuan atau pengenalan produk baru kepada konsumen.
Perusahaan tiada henti terus melakukan eksplorasi terhadap
kebutuhan pasar dan berupaya untuk memenuhi kebutuhan pasar
tersebut.
3) Strategi Pengembangan Pasar
Strategi pengembangan pasar merupakan salah satu untuk
membawa produk kearah pasar baru dengan membuka atau
mendirikan atau anak-anak cabang baru yang dianggap cukup
strategis atau menjalin kerjasama dengan pihak lain dalam rangka
untuk menyerap konsumen baru. Manajemen menggunakan strategi
ini bila mana pasar sudah padat dan peningkatan bagian pasar sudah
sangat besar atau pesaing kuat.
4) Strategi Intergrasi
Strategi integrasi merupakan strategi pilihan akhir yang
biasanya ditempuh oleh para perusahaan yang mengalami kesulitan
likuiditas sangat parah. Biasanya yang akan dilakukan adalah strategi
diversifikasi horizontal, yaitu penggabungan perusahaan-perusahaan.
5) Strategi diversifikasi
Strategi diversifikasi baik konsentrasi maupun diversivikasi
konglomerat. Diversivikasi yang dimaksud disini adalah perusahaan
memfokuskan pada suatu segmen pasar tertentu dengan menawarkan
berbagai varian produk perusahaan dimiliki. Sementara diversifikasi
konglomerat adalah perbankan memfokuskan dirinya dalam
memberikan berbagai varian produk perusahaan kepada kelompok
konglomerat (korpoorat).
13
Langkah-langkah dalam strategi pemasaran mencakup empat
tahapan yaitu:
1) Analisis situasi strategi, meliputi memenangkan pasar melalui
strategis berorientasi pasar, mengumpulkan informasi dan mengukur
permintaan pasar, mencari peluang dilingkungan pemasaran,
menganalisis pasar konsumen dan perilaku pembeli, menganalisis
pasar komunitas internet, menganalis bisnis dan perilaku pembelian
bisnis, menghadapi pesaing dan mengidentifikasi segmen serta
memilih pasar sasaran.
2) Perancangan strategi pemasaran, mencakup menentukan posisi dan
mengidentifkasi pasar, strategi hubungan pemasaran, dan
perencanaan produk baru.
3) Pengembangan program pemasaran, mencakup menetapkan strategi
produk, strategi harga, strategi distribusi, dan strategi promosi.
Impementasi dan pengelolaan strategi, mencakup merancang
organisasi pemasaran yang efektif, implementasi dan pengendalian
strategi.
e. Tingkatan Strategi
Dalam dunia bisnis, perusahaan tentunya mengharapkan
keuntungan yang akan didapatkan dari kegiatan bisnis tersebut,
keuntungan yang diharapkan dapat sebanding bahkan melebihi dari
usaha yang sudah dilakukan. Oleh karena itu, dalam mencapai
keuntungan (tujuan) perusahaan haruslah membuat strategi dalam
pelaksanaannya. Strategi tersebut tentunya mempunyai tingkatan, baik
pada strategi level korporat, strategi level unit bisnis, maupun strategi
level fungsional. Strategi berdasarkan tingkatan tersebut diperlukan
supaya keputusan yang diambil untuk selanjutnya diimplementasikan
dapat selaras dengan tujuan yang akan dicapai dan kebutuhan atau
permasalahan yang dihadapi (Heriyati, 2022:4).
14
Adapun tingkatan strategi:
1) Strategi Level Koperasi
Strategi level korporasi merupakan strategi yang dijalankan
oleh induk grup perusahaan untuk mengatur berbagai perusahaan
yang berada dibawahnya. Strategi tingkat perusahaan dikem-
bangkan oleh manajemen puncak yang mengelola aktivitas dan
operasi organisasi dengan banyak lini bisnis atau unit bisnis. Ketika
mengembangkan tingkat perusahaan, setiap perusahaan perlu
mengidentifikasi salah satu dari beberapa alternatif, yaitu posisi
pasar, inovasi, produktivitas, sumber daya material dan keuangan,
profitabilitas, pencapaian dan pengembangan mana- jemen, kinerja
dan sikap karyawan, dan tanggung jawab sosial.
Adapun contoh dari strategi korporasi adalah suatu
perusahaan yang membuat produk sendiri atau menjadi pema-soknya
sendiri untuk menggantikan pemasok luar sehingga dapat
mengendalikan input masukannya, hal ini dilakukan oleh perusahaan
indomaret maupun alfamart yang memproduksi tisunya sendiri untuk
selanjutnya dijual pada minimarketnya. Untuk menambah wawasan
mengenai strategi level korporasi
2) Strategi Unit Bisnis
Strategi level unit bisnis lebih diarahkan pada pengelolaan
kegiatan dan operasi suatu bisnis tertentu. Pada dasarnya strategi ini
berupaya menentukan pendekatan yang sebaiknya digunakan oleh
suatu bisnis terhadap pasarnya dan bagaimana melaksanakan
pendekatan tersebut dengan memanfaatkan sumber daya yang ada
dan dalam kondisi pasar tertentu.
3) Strategi Level Fungsional
Adalah suatu strategi yang dalam pelaksanaan nya
merupakan fungsi-fungsi manajemen (terdiri atas riset dan
pengembangan, keuangan, produksi dan operasi, pemasaran dan
sumber daya manusia) yang dapat mendukung strategi level unit
15
bisnis. Sebagai contoh, bila strategi level unit bisnis mengadakan
suatu pelatihan bagi karyawan, maka divisi sumber daya manusia
yang berperan untuk memberikan fasilitas kepada karyawan untuk
pelaksanaan pelatihan tersebut.
Strategi fungsional ini berfokus pada pengem- bangan dan
pemeliharaan suatu kompetensi khusus untuk selanjutnya dapat
memelihara suatu quality control dalam menciptakan keunggulan
suatu produk atau jasa pada unit bisnis. Dapat dikatakan bahwa
strategi ini merupakan suatu strategi pendukung atau support untuk
mendukung berhasilnya strategi yang lain, hal ini dikarenakan
strategi fungsional mempunyai jangka waktu dan jangkauan yang
lebih sempit. Strategi ini mempunyai dua peranan yakni memberikan
dukungan kepada strategi bisnis secara menyeluruh dan menguraikan
bagaiaman manajer fungsional bekerja sehingga memastikan pada
setiap divisi fungsional nya mencapai kinerja yang lebih baik dari
sebelumnya (Aji, 2015:105).
2. Pemasaran
a. Pengertian Pemasaran
Strategi pemasaran pada dasarnya adalah rencana yang
menyeluruh, terpadu dan menyatu di bidang pemasaran, yang
memberikan panduan tentang kegiatan yang akan dijalankan untuk
dapat tercapainya tujuan pemasaran suatu perusahaan. Dengan kata lain,
strategi pemasaran adalah serangkaian tujuan dan sasaran, kebijakan
dan aturan yang memberi arah kepada usaha-usaha pemasaran
perusahaan dari waktu ke waktu, pada masing-masing tingkatan dan
acuan serta alokasinya, terutama sebagai tanggapan perusahaan dalam
menghadapi lingkungan dan keadaan persaingan yang selalu berubah
(Indah Sari, 2023).
Pemasaran merupakan proses manajerial yang menjadikan
individu atau kelompok mendapatkan yang di inginkan dengan
menciptakan, menawarkan dan mempertukarkan produk yang bernilai
16
kepada pihak lain atau segala kegiatan yang menyangkut penyampaian
produk atau jasa mulai dari produsen sampai konsumen (Heri, 2020:2).
Pemasaran adalah analisis, perencanaan, implementasi dan
pengendalian dari program-program yang dirancang untuk
menciptakan, membangun dan memelihara pertukaran yang
menguntungkan dengan pembeli sasaran untuk mencapai tujuan
[Link] pemasaran saat ini tidak hanya menyampaikan
produk atau jasa hingga ke tangan konsumen tetapi bagaimana produk
atau jasa tersebut dapat memberikan kepuasan kepada pelanggan secara
berkelanjutan, sehingga keuntungan perusahaan dapat diperoleh dengan
terjadinya pembelian yang berulang (Suleman, 2022:1).
Pemasaran merupakan aktivitas yang sangat penting dalam
perusahaan, bahkan pemasaran merupakan ujung tombak keberhasilan
perusahaan dalam menyumbangkan laba melalui aktivitas penjualan
barang/jasa yang dihasilkan perusahaan. Pemasaran adalah suatu sistem
keseluruhan dari kegiatan-kegiatan bisnis yang ditujukan untuk
merencanakan, menentukan harga, mempromosikan dan
mendistribusikan barang atau jasa yang memuaskan kebutuhan baik
kepada pembeli yang ada maupun pembeli potensial (Alimin & Afriani,
2022:2).
Inti dari pemasaran adalah memuaskan kebutuhan dan keinginan
pelanggan. Sasaran dari setiap bisnis adalah menghantarkan nilai
pelanggan untuk menghasilkan laba. Nilai adalah sejauh mana
pelanggan merasa suatu barang atau jasa telah memenuhi keinginan dan
kebutuhannya, yang diukur dengan kesediaan pelanggan untuk
membayar barang atau jasa tersebut. Nilai pelanggan bukan hanya soal
produk berkualitas tinggi. Produk yang memiliki kualitas yang tinggi
jika dijual dengan harga yang tinggi tidak dianggap sebagai nilai yang
baik, begitu pula dengan produk berkualitas rendah yang dijual dengan
harga rendah. Nilai pelanggan atas suatu produk dapat dipersepsikan
berbeda oleh tipe pelanggan yang berbeda (Wijaya, 2021:6).
17
Dengan kata lain, nilai adalah sesuatu yang dicari oleh pembeli
di semua pasar dan di semua tingkat pendapatan. Pelanggan
berpenghasilan rendah sensitif terhadap harga, tetapi mereka akan
membayar produk jika produk tersebut memberikan manfaat yang
sepadan dengan uang yang dikeluarkan. Sebaliknya, pelanggan
berpenghasilan tinggi mungkin menghargai dan bersedia membayar
untuk produk berkualitas tinggi dan layanan pelanggan yang unggul.
b. Peranan Pemasaran
Pemasaran memegang peranan yang penting dalam masyarakat
karena pemasaran menyangkut berbagai aspek kehidupan, termasuk
bidang ekonomi dan sosial. Pemasaran dapat menciptakan lapangan
kerja dengan adanya kegiatan proses bisnis menyalurkan produk dari
produsen hingga digunakan dan dinikmati konsumen. Terlebih pada era
digital saat ini, konsumsi belanja masyarakat terhadap produk yang
ditawarkan melalui kegiatan pemasaran dapat meningkatkan
pendapatan negara melalui pajak yang dibayarkan oleh produsen dan
konsumen.
Pemasaran pada era digitalisasi yang mengalami perkembangan
dinamis menjadi faktor yang mengakibatkan konsep dan strategi
pemasaran juga mengalami perubahan seiring semakin meningkatnya
permintaan masyarakat sebagai konsumen untuk mendapatkan produk
yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginannya. Peranan pentingnya
pemasaran bagi masyarakat dijabarkan sebagai berikut:
1) Memenuhi Ekspektasi dan Keinginan Konsumen
Spesialis dalam pemasaran mengidentifikasi keinginan
konsumen dan mengambil taktik pemasaran yang [Link]
pemasaran dalam era yang penuh persaingan dan inovasi yang
memanjakan masyarakat dalam memilih danmemenuhi kebutuhan
dan keinginannya dengan pilihan yang beragam sesuai dengan
manfaat dan kegunaan produk, tingkat pendapatan dan nilai
keunggulan dari produk [Link] dapat menggunakan
18
segala informasi terkait merek produk yang terbaik dan terpercaya
sesuai standar keinginan dan kebutuhannya.
2) Menunjang Kegiatan Perputaran Perekonomian yang Melibatkan
Masyarakat
Peranan pemasaran dalam mendistribusi produk dari
produsen ke konsumen. Proses distribusi barang ini terjadi melalui
tahap yang dimulai dari produsen atau perusahaan yang
memproduksi produk, kemudian distributor besar, agen dan akhirnya
ke penjualan pengencer dan akhirnya ke konsumen.
3) Pemasaran Sangat Membantu dalam Pengembanga Ekonomi
Aktivitas pemasaran dapat meningkatkan pendapata per
kapita dan permintaan akan lebih banyak barai oleh konsumen
dengan meningkatnya kegiatan ekspor dan impor.
4) Menjaga Eksistensi dan Reputasi Perusahaan
Berkat loyalitas pelanggan dan peningkatan pang pasar,
perusahaan dapat bertahan. Pemasara membantu perusahaan
memenuhi target merel karena mereka berfokus pada konsumen.
Pemasara membantu menjaga kepuasan konsumen melebihi standar
mereka.
5) Meningkatkan Pertumbuhan Bisnis dan Menawarkan Kualitas
Terbaik
Perusahaan menggunakan metode komunikasi seperti iklan,
distribusi, promosi, pemasaran acara dan hubungan masyarakat
untuk menjual produknya. Merek menjadi salah satu standar
perusahaan dapat bertahan dalam persaingan. Membangun reputasi
merek perlu usaha dan fokus menciptakan reputasi tanpa cacat.
6) Keuntungan Pemasaran Produk Secara Digital
Perkembangan pemasaran telah mengarah satu pemanfaatan
teknologi informasi untuk merangsan pasar yang kompetitif.
Pemanfaatan inovasi media teknologi menjadikan pemasaran
menjadi lebih efek dan [Link] digital dapat menjangkau
19
lebih luas, sehingga mampu menekan biaya promosi yang
[Link] ini dapat menjadi pilihan terbaik terutama usaha kecil
untuk mengembangkan usahanya.
Masyarakat global saat ini dihadapkan pada era
perkembangan teknologi yang sangat cepat dan bersinergi dengan
pergeseran kebutuhan masyarakat yang beragam dan akses yang
[Link] informasi tentang perkembangan produk kebutuhan
konsumen dapat diketahui dari strategi pemasaran yang dilakukan
perusahaan. Pemasaran sangat memegang kendali atas segala
informasi terkait dengan produk yang ditawarkan perusahaan dapat
terdistribusi ke masyarakat. Di sisi lain, masyarakat sebagai
konsumen perlu dilibatkan dalam pengambilan keputusan
perusahaan terkait jenis produk yang diproduksi agar sesuai dengan
selera dan kebutuhan konsumen. Loyalitas konsumen atau pelanggan
sangat ditentukan dari promosi yang dilakukan, kualitas produk,
manfaat yang dibutuhkan konsumen dan selera konsumen yang
sangat dinamis (Asmin & Syam, 2021:4-7).
c. Tujuan Pemasaran
Tujuan Target pemasaran terdiri dari:
1) Menguasai Pasar Serta Konsumen
Selaku tujuan awal yang hendak dicapai oleh bagian
pemasaran merupakan memiliki uraian menimpa pasar serta
konsumen yang hendak jadi sasaran potensial. Menguasai peta
persaingan, menguasai kebutuhan, selera serta kemajuan pasar,
menguasai tren- tren yang timbul dan menguasai keadaan atas pasar
tercantum didalamnya energi untuk membeli, akan keterbatasan
kemudian ketertarikan yang bisa pengaruhi keputusan dalam
membeli.
2) Membentuk Produk yang Cocok dengan Pasar
Berarti untuk sesuatu industri buat bisa menghasilkan produk
yang memanglah cocok dengan kebutuhan serta kemauan pasar.
20
Seakan produk memanglah diciptakan buat konsumen itu sendiri.
Pasti saja ini merupakan hasil berkesinambungan dari tujuan
pemasaran yang awal ialah menguasai pasar. Dari pemahaman
tentang pasar, hingga pemasaran butuh menolong industri serta
bagian perancangan produk dan bagian penciptaan buat menciptakan
produk yang cocok dengan hasil studi yang didapat.
3) Membangun Popularitas yang Positif Buat Produk
Tujuan yang ketiga yaitu mengenai promosi dan merupakan
kebutuhan yang mendesak produk buat diketahui serta terkenal di
pasar. Apabila produk telah terkenal hingga dengan sendirinya
mendesak pasar untuk tergerak membeli. Metode mendongkrak
popularitas dapat dengan bermacam metode, salah satu metode yang
klasik merupakan dengan pemasangan iklan. Saat ini ini dengan
membuat konten, mengadakan even khusus supaya lebih dapat
mendekatkan produk dengan pasar yang akan menjadi target yang
utama.
4) Menggapai Citra yang Mau Dibentuk
Pencitraan merupakan salah satu tujuan pemasaran yang
berarti dicoba. Produk yang digunakan dalam perawatan wajah wajib
untuk mencitrakan kecantikan, produk susu wajib mencitrakan
kesehatan dalam perkembangan anak, produk elektronik butuh
memberikan bahwa kesan teknologi mutahir serta tahan lama.
Pencitraan dapat dilakukan dengan memakai tokoh idola selaku
brand image, ataupun dengan propragranda lewat even, iklan dari
konten.
5) Sasaran Penjualan
Sasaran penjualan ialah tujuan utama dari target pemasaran.
Tiap bagian dari karyawan pemasaran bergerak bersama demi dapat
tingkatkan-tingkatan penjualan industri.
21
6) Kepuasan Konsumen
Tujuan pemasaran yang keenam yaitu merupakan kepuasan.
Penjualan yang terjalin cuma hendak jadi keuntungan sesaat apabila
tidak terjalin kepuasan. Maksudnya buat masing masing penjualan
yang terjalin, diharapkan terdapat feedback yang dapat jadi nilai
lebih dari penjualan. Baik itu testimoni dari pembeli yang dapat
berefek mendesak angka penjualan dari konsumen lain.
Pencapaian paling tinggi dari pemasaran merupakan kala
konsumen seluruhnya terpuaskan setelah itu jadi pelanggan setia
terhadap produk industri serta memilah buat tidak pindah dari
produk [Link] kala mereka hadapi permasalahan terpaut
dengan produk, mereka bukan meninggalkan produk tersebut namun
memberikan kritik serta anjuran (Sisca & Simanjuntak, 2021:59-60).
d. Konsep Pemasaran
Ada lima konsep pemasaran yang mendasari cara perusahaan
melakukan kegiata pemasarannya:
1) Konsep Berwawasan Produksi
Konsep ini berpendapat bahwa konsumen akan memilih
produk yang mudah didapat dan murah harganya sehingga fokus
utamanya adalah meningkatkan efisiensi produksi dan memperluas
cakupan distribusi
2) Konsep Berwawasan Produk
Konsep ini berpendapat bahwa konsumen akan memilih
produk yang menawarkan mutu, kinerja terbaik dan hal-hal inovatif
lainnya sehingga fokus utamanya adalah membuat produk yang lebih
baik dan berusaha terus-menerus untuk menyempurnakan.
3) Konsep Berwawasan Penjualan
Konsep ini berpendapat bahwa kalau konsumen dibiarkan
saja maka konsumen tidak akan membeli produk perusahaan dalam
jumlah cukup. Oleh karena itu, perusahaan harus melakukan usaha
penjualan dan promosi yang agresif.
22
4) Konsep Berwawasan Pemasaran
Konsep ini berpendapat bahwa kunci untuk mencapai tujuan
organisasi terdiri dari penentuan kebutuhan dan keinginan pasar
sasaran serta memberikan kepuasan yang diinginkan secara lebih
efektif dan efisien daripada pesaingnya. Konsep ini didasarkan pada
empat sendi utama, yaitu pasar sasaran, kebutuhan pelanggan,
pemasaran yang terkoordinasi, serta keuntungan.
5) Konsep Berwawasan Pemasaran Bermasyarakat
Konsep ini berpendapat bahwa tugas perusahaan adalah
menentukan kebutuhan dan keinginan serta kepentingan pasar
sasaran dan memenuhinya dengan lebih efektif dan efisien daripada
saingannya dengan cara mempertahankan atau meningkatkan
kesejahteraan konsumen dan masyarakat (Firdaus, 2017:162).
3. Strategi Pemasaran
a. Pengertian Strategi Pemasaran
Strategi adalah rencana jangka panjang untuk mencapai tujuan
tertentu. Oleh karena itu, strategi pemasaran adalah rencana pemasaran
yang dirancang untuk mencapai tujuan pemasaran. Misalnya, tujuan
pemasaran mungkin berhubungan dengan menjadi pemimpin pasar
(market leader) dengan menyenangkan pelanggan. Rencana strategis
adalah perencanaan terperinci yang melibatkan riset pemasaran, dan
kemudian mengembangkan bauran pemasaran (marketing mix) untuk
menyenangkan pelanggan.
Setiap organisasi perlu memiliki pemasaran yang jelas tujuan,
dan rute utama untuk mencapai tujuan organisasi akan tergantung pada
strategi. Mengembangkan strategi melibatkan penetapan tujuan dan
sasaran yang jelas di sekitar kerangka kerja (framework) kebijakan
dibuat. Setelah menetapkan strateginya, sebuah organisasi kemudian
dapat menyusun atau membuat alat dan taktik sehari-hari untuk
memenuhi tujuan. Pemasaran dengan demikian dapat dilihat sebagai
proses pengembangan dan penerapan strategi untuk merencanakan dan
23
mengoordinasikan cara mengidentifikasi, mengantisipasi dan
memuaskan permintaan konsumen, sedemikian rupa untuk membuat
keuntungan. Proses perencanaan strategis inilah yang terletak di jantung
pemasaran.
Strategi pemasaran adalah proses atau model untuk
memungkinkan perusahaan atau organisasi untuk memfokuskan sumber
daya yang terbatas pada yang terbaik peluang untuk meningkatkan
penjualan dan dengan demikian mencapai keunggulan kompetitif.
Strategi pemasaran meliputi semua hal dan kegiatan dalam jangka
panjang di bidang pemasaran yang berhubungan dengan analisis situasi
strategis perusahaan, perumusan, evaluasi dan penetapan strategi yang
berorientasi pasar karena hal itu akan berdampak pada target
perusahaan dan pemasara (Effendi, 2022:52-53).
Strategi Pemasaran adalah rencana pemasaran untuk
menentukan pasar dan konsep bauran pemasaran. Ada dua bagian yang
berhubungan dengan strategi pemasaran, yaitu:
1) Pasar Sasaran
Tugas manajemen pemasaran bukan hanya sekedar menjual
produk/jasa perusahaan sebanyak mungkin, tetapi dapat diiringi
dengan pelayanan yang baik dan dapat memuaskan keinginan dan
kebutuhan pelanggan, yang pada akhirnya akan meningkatkan
penjualan dalam jangka panjang.
2) Bauran Pemasaran (Marketing Mix)
Bauran pemasaran (marketing mix) dapat dikatakan sebagai
alat pemasaran taktis yang dapat dikendalikan oleh perusahaan untuk
menghasilkan respon yang diinginkan pasaran sasaran terhadap
tanggapan konsumen (Suhardi, 2018:281-283).
24
b. Unsur-Unsur Strategi Pemasaran
Unsur-unsur utama dalam stretagei pemasaran menjadi tiga
unsur utama, yaitu:
1) Unsur Strategi
a) Segmentation pasar adalah tindakan mengidentifikasi
danmembentuk kelompok pembeli atau konsumen secara terpisah
b) Targetting adalah suatu tindakan memilih satu atau lebih segmen
pasar yang akan dimasuki.
c) Positioning adalah penetapan posisi pasar.
2) Unsur Taktik Pemasaran
a) Diferensiasi, yang berkaitan dengan cara membangun strategi
pemasaran dalam berbagai aspek di perusahaan.
b) Bauran pemasaran yang berkaitan dengan kegiatan-kegiatan
mengenai produk, harga, promosi, dan tempat.
3) Unsur Nilai Pemasaran
a) Merek atau brand, yaitu nilai yang berkaitan dengan nama atau
nilai dan melekatpada suatu perusahaan
b) Pelayanan atau service, yaitu nilai yang berkaitan dengan
pemberian jasapelayanan kepada konsumen.
c) Proses, yaitu nilai yang berkaitan dengan prinsip perusahaan
untuk membuat setiap karyawan terlibat dan memiliki rasa
tanggung jawab dalam proses memuaskan konsumen, baik secara
langsung maupun secara tidak langsung (Rahman, 2021:8)
4. Analisis SWOT
a. Pengertian Analisis SWOT
Analisis SWOT adalah instrument perencanaan strategis yang
klasik. Dengan menggunakan kerangka kerja kekuatan internal
(strengths). kelemahan internal (weaknesses), kesempatan eksternal
(opportunities) serta ancaman eksternal (threats). Instrumen ini
memberikan cara sederhana memperkirakan cara terbaik untuk
melaksanakan sebuah strategi. Instrumen ini menolong para perencana
25
apa yang bisa dicapai, dan hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan oleh
mereka (Nawangsari, 2019:37).
Analisis SWOT membandingkan antara faktor eksternal peluang
(opportunity) dan ancaman (threats) dengan faktor internal kekuatan
(strenght) dan kelemahan (weakness). Unsur–unsur SWOT Kekuatan
(Strenght), Kelemahan (weakness), Peluang (Opportunity), Ancaman
(Threats) Faktor eksternal dan internal.
Berbagai pengertian analisis SWOT diatas, dapat disimpulkan
bahwa, analisis SWOT adalah bagaimana perusahaan melihat kekuatan
dan kelemahaan yang dimiliki akibat pengaruh dari dalam perusahaan
dan bagaimana perusahaan melihat peluang dan ancaman dari
lingkungan luar yang perlu diletahui untuk menyusun strategi yang
efektif. Instrumen dalam analisis SWOT meliputi:
1) Kekuatan (Streangth)
Adalah sumber daya keterampilan atau keunggulan-
keunggulan lain relatif terhadap persaingan dan kebutuhan pasar
yang dilayani oleh perusahaan atau organisasi. Kekuatan adalah
kompetensi khusus yang memberikan keunggulan komperatif bagi
perusahaan di pasar. Kekuatan dapat terkandung dalam sumber daya
keuangan, citra, kepemimpinan pasar, hubungan pembeli dengan
pemasok dan faktor-faktor lainnya.
Faktor-faktor kekuatan yang dimaksud dengan faktor-faktor
yang dimiliki olrh suatu perusahaan atau organisasi adalah antara
lain kopetensi khusus yang terdapat dalam organisasi yang berakibat
pada pemilikan keunggulan komparatif oleh unit usaha dipasaran.
2) Kelemahan (Weakness)
Adalah keterbatasan atau kekurangan dalam sumber daya,
keterampilan dan kapabilitas yang secara serius menghambat kinerja
efektif perusahaan atau organisasi. Fasilitas, sumber daya keuangan,
kapabilitas manajemen, keterampilan pemasaran, citra merek dapat
menjadi sumber kelemahan.
26
Faktor- faktor kelemahan jika orang berbicara tentang
kelemahan yang terdapat dalam tubuh suatu perusahaan, yang
dimaksud ialah keterbatasan atau kekurangan dalam hal sumber,
keterampilan dan kemampuan yang menjadi penghalang serius bagi
penampilan kinerja organisasi yang memuaskan.
3) Peluang (Opportunity)
Adalah situasi penting yang menguntungkan dalam
lingkungan perusahaan dan organisasi. Faktor peluang adalah
berbagai situasi lingkungan yang menguntungakan bagi suatu satuan
bisnis.
4) Ancaman (Threath)
Situasi penting yang tidak menguntungkan dalam lingkungan
perusahaan atau organisasi. Ancaman merupakan pengganggu utama
bagi posisi sekarang yang diinginkan organisasi. Ancaman
merupakan kebalikan dari peluang . dengan demikian dapat
dikatakan bahwa ancaman adalah faktor-faktor linglkungan yang
tidak menguntungkan suatu satuan bisnis, jika tidak diatasi, ancaman
akan menjadi ganjalan bagi satuan bisnis yang bersangkutan, baik
untuk masa sekarang maupun masa yang akan datang (Rangkuti,
2016:137).
Dalam analisis SWOT data yang digunakan bersifat
deskriptif kualitatif yang didapatkan langsung dari informan, melalui
wawancara mendalam. Secara umum data-data tersebut akan
digunakan untuk merumuskan masalah mengenai apa saja yang
menjadi kekuatan dan kelemahan yang ada di suatu institusi,
individu, masyarakat atau sebuah perusahaan tertentu serta apa saja
yang menjadi peluang dan ancaman dari luar bagi suatu institusi,
individu, masyarakat atau sebuah perusahaan yang bersangkutan.
Metode analisis SWOT bisa dianggap sebagai metode
analisis yangg paling dasar, yang bermanfaat untuk melihat suatu
topik ataupun suatu permasalahan dari 4 empat sisi yang
27
[Link] dari analisa biasanya berupa arahan ataupun
rekomendasi untuk mempertahankan kekuatan dan untuk menambah
keuntungan dari segi peluang yang ada, sambil mengurangi
kekurangan dan juga menghindari ancaman. Jika digunakan dengan
benar, analisis ini akan membantu untuk melihat sisi-sisi yang
terlupakan atau tidak terlihat selama ini.
Dari pembahasan diatas tadi, analisis SWOT merupakan
instrumen yang bermanfaat dalam melakukan analisis strategi.
Analisis ini berperan sebagai alat untuk meminimalisasi kelemahan
yang terdapat dalam suatu perusahaan atau organisasi serta menekan
dampak ancaman yang timbul dan harus dihadapi.
b. Elemen Dalam Analisis SWOT
Analisis SWOT terdiri dari empat elemen yaitu:
1) Strengths (Kekuatan)
Merupakan kondisi kekuatan yang terdapat dalam suatu
institusi, individu, masyarakat atau sebuah perusahaan. Kekuatan ini
berasal dari internal mereka sendiri. Kekuatan tersebut meliputi
berbagai potensi minat, bakat, keterampilan, kemampuan,
pengalaman, dan hal lainnya yang bersifat dari dalam diri institusi,
individu, masyarakat atau perusahaan yang bersangkutan.
2) Weaknesses (Kelemahan)
Merupakan kondisi kelemahan yang terdapat dalam suatu
institusi, individu, masyarakat atau sebuah [Link]
ini berasal dari internal mereka [Link] tersebut meliputi
berbagai hambatan kendala, masalah, pengalaman buruk, kegagalan,
konflik, kelemahan, kekurangan, dan hal lainnya yang bersifat dari
dalam diri institusi, individu, masyarakat atau perusahaan yang
bersangkutan.
3) Opportunities (Peluang)
Merupakan kondisi peluang berkembang di masa dating yang
akan dan mungkin terjadi. Kondisi yang terjadi merupakan peluang
28
yang ada di luar suatu institusi, individu, masyarakat atau sebuah
perusahaan yang bersangkutan. Peluang tersebut bila diambil atau
dimanfaatkan dapat membantu, memperkuat, mendorong,
meningkatkan, mengembangkan dan memberikan dampak positif
pada suatu institusi, individu, masyarakat atau perusahaan yang
bersangkutan.
4) Threats (Ancaman)
Merupakan kondisi yang mengancam dari luar. Ancaman ini
bila menimpa suatu institusi, individu, masyarakat atau sebuah
perusahaan akan mengancam, melemahkan, menurunkan, dan
memberikan dampak negatif yang merugikan (Nawangsari,
2019:38-39).
c. Tujuan Penerapan SWOT di Perusahaan
Penerapan SWOT pada suatu perusahaan bertujuan untuk
memberikan suatu panduan agar perusahaan menjadi lebih fokus
sehingga dengan penempatan analisa SWOT tersebut nantinya dapat
dijadikan sebagai bandingan pikir dari berbagai sudut pandang, baik
dan segi kekuatan dan kelemahan serta peluang dan ancaman yang
mungkin bisa terjadi di masa-masa yang akan datang.
Tujuan lain diperlukannya analisis SWOT adalah dimana
setiap produk yang beredar di pasaran pasti akan mengalami pasang
surut dalam penjualan atau yang dikenal dengan istilah daur hidup
produk (life cycle product). Konsep daur hidup produk dirujuk
berdasarkan keadaan realita yang terjadi di pasar, bahwa konsumen
memiliki tingkat kejenuhan dalam memakai suatu produk (Fahmi,
2018:356).
d. Faktor Eksternal dan Internal dalam Perespektif SWOT
Untuk menganalisa secara lebih mendalam tentang SWOT,
maka perlu dilihat faktor eksternal dan internal sebagai bagian penting
dalam analisis SWOT, yaitu:
29
1) Faktor eksternal ini mempengaruhi terbentuknya opportunities and
threats (O and P). Dimana faktor ini bersangkutan dengan kondisi-
kondisi yang terjadi di luar perusahaan yang mempengaruhi
pembuat- an keputusan perusahaan. Faktor ini mencakup lingkungan
industri (industry environment) dan lingkungan bisnis makro (macro
environment), ekonomi, politik, hukum, teknologi, kependudukan,
dan sosial budaya.
2) Faktor internal ini mempengaruhi terbentuknya strengths and (S and
W). Dimana faktor ini menyangkut kondisi yang terjadi dalam
perusahaan, yang mana ini turut mempengaruhi terbentuknya
pembuatan keputusan (decision making) perusahaan. Faktor internal
ini meliputi semua macam manajemen fungsional: pemasaran,
keuangan, operasi, sumberdaya manusia, penelitian dan
pengembangan. sistem informasi manajemen, dan budaya
perusahaan (Fahmi, 2018:361).
e. Tahap Penyusunan Analisis SWOT
Tahap penyusunan analisis SWOT adalah:
1) Matrik IFE (Internal Factor Evaluation)
Cara membuat matrik IFE
a) Susunlah faktor-faktor Internal sesuai dengan kelompoknya yaitu
faktor yang merupakan kekuatan (strenght) dan faktor yang
merupakan kelemahan (weakness).
b) Selanjutnya masing-masing factor tadi diberi bobot. Dalam
memberikan bobot harus dilakukan secara hati-hati dan
didasarkan pada tingkat kepentingan dan dampak strategisnya.
Semakin penting faktor tersebut, maka semakin tinggi bobot yang
harus diberikan. Maksimim total bobot adalah 1.
c) Langkah berikutnya terhadap setiap factor baik yang merupakan
kekuatan atau kelemahan diberi rating. Ratingdibuat dengan
ketentuan untuk factor-faktor yang merupakan kekuatan harus
diberi tanda positif dan sebaliknya untuk faktor-faktor yang
30
merupakan kelemahan. diberi tanda negative. Jika faktor-faktor
itu merupakan kekuatan yang paling besar, maka harus diberi
rating positif yang paling besar, demikian sebaliknya bila
kekuatan yang kecil. Cara yang sama juga diperlukan pada faktor-
faktor yang merupakan kelemahan paling besar, maka harus
diberi rating negative paling banyak, demikian sebaliknya bila
memiliki tingkat kelemahan yang kecil. Cara yang sama juga
diperlukan pada faktor-faktor yang merupakan kelemahan paling
besar, maka harus diberi rating negative paling banyak, demikian
sebaliknya bila memiliki tingkat kelemahan yang kecil.
d) Selanjutnya Bobot dikalikan dengan Rating sehingga akan
diperoleh Nilai atau Skor.
e) Setelah semua faktor dihitung skornya, kemudian dijumlahkan
untuk mendapatkan total skor secara keseluruhan.
f) Kolom kelima digunakan untuk memberikan catata atau alasan
tentang mengapa suatu faktor itu dipilih.
2) Matrik EFE (Eksternal Factor Evaluation)
Cara membuat matrik EFE:
a) Susunlah faktor-faktor eksternal sesuai dengan kelompoknya
yaitu factor yang memberikan peluang (Opportunity) dan factor
yang memberikan ancaman (Threat).
b) Selanjutnya masing-masing faktor tadi diberi bobot. Dalam
memberikan bobot harus dilakukan secara hati-hati dan
didasarkan pada tingkat kepentingan dan dampak strategisnya.
Semakin penting faktor tersebut, maka semakin tinggi bobot yang
harus diberikan. Maksimim total bobot adala 1.
c) Langkah berikutnya terhadap setiap faktor baik peluang atau
ancaman diberi Rating. Rating dibuat dengan ketentuan untuk
faktor-faktor yang memberikan peluang harus diberi tanda positif
dan sebaliknya untuk faktor-faktor yang memberikan ancaman
diberi tanda negative jika faktor- faktor itu memberikan peluang
31
paling besar, maka harus diberi rating positif yang paling besar,
demikian sebaliknya bila peluangnya kecil. Cara yang sama juga
diperlukan pada faktor-faktor yang member ancaman paling
besar, maka harus di beri Rating negative paling banyak,
demikian sebaliknya bila tingkat ancamannya kecil.
d) Selanjutnya Bobot dikaitkan dengan Rating, sehingga akan
diperoleh Nilai atau Skor.
e) Setelah semua faktor dihitung skornya, kemudian dijumlahkan
untuk mendapatkan total skor secara keseluruhan.
f) Kolom kelima digunakan untuk memberikan catatan atau alasan
tentang mengapa suatu factor itu dipilih.
Tabel 2. 1
Matriks Analisis Swot
Strengths Weaknesses
Internal
Eksternal
Opportunities Strategi SO Strategi WO
Ciptakan strategi yang Ciptakan strategi yang
menggunakan kekuatan meminimalkan kelemahan
untuk memanfaatkan untuk memanfaatkan
peluang peluang
Threats Strategi ST Strategi WT
Ciptakan strategi yang Ciptakan strategi yang
menggunakan kekuatan meminimalkan kelemahan
untuk mengatasi ancaman dang menghindari ancaman
f. Faktor Eksternal dan Internal Analisis SWOT
Kedua hal ini adalah poin penting dalam sebuah analisis SWOT.
Faktor internal adalah kekuatan dan kelemahan. Faktor eksternal adalah
ancaman dan [Link] enam dekade sejak pertama kali
32
digunakan oleh Stanford Research Institute, metode analisis SWOT
telah menjadi pilihan utama di dunia bisnis.
Sebuah analisis SWOT dirancang untuk memfasilitasi sebuah
analisa yang realistis, berbasis fakta, dan didorong oleh data-data.
Dengan menganalisis strengths, weaknesses, opportunities dan threats
terhadap rencana, produk, kampanye, atau bisnis secara keseluruhan,
proses pengambilan keputusan akan bisa lebih efektif. Idealnya, SWOT
harus menjadi latihan yang sederhana dan cepat untuk mendapatkan
perspektif yang berbeda.
1) Faktor Internal dalam Analisis SWOT Strengths dan Weaknesses
Ketika mempertimbangkan pengaruh dari dalam perusahaan,
ada beberapa faktor yang akan bisa mempengaruhi bagaimana
perusahaan bisa mencapai suatu hasil. Faktor-faktor inilah yang
berada sangat dekat dan bisa dikontrol oleh perusahaan. Beberapa
faktor penting dari dalam perusahaan yang bisa mempengaruhi
analisa SWOT dalam bentuk strength (kekuatan) dan Weakness
(kelemahan) adalah sebagai berikut ini:
a) Sumber Daya Manusia
Setiap orang yang mempengaruhi hasil keputusan bisnis
apa pun akan menjadi faktor penting yang harus dipertimbangkan.
Mulai dari pelanggan dan audiens hingga sukarelawan dan
karyawan. Tenaga kerja akan bisa menjadi strength jika produktif
dan menguntungkan, namun akan bisa menjadi kelemahan jika
tidak dimanfaatkan dengan efektif. Permintaan konsumen yang
tinggi adalah sesuatu yang positif, tetapi ketidakmampuan untuk
memenuhi permintaan itu akan menjadi kelemahan yang harus
diperhitungkan.
b) Sumber daya fisik
Ini mencakup semua properti dan aset, seperti komputer,
kendaraan, lokasi, fasilitas, dan peralatan apa pun yang
disertakan. Ketika bekerja dengan baik, itu adalah kekuatan yang
33
bisa membantu bisnis untuk berkembang menjadi lebih baik.
Namun akan menjadi kelemahan jika membebani.
c) Sumber daya keuangan
Ini termasuk tabungan, utang, investasi, dan modal,
kewajiban, atau pendapatan lain yang relevan.
d) Proses
Bagaimana hierarki perusahaan bekerja akan benar-benar
dapat mempengaruhi kemanjuran rencana apa pun yang akan
datang. Metode alur kerja, perangkat lunak yang digunakan,
program karyawan, dan metode lain di tempat kerja di dalam
perusahaan adalah semua hal yang memiliki dampak besar pada
hasil dari setiap tindakan atau keputusan yang dibuat. Dampak
tersebut akan menentukan apakah hal itu akan menjadi kekuatan
atau kelemahan.
2) Faktor Eksternal dalam Analisis SWOT: Opportunities dan Threats
Faktor-faktor ini adalah sesuatu yang berasal dari luar
perusahaan atau bisnis. Berbeda dengan faktor internal dalam
analisis SWOT tadi, hal-hal berikut ini tidak bisa kita kontrol. Maka
cara yang bisa kita lakukan adalah menyesuaikan diri dan mencoba
untuk memahaminya berbagai opportunities (kesempatan) dan
threats (ancaman) ini. Beberapa faktor penting yang berasal dari luar
dalam analisis SWOT adalah sebagai berikut ini:
a) Faktor Regulasi
Peraturan regulasi dari pihak yang berwenang adalah
sesuatu yang tidak dapat kita atur sehingga bisa menguntungkan
kita. Regulasi ini akan bisa menjadi kesempatan apabila cocok
dengan bisnis, namun akan menjadi ancaman jika bertentangan
dengan apa yang dijalankan dalam sebuah bisnis.
b) Demografi
Pelanggan yang menua, tempat tinggal di perkotaan, dan
orang yang bermigrasi ke negara atau kota lain semuanya
34
termasuk dalam faktor eksternal yang dapat mempengaruhi bisnis.
Sebuah sekolah menengah yang berada di dekat kafe, akan dapat
menjadikan hal ini sebagai peluang selama 10 bulan dalam
setahun ketika anak-anak datang kesekolah. Namun akan bisa jadi
ancaman ketika sistem pembelajaran berubah menjadi sekolah
online dimana tidak akan ada anak-anak yang datang ke sekolah.
c) Tren Ekonomi
Hal ini benar-benar berada di luar kendali bisnis manapun
dan sudah menjadi realitas ekonomi dunia. Tidak ada yang bisa
memprediksi kapan presiden akan menuntut tarif perdagangan
baru. Tidak ada yang bisa meramalkan naik turunnya pasar atau
runtuhnya ekonomi karena faktor lainnya. Realitas inilah yang
harus bisa dimanfaatkan sebaik mungkin untuk melihat adanya
peluang. Namun bisa menjadi ancaman jika gagal beradaptasi.
d) Pergeseran Pasar
Munculnya teknologi dan produk baru, pesaing baru,
permintaan pasar akan bisa menjadi peluang atau ancaman bagi
perusahaan. Satu-satunya kendali yang dimiliki bisnis adalah
bagaimana carabereaksi terhadap apa yang terjadi di dalam pasar.
e) Hubungan
Pemasok dan mitra bisa saling mempengaruhi satu sama
lain. Sebuah toko makanan yang pembuat rotinya memutuskan
untuk pensiun akan dihadapkan pada peluang dan ancaman.
5. Matriks IFE dan EFE
Matriks IFE merupakan sebuah alat formulasi strategi yang
digunakan untuk meringkas dan mengevaluasi kekuatan dan kelemahan
utama dalam area fungsional bisnis, dan juga memberikan dasar untuk
mengidentifikasi dan mengevaluasi hubungan antara area-area tersebut.
Matriks IFE menggambarkan kondisi internal perusahaan yang terdiri dari
kekuataan dan kelemahan yang dihitung berdasarkan rating dan bobot.
35
Matriks IFE ( Internal Factor Evaluation) adalah alat perumusan
strategi yang digunakan untuk meringkas dan mengevaluasi kekuatan dan
kelemahan utama dalam area-area fungsional bisnis, dan juga menjadi
landasan untuk mengidentifikasi serta mengevaluasi hubungan diantara
area tersebut, penilaian intuitif digunakan dalam pengembangan matriks
evaluasi faktor internal, sehingga tampilan ilmiahnya tidak boleh
ditafsirkan sebagai bukti bahwa teknik ini benar-benar tanpa celah.
Pemahaman yang menyeluruh mengenai faktor-faktor yang mencakup
didalamnya lebih penting daripada angka-angka yang ada.
Tahapan dalam analisis SWOT sebagai berikut:
a. Matrik IFE (Internal Faktor Evatulation)
Matrik IFE dilakukan untuk mengetahui kekuatan dan
[Link] langkah-langkahnya adalah:
1) Tentukan faktor-faktor yang menjadi kekuatan serta kelemahan
perusahaan dalam kolom 1.
2) Beri bobot masing-masing faktor tersebut dengan skala mulai dari
0,1 (paling penting) sampai 0,0 (tidak penting). Bobot berjumlah
tidak melebihi skor total 1,0. Berdasarkan pengaruh faktor-faktor
tersebut terhadap posisi strategis perusahaan.
3) Berikan rating 1 sampai 4 bagi masing-masing faktor untuk
menunjukkan apakah faktor tersebut memiliki kelemahan yang besar
(rating 1) kelemahan yang kecil (rating 2), kekuatan yang kecil
(rating 3) dan kekuatan yang besar (rating 4). Jadi sebenarnya, rating
mengacu pada perusahaan sedangkan bobot pada industry dimana
perusahaan berada.
4) Kalikan masing-masing bobot dengan ratingnya untuk mendapatkan
[Link] total skor masing-masing variable. Beberapa banyak
faktor yang dimasukkan dalam matrik IFE, total rata-rata tertimbang
berkisar antara yang rendah 1,0 dan tertinggi 4,0 dengan rata-rata
2,5. Jika total rata-rata dibawah 2,5 menandakan bahwa secara
36
internal perusahaan lemah, sedangkan total nilai diatas 2,5
mengindikasikan posisi internal yang kuat.
b. Matrik EFE
Matriks EFE (Eksternal Factor Evaluation), memungkinkan
para penyusun strategi untuk meringkas dan mengevaluasi informasi
ekonomi sosial, budaya, demografi, lingkungan, politik, pemerintah,
hukum, teknologi, dan persaingan. Matriks EFE digunakan untuk
mengetahui faktor-faktor eksternal perusahaan berkaitan dengan
peluang dan ancaman yang dianggap penting. Data eksternal
dikumpulkan untuk menganalisis hal-hal menyangkut persoalan
ekonomi, sosial, budaya, demografi, lingkungan, politik, pemerintahan,
hukum, teknologi, dan persaingan. Matriks EFE menggambarkan
kondisi eksternal perusahaan yang terdiri dari peluang dan ancaman
yang dihitung berdasarkan rating dan bobot (Santoso, 2013:78).
Matrik EFE dilakukan untuk mengetahui peluang dan
[Link] langkah-langkahnya adalah
a. Tentukan faktor-faktor yang menjadi peluang dan ancaman.
b. Beri bobot msing-masing faktor mulai dari 0,1 (sangat penting)
sampai dengan 0,0 (tidak penting). Bobot tidak melebihi skor total
1,0. Faktor-faktor tersebut kemungkinan dapat memberikan dampak
terhadap faktor strategis.
c. Beri rating 1 sampai 4 dimana rating 4 (respon sangat bagus) rating 3
(respon diatas rata-rata) rating 2 (rata-rata) rating 1 (respon dibawah
rata-rata). Rating ini berdasarkan pada efektifitas strategi
perusahaan, dengan demikian nilainya berdasarkan pada kondisi
perusahaan.
d. Kalikan masing-masing bobot dengan ratinguntuk mendapatkan
skor.
e. Jumlahkan semua skor untuk mendapatkan total skor perusahaan.
Nilai ini menunjukkan bagaimana perusahaan tertentu bereaksi
terhadap faktor-faktor strategis eksternalnya. Dalam matrik EFE
37
nilai tertinggi total skor 4,0 dan terendah 1,0. Total 4,0
mengindikasikan bahwa perusahaan meresponpeluang yang ada
dengan cara yang luar biasa dan menghindari ancaman-ancaman
dipasar industri. Total 1,0 menunjukkan strategi perusahaan tidak
memanfaatkan peluang-peluang atau tidak menghindari ancaman-
ancaman eksternal.
6. Metode QSPM
a. Pengertian QSPM
QSPM adalah alat yang direkomendasikan bagi para ahli strategi
untuk melakukan evaluasi pilihan strategi alternatif secara obyektif,
berdasarkan key succes factors internal-eksternal yang telah
diidentifikasikan sebelumnya. Jadi, secara konseptual, tujuan QSPM
adalah untuk menetapkan kemenarikan relatif (relative atractiviness)
dari alternatif strategi yang telah dipilih, untuk menentukan strategi
mana yang dianggap paling baik untuk dikembangkan dan
diimplementasikan dalam menjalankan aktivitas pemasaran produk
asuransi jiwa (Fachmi, 2020:129)
QSPM (Quantitative Strategies Planning Matriks) adalah
alat untuk melakukan evaluasi pilihan strategi alternatif secara objektif,
berdasarkankey success faktor internal dan eksternal yang telah
diidentifikasi sebelumnya. Secara konseptual tujuan QSPM adalah
untuk menetapkan kemenarikan relatif dari strategi-strategi yang
bervariasi yang telah dipilih, untuk menentukan strategi mana yang
dianggap paling baik untuk diimplementasikan.
QSPM merupakan alat analisis yang digunakan untuk
memutuskan strategi yang akan digunakan. Perhitungan QSPM
didasarkan kepada input dari bobot matriks internal external, serta
alaternatif strategi pada tahap pencocokan.
Kerangka perumusan strategi komprehensif QSPM
menggunakan input dari analisis Tahap 1 dan hasil pencocokan dari
analisis Tahap 2 untuk menentukan secara objektif diantara alternatif
38
strategi. Yaitu, Matriks EFE SWOT, Matriks IFE, yang membentuk
Tahap 1, digabung dengan Matriks SWOT, Matriks SPACE, Matriks
IE, Matriks Grand Strategy, yang membentuk dalam Tahap 2,
memberikan informasi yang dibutuhkan untuk membuat QSPM Tahap
3. QSPM adalah alat yang memungkinkan penyusun strategi untuk
mengevaluasi alternatif strategi secara objektif, berdasarkan faktor
keberhasilan kunci internal dan eksternal yang telah diidentifikasi
sebelumnya Seperti alat analisis perumusan-strategi lainnya, QSPM
membutuhkan penilaian intuitif yang baik.
Baris atas QSPM terdiri atas alternatif strategi yang diturunkan
dari Matriks SWOT, Matriks SPACE, Matriks IE, dan Matriks Grand
Strategy. Alat pencocokan ini biasa menghasilkan alternatif strategi
yang mirip. Tetapi, tidak semua strategi yang disarankan oleh teknik
pencocokan harus dievaluasi dalam QSPM. Penyusun strategi harus
menggunakan penilaian intuitif yang bagus untuk memilih strategi yang
akan dimasukkan dalam QSPM.
Secara konsep, QSPM menentukan daya tarik relatif dari
berbagai strategi berdasarkan seberapa jauh faktor keberhasilan kunci
internal dan eksternal dimanfaatkan atau diperbaiki. Daya tarik relatif
dari masing- masing strategi dalam satu set alternatif dihitung dengan
menentukan pengaruh kumulatif dari masing-masing faktor
keberhasilan kunci eksternal dan internal. Jumlah set alternatif strategi
yang dimasukkan dalam QSPM bisa berapa saja, jumlah strategi dalam
satu set juga bisa berapa saja, tetapi hanya strategi dalam set yang sama
dapat dievaluasi satu sama lain.
QSPM (Quantitative Strategic Planning Matriks) merupakan
suatu teknik untuk mengidentifikasi alternatif strategi yang sesuai atau
terbaik bagi kondisi perusahaan. QSPM mengintegrasikan faktor-faktor
eksternal dan internal yang relevan ke dalam proses pengambilan
keputusan QSPM terdiri atas alternatif strategi yang diturunkan dari
Matriks SWOT. Adapun unsur-unsur yang terdapat di dalam QSPM
39
adalah strategi-strategi alternatif, faktor- faktor kunci, bobot, AS
(Attractiveness Score) adalah nilai daya tarik, TAS (Total
Attractiveness Score) adalah total nilai daya tarik, dan STAS (Sum
Total Attractiveness Score) adalah jumlah total nilai daya tarik. Enam
langkah yang disyaratkan untuk mengembangkan QSPM sebagai
berikut:
1) Langkah pertama adalah membuat daftar kesempatan dan ancaman
perusahaan kunci dan juga kelemahan serta kekuatan internal di
kolom kiri QSPM dari matriks IFE dan EFE.
2) Langkah kedua memberikan bobot untuk masing-masing faktor baik
internal maupun eksternal. Bobot harus identik dengan yang
diberikan pada matriks IFE dan EFE.
3) Langkah ketiga mencatat alternatif strategi yang dihasilkan dalam
matiks SWOT.
4) Langkah keempat adalah menentukan daya skor tarik, didefinisikan
sebagai nilai numerik yang mengindikasikan daya tarik relative dari
setiap strategi dalam alternative. Skor daya tarik (AS) ditentukan
dengan menguji setiap faktor internal dan eksternal kunci pada satu
waktu. Batasan nilai AS adalah:
1= tidak menarik
2= agak menarik
3= secara logis menarik
4=sangat menarik
5) Langkah kelima Hitung total Attractiveness Score (TAS) dengan
cara mengalikan bobot dengan skor daya tarik (AS). Total
Attractiveness Score (TAS) menujukkan daya tarik relatif dari
masing-masing alternative strateginya.
6) Langkah keenam menghitung nilai totalnya TAS pada masing-
masing kolom QSPM. Nilai terbesar menunjukkan bahwa alternatif
menjadi pilihan utama dan niali TAS terkecil menunjukkan bahwa
alternatif strategi yang dipilih terakhir.
40
b. Keterbatasan QSPM
Keterbatasan QSPM adalah karena informasi dalam QSPM
berasal dari Matrix EFE dan IFE, mereka yang telanjur salah dalam
membuat matriks EFE dan EFE, dipastikan QSPM-nya juga akan salah
dan tidak lagi bermanfaat bagi organisasi. Masalah lain adalah
keterbatasan kemampuan seseorang pengambil keputusan untuk
menetapkan besaran Daya Tarik. Bisa jadi intuisi dan subjektivitas
kembali lebih dominan daripada pertimbangan [Link], boleh
jadi jumlah Total Skor Daya Tarik ternyata selisihnya kecil saja, sangat
dekat, sehingga keputusan akhir menjadi tidak jelas. Sebagaimana
semua tools analysis, QSPM seharusnya tidak mendikte keputusan,
tetapi harus dikembangkan sebagai masukan terhadap keputusan akhir
sang pengambil keputusan.
c. Keuntungan QSPM
QSPM menyediakan kerangka kerja untuk memprioritaskan
strategi. Sehingga dapat digunakan untuk membandingkan strategi pada
tingkat apa pun seperti strategi generik, utama, maupun fungsional.
Fitur positif QSPM lainnya adalah kemampuan alat ini dalam
mengintegrasikan faktor eksternal dan internal ke dalam proses
pengambilan keputusan. QSPM dapat dikembangkan untuk organisasi
bisnis skala kecil dan besar, termasuk organisasi nirlaba (Riyanto,
2022:77).
B. Penelitian Terdahulu
Penelitian terdahulu bertujuan untuk mendapatkan bahan
perbandingan dan acuan. Selain itu berguna untuk menghindari anggapan
kesamaan dengan penelitiaan ini. Maka dalam kajian ini penelitian
mencantumkan hasil hasil penelitian terdahulu sebagai berikut:
1. Nurul Anisa (2023) meneliti tentang Analisis strategi pemasaran
menggunakan metode SWOT dan QSPM (Studi Usaha: Snack Hayen Ibu
Yanti di kelurahan Air Raja, Kecamatan Tanjung Pinang Timur, Kota
41
Tanjung Pinang ) Universitas Riau Asal penelitian: Riau Permasalahan:
Banyaknya produsen makanan oleh-oleh menyebabkan suatu perusahaan
harus mengembangkan berbagai strategi pemasaran untuk menghadapi
persaingan dengan produsen lainnya. Tujuan penelitian untuk mengetahui
faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi strategi pemasaran di
usaha Snack hayen ibu yanti, mengetahui strategi pemasaran dengan
menggunnakan metode SWOT dan QSPM, serta mengetahui strategi
pemasaran yang tepat dalam meningkatkan volume penjualan. Jenis
penelitian pada penelitian ini menggunakan ini jenis penelitian deskriptif
kualitatif. Pengumpulan informasi dilakukan dengan menggunakan metode
observasi, wawancara, dokumentasi, dan triangulasi. Hasil penelitian
Berdasarkan analisis Matrix IFE kekuatan utama yang dimiliki adalah
produk yang ditawarkan berkualitas sesuai dengan standar, sedangkan
untuk kelemahan utama yang dimiliki adalah desain kemasan kurang
menarik. Berdasarkan analisis Matrix EFE Peluang utama perusahaan
adalah kualitas produk yang diakui konsumen, sedangkan ancaman utama
yang perusahaan adalah naiknya harga bahan baku dan bbm. Hasil Matrix
IE berada pada sel V yang disebut strategi pertahankan dan pelihara,
strategi yang paling banyak digunakan pada sel V yaitu strategi penetrasi
pasar dan pengembangan produk. Matriks SWOT menghasilkan 8
alternatif strategi yang dapat dipilih oleh Usaha Snack Hayen Ibu Yanti.
Berdasarkan matriks QSPM alternatif strategi yang paling diusulkan dan
diprioritaskan adalah menciptakan desain serta cita rasa baru dalam
meningkatkan strategi harga pasar untuk menghadapi persaingan dengan
skor TAS sebesar 5,12 (Anisa, 2023).
2. Afuan (2020), meneliti tentang “AnalisisStrategiPemasaran Cafe Dapoer
Enha Sago Kabupaten Pesisir Selatan MenggunakanMatriks SWOT dan
QSPM. Universitas Putra Indonesia “YPTK” Padang. Permasalahan:
persaingan di dunia bisnis makanan di kawasan wisata kabupaten pesisir
selatan membuat Dapoer Enha harus menentukan strategi yang digunakan
penelitian ini bertujuan untuk memperoleh strategi pemasaran dengan
42
pendekatan SWOT yang dapat digunakan oleh Cafe Dapoer Enha Sago.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan
kualitatif dengan menggunakan matriks internal eksternal (IE), matriks
SWOT (Strength, Weakness, Opportunity dan Threat dan QSPM
(Quantitative Strategic Planning Matrix). Berdasarkan hasil diperoleh
alternatif strategi yang didapatkan yaitu mempertahankan citra atau image
cafe, menyediakan fasilitas kafe yang lengkap, mempertahankan kualitas
dan pelayanan produk untuk menarik konsumen, meningkatkan
kemampuan manajemen dan kerjasama untuk tujuan kemajuan kafe,
memberikan layanan delivery order untuk konsumen, memanfaatkan
perkembangan teknologi untuk pemasaran, menjangkau pangsa pasar
kalangan menengah ke bawah dengan cara menyediakan paket atau porsi
khusus, dan menjaga hubungan baik dengan pemasok atau lingkungan
sekitar kafe. Prioritas strategi pemasaran yang disarankan adalah
mempertahankan citra baik kafe. Persamaaan judulnya sama yaitu analisis
strategi pemasaran Cafe menggunakan matriks SWOT dan QSPM dan
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan
kualitatif. Perbedaan dari penelitian terdapat pada tujuan penelitian untuk
memperoleh strategi pemasaran dengan pendekatan SWOT saja yang
dapat digunakan oleh Cafe Dapoer Enha Sago (Candana, 2019).
3. Rizky Wahyudi (2020) meneliti tentang “Analisis strategi pemasaran
dengan menggunakan metode SWOT dan QSPM pada PT sentral perkasa
jaya Universitas Yudharta, Pasuruan, Permasalahan: Perkembangan
teknologi yang menyebabkan persaingan bisnis yang ketat, sehingga
menyebankan penurunan pendapatan dari tahun ke tahun, Tujuan
penelitian adalah untuk mengembangkan strategi pemasaran yang
diterapkan bagi PT sentral perkasa Jenis penelitian termasuk penelitian
lapangan (field research) Hasil penelitian berdasarkan perumusan strategi
yang telah dilakukan menggunakan dua alat bantu yaitu matriks
SWOT dan matriks IE, maka strategi alternatif yang sesuai untuk kondisi
perusahaan di [Link] Perkasa Jaya adalah strategi penetrasi pasar
43
(Market Penetration) dan strategi pengembangan produk (Product
Development). Setelah mendapatkan dua alternative strategi ini,
selanjutnya akan dipilih strategi yang paling sesuai dengan kondisi
perusahaan. Proses pemilihan di antara dua alternatif strategi yang telah
diperoleh, dengan menggunakan metode QSPM (Quantitative Strategic
Planning Matrix). Berdasarkan hasil penilaian QSPM, menyatakan
bahwa alternatif strategi yang terbaik adalah pengembangan produk
(product development) dengan total skor 5,47 mengalahkan strategi
alternatif penetrasi pasar (Market Penetration) yang sebesar 5,22.
Strategi pengembangan produk ini adalah strategi dimana perusahaan
melakukan perbaikan produk yang sudah ada selama ini, atau
mengembangkan produkyang baru sehingga dapat meningkatkan
penjualan. Persamaannya terdapat pada masalah penelitian yaitu
pendapatan menurun. Perbedaannya yaitu jenis penelitian termasuk
penelitian lapangan (field research) (Wahyudi, 2020).
4. Ariza Qanita (2020) meneliti tentang “Analisis strategi dengan metode
SWOT dan QSPM”, Studi kasus pada D’Gruz Caffe di Kecamatan Bluto
Sumenep, Universitas Islam Negri Ampel Surabaya, Indonesia. Asal
penelitian: D’Gruz Caffe Surabaya. Permasalahan : Turunnya penjualan,
tujuan Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi yang diterapkan
pada usaha D'Gruz Caffe sekaligus merumuskan strategi baru dengan
memperhatikan faktor internal dan eksternal serta menentukan strategi
alternatif yang sebaiknya diprioritaskan. Jenis penelitian deskriptif
kualitatif dengan teknik analisis menggunakan matriks IFAS-EFAS,
matriks IE, matriks SWOT, dan matriks QSPM. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa D'Gruz Caffe berada pada posisi hold and mantain
sehingga strategi yang sebaiknya dilakukan adalah penetrasi pasar dan
pengembangan produk. Hasil analisis SWOT merekomendasikan
perusahaan harus melakukan strategi Strength-Opportunity (SO)
mencakup tiga alternatif strategi yang kemudian diurutkan dengan matriks
QSPM untuk mendapatkan prioritas strategi. Hasil matriks QSPM
44
mengurutkan tiga alternatif strategi yaitu strategi memaksimalkan lokasi
yang strategis untuk menarik pangsa pasar potensial dengan skor TAS
tertinggi sebesar 4,21, strategi memperbaiki dan menjaga kualitas produk
untuk mempertahankan koneksi pelanggan dengan skor TAS sebesar 3,92
serta strategi memberikan diskon dan pelayanan yang baik untuk menjaga
loyalitas pelanggan dengan skor TAS sebesar 3,26. Strategi ketiga tersebut
menjadi saran strategi manajemen yang bisa dilakukan oleh perusahaan.
Strategi yang sebaiknya diprioritaskan oleh perusahaan adalah
memaksimalkan lokasi yang merupakan strategi untuk menarik pangsa
pasar potensial. Permasaannya jenis penelitian sama-sama menggunakan
metode deskriptif kualitatif. Perbedaannya yaitu Penelitian ini bertujuan
untuk menganalisis strategi yang diterapkan pada usaha D'Gruz Caffe
sekaligus merumuskan strategi baru dengan memperhatikan faktor internal
dan eksternal serta menentukan strategi alternatif yang sebaiknya
diprioritaskan (Qanita, 2020)
5. Ihsan Prayudi (2019) meneliti tentang” Analisis Strategi Pemasaran Eva
Boutique dengan metode SWOT dan QSPM. permasalahan: penjualan
menurun. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi faktor internal dan
eksternal perusahaan sebagai pertimbangan dalam menentukan kebijakan
dalam perusahaan.. Jenis penelitian deskriptif kualitatif Hasil penelitian,
Posisi perusahaan terdapat pada sel Sel 5 Growth dimana merupakan
pertumbuhan usaha itu sendiri Strategi yang dilakukan ialah dengan cara
memperluas lini produk dan saluran distribusi .yaitu faktor kekuatan
menjadi kekuatan diantaranya pelayanan yang ramah, Tempat yang
strategis di tengah kota, Mempunyai branding yang kuat sehingga
mudah dikenali masyarakat, Tempat yang dimiliki sediri dapat
menjemput peluang-peluang yang ada dengan trend fashion yang
beragam di era yang modern ini serta berbagai fashion busana yang
selalu update dengan perkembangan [Link] dengan metode
QSPM didapatkan pada strategi 1 yang merupakan pemasaran media
sosial dengan mebih memberikan trend fashion yang beragam dan
45
selalu mengupdate stok-stok terbaru yang ada pada EVA BOUTIQUE
dimana melakukan iklan-iklan di media sosial jauh lebih menarik
minat konsumen untuk datang dan berbelanja karna dianggap lebih mudah.
Perbedaannya terletak di tujuan penelitian permasamaanya: penjualan
menurun (Prayudi, 2019).
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Jenis Penelitian
Jenis penelitian ini dengan menggunakan metode deskriptif dengan
pendekatan kualitatif. Karakteristik pada metode penelitian deskriptif dengan
pendekatan kualitatif adalah dengan menggunakan kata-kata dalam
mendeskripsikan hasil penelitiannya. Selain itu, penelitian deskriptif berusaha
menggambarkan suatu gejala sosial dengan kata lain peneliti terjun langsung
ke lapangan kemudian menggambarkan sesuatu yang terjadi.
Metode analisis data deskriptif kualitatif menjelaskan hasil penelitian
yang berupa kata atau kalimat sebagai jawaban atas permasalahan yang
diteliti. Analisis data deskriptif kualitatif disajikan dengan rangkaian kata-
kata yang dikumpulkan dengan berbagai macam cara diantaranya adalah
dengan wawancara dan dokumentasi langsung di lokasi penelitian.
B. Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilakukan pada Pandeka Coffee Shop Batusangkar
Kecamatan Lima Kaum, Kabupaten Tanah Datar. Sedangkan waktu
penelitian dimulai dari bulan Desember 2022 – Agustus 2023.:
Tabel 3. 1
Rancangan Waktu Penelitian
2022 2023
Keterangan
Des Jan Feb Mar Apr Mei Juni Jul Ags
Pengajuan
Proposal
Pembuatan
Proposal
Bimbingan
Proposal
46
47
Seminar
Proposal
Revisi
Setelah
Seminar
Penelitian
Pengolahaan
Data
Penelitian
Bimbingan
Skripsi
Munaqasyah
Sumber: Berdasarkan hasil pengelohan penulis sendiri, 2023
C. Instrumen Penelitian
Instrumen Penelitian adalah alat atau fasilitas yang digunakan peneliti
dalam upaya untuk mengumpulkan data dengan tujuan agar pekerjaannya
menjadi lebih mudah dan hasilnya lebih baik, lebih cermat, lengkap dan
sistematis sehingga lebih mudah diolah dan ditarik simpulannya (Arikunto,
2022:69).
Untuk mendapatkan data dari wawancara maka terdapat rancangan
pertanyaan yang secara logis berhubungan dengan masalah penelitian dan
setiap pertanyaan merupakan jawaban yang memiliki makna. Pertanyaan
diajukan sesuai dengan matrik SWOT dan QSPM:
Tabel 3. 2
Kisi-Kisi Instrumen Penelitian
Variabel Indikator Sumber
Profil Perusahaan Sejarah berdirinya Wawancara
Visi dan Misi (Pemilik
Struktur Organisasi Pandeka Coffee
Struktur persaingan pasar Shop
48
Batusangkar)
Metode SWOT Kekuatan (Strengts) Setyawan, 2015,
1. Kelebihan yang dimiliki hal. 54
2. Mengembangkan
kelebihan
3. Fasilitas yang diberikan
Kelemahan (Weakness)
1. Kekurangan yang terjadi
2. Usaha meminimalisir
kekurangan
Peluang (Opportunity)
1. Permintaan pasar
2. Siapa target pasar
Ancaman (Threats)
1. Ancaman yang terjadi
2. Upaya meminimalisir
ancaman
3. Menghadapi persaingan
bisnis
Strategi Pemasaran Program promosi Amalia, 2017,
Menentukan target pasar hal. 34
Pelayanan karyawan
Tingkat pendidikan karyawan
D. Sumber Data
Sumber data yang penulis gunakan dalam penelitian ini berikut ini
adalah:
1. Data Primer
Pada penelitian ini data diperoleh dari pemilik Pandeka Coffee
Shop dan karyawan.
49
2. Data Sekunder
Pada penelitian ini data sekunder diperoleh dari dokumen-dokumen
yang ada pada Pandeka Coffee Shop Batusangkar.
E. Teknik Pengumpulan Data
Dalam pengumpulan data, peneliti menggunakan metode
pengumpulan data diantaranya:
1. Wawancara
Wawancara merupakan proses pengumpulan data dengan
mengajukan pertanyaan kepada informan untuk dijawab secara lisan. Pada
panduan tersebut berisi daftar isu-isu strategis yang formulasikan yang
dapat dijadikan panduan informan dalam menjawab pertanyaan, hal ini
dilakukan dengan tanya jawab dengan orang-orang yang dianggap
berkepentingan mempunyai pengetahuan dan pengalaman tentang lingkup
Pandeka Coffee Shop Batusangkar dan strategi pemasaran.
2. Dokumentasi
Dokumentasi adalah teknik pengumpulan data dengan cara
mengutip dan memahami dokumen-dokumen yang dilihat relevan dengan
permasalahan yang diteliti, pada Pandeka Coffee Shop Batusangkar.
3. Membuat Daftar Kesempatan
Membuat faktor internal dan eksternal perusahaan, daftar kekuatan,
kelemahan, peluang dan acmanan.
F. Teknik Analisis Data
Teknik Analisis Data adalah Proses mencapai dan menyusun secara
sistematis yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan
dokumentasi. Dengan cara mengorganisasikan data ke dalam kategori,
menjabarkan ke dalam unit unit, melakukan sentesa, menyusun ke dalam
pola, memilih mana yang penting dan yang akan dipelajari dan membuat
kesimpulan sehingga mudah di fahami dengan diri sendiri maupun orang lain.
50
Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis
SWOT dan QSPM. Analisis SWOT adalah alat yang dipakai dalam
menyusun faktor-faktor strategi perusahaan. SWOT bisa menggambarkan
secara jelas (peluang ancaman) eksternal yang dihadapi perusahaan dan
disesuaikan dengan (kekuatan kelemahan) internal yang dimilikinya. Maka
langkah yang pertama yaitu data-data yang diperoleh dianalisis terlebih
dahulu dengan menganalisis faktor internal dan eksternal.
Strategi SO dalam SWOT matarik adalah strategi yang digunakan
perusahaan dengan memanfaatkan atau mengoptimalkan kekuatan yang
dimilikinya/ Strengths (S) untuk memanfaatkan berbagai peluang/
Opportunities (O). Sedangkan strategi WO adalah strategi yang digunakan
perusahaan untuk seoptimal mungkin meminimalisir kelemahan/ Weakness
(W) yang ada untuk memanfaatkan berbagai peluang/ Opportunities (O).
Strategi ST adalah strategi yang digunakan perusahaan dengan
memanfaatkan atau mengoptimalkan kekuatan yang dimilikinya/ Strengths
(S) untuk mengurangi berbagai macam ancaman/ Threats (T) pada
perusahaan. Sedangkan strategi WT adalah strategi yang digunakan
perusahaan untuk mengurangi kelemahan/ Weakness (W) dalam rangka
meminimalisir atau menghindari ancaman/ Threats (T).
Tabel 3. 3
Matrik SWOT
Internal Strengths Weaknesses
Eksternal (Kekuatan) (Kelemahan)
Opportunities Strategi SO Strategi WO
(Peluang) Ciptakan strategi yang Ciptakan strategi yang
menggunakan kekuatan meminimalkan
untuk memanfaatkan kelemahan untuk
peluang memanfaatkan peluang
Threats Strategi ST Strategi WT
(Ancaman) Ciptakan strategi yang Ciptakan strategi yang
menggunakan kekuatan meminimalkan
51
untuk mengatasi ancaman kelemahan dang
menghindari ancaman
Matriks QSPM (quantitative strategic planning matrix) adalah alat
yang memungkinkan para penyusun strategi mengevaluasi berbagai strategi
alternative secara objektif, berdasarkan faktor-faktor penting keberhasilan
eksternal dan internal yang telah diidentifikasi. Secara konseptual, matriks
QSPM menentukan daya tarik relatif dari berbagai strategi yang dibangun
berdasarkan faktor keberhasilan eksternal dan internal. Daya tarik relative
dari setiap strategi didalam serangkaian alternatef dihitung dengan
menentukan dampak kumulatif dari faktor keberhasilan eksternal dan internal
perusahan. langkah yang disyaratkan untuk mengembangkan QSPM sebagai
berikut:
1. Langkah pertama adalah membuat daftar kesempatan dan ancaman
perusahaan kunci dan juga kelemahan serta kekuatan internal di kolom kiri
QSPM dari matriks IFE dan EFE.
2. Langkah kedua memberikan bobot untuk masing-masing faktor baik
internal maupun eksternal. Bobot harus identik dengan yang diberikan
pada matriks IFE dan EFE.
3. Langkah ketiga mencatat alternatif strategi yang dihasilkan dalam matiks
SWOT.
4. Langkah keempat adalah menentukan daya skor tarik, didefinisikan
sebagai nilai numerik yang mengindikasikan daya tarik relative dari setiap
strategi dalam alternative. Skor daya tarik (AS) ditentukan dengan menguji
setiap faktor internal dan eksternal kunci pada satu waktu. Batasan nilai
AS adalah:
1=tidak menaril
2= agak menarik
3=secara logis menarik
4=sangat menarik
5. Langkah kelima Hitung total Attractiveness Score (TAS) dengan cara
mengalikan bobot dengan skor daya tarik (AS). Total Attractiveness Score
52
(TAS) menujukkan daya tarik relatif dari masing-masing alternative
strateginya.
6. Langkah keenam menghitung nilai totalnya TAS pada masing-masing
kolom QSPM. Nilai terbesar menunjukkan bahwa alternatif menjadi
pilihan utama dan niali TAS terkecil menunjukkan bahwa alternatif
strategi yang dipilih terakhir.
Tabel 3. 4
QSPM
Alternatif Strategi
Faktor Utama Bobot Strategi 1 Strategi 2
AS TAS AS TAS
Peluang
-
-
Ancaman
-
-
Kekuatan
-
-
Kelemahan
-
-
Jumlah
Analisis SWOT dan QSPM ini dilakukan di Pandeka Caffee Shop
Batusangkar. Hasil penelitian ini akan dianalisis menggunakan alat analisis
SWOT dan QSPM selain itu juga menggunakan analisis deskriptif kualitatif.
Analisis deskriptif kualitatif merupakan alat analisis (berbentuk angka dan
tidak berbentuk angka). Data tersebut mempunyai peran untuk menjelaskan
secara deskriptif suatu masalah. Dalam hal ini dengan memaparkan
53
informasi-informasi akurat yang diperoleh pada Pandeka Coffee Shop
Batusangkar.
G. Teknik Penjaminan Keabsahan Data
Dalam penelitian ini digunakan uji kredibilitas data untuk menguji
keabsahan data. Uji kredibilitas data dilakukan dengan triangulasi.
Triangulasi data diartikan sebagai pengecekan data dari berbagai sumber
dengan berbagai cara dan berbagai waktu.
Teknik triangulasi, yaitu menguji kredibilitas sebagi pengecekan data
dari berbagai sumber, Triangulasi sumber, menguji kreadibilitas data
dilakukan dengan cara mengecek data yang telah dipeloleh melalui beberapa
sumber.
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Gambaran Umum Penelitian
1. Sejarah Pandeka Coffe Shop Batusangkar
Pandeka Coffee shop merupakan sebuah kedai kopi yang didirikan
di Batusangkar pada tahun 2018 di Jalan Jenderal Sudirman No.112, Limo
Kaum, Kec Lima Kaum, Kabupaten Tanah Datar. Pandeka Coffee Shop
memiliki jam kerja mulai dari pukul 08.00 pagi sampai pukul 11 malam.
Veri Kurniawan adalah owner dari Pandeka Coffee shop Batusangkar.
Veri menyelesaikan kuliah di UGM kemudian pindah ke daerah tepatnya
di Lintau karna orang tuanya sudah pensiun. Sebagai satu-satunya anak
yang belum menikah, Veri mempunyai potensi untuk membuka Pandeka
Coffee shop di Batusangkar. Pada saat kuliah di Yogyakarta Veri
mempunyai kebiasaan minum kopi dan berkumpul di coffee shop. Kota
Yogyakarta sering disebut coffee shopnya tempat belajar, tempat membuat
tugas bagi mahasiswa, serta tempat berkoberasi.
Ketika kembali kedaerah tidak ada yang seperti itu baik di
Payahkumbuh maupun Batusangkar bahkan di Padang pun masih terbatas.
Ciri khas dari coffee shop diantaranya adalah wifinya cepat, ada ruang
indor dan outdor sehingga tidak tercampur orang yang merokok dengan
orang yang tidak merokok. Batasan seperti ini penting untuk menjaga
kenyamanan pelanggan. Tujuan awal dari Coffee shop adalah untuk
memenuhi kebutuhan pribadi seseorang yang awalnya adalah suatu
kebiasaan. Suasana Coffee Shop juga mendukung sesorang untuk
menambah semangat bekerja atau mengerjakan tugas bagi mahasiswa.
Maka itu Veri membuka Pandeka Coffee Shop di Batusangkar.
Awalnya Pandeka Coffee Shop hanya satu lantai, sekarang sudah
berkembang menjadi dua lantai, Pandeka Coffee Shop didirikan karna
untuk mencukupi kebiasaan selama di Yogyakarta yang suka ngopi di pagi
hari, karena di sini belum ada Coffee Shop yang bisa ngopi di pagi hari,
54
55
setelah itu harus ada Coffee Shop yang ada AC nya karena Veri di
Yogyakarta Coffe Shop ada AC. Budaya ngopi di Coffee Shop yang ada di
batusangkar biasanya bukanya sore, tetapi Coffe Shop yang Veri dirikan
untuk kerja, untuk belajar.
Alasan utama untuk memilih pandeka Coffee Shop adalah belum
ada lokal brand yang kuat dan mempunyai jaringan yang kuat. Veri ingin
mewujudkan ada lokal brand yang ada di setiap kota dan kabupaten di
Sumatera Barat yang memiliki kesamaan dalam design. Veri mengamil
pandeka supaya nama dan ciri khas karakter itu bisa ditampilkan jika suatu
saat ada kemungkinan untuk buka di luar Sumatera Barat dari personal
grup, tampilan filosofi Pandeka itu pakai deta telingga kucing deta silat.
Reperensi itu juga terlihat ketika Veri anak silat, ada pertandingan
silat di Payakumbuh itu ada orang yang jual coffee shop pakai deta dan
ampro jadi keren, tampilan itu sebenarnya adalah standar awal atau standar
dasar untuk kostumnya karyawan, tidak harus pakai baju hitam, baju putih
dan makai ampro dan pakai deta sebagai ciri khas, karena pandeka itu
berasal dari Tanah Datar luhak nan tuo. Ada pengembangan dan ada kedua
filosofinya serta ada fisualnya itu penampilan ciri khas, terus Veri
menginginkan menjadi lokal brend yang kuat, kokoh sehingga di tengah
kesalahan orang untuk mengimpor brend dari luar, orang-orang kan brend
coffee shop sekarang pakai brend yang inti-inti, brend luar atau beli freces
dari luar, kalau Veri pengin brend luar itu setara fasilitasnya atau mungkin
lebih dari brend-brend yang di prences maksudnya Veri tetap memakai
brend lokal tapi bukan fasilitas adanya dan suasananya seperti suasana
kota, fasilitas yang kota tapi coffee shop lokal brend.
Jika kedepannya orang tau usaha Veri sudah berkembang di kota
dan kabupaten, maka orang bisa tau bahwa brend yang sudah berkembang
adalah brend yang kuat dan brend yang bisa banggakan, karena target
Veri adalah kota dan Sumatera Barat, Veri harus sangat teliti dalam harga
makanya Veri coba terus mencari tau bagaimana agar harga ini tetap
56
kompititif tetapi bisa diterima oleh masyarakat sekalipun juga mampu
memenuhi kebutuhan, Veri profesional dalam mengaji karyawan.
Kendala Veri yaitu mengikuti konsep kekotaan, Veri harus
membuat sistem sifat kerja itu tentu menjadi khas yang besar bagi usaha,
belum lagi dari investasi karena harus membangun ruangan indor yang ber
AC dan listrik yang kuat, untuk pandeka memiliki 11 ribuan listrik. Jadi
sekarang Pandeka Coffee shop sudah sebagai tempat tidak hanya sekedar
nongkrong dan membuang waktu, tetapi memang tempat nongkrong yang
menghasilkan waktu-waktu yang produktif dengan menggunakan fasilitas
Pandeka Coffee Shop Batusangkar. (Veri Kurniawan, Wawancara 11 Juli
2023).
2. Visi dan Misi Pandeka Coffee Shop Batusangkar
Adapun Visi Pandeka Coffee shop Batusangkar adalah:
a. Menciptakan rasa kopi yang berbeda dari kopi lainnya.
b. Ingin adanya brend lokal yang kuat dan menyebar terata di kota
kabupaten di Sumatera Barat.
c. Menjadi be smart dan menjadi rol model bagi bisnis industri yang bisa
di terima.
d. Merubah budaya Coffee Shop hanya sekedar tempat nongkrong
menjadi untuk tempat kegiatan produktif.
Adapun misi Pandeka Coffee shop Batusangkar adalah:
a. Untuk memberikan rasa kopi yang terbaik dengan kepuasan konsumen
yang utama.
b. Memberi pelayanan yang ramah dan ruangan yang nyaman. (Veri
Kurniawan, 11 Juli 2023).
3. Profil Pandeka Coffee Shop Batusangkar
Nama Usaha : Pendeka Coffee Shop
Tahun Berdiri : 2018
Alamat : Lima Kaum
Pemilik : Veri Kurniawan
Kegiatan Usaha : Kuliner
57
4. Struktur Organisasi Pandeka Shop Batusangkar
Setelah berpengalaman lama tinggal di berbagai kota, Veri
merasakan bahwa Sumatera Barat sangat tertinggal dari industri kreatifnya
baik hospitallitynya maupun industri kreatifnya. Pelayanan termasuk
kepada sumber daya manusia, fasilitas, harga dan juga lokal brend yang
mampu memberikan fasilitas seperti kota-kota lainnya. Brend-brend yang
berkualitas akan menjadi fasilitas ketika ingin menampilkan wisatawan
yang berkualitas, jadi jika brend fasilitas biasa- biasa saja maka itu tidak
akan menjadi daya tarik bagi wisatawan untuk long time, jadi Sumatera
Barat hanya sebagai kota tempat persinggahan untuk foto-foto bukan
untuk di nikmati sehingga usaha itu tidak akan berputar atau berjalan
lancar. Pandeka Coffee Shop sekarang berusaha berkembang dengan tidak
hanya satu brend tetapi berusaha membuka satu brend lagi yaitu Geprek
Jawara dan akan hadir satu lagi brend minuman kikinian yang brend lokal,
juga menyesuaikan atau mencontoh brend-brend yang terkenal di daerah
luar, jadi akan ada tiga brend.
Gambar 4. 1
Struktur Organisasi Pandeka Coffe Shop
CEO
Manajer
CRP
(Citra Rasa Pendeka)
Leader
Barista Waiters Koki Kasir
58
B. Analisis Faktor Internal dan Eksternal Metode SWOT pada Pandeka
Coffe Shop Batusangkar
Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan dengan pemilik dan
karayawan, maka terdapat faktor internal (kekuatan, kelemahan) pada
pandeka Coffee Shop
1. Faktor Internal Pendeka Coffe Shop
a. Kekuatan (Strength)
Analisis Strength adalah analisis mengenai kekuatan dari
Pandeka Coffee Shop Batasangkar. Berdasarkan wawancara dengan
responden ada beberapa kekuatan atau keunggulan Pandeka Coffee
Shop Batusangkar ini antara lain:
1) Menu Pandeka Coffee Shop Batusangkar bervariasi yang
memungkinkan banyaknya pilihan makanan dan minuman bagi
konsumen.
2) Pandeka Coffee Shop Batusangkar menetapkan harga yang
kompetitif dimana harga yang ditawarkan tidak terlalu mahal,
bersaing dengan Coffee Shop sejenis lainnya.
3) Lokasi Pandeka Coffee Shop sangat strategis karena dekat dengan
pusat keramaian dan perguruan tinggi
4) Ketersediaan lapangan parkir pada Pandeka Coffee Shop sangat luas
bisa untuk kendaraan motor dan mobil.
5) Pandeka Coffee Shop menyediakan fasilitas lengkap (wifi, toilet,
musholla)
b. Kekurangan (Weakness)
Analisis Weakness adalah analisis mengenai kelemahan dari
Pandeka Coffee Shop Batusangkar. Berdasarkan wawancara dengan
responden ada beberapa kelemahan Pandeka Coffee Shop Batusangkar
antara lain:
1) Pelayanan pada Pandeka Coffee Shop Batusangkar kurang konsisten,
jika di lantari 2 menjemput makanan ke lantai 1 pakai remote yang
59
diberikan, terkadang karyawan sendiri yang mengantarkan ke lantai
2.
2) Pandeka Coffee Shop Batusangkar belum memanfaatkan media
sosial secara maksimal sebagai bagian media promosi
3) Di Pandeka Coffee Shop memiliki modal yang besar dalam
pendirian usaha.
2. Faktor Eksternal Pandeka Coffe Shop
Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan dengan pemilik dan
karayawan, maka terdapat faktor Eksternal (Peluang, Ancaman) pada
pandeka Coffee Shop
a. Peluang (Opportunity)
Analisis Opportunity adalah analisis mengenai peluang dari
Pandeka Coffe Shop Batusangkar. Berdasarkan wawancara dengan
responden ada beberapa peluang Pandeka Coffee Shop Batusangkar
antara lain:
1) Pangsa pasar yang luas dikarenakan Pandeka Coffee Shop
Batusangkar terletak di dejat perguruan tinggi dan pusat keramaian.
2) Gaya hidup masyarakat yang suka nongkrong, menyelesaikan tugas
serta melakukan rapat dengan teman kantor dapat menjadikan
Pandeka Coffee Shop sebagai salah satu pilhan untuk berkumpul.
3) Mudah mendapatkan bahan baku, bahan baku yang digunakan untuk
membuat makanan dan minuman di Pandeka Coffee Shop
Batusangkar mudah mendapatkan di daerah batusangkar.
4) Loyalitas pelanggan yang setia berkunjung. Pelanggan ini bisa
dipertahankan oleh pandeka Coffee Shop batusangkar agar bisa
bertahan dengan pesaing yang semakin banyak.
b. Ancaman (Threat)
Analisis Threat adalah analisis mengenali ancaman dari Pandeka
Coffee Shop Batusangkar. Berdasarkan wawancara dengan responden
ada beberapa ancaman Pandeka Coffee Shop Batusangkar antara lain:
60
1) Banyaknya pesaing membuat Pandeka Coffe Shop mengembangkan
usaha dan melakukan inovasi sehingga Pandeka Coffee Shop tetap
menjadi pilihan utama di tengah-tengah masyarakat
2) Pesaing yang membuat menu yang sama dengan Pandeka Cofee
Shop batusangkar membuat menu yang ditawarkan di Pandeka
Coffee Shop Batusangkar tidak special lagi.
3) Terjadinya inflasi yang dapat menyebabkan harga-harga naik yang
dapat berpengaruh terhadap daya beli konsumen.
C. IFE (Internal Factor Evaluation)
IFE (Internal Factor Evaluation) merupakan faktor internal
perusahaan berupa kekuatan dan kelemahan yang dihitung berdasarkan rating
dan bobot. Internal Factor Evaluation dilakukan dengan wawancara dengan
responden mengenai kekuatan dan kelemahan pada Pandeka Cofee Shop
Batusangkar. Berikut ini hasil data dari kesimpulan responden Pada Pandeka
Coffe Shop Batusangkar
Tabel 4. 1
Matriks IFE Pandeka Coffe Shop Batusangkar
Matrik IFE
No Kekuatan (Strengh) Bobot Rating Skor
1 Menu bervariatif 0,154 4 0,616
2 Harga kompetitif 0,136 3,5 0,476
3 Lokasi strategis 0,164 4 0,656
4 Lapangan parkir luas 0,136 3,5 0,476
5 Fasilitas lengkap 0,120 3,5 0,420
Total Strengh 0,710 2,644
No Kelemahan (Weakness) Bobot Rating Skor
1 Pelayanan kurang konsisten 0,096 1,5 0,144
2 Promosi kurang 0,098 1,5 0,147
3 Modal besar 0,098 2 0,196
61
Total Weakness 0,292 0,487
Total IFE 1,000 23,5 3,131
Sumber: Pemilik dan karyawan Pandeka Coffee Shop
Berdasarkan hasil penilaian kekuatan dan kelemahan yang dilakukan
oleh pemilik Pandeka Coffee Shop dan karyawan, maka bobot dan rating di
atas hasil rata-rata dari hasil penilaian pemilik dan karyawan. Berdasarkan
faktor internal yang meliputi kekuatan (Strengh) dan kelemahan (Weakness)
pada Pandeka Coffee Shop Batusangkar maka dapat dijelaskan secara garis
besar sebagai berikut:
1. Kekuatan (Strengh)
a. Kekuatan pertama yaitu Menu bervariatif dengan bobot 0,154 dan
rating 4, dikarenakan Pada Pandeka Coffee Shop Batusangkar memiliki
banyaknya pilihan makanan dan minman yang disukai oleh konsumen,
sehingga konsumen memilih menu yang di sukai
b. Kekuatan kedua yaitu harga kompetitif dengan bobot 0,136 dan rating
3,5 dikarenakan harga pada Pandeka Coffe Shop ini memiliki harga
yang kompetitif dimana harga yang ditawarkan tidak terlalu mahal
c. Kekuatan ketiga yaitu lokasi stratgis dengan bobot 0.164 dan rating 4
dikarenakan lokasi Pandeka Coffee Shop Batusangkar berada pada titik
keramaian di daerah Lima Kaum di tambah dengan adanya perguruan
tinggi UIN Mahmud Yunus Batusangkar
d. Kekuatan keempat yaitu lapangan parker luas dengan bobot skor 0,136
dan rating 3,5 dikarenakan kapasitas lapangan parkir yang disediakan
pada Pandeka Coffee Shop, bisa untuk kendaraan motor dan mobil
e. Kekuatan kelima yaitu fasilitas lengkap dengan bobot 0,120 dan rating
3,5 dikarenakan pada Pandeka Coffee Shop memiliki fasilitas adanya
Wifi, ruangan ada AC, musholla, toilet, alat music untuk karoke. Akan
tetapi tidsk terlalu signifikan atau kuat.
2. Kelemahan (Weakness)
a. Kelemahan pertama yaitu pelayanan kurang konsisten dengan bobot
0,096 dan rating 1,5 dikarenakan faktor ini merupakan kelemahan yang
62
berdampak bagi Pandeka Coffe Shop, apabila terus berlanjut maka akan
membawa pengaruh terhadap citra dan kelangsungan usaha Pandeka
Coffe Shop Batusangkar
b. Kelamahan kedua yaitu Promosi kurang dengan bobot 0,098 dan rating
1,5 dikarenakan hal ini akan berdampak signifikan kepada kondisi
strategi Pandeka Coffee Shop Batusangkar
c. Kelemahan ketiga yaitu modal yang besar dengan bobot 0,098 dan
rating 2 dikarenakan pada Pandeka Coffee Shop batusangkar ini
memiliki modal yang besar untuk mendirikan Pandeka Coffee Shop.
Hasil dari analisis IFE, faktor kekuatan dan kelemahan memiliki
total skor 3,131 karena total skor di atas 2,5 berarti posisi internal
perusahaan kuat.
D. EFE (Eksternal Factor Evalutaion)
EFE (Eksternal Factor Evaluation) merupakan faktor internal
perusahaan berupa Peluang dan Ancaman yang dihitung berdasarkan rating
dan bobot. Eksternal Factor Evaluation dilakukan dengan wawancara dengan
responden mengenai peluang dan ancaman pada Pandeka Cofee Shop
Batusangkar. Berikut ini hasil data dari kesimpulan responden Pada Pandeka
Coffe Shop Batusangkar.
Tabel 4. 2
Matriks EFE Pandeka Coffe Shop
Matrik EFE
No Peluang (Oppoturnity) Bobot Rating Skor
1 Pangsa pasar luas 0,133 4 0,532
gaya hidup masyarakat yang suka
2 nongkrong 0,112 3 0,336
3 Mudah mendapatkan bahan baku 0,146 3 0,438
4 Loyalitas pelanggan 0,137 3 0,411
Perkembangan IT yang pesat
5 sebagai media promosi 0,142 3 0,426
63
Total
Oppoturnity 0,670 2,143
No Ancaman (Threat) Bobot Rating Skor
1 Banyaknya pesaing 0,136 3,5 0,476
2 Pesaing membuat menu yang sama 0,106 2 0,212
3 terjadinya inflasi 0,088 1,5 0,132
Total
Threat 0,330 0,820
Total EFE 1,000 23 2,963
Sumber: Data Pemilik dan Karyawan Pandeka Coffee Shop
Berdasarkan hasil penilaian peluang dan acaman yang dilakukan oleh
pemilik Pandeka Coffee Shop dan karyawan, maka bobot dan rating di atas
hasil rata-rata dari penilaian yang dilakukan pemilik dan karyawan.
Berdasarkan faktor eksternal yang meliputi peluang (Oppoturnity) dan
ancaman (Threat) pada Pandeka Coffee Shop Batusangkar maka dapat
dijelaskan secara garis besar sebagai berikut:
1. Peluang (Oppoturnity)
a. Peluang pertama yaitu pangsa pasar yang luas dengan bobot 0,133 dan
rating 4 dikarenakan faktor tersebut merupakan faktor penting dan juga
faktor yang berdampak besar bagi Pandeka Coffee Shop, yang mana
pangsa pasar merupakan salah satu faktor yang terpenting dalam
menjalankan sebuah usaha.
b. Peluang kedua yaitu gaya masyarakat yang suka nongkrong dengan
bobot 0,112 dan rating 3 dikarenakan pada masa sekarang ini banyak
kalangan muda maupun dewasa yang mempunyai kebiasaan nongkrong
baik dalam mengerjakan tugas, sebagai tempat untuk meeting dengan
rekan kerja di luar jam kantor dan dengan menikmati WIFI yang sudah
disediakan Pandeka Coffe Shop
64
c. Peluang ketiga yaitu mudah mendapatkan bahan baku dengan bobot
0,146 dan rating 3 dikarenakan pada pandeka coffee shop mudah
mendapatkan bahan baku
d. Peluang keempat yaitu loyalitas pelanggan dengan bobot 0,137 dan
rating 3 dikarenakan pelanggan ini bisa dipertahankan oleh pandeka
Coffee Shop batusangkar agar bisa bertahan dengan pesaing yang
semakin banyak
e. Peluang kelima yaitu perkembangan IT yang pesat sebagai media
promosi dengan bobot 0,142 dan bobot 3 dikarenakan pada saat
sekarang ini perkembangan IT sangat pesat yang dapat membuat
pandeka coffee shop mengembangkan promosi.
2. Ancaman (Threat)
a. Ancaman pertama yaitu banyaknya pesaing dengan bobot 0,136 dan
rating 3,5 dikarenakan banyaknya pesaing yang membuat pandeka
coffee shop kesulitan untuk mempertahankan penjualan
b. Ancaman kedua yaitu pesaing membuat menu yang sama dengan bobot
0,106 dan rating 2 dikarenakan banayknya pesaing yang membuat menu
yang sama, sehingga membuat membuat pandeka coffee shop kesulitan
untuk menciptakan menu yang baru.
c. Ancaman ketiga yatitu inflasi yang tinggi dengan bobot 0,088 dan
rating 1,5 dikarenakan dengan tingginya inflasi membuat pandeka
coffee shop kesulitan untuk mempertahankan harga karena saat
sekarang tingginya inflasi.
Hasil dari analisis EFE, faktor Peluang dan Ancaman memiliki
total skor 2,963 karena total skor di atas 2,5 berarti posisi eksternal
perusahaan kuat.
65
Diagram 4. 1
SWOT Pendeka Coffe Shop
PELUANG
K K
Kuadran III (2,963) Kuadran I
E E
L K
(3,131)
E U
M A
Kuadran IV Kuadran II
A T
H A
A N
ANCAMAN
N
N
Sumber: Data Olahan Penulis, 2023
Nilai skor rata-rata pada matriks IFE sebesar 3,131 yang termasuk
kategori kuat pada garis horizontal, sedangkan matriks EFE memperoleh
total skor 2,963 yang termasuk kategori kuat pada garis vertical.
E. Analisis SWOT
Tabel 4. 3
Matrik SWOT
Matrik SWOT Pandeka Coffe Shop
IFE
STRENGTH WEAKNESS
W1 Pelayanan kurang
S1 Menu bervariatif konsisten
S2 Harga kompetitif W2 Promosi kurang
S3 Lokasi strategis W3 Modal besar
EFE S4 Lapangan parkir luas
66
S5 Fasilitas lengkap
OPPOTURNUTY Strategi SO Strategi WO
O1 Pangsa pasar yang luas SO1. Dengan pangsa pasar WO2. Menunjuk satu
yang luas Pandeka Coffee orang karyawan khusus
Shop memiliki lokasi untuk melakukanpromosi
strategis yang terletak di penjualan secara
dekat pergurusn tinggi dsn berkelanjutan sebagai
O2 Gaya hidup masyarakat pusat keraian sehingga sarana komunikasi dengan
yang suka nongkrong pandeka coffee shop konsumen (W2,O5)
banyak dikenal
masyarakat. (S3,O1)
O3 Mudah mendapatkan SO3. Dengan mudahnya WO2. Memberikan reward
bahan baku mendapatkan bahan baku untuk pelanggan yang
sehingga Pandeka Coffee loyal yangdapat digunakan
Shop akan mudah juga sebagai media promosi
untuk mendapatkan menu sehingga pelanggan akan
yang ada, dan juga dengan semakin sering untuk
O4 Loyalitas pelanggan
mudahnya mendapatkan mengunjungi Pandeka
bahan baku Pandeka Caffe Coffee Shop (W2,O4)
ini juga akan mudah
membuat menu-menu
yang baru dan bervariatif
(S1,O3)
O5 Perkembangan IT yang SO4. Dengan harga yang
pesat sebagai media kompetitif di Pandeka
promosi Coffee Shop sehingga
pelanggan datang secara
berulang-ulang dan
membuat pelanggan loyal
dengan harga yang
67
kompetitif (S2,O4)
THREAT
T1 Banyaknya pesaing ST1. Mempertahankan [Link]
harga pada Pandeka pelayanan yang konsisten
Coffee Shop sehingga pada Pandeka Coffee Shop
T2 Pesaing membuat menu
pengunjung senang sehingga pengunjung lebih
yang sama
berkunjung ke pandeka nyaman dan senang
coffee shop dengan berkunjung di pandeka
banayaknya persaingan coffee shop batusangkar
sekarang (S2,T1) dengan banyaknya pesaing
pada saat sekarang ini
(W1, T1)
T3 Terjadinya inflasi ST1. Dengan banyaknya WT2. meningkatkan
pesaing kuliner uang promosi pada pandeka
sejenis maka pandeka coffee shop batusangkar
coffee shop harus dalam bentuk promosi
memiliki ciri khas dan melalui media sosial agar
daya tarik pada pandeka konsumen bisa lebih
coffee shop, karena bisa mengetahui tentang
membuat pandeka coffee pandeka coffee shop
shop dikenal masyarakat walaupun banyaknya
dari menunya (S1,T1) pesaing yang membuat
menu yang sama (W2,T2)
Sumber: Data Olahan Penulis, 2023
68
Berdasarkan penyusunan matriks SWOT Pandeka Coffee Shop
Batusangkar diatas menunjukkan bahwa kinerja perusahaan dapat ditentukan
oleh kombinasi faktor internal dan eksternal. Kombinasi kedua faktor tersebut
ditunjukkan dalam diagram hasil analisis SWOT sebagai berikut:
1. Strategi SO (Strengh-Opportuity)
Strategi ini adalah gabungan dari berbagai faktor internal dan
faktor eksternal, strategi ini dibuat berdasarkan kebikjakan Pandeka Coffee
Shop Batusangkar yaitu strategi yang memanfaatkan seluruh kekuatan
yang ada dan memanfaatkan peluang sebesar-besarnya. Strategi SO
(Strengh-Oppoturnity) yang dipilih oleh Pandeka Coffee Shop
Batusangkar:
a. Dengan pangsa pasar yang luas Pandeka Coffee Shop memiliki lokasi
strategis yang terletak di dekat perguruan tinggi dan pusat keramaian
sehingga pandeka coffee shop banyak dikenal masyarakat
b. Dengan mudahnya mendapatkan bahan baku sehingga Pandeka Coffee
Shop akan mudah juga mendapatkan menu yang ada, dan juga dengan
mudahnya mendapatkan bahan baku Pandeka Coffee ini juga akan
mudah membuat menu-menu yang baru dan bervariatif
c. Dengan harga yang kompetitif di Pandeka Coffee Shop sehingga
pelanggan dating secara berulang-ulang dan membuat pelanggan loyal
dengan harga yang kompetitif.
2. Strategi ST (Strengh-Threat)
a. Mempertahankan harga pada Pandeka Coffee Shop sehingga
pengunjung senang berkunjung ke pandeka Coffee Shop dengan
banyaknya persaingan sekarang
b. Dengan banyaknya persaingan kuliner yang sejenis maka Pandeka
Coffee Shop harus memiliki cirri khas dan daya tarik pada pandeka
coffee shop karena bisa membuat pandeka coffeevshop dikenal
masyarakat dari menunya.
69
3. Strategi WO (Weakness-Oppoturnity)
a. Menunjuk satu orang karyawan khusus untuk melakukan promosi
penjualan secara berkelanjutan sebagai sarana komunikasi dengan
konsumen
b. Memberikan reward untuk pelanggan yang loyal yang dapat digunakan
sebagai media promosi sehingga pelanggan akan semakin sering untuk
mengunjungi Pandeka Coffee Shop Batusangkar.
4. Strategi WT (Weakness-Threat)
a. Meningkatkan pelayanan yang konsisten pada pandeka Coffee Shop
sehingga pengunjung lebih nyaman dan senang berkunjung di Pandeka
Coffee Shop Batusangkar dengan banayknya pesaing pada saat
sekarang ini
b. Meningkatkan promosi pada Pandeka Coffee Shop Batusangkar dalam
bentuk promosi melalui media sosial agar konsumen bisa lebih
mengetahui tentang Pandeka Coffee Shop, walaupun banayknya
pesaing yang membuat menu yang sama.
F. Metode QSPM
Berdasarkan penilaian AS yang dilakukan oleh pemilik pandeka
Coffee Shop maka didapatkana total TAS
Tabel 4. 4
Matriks QSPM
SO1 SO2 SO3
NO VARIABEL BOBOT
AS TAS AS TAS AS TAS
S1 Menu bervariatif 0,154 3 0,462 3 0,462 3 0,462
S2 Harga kompetitif 0,136 4 0,544 3 0,408 3 0,408
S3 Lokasi strategis 0,164 3 0,492 3 0,492 3 0,492
S4 Lapangan parker 0,136 4 0,544 3 0,408 2 0,272
luas
S5 Fasilitas lengkap 0,120 2 0,240 4 0,480 3 0,360
W1 Pelayanan kurang 0,096 1 0,096 1 0,096 1 0,096
70
konsisten
W2 Promosi kurang 0,098 2 0,196 1 0,098 1 0,098
W3 Modal besar 0,098 3 0,294 2 0,196 1 0,098
O1 Pangsa pasar luas 0,133 3 0,399 3 0,399 3 0,399
O2 gaya hidup 0,112 3 0,336 3 0,336 3 0,336
masyarakat yang
suka nongkrong
O3 mudah 0,146 3 0,438 3 0,438 4 0,584
mendapatkan bahan
baku
O4 loyalitas pelanggan 0,137 3 0,411 4 0,548 3 0,411
O5 perkembangan IT 0,142 3 0,426 3 0,426 3 0,426
yang pesat sebagai
media promosi
T1 Banyaknya pesaing 0,136 1 0,136 1 0,136 1 0,136
T2 pesaing membuat 0,106 1 0,106 1 0,106 1 0,106
menu yang sama
T3 terjadinya inflasi 0,088 2 0,176 1 0,088 1 0,088
Total TAS 5,296 5,117 4,772
Sumber: Data Pemilik Pandeka Coffee Shop
Berdasarkan penilaian QSPM dari pemilik pandeka coffee shop
batusangkar maka didapatkan nilai AS untuk mencari nilai TAS. Dimana SO1
yaitu mempertahankan menu bervariatif untuk mempertahankan pelanggan
yang loyal, SO2 yaitu mempertahankan harga yang kompetitif untuk
meningkatkan penjualan dan SO3 yaitu memanfaatkan lokasi strategis dan
fasilitas yang lengkap untuk meningkatkan penjualanpada Pandeka Coffee
Shop Batusangkar. Berdasarkan hasil perhitungan TAS, strategi yang paling
diutamakan untuk dilakukan adalah mempertahankan menu bervariatif
dengan total skor 5,296 strategi ini produk lebih bervariasi dan sehingga
71
dapat menarik banayknya pelanggan dan meningkatkan volume penjualan.
Strategi kedua mempertahankan harga ynag kompetitif dengan skor 5,117
strategi ini dapat membuat pandeka coffee shop untuk mempertahankan harga
sehingga dapat meningkatkan penjualan Strategi ketiga yaitu memanfaatkan
lokasi strategis dan fasilitas yang lengkap total skor 4,772 strategi ini dapat
dapat membuat pengunjung lebih tertarik karena dengan fasilitas yang
lengkap dan lokasi yang strategis.
BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari hasil penelitian dengan menggunakan analisis SWOT diketahui
bahwa faktor internal yang menjadi kekuatan utama yaitu Lokasi strategis.
Sedangkan faktor internal yang menjadi kelemahan utamanya yaitu
Pelayanan kurang konsisten. Dan faktor eksternal yang menjadi ancaman
utama yaitu Banyaknya pesaing sedangkan faktor eksternal yang menjadi
peluang yaitu Gaya hidup masyarakat yang suka nongkrong. Dan berdasarkan
analisis QSPM terdapat beberapa strategi namun strategi yang diprioritaskan
untuk dilakukan Pandeka Coffee Shop secara berurutan dimulai dari nilai
skor tertinggi yaitu mempertahankan menu bervariatif, mempertahankan
harga yang kompetitif dan memanfaatkan lokasi strategis dan fasilitas
lengkap.
B. Saran
1. Pemilik usaha harus dapat mempertahankan kekuatan dan mengurangi
kelemahaan untuk dapat memanfaatkan peluang yang baik dari sisi
internal dan ekseternal
2. Pandeka Coffee Shop dalam strategi pemasarannya sebaiknya
mengembangkan promosi untuk mempromosikan produk agar lebih
dikenal masyarakat
3. Pandeka Coffee Shop agar mempertahankan manu yang bervariatif
sehingga menjadi menu andalan dan menjadi daya tarik pada Cafe tersebut
4. Pandeka Coffee Shop agar meningkatkan kualitas pelayanan agar
konsisen dalam melayani pengunjung dengan baik dan memberikan
reward untuk pelanggan yang loyal.
72
DAFTAR PUSTAKA
Aji, P. (2015). Manajemen Strategi: Keunggulan Bersaing Berkelanjutan.
Yogyakarta: Ekuilibria
Alimin, E., & Afriani, D. (2022). Manajemen Pemasaran. NTB: Seval Literindo
Kreasi.
Ahmad. (2020). Manajemen Strategis. Makassar: CV. Nas Media Pustaka.
Asmin, E. A., & Syam, A. H. (2021). Manajemen Pemasaran (Perspektif Digital
Marketing). Bandung: CV Media Sains Indonesia.
Adindo, A. W. (2021). Kewirausahaan Dan Studi Kelayakan Bisnis Untuk
Memulai Dan Mengelola Bisnis. Yogyakarta: CV Budi Utama.
Assuari, S. (2016). Strategic Manajemen. Jakarta: Rajawali Pers.
Anisa, N. (2023). Analisis Strategi Pemasaran Menggunakan Metode SWOT
Dan QSPM Studi Usaha Snack Hayen Ibu Yanti Di Kelurahan Air
Raja, Kecamatan Tanjungpinang Timur, Kota Tanjungpinang. Vol 17,
No 1.
Badrianto, Y. (2021). Manajemen Strategi. Bandung: CV media Sains Indonesia.
Candana, M. (2019). Analisis Strategi Pemasaran Cafe Dapoer Enha Sago
Kabupaten Pesisir Selatan Menggunakan Matriks SWOT dan QSPM. Vol
1.
Effendi, N. I. (2022). Strategi Pemasaran. Sumatera Barat: PT Global Eksekusif
Teknologi.
Effendi, N. I., & Mulyana, M. (2022). Strategi Pemasaran. Sumatera Barat: PT
Global eksekusif Teknologi.
Fachmi, M. (2020). Strategi Meningkatkan Keputusan nasabah. Malang: CV
Pustaka Learning Center.
Fahmi, I. (2018). Manajemen Risiko. Bandung: Alfabeta.
Firdaus, M. (2017). Manajemen Agribisnis. Jakarta: Bumi Aksara.
Heri, S. (2020). Manajemen Pemasaran. Jember: CV Pustaka Abadi.
Indah Sari, C. (2023). Strategi Pemasaran Pada D'Zee Cafe Resto Piliang
Dengan Metode Analisis SWOT. Vol 3 No 1.
73
74
Heriyati, P. (2022). Strategi Pemasaran . Surabaya: Scopindo Media Pustaka.
Iskandar, A. S. (2021). Strategi Pemasaran, Konsep, Teori dan Implementasi.
Tanggerang selatan.
Nurikhsan. (2019). Fenomena Coffee Di Kalangan Konsumen Remaja. Widya
Komunika Vol 9, No. 2.
Nawangsari, E. (2019). Manajemen Strategik. Yogyakarta: CV Budi Utama.
Oktarini, R. (2022). Strategi Pemasaran. Surabaya: Cipta Media Nusantara.
Pratiwi, A. (2022). Kewirausaan UMKM, Metode Dan Implementasi Pemasaran
UMKM. Surakarta.
Prayudi, I. (2019). Analisis Strategi Pemasaran Eva Boutique Dengan Metode
SWOT Dan QSPM. Vol.7, No.2 .
Qanita, A. (2020). Analisis Strategi Dengan Metode SWOT dan QSPM Studi
Kasus Pada D'GRUZ Caffe. Vol 1 No.2.
Rahman, A. Y. (2021). Optimalisasi Sistem Pakar Pemasaran Produk Herbal.
Malang: CV. Literasi Nusantara Abad
Riyanto, S. (2022). Analisis Pemecahan Masalah Dan Pengambilan Keputusan
Strategis. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Suleman, D. (2022). Manajemen Pemasaran Di Era Digital (Konsep Dan
Strategi). Sumatera Barat: Insan Cendekia Mandiri.
Sisca, & Simanjuntak, M. (2021). Pemasaran Dasar Dan Konsep. Yayasan Kita
Menulis.
Suhardi, C. (2018). Pengantar Manajemen Dan Aplikasinya. Yogyakarta: Gava
Media.
Wijaya, A. (2021). Ilmu Manajemen Pemasaran: Analisis Dan Strategi. Yayasan
Kita Menulis.
Wahyudi, R. (2020). Analisis Strategi Pemasaran Dengan Menggunakan
SWOT Dan QSPM Pada PT. Sentral Perkasa Jaya. Vol 7 no 1.
75
LAMPIRAN
L
A
M
P
I
R
A
N
76
Lampiran 1 Surat Izin Penelitian
77
Lampiran 2 Daftar Wawancara
78
Lampiran 3 Hasil Wawancara
A. Pemilik Pandeka Coffee Shop (Veri Kurniawan)
1. Apa Saja yang menjadi persaingan pada Pandeka Coffee Shop ?
Yang menjadi persaingan pada pandeka Coffee Shop ini dengan Coffee
shop lainnya yaitu Menu makanan dan minuman yang sama karena
dengan menu yang sama, maka menu pandeka coffee shop tiadak special
karena banyaknya coffee shop lain yang membuat menu yang sama, dan
yang menjadi persaingan yaitu kualitas produk, harga dan rasa karena
dengan kualitas yang baik maka konsumen akan tertarik untuk datang
dan membeli makanan yang ada di Pandeka Coffee Shop Ini.
2. Apa saja kelebihan yang ada di Pandeka Coffee Shop ini ?
Yang menjadi kelebihan pada Coffee Shop ini yaitu menu yang
bervariatif, banyknya menu yang ditawarkan di Coffee Shop ini dan harga
kompetitif tidak terlalu mahal apalagi lokasi pandeka coffee shop ini tidak
jauah dari kampus makan harga yang ditawarkan sesuai dengan harga
mahasiswa, remaja. Dan juga lokasi coffee shop ini sangat strategis
letaknya yaitu di dekat perguruan tinggi UIN Mahmud Yunus Batusangkar
dan pusat keramaian, maka lokasi strategis lah yang menjadi kelebihan
utama pada coffee shop ini, kelebihan lainnya juga lapangan parker yang
luas bisa untuk kendaraan motor dan mobil.
3. Fasilitas apa saja yang diberikan kepada konsumen untuk menjadi daya
tarik konsumen ?
Banyaknya fasilitas yang terdapat di Pandeka Coffee Shop ini yaitu
adanya Wifi dan ruangan indoor dan outdor sehingga tidak tercampur
untuk orang yang merokok dengan orang yang tidak merokok, ruangan
ada AC dan terdapat musholla yang sudah lengkap dengan perlengkapan
Sholat serta adanya alat musik yang disediakan untuk pengunjung yang
ingin karokean karena di Pandeka Coffe Shop juga banyak pengunjung
ibu-ibu yang reunian, apalagi di malam minggu ibu-ibu banayk yang
karokean dengan teman-temannya.
79
4. Apa saja kelemahan yang dimiliki Pandeka Coffee Shop ?
Kelemahannya yaitu Modal yang besar dan kurangnya promosi di
Pandeka ini karena belum ada karyawan yang ahli dalam bidang promosi,
dan juga kurang konsistennya pelayanan dimana untuk prngunjung yang
di lantai 2 jika akan menjemput makanan ke lantai 1 adanya semacam alat
seperti remote yang di berikan, dimana pesannan sudah selesai
pengunjung menjemput pesanan ke lantai 1 tetapi kadang-kadang
karyawan yang sendiri yang mengantarkan pesanan ke lantai 2, penyebab
kurang konsistennya pelayanan karena jika pengunjung ramai maka
pengunjung di lantai 2 yang menjemput pesanan sendiri ke lantai 2 dan
ketika pengunjung sepi makan karyawan langsung yang mengantarkan
pesanan.
5. Bagaimana usaha untuk meminimalisir kelemahan-kelemahan tersebut ?
Usaha yang saya lakukan untuk meminimalisir kelemahan yaitu saya
menentukan target pasar di pandeka ini dimana target pasarnya
mahasiswa , remaja, dan ibu-ibu maka saya mendesain Pandeka Coffee
Shop ini dengan bentuk yang menarik, kekinian sehingga itulah usaha
saya untuk meminimalisir kelemahan yang ada.
6. Apa yang menjadi peluang di Pandeka Coffee Shop ini ?
Yaitu pangsa pasar yang luas, gaya hidup masyarakat yang suka
nongkrong, mudahnya mendapatkan bahan baku karena bahan baku yang
dibutuhkan di Coffee Shop ini ada di sekitaran batusangkar, dan adanya
pelanggan yang loyal yang datang ke pandeka coffee shop secara
berulang-ulang maka itu juga menjadi peluang untuk Pandeka Coffee
Shop ini dan juga perkembangan IT yang pesat untuk media promosi.
7. Siapa yang menjadi target sasaran dari pandeka coffee shop ?
Yang menjadi target yaitu mahasiswa, remaja, dan ibu-ibu.
8. Bagaimana strategi yang dilakukan pandeka untuk menghadapi permintaan
pasar?
Strategi yang saya lakukan yaitu produk yang ditawarkan di Pandeka
Coffee Shop ini juga sesuai dengan kebutuhan konsumen, karaaena di
80
pandeka banayknya menu yang bervariatif dan juga menu yang
ditawarkan juga kekinian.
9. Apa yang menjadi ancaman pada pandeka coffee shop ini?
Yang menjadi ancamannya banyknya pesaing di batusangkar ini dan juga
pesaing tersebut juga membuat menu yang sama dengan pandeka ini,
ancaman lainnya terjadinya inflasi maka naiknya harga di pasaran yang
menyebabkan saya agak kesulitan untuk menyeimbangkan dengan harga
yang ditawarkan.
10. Apa yang dilakukan pandeka untuk menghadapi ancaman?
Yang saya lakukan yaitu dengan menerapkan minuman coffee di pagi hari
mulai dari jam 8 karena banyak sekali mahasiswa yang berkunjung di
pagi hari untuk menikmati coffe, berbeda dengan coffee shop lainnya yang
biasanya di sore hari.
11. Bagaimana cara untuk menghadapi persaingan bisnis?
Yaitu dengan menetapkan harga yang kompetitif, tidak terlalu mahal dan
harga juga sesuai dengan mahasiswa dan remaja, dan juga mendesaing
pandeka ini dengan mode kekinian sehingga pengunjung dapat tertarik
berkunjung di Pandeka Coffee Shop ini.
12. Bagaimana cara pandeka coffee shop melakukan promosi?
Untuk promosi bisa dikatakan tidak terlalu aktif di media sosial dalam
mempromosilan caffee saya, saya melakukan promosi daricerita pembeli
mulut ke mulut, sehingga orang merasa pernasaran dengan coffee shop
saya, sekali-sekali karyawan mempromosikan lewat instagram, alasan
saya belum melakukan promosi di media sosial lainnya karena belum
adanya karyawan yang ahli dalam melakukan promosi.
13. Berapa jumlah karyawan di pandeka Coffee Shop ini?
Untuk saat ini karyawan di Pandeka Coffee Shop ini berjumlah 8 orang
14. Apakah tingkat pendidikan tenaga kerja pada pandeka coffee shop ini
dipertimbangkan?
Tidak ,untuk rata-rata karyawan di pandeka coffee shop ini dengan
tamatan SMA/SMK
81
B. Karyawan Pandeka Coffe Shop (Ari Wijaya Putra)
1. Apa saja kelebihan yang ada di pandeka Coffee Shop ini?
Kelebihan yang ada di Pandeka Coffee Shop ini adalah benu yang
bervariatif banyaknya menu yang ditawarkan dan sekarang juga ada
menu baru yang akan di jual, untuk harganya juga termasuk murah
dengan mahasiswa, remaja, lokasi juga strategis yang terletak di pusat
keramaian dan juga dekat dengan perguan tinggi, fasilitas yang
disediakan juga lengkap dan lapangan parker juga termasuk luas.
2. Fasilitas apa saja yang diberikan kepada konsumen untuk menjadi daya
tarik konsumen?
Fasilitas yang ada yaitu adanya wifi, ruangan ada AC, musholla, dan alat
musik.
3. Apa saja kelemahan yang dimiliki pandeka coffee shop ini?
Kelemahannya, kurang konsistennya pelayanan dimana untuk prngunjung
yang di lantai 2 jika akan menjemput makanan ke lantai 1 adanya
semacam alat seperti remote yang di berikan, dimana pesannan sudah
selesai pengunjung menjemput pesanan ke lantai 1 tetapi kadang-kadang
karyawan yang sendiri yang mengantarkan pesanan ke lantai 2 dan
kurangnya promosi yang dilakukan, modal untuk untuk mengembangkan
coffee shop ini juga besar.
4. Apa yang menjadi peluang di pandeka coffee shop ini?
Yang menjadi peluang luasnya pasar dimana lokasi strategis dekat
keramaian dan perguruan tinggi, dan pelanggan yang loyal yang sering
berkunjung ke Coffee Shop ini, bahan baku yang dibutuhkan juga mudah
mendapatkan di batusangkan, dan adanya perkembangan IT yang pesat
yang bisa di manfaatkan untuk media promosi.
5. Siapa yang menjadi target sasaran di pandeka coffee shop ini?
Yang menjadi taeget sasarannya yaitu mahasiswa, remaja dan ibu-ibu.
82
6. Apa yang menjadi ancaman pada pandeka coffee shop ini?
Banyaknya persaing yang sama dan juga Coffee Shop lain juga banyk
membuat menu yang sama dengan Pandeka Coffe Shopndan juga
terjadinya inflasi yang mana harga yang dibutuhkan mahal.
7. Promosi apa saja yang dilakukan pada pandeka coffee shop ?
Promosi yang dilakukan dengan mulut ke mulut dan pembeli dan dan
dengan media sosial instagram saja.
8. Apakah ada makanan dan minuman favorite konsumen?
Ada, makanan favorite pengunjung nasi goring dan minuman Taro milk.
9. Bagaimana pandeka coffee shop dalam menarik daya beli konsumen
terhadap menu baru?
Dengan menyampaikan langsung kepada pengunjung dan
merekomendasikan menu yang baru tersebut ke pengunjung ketika
pengunjung tersebut sedang memesan makanan.
C. Pelanggan Pandeka Coffee Shop
1. Nurlela
Bagaimana pendapat anda mengenai Pandeka Coffee Shop ini?
Menurut saya Pandeka Coffee Shop ini memiliki menu yang bervariatif
sehingga pelanggan dapat memilih berbagai macam menu yang sudah
disediakan, untuk harga tidak terlalu mahal untuk mahasiswa, remaja
lokasi pandeka ini sangat strategis yaitu terletak di pusat keramaian,
fasilitas yang disediakan juga lengakap, tetapi untuk pelayanan kurang
konsisten dikarenakan di lantai 2 jika memesan makanan di lantai 1 yang
menjemput makanan ke lantai 1 kadang pelanggan sendiri dengan adanya
remote yang nantinya berbunyi, kadang karyawan sendiri yang
mengantarkan pesanan ke lantai 2.
2. Agung
Bagaimana pendapat anda mengenai Pandeka Coffee Shop ini?
Menurut saya pandeka coffee shop ini sangat rekomendasi untuk remaja
dan mahasiswa karaeaana harga yang tidak terlalu mahal, lokasi yang
83
juga dekat dengan pusat keramaian yang pasarnya luas juga dekat dengan
perguruan tinggi, untuk fasilitas di pandeka ini lengkap dengan adanya
Wifi, ruangam ber Ac dan adanya ruangan oudor dan indoor sehingga
orang yang merokok dan tidak merokok tidak tercampur, di segi promosi
pandeka ini kurang karena tidak terlalu aktif dalam media sosial.
Lampiran 4 Matrik IFE
Matrik IFE
No Kekuatan (Strengh) Bobot Rating Skor
1 Menu bervariatif 0.154 4 0.616
2 Harga kompetitif 0.136 3.5 0.476
3 Lokasi strategis 0.164 4 0.656
4 Lapangan parkir luas 0.136 3.5 0.476
5 Fasilitas lengkap 0.120 3.5 0.420
Total Strengh 0.710 2.644
No Kelemahan (Weakness) Bobot Rating Skor
1 Pelayanan kurang konsisten 0.096 1.5 0.144
2 Promosi kurang 0.098 1.5 0.147
3 Modal besar 0.098 2 0.196
Total Weakness 0.292 0.487
Total IFE 1.000 23.5 3.131
Sumber: Data Olahan Penulis
84
Lampiran 5 Penilaian SWOT Oleh Pemilik
Sumber: Data Pemilik Pandeka Coffee Shop
85
Lampiran 6 Penilaian SWOT Oleh Karyawan
Sumber: Data Karyawan Pandeka Coffee Shop
86
Lampiran 7 Hasil Olahan Matrik IFE
Faktor internal Bobot Rating
PC KC Rata-rata PC KC Rata-rata
Kekuatan
Menu bervariatf 0,154 0,153 0,154 4 4 4
harga kompetitif 0,137 0,135 0,136 4 3 3,5
lokasi strategis 0,199 0,128 0,164 4 4 4
lahan parkir luas 0,135 0,137 0,136 3 4 3,5
fasilitas lengkap 0,142 0,098 0,120 4 3 3,5
Kelemahan
Pelayanan kurang
konsisten 0,095 0,096 0,096 2 1 1,5
Promosi kurang 0,098 0,097 0,098 1 2 1,5
modal besar 0,096 0,099 0,098 2 2 2
Total 1,000 23,5
Keterangan:
PC= Pemilik Coffee Shop
KC= Karyawan Coffee Shop
87
Lampiran 8 Matrik EFE
Matrik EFE
No Peluang (Oppoturnity) Bobot Rating Skor
1 Pangsa pasar luas 0.112 4 0.448
2 gaya hidup masyarakat yang suka nongkrong 0.112 3 0.336
3 Mudah mendapatkan bahan baku 0.146 3 0.438
4 Loyalitas pelanggan 0.137 3 0.411
Perkembangan IT yang pesat sebagai media
5 promosi 0.142 3 0.426
Total
Oppoturnity 0.649 2.059
No Ancaman (Threat) Bobot Rating Skor
1 Banyaknya pesaing 0.136 3.5 0.476
2 Pesaing membuat menu yang sama 0.106 2 0.212
3 terjadinya inflasi 0.088 1.5 0.132
Total Threat 0.330 0.820
Total EFE 1.0000 23 2.879
Sumber: Data Olahan Penulis
88
Lampiran 9 Hasil Olahan Matrik EFE
Faktor eksternal Bobot Rating
PC KC Rata-rata PC KC Rata-rata
Peluang
Pangsa pasar luas 0,137 0,130 0,133 4 4 4
Gaya hidup masyarakat
yang suka nongkrong 0,110 0,115 0,112 3 3 3
mudah mendapatkan
bahan baku 0,129 0,110 0,146 3 3 3
Loyalitas pelanggan 0,145 0,129 0,137 3 3 3
perkembangan IT yang
pesat sebagai media
promosi 0,145 0,140 0,142 3 3 3
Ancaman 0,670
Banyaknya pesaing 0,137 0,135 0,136 4 3 3,5
Pesaing membuat menu
yang sama 0,108 0,104 0,106 2 2 2
Terjadinya inflasi 0,095 0,080 0,088 2 1 1,5
Total 0,330
Total EFE 1,000 23
Keterangan:
PC= Pemilik Coffee Shop
KC= Karyawan Coffee Shop
89
Lampiran 10 Matrik SWOT
Matrik SWOT Pandeka Coffe Shop
IFE STRENGTH WEAKNESS
W1 Pelayanan kurang
S1 Menu bervariatif konsisten
S2 Harga kompetitif W2 Promosi kurang
S3 Lokasi strategis W3 Modal besar
EFE
S4 Lapangan parkir luas
S5 Fasilitas lengkap
OPPOTURNUTY Strategi SO Strategi WO
O1 Pangsa pasar yang SO1. Dengan pangsa pasar WO2. Menunjuk satu
luas yang luas Pandeka Coffee orang karyawan khusus
Shop memiliki lokasi untukmelakukan promosi
strategis yang terletak di penjualan secara
dekat pergurusn tinggi dsn berkelanjutan sebagai
pusat keraian sehingga sarana komunikasi
pandeka coffee shop banyak dengan konsumen
O2 Gaya hidup dikenal masyarakat. (S3,O1) (W2,O5)
masyarakat yang suka
nongkrong
O3 Mudah mendapatkan SO3. Dengan mudahnya [Link]
bahan baku mendapatkan bahan baku reward untuk pelanggan
O4 Loyalitas pelanggan sehingga Pandeka Coffee yang loyal yang dapat
Shop akan mudah juga untuk digunakan sebagai media
mendapatkan menu yang ada, promosi sehingga
dan juga dengan mudahnya pelanggan akan semakin
mendapatkan bahan baku sering untuk
Pandeka Caffe ini juga akan mengunjungi Pandeka
mudah membuat menu-menu Coffee Shop (W2,O4)
yang baru dan bervariatif
(S1,O3)
O5 Perkembangan IT SO4. Dengan harga yang
yang pesat sebagai media kompetitif di Pandeka Coffee
promosi Shop sehingga pelanggan
datang secara berulang-ulang
dan membuat pelanggan loyal
dengan harga yang kompetitif
(S2,O4)
THREAT
T1 Banyaknya pesaing ST1. Mempertahankan harga WT1. Meningkatkan
pada Pandeka Coffee Shop pelayanan yang konsisten
sehingga pengunjung senang pada Pandeka Coffee
90
T2 Pesaing membuat berkunjung ke pandeka coffee Shop sehingga
menu yang sama shop dengan banayaknya pengunjung lebih
persaingan sekarang (S2,T1) nyaman dan senang
berkunjung di pandeka
coffee shop batusangkar
dengan banyaknya
pesaing pada saat
sekarang ini (W1, T1)
T3 Terjadinya inflasi ST1. Dengan banyaknya WT2. meningkatkan
pesaing kuliner uang sejenis promosi pada pandeka
maka pandeka coffee shop coffee shop batusangkar
harus memiliki ciri khas dan dalam bentuk promosi
daya tarik pada pandeka melalui media sosial agar
coffee sho, karena bisa konsumen bisa lebih
membuat pandeka coffee mengetahui tentang
shop dikenal masyarakat dari pandeka coffee shop
menunya (S1,T1) walaupun banyaknya
pesaing yang membuat
menu yang sama
(W2,T2)
Sumber: Data Analisis Penulis
Lampiran 11 Hasil QSPM
NO VARIABEL BOBOT SO1 SO2 SO3
AS TAS AS TAS AS TAS
S1 Menu bervariatif 0,154 3 0,462 3 0,462 3 0,462
S2 Harga kompetitif 0,136 4 0,544 3 0,408 3 0,408
S3 Lokasi strategis 0,164 3 0,492 3 0,492 3 0,492
S4 Lapangan parker 0,136 4 0,544 3 0,408 2 0,272
luas
S5 Fasilitas lengkap 0,120 2 0,240 4 0,480 3 0,360
W1 Pelayanan kurang 0,096 1 0,096 1 0,096 1 0,096
konsisten
W2 Promosi kurang 0,098 2 0,196 1 0,098 1 0,098
W3 Modal besar 0,098 3 0,294 2 0,196 1 0,098
O1 Pangsa pasar luas 0,133 3 0,399 3 0,399 3 0,399
91
O2 gaya hidup 0,112 3 0,336 3 0,336 3 0,336
masyarakat yang
suka nongkrong
O3 mudah 0,146 3 0,438 3 0,438 4 0,584
mendapatkan
bahan baku
O4 loyalitas 0,137 3 0,411 4 0,548 3 0,411
pelanggan
O5 perkembangan IT 0,142 3 0,426 3 0,426 3 0,426
yang pesat
sebagai media
promosi
T1 Banyaknya 0,136 1 0,136 1 0,136 1 0,136
pesaing
T2 pesaing membuat 0,106 1 0,106 1 0,106 1 0,106
menu yang sama
T3 terjadinya inflasi 0,088 2 0,176 1 0,088 1 0,088
Total TAS 5,296 5,117 4,772
Sumber: Data Olahan Penulis
92
Lampiran 12 Penilaian QSPM Oleh Pemilik
Sumber: Data Pemilik Pandeka Coffee Shop
Lampiran 13 Pandeka Coffee Shop Batusangkar
Lampiran 10 Wawancara Dengan Pemilik Pandeka Coffe Shop
Lampiran 14 Wawancara Dengan Pemilik Pandeka Coffee Shop
93
Lampiran 15 Wawancara Dengan Karyawan Pandeka Coffee Shop
Lampiran 16 Wawancara Dengan Pelanggan
94
Lampiran 17 Wawancara Dengan Pelanggan