Fase :D
Elemen Capaian Pembelajaran
Mengalami (Experiencing) Peserta didik mampu mengamati, mengenal merekan dan
menuangkan pengalaman dan pengamatannya terhadap
lingkungan, perasaan atau empatinya secara visual
dengan menggunakan proporsi, gestur dan ruang.
Peserta didik terbiasa menggunakan alat, bahan dan
prosedur dasar yang tepat dalam menggambar,
mewarnai, membentuk,
memotong, dan merekat.
Menciptakan Pada akhir fase D, peserta didik mampu menciptakan
(Making/Creating) karya seni dengan menggunakan dan menggabungkan
pengetahuan elemen seni rupa atau prinsip desain dan
keterampilan yang telah dipelajari sebelumnya, dalam
konteks ekspresi pribadi atau sesuai topik tertentu.
Merefleksikan Pada akhir fase D, peserta didik mampu mengevaluasi
(Reflecting) dan menganalisa efektivitas pesan dan penggunaan
medium sebuah karya pribadi maupun orang lain, serta
menggunakan informasi tersebut untuk merencanakan
langkah pembelajaran selanjutnya.
Berpikir dan Bekerja Pada akhir fase D, peserta didik mampu berkarya dan
Artistik (Thinking and mengapresiasi berdasarkan perasaan, empati dan
Working Artistically) penilaian pada karya seni secara ekspresif, produktif,
inventif dan inovatif. Peserta didik mampu
menggunakan kreativitasnya, mengajukan pertanyaan
yang bermakna dan mengembangkan gagasan untuk
memecahkan masalah, menjawab tantangan dan peluang
yang ada di lingkungan sekitarnya. Peserta didik mampu
melihat hubungan dengan bidang keilmuan lainnya.
Peserta didik mampu mencari alternatif alat, dan bahan
untuk membuat karya, berdasarkan ketersediaan
sumber daya di sekitarnya
Berdampak(Impacting) Pada akhir fase D, peserta didik mampu membuat
karya sendiri atas dasar perasaan, minat, dan sesuai
akar budaya sehari-hari.
Tujuan Pembelajaran :
1. Menggunakan pensil untuk membuat garis tebal, tipis, lurus lengkung
2. Menggunakan pewarna untuk menciptakan komposisi warna yang menarik (berdampak
pada dirinya)
3. Menggambarkan komposisi benda sesuai dengan proporsinya menggunakan alat bantu
gambar (grid)
4. Menggunakan pensil untuk menciptakan arsir yang menunjukan volume
Konsep utama : Menggambar
Pertanyaan pemantik :
1. Apa yang dimaksud dengan menggambar ?
2. Apa yang kalian ketahui tentang rupa dasar ?
Profil pancasila :
Pada akhir materi, siswa mampu meningkatkan kemandirian melalui keberanian dengan
mencoba dan menumbuhkan rasa percaya diri akan keputusannya sendiri; meningkatkan
kemampuan kreatif melalui pengembangan gagasan dan pembuatan kombinasi yang baru, serta
dapat menerima perbedaan dalam berbagai segi kehidupan.
Kegiatan pembelaajran utama
Individu
Berkelompok (lebih dari dua orang)
Metode dan model Pembelajaran :
Diskusi
Presentasi
Ceramah
Pengamatan lingkungan
Discovery learning
Materi pembelajaran
Menggambar
Hubungan dengan Sejarah Seni Rupa
a. Rupa Dasar
b. Komposisi Alam Benda
Langkah-langkah Pembelajaran :
A. Rupa Dasar
Capaian Pembelajaran :
Pada Akhir materi, siswa mampu :
1. Menggunakan pensil untuk membuat garis tebal, tipid, lutus lengkung
2. Menggunakan pewarna untuk menciptakan komposisi warna yang menarik
(berdampak bagi dirinya)
Pertemuan Kegiatan Kegiatan Pembelajaran
1. Pendahuluan Mengucap salam, mengajak berdo’a,
mengucap selamat datang di SMP TAMAN
ISLAM
Mengenalkan diri kepada siswa
Mencairkan suasan dengan memberikan ice
breaking (tepouk Semangat)
Menanyakan pada siswa nama dan latar
belakangnya
Mengecek kehadiran dan mengkodisiskan
kelas
Menyampaikan rencana pembelajaran hari
itu.
Guru dapat memulai pembelajaran dengan
bertanya mengenal pengalaman pelajar saat
belajar seni rupa di SD/MI dahulu.
1. Bagaian apa yang terasa paling
mengesankan saat belajar seni rupa di
SD/MI?
2. Topic pembahsan apa yang masih ingat?
Apakah topic menarik itu ?
3. Menurut kalian, apa yang akan
membedakan pembelajaran seni rupa di
SD/MI dan di SMP?
4. Apa harapan kalian saat Ini mengikuti
kelas seni rupa di SMP ini ?
Guru mempersiapkan segala peralatan yang
akan digunakan dalam proses pembelajaran
(misalnya guru membawa hasil karya
tradisional khas tempat masing-masing
(Kain tenun, batik, anyaman bamboo dll)
dalam kelas
inti 1. Membuat pola geometril monokromatik
Peserta didik diberi motivasi atau
rangsangan untuk memusatkan perhatian
pada materi yang akan di pelajari dengan
cara mengamati lembar kerja, foto/video,
pemberian contoh-contoh materi/soal untuk
dapat dikembangkan peserta didik, dari
media interaktif dsc yang berhubungan
dengan materi ruoa dasar.
Peserta didik membuat empat komposisi
pola geometris yang berbeda dari bentuk
geometris sederhana (lingkaran, persegi,
segitiga)
Dengan teman sebangkunya, peserta didik
membahas dan memilih satu komposisi
yang paling menarik.
Peserta didik memindahkan sketsa tersebut
ke bidang gambar yang lebih besar dari
menggunakan pensil dengan yeknik arsir
(kihat glosarium) yang berbeda untuk
menciptakan kesatuan dan keseimbangan.
Guru melakukan pengamatan dan penilaian
kepada peserta didik selama proses
pembelajaran berlangsung.
penutup Peserta didik dengan bimbingan guru
membuat kesimpulan
Guru melakukan refleksi hasil proses belajar
yang telah dilaksanakan
Guru memberikan apresiasi kepada seluruh
peserta didik yang telah bekerjasama dengan
baik dalam kelompok
Guru memberikan evaluasi untuk mengukur
ketuntasan PBM
Guru menginformasikan kegiatan yang akan
dilaksanakan pada pertemuan berikutnya.