0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan26 halaman

Pengantar Matriks dan Operasinya

Dokumen tersebut membahas tentang matriks, termasuk definisi matriks, notasi matriks, jenis-jenis matriks seperti matriks baris dan kolom, operasi-operasi dasar pada matriks seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian matriks dengan skalar dan dua matriks, serta transpose matriks.

Diunggah oleh

andika ramadhanna
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan26 halaman

Pengantar Matriks dan Operasinya

Dokumen tersebut membahas tentang matriks, termasuk definisi matriks, notasi matriks, jenis-jenis matriks seperti matriks baris dan kolom, operasi-operasi dasar pada matriks seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian matriks dengan skalar dan dua matriks, serta transpose matriks.

Diunggah oleh

andika ramadhanna
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

3.1.

Matriks
Matriks adalah sekumpulan bilangan riil ( atau elemen ) atau kompleks yang disusun
menurut baris dan kolom sehingga membentuk jajaran ( array ) persegi panjang. Matriks
mempunyai m baris dan n kolom disebut matriks m x n.
Suatu matriks ditunjukkan dengan menuliskan jajarannya di antara kurung sisi misalnya

adalah matriks 2 x 3, yaitu matriks ‘2 kali 3’, dengan 5, 7, 2, 6, 3, 8 adalah elemen –

elemennya. Perhatikan bahwa dalam menyatakan matriks, yang pertama yang disebutkan adalah
banyaknya baris dan yang kedua adalah banyaknya kolom.

adalah matriks berorder 4 x 3, yaitu matriks dengan 4 baris dan 3 kolom

Jadi matriks berorde………………………….

dan matriks berode………………….

3 x 2; 2x4
Matriks hanyalah sekedar jajaran sekumpulan bilangan : tidak ada hubungan aritmetis antare
elemen-elemennya. Matriks berbeda dengan determinan, karena tidak ada harga numerik suatu
matriks yang diperoleh dari perkalian antar elemennya. Juga, pada umumnya baris dan kolom tidak
dapat dipertukarkan seperti dalam determinan.
Matriks baris ( line matriks ) : suatu matriks kolom hanya terdiri dari I kolom saja. Contoh,

adalah matriks kolom berode 3 x 1.


Untuk menghemat tempat, matriks kolom seringkali dituliskan dalam satu garis, tetapi diberi
kurung kurawal. Contoh, { 6 3 8 } menyatakan matriks yang sama dengan matriks kolom berode
3 x 1.
Jadi berdasarkan pemahaman di atas:

a) adalah matriks ………………. berode …………………….

b) adalah matriks ……………… berode ………………..


c) adalah matriks ………………… berode ……………….
(a) Kolom, 2 x 1; (b) baris, 1 x 4; (c) kolom, 3 x 1
Untuk menyatakan koordinat x dan y sebuah titik relatif terhadap sumbu x dan y, kita menggunakan
matriks baris sederhana, walaupun dalam hal ini biasanya kita menggunakan kurung biasa. Sebagai
contoh, jika p adalah titik (3, 5) maka angka 3 menyatakan koordinat x dan angka 5 menyatakan
koordinat y. Tetapi dalam matriks pada umumnya tanda koma yang memisahkan elemen –
elemennya tidak dicantumkan.
Matriks berelemen tunggal: sebuah bilangan dapat dipandang sebagai matriks berukuran 1
x 1, yaitu matriks yang hanya mempunyai 1 baris dan 1 kolom saja.
Notasi dua indeks: Masing – masing elemen suatu matriks memiliki ‘alamat’ atau tempat
yang dapat ditentukan dengan menggunakan sistem dua-indeks, indeks pertama menyatakan baris
dan indeks kedua menyatakan kolom. Dengan demikian:
a1.1 a1.2 a1.3 a14
a2.1 a2.2 a2.3 a2.4
a3.1 a3.2 a3.3 a3.4
a2.3 menunjukkan elemen yang terletak pada baris kedua dan kolom ketiga. Jadi, dalam matriks
6 -5 1 -3
2 -4 8 3
4 -7 -6 5
-2 9 7 -1
Letak (a) elemen 3 dapat dinyatakan dengan ……………………………
Letak (b) elemen -1 dapat dinyatakan dengan …………………………..
Letak (c) elemen 9 dapat dinyatakan dengan …………………………...
(a) a2.4 ; (b) a4.4 ; (c) a4.2
Notasi Matriks: Jika tidak menimbulkan keragu-raguan, keseluruhan matriks dapat dinyatakan
dengan sebuah elemen umum yang dituliskan dalam kurung siku, atau dengan
sebuah huruf yang dicetak tebal. Penulisan ini singkat dan rapih, dan juga banyak menghemat
banyak huruf dan tempat. Sebagai contoh,
a11 a12 a13 a14
a21 a22 a23 a24 dapat dinyatakan dengan [ aij ] atau [ a ] atau dengan A saja
a31 a32 a33 a34

Serupa dengan itu dapat dinyatakan dengan [ ] atau [ x ] atau dengan x saja.

Untuk menyatakan matriks ( m x n ) akan kita gunakan huruf besar tebal, misalnya A. Untuk matriks
baris atau matriks kolom kita gunakan huruf kecil tebal, misalnya x. ( Dalam tulisan tangan, cetak
tebal dapat digantikan dengan garis bergelemobang di bawah huruf yang bersangkutan, misalnya A
atau x ).
Jadi jika B menyatakan matriks 2 x 3, tuliskanlah elemen – elemen b dalam matriks tersebut
dengan menggunakan notasi dua-indeks. Hasilnya

B=

3.2. Penjumlahan dan Pengurangan Matriks


Dua matriks dapat dijumlahkan atau dikurangkan, maka orde keduanya haruslah sama.
Selanjutnya jumlah atau selisihnya diperoleh dengan menambahkan atau mengurangkan elemen –
elemennya yang bersesuaian.

Contoh + =

Dan - =
=

Contoh. (a) + = …………..

(b) _ = ……………………………

Penyelesaian.
(a). 6 +1 5+4 4+2 1+3 = 7 9 6 4
2+6 3 +-1 -7 + 0 8 + 5 8 2 -7 13

(b). 8 – 1 3–2 6–3 7 1 3


5–4 2–5 7–6 = 1 -3 1
1–7 0–8 4–9 -6 -8 -5

3.3. Perkalian Matriks:


(a) Perkalian dengan skalar: Mengalikan matriks dengan sebuah bilangan ( yaitu skalar ) berarti
mengalikan masing-masing elemennya dengan bilangan tersebut.

Contoh 4 x =

yaitu, secara umum, k [ ]=[ ].

Kebalikannya juga berlaku, yaitu kita dapat mengeluarkan faktor yang sama dari setiap elemen –
bukan hanya dari satu baris atau kolom seperti dalam determinan.

Karena itu , dapat dituliskan sebagai ……………………………..

5x
(b) Perkalian dua buah matriks: Dua buah matriks dapat dikalikan, satu terhadap yang lain, hanya
jika banyaknya kolom dalam matriks yang pertama sama dengan banyaknya baris dalam matriks
yang kedua.

Contoh A=[ ]= dan b = [ ] =

Maka A b=

Yaitu masing – masing elemen matriks A dalam baris yang atas dikalikan dengan elemen yang
bersesuaian dalam kolom pertama matriks b dan kemudian semua hasil-kalinya dijumlahkan.
Serupa dengan itu, baris kedua dari hasil-kali kedua matriks diperoleh dengan mengalikan masing-
masing elemen dalam baris kedua matriks A dengan elemen yang bersangkutan dalam kolom
pertama matriks b.
Contoh 1

= = =

Serupa dengan itu, = ………………………….

Dengan jalan yang sama, jika A = dan b = maka A =

Cara yang sama berlaku juga untuk baris dan kolom yang lain.
Contoh 2

Jika A=[ ] = dan B = [ ]=

Maka A B =

Perhatikan bahwa perkalian matriks ( 2 x 3 ) dengan matriks ( 2 x 4 ) menghasilkan matriks berode


( 3 x 4 ).
yaitu orde ( 3 x 2 ) x orde ( 2 x 4 ) orde ( 3 x 4 ).
( sama )
Secara umum, perkalian matriks ( I x m ) dengan matriks (m x n) akan menghasilkan matriks berode
(I x n).

Jika A = dan B =

Maka A B adalah,

Karena A B =

= =
Jelaslah bahwa suatu matriks hanya dapat dikuadratkan jika matriks tersebut merupakan matriks
bujur sangkar, yaitu matriks dengan banyak barisnya sama dengan banyak kolomnya.

Jika A =

= =

Ingatlah bahwa perkalian matriks hanya didefinisikan jika :


Banyaknya kolom dalam matriks pertama =
banyaknya baris dalam matriks kedua

Benar. Jadi tidak ada artinya.

Jika A adalah matriks (m x n)


Maka perkalian A B dan B A keduanya
mungkin dilakukan.
dan B adalah matriks (n x m)

Contoh 3.

Jika A= dan B =

Maka A B =

= =
dan B A =

= =

Perhatikan bahwa, dalam perkalian matriks, A B B A, yaitu perkalian matriks non-komutatif.


Urutan faktor dalam perkalian sngatlah penting !
Dalam perkalian A B, B dikalikan-kiri ( pre-multiplied) dengan A
dan A dikalikan-kanan (post-multiplied) dengan B

jadi jika A= dan B =

maka A B = ……………………… dan B A = ………………………..

A B= ; B A=

Transpose matriks: Jika baris dan kolom suatu matriks dipertukarkan, maksudnya : baris pertama
menjadi kolom pertama, baris kedua menjadi kolom kedua, baris ketiga menjadi kolom ketiga, dan
seterusnya. Maka matriks baru yang terbentuk disebut transpose dari matriks semula. Jika matriks
semula adalah A, maka transposenya dinyatakan dengan atau . Kita akan menggunakan notasi
yang terakhir .

Maka, jika A = , maka =

Karena itu, jika diberikan


A= dan B =

Maka A B = …………………. Dan = ………………………………

A B = ; =

Soal Latihan:

1. Jika A = dan B=

tentukan (a) A + B (b) A – B

2. Jika A = dan B=

Tentukan (a) 5A; (b) A B; (c) B A

3. Jika A = dan B= maka A B = ……………………….

4. Jika diberikan A = tentukanlah (a) dan (b) A .

3.4. Determinan Matriks Bujur sangkar Ordo 2 x 2


Sifat- sifat determinan
Menjabarkan determinan yang elemen-elemennya sangat banyak akan sangat menjemukan,
tetapi bila kita mengetahui sifat-sifat determinan , kita dapat menyederhanakan perhitunganya .
berikut ini diberikan beberapa sifat pokok determinan . Carilah sifat-sifat ini dalam buku catatan
anda untuk dipakai sebagai rujukan nanti.
Harga suatu determinan tetap tidak berubah jika baris diganti menjadi kolom dan kolom menjadi
baris.

=
Jika dua baris (atau kolom ) ditukarkan tempatnya tanda determinan berubah .

=
Jika ada dua baris ( atau kolom ) yang identik , maka harga determinan tersebut sama dengan nol .

=0
Jika elemen-elemen salah satu baris ( atau kolom ) semua dikalikan dengan factor yang
sama,maka determinanya pun dikalikan dengan factor tersebut .

=
Jika elemen-elemen salah satu baris ( atau kolom ) ditambah (atau dikurangi ) dengan kelipatan-
kelipatan elemen baris ( atau kolom) lain yang bersesuaian ,maka harga determinannya tidak
berubah .

=
Sekarang, sebagai ulangan, lengkapilah yang berikut ini :

(i) = …………………………

(ii) = …………………………

(iii) = ………………………….

(iv) = ………………………….

Inilah hasilnya :
(i). 20 – 42 = - 22 (ii). -20 – 6 = -26
(iii). ac – bd (iv). ps – rq

3.5. Determinan Matriks Bujur Sangkar Ordo 3 x 3


Determinan matriks bujur sangkar adalah determinan yang mempunyai elemen – elemen yang
sama dengan matriks tersebut. Sebagai contoh,
determinan dari adalah

Dan harga determinan ini adalah


5( 42-12) – 2(0-24) – 1(0-48)
5(30) – 2(-24) + 1(-48) = 150 + 48 – 48 = 150

Perhatikan bahwa matriks transposenya adalah yang harganya sama dengan,

5(42 – 12) – 0(14 – 4) + 8(6 – 6) = 5(30) = 150.


Hal ini menunjukkan bahwa determinan suatu matriks bujur sangkar memiliki harga yang sama
dengan determinan matriks transposenya.
Suatu matriks yang determinannya sama dengan nol disebut matriks singular.

Harga determinan matriks adalah …………………………………….

Dan harga determinan matriks diagonal adalah ………………………….

= 3(-30) – 2(15) + 5(25) = 5.

= 2(20) + 0 + 0 = 40.

Kofaktor. Jika A = [ ] adalah matriks bujur sangkar, kita dapat membentuk determinan yang

elemen – elemennya adalah


.
.
.

Masing-masing elemen memberikan kofaktor, yang tidak lain daripada minor elemen dalam
determinan bersama-sama dengan ‘tanda tempat’-nya, yang rinciannya telah dijelaskan dalam
program sebelum ini.

Sebagai contoh, determinan matriks A = adalah

Det A = = yang harganya sama dengan 45. Minor elemen 2 adalah

= 1.0 - 6.4 = 0 - 24 = -24


Tanda tempatnya +. Jadi faktor elemen 2 adalah + (-24) yaitu -24 .

Serupa dengan itu, minor elemen 3 adalah = 0 – 6 = -6.

Tanda tempatnya - . jadi kofaktor elemen 3 adalah – (-6) = 6.


Untuk masing-masing elemen, minornya diperoleh dengan menghilangkan baris dan kolom, yang
memuat elemen yang bersangkutan dan kemudian dibentuk determinan dari elemen – elemen yang
tersisa. Tanda tempat yang sesuai diberikan oleh
Tanda plus dan minus bergantian, dimulai dengan tempat di sudut kiri atas yang memuat tanda +.

Jadi, dalam contoh di atas, minor elemen 6 adalah yaitu 8 – 3 = 5. Tanda tempatnya -.

Sehingga kofaktor elemen 6 adalah -5.

Dengan demikian, untuk matriks , kofaktor elemen 3 adalah……………….dan

elemen 4 adalah ……………………………………


Kofaktor 3 adalah 4-(-10) = 4
Kofakror 4 adalah – (56 – 3) = -53

Adjoin matriks bujur sangkar:

Jika kita mulai dengan A = , determinannya adalah

det A = A = dari sini kita dapat membentuk matriks baru C.

yang elemen – elemen kofaktor

C= dengan adalah kofaktor

adalah kofaktor dst.

=+ = + (0-24) = -24

= - = - (0-6) = 6

= + = + (16-1) = 15

=- = - (0 -20) = 20
=+ = + (0 – 5) = -5

=- = - (8 – 3) = -5

=+ = +(18 – 5) = 13

=- = -(12 – 20) = 8

=- = +(2 – 12) = -10.

Matriks kofaktornya adalah C =

Dan transpose dari C, yaitu = Matriks ini disebut matriks adjolin dari

matriks A semula dan dituliskan adj. A. Jadi untuk memperoleh adjolin suatu matriks bujur sangkar
A kita harus :
(a) Membentuk matriks kofaktor C
(b) Menuliskan transpose C , yaitu .

Dengan demikian adjoin dari matriks

adalah Adj A = =

3.6. Invers Matriks Bujur Sangkar


Adjoin suatu matriks bujur sangkar sangatlah penting, karena matriks ini memungkinkan
kita untuk membentuk invers matriks yang bersangkutan. Jika masing-masing elemen dari matriks
adjolin A dibagi dengan harga determinan A, yaitu A , (asal saja A 0), maka diperoleh matriks
baru yang disebut invers dari matriks A dan dituliskan sebagai A-1.
Untuk matriks yang kita gunakan dalam bingkai yang lalu, yaitu, A =

det A = A = = 2 (0-24) – 3(0-6) + 5(16-1) = 45

matriks kofaktornya adalah adalah C =

dan matriks adjolin dari A, yaitu =

maka invers dari A diberikan oleh

A-1 =

Jadi, untuk membentuk invers dari matriks bujur-sangkar Ab:


(a) Hitung determinan A, yaitu A .
(b) Bentuk matriks C yang elemen – elemennya adalah kofaktor elemen A
(c) Tuliskan transpose matriks C, yaitu dengan A .
(d) Bagilah masing – masing elemen dengan A
(e) Matriks terakhir yang diperoleh adalah matriks invers A-1 dari matriks A semula.
Marilah kita lihat pelaksanaannya secara terinci melalui sebuah contoh.
Untuk memperoleh invers dari A = ,

(a) pertama-tama kita hitung determinan A, yaitu,


A = 28

A = =1(2-0) -2(8-0) + (0-6) = 28

(b) sekarang kita bentuk matriks kofaktornya. C = ……………………………………..

C=

Karena
= +(-0) = 2; = -(8-30) = 22; = +(0-6) = 6
= -(4-0) = -4 = +(2-18) = -16; = -(0-12) = 12
= +(10-3) = 7; = -(5-12) = 7 = +(1-8) = -7
Adj A = = ………………………….

Adj A = C =

(d) Akhirnya, elemen – elemen adj A kita bagi dengan harga A , yaitu 28, untuk memperoleh A-
1
, invers matriks A.
A-1 = ……………………….

A -1 =

=
Untuk matriks lain pun dapat dicari dengan jalan yang sama. Kerjakanlah soal yang berikut ini
sendiri.

Tentukanlah inver matriks A=

A-1 = ……………………………

A-1 =

Inilah penyelesaian lengkapnya.

Det A = A = = 2(8) – 7(-6) + 4(-5) = 38

Kofaktor
= +(8 - 0) = 8; = -(24-30) = 6; = +(0-5) = -5

= -(56 -0) = -56; = +(16-20) = -4; = -(0-12) = 12


= +(42-4) = 38; = -(12-12) = 0 = +(2-21) = -19

C= =

Jadi A -1 =

Sekarang marilah kita lihat beberapa penggunaan invers. Perkalian matriks bujur sangkar dengan
inversnya.

Dari contoh sebelum ini telah kita lihat bahwa jika A =

Maka A -1 =
Sehingga A -1 A =

= =1 A -1 A = 1

Dan juga A A-1 = x

= ………………………………….. selesaikanlah.

A -1 A = = =1

A A-1 = A-1 A=1


Hasil ini memperlihatkan bahwa perkalian suatu matriks bujur sangkar dengan inversnya,
dalam urutan bagaimanapun, akan menghasilkan matriks satuan dalam orde yang sama dengan
matriks semula.
Pemecahan sistem persamaan linear
Tinjaulah suatu sistem persamaan linear

. . . . .
. . . . .
. . . . .
Dari bekal kita tentang perkalian matriks, sistem persamaan di atas dapat dituliskan dalam bentuk
matriks.

. . . . = .

. . . . . .

. . . . . .

Yaitu A x=b
Dengan A=
;x= ; dan b =
. . . . .
. . . . .
. . . . .

Jika kedua ruas persamaan matriks tersebut kita kalikan dengan invers matriks A, kita peroleh
A -1 A x = A -1 . b
Tetapi A -1 A = 1 1 x = A -1 b yaitu x = A -1 . b
Kita lihat bahwa jika kita bentuk invers dari matriks koefisien dan matriks b kita kalikan-kiri
(pre-multiply) dengan matriks – invers, maka akan kita peroleh matriks pecahan x.
Contoh pecahkan sistem persamaan

Pertama - tama jika kita tuliskan sistem persamaan ini dalam bentuk matriks, maka kita dapatkan

. =
Yaitu A x = b x = A -1 b
Langkah selanjutnya adalah mencari invers matriks A dengan A adalah matriks koefisien x. kita
telah mengetahui bagaimana menentukan invers suatu matriks, jadi dalam hal ini A -1 = …………...

A -1 = -

Karena: A = = -14 – 50 + 29 = 29 – 64 A = -35

Kofaktor
= + (-20 + 6) = - 14; = - ( 15 +10 ) = - 25; = + ( 9 + 20 ) = 29
= - ( 10 – 3 ) = -7; = + ( 5 – 5 ) = 0; = - ( 3 – 10 ) = 7
= + ( -4 + 4 ) = 0; = - ( -2 – 3 ) = 5; = + ( - 4 – 6 ) = - 10

C= adj A = =

Telah diperoleh A = - 35 A -1 = =-

x = A -1 b = - .

X=- =
Sehingga akhirnya x = = = -1; =5 =3

Matode eliminasi Gauss untuk memecahkan sistem persamaan linear

. . . . . = yaitu A . x = b

. . . . . .

. . . . . .

Semua hal yang diperlukan untuk memecahkan sistem persamaan di atas dikandung oleh
matriks koofisien A dan matriks kolom b. jika elemen – elemen matriks b kita tuliskan dalam
matriks A, maka kita peroleh matriks yang diperluas ( augmented matrix ) B untuk sistem
persamaan tersebut.
Yaitu B =

. . . . .

. . . . .

. . . . .

(a) sekarang kita eliminasikan elemen-elemen dalam kolom pertama, kecuali elemen , dengan
jalan mengurangi baris kedua dengan / kali baris pertama dan mengurangin baris ketiga
dengan / kali baris pertama, demikian seterusnya.
(b) langkah ini menghasilkan matriks baru yang berbentuk
. . . . .

. . . . .

. . . . .

Proses tersebut kita ulangi lagi untuk mengeliminasi elemen kolom kedua mulai dari baris ketiga

ke bawah.
Contoh pecahkanlah x1 + 2x2 – 3x3 = 3
2x1 – x2 – x3 = 11
3x1 + 2x2 + x3 = -5

Persamaan ini dapat dituliskan sebagai . =

Matriks yang diperluas menjadi

Kurangi baris kedua dengan kali baris pertama dan baris ketiga dengan kali baris pertama

Langkah ini memberikan

Sekarang kurangi baris ketiga dengan , yaitu , kali baris kedua.

Matriksnya menjadi

Dengan langkah ini matriks koofisien x telah direduksi menjadi matriks segitiga.
Akhirnya, kita letakkan kolom-kolom kembali ke posisinya semula.

. =
Dengan ‘subtitusi mundur’, mulai dengan baris yang paling bawah, kita peroleh
= -18 = -3 = -3
+ =5 = 5 + 15 = 20 = -4
+ - =3 –8+9=3 =2

= 2; = -4;  = -3
Perhatikan bahwa dalam mengolah matriks yang diperluas, jika dikehendaki kita boleh
(a) Mempertukarkan dua baris,
(b) Mengalikan baris dengan faktor yang tidak nol
(c) Menambahkan (atau mengurangkan) kelipatan salah satu baris dengan (atau dari ) baris lain.
Operasi ini diperkenankan karena kit menangani koofisien-koofisien dari kedua ruas persamaan.
Contoh pecahkanlah sistem persamaan berikut
X1 – 4x2 – 2x3 = 21
2x1 + x2 + 2x3 = 3
3x1 + 2x2 – x3 = -2
Pertama – tama kita tuliskan persamaan di atas dalam bentuk matriks, yaitu

. =

Matriks yang diperluasnya adalah …………………………………………….

Sekarang kita dapat mengeliminasi koofisien dari baris kedua dan ketiga dengan
……………….. dan

Mengurangi baris kedua dengan 2 kali baris pertama


Dan baris ketiga dengan 3 kali baris pertama

Sehingga matriknya menjadi


Selanjutnya kita kurangi baris ketiga dengan ……………………………………….kali baris
kedua

Jika kita lakukan langkah ini, matriksnya menjadi

Kembalikan ke dalam bentuk persamaan matriks,

. =

Dengan mulai dari bawah, kita memperoleh penyelesaiannya.


x1 = ………………….; x2 = ……………………; x3 = …………………
x1 = 3; x2 = -5; x3 = 1
Seperti telah kita lihat, pengetahuan dasar mengenai matriks menyediakan jalan yang bersih
dan singkat untuk memecahkan sistem persamaan linear. Dalam prakteknya, koofisien-koofisien
numeriknya tidak selalu merupakan bilangan sederhana, demikian juga banyaknya persamaan tidak
terbatas hanya sampai tiga. Untuk soal yang lebih rumit, bantuan alat-alat hitung akan sangat
menolong, tetapi prinsip dasar penyelesaiannya tetap sama.
Soal Latihan

1. Sekarang kerjakanlah .

Hitunglah dengan menguraikanya mengikuti baris terbawah

Jawab :

Kita dapatkan dengan mengingat

=5 -7 +2
=5 ( 9 – 4 ) -7 ( 6 – 24 ) + 2 (2 – 18 )
= 5 (5) -7 (-18) +2 (-16)
= 25 + 126 – 32 = 119
2. Hitunglah dengan menguraikanya atas baris yang tengah.

Jawab:

Karena = -7 +3 -1
= -7 ( 18 – 48 ) + 3 ( 9 – 32 ) -1 ( 6 – 8 )
= -7 ( - 30) +3 (-23) -1 (-2)
= 210 – 69 + 2 = 143

3. Carilah harga y , bila diberikan

Pertama-tama , kuncinya dahulu ,yaitu ……………………………

Untuk mencari y ,kita gunakan

Jadi kita harus mencari dan .

Persamaan yang diberikan adalah


Untuk memperoleh ,kita hilangkan suku y – nya .

΅ = = +5 + 11
= 2 ( 8 – 18 ) + 5 ( 8 + 24 ) + 11 ( -3 – 4 )
= - 20 + 160 – 77 = 6

4. Carilah harga x , y dan z.

Jawab :
Langkah-langkah pokoknya:

= 54
= 27

= 81

= - 27

=- x= = = 2
X=2

=- y= = = -1
X = -1

=- z = = = -3
X = -3

5. Tentukan harga k agar persamaan berikut sejalan (konsisten )

agar sejalan =0

=3 -1 +2 =0

= 3 ( 6k – k ) -1 ( 12k + 2k ) +2 ( -4 – 4 ) = 0
= 15k – 14k – 16 = 0 k – 16 = 0  k = 16

Anda mungkin juga menyukai