0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
115 tayangan44 halaman

Jenis-jenis Layout dalam Desain Grafis

Dokumen tersebut membahas beberapa prinsip dasar dalam penyusunan layout grafis, yaitu sequence, emphasis, balance, dan unity. Prinsip-prinsip tersebut digunakan untuk menyusun unsur-unsur komunikasi grafis secara visual yang komunikatif dan estetis.

Diunggah oleh

Sidik Indra
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
115 tayangan44 halaman

Jenis-jenis Layout dalam Desain Grafis

Dokumen tersebut membahas beberapa prinsip dasar dalam penyusunan layout grafis, yaitu sequence, emphasis, balance, dan unity. Prinsip-prinsip tersebut digunakan untuk menyusun unsur-unsur komunikasi grafis secara visual yang komunikatif dan estetis.

Diunggah oleh

Sidik Indra
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Jenis – Jenis Layout

Pada Desain Grafis


Sidik Indra Permana, [Link], [Link]
Teori Dasar
Layout adalah usaha untuk menyusun, menata
atau memadukan unsur-unsur komunikasi grafis
(teks,gambar, tabel,dll) menjadi media komunikasi
visual yang komunikatif, estetik dan menarik.
Teori Dasar
Prinsip – prinsip dalam penyusunan layout:
Sequence (Urutan)
Emphasis (Penekanan)
Balance (Keseimbangan)
Unity (Kesatuan)
Sequence (Urutan)
• Sequence merupakan sebuah urutan bagaimana seseorang melihat elemen desain
yang kita buat.
• Dalam sequence usahakan hal hal penting dan yang harus dibaca pertama disimpan
di posisi yang paling mudah dijangkau dan terlihat.
• Posisi-nya bisa di berbagai macam, namun tugas yang terpenting bagi kita adalah
bagaimana agar pembaca tidak kebingungan yang mana yang harus dibaca pertama
dan sesudahnya harus pergi kemana.
Sequence (Urutan)
• Hal yang harus kita perhatikan adalah latar belakang calon orang yang melihat
desain kita, misalnya jika orang Indonesia maka layout yang paling umum adalah
dengan urutan Z (dari kiri ke kanan, ke bawah kiri dan ke kanan lagi), ini tentu jelas
berbeda jika desain kamu ditujukan kepada orang arab yang pasti dengan membaca
dari arah sebaliknya.
Sequence (Urutan)
Sequence (Urutan)
Emphasis (Penekanan)
• Emphasis adalah sebuah cara bagaimana kita memberikan sebuah penekanan pada
suatu objek agar dia menjadi pusat perhatian.
• Emphasis biasanya akan membuat elemen dilihat terlebih dahulu, memberikan
emphasis dapat dilakukan pada elemen gambar maupun tulisan.
Emphasis (Penekanan)
Penekanan dapat diciptakan dengan berbagai cara, antara lain:
1. Menambah ukuran font lebih dari yang lain.
2. Memberikan warna yang kontras dengan background dan elemen desain yang
lainnya
3. Letakkan di posisi strategis dan dapat menarik perhatian. Sebagai catatan, manusia
pada umumnya membaca dari kiri ke kanan dan dari atas ke bawah. maka posisi
yang pertama dilihat oleh pembaca adalah kiri atas
4. Gunakan style yang berbeda dengan style yang lain
Emphasis (Penekanan)
• Penekanan juga dapat dilakukan dengan cara melakukan kontras pada tipografi.
• Kontras memberikan sebuah penekanan dalam tipografi agar orang yang membaca bisa
tau titik fokus dan hal apa yang penting dalam informasi.
• Tanpa adanya kontras, tipografi akan terlihat membosankan dan tidak menarik.
Kontras pada Tipografi
• Membedakan Gaya Huruf
• Membedakan Berat Huruf
• Membedakan Ukuran Huruf
• Membedakan Tracking Huruf
• Membedakan Warna Huruf
• Membedakan Bentuk Huruf (Case)
• Kombinasikan Semua
Membedakan Gaya Huruf
• Membedakan gaya huruf dapat membuat penekanan pada unsur tipografi.
• Gaya huruf yang minoritas akan menjadi sebuah penekanan yang mudah dibaca.
• Gaya huruf yang dimaksud adalah bentuk font.
• Hindari bentuk yang miring, karena ini malah akan membuat tipografi kurang enak
dilihat.
Membedakan Berat Huruf
• Hal yang cukup mudah dilakukan dalam menciptakan kontras pada desain tipografi
adalah dengan memberikan berat huruf yang berbeda (weight).
• Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan ketebalan regular pada dominan huruf
maka kita dapat memberikan extra bold atau bold pada huruf yang ingin ditekan-kan,
atau sebaliknya kita dapat memberikan huruf yang memiliki berat thin di antara huruf
bold.
Membedakan Ukuran Huruf
• Membedakan ukuran huruf (Font Size) bukan hanya memberi penekanan pada
tipografi, namun perbedaan ukuran dapat mengubah pola baca dan urutan orang
membaca teks.
• Semakin jauh perbedaan ukuran maka akan semakin kontras, akan tetapi hal terpenting
yang harus diingat adalah pastikan huruf yang lebih kecil tetap terbaca.
Membedakan Tracking Huruf
• Bukan hanya ukuran, kamu juga bisa bermain dengan mengubah jarak antar huruf
dalam teks (atau biasa disebut Tracking).
• Tracking dapat juga memberikan kontras dalam tipografi karena semakin renggang teks
maka pembaca akan semakin pelan-pelan dalam membacanya.
Membedakan Warna Huruf
• Memberikan perbedaan pada warna akan membuat sebuah penekanan dan menjadi
titik fokus dalam membaca.
• Sama halnya dengan style, warna minoritas akan lebih mudah terlihat dari warna
dominan sehingga akan terlihat kontras.
Membedakan Bentuk Huruf (Case)
• Memberikan HURUF KAPITAL (Uppercase) pada tipografi jelas akan memberikan
sebuah kontras pada bentuk huruf kecil (lowercase).
• Berhati – hatilah dalam menggunakan penekanan ini, misal pada penggunaan huruf
kapital dapat menciptakan kesan tegas atau marah yang membuat kegelisahan
pembaca.
Kombinasikan Semua
• Dalam memperkuat kontras, kita dapat memberikan beberapa kombinasi dari cara yang
sudah disebutkan sebelumnya sehingga akan menciptakan kontras yang lebih tajam
lagi.
• Namun hal yang perlu diingat adalah tetap perhatikan harmoni dan konsistensi dalam
mendesain, agar prinsip unity dalam tipografi tetap muncul.
Emphasis (Penekanan)
Emphasis (Penekanan)
Balance (Keseimbangan)
• Balance adalah sebuah prinsip agar layout yang kita buat nampak seimbang, tidak
menumpuk pada satu titik dan proporsi-nya tepat.
• Seimbang bukan berarti yang kiri harus sama dengan yang di kanan saja, karena
selain seimbang yang simetris ada juga seimbang yang asimetris dimana yang salah
satu sisi bisa jadi lebih sedikit jumlahnya dan terlihat diagonal.
• Asimetris akan membuat desain lebih dinamis dan tidak kaku.
Balance (Keseimbangan)
• Terkadang desainer juga perlu memberikan ruang kosong disalah satu sisi agar orang
yang melihat bisa “bernafas”.
• Hal yang jelas maksud dari seimbang disini adalah tidak menumpukan konten di
salah saatu sisi.
• Contoh : jika sebelah kiri full tulisan maka agar terlihat seimbang kamu bisa membuat
gambar penuh di sebelah kanan.
Balance (Keseimbangan)
Balance (Keseimbangan)
Unity (Kesatuan)
• Unity atau kesatuan merupakan prinsip penting agar desain yang dibuat tampak
bersatu dan terlihat konsisten secara keseluruhan.
• Setiap unsur desain harus memiliki keterkaitan dan hubungan secara tepat sehingga
akan menimbulkan harmonisasi antar unsur desain.
• Tidak berarti hanya kesatuan dari elemen elemen yang secara fisik kelihatan, namun
juga kesatuan antara fisik dan nonfisik yaitu pesan dan komunikasi yang dibawa
dalam konsep desain tersebut.
Unity (Kesatuan)
Unity (Kesatuan)
Jenis – jenis layout
Mondrian Layout
• Jenis design yang mengacu kepada karya
Piet Modrian seorang pelukis asal
Belanda, memiliki design yang Asimetris.

• Jenis layout Mondrian mengacu pada


bentuk kotak, landscape (horizontal)
atau portrait (vertikal).

• Pada jenis ini, setiap bidang akan sejajar


dengan ruang presentasi yang berisi
konten informasi atau gambar untuk
membentuk komposisi yang konseptual.
Axial Layout
• Tata letak yang memiliki tampilan
visual yang kuat di tengah
halaman dengan tampilan
element pendukung di sekeliling
gambar utama biasanya berupa
gambar atau tulisan yang
berhubungan dengan tampilan di
tengah halaman sebagai titik
pusatnya.
Picture Window Layout

• Tampilan gambar yang besar


menjadi ciri utama tata letak ini,
dan di ikuti dengan headline,
keterangan gambar hanya
memiliki porsi yang kecil.
Big Type Layout

• Jenis tata letak yang


menggunakan huruf yang besar
sebagai unsur utama, gambar
yang digunakan hanya berfungsi
sebagai unsur pendukung saja.
Silhouette Layout

• Tata letak tulisan yang mengikuti


alur bentuk gambar yang di gunakan
menjadi ciri design jenis ini. dan
kadang di gunakan juga tampilan
negatife gambar (silhouette) untuk
menguatkan pesan yang
disampaikan.
Frame Layout

• Menggunakan bingkai sebagai


unsur utama design ini, dimana
pesan atau gambar utama
diletakan di dalam bingkai, atau
bingkai tersebut menjadi tema
dalam design yang digunakan.
Circus Layout
• Penyajian grafis yang tata letaknya tidak
mengacu pada ketentuan baku.

• Komposisi gambar visualnya, bahkan


kadang-kadang teks dan susunannya
tidak beraturan.

• Susunan yang “tidak beraturan” dalam


penempatan gambar/tulisan tapi tertata
dengan baik, tampilan biasanya berupa
banyak gambar produk dalam satu
halaman.
Type Speciment Layout
• Menggunakan Satu macan jenis
huruf tertentu [Font].

• Tulisan diatur sedemikian rupa untuk


menampilkan pesan secara visual dan
literal (mendasar, contoh mesjid =
tempat ibadah agama Islam).

• Dan biasanya design jenis ini di


dominasi oleh tulisan besar dan
umumnya berupa headline.
Copy Heavy Layout

• Tata letaknya mengutamakan pada


bentuk copy writing (naskah iklan)
atau dengan kata lain komposisi
layout-nya didominasi oleh penyajian
teks (copy)
Jenis Susunan Pada
Layout
Grid System
❑ Grid ini merupakan suatu susunan yang diciptakan sebagai solusi dari permasalahan
saat menata elemen-elemen visual dalam sebuah ruang.

❑ Grid System ini adalah struktur dua dimensi yang terdiri dari sumbu horisontal dan
sumbu vertikal sehingga akan tersusun kolom dan baris.

❑ Tujuan utama dalam desain grafis dari grid ini untuk menciptakan suatu rancangan
yang mudah dipahami oleh masyarakat dan memuaskan dari segi keindahannya.
The Golden Selection
➢ The Golden Selection menjadi dasar pembuatan ukuran kertas dan biasa digunakan
juga untuk menyusun keseimbangan sebuah desain.

➢ Biasanya deret ini memiliki rasio 8 : 13 yang sering dipakai dalam pengukuran
bangunan, arsitektur, karya seni, dan lainnya.

➢ Deret bilangan yang digunakan: 0, 1, 1, 2, 3, 5, 8, 13, 21, 34, 55, 89, 144, 233,…
The Symetrical Grid
❖ Dalam grid yang satu ini, halaman sebelah kanan akan terbalik persis dengan
bayangan cermin halaman sebelah kiri, hal ini memberikan dua margin yang sama
baik luar maupun dalam. Biasanya margin luar lebih lebar daripada margin dalam.

❖ Jan Tschichold (1902-1974) seorang typographeryang merintis layout klasik berasal


dari Jerman, ia membuat layout ini dengan didasari ukuran halaman dengan
proporsi 2:3.
Poster Layout Guideline
Fonts and Sizing
➢ Titles: 48 point or larger.
➢ Section Titles: 24 to 36 point.
➢ General Text: 12 to 24 point.
➢ Graphic Labels: 10 to 14 point.
➢ Text in figures should also be large.
➢ Title can be up to two inches tall.
Color Guidelines
➢ Use colors that relate to and enhance your message.
➢ Use light text on dark backgrounds.
➢ Use dark text on light backgrounds.
➢ Stick to a theme of 2-3 colors, if possible.
➢ Overly bright colors will attract attention, but wear out readers' eyes.
➢ Beware of complimentary colors such as red & green. These are often very hard to
read if used side by side.

Anda mungkin juga menyukai