Kemiskinan perkotaan adalah contoh masalah sosial, yang khusus terkait dengan kondisi ekonomi
di kota-kota besar. Ini sering kali disebabkan oleh lonjakan harga tanah, biaya hidup yang tinggi,
dan persaingan sengit untuk pekerjaan. Ketidaksetaraan dalam distribusi kekayaan, juga menjadi
faktor penting dalam masalah ini. Kelompok masyarakat yang terpinggirkan, seperti tunawisma,
seringkali berjuang untuk mencari tempat tinggal yang layak dan pekerjaan yang stabil.
Kemiskinan perkotaan dapat mengarah pada masalah kesehatan, kurangnya akses terhadap
pendidikan yang berkualitas, dan peningkatan angka kriminalitas.
[Link] Merokok Bagi Perempuan Lebih Tinggi
Jumlah perokok Indonesia sekitar 60 juta dan jumlah perokok perempuan di perkirakan 2,1 juta.
Sejauh ini memang lebih banyak pria, tapi tiap tahun jumlah perokok wanita terus
[Link] jumlah perokok perempuan pada tahun 2001 adalah 1,3persen dan naik
menjadi 4,5 persen pada tahun 2004, menurut Survei Sosial Ekonomi Nasional 2004 dalam Fakta
Tembakau Indonesia. Tahun ini diperkirakan 5 persen perempuan di Indonesia yang merokok.
Selain menjadi perokok aktif, ternyata jauh lebih banyak wanita yang menjadi perokok pasif.
Diperkirakan 65,6 juta wanita dan 43 juta anak-anak di Indonsia terpapar asap rokok. Hal ini
terjadi karena 91 persen perokok merokok di rumah, tidak jauh dari istridan anak-anak. Padahal,
bahaya perokok pasif sama dengan perokokaktif.
Seorang wanita akan menjadi calon ibu. Bayi yang lahir dari ibu perokok beresiko mengalami cacat
janin, berat badan lahir rendah, bahkan gangguan jiwa. Rokok mengandung ribuan racun yang
dapat mengancam keselamatan janin, karena itu ibu yang merokok saat hamil sama dengan
meracuni janin dengan [Link] menunjukkan, wanita perokok yang menggunakan pil KB
beresiko terkena serangan jantung, stroke, dan penyumbatan pembuluh darah 10 kali lebih besar
dari yang bukan perokok.