0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
18 tayangan17 halaman

Uraian Tugas Dinas Daerah Poso

Dokumen tersebut merupakan peraturan bupati Poso tentang uraian tugas, fungsi, dan tata kerja dinas-dinas di Kabupaten Poso. Dokumen tersebut menjelaskan tugas dan fungsi 13 dinas diantaranya Dinas Pendidikan, Kesehatan, Sosial, PU, Perumahan, dan juga menjelaskan tugas unit pelaksana teknis dinas serta kelompok jabatan fungsional.

Diunggah oleh

Dinas Sosial
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
18 tayangan17 halaman

Uraian Tugas Dinas Daerah Poso

Dokumen tersebut merupakan peraturan bupati Poso tentang uraian tugas, fungsi, dan tata kerja dinas-dinas di Kabupaten Poso. Dokumen tersebut menjelaskan tugas dan fungsi 13 dinas diantaranya Dinas Pendidikan, Kesehatan, Sosial, PU, Perumahan, dan juga menjelaskan tugas unit pelaksana teknis dinas serta kelompok jabatan fungsional.

Diunggah oleh

Dinas Sosial
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

BUPATI POSO

PERATURAN BUPATI POSO


NOMOR 46 TAHUN 2016

TENTANG
URAIAN TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA
DINAS DAERAH

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

BUPATI POSO,

Menimbang : a. bahwa untuk melaksanakan Pasal 8 Peraturan Daerah


Nomor 13 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan
Perangkat Daerah perlu menetapkan Peraturan Bupati
tentang Uraian Tugas, Fungsi dan Tata Kerja Dinas.

Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 29 Tahun 1959 tentang


Pembentukan Daerah Tingkat II di Sulawesi (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 1959 Nomor 74, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 1822) ;
2. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang
Pemerintahan Daerah ( Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 244, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 5587); sebagaiamana telah di ubah, terakhir dengan
Undang-undang Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan
Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang
Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2015 Nomor 58, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 5679);
3. Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang
Perangkat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2016 Nomor 114, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 5887).
4. Peraturan Daerah Nomor 12 Tahun 2016 tentang Urusan
Pemerintah Daerah Kabupaten Poso Struktur Dinas Daerah
Kabupaten Poso (Lembaran Daerah Kabupaten Poso Tahun
2016 Nomor 12, Tambahan Lembaran Daerah Kabupaten
Poso Nomor 7011).
5. Peraturan Daerah Nomor 13 Tahun 2016 tentang
Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah (Lembaran
Daerah Kabupaten Poso Tahun 2016 Nomor 13, Tambahan
Lembaran Daerah Kabupaten Poso Nomor 7111).

1
MEMUTUSKAN :

Menetapkan : PERATURAN BUPATI TENTANG URAIAN TUGAS FUNGSI DAN


TATA KERJA DINAS DAERAH.

BAB I
KETENTUAN UMUM

Pasal 1

Dalam Peraturan Bupati ini yang dimaksud dengan :


1. Daerah adalah Kabupaten Poso.
2. Pemerintah Daerah adalah Bupati dan Perangkat Daerah
sebagai unsur penyelenggara Pemerintahan Daerah;
3. Bupati adalah Bupati Poso.
4. Dinas adalah Dinas Daerah Kabupaten Poso.
5. Kepala Dinas, adalah Kepala Dinas, di Lingkungan
Pemerintah Kabupaten Poso.
6. Sekretaris adalah Sekretaris Dinas, dilingkungan Pemerintah
Kabupaten Poso.
7. Jabatan Struktural adalah Kedudukan yang menunjukan
tugas, tanggungjawab, wewenang dan hak seseorang Pegawai
Negeri Sipil dalam rangka memimpin Satuan Organisasi
Negara.
8. Kelompok Jabatan Fungsional adalah Kelompok Pegawai
Negeri Sipil yang diberi hak dan wewenang secara penuh oleh
Pejabat yang berwenang sesuai dengan keahliannya masing-
masing.

BAB II

PENETAPAN URAIAN TUGAS FUNGSI DAN


TATA KERJA DINAS DAERAH

Pasal 2

Dengan Peraturan Bupati ini ditetapkan uraian tugas fungsi dan


tata kerja dinas daerah :
a. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan;
b. Dinas Kesehatan;
c. Dinas Sosial;
d. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang;
e. Dinas Perumahan Kawasan Permukiman;
f. Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran;
g. Dinas Perhubungan;
h. Dinas Koperasi, UMKM, dan Perdagangan;
i. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil;
j. Dinas Pengendalian Penduduk dan KB;
k. Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak;
l. Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi;
m. Dinas Ketahanan Pangan;
n. Dinas Lingkungan Hidup;
o. Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa;
p. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu;

2
Bagian Ketujuh
Unit Pelaksana Tehnis Dinas (UPTD)

Pasal 47

Kepala unit pelaksana teknis dinas mempunyai tugas


melaksanakan tugas kepala dinas kesehatan, di tingkat
pelaksanaan teknis operasional di lapangan, berdasarkan
kebijakan yang ditetapkan oleh kepala dinas dan
mempertanggungjawabkannya kepada kepala dinas kesehatan
sesuai bidang masing-masing.

Bagian Kedelapan
Kelompok Jabatan Fungsional

Pasal 48

Uraian tugas dan fungsi kelompok jabatan fungsional ditetapkan


dengan ketentuan peraturan-perundang-undangan yang berlaku
menurut jenis dan jenjang jabatan fungsional.

BAB V
DINAS SOSIAL KABUPATEN POSO

Bagian Kesatu
DINAS SOSIAL

Pasal 49

(1) Dinas mempunyai tugas membantu Bupati melaksanakan


urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah dan
tugas pembantuan yang ditugaskan kepada daerah
Kabupaten.
(2) Dalam menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud
pada ayat (1), Dinas mempunyai fungsi :
a. perumusan kebijakan di bidang pemberdayaan sosial,
bidang rehabilitasi sosial, bidang perlindungan dan
jaminan sosial, dan bidang penanganan fakir miskin;
b. pelaksanaan kebijakan di bidang pemberdayaan sosial,
bidang rehabilitasi sosial, bidang perlindungan dan
jaminan sosial, dan bidang penanganan fakir miskin;
c. pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang
pemberdayaan sosial, bidang rehabilitasi sosial, bidang
perlindungan dan jaminan sosial, dan bidang penanganan
fakir miskin;
d. pelaksanaan administrasi dinas di bidang pemberdayaan
sosial, bidang rehabilitasi sosial, bidang perlindungan dan
jaminan sosial, dan bidang penanganan fakir miskin; dan
e. pelaksanaan fungsi lain yang di berikan oleh Bupati
terkait dengan tugas dan fungsinya.

37
Bagian Kedua
SEKRETARIS

Pasal 50

(1) Sekretaris mempunyai tugas membantu kepala dinas


melaksanakan urusan pengelolaan administrasi dan
perencanaan program, pengelolaan keuangan, asset,
pengelolaan umum dan kepegawaian di lingkungan dinas.
(2) Dalam menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud
pada ayat (1), sekretaris mempunyai fungsi:
a. penyiapan bahan perumusan kebijaksan rencana kerja,
pengelolaan administrasi keuangan dan asset dan
pengelolaan administrasi umum dan kepegawaian;
b. penyiapan bahan pengkoordinasian perumusan rencana
kerja, pengelolaan keuangan dan asset, dan pengelolaan
umum dan kepegawaian;
c. penyiapan bahan pembinaan teknis operasional
pelayanan administrasi keuangan dan asset, umum,
kepegawaian dan rumah tangga;
d. pelaksanaan urusan penyusunan rencana pengelolaan
keuangan dan asset, umum, kepegawaian, dan rumah
tangga;
e. pelaksanaan pengendalian dan pemantauan
penyelenggaraan urusan pengelolaan keuangan dan
asset, umum, kepegawaian, dan rumah tangga;
f. penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan
urusan kesekretariatan; dan
g. pelaksanaan fungsi lain yang di berikan oleh kepala
dinas terkait dengan tugas dan fungsinya

Paragraf 1
Sub Bagian Perencanaan Program

Pasal 51

(1) Sub bagian perencanaan program mempunyai tugas


melaksanakan pembinaan teknis pengumpulan data,
identifikasi, analisis, pengolahan dan penyajian informasi
dalam rangka penyiapan bahan penyusunan perencanaan,
dan melakukan penyiapan bahan monitoing, evaluasi dan
pelaporan.
(2) Dalam menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud
pada ayat (1), sub bagian perencanaan Program mempunyai
fungsi:
a. melaksanakan pengelolaan administrasi dan penyusunan
program kerja sub bagian perencanaan program;
b. melaksanakan penghimpunan peraturan perundang-
undangan, pedoman, petunjuk teknis pelaksanaan
penyusunan rencana program, monitoring, evaluasi dan
pelaporan;
c. melaksanakan penyiapan bahan koordinasi pelaksanaan
kegiatan perencanaan program dengan pihak dan unit
terkait;

38
d. melaksanakan pembinaan dan petunjuk teknis
pelaksanaan kegiatan penyusunan rencana kerja yang
meliputi pengumpulan data, identifikasi, analisis,
pengolahan dan penyajian informasi;
e. melaksanakan penyiapan tugas teknis pengumpulan
data, identifikasi, analisis, pengolahan dan penyajian
informasi;
f. memfasilitasi tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan;
g. melaksanakan penyiapan laporan seluruh proses
perencanaan program;
h. melaksanakan penyusunan lakip di lingkungan instansi
terkait;
i. melaksanakan penyiapan bahan monitoring, evaluasi dan
pelaporan pelaksanaan rencana kerja di lingkungan sub
bagian perencanaan program;
j. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh pimpinan.

Paragraf 2
Sub Bagian Keuangan dan Aset

Pasal 52

(1) Sub bagian keuangan dan asset mempunyai tugas


melaksanakan pembinaan teknis administrasi dan
pengelolaan keuangan dan asset;
(2) Dalam menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud
pada ayat (1), sub bagian keuangan dan aset mempunyai
fungsi:
a. Melaksanakan pengelolaan administrasi dan penyusunan
program kerja sub bagian keuangan dan asset;
b. penghimpunan peraturan perundang-undangan,
pedoman, petunjuk teknis dn petunjuk pelaksanaan
pengelolaan keuangan dan asset;
c. melaksanakan penyiapan bahan koordinasi pelaksanaan
kegiatan perencanaan program dengan pihak dan unit
terkait;
d. melaksanakan pembinaan teknis pelaksanaan kegiatan
pengelolaan keuangan dan asset;
e. melakukan urusan perbendaharaan, serta verifikasi dan
administrasi pengelolaan keuangan dan asset;
f. mengelola tata usaha keuangan dan asset serta
penyiapan pembayaran gaji pegawai;
g. menyiapkan bahan koordinasi pengelolaan keuangan dan
asset;
h. melakukan evaluasi terhadap kegiatan pengelolaan
keuangan dan asset;
i. melaksanakan penyiapan bahan monitoring, evaluasi dan
pelaporan pelaksanaan pengelolaan keuangan dan asset
di lingkungan sub bagian keuangan dan asset;
j. melaksanakan tugas lain yang di berikan oleh pimpinan.

39
Paragraf 3
Sub Bagian Umum dan Kepegawaian

Pasal 53

(1) Sub bagian umum dan kepegawaian mempunyai tugas


melaksanakan pembinaan teknis urusan pengelolaan
urusan kepegawaian, rumah tangga dan surat menyurat.
(2) Dalam menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud
pada ayat (1), sub bagian umum dan kepegawaian
mempunyai fungsi:
a. melaksanakan pengelolaan administrasi dan penyusunan
program kerja sub bagian umum dan kepegawaian;
b. menghimpun peraturan perundang-undangan, pedoman,
petunjuk teknis dan petunjuk pelaksanaan pengelolaan
urusan umum dan kepegawaian;
c. melaksanakan teknis pengumpulan data dan
menyiapkan bahan usul kenaikan pangkat dan kenaikan
gaji berkala, impassing ligkungan dinas;
d. melaksanakan daftar urut kepegawaian (DUK);
e. melaksanakan penyiapan bahan dan mengelola surat
masuk dan surat keluar;
f. melaksanakan penyiapan rapat pertemuan;
g. melaksanakan urusan rumah tangga, kebersihan dan
keamanan lingkungan kantor;
h. melaksanakan penyiapan penerimaan tamu dan
menyiapkan pelaksanaan upacara, rapat pertemuan;
i. menyiapkan bahan koordinasi pengelolaan urusan
umum dan kepegawaian; dan
j. menyiapkan bahan dan data serta menyusun dan
menyampaikan laporan pelaksanaan tugas sub bagian
umum dan kepegawaian; dan
k. melaksanakan tugas lain yang di berikan oleh pimpinan

Bagian Ketiga
BIDANG PEMBERDAYAAN SOSIAL

Pasal 54

(1) Bidang Pemberdayaan Sosial mempunyai tugas membantu


Kepala Dinas Sosial dalam melaksanakan kegiatan
pemberdayaan perorangan, keluarga dan komunitas adat
terpencil, pemberdayaan sosial, kelembagaan dan
penerbitan izin pengumpulan sumbangan serta
kepahlawanan dan restorasi.
(2) Dalam menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud
pada ayat (1), bidang pemberdayaan sosial mempunyai
fungsi:
a. penyiapan bahan perumusan kebijakan urusan
pemberdayaan perorangan, keluarga dan komunitas adat
terpencil, pemberdayaan sosial, kelembagaan
masyarakat dan penerbitan izin pengumpulan
sumbangan serta kepahlawanan dan restorasi;

40
b. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan urusan
pemberdayaan perorangan, keluarga dan komunitas adat
terpencil, pemberdayaan sosial, kelembagaan
masyarakat dan penerbitan izin pengumpulan
sumbangan serta kepahlawanan dan restorasi;
c. penyiapan bahan pengoordinasian urusan
pemberdayaan perorangan, keluarga dan komunitas adat
terpencil, pemberdayaan social, kelembagaan
masyarakat dan penerbitan izin pengumpulan
sumbangan serta kepahlawanan dan restorasi;
d. pelaksanaan kebijakan tehnis, fasilitasi, koordinasi,
serta pemantauan dan evaluasi pemberdayaan social
perorangan, keluarga dan kelembagaan masyarakat;
e. pelaksanaan kebijakan tehnis, fasilitasi, koordinasi,
serta pemantauan dan evaluasi pemberdayaan social
komunitas adat terpencil;
f. pelaksanaan kebijakan tehnis, fasilitasi, koordinasi,
serta pemantauan dan evaluasi pemberdayaan social
kepahlawanan, keperintisan, kesetiakawanan, dan
restorasi sosial;
g. pelaksanaan kebijakan tehnis, fasilitasi, koordinasi,
serta pemantauan dan evaluasi pemberdayaan social
pengelolaan sumber dana bantuan sosial; dan
h. pelaksanaan norma, standar, prosedur, dan kriteria di
bidang pemberdayaan sosial.
i. Pemantauan dan evaluasi penyelenggaraan urusan
pemberdayaan perorangan, keluarga dan komunitas adat
terpencil, pemberdayaan social, kelembagaan
masyarakat dan penerbitan izin pengumpulan
sumbangan serta kepahlawanan dan restorasi; dan
j. penyiapan bahan dan data serta menyusun dan
menyampaikan bahan laporan pelaksanaan tugas
urusan pemberdayaan perorangan, keluarga dan
komunitas adat terpencil, pemberdayaan social,
kelembagaan masyarakat dan penerbitan izin
pengumpulan sumbangan serta kepahlawanan dan
restorasi.

Paragraf 1
Seksi Pemberdayaan Perorangan, Keluarga dan
Komunitas Adat Terpencil (KAT)

Pasal 55

(1) Seksi Pemberdayaan Perorangan, Keluarga dan Komunitas


Adat Terpencil (KAT) mempunyai tugas dalam
melaksanakan pemberdayaan perorangan, keluarga dan
komunitas adat terpencil (KAT).
(2) Dalam menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud
pada ayat (1), seksi pemberdayaan perorangan, keluarga
dan komunitas adat terpencil (KAT) mempunyai fungsi:
a. melaksanakan pengelolaan administrasi dan menyusun
program kerja seksi pemberdayaan perorangan, keluarga
dan komunitas adat terpencil (KAT);

41
b. menghimpun peraturan perundang-undangan, pedoman
dan petunjuk teknis pelaksanaan kegiatan seksi
pemberdayaan perorangan, keluarga dan komunitas adat
terpencil (KAT);
c. melaksanakan penyiapan bahan koordinasi pelaksanaan
kegiatan perencanaan program dengan pihak dan unit
terkait;
d. melaksanakan kebijakan, pelaksanaan bimbingan tehnis
serta pemantauan dan evaluasi pekerja sosial, pekerja
sosial masyarakat, tenaga kesejahteraan kecamatan,
serta tenaga kesejahteraan social dan relawan social
lainnya;
e. melaksanakan kebijakan, bimbingan tehnis, serta
monitoring dan evaluasi pemberdayaan social komunitas
adat terpencil;
f. melaksanakan kebijakan, bimbingan tehnis, serta
monitoring dan evaluasi konsultasi kesejahteraan
keluarga dan unit peduli keluarga;
g. melaksanakan penyiapan bahan dan data, menyusun
dan menyampaikan bahan laporan pelaksanaan tugas
seksi pemberdayaan perorangan, keluarga dan
komunitas adat terpencil (KAT);
h. melaksanakan tugas lain yang di berikan oleh pimpinan
sesuai dengan tugas dan fungsinya.

Paragraf 2
Seksi Pemberdayaan Sosial, Kelembagaan Masyarakat dan
Penerbitan Izin Pengumpulan Sumbangan

Pasal 56

(1) Seksi Pemberdayaan Sosial, Kelembagaan Masyarakat dan


Penerbitan Izin Pengumpulan Sumbangan mempunyai
tugas membina, melaksanakan kebijakan, monitoring dan
evaluasi di bidang pemberdayaan sosial, kelembagaan
masyarakat dan penerbitan izin pengumpulan sumbangan.
(2) Dalam menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud
pada ayat (1), seksi pemberdayaan sosial, kelembagaan
masyarakat dan penerbitan izin pengumpulan sumbangan
mempunyai fungsi:
a. melaksanakan pengelolaan administrasi dan menyusun
program kerja seksi pemberdayaan sosial, kelembagaan
masyarakat dan penerbitan izin pengumpulan
sumbangan;
b. menghimpun peraturan perundang-undangan, pedoman
dan petunjuk teknis pelaksanaan kegiatan seksi
pemberdayaan sosial, kelembagaan masyarakat dan
penerbitan izin pengumpulan sumbangan;
c. melaksanakan penyiapan bahan koordinasi pelaksanaan
kegiatan perencanaan program dengan pihak dan unit
terkait;
d. melaksanakan kebijakan, bimbingan tehnis serta
pemantauan dan evaluasi wahana kesejahteraan sosial
berbasis masyarakat/ pusat kesejahteraan sosial, karang
taruna, dan lembaga kesejahteraan sosial;

42
e. melaksanakan kebijakan, bimbingan tehnis, serta
pemantauan dan evaluasi penerbitan izin pengumpulan
sumbangan;
f. melaksanakan penyiapan bahan dan data, menyusun
dan menyampaikan bahan laporan pelaksanaan tugas
seksi pemberdayaan sosial, kelembagaan masyarakat
dan penerbitan izin pengumpulan sumbangan; dan
g. melaksanakan tugas lain yang di berikan oleh pimpinan
sesuai dengan tugas dan fungsinya.

Paragraf 3
Seksi Kepahlawanan dan Restorasi Sosial

Pasal 57

(1) Seksi Kepahlawanan dan Restorasi Sosial mempunyai tugas


dalam kegiatan pelestarian nilai-nilai kepahlawanan,
keperintisan dan kejuangan nilai-nilai kesetiakawanan dan
restorasi sosial.
(2) Dalam menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud
pada ayat (1), seksi kepahlawanan dan restorasi sosial
mempunyai fungsi :
a. melaksanakan pengelolaan administrasi dan menyusun
program kerja seksi kepahlawanan dan restorasi sosial;
b. menghimpun peraturan perundang-undangan, pedoman
dan petunjuk teknis pelaksanaan kegiatan seksi
kepahlawanan dan restorasi sosial;
c. melaksanakan penyiapan bahan koordinasi pelaksanaan
kegiatan perencanaan program dengan pihak dan unit
terkait;
d. melaksanakan kebijakan, pelaksanaan bimbingan tehnis
serta monitoring dan evaluasi penggalian potensi, nilai
kepahlawanan, keperintisan, kesetiakawanan, dan
restorasi sosial;
e. mengelola taman makam pahlawan nasional daerah;
f. melaksanakan kebijakan, pelaksanaan bimbingan tehnis
serta monitoring dan evaluasi tanggung jawab Dinas
usaha terhadap penyelenggaraan kesejahteraan social;
g. melaksanakan penyiapan bahan dan data, menyusun
dan menyampaikan bahan laporan pelaksanaan tugas
seksi kepahlawanan dan restorasi sosial;dan
h. melaksanakan tugas lain yang di berikan oleh pimpinan
sesuai dengan tugas dan fungsinya.

Bagian Keempat
BIDANG REHABILITASI SOSIAL

Pasal 58

(1). Bidang Rehabilitasi Sosial mempunyai tugas membantu


Kepala Dinas Sosial dalam kegiatan rehabilitasi sosial anak,
lanjut usia, penyandang disabilitas serta rehabilitasi tuna
sosial dan korban perdagangan orang.
(2).Dalam menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud
pada ayat (1), bidang rehabilitasi sosial mempunyai fungsi:

43
a. penyiapan bahan perumusan kebijakan urusan
rehabilitasi social anak dan lanjut usia, rehabilitasi
social penyandang disabilitas dan rehabilitasi sosial tuna
sosial dan korban perdagangan orang;
b. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan urusan
rehabilitasi social anak dan lanjut usia, rehabilitasi
social penyandang disabilitas dan rehabilitasi sosial tuna
sosial dan korban perdagangan orang;
c. penyiapan bahan pengoordinasian urusan rehabilitasi
social anak dan lanjut usia, rehabilitasi social
penyandang disabilitas dan rehabilitasi sosial tuna sosial
dan korban perdagangan orang;
d. pelaksanaan kebijakan tehnis, fasilitasi, koordinasi serta
pemantauan dan evaluasi rehabilitasi sosial anak di luar
panti dan atau lembaga;
e. pelaksanaan kebijakan tehnis, fasilitasi, koordinasi serta
pemantauan dan evaluasi rehabilitasi sosial penyandang
disabilitas di luar panti dan/atau lembaga;
f. pelaksanaan kebijakan tehnis, fasilitasi, koordinasi serta
pemantauan dan evaluasi rehabilitasi sosial tuna sosial
dan korban perdagangan orang diluar panti dan/ atau
lembaga;
g. pelaksanaan kebijakan tehnis, fasilitasi, koordinasi serta
pemantauan dan evaluasi rehabilitasi sosial lanjut usia
di luar panti dan/atau lembaga;
h. pengelolaan data pelayanan social orang dengan
hiv/aids (odha) untuk dikoordinasikan dan dilaporkan
kepada pemerintah daerah provinsi;
i. pengelolaan data pelayanan social korban
penyalagunaan napza untuk dikoordinasikan dan
dilaporkan kepada pemerintah daerah provinsi; dan
j. pelaksanaan norma, standar, prosedur, dan kriteria di
bidang rehabilitasi sosial di luar panti dan/atau
lembaga.

Paragraf 1
Seksi Rehabilitasi Sosial Anak
dan Lanjut Usia

Pasal 59

(1) Seksi Rehabilitasi Sosial Anak dan Lanjut Usia mempunyai


tugas melaksanakan kegiatan dalam pelayanan rehabilitasi
sosial terhadap anak dan lanjut usia.
(2) Dalam menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud
pada ayat (1), seksi rehabilitasi sosial anak dan lanjut usia
mempunyai fungsi:
a. melaksanakan pengelolaan administrasi dan menyusun
program kerja seksi rehabilitasi sosial terhadap anak dan
lanjut usia;
b. menghimpun peraturan perundang-undangan, pedoman
dan petunjuk teknis pelaksanaan kegiatan seksi
rehabilitasi sosial terhadap anak dan lanjut usia;
c. melaksanakan penyiapan bahan koordinasi pelaksanaan
kegiatan perencanaan program dengan pihak dan unit
terkait;

44
d. melaksanakan kebijakan, bimbingan tehnis serta
pemantauan dan evaluasi pelaksanaan pelayanan social
balita terlantar;
e. melaksanakan kebijakan, bimbingan tehnis serta
pemantauan dan evaluasi pelaksanaan rehabilitasi social
anak terlantar;
f. melaksanakan kebijakan, bimbingan tehnis serta
pemantauan dan evaluasi pelaksanaan rehabilitasi social
anak berhadapan dengan hukum;
g. melaksanakan kebijakan, bimbingan tehnis serta
pemantauan dan evaluasi pelaksanaan rehabilitasi sosial
anak yang memerlukan perlindungan khusus;
h. melaksanakan kebijakan, bimbingan tehnis serta
supervisi, pemantauan, evaluasi dan pelaporan
pelaksanaan rehabilitasi social lanjut usia; dan
i. melaksanakan tugas lain yang di berikan oleh pimpinan
sesuai dengan tugas dan fungsinya.

Paragraf 2
Seksi Rehabilitas Sosial Penyandang Disabilitas

Pasal 60

(1) Seksi Rehabilitas Sosial Penyandang Disabilitas mempunyai


tugas pokok dalam melaksanakan kegiatan rehabilitasi
sosial dan penyandang disabilitas.
(2) Dalam menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud
pada ayat (1), seksi rehabilitas sosial penyandang disabilitas
mempunyai fungsi:
a. melaksanakan pengelolaan administrasi dan menyusun
program kerja seksi rehabilitasi sosial penyandang
disabilitas;
b. menghimpun peraturan perundang-undangan, pedoman
dan petunjuk teknis pelaksanaan kegiatan seksi
rehabilitasi sosial penyandang disabilitas;
c. melaksanakan penyiapan bahan koordinasi pelaksanaan
kegiatan perencanaan program dengan pihak dan unit
terkait;
d. melaksanakan kebijakan, bimbingan tehnis, serta
supervise, evaluasi dan pelaporan rehabilitasi sosial
penyandang disabilitas fisik dan sensorik;
e. melaksanakan kebijakan, bimbingan tehnis, serta
supervise, evaluasi dan pelaporan rehabilitasi sosial
penyandang disabilitas mental dan intelektual;
f. melaksanakan kebijakan, bimbingan tehnis,
pemantauan dan evaluasi pelaksanaan rehabilitasi
sosial penyandang disabilitas; dan
g. melaksanakan tugas lain yang di berikan oleh pimpinan
sesuai dengan tugas dan fungsinya.

45
Paragraf 3
Seksi Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial
dan Korban Perdagangan Orang

Pasal 61

(1) Seksi Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial dan Korban


Perdagangan Orang mempunyai tugas pokok melaksanakan
kegiatan rehabilitasi social tuna social dan korban
perdagangan orang.
(2) Dalam menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud
pada ayat (1), seksi rehabilitasi sosial tuna sosial dan
korban perdagangan orang mempunyai fungsi:
a. melaksanakan pengelolaan administrasi dan menyusun
program kerja seksi rehabilitasi sosial tuna sosial dan
korban perdagangan orang;
b. menghimpun peraturan perundang-undangan, pedoman
dan petunjuk teknis pelaksanaan kegiatan seksi
rehabilitasi sosial tuna sosial dan korban perdagangan
orang;
c. melaksanakan penyiapan bahan koordinasi pelaksanaan
kegiatan perencanaan program dengan pihak dan unit
terkait;
d. melaksanakan kebijakan, bimbingan tehnis, serta
supervise, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan
rehabilitasi gelandangan, pengemis, bekas warga binaan
lembaga pemasyarakatan, serta korban perdagangan
orang dan korban tindak kekerasan di luar panti
dan/atau lembaga;
e. melaksanakan kebijakan, bimbingan tehnis, serta
supervise, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan
kebijakan di bidang rehabilitasi sosial eks tuna sosial di
luar panti dan/atau lembaga;
f. mengelola data pelayanan sosial Orang Dengan
HIV/AIDS (ODHA) untuk dikoordinasikan dan
dilaporkan kepada pemerintah daerah provinsi;
g. mengelola data pelayanan sosial korban penyalagunaan
NAPZA untuk dikoordinasikan dan dilaporkan kepada
pemerintah daerah provinsi;
h. melaksanakan kebijakan, bimbingan tehnis, serta
pemantauan dan evaluasi pelaksanaan pengembangan
kelembagaan rehabilitasi social tuna sosial dan korban
perdagangan orang di luar panti dan/atau lembaga; dan
i. melaksanakan tugas lain yang di berikan oleh pimpinan
sesuai dengan tugas dan fungsinya.

Bagian Kelima
BIDANG PERLINDUNGAN DAN JAMINAN SOSIAL

Pasal 62

(1) Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial mempunyai tugas


membantu Kepala Dinas dalam melaksanakan kegiatan
perlindungan dan jaminan sosial korban bencana alam,
sosial dan keluarga.

46
(2) Dalam menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud
pada ayat (1), bidang perlindungan dan jaminan sosial
mempunyai fungsi:
a. penyiapan bahan perumusan kebijakan urusan
perlindungan social korban bencana alam, perlindungan
sosial korban bencana social dan jaminan sosial
keluarga;
b. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan urusan
perlindungan social korban bencana alam, perlindungan
sosial korban bencana social dan jaminan sosial
keluarga;
c. penyiapan bahan pengoordinasian urusan perlindungan
sosial korban bencana alam, perlindungan social korban
bencana social dan jaminan sosial keluarga;
d. pelaksanaan kebijakan tehnis, fasilitasi, koordinasi serta
pemantauan dan evaluasi perlindungan sosial bencana
alam;
e. pelaksanaan kebijakan tehnis, fasilitasi, koordinasi serta
pemantauan dan evaluasi perlindungan sosial bencana
sosial;
f. pelaksanaan kebijakan tehnis, fasilitasi, koordinasi serta
pemantauan dan evaluasi jaminan sosial keluarga; dan
g. pelaksanaan norma, standar, prosedur, dan kriteria
bidang perlindungan dan jaminan sosial;

Paragraf 1
Seksi Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam

Pasal 63

(1) Seksi Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam


mempunyai tugas pokok melaksanakan bantuan
perlindungan sosial korban bencana alam.
(2) Dalam menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud
pada ayat (1), seksi perlindungan sosial korban bencana
alam mempunyai fungsi:
a. melaksanakan pengelolaan administrasi dan menyusun
program kerja seksi perlindungan sosial korban bencana
alam;
b. menghimpun peraturan perundang-undangan, pedoman
dan petunjuk teknis pelaksanaan kegiatan seksi
perlindungan sosial korban bencana alam;
c. melaksanakan penyiapan bahan koordinasi pelaksanaan
kegiatan perencanaan program dengan pihak dan unit
terkait;
d. melaksanakan kebijakan, bimbingan tehnis, serta
supervisi, evaluasi, dan pelaporan pelaksanaan
kesiapsiagaan dan mitigasi;
e. melaksanakan kebijakan, bimbingan tehnis, serta
supervisi, evaluasi, dan pelaporan pelaksanaan
penanganan korban bencana alam, pemulihan dan
penguatan sosial;

47
f. melaksanakan kebijakan, bimbingan tehnis, serta
supervise, evaluasi, dan pelaporan pelaksanaan
kemitraan, pengelolaan logistik, penyediaan kebutuhan
dasar, dan pemulihan trauma bagi korban bencana alam;
dan
g. melaksanakan tugas lain yang di berikan oleh pimpinan
sesuai dengan tugas dan fungsinya.

Paragraf 2
Seksi Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial

Pasal 64

(1) Seksi Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial


mempunyai tugas dalam melaksanakan perlindungan sosial
korban bencana sosial.
(2) Dalam menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud
pada ayat (1), seksi perlindungan sosial korban bencana
social mempunyai fungsi:
a. melaksanakan pengelolaan administrasi dan menyusun
program kerja seksi perlindungan sosial korban bencana
sosial;
b. menghimpun peraturan perundang-undangan, pedoman
dan petunjuk teknis pelaksanaan kegiatan seksi
perlindungan sosial korban bencana sosial;
c. melaksanakan penyiapan bahan koordinasi pelaksanaan
kegiatan perencanaan program dengan pihak dan unit
terkait;
d. melaksanakan kebijakan, bimbingan tehnis, serta
supervisi, evaluasi, dan pelaporan pelaksanaan
pencegahan, penanganan korban bencana sosial, politik,
dan ekonomi;
e. melaksanakan kebijakan, bimbingan tehnis, serta
supervisi, evaluasi, dan pelaporan pelaksanaan
pemulihan sosial dan reintegrasi sosial;
f. melaksanakan kebijakan, bimbingan tehnis, serta
supervise, evaluasi, dan pelaporan pelaksanaan
penyediaan kebutuhan dasar dan pemulihan trauma
bagi korban bencana sosial; dan
g. melaksanakan tugas lain yang di berikan oleh pimpinan
sesuai dengan tugas dan fungsinya.

Paragraf 3
Seksi Jaminan Sosial Keluarga

Pasal 65

(1) Seksi Jaminan Sosial Keluarga mempunyai tugas pokok


dalam melaksanakan kegiatan bantuan jaminan sosial
keluarga.
(2) Dalam menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud
pada ayat (1), seksi jaminan sosial keluarga mempunyai
fungsi:
a. melaksanakan pengelolaan administrasi dan menyusun
program kerja seksi jaminan sosial keluarga;

48
b. menghimpun peraturan perundang-undangan, pedoman
dan petunjuk teknis pelaksanaan kegiatan seksi jaminan
sosial keluarga;
c. melaksanakan penyiapan bahan koordinasi pelaksanaan
kegiatan perencanaan program dengan pihak dan unit
terkait;
d. melaksanakan kebijakan, bimbingan tehnis, serta
supervise, evaluasi, dan pelaporan pelaksanaan seleksi,
verifikasi, validasi, terminasi, dan kemitraan jaminan
sosial keluarga;
e. melaksanakan kebijakan, bimbingan tehnis, serta
supervisi, evaluasi, dan pelaporan pelaksanaan
penyeluran bantuan dan pendampingan jaminan sosial
keluarga; dan
f. melaksanakan tugas lain yang di berikan oleh pimpinan
sesuai dengan tugas dan fungsinya.

Bagian Keenam
BIDANG PENANGANAN FAKIR MISKIN

Pasal 66

(1) Bidang Penanganan Fakir Miskin mempunyai tugas


membantu Kepala Dinas Sosial dalam melaksanakan
identifikasi dan penguatan kapasitas, pendampingan dan
pemberdayaan, pengolahan dan penyaluran bantuan
stimulan serta penataan lingkungan sosial di bidang
penanganan fakir miskin.
(2) Dalam menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud
pada ayat (1), bidang penanganan fakir miskin mempunyai
fungsi:
a. penyiapan bahan perumusan kebijakan urusan
identifikasi dan penguatan kapasitas, pendampingan dan
pemberdayaan dan pengelolaan dan penyaluran bantuan
stimulan serta penataan lingkungan sosial;
b. penyiapan bahan pelaksanaan kebijakan urusan
identifikasi dan penguatan kapasitas, pendampingan dan
pemberdayaan dan pengelolaan dan penyaluran bantuan
stimulan serta penataan lingkungan sosial;
c. penyiapan bahan pengoordinasian urusan identifikasi
dan penguatan kapasitas, pendampingan dan
pemberdayaan dan pengelolaan dan penyaluran bantuan
stimulan serta penataan lingkungan sosial;
d. pelaksanaan kebijakan, fasilitasi, koordinasi, monitoring
dan evaluasi penanganan fakir miskin perdesaan;
e. pelaksanaan kebijakan, fasilitasi, koordinasi, monitoring
dan evaluasi penanganan fakir miskin perkotaan;
f. pelaksanaan kebijakan, fasilitasi, koordinasi, monitoring
dan evaluasi penanganan fakir miskin pesisir, pulau-
pulau kecil dan perbatasan antar negara;
g. pelaksanaan verifikasi dan validasi fakir miskin cakupan
kabupaten/kota; dan
h. pelaksanaan norma, standar, prosedur, dan kriteria di
bidang penanganan fakir miskin.

49
Paragraf 1
Seksi Identifikasi dan Penguatan Kapasitas

Pasal 67

(1) Seksi Identifikasi dan Penguatan Kapasitas mempunyai


tugas pokok melaksanakan kegiatan dalam identifikasi dan
penguatan Kapasitas.
(2) Dalam menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud
pada ayat (1), seksi identifikasi dan penguatan kapasitas
mempunyai fungsi :
a. melaksanakan pengelolaan administrasi dan menyusun
program kerja seksi identifikasi dan penguatan
kapasitas;
b. menghimpun peraturan perundang-undangan, pedoman
dan petunjuk teknis pelaksanaan kegiatan seksi
identifikasi dan penguatan kapasitas;
c. melaksanakan penyiapan bahan koordinasi pelaksanaan
kegiatan perencanaan program dengan pihak dan unit
terkait;
d. melaksanakan verifikasi dan validasi fakir miskin
cakupan daerah;
e. melaksanakan kebijakan, bimbingan tehnis, serta
supervise, monitoring dan evaluasi, dan pelaporan
pelaksanan identifikasi dan pemetaan serta penguatan
kapasitas; dan
f. melaksanakan tugas lain yang di berikan oleh pimpinan
sesuai dengan tugas dan fungsinya.

Paragraf 2
Seksi Pendampingan dan Pemberdayaan

Pasal 68

(1) Seksi Pendampingan dan Pemberdayaan mempunyai tugas


melaksanakan kegiatan bantuan dalam Pendampingan dan
Pemberdayaan.
(2) Dalam menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud
pada ayat (1), seksi pendampingan dan pemberdayaan
mempunyai fungsi :
a. melaksanakan pengelolaan administrasi dan menyusun
program kerja seksi pendampingan dan pemberdayaan;
b. menghimpun peraturan perundang-undangan,
pedoman dan petunjuk teknis pelaksanaan kegiatan
seksi pendampingan dan pemberdayaan;
c. melaksanakan penyiapan bahan koordinasi
pelaksanaan kegiatan perencanaan program dengan
pihak dan unit terkait;
d. melaksanakan kebijakan, bimbingan tehnis, serta
supervise, monitoring dan evaluasi, dan pelaporan
pelaksanan pendampingan;
e. melaksanakan kebijakan, bimbingan tehnis, serta
supervise, monitoring dan evaluasi, dan pelaporan
pelaksanan pemberdayaan; dan
f. melaksanakan tugas lain yang di berikan oleh pimpinan
sesuai dengan tugas dan fungsinya.

50
Paragraf 3
Seksi Pengelolaan dan Penyaluran Bantuan Stimulan, Serta
Penataan Lingkungan Sosial

Pasal 69

(1) Seksi Pengelolaan dan Penyaluran Bantuan Stimulan, serta


Penataan Lingkungan Sosial mempunyai tugas pokok
melaksanakan kegiatan bantuan Pengelolaan dan
Penyaluran Bantuan Stimulan, serta Penataan Lingkungan
Sosial.
(2) Dalam menyelenggarakan tugas sebagaimana dimaksud
pada ayat (1), seksi pengelolaan dan penyaluran bantuan
stimulan, serta penataan lingkungan sosial mempunyai
fungsi:
a. melaksanakan pengelolaan administrasi dan menyusun
program kerja seksi pengelolaan dan penyaluran bantuan
stimulan, serta penataan lingkungan sosial;
b. menghimpun peraturan perundang-undangan, pedoman
dan petunjuk teknis pelaksanaan kegiatan seksi
pengelolaan dan penyaluran bantuan stimulan, serta
penataan lingkungan sosial;
c. melaksanakan penyiapan bahan koordinasi pelaksanaan
kegiatan perencanaan program dengan pihak dan unit
terkait;
d. melaksanakan kebijakan, bimbingan tehnis, serta
supervise, monitoring dan evaluasi, dan pelaporan
pelaksanan bantuan stimulan;
e. melaksanakan kebijakan, bimbingan tehnis, serta
supervisi, monitoring dan evaluasi, dan pelaporan
pelaksanan penataan Lingkungan Sosial; dan
f. melaksanakan tugas lain yang di berikan oleh pimpinan
sesuai dengan tugas dan fungsinya.

Bagian Ketujuh
Unit Pelaksana Tehnis Dinas (UPTD)

Pasal 70

Kepala Unit Pelaksana Tugas Dinas (UPTD) mempunyai tugas


pokok melaksanakan tugas pokok Kepala Dinas Sosial, di
tingkat pelaksanaan tehnis operasional di lapangan,
berdasarkan kebijakan yang ditetapkan oleh Kepala Dinas dan
mempertanggungjawabkannya kepada Kepala Dinas Sosial
sesuai bidang masing-masing.

Bagian Kedelapan
Kelompok Jabatan Fungsional

Pasal 71

Uraian Tugas Pokok dan Fungsi Kelompok Jabatan Fungsional


ditetapkan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan
yang berlaku menurut jenis dan jenjang jabatan fungsional.

51

Anda mungkin juga menyukai