0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan8 halaman

Mengendalikan LED dengan Pushbutton Arduino

Dokumen tersebut membahas tentang penggunaan switch atau tombol untuk mengontrol LED menyala dan padam menggunakan Arduino. Secara spesifik, dokumen menjelaskan bagaimana menjadikan pin Arduino sebagai input dan output untuk mendeteksi tekanan tombol dan mengontrol LED, serta memberikan contoh kode program untuk mengontrol hidup matinya tujuh buah LED dengan dua buah tombol.

Diunggah oleh

Inezya
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan8 halaman

Mengendalikan LED dengan Pushbutton Arduino

Dokumen tersebut membahas tentang penggunaan switch atau tombol untuk mengontrol LED menyala dan padam menggunakan Arduino. Secara spesifik, dokumen menjelaskan bagaimana menjadikan pin Arduino sebagai input dan output untuk mendeteksi tekanan tombol dan mengontrol LED, serta memberikan contoh kode program untuk mengontrol hidup matinya tujuh buah LED dengan dua buah tombol.

Diunggah oleh

Inezya
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Switch atau saklar merupakan komponen elektronika yang dimana dapat


mengalirkan atau memutuskan arus yang mengalir dalam suatu rangkaian
dengan prinsip mengalihkan satu konduktor ke konduktor lainnya.
Mekanismenya yaitu dioperasikan secara langsung oleh operator untuk
mengendalikan sirkuit misalnya saklar lampu tidur atau tombol keyboard
pada personal Computer, dapat juga dioperasikan oleh beberapa sensor antara
lain sensor tekanan, suhu dan lain sebagainya.
Meskipun saklar termasuk kedalam golongan komponen yang sederhana,
namun memiliki fungsi yang paling vital di antara komponen listrik yang
lainnya.

1.2 Tujuan
1. Dapat menguji program Arduino untuk menyalakan lampu LED dengan
tombol.
2. Dapat memanfaatkan arduino dalam membuat berbagai program seperti
lampu LED.

28
BAB II

DASAR TEORI

2.1 Uraian Materi


Sebelumnya kita telah belajar tentang bagaimana mengendalikan LED.
Untuk mengendalikan LED kita jadikan pin pada Arduino sebagai OUTPUT. Pada
bagian ini kita akan membahas tentang bagaimana menjadikan pin Arduino sebagai
INPUT dan sebagai aplikasinya, kita akan menggunakan komponen pushbotton
sebagai input untuk mengendalikan LED. Bagian ini akan menjadi dasar agar Anda
memahami bagaimana membuat Arduino bisa membaca sensor untuk mendeteksi
kondisi lingkungan sekitar. Pertama kita akan bermain dengan tombol pushbutton
(tactile) atau tombol push on. Ketika tombol ini ditekan, maka jalur akan tertutup
(ON), ketika dilepas jalur akan kembali terbuka (OFF). Tombol banyak digunakan
untuk peralatan seperti remote, keypad, keyboard, atau tombol untuk pengaturan
TV, ld atau sejenisnya.
Open berarti kondisi normal (sebelum ditekan), maka terminal dalam kondisi
tidak tersambung (open, terbuka). Tapi ketika ditekan, maka masing-masing
terminal akan terhubung. Selain jenis NO, ada juga pushbutton jenis NC (Normally
Close), artinya ketika kondisi normal (sebelum ditekan), kaki terminal dalam
keadaan terturup/ tersambung (Close), tapi ketika ditekan, kaki terminalnya terbuka
(tidak tersambung).

29
2.2 Latihan pratikum

➢ Contoh Percobaan

Percobaan kali ini adalah untuk mengendalikan hidup/matinya-nya LED dengan


tombol pushbutton. Jika tombol ditekan, LED akan menyala, jika dilepas, LED
kembali padam. Untuk melakukan percobaan ini, siapkan sebuah
pushbutton,sebuah LED, dan sebuah resistor. Siapkan juga beberapa kabel jumper
untuk merangkai komponen-komponen tersebut.

Gambar 2.1 Percobaan 1

1. Siapkan LED dan pushbutton pada project board. Karena pushbutton memiliki
4 buah kaki yang masing-masing terpisah, maka silakan tancapkan pushbutton di
tengahtengah lajur project board sehingga kaki-kainya tidak tersambung. 2. Salah
satu kaki pushbutton dihubungkan ke GDN di project board, sedangkan kaki
pasangannya disambungkan ke pin 2 pada board Arduino. Bagaimana cara
mengetahui pasangan kaki-kaki pada pushbutton? Anda bisa mengeceknya dengan
AVO meter.
3. Untuk LED, sambungkan kaki negatif (pin yang lebih pendek) ke GND
dengan resistor. Kaki positif (kaki yang lebih panjang) disambungkan ke pin 8 pada
board Arduino dengan jumper. 3. Buka program Arduino, dan ketiklah sketch
program.

30
Gambar 2.2 Coding prgram arduino

Gambar 2.3 Coding program arduino

4. Setelah selesai membuat Sketch, lanjutnya tekan tombol upload untuk


mengirim Sketch program ke board Arduino untuk dijalankan. Tombol upload
adalah menu panah arah ke kanan di bawahnya menu Edit. 5. Tunggu
beberapa saat untuk proses mengirimkan sketch program ke board
Arduino. Ditandai tulisan “Compailing sketch” pada pojok kiri bawah layar
program Arduino. Setelah selesai tulisan menjadi “Done uploading”.
6. Lihat apa yang terjadi pada rangkaian Arduino dan jelaskan apa yang Anda dapat
dari pengamatan tersebut. Tuliskan ditempat yang telah disediakan!

31
BAB III

TUGAS PRATIKUM

Program switch button Arduino

➢ Buat Source code program

#define s1 8 #define
s2 9 const int
lampu1= 1; const int
lampu2= 2; const int
lampu3= 3; const int
lampu4= 4; const int
lampu5= 5; const int
lampu6= 6; const int
lampu7= 7; int c; int
d; void setup()
{

pinMode(s1,INPUT_PULLUP);
pinMode(s2,INPUT_PULLUP);
pinMode(lampu1,OUTPUT);
pinMode(lampu2,OUTPUT);
pinMode(lampu3,OUTPUT);
pinMode(lampu4,OUTPUT);
pinMode(lampu5,OUTPUT);
pinMode(lampu6,OUTPUT);
pinMode(lampu7,OUTPUT);
} void
loop()
{ if (digitalRead(s1) ==
LOW)
{

32
if (d==1) {c=1;
} if
(d==0)
{c=0;
}

} if (digitalRead(s2) ==
LOW)
{ c=0;
} if
(c==0)
{

digitalWrite(lampu1,LOW); delay(500);
digitalWrite(lampu2,LOW);
delay(500);
digitalWrite(lampu3,LOW);
delay(500);
digitalWrite(lampu4,LOW);
delay(500);
digitalWrite(lampu5,LOW);
delay(500);
digitalWrite(lampu6,LOW);
delay(500);
digitalWrite(lampu7,LOW);
delay(500);
digitalWrite(lampu1,LOW);
digitalWrite(lampu2,LOW);
digitalWrite(lampu3,LOW);
digitalWrite(lampu4,LOW);
digitalWrite(lampu5,LOW);
digitalWrite(lampu6,LOW);

33
digitalWrite(lampu7,LOW);
delay(500); d=1; delay(100);
} if
(c==1)
{

digitalWrite(lampu1,HIGH);
digitalWrite(lampu2,HIGH);
digitalWrite(lampu3,HIGH);
digitalWrite(lampu4,HIGH);
digitalWrite(lampu5,HIGH);
digitalWrite(lampu6,HIGH);
digitalWrite(lampu7,HIGH);
delay(500); d=0; delay(100);
}

34
BAB IV

KESIMPULAN

Switch atau saklar merupakan komponen elektronika yang dimana dapat


mengalirkan atau memutuskan arus yang mengalir dalam suatu rangkaian dengan
prinsip mengalihkan satu konduktor ke konduktor lainnya. Untuk mengendalikan
LED kita jadikan pin pada Arduino sebagai OUTPUT. Tentang bagaimana
menjadikan pin Arduino sebagai INPUT dan sebagai aplikasinya, kita akan
menggunakan komponen pushbotton sebagai input untuk mengendalikan LED.
Bagian ini akan menjadi dasar agar Anda memahami bagaimana
membuat Arduino bisa membaca sensor untuk mendeteksi kondisi lingkungan
sekitar. Pertama kita akan bermain dengan tombol pushbutton (tactile) atau tombol
push on. Ketika tombol ini ditekan, maka jalur akan tertutup (ON), ketika dilepas
jalur akan kembali terbuka (OFF). Tombol banyak digunakan untuk peralatan
seperti remote, keypad, keyboard, atau tombol untuk pengaturan TV, ld atau
sejenisnya

35

Anda mungkin juga menyukai