Tujuh Alat Dasar TQM untuk Kualitas
Tujuh Alat Dasar TQM untuk Kualitas
PENDAHULUAN
2. Grafik
3. Diagram Fishbone
4. Diagram Pareto
5. Histogram
6. Diagram Scatter
7. Control Chart
CHECK SHEET DAN
STRATIFIKASI
Check Sheet
Form pengajuan data yang dipakai sebagai alat bantu untuk memudahkan pengumpulan
data secara tepat, cepat dan sistematis.
Merekam data pada check sheet setiap kali ditemukan kejadian atau
6 masalah yang telah ditentukan sesuai dengan kebutuhan
Contoh Check Sheet
Stratifikasi
Stratifikasi dilakukan (jika diperlukan) pada tahapan pengelompokan data (setelah
pengumpulan data).
15500 15146
15000
14500 14868
14493
14083
14000
13500
Kemasan Robek
Plastik terlalu tipis
Kedelai berjamur
Hasil cetakan tidak rata
Jenis Cacat
GRAFIK GARIS
Perbandingan Sebelum dan Sesudah Perbaikan
4000
3760 3803 3790 3793
3500
3000
Jumlah Produk Cacat
2500
500
0
1 2 3 4
Bulan
DIAGRAM LINGKARAN
Jenis Cacat
25,38% 25,85%
Kemasan Robek
Plastik terlalu tipis
Kedelai berjamur
Hasil cetakan tidak rata
24,74% 24,04%
DIAGRAM
FISHBONE
Diagram Fishbone
Sering juga disebut dengan diagram sebab akibat (cause and effect diagram) atau
Ishikawa diagram (karena pertama kali diperkenalkan oleh Dr. Kaoru Ishikawa pada
tahun 1943).
10000 90,00%
84,31%
80,00%
8000
70,00%
66,41%
Total Produk Cacat (Buah)
60,00%
6000
50,00%
40,00%
4000 35,19%
30,00%
2000 20,00%
10,00%
0 0,00%
Plastik tipis Pressing plastik tidak rapat Penyimpanan tempe ke Gudang Atap bocor
menggunakan kekuatan manual
Penyebab Masalah
Matriks Kalah Menang
Matriks kalah-menang digunakan apabila hubungan antara satu penyebab dengan
penyebab lain tidak dimuat /tidak tersedia dalam bentuk angka (numerik).
Tahap-tahap Pembuatan Matriks Kalah Menang
• Rata-rata histogram terletak di tengah range data. Frekuensi data yang paling tinggi
di tengah dan menurun secara bertahap dan simetris pada kedua sisinya.
6
4
4 3
2
2 1
0
36,75 - 43,65 - 50,55 - 57,45 - 64,35 - 71,25 - 78,15 - >85,05
43,65 50,55 57,45 64,35 71,25 78,15 85,05
Total Produksi Semen (Ton)
2. Bentuk Multimodal
• Kelas dengan urutan nomor genap mempunyai frekuensi lebih kecil/sedikit dibanding
dengan kelas disisi luarnya.
• Bentuk multimodal terjadi bila jumlah data tidak menentu pada masing-masing kelas
atau ada kecenderungan pengumpulan/pembulatan data tidak menentu pada
masing-masing kelas atau ada kecenderungan pengumpulan/pembulatan data yang
Total Produksi Semen Selama 40
kurang tepat. Minggu
12
10
10
8
8 7
Frekuensi
6
6
4 3 3
2
2 1
0
36,75 - 43,65 - 50,55 - 57,45 - 64,35 - 71,25 - 78,15 - >85,05
43,65 50,55 57,45 64,35 71,25 78,15 85,05
Total Produksi Semen (Ton)
3. Bentuk Miring Kanan/Miring Kiri
• Nilai rata-rata histogram terletak jauh di sebelah kiri dari tengah-tengah range.
• Frekuensi di sisi kanan turun sedikit demi sedikit sedangkan di sisi kiri turun secara
menyolok sehingga bentuknya tidak simetris.
• Bentuk miring kanan/miring kiri lebih disebabkan karena adanya batasan yang lebih
ketat untuk batas bawah/sisi kiri.
Total Produksi Semen Selama 40
Minggu
10
8
Frekuensi
6
4
2
0
36,75 - 43,65 - 50,55 - 57,45 - 64,35 - 71,25 - 78,15 - >85,05
43,65 50,55 57,45 64,35 71,25 78,15 85,05
Total Produksi Semen (Ton)
4. Bentuk Curam di Kanan/Curam di Kiri
• Harga rata-rata histogram terletak jauh di sebelah kiri dan tengah-tengah range dan
frekuensi di sisi kanan turun (menjadi nol) secara tiba - tiba.
• Bentuk curam di kiri/kanan lebih disebabkan karena adanya batasan yang tidak boleh
dilampaui di sisi kiri (data dibawah batas bawah tidak dipakai).
Total Produksi Semen Selama 40
Minggu
14 13
12
10
Frekuensi
8 7 7 7
6
4 2 2 2
2 0
0
41,6 - 48,4 - 55,2 - 62 62 - 68,8 68,8 - 75,6 - 82,4 - >89,2
48,4 55,2 75,6 82,4 89,2
Total Produksi Semen (Ton)
5. Bentuk Plateau
• Bentuk ini terjadi bila frekuensi di masing-masing kelas hampir sama dan hanya pada
ujung -ujungnya yang berbeda cukup banyak.
6 5 5
4
2
2 1
0
36,75 - 43,65 - 50,55 - 57,45 - 64,35 - 71,25 - 78,15 - >85,05
43,65 50,55 57,45 64,35 71,25 78,15 85,05
Total Produksi Semen (Ton)
6. Bentuk dengan Dua Puncak
• Pada bentuk ini, frekuensi di bagian tengah agak rendah dan terdapat 2 puncak di
masing – masing sisinya.
• Bentuk dengan 2 puncak dapat terjadi apabila terdapat penambahan kumpulan data
dalam jumlah kecil dengan distribusi yang berbeda.
• Bisa juga terjadi karena kesalahan pengukuran, pemasukan data dari proses atau
Total Produksi Semen Selama 40
ketidaknormalan. Minggu
12 11
10
8
8
Frekuensi
6 5
4 4
4 3 3
2
2
0
36,75 - 43,65 - 50,55 - 57,45 - 64,35 - 71,25 - 78,15 - >85,05
43,65 50,55 57,45 64,35 71,25 78,15 85,05
Total Produksi Semen (Ton)
Tahap-tahap Pembuatan Histogram
4 Menentukan lebar kelas interval, batas untuk setiap kelas interval (bawah
dan atas), dan nilai tengah untuk setiap kelas interval
5 Menentukan frekuensi dari setiap kelas interval
25
20
Frekuensi
15
10
0
26,85 - 37,15 37,15 - 47,45 47,45 - 57,75 57,75 - 68,05 68,05 - 78,35 78,35 - 88,65 88,65 - 98,95 98,95 - 109,25 >109,25
Jumlah Tempe Cacat (buah)
DIAGRAM
SCATTER
Diagram Scatter
Diagram scatter merupakan diagram yang menggambarkan hubungan/korelasi diantara
dua variabel/faktor yang ada.
4 Untuk melihat persebaran data dari kedua variabel, dapat menghitung nilai
r, r2, dan %.
Apabila terdapat korelasi antara dua variabel yang diuji, maka perlu dilakukan
pengujian untuk mengetahui seberapa kuat korelasi yang terbentuk. Seberapa
kuat korelasi yang terbentuk tersebut dapat direpresentasikan dengan nilai r.
1. Jika nilai r mendekati (+1), maka artinya bahwa korelasi yang terbentuk memiliki
kekuatan yang positif.
2. Jika nilai r mendekati (-1), maka artinya bahwa korelasi yang terbentuk memiliki
kekuatan yang negatif.
3. Jika nilai r mendekati 0, maka artinya bahwa korelasi yang terbentuk lemah.
Perhitungan lain pada diagram scatter:
• Nilai r2 digunakan untuk menghitung seberapa besar variansi dari variabel
independen mempengaruhi variansi variabel dependen.
• % merepresentasikan seberapa besar pengaruh variansi dari variabel independen
terhadap variabel dependen.
r=(+1) r=(-1) r=0
r2=1
Hubungan x dan y kuat dan sempurna. Artinya 100 % variansi di y dipengaruhi oleh variansi di x.
0<r2<1
Hubungan x dan y lemah. Artinya, tidak semua variansi di y dipengaruhi oleh variansi di x.
r2=0
Tidak ada hubungan (korelasi) antara x dan y. Artinya nilai y tidak dipengaruhi oleh nilai x.
Contoh Diagram Scatter
Korelasi Jumlah Kemasan Robek dengan Plastik Tipis
3810
3805
Jumlah Kemasan Robek (Buah)
3800
3795
3790
3785
3780
3775
3770
3765
3760
3755
600 700 800 900 1000 1100 1200
Plastik Tipis (Buah)
CONTROL CHART
Control Chart
Control chart merupakan grafik yang digunakan untuk mempelajari adanya perubahan
pada suatu proses terhadap waktu.
2 Tentukan waktu atau periode pengambilan data, sampling plan, dan jumlah
data yang dibutuhkan.
𝑅1 + 𝑅2 + 𝑅3 + ⋯ . 𝑅𝑛
𝑅ത =
𝑛
Rumus mencari rata – rata
𝑋1 + 𝑋2 + 𝑋3 + ⋯ . 𝑋𝑛
𝑋ത =
𝑛
Rumus mencari rata – rata total
𝑥1 + 𝑥2 + 𝑥3 + ⋯ . + 𝑥𝑛
𝑋ധ =
𝑛
Rumus 𝑋ധ 𝑅ത
100
Jumlah Tempe Cacat (buah)
80
GBA
60
GBT
GBB
X
40
20
0
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24
Hari
Thanks!
Any questions?