0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
46 tayangan5 halaman

LKPD Program Linear untuk SMA

Dokumen ini memberikan penjelasan tentang cara membuat grafik himpunan penyelesaian sistem pertidaksamaan linier dua variabel. Terdapat contoh soal tentang membeli bahan baku kue dengan model matematika 3x + y ≤ 120000 dan langkah-langkahnya, yaitu mengubah ke bentuk persamaan, isi tabel nilai, lalu membuat grafiknya.

Diunggah oleh

faradisart21
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
46 tayangan5 halaman

LKPD Program Linear untuk SMA

Dokumen ini memberikan penjelasan tentang cara membuat grafik himpunan penyelesaian sistem pertidaksamaan linier dua variabel. Terdapat contoh soal tentang membeli bahan baku kue dengan model matematika 3x + y ≤ 120000 dan langkah-langkahnya, yaitu mengubah ke bentuk persamaan, isi tabel nilai, lalu membuat grafiknya.

Diunggah oleh

faradisart21
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Kelompok : …………………..

Anggota : 1…………….. 3……………… 5………………..

2…………….. 4……………… 6…………………


PENGANTAR

Untuk mempelajari Lembar Kerja Siswa ini, Anda harus mampu memahami setiap
masalah yang disajikan dan menjawab setiap pertanyaan. Anda akan sangat berhasil menguasai
berbagai konsep yang disajikan jika Anda menyelesaikan sendiri setiap masalah terlebih dahulu
sebelum mendiskusikannya dengan orang lain, guru, atau teman kelompokmu. Jika hal ini
Anda lakukan, maka kemampuan berpikir Anda akan terlatih dengan baik untuk memecahkan
setiap masalah matematika secara kreatif dan terampil beradaptasi dengan orang lain secara
harmonis.
A. Deskripsi Dalam LKPD ini Anda akan mempelajari penyelesaian pertidaksamaan linear
dua variabel, menentukan nilai optimum dari fungsi obyektif dengan menggunakan fungsi
selidik, merancang model matematika dari program linear, menyelesaikan model
matematika dari program linear dan membuat grafik daerah penyelesaian.
B. Prasyarat Untuk mempelajari LKPD ini, para siswa diharapkan telah menguasai sistem
pertidaksamaan linear dua variabel.
C. Petunjuk Penggunaan LKPD Untuk mempelajari LKPD ini, hal-hal yang perlu Anda
lakukan adalah sebagai berikut:
1) Untuk mempelajari LKPD ini haruslah berurutan, karena materi yang mendahului
merupakan prasyarat untuk mempelajari materi berikutnya.
2) Pahamilah contoh-contoh soal yang ada, dan kerjakanlah semua soal latihan yang ada.
Jika dalam mengerjakan soal Anda menemui kesulitan, kembalilah mempelajari materi
yang terkait.
3) Kerjakanlah soal evaluasi dengan cermat. Jika Anda menemui kesulitan dalam
mengerjakan soal evaluasi, kembalilah mempelajari materi yang terkait.
4) Jika Anda mempunyai kesulitan yang tidak dapat Anda pecahkan, catatlah,kemudian
tanyakan kepada guru pada saat kegiatan tatap muka atau bacalah referensi lain yang
berhubungan dengan materi LKPD ini. Dengan membaca referensi lain, Anda juga akan
mendapatkan pengetahuan tambahan.
Selamat Belajar!
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK 2

Materi : Menentukan daerah penyelesaian yang memenuhi Sistem Pertidaksamaan Linier


dengan membuat grafik penyelesaian

Satuan Pendidikan : SMA


Mata Pelajaran : Matematika
Kelas/ Semester : XI / I
Alokasi Waktu : 2 X 45 menit (1 × pertemuan)

Pada materi-2 LKPD ini Anda akan mempelajari materi program linier yaitu cara membuat
grafik himpunan penyelesaian dari kalimat matematika yang merupakan pertidaksamaan linier
dua variabel, dengan cara merubah kalimat matematika pertidaksamaan linier dua variabel
menjadi kalimat matematika yang merupakan persamaan linier dua variabel. Selanjutnya untuk
menentukan himpunan penyelesaian dikembalikan kebentuk semula yaitu bentuk
pertidaksamaan linier dua variabel.

Menentukan penyelesaian PtLDV


Bentuk umum PtLDV:
ax + by < c atau ax + by > c atau ax + by ≤ c atau ax + by ≥ c dengan x, y adalah variabel dan
a, b, dan c ϵ R di mana a, b keduanya tidak nol.
Anda sudah mempelajari sebelumnya bahwa penyelesaian persamaan a x + b y = c adalah
himpunan pasangan (x, y), secara geometri dinyatakan dengan garis lurus.
Bagaimana kita dapat menggambar pertidaksamaan linear ax + by ≥ c dan ax + by ≤ c di mana
a, b, dan c adalah konstanta?
Langkah-langkah menggambar pertidaksamaan ax + by ≥ c adalah:
(1) buat garis ax + by = c, dengan terlebih dahulu mencari titik potong dengan sumbu x dan
sumbu y. Atau mencari dengan tabel nilai pasangan (x,y) yang memenuhi ax + by = c,
kemudian menghubungkan kedua titik itu setelah digambar pada bidang Cartesius.
(2) ambil titik (p,q) yang tidak terletak pada garis ax + by = c, (sering dipilih titik (0,0)
asalkan garis tersebut tidak melalui (0,0), substitusikan titik tersebut pada ax + by ≥ c.
Jika menjadi pernyataan yang benar maka daerah dimana titik itu berada merupakan
daerah selesaian ax + by ≥ c
Untuk lebih jelas, selesaikanlah masalah 1 berikut ini
Bu Tina hendak membuat kue baruasa kacang. Untuk membuat kue baruasa kacang bahan-
bahan yang dibutuhkan adalah 3 kg tepung beras dan 1 kg kacang mede, uang yang ditidak
lebih dari Rp 120.000,00.
1. Berdasarkan cerita membuat kue baruasa kacang diatas, selesaikan masalah berikut ini:
a. Jika banyaknya tepung beras yang dibeli dilambangkan dengan x dan banyaknya
kacang mede dilambangkan dengan y, maka tulislah model matematikanya
...................................
b. Tujuan anda adalah menggambar grafik himpunan penyelesaian pertidaksamaan linier
dua variabel pada bidang cartesius.
Dari jawaban masalah 1a, ubahlah model matematika tersebut menjadi bentuk persamaan:
………… ……………….. ……………………
i. Jika bu Tina tidak membeli kacang mede tetapi hanya membeli 3 kg tepung beras,
karena uang yang dibawa hanya cukup untuk membeli 3 kg tepung beras, maka
model matematikanya adalah ………..…….?
ii. Jika Bu Tina tidak membeli tepung beras tetapi hanya membeli 1 kg kacang mede,
karena uang yang dibawa hanya cukup untuk membeli kacang mede, maka model
matematikanya adalah….. …….?
iii. Berdasarkan jawaban 1b, i dan ii lengkapi tabel berikut ini:

Model Matematikanya…………………………………………………………………..
X ……………………………. 0
Y 0 ……………………………..
(x,y) (…….., 0) (0, ……)
iv. Buatlah grafik himpunan penyelesaian berdasarkan tabel yang anda telah lengkapi!

a. Jika koordinat titik uji memenuhi PtLDV maka daerah yang mengandung titik uji
memenuhi PtLDV maka daerah ini diarsir.
b. Jika koordinat titik uji tidak memenuhi PtLDV maka daerah yang tidak memenuhi
PtLDV. Ini berarti daerah yang memenuhi adalah daerah di sebarang titik uji, dan
daerah inilah yang diarsir
c. Variabel x yang digunakan meyatakan banyaknya tepung beras maka x ≥ 0 dan
variabel y menyatakan banyaknya kacang mede maka y ≥ 0 ( x dan y adalah
bilangan bulat positif).

Common questions

Didukung oleh AI

To draw the graph of a linear inequality such as ax + by ≥ c, follow these steps: (1) Draw the line corresponding to the equation ax + by = c by finding the intercepts with the x-axis and y-axis or using a table of (x, y) pairs that satisfy the equation, then connect these points on a Cartesian plane. (2) Choose a test point not on the line, commonly (0, 0) if the line does not pass through it, and substitute it into the inequality ax + by ≥ c. If the inequality holds true, the region where the test point lies is the solution area; otherwise, the opposite side is the solution area .

To translate a linear inequality into its graphical form, first convert the inequality into an equality (ax + by = c) and plot it as a line. Identify whether the inequality is 'greater than' or 'less than' by using a test point to determine which side of the line is the solution region. Graphing it allows visualization of the feasible region defined by the constraints, which is essential for identifying the optimal point that maximizes or minimizes the objective function, therefore crucial in solving linear programming problems .

Understanding both linear equations and inequalities collectively enhances problem-solving by providing a comprehensive approach to handling various mathematical challenges, where equations define boundaries and inequalities define ranges of solutions. Mastery allows for solving and optimizing problems, especially in real-world contexts requiring constraint management and objective accomplishment. This duality is pivotal in fields like economics, engineering, and operations research .

Understanding systems of linear inequalities is crucial in linear programming because the region of feasible solutions for the linear program is often determined by a system of inequalities. These systems form the boundaries of the feasible region in which the objective function must be optimized. Lacking this understanding can lead to errors in defining the constraints, incorrectly identifying feasible regions, and misinterpretation of the optimal solution .

Formulating a linear programming problem involves identifying decision variables, constraints, and an objective function. Consider a budget constraint scenario for making cookies: Let x be the kilograms of rice flour and y the kilograms of cashew nuts, with a budget of Rp 120,000. The cost per kg and quantity constraints make the problem: constraint1: 3x + y ≤ 120,000. Objective: maximize cookie production subject to cost and ingredient constraints. This formulation is necessary for converting real-world budgeting concerns into solvable mathematical questions .

To construct a mathematical model from a real-world problem, start by identifying the decision variables and express them as mathematical symbols, e.g., x for the quantity of tepung beras, and y for the quantity of kacang mede. Formulate constraints and an objective function based on these variables. For instance, if the constraint is the total cost not exceeding Rp 120,000, and each unit of tepung beras and kacang mede has a specific cost, express it as an inequality. Translate objective functions for maximizing or minimizing a specific outcome, such as cost or profit .

Graphic representation plays a critical role in determining solutions for systems of linear inequalities, as it maps out feasible regions visually. By plotting each inequality as a line and testing points to identify solution areas, it allows the intersection of regions to reveal feasible solutions. This visual method is integral for understanding complex inequality systems and is indispensable for not only verification but also effectively communicating solution constraints .

Linear inequalities are pivotal in developing optimization problems by establishing constraint boundaries within which an objective can be optimized. In fields like logistics, inequalities manage capacity and resource limitations. In finance, they regulate budget adherence in portfolio optimization. Additionally, they assist in production planning by setting constraints on material usage while maximizing output. Thus, inequalities establish the feasible regions where solutions to maximize or minimize objectives are sought .

Selecting an appropriate test point, such as (0,0) when it is not on the line, is significant because it helps determine which side of the boundary line formed by the linear equation is the solution region of the inequality. This test checks if the inequality holds, signifying that the region containing the point is part of the solution set. It's crucial to choose a point that simplifies the testing process and provides clear insight into the correct region .

When transforming a real-world problem into a linear programming model, consider the selection of decision variables that clearly represent the actions or quantities to optimize, defining detailed constraints accurately reflecting limitations or conditions, and constructing an objective function that encapsulates the primary goal (e.g., cost reduction or production maximization). Proposing reasonable assumptions is crucial for model simplicity without compromising validity, ensuring the model is solvable and interpretable .

Anda mungkin juga menyukai