0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
8 tayangan4 halaman

Prinsip Penjadwalan Proyek Perangkat Lunak

Dokumen ini membahas prinsip-prinsip penjadwalan proyek pengembangan perangkat lunak, termasuk pembagian tugas, ketergantungan antar tugas, alokasi waktu, validasi sumber daya, batasan tanggung jawab, keluaran tugas, dan kejadian penting. Dokumen ini juga menjelaskan metode penjadwalan seperti PERT dan CPM serta alokasi kerja untuk berbagai fase proyek.

Diunggah oleh

Natasya Eriani
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
8 tayangan4 halaman

Prinsip Penjadwalan Proyek Perangkat Lunak

Dokumen ini membahas prinsip-prinsip penjadwalan proyek pengembangan perangkat lunak, termasuk pembagian tugas, ketergantungan antar tugas, alokasi waktu, validasi sumber daya, batasan tanggung jawab, keluaran tugas, dan kejadian penting. Dokumen ini juga menjelaskan metode penjadwalan seperti PERT dan CPM serta alokasi kerja untuk berbagai fase proyek.

Diunggah oleh

Natasya Eriani
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PRINSIP PENJADWALAN

1. Pembagain: proyek harus dibagi-bagi kedalam sejumlah Tetapi harus diingat bahwa jumlah orang yang terlibat dalam sebuah
tugas dan aktivitas yang dapat dikendalikan proyek dan produktivitas TIDAK LINIER.
2. Saling ketergantungan: Saling ketergantungan dari setiap
tugas dan aktivitas yang dibagi-bagi harus ditentukan Tipe-tipe proyek
3. ALOKASI WAKTU : Setiap tugas yang akan dijadualkan 1. Concept Development Project : diinisiasi untuk mencari
harus dialokasikan dalam sejumlah satuan kerja konsep bisnis yang baru atau aplikasi beberapa teknologi
4. VALIDASI KERJA : Setiap proyek memiliki sejumlah baru
staf tertentu. Pada saat alokasi waktu dilakukan, manajer 2. New Application Development Project : dilakukan
proyek harus memastikan bahwa tidak akan ada kelebihan sebagai konsekuensi permintaan pelanggan yang khusus
alokasi jumlah manusia pada suatu saat tertentu. 3. Application Enhancement Project : terjadi ketika
5. BATASAN TANGGUNG JAWAB : Setiap tugas yang perangkat lunak yang ada mengalami modifikasi utama
dijadualkan harus ditugaskan kepada satu anggota tim pada fungsi, kinerja atau interface yang dapat diamati
tertentu. oleh pemakai akhir
6. BATASAN KELUARAN : Setiap tugas yang dijadualkan 4. Application Maintenance Project : dilakukan untuk
harus memiliki keluaran tertentu. Untuk proyek perangkat membetulkan, menyesuaikan atau memperluas perangkat
lunak, keluaran biasanya dalam bentuk hasil kerja (seperti lunak yang ada dengan cara yang tidak begitu jelas bagi
rancangan modul) atau sebagian dari hasil kerja pemakai akhir.
7. KEJADIAN PENTING YANG DITENTUKAN : Setiap 5. Reengineering Project : proyek yang dikerjakan dengan
tugas atau kelompok tugas harus dihubungkan dengan maksud membangun system (warisan) yang ada secara
kejadian penting proyek keseluruhan atau sebagian.

Hubungan antar manusia dan kerja Menentukan kriteria adaptsai:


Dalam proyek pengembangan perangkat lunak berskala kecil,
seseorang dapat menganalisis kebutuhan, melakukan perancangan, Criteria adaptasi digunakan untuk menentukan derajat kekakuan
generalisasi kode dan melakukan pengujian. Ketika ukuran proyek yang direkomendasikan dimana proses perangkat lunak akan
bertambah, jumlah manusia yang terlibat menjadi lebih banyak. diaplikasikan. Sebelas criteria adaptasi didefinisikan untuk proyek
perangkat lunak yaitu :

· Mission criticality · Ease of customer/developer communication


· Stability of requirements ·

• Terkadang digunakan sebagai mekanisme untuk


memasukkan urutan tugas dan dependensi ke alat
Jaringan Kerja otomatis
• Representasi grafis dari aliran tugas untuk proyek • Sifat tugas yang bersamaan dapat mengarah ke jalur
kritis, yaitu tugas-tugas itu harus diselesaikan sesuai
jadwal

Penjadwalan Alokasi Kerja


• Metode PERT (Teknik Evaluasi dan Tinjauan Program) • Aktivitas “front end” (40 – 50% usaha)
& CPM (Critical Path Method) 1. Komunikasi pelanggan
• PERT & CPM digunakan untuk: 2. Analisa
1. Tentukan jalur kritis 3. Desain
2. Tetapkan perkiraan waktu yang paling mungkin untuk tugas 4. Kajian ulang dan modifikasi
individu • Aktivitas konstruksi (15 – 20% usaha)
3. Hitung "batas waktu" yang menentukan "jendela" waktu untuk 1. Coding dan pembuatan kode
tugas tertentu • Uji coba dan instalasi (30 – 40% usaha)
• Tugas, kadang disebut Work Breakdown Structure (WBS) 1. unit, integrasi
2. white-box, black box
3. Regresi
A. Penjelasan
MRT (Mass Rapid Transit) adalah salah satu moda transportasi cepat berbasis rel yang secara umum digunakan masyarakat untuk
bertransportasi dan berfungsi memindahkan banyak orang dengan ruang jangkau dalam kota atau lintas kota yang berdekatan. Moda
transportasi beroperasi dengan rute layanan di sekitar Jabodetabek, MRT menggunakan kereta yang bergerak di atas rel untuk mengangkut
orang banyak, tidak menggunakan lokomotif dan memanfaatkan listrik sebagai tenaga penggerakannya. MRT dapat menempuh dengan
perkiraan waktu 2-3 menit sehingga sangat mudah untuk bertransportasi dengan MRT

B. Perhitungan waktu kasar


Project MRT Start Date Finsih Date Project MRT Biaya
Analisa dan desain sistem 28 Oktober 10 Nov Analisa dan desain sistem Rp50.000.000
Desain aplikasi 14 November 27 Nov Desain aplikasi Rp20.000.000
Pembuatan program 29 November 31 Desember Pembuatan program Rp250.000.000
Testing program 03 Januari 18 Januari Testing program Rp7.000.000
Instalisasi program 20 Januari 29 Januari Instalisasi program Rp15.000.000
Training user 01 Februari 04 Februari Training user Rp5.000.000
Dokumentasi 05 Februari 15 Februari Dokumentasi Rp5.000.000
Maintenance 16 Februari 24 Februari Maintenance Rp10.000.000
Total Rp357.000.000

2. Buat WBS dari kasus nomor 1 diatas!


Jawab :

Figure 1 WBS Chart View

Figure 2 WBS Chart Color

Figure 3 WBS Gantt Chart


Stakeholders
Direktur
Dr. Ing. Moch. Hendayun

Project Owner
Drs. Agus Iim Suryana,. [Link]

Manajer Proyek
Muh. Taher Jufri,
ST

System Analyst Desainer Programer Tester Dokumentator Administrator


Deni Supriadi, Hendrarini, ST Iim Abdurrohim, ST Elia Setiana, ST Deden, ST Wendiyana, ST

Studi Kasus: Pengembangan Aplikasi E-commerce berharga kepada spesialis implementasi tentang potensi
Pembagian: masalah yang mungkin muncul di lapangan.
•Tugas dan aktivitas proyek dibagi menjadi beberapa bagian, 5. Divisi Implementasi dan Divisi Analisis Kebutuhan: -
seperti: Sebuah siklus umpan balik dapat terbentuk, di mana hasil
1. Divisi Analisis Kebutuhan (2 minggu): - Identifikasi implementasi dapat memberikan wawasan baru tentang
kebutuhan pengguna (1 minggu). - Analisis persyaratan kebutuhan pengguna yang mungkin perlu diperbarui. - Divisi
fungsional dan non-fungsional (1 minggu). analisis kebutuhan dapat memberikan pandangan strategis
2. Divisi Desain Antarmuka (3 minggu): - Membuat tentang bagaimana implementasi dapat memenuhi atau
wireframe dan prototipe (1 minggu). - Mengembangkan bahkan melampaui harapan pengguna.
panduan desain (2 minggu). Alokasi Waktu:
3. Divisi Pengembangan Backend (4 minggu): - • Waktu yang dibutuhkan untuk setiap tugas diukur dan
Pembangunan database (1 minggu). - Implementasi logika dialokasikan dengan hati-hati. Misalnya, analisis kebutuhan
bisnis (3 minggu). mungkin memerlukan dua minggu, sementara
4. Divisi Pengujian (2 minggu): - Pembuatan skenario
pengujian (1 minggu). - Pelaksanaan pengujian fungsional pengembangan backend mungkin memerlukan empat
dan non-fungsional (1 minggu). minggu.
5. Divisi Implementasi (1 minggu): - Pelatihan pengguna (1 • Setiap satuan waktu memiliki target yang realistis dan
minggu). - Pemindahan aplikasi ke lingkungan produksi. memadai untuk menyelesaikan tugasnya.
•Setiap bagian memiliki tanggung jawab spesifik yang dapat • Ex: ada di pembagian
diukur dan dikendalikan. Validasi Kerja:
Saling Ketergantungan: • Manajer proyek memastikan bahwa setiap anggota tim
• Ketergantungan antar tugas didefinisikan dengan jelas. memiliki beban kerja yang seimbang dan tidak ada kelebihan
Misalnya, pengembangan backend tidak dapat dimulai alokasi sumber daya pada suatu waktu.
sebelum selesai desain antarmuka. • Misalnya, jika analisis kebutuhan membutuhkan lima
• Hubungan antaraktivitas seperti pengujian tidak dapat anggota tim, pastikan bahwa lima orang tersebut tidak
dimulai sebelum pengembangan selesai. dijadwalkan untuk tugas lain yang bersamaan.
• Ex: • Ex:
1. Divisi Analisis Kebutuhan dan Divisi Desain Antarmuka: - 1. Divisi Analisis Kebutuhan: - 2 orang Analis Bisnis. -
Analisis kebutuhan harus selesai sebelum desain antarmuka Memastikan bahwa tim analis bisnis memiliki pemahaman
dimulai. - Desainer UI/UX perlu memahami kebutuhan yang mendalam tentang kebutuhan pengguna dan dapat
pengguna untuk menciptakan antarmuka yang sesuai. menghasilkan dokumen analisis yang komprehensif. -
2. Divisi Desain Antarmuka dan Divisi Pengembangan Melakukan review lintas tim untuk memastikan bahwa
Backend: - Desain antarmuka harus selesai sebelum analisis kebutuhan mendukung desain dan pengembangan
pengembangan backend dimulai, karena logika bisnis perlu berikutnya.
disesuaikan dengan antarmuka pengguna. - Pengembang 2. Divisi Desain Antarmuka: - 2 orang Desainer UI/UX. -
backend perlu berkomunikasi dengan desainer UI/UX untuk Pastikan bahwa desainer UI/UX memiliki keterampilan yang
memahami spesifikasi desain. sesuai dan dapat menghasilkan wireframe dan prototipe yang
3. Divisi Pengembangan Backend dan Divisi Pengujian: - memenuhi kebutuhan dan harapan pengguna. - Melakukan
Pengembangan backend harus selesai sebelum pengujian presentasi desain kepada tim pengembangan backend untuk
dapat dimulai untuk memastikan fungsi backend berjalan validasi teknis dan ketersediaan sumber daya.
dengan baik. - Penguji perlu memiliki pemahaman mendalam 3. Divisi Pengembangan Backend: - 2 orang Pengembang
tentang logika bisnis dan data untuk membuat skenario Backend. dan1 orang Database Administrator. - Menjamin
pengujian yang sesuai. bahwa tim pengembang backend memahami persyaratan
4. Divisi Pengujian dan Divisi Implementasi: - Hasil dari desain antarmuka dan dapat mengimplementasikan logika
pengujian akan mempengaruhi kualitas implementasi. Jika bisnis dengan efisien. - Melakukan pengujian unit untuk
ada masalah yang ditemukan selama pengujian, mereka harus memvalidasi bahwa
diperbaiki sebelum implementasi dilakukan. - Penguji dapat
memberikan masukan yang
setiap komponen backend berfungsi dengan baik sebelum 4. Divisi Pengujian: - 2 orang Penguji Kualitas Perangkat
integrasi. Lunak. - Memastikan bahwa penguji kualitas perangkat lunak
dapat membuat skenario pengujian yang komprehensif sesuai Tidak termasuk dalam tanggung jawab mereka untuk
dengan persyaratan dan fungsionalitas yang diharapkan. - mengubah kode atau memperbaiki bug yang ditemukan.
Melakukan uji coba pengguna untuk memvalidasi antarmuka 5. Divisi Implementasi: - Pelatihan pengguna. - Pemindahan
pengguna dari perspektif pengguna akhir. aplikasi ke lingkungan produksi. - Tidak termasuk dalam
5. Divisi Implementasi: - 2 orang Spesialis Implementasi. - tanggung jawab mereka untuk melakukan pengujian teknis
Memastikan bahwa spesialis implementasi memiliki atau perubahan signifikan pada logika bisnis.
pemahaman yang baik tentang pelatihan pengguna dan dapat Batasan Keluaran:
menyampaikan materi pelatihan dengan efektif. - • Setiap tugas memiliki keluaran yang jelas. Contohnya,
Menyelenggarakan sesi evaluasi untuk memvalidasi desain antarmuka harus menghasilkan file desain yang dapat
efektivitas pelatihan dan memastikan pemahaman pengguna digunakan oleh pengembang untuk implementasi. • Keluaran
terhadap aplikasi. ini diperiksa untuk memastikan sesuai dengan standar dan
Batasan Tanggung Jawab spesifikasi yang telah ditetapkan. • Ex: 1. Divisi Analisis
• Setiap tugas diberikan kepada anggota tim yang memiliki Kebutuhan: - Dokumen analisis kebutuhan pengguna. -
keahlian dan tanggung jawab yang sesuai. Misalnya, desain Rancangan persyaratan fungsional dan non-fungsional. -
antarmuka dapat ditugaskan kepada seorang desainer UI yang Tidak termasuk dalam keluaran mereka untuk merancang
memiliki pengalaman dalam hal tersebut. antarmuka pengguna atau menghasilkan kode implementasi.
• Ex: 2. Divisi Desain Antarmuka: - Wireframe dan prototipe
1. Divisi Analisis Kebutuhan: - Analisis kebutuhan pengguna. antarmuka pengguna. - Panduan desain UI/UX. - Tidak
- Penyusunan dokumen analisis fungsional dan non- termasuk dalam keluaran mereka untuk
fungsional. - Tidak termasuk dalam tanggung jawab mereka mengimplementasikan logika bisnis di tingkat backend. 3.
untuk merancang antarmuka atau mengelola implementasi Divisi Pengembangan Backend: - Database yang dibangun. -
teknis. Kode implementasi logika bisnis. - Tidak termasuk dalam
2. Divisi Desain Antarmuka: - Pengembangan wireframe dan keluaran mereka untuk merancang antarmuka pengguna. 4.
prototipe. - Membuat panduan desain antarmuka pengguna Divisi Pengujian: - Skenario pengujian dan hasil pengujian. -
(UI/UX). - Tidak termasuk dalam tanggung jawab mereka Laporan bug dan masalah yang ditemukan. - Tidak termasuk
untuk mengimplementasikan logika bisnis di tingkat backend. dalam keluaran mereka untuk melakukan perubahan kode
3. Divisi Pengembangan Backend: - Pembangunan database. atau implementasi. 5. Divisi Implementasi: - Sesi pelatihan
- Implementasi logika bisnis dan integrasi dengan antarmuka pengguna. - Aplikasi yang dipindahkan ke lingkungan
pengguna. - Tidak termasuk dalam tanggung jawab mereka produksi. - Tidak termasuk dalam keluaran mereka untuk
untuk merancang antarmuka pengguna. melakukan pengujian teknis atau merancang ulang fitur
4. Divisi Pengujian: - Pembuatan skenario pengujian. -
Pelaksanaan pengujian fungsional dan non-fungsional. -

Anda mungkin juga menyukai