0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan4 halaman

Wanita Dalam Masalah di Labirin

Myro bertemu dengan wanita yang dikejar kelompok penjahat. Wanita itu meminta pertolongan untuk melarikan diri, namun Frize memperingatkan Myro untuk waspada karena wanita itu mungkin menjebak mereka. Myro pun memutuskan untuk mengamati situasi lebih lanjut sebelum bertindak.

Diunggah oleh

Rahmat Nur Hidayat
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan4 halaman

Wanita Dalam Masalah di Labirin

Myro bertemu dengan wanita yang dikejar kelompok penjahat. Wanita itu meminta pertolongan untuk melarikan diri, namun Frize memperingatkan Myro untuk waspada karena wanita itu mungkin menjebak mereka. Myro pun memutuskan untuk mengamati situasi lebih lanjut sebelum bertindak.

Diunggah oleh

Rahmat Nur Hidayat
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB 43 WANITA YANG BERADA DI MASALAH

Myro bangun pagi-pagi sekali dan sudah melihat Cyris yang sibuk mengerjakan
pakaian untuk dijual bulan depan. Myro juga melihat Frize yang sudah berlatih di
halaman rumah ini. Melihat mereka yang sangat bersemangat, Myro
menggelengkan kepalanya dan segera duduk dan mulai memakan sarapan yang
dibuat Cyris. Myro tahu bahwa Cyris dan Frize sudah sarapan saat ini sehingga ia
tidak menunggu mereka lagi.

Tidak lama kemudian, seorang tamu segera datang ke rumah ini. Saat Myro
membuka pintu dan melihat pria gendut Sairet, Myro segera membiarkannya datang
ke rumah. Sairet tidak banyak membuang waktu dan memberikan kontrak yang
sudah dibuat ke Myro. Myro melihat kontrak tersebut dan yakin bahwa disana tidak
ada tipuan sama sekali dan Myro akan mendapatkan setengah kepemilikan dari
rumah lelang Sairet dan Sairet harus selalu mengelola rumah lelang itu.

Sairet tidak boleh berhenti mengelola rumah lelang ini dan membuat rumah lelang
baru. Setelah Myro setuju dengan kontrak itu, kontrak itu segera bersinar dan
menghilang yang menunjukkan bahwa kontrak sudah selesai. Jika ada yang
melanggar kontrak maka mereka akan dihukum mati.

Myro dan Sairet segera saling mengulurkan tangan lagi untuk kerja sama mereka.
Lalu Sairet tidak banyak membuang waktu di rumah Myro lagi dan segera pergi,
bagaimanapun ia harus menyiapkan banyak barang yang akan dijual di rumah
lelang bulan depan. Tidak mungkin bagi rumah lelang hanya untuk menjual pakaian
Myro, karena itu Sairet harus mencari barang berharga lain untuk dijual.

Setelah Sairet pergi, Myro segera memanggil Frize dan merekapun segera pergi
menuju guild petualang untuk mengambil tugas. Myro sudah beberapa minggu tidak
pergi ke labirin karena festival ini, tapi Myro membiarkan Olark untuk selalu
mengambil kulit kelinci salju di para kelinci salju milik Myro. Oleh karena itu, toko
pakaian Myro sama sekali tidak kekurangan kulit kelinci salju.

Setelah membuka pintu guild petualang dan datang ke sana, Myro segera
mendengarkan suara para petualang yang berbicara dengan keras di guild. Myro
sama sekali tidak terkejut lagi dengan guild petualang yang sangat ribut karena para
petualang memang selalu seperti ini.

Saat Myro dan Frize datang, Iris segera mendatangi mereka dan berbicara pada
Myro "Terima kasih karena sudah menemaniku kemarin".
"Aku juga berterima kasih", kata Myro sambil tersenyum.

Iris tiba-tiba sedikit khawatir saat ini dan berbicara "Myro, bukankah pakaian di toko
mu terbuat dari kulit kelinci salju? Apakah kau memiliki cukup kulit kelinci salju untuk
membuat pakaian?".

Myro tidak mengerti dengan pertanyaan tiba tiba dari Iris tapi Myro segera
mengangguk dan berkata "Aku memiliki bahan yang cukup untuk toko pakaianku,
setidaknya tidak masalah untuk penjualan bulan depan. Apakah ada masalah
dengan kulit kelinci salju?".

Setelah mendengarkan perkataan Myro, Iris menghilangkan kekhawatirannya dan


berkata "Untunglah kau sudah menyiapkannya, kulit kelinci salju saat ini menjadi
semakin sedikit dan harganya menjadi semakin mahal. Aku takut kau tidak bisa
mendapatkan kulit kelinci salju lagi sehingga toko mu tidak bisa membuat pakaian
lagi".

"Apakah para petualang menjadi semakin sulit untuk memburu kelinci salju?", tanya
Myro dengan aneh karena tahu bahwa hal ini terjadi mungkin karena kelinci salju
yang dibuat oleh Myro.

Iris segera mengangguk dan berkata "Para petualang baru sama sekali tidak
menemukan seekor kelinci salju pin di lantai paling awal. Bahkan beberapa
petualang level 10 juga dikirim oleh guild untuk mencari tahu keanehan ini, tapi
mereka kembali dengan tangan kosong. Mereka tidak menemukan seekor kelinci
salju sama sekali".

Myro segera diam saat mendengarkan perkataan ini. Myro sebelumnya pernah
mendengar bahwa monster di labirin akan selalu muncul kembali, tidak ada yang
mengerti kenapa monster labirin bisa terus bermunculan dan tidak pernah habis.
Beberapa orang berpendapat bahwa labirin itu sendiri yang menciptakan para
monster. Tapi kelinci salju kali ini menghilang secara tiba-tiba yang bisa dibilang
tidak mungkin. Oleh karena itu, guild mencoba mencari tahu hal aneh ini.

Guild sama sekali tidak peduli dengan kelinci salju yang menghilang karena kelinci
salju hanyalah hewan lemah tanpa banyak keuntungan jadi tidak ada yang peduli.
Tapi mereka peduli dengan keadaan menghilangnya sebuah monster di labirin
secara tiba-tiba. Mereka mencoba mencari tahu alasan dari kejadian tersebut agar
para monster penting di masa depan tidak akan menghilang juga seperti kelinci
salju.
Setelah berbicara sebentar lagi, Myro dan Frize segera pergi ke papan tugas guild
untuk mengambil tugas. Myro dan Frize saat ini sudah berencana untuk melawan
musuh selain katak di lantai 2 yaitu ular lumpur. Ular lumpur memiliki level 10 yang
jauh lebih kuat daripada Myro dan Frize tapi ular lumpur selalu hidup sendiri-sendiri
sehingga para petualang yang melawan ular lumpur tidak akan dikepung oleh ular
lumpur lagi.

Oleh karena itu, Myro dan Frize berpikir bahwa jika mereka bertarung bersama
maka mereka dapat membunuh ular lumpur tanpa masalah.

Frize segera mengambil kertas bergambar ular di papan guild dan mereka segera
berjalan kembali menuju Iris. Iris segera menerima kertas tersebut dan cukup
terkejut saat melihat bahwa Myro dan Frize akan memburu ular lumpur, Iris melihat
mereka dengan tidak yakin dan berkata "Apakah kalian yakin akan melawan ular ini?
Bukankah kalian masih dibawah level 10?".

Myro segera mengangguk dan berkata "Kami berencana untuk menaikkan level
kami dengan cepat".

Iris melihat Myro dan Frize sebentar dan tahu bahwa tidak ada gunanya
menghentikan mereka. Bagaimanapun kehidupan para petualang pasti selalu
berisiko, karena itu Iris segera menyetujui tugas itu sambil berkata "Berhati-hatilah,
yang terpenting adalah untuk tetap hidup karena jika kalian mati maka semua uang
dan level sama sekali tidak berguna lagi".

Myro dan Frize segera mengangguk lalu berkata "Kami mengerti".

Setelah mengambil tugas itu, Myro dan Frize segera berbalik dan pergi menuju ke
labirin. Saat mereka sedang di jalan, seorang wanita segera menabrak Myro. Myro
saat ini sedang sibuk berbicara dengan Frize sehingga ia sama sekali tidak
menyadari kedatangan wanita itu yang sangat tiba-tiba. Apalagi Myro tidak pernah
berpikir akan ada orang yang mencoba membunuhnya saat berada di kota,
bagaimanapun walikota Kota Labirin tidak akan diam jika seseorang berani
membunuh petualang di kotanya. Oleh karena itu, Myro menurunkan penjagaannya
saat berada di kota.

Myro sedikit terkejut dan hampir terjatuh, tapi Myro segera memperkuat kakinya dan
tidak jadi terjatuh.
Wanita itu segera berkata dengan panik pada Myro "Maaf, karena menabrak mu
secara tiba-tiba".

Myro akan berkata tidak masalah tapi sebelum Myro berbicara, suara seorang pria
yang berteriak dengan marah segera terdengar "Kau tunggu disana! Beraninya kau
mencoba melarikan diri! Apakah kau berpikir kami kelompok harimau gila akan
membiarkanmu melarikan diri".

Wanita itu segera panik saat mendengarkan teriakan tersebut dan berkata "Gawat!
Mereka sudah mengejar. Kalian harus melarikan diri juga agar tidak terlibat ke
masalah ini".

Myro saat ini segera terkejut dan mulai berkata di pikirannya "Apakah ini seperti hal
hal yang sering terjadi di cerita dunia lain? Membantu wanita cantik dari dikejar para
penjahat lalu wanita cantik ini akan tertarik pada dirinya sendiri".

Myro berpikir untuk segera membantu dan akan bergerak, tapi Frize di samping
Myro segera menarik Myro dan berkata "Tuan Myro, lebih baik untuk tidak bertindak
sembarangan. Jika wanita itu memang dikejar para penjahat maka tidak masalah
untuk membantunya, tapi jika wanita itu adalah penjahat yang mencoba menjebak
kita maka kita akan dirugikan".

Myro segera berhenti saat mendengar hal tersebut dan merasa bahwa perkataan
Frize memang benar. Myro tidak tertarik untuk ditipu lagi saat ia berada di dunia ini
seperti saat di Kerajaan Pengetahuan. Oleh karena itu, Myro saat ini berdiri diam
dan melihat apa yang akan terjadi selanjutnya.

Anda mungkin juga menyukai