Pola Hidup Remaja dan Risiko Diabetes Tipe 2
Pola Hidup Remaja dan Risiko Diabetes Tipe 2
SKRIPSI
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat
Memperoleh Gelar Sarjana Farmasi ([Link])
Program Studi Farmasi
Oleh :
Resky Benray Moon
138114042
FAKULTAS FARMASI
UNIVERSITAS SANATA DHARMA
YOGYAKARTA
2017
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
SKRIPSI
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat
Memperoleh Gelar Sarjana Farmasi ([Link])
Program Studi Farmasi
Oleh :
Resky Benray Moon
138114042
FAKULTAS FARMASI
UNIVERSITAS SANATA DHARMA
YOGYAKARTA
2017
i
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
ii
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
iii
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
iv
iv
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
v
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
HALAMAN PERSEMBAHAN
Matius 6:33
vi
vi
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
vii
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
ABSTRAK
Gaya hidup merupakan salah satu faktor risiko utama pada diabetes
melitus tipe 2. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang pola
makan dan aktivitas fisik remaja sebagai faktor risiko diabetes tipe 2. Penelitian
ini menggunakan jenis penelitian observasional deskriptif dan rancangan
penelitian cross-sectional. Penelitian ini menggunakan instrumen berupa
kuesioner tervalidasi yang telah melalui uji pemahaman bahasa dan reliabilitas,
dengan aspek yang diukur yaitu pengetahuan, sikap dan tindakan. Pengetahuan
dan sikap dianalisis dengan cara menghitung jumlah poin (biserial dan likert)pada
setiap aspek dan dikategorikan, lalu dihitung persentase per kategori (baik, cukup
dan kurang). Tindakan pola makan dibahas secara deskriptif, sedangkan untuk
aktivitas fisik dianalisis menggunakan baecke kuesioner, lalu dihitung persentase
per kategori (ringan, sedang dan berat). Hasil yang didapat yaitu pola makan
aspek pengetahuan terdapat 61,2% responden kategori baik dan untuk aspek sikap
terdapat 71,4% (baik). Aktivitas fisik aspek pengetahuan terdapat 84,7% (baik);
aspek sikap terdapat 45,9% (baik) dan 51% (cukup); sedangkan aspek tindakan
87,8% masuk dalam tingkat aktivitas berat. Pola makan dan aktivitas fisik
responden sudah masuk dalam kategori baik di semua aspek, sehingga dapat
disimpulkan bahwa pola hidup remaja sudah dapat dikatakan baik.
viii
viii
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
ABSTRACT
Lifestyle is one of the major risk factors in diabetes mellitus (DM) type 2.
This study aimed to get an overview of dietary pattern and physical activity in
adolescents as the risk factor of type 2 diabetes. Method: the study used a
descriptive observational with cross-sectional study design. The instrument used
in this study wasvalidated questionnaire that had been tested with language
comprehension and reliability test, and its measured aspects were knowledge,
attitude and action. Knowledge and attitude were analyzed by calculating the
points (biserial and likert) of each aspect and being categorized, then each
category (good, enough and less) were calculated in percentage. Action aspect of
dietary pattern was discussed descriptively and physical activity was analyzed
using the Baecke questionnaire, and then the percentage of each category (light,
moderate and vigorous) were calculated. Result: the result of knowledge aspect of
dietary pattern showed that there were 61.2% of respondents in good category;
and for attitude were 71.4% (good). Knowledge aspect of physical activity
showed that there were 84.7% of respondents in good category; for attitude aspect
were 45.9% (good) and 51% (enough); while the action aspect were 87.8% in
vigorous activity. Conculsion: dietary pattern and physical activity of respondents
had been categorized as good in all aspects, so that it could be concluded that
adolescents’s lifestyle was enough to be categorized as good.
ix
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
DAFTAR ISI
x
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
DAFTAR TABEL
xi
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
DAFTAR GAMBAR
xii
xii
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
DAFTAR LAMPIRAN
xiii
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
PENDAHULUAN
Menurut American Diabetic Association (ADA), diabetes melitus (DM) adalah
sekelompok penyakit metabolik yang ditandai dengan hiperglikemia akibat gangguan
pada sekresi insulin, kerja insulin, atau keduanya. DM juga merupakan penyakit
degeneratif dengan risiko komplikasi yang berbahaya. Hiperglikemia kronis diabetes
berhubungan dengan kerusakan jangka panjang, disfungsi, dan kegagalan berbagai
organ, terutama mata, ginjal, saraf, jantung, dan pembuluh darah (ADA, 2008).
Menurut data yang diperoleh International Diabetes Federation (IDF), 80%
dari total 382 juta penderita diabetes merupakan mayoritas usia antara 40 dan 59 yang
tinggal di negara berpenghasilan rendah dan menengah. Peningkatan terjadi pada semua
tipe diabetes, khususnya untuk diabetes tipe 2: jumlah penderita diabetes diperdiksikan
akan meningkat 55% pada 2035 (IDF, 2013). Kota Yogyakarta tercatat bahwa terdapat
3,0% dari total penduduk Indonesia yang menderita diabetes melitus (Kemenkes, 2013).
Pada tahun 2012, Survailans Terpadu Penyakit (STP) Puskesmas melaporkan bahwa
terdapat 7.434 kasus diabetes melitus di Daerah Istimewa Yogyakarta yang masuk
dalam urutan kelima dari distribusi 10 besar penyakit berbasis STP Puskesmas (Dinas
Kesehatan DIY, 2013).
Diabetes melitus dibagi menjadi beberapa tipe yaitu DM tipe 1, DM tipe 2,
gestasional dan DM tipe lain (ADA, 2008; PERKENI, 2011). DM tipe 2 merupakan
penyakit hiperglikemi yang terjadi akibat insensivitas sel terhadap insulin (Fatimah,
2015). Faktor risiko terjadinya DM tipe 2 diantaranya yaitu usia, genetik, obetitas atau
overweight, dan pola hidup. Pola hidup yang dominan menjadi pencetus DM adalah
pola makan dan aktivitas fisik (Koda-Kimble, 2009).
Menurut penelitian yang dilakukan oleh Trisnawati dan Setyorogo pada tahun
2013, didapatkan korelasi signifikan antara aktivitas fisik dengan kejadian DM tipe 2.
Orang yang melakukan aktivitas fisik yang berat memiliki risiko lebih rendah
mengalami DM tipe 2 dibandingkan dengan orang yang aktivitas fisik sehari -harinya
ringan. Penelitian yang dilakukan oleh Sartika, Wenny dan Franly di poliklinik Interna
BLU RSUP pada tahun 2013, menyimpulkan bahwa terdapat hubungan antara pola
makan dengan kejadian diabetes melitus. Orang yang terlalu banyak mengonsumsi
makan tinggi gula, frekuensi makan tidak teratur dan makan tidak tepat waktu memiliki
risiko terkena DM.
1
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
Seiring dengan peningkatan status ekonomi, perubahan gaya hidup dan efek
samping modernisasi di perkotaan maka problem penyakit tidak menular seperti
diabetes cenderung meningkat (Dinas Kesehatan DIY, 2013). Kecematan Mantrijeron
terletak di kota Yogyakarta yang merupakan kota yang cukup maju dengan segala
fasilitas yang membuat semua menjadi serba instan (makanan, teknologi-informasi,
maupun transportasi).
Masyarakat yang menjadi sasaran dari penelitian adalah remaja, baik putra
maupun putri dari kecamatan Matrijeron. Menurut WHO, remaja adalah penduduk
dalam rentang usia 10-19 tahun (Kemenkes, 2015). Pola hidup remaja zaman sekarang
cenderung kurang teratur yang berisiko menyebabkan diabetes di kemudian hari.
Remaja zaman sekarang umumnya lebih suka jajan dan makan di luar rumah. Makanan
jajanan yang dijual oleh kantin sekolah pada umumnya menjual makanan dengan
kandungan energi dan lemak yang tinggi, tetapi rendah serat, vitamin, dan mineral.
Perkembangan video game dan teknologi informasi menyebabkan berkurangnya
aktivitas fisik (Pramono, 2014).
Berdasarkan pertimbangan-pertimbangan di atas, peneliti ingin mengamati pola
makan dan aktivitas fisik pada remaja terkait faktor risiko DM tipe 2 di Kecamatan
Mantrijeron, Yogyakarta.
METODE PENELITIAN
Desain dan Subjek Penelitian
Penelitian yang dilakukan merupakan deskriptif observasional dengan rancangan
penelitian cross-sectional pada 98 responden remaja (non diabetes) yang tinggal di
Kecamatan Mantrijeron, [Link] dipilih secara simple random sampling
pada 9 dari 14 kecataman di kota Yogyakata yang memenuhi kriteria.
Pemilihan subjek menggunakan teknik non-random dengan jenis purposive
sampling berdasarkan penelitian yang telah dilakukan sebelumnya. Kriteria inklusi yaitu
remaja sehat rentangusia15-19 tahun yang menyetujui informed consentdan
mengembalikan kuesioner. Kriteria eksklusi dalam penelitian ini yaitu kuesioner yang
tidak terisi secara lengkap dan responden memiliki riwayat penyakit diabetes melitus.
Penelitian yang dilakukan telah mendapat izin dari Dinas Penanaman Modal dan
Perizinan dengan nomor surat 070/0153 dan telah diketahui oleh pihak kecamatan
terkait.
2
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
Jumlah sampel yang digunakan pada penelitian ini dihitung menggunakan rumus
berdasarkan proporsi oleh Isaac dan Michael:
( )
( )
( ) ( )
( )
Dengan keterangan: n (jumlah sampel), N (populasi), Z (derajat konfidensi
taraf 95%), p (menaksir proporsi jumlah subjek/objek yang mempunyai karakteristik
tertentu pada suatu populasi), q (= 1-p), dan d (persentase kemungkinan kesalahan
dalam menentukan ukuran sampel 1% , 5% dan 10%).
Pengambilan Data
Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa kuesioner tervalidasi
yang telah melalui uji pemahaman bahasa dan uji reliabilitas. Pada penelitian ini
validasi akan dilakukan melalui professional jugdement oleh dosen pembimbing dalam
bentuk evaluasi dan revisi. Uji pemahaman bahasa dilakukan pada 30 responden yang
memiliki karakteristik yang mirip dengan subjek sasaran, yang digunakan untuk melihat
bahasa yang digunakan dapat dimengerti dengan mudah atau tidak.
Uji reliabilitas dilakukan pada 30 remaja yang memiliki karakteristik demografi
yang sama dengan responden untuk mendapatkan nilai Cronbach Alpha. Suatu
instrumen dikatakan reliabel untuk sebuah penelitian, jika didapatkan nilai koefisien
alfa Cronbach Alpha> 0,60 (Budiman dan Riyanto, 2013). Cronbach Alpha yang
diperoleh untuk pola makan yaitu aspek pengetahuan (0,727) dan sikap (0,767),
sedangkan aktivitas fisik aspek pengetahuan didapatkan (0,623), sikap (0,765) dan
aspek tindakan (0,832).
Kuesioner disebar pada remaja yang berumur 15-19 tahun, yang menyetujui
inform consent dan bersedia mengisi serta mengembalikan kuesioner. Kuesioner berisi
beberapa pernyataan terkait pola makan dan aktivitas fisik, sehingga akan didapatkan
gambar pola hidup dari responden. Aspek yang akan diukur pada penelitian ini adalah
pengetahuan, sikap dan tindakan.
3
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
Analisis
Pengukuran pengetahuan digunakan skala biserial, sedangkan untuk pengukuran
sikap berupa poin penilaian (skala likert). Pola makan dan aktivitas fisik aspek
pengetahuan dan sikap masing-masing terdapat 14 pernyataan, kecuali untuk aktivitas
fisik aspek pengetahuan terdapat 10 pernyataan. Setiap pernyataan terbagi menjadi
favoreable (bersifat positif) dan unfavoreable (bersifat negatif). Lihat Lampiran 10.
Jumlah dan sifat pernyataan. Kategori tingkat pengetahuan dan sikap dibagi menjadi
tiga berdasarkan nilai presentase yaitu baik jika nilai presentase ≥75% dari total poin,
cukup jika nilai presentase 56-74%, dan kurang jika nilai presentase <55% (Budiman
dan Riyanto, 2013).
Aspek tindakan pada aktivitas fisik terdiri dari 22 pertanyaan yang diadopsi dari
Baecke questionnaire. Baecke membagi aktivitas fisik menjadi 3 bagian yaitu aktivitas
fisik pada waktu bekerja (nomor 1, 5, 6, 7, 8, 9, 10 dan 21), berolahraga (nomor 2, 3, 4,
11, 15, 16, 17, 18, 19 dan 22) dan waktu luang (nomor 12, 13, 14, dan 20). Poin
penilaian dapat dilihat pada (lampiran [Link] Skoring Baecke questionnaire).
Untuk isi pertanyaan nomor 3, 4, 16, 17, 18 dan 19 terdiri dari intensitas
olahraga, waktu berolahraga, dan proporsi olahraga. Ketiga aspek tersebut akan
dikalkulasi menggunakan rumus:
( )
∑( )
Rumus untuk mendapatkan nilai indeks aktivitas fisik adalah sebagai berikut:
[ ( ) ]
Work index =
[ ]
Sport index =
[( ) ]
Leisuring-time index =
4
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
dikategorikan, lalu dihitung persentase per kategori. Analisis aspek tindakan aktivitas
fisik dilakukan dengan menghitung frekuensi total poin dan dikategorikan (Baecke
questionnaire), lalu dihitung persentase per kategori. Sedangkan aspek tindakan pola
makan akan dilihat persentase per jawaban.
Penelitian ini ingin melihat gambaran pola makan dan aktivitas fisik remaja di
kecamatan Mantrijeron dengan aspek yang diukur yaitu pengetahuan, sikap dan
tindakan. Hasil penelitian secara keseluruhan menunjukan bahwa pola makan dan
aktivitas fisik remaja di kecamatan Mantrijeron sudah baik, dilihat dari pengetahuan dan
5
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
sikap remaja yang rata-rata masuk dalam kategori cukup hingga baik. Tindakan
responden terkait aktivitas fisik juga sudah masuk dalam kategori sedang hingga berat.
Tabel dibawah menunjukkan gambaran mengenai pola makan dan aktivitas fisik
responden.
Faktor-faktor yang dapat menggeser pola hidup responden ke arah yang kurang
sehat diantaranya adalah lingkungan terkait fasilitas yang tersedia, pergaulan remaja
serta budaya yang ada di masyarakat. Selain itu perkembangan teknologi informasi dan
transportasi, serta peningkatan status sosial ekonomi juga dapat menggeser pola hidup
responden yang baik ke arah pola hidup yang kurang sehat (Dinas Kesehatan DIY,
2013). Faktor internal dari responden sendiri juga sangat berpengaruh seperti stres dan
kedisiplinan mereka dalam menjaga pola hidup sehat.
Tabel II. Pola makan dan aktivitas fisik dalam aspek pengetahuan, sikap dan
tindakan
Pola makan Pola Aktivitas Aktivitas Aktivitas
Pengetahuan makan Fisik Fisik Fisik
Interpretasi (Sikap) Pengetahuan (Sikap) Interpretasi Tindakan
6
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
waktu memiliki risiko terkena DM. Pola makan yang tidak sehat yaitu pola konsumsi
dengan total kalori yang tinggi, asupan serat yang rendah, beban glikemik yang tinggi
dan tingginya rasio lemak jenuh yang dapat menjadi penyebab diabetes melitus (Alberti,
2007). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa 71,4% responden sudah memiliki sikap
yang baik dengan menghindari pola makan yang tidak sehat. Pengetahuan responden
mengenai pola makan sehat juga sudah masuk dalam kategori cukup (33,7%) dan baik
(61,2%).
80
70
60
50
40
30
20
10
0
Pengetahuan Sikap
Kurang 5.1 1
Cukup 33.7 27.6
Baik 61.2 71.4
b. Tindakan
Pola makan yang baik dimulai dengan keteraturan makan tigakali sehari yaitu
sarapan pagi sebelum beraktivitas, makan siang sebelum ada rangsangan lapar dan
makan malam sebelum tidur (Fitri, 2013). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa
72,5% responden (No. 1-a) melaksanakan pola makan teratur 3 kali sehari dan 39,8%
responden (No. 9-c) tidak pernah melewatkan sarapan pagi, sedangkan 40,8% (No. 9-b)
hanya melewatkan sarapan kurang dari 3 kali dalam seminggu.
7
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
Salah satu cara untuk mengurangi risiko diabetes yaitu dengan menjaga perilaku
makan sehari-hari yang sehat dan seimbang dengan meningkatkan konsumsi sayuran
dan buah, membatasi makanan tinggi lemak dan karbohidrat sederhana (Hasnah, 2009).
Komposisi makan yang dianjurkan yaitu karbohidrat sebesar 45-65% , lemak
dianjurkan sekitar 20-25% dan protein 10 – 20% dari total asupan energi/kalori yang
bisa didapat dari seafood (ikan, udang,cumi,dll), daging tanpa lemak, ayam tanpa kulit,
kacang-kacangan, tahu, dan tempe. Selain itu perlu juga asupan serat± 25 g/hariyang
dapat diperoleh darikacang-kacangan,buah, dan sayuran serta sumber karbohidrat yang
tinggi serat (PERKENI, 2011).
Pada hasil penelitian ini diketahui bahwa 40,8% responden biasa makan dengan
nasi, lauk, sayur dan buah, sedangkan 44,9% hanya mengonsumsi nasi, lauk dan sayur.
Sumber protein hewani yang biasa dikonsumsi responden yaitu telur (76,5%), ikan (69,4
%) dan daging ayam dengan kulit (58,2%), sedangkan sumber protein nabati yaitu
tempe (89,8%), tahu (83,7%), dan kacang kedelai (62,2%).
Dari hasil diketahui bahwa tingkat konsumsi responden terkait sumber protein
hewani bertolak belakang dengan pendapatan orang tua responden yang sebagian besar
di bawah upah minimum regional (UMR). Hal ini menunjukan bahwa pola makan
responden masih perlu adanya perbaikan, agar risiko diabetes menjadi rendah dan beban
ekonomi responden berkurang. Hal ini dapat dipengaruhi adanya subjektivitas
responden dalam mengisi kuesioner karena pendapatan orang tua yang tidak menentu
(pekerjaan informal), serta pengaruhi pergaulan antar remaja yang menyeret responden
ke arah pola makan tidak sehat walaupun pendapatan orang tuanya di bawah UMR.
100 89.883.7
90 76.5
80 69.4
70 58.2 62.2
55.1
60 49 46.9
50 33.7 39.8
40
30 16.318.4
20 2 6.1
10
0
8
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
Terdapat 58,2% dari responden lebih sering makan makanan yang diolah dengan
cara digoreng dan hanya 25,5% yang suka makanan yang direbus ataupun
ditumis.50,3% responden terbiasa mengonsumsi makanan digoreng lebih dari 3 kali
dalam seminggu. Selain itu diketahui juga bahwa 34,7% responden mengonsumsi sayur
2 porsi sehari dan 32,7% responden mengonsumsi kurang dari 2 porsi sehari. Pola
konsumsi makanan cepat saji responden yaitu 45,9% yang mengonsumsi kurang dari 3
kali seminggu dan 39,8% yang kurang dari 1 kali. Mayoritas dari responden terbiasa
mengonsumsi minuman-minuman manis kurang dari 3 kali seminggu yaitu 43,9%.
Tabel III. Jenis dan frekuensi konsumsi makanan dan minuman per hari/minggu
Frekuensi
No. Jenis n (%)
(konsumsi per hari/minggu)
1. Sayuran Lebih dari 2 porsi sehari 17 17,3
2 porsi sehari 34 34,7
Kurang dari 2 porsi sehari 32 32,7
Kurang dari 1 porsi sehari 15 15,3
2. Buah-buahan ≥2 kali dalam sehari 20 20,4
Kurang dari 2 kali dalam sehari 37 37,8
Kurang dari 1 kali dalam sehari 41 41,8
3. Fast Food ≥3 kali seminggu 14 14,3
Kurang dari 3 kali 45 45,9
Kurang dari 1 kali 39 39,8
4. Makanan (digoreng) Lebih dari 1 kali dalam sehari 25 25,5
1 kali dalam sehari 12 12,2
≥3 kali dalam seminggu 50 50,3
Kurang dari 3 kali dalam seminggu 12 12,2
5. Makanan Manis 3 kali atau lebih dalam seminggu 37 37,8
Kurang dari 3 kali 48 49
Kurang dari 1 kali 13 13,2
6. Minuman Manis 3 kali atau lebih 14 14,3
Kurang dari 3 kali 43 43,9
1 kali dalam sehari 16 16,3
Kurang dari sekali 25 25,5
9
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
dan minuman seperti ini sudah membudaya bagi masyarakat jawa. Rata-rata makanan
dan minuman yang tersedia cenderungmanis, serta cukup banyak ditemui jenis makanan
yang diolah dengan cara digoreng.
Tindakan responden yang sudah baik dapat dipengaruhi karena selama masa
remaja peran orang tua masih cukup mendominasi dalam menentukan menu makanan,
sehingga pola makan responden terkait sikap ataupun tindakan masih tergolong baik
(Lukmano, 2013). Selain itu tingkat pengetahuan dapat mempengaruhi sikap dan
tindakan seseorang dalam memilih makanan, sehingga jika responden sudah memiliki
pengetahuan yang baik maka sikap dan tindakan responden akan baik (Harper et al.
1985 dalam Lingga, 2011).
Hasil penelitian ini mirip dengan penelitian Abdul Kadir (2016) yang
menyimpulkan bahwa kebiasaan makan remaja di perkotaan masih dalam batas
kewajaran, namun tidak menutup kemungkinan bahwa kemajuan teknologi dan
pergaulan antar remaja dapatmenggeser kebiasaan makan yang masih relatif baik ke
kebiasaan makan makanan modern. Jika kebiasaan makan yang baik tetap dapat
dipertahankan, maka risiko terkena diabetes melitus akan semakin kecil.
10
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
terkait aktivitas fisik sehat, sehingga diharapkan hal ini dapat mempengaruhi sikap
maupun tindakan responden ke arah yang baik.
Pengetahuan responden yang baik ini dipengaruhi karena remaja diperkotaan
memiliki fasilitas yang mendukung mereka dalam mendapatkan informasi sebagai
sumber pembelajaran dengan [Link] itu terdapat faktor internal yang dapat
mempengaruhi pengetahuan responden seperti kondisi fisik, minat, persepsi,
intelenjensi, motivasi maupun emosi (Notoatmojo, 2010). Sikap responden yang baik
dapat dipengaruhi karena pengetahuan responden yang sudah baik terkait aktivitas fisik
yang sehat.
b. Tindakan
Aktivitas yang dilakukan oleh tubuh membutuhkan energi yang dikeluarkan,
begitupun sebaliknya apabila aktivitas fisik berkurang maka lebih banyak energi yang
tersimpan didalam tubuh (Azizah, 2014). Aktivitas fisik dapat mengontrol gula
darah,karena glukosa akan diubah menjadi energi pada saat beraktivitas fisik. Aktivitas
fisik juga mengakibatkan sensitivitas insulin semakin meningkat sehingga kadar gula
dalam darah akan dapat terkontrol lebih baik. (Kemenkes,2008).
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa aktivitas fisik remaja di kecamatan
Mantrijeron sudah baik. Tindakan responden terkait aktivitas fisik sudah dapat
dikatakan baik, karena 87,8% responden melakukan aktivitas fisik yang tergolong
[Link] besar responden masih rutin berolahraga dan menghindari aktivitas fisik
yang kurang sehat (sedentary activity) seperti menonton televisi, bermain gadget,
bermain komputer dan internet, serta membaca buku dalam waktu yang lama. Jika
responden dapat dipertahan sikap dan tindakan yang sudah baik ini, maka risiko
responden terkena diabetes melitus akan semakin kecil.
100
80
60
40
20
0
Pengetahuan Sikap Tindakan
Kurang/Ringan 8.2 3.1 2
Cukup/Sedang 7.1 51 10.2
Baik/Berat 84.7 45.9 87.8
11
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
Sikap adalah reaksi atau respon yang bersifat tertutup dari seseorang terhadap
suatu objek atau stimulus, sedangkan bila sikap diwujudkan dalam suatu perbuatan
nyata disebut sebagai tindakan. Pengetahuan, sikap dan tindakan memiliki keterkaitan
dan saling mempengaruhi satu dengan yang lain, dimana tingkat pengetahuan dapat
mempengaruhi sikap dan tindakan seseorang (Achmadi, 2013; Notoatmojo, 2010).
Tindakan responden yang sudah baik dapat dipengaruhi karena sebagian besar
responden sudah memiliki pengetahuan yang baik tetang aktivitas fisik yang sehat.
KESIMPULAN
Dari hasil penelitian dapat disimpulkan:
1. Pengetahuan, sikap dan tindakan remaja (usia 15-19 tahun) di kecamatan Mantrijeron
terkait pola makan dan aktivitas fisik sebagai faktor risiko diabetes melitus tipe 2
sudah dapat dikatakan baik, namun masih ada pola makan yang masih perlu
diperbaiki seperti tinggi pola konsumsi makanan yang goreng, konsumsi daging,
makanan dan minuman manis, serta rendahnya pola konsumsi buah.
2. Data karakteristik demografi menunjukan bahwa responden laki-laki (52%) sedikit
lebih dominan dibandingkan perempuan (48%); mayoritas umur responden 16
(25,5%) dan 17 tahun (25,5%); tingkat pendidikan responden didominasi oleh
SMA/SMK 58,2%; dan pendapatan orang tua responden lebih banyak dibawah Upah
Minimum Regional (< Rp.1.500.000) yaitu 52%.
SARAN
Pada penelitian ini diketahui bahwa dalam beberapa aspek, responden masih
belum mencerminkan pola hidup yang sehat, namun secara keseluruhan sudah dapat
dikatakan [Link] itu peneliti menyarankan perlu dilakukan penelitian lebih
lanjut yang dapat memperbaiki atau mengurangi pola hidup yang kurang sehat seperti
pola konsumsi makanan yang digoreng, makanan dan minuman manis yang tinggi, serta
rendahnya konsumsi buah.
12
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
DAFTAR PUSTAKA
Achmadi, F, 2013, Kesehatan Masyarakat, Edisi 1, Grafindo, Jakarta, hal. 119, 123.
Alberti, K. G. M. M., Zimmet, P., Shaw, J., 2007, Internasional Diabetes Federation: a
Consensus on Type 2 Diabetes Prevention, Diabetic Medicine, 24: 453.
Azizah, 2014, Hubungan Asupan Energi dan Aktivitas Fisik dengan Indeks Massa
Tubuh pada Remaja Putri di Madrasah Aliyah Almukmin Sukoharjo, Surakarta:
Universitas Muhammadiyah, hal. 9.
Budiman, Riyanto, A., 2013, Kapita Selekta Kuesioner: Pengetahuan dan Sikap dalam
Penelitian Kesehatan, Penerbit Salemba Medika, Jakarta, pp. 11-22.
Mongisidi, G., 2014, Hubungan antara Status Sosial-ekonomi dengan Kejadian Diabetes
Melitus Tipe 2 di Poliklinik Interna BLU RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou
Manado, Universitas Sam Ratulangi, 1 (1): 6-7.
Hasnah, 2009, Pencegahan Penyakit Diabetes Melitus Tipe 2, Media Gizi Pangan, 7 (1):
3.
International Diabetes Federation, 2013, IDF Diabetes Atlas, 6th Edition, 13.
Ifada, I., Nugroho, T., 2010, Faktor-Faktor yang Berpengaruh dengan Pengetahuan
Masyarakat mengenai Pelayanan Kesehatan Mata, Universitas Diponegoro:
Semarang, hal 9.
Irawan, Dedi, 2010,Prevalensi dan Faktor Risiko Kejadian Diabetes Melitus Tipe 2 di
Daerah Urban Indonesia (Analisa Data Sekunder Riskesdas 2007), Thesis
Universitas Indonesia, hal. 24.
Jelantik, I. G. M., Haryati, Hj. E., 2014, Hubungan Faktor Risiko Umur, Jenis Kelamin,
Kegemukan dan Hipertensi dengan Kejadian Diabetes Mellitus Tipe II di
Wilayah Kerja Puskesmas Mataram, Media Bima Ilmiah, 8 (1): 40.
13
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
Kementerian Kesehatan RI, 2014, Pusat Data dan Informasi : Situasi dan Analisis
Diabetes, Kementerian Kesehatan RI, hal. 1-3.
Kementerian Kesehatan RI, 2014, Pusat Data dan Informasi : Situasi Kesehatan
Reproduksi Remaja, Kementerian Kesehatan RI, hal. 1.
Koda-Kimble, M. A., et all, 2009, Applied Therapuetics: The Clinical Use for Drugs,
9th edition, Wolters Kluwer: USA, p. 1389.
Lingga, M., 2011, Studi tentang Pengetahuan Gizi, Kebiasaan Makan, Aktivitas Fisik,
Status Gizi dan Boduimage Remaja Putri yang Berstatus Gizi Normal dan
Gemuk/Obes di SMA Budi Mulai Bogor, Bogor: Institut Pertanian Bogor, hal. 7.
Lukmanto, J., Kristanti, M., 2013, Pengetahuan Gizi dan Perilaku Makan Remaja di
SMP Gloria 1 Surabaya, Universitas Kristen Petra, 1 (1): 81.
Neolaka, A., 2014, Metode Penelitian dan Statistik, PT Remaja Rosdakarya: Bandung,
hal. 92-93, 96, 112-113, 115-116.
Notoatmojo, 2010, Ilmu Prilaku Kesehatan, Rineka Cipta, Jakarta, hal.23, 31.
Pramono, A., Sulchan, M., 2014, Kontribusi Makanana Janajan dan Akitivitas Fisik
terhadap Kejadian Obesitas pada Remaja di Kota Semarang, Jurnal Gizi
Indonesia, 2 (2): 60.
Saleha, Q., 2005, Kajian Pola dan Kebiasaan Makan Masyarakat Cireundeudi
Kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi,Kabupaten bandung, Jurnal EPP, 2
(1): 25.
Sartika, S., Wenny, S. dan Franly O., 2013, Hubungan Pola Makan dengan Kejadian
Diabetes Melitus Tipe II di Poli Interna [Link]. Prof. Dr. R. D. Kandou
Manado, Ejournal Keperawatan, 1(1): 5.
Trisnawati, S. K., Setyorogo, S., 2013, Faktor Risiko Kejadian Diabetes Melitus Tipe II
di Puskesmas Kecamatan Cengkareng Jakarta Barat Tahun 2012, Jurnal Ilmiah
Kesehatan,5(1): 9.
14
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
LAMPIRAN
Lampiran 1. Ethical Clearance
15
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
16
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
No. Responden:………
Yang bertanda tangan dibawah ini :
1. Nama : ……………………………………………………….
2. Keluarga dari : ……………………………………………………….
3. Alamat : ……………………………………………………….
RT………..RW…….…Kelurahan…………………..
Kec ………………………………
Setelah mendapat penjelasan tentang maksud dan tujuan dari penelitian ini, saya
(*bersedia/tidak bersedia) berpartisipasi menjadi responden dalam penelitian yang
berjudul “Pengetahuan, Sikap dan Tindakan terhadap Pola Hidup terkait Faktor Risiko
Diabetes Melitus Tipe 2 pada Remaja di Kecamatan Mantrijeron, Yogyakarta” dan
memberikan informasi yang dibutuhkan dalam penelitian ini.
Demikian pernyataan ini saya buat dalam keadaan sadar dan tanpa ada paksaan,
sebab saya memahami keikutsertaan ini akan memberi manfaat dan kerahasiaannya
akan tetap terjaga.
Yogyakarta,………………
Responden
(.…………………………….)
17
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
Lampiran 4. Kuesioner
Nama :
Usia :.............tahun
Jenis Kelamin Laki-laki/Perempuan
18
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
19
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
B. Sikap
Pilihlah jawaban dari pernyataan-pernyataan dibawah ini pada tempat yang telah
disediakan dengan memberi tanda centang (√)
SS : Sangat setuju (bila saya sangat setuju dengan pernyataan yang diajukan)
S : Setuju (bila saya cenderung setuju dengan pernyataan yang diajukan)
TS : Tidak setuju (bila saya cenderung tidak setuju dengan pernyataan yang
diajukan)
STS : Sangat tidak setuju (bila saya sangat tidak setuju dengan pernyataan yang
diajukan)
No Pernyataan SS S TS STS
20
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
21
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
B. Sikap
Pilihlah jawaban dari pernyataan-pernyataan dibawah ini pada tempat yang telah
disediakan dengan memberi tanda centang (√)
SS : Sangat setuju (bila saya sangat setuju dengan pernyataan yang diajukan)
S : Setuju (bila saya cenderung setuju dengan pernyataan yang diajukan)
TS : Tidak setuju (bila saya cenderung tidak setuju dengan pernyataan yang
diajukan)
STS : Sangat tidak setuju (bila saya sangat tidak setuju dengan pernyataan yang
diajukan)
No Pernyataan SS S TS STS
22
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
IV. TINDAKAN
23
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
24
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
25
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
senggang?
13. Selama waktu senggang apakah
anda berjalan-jalan?
14. Selama waktu senggang apakah
anda bermain sepeda?
15. Seberapa sering anda
berkeringat selama waktu
senggang saat melakukan
aktivitas?
27
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
28
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
29
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
30
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
31
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
Pernyataan
Responden Total
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14
1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 12
2 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 13
3 1 1 1 0 0 1 0 0 1 1 1 1 1 1 10
4 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 12
5 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 14
6 1 0 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 11
7 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 12
8 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 13
9 1 0 1 1 1 1 1 1 0 0 0 1 1 1 10
10 1 0 1 1 0 1 1 0 0 1 1 1 0 1 9
11 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 11
12 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 0 1 0 1 10
13 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 0 0 10
14 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 12
15 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1 0 1 11
16 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 1 0 1 0 3
17 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 13
18 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 14
19 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 11
20 1 0 1 0 0 1 0 1 0 1 1 1 0 1 8
21 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 11
22 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 12
23 1 0 1 1 0 1 0 1 1 0 0 1 0 1 8
24 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 12
25 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 14
26 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 14
27 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 14
28 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 14
29 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 14
30 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 14
32
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
Pernyataan
Responden Total
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14
1 3 3 3 3 2 4 4 2 3 3 2 3 3 3 41
2 4 4 4 3 3 4 3 3 4 3 4 4 3 4 50
3 2 3 3 3 2 4 4 3 3 4 3 3 4 3 44
4 2 4 4 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 44
5 2 3 3 2 2 3 3 2 3 2 3 2 2 3 35
6 4 4 3 4 3 3 3 2 2 3 2 3 3 2 41
7 4 4 4 4 3 4 4 3 3 3 3 4 3 3 49
8 3 3 3 3 1 4 4 2 2 2 3 3 3 3 39
9 3 3 3 3 2 3 2 2 3 2 2 4 2 4 38
10 3 4 4 3 2 4 3 2 3 2 2 3 3 3 41
11 2 3 4 3 3 3 3 3 3 3 2 3 2 2 39
12 2 4 4 3 2 4 3 3 3 3 3 3 3 3 43
13 3 1 4 3 2 1 3 3 3 2 3 3 3 3 37
14 3 4 4 3 3 1 3 4 3 3 4 2 3 4 44
15 2 3 3 3 2 2 3 3 3 3 3 3 3 3 39
16 2 4 4 2 4 2 3 4 3 3 3 2 2 3 41
17 1 3 4 3 2 2 4 4 4 3 2 4 3 2 41
18 2 3 3 3 2 1 4 2 3 3 3 4 2 3 38
19 3 4 4 3 3 2 3 4 3 3 4 3 3 2 44
20 2 3 3 2 2 3 3 2 2 3 3 2 3 2 35
21 3 3 4 3 1 3 3 2 3 3 3 3 2 3 39
22 3 4 4 3 3 2 3 4 3 3 4 3 3 2 44
23 2 3 2 1 3 1 4 3 4 2 3 3 3 3 37
24 3 3 3 2 2 2 3 3 3 3 2 3 3 3 38
25 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 2 4 4 3 53
26 2 4 4 3 2 4 3 3 3 3 3 4 3 4 45
27 3 3 3 3 2 2 3 3 2 3 3 3 2 2 37
28 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 2 4 4 3 53
29 2 4 4 3 2 4 3 3 3 3 3 4 3 4 45
30 3 3 3 3 2 2 3 3 2 3 3 3 2 2 37
33
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
Pernyataan
Responden Total
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14
1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 13
2 0 1 1 0 1 0 0 1 1 0 1 1 1 1 9
3 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 13
4 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 12
5 0 1 1 0 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 10
6 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 12
7 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 12
8 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 14
9 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 13
10 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 12
11 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 13
12 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 13
13 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 12
14 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 13
15 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 13
16 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 12
17 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 13
18 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 12
19 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 13
20 1 0 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 0 0 9
21 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 0 0 1 10
22 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 12
23 0 1 1 1 0 1 1 1 1 0 0 0 1 0 8
24 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 0 1 1 11
25 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 11
26 0 1 1 0 0 1 0 1 1 1 0 1 1 1 9
27 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 13
28 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 11
29 0 1 1 0 0 1 0 1 1 1 0 1 1 1 9
30 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 13
34
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
Pernyataan
Responden Total
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14
1 4 3 4 4 3 3 4 3 3 4 3 2 2 3 45
2 4 3 3 4 3 3 2 3 3 3 3 2 3 4 43
3 3 2 2 3 2 3 2 2 3 2 2 2 3 3 34
4 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 42
5 3 3 3 3 3 3 2 3 4 3 3 3 4 3 43
6 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 43
7 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 41
8 3 3 2 4 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 43
9 3 3 2 3 3 3 2 2 3 3 3 3 3 3 39
10 4 3 3 3 4 3 2 3 3 3 3 2 3 2 41
11 3 3 3 3 3 3 3 2 3 4 4 4 3 3 44
12 3 3 3 4 3 3 2 2 2 3 2 3 2 3 38
13 4 4 1 1 4 3 3 3 3 3 4 3 3 3 42
14 4 4 3 2 4 3 2 3 3 3 2 3 2 4 42
15 3 3 3 2 3 2 2 3 3 3 2 3 2 2 36
16 3 4 2 2 3 2 3 3 2 3 3 2 3 3 38
17 3 2 2 2 2 2 2 3 3 3 2 2 4 4 36
18 2 3 2 2 3 2 2 3 3 3 3 3 3 3 37
19 3 3 3 3 3 3 2 3 4 3 3 2 3 3 41
20 2 2 2 2 2 3 3 3 2 3 3 2 3 2 34
21 3 4 3 2 3 2 3 3 3 3 3 2 3 3 40
22 3 2 3 3 3 3 3 3 4 4 3 2 4 3 43
23 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 40
24 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 42
25 4 4 4 4 3 3 3 2 3 4 4 4 4 4 50
26 3 4 3 3 4 3 3 3 3 4 4 3 4 4 48
27 4 2 3 1 3 3 3 2 2 2 3 2 3 4 37
28 4 4 4 4 3 3 3 2 3 4 4 4 4 4 50
29 3 4 3 3 4 3 3 3 3 4 4 3 4 4 48
30 4 2 3 1 3 3 3 2 2 2 3 2 3 4 37
35
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
36
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
b. Crobanch Alpha
Reliability Statistics
Cronbach's
Alpha N of Items
.727 14
Reliability Statistics
Cronbach's
Alpha N of Items
.767 14
Cronbach's
Alpha N of Items
.623 10
Cronbach's
Alpha N of Items
.765 14
Cronbach's
Alpha N of Items
.832 22
36
37
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
38
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
39
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
40
39
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
39
41
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
42
39
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
PERNYATAAN
Pilihan (Terkait Frekuensi, Jenis dan Waktu Makan)
1 (%) 2 (%) 5 (%) 6 (%) 7 (%) 8 (%) 9 (%) 10 (%) 11 (%) 12 (%) 13 (%)
a 11 11,2 40 40,8 17 17,3 22 22,5 20 20,4 14 14,3 19 19,4 4 4,1 25 25,5 37 37,8 14 14,3
b 71 72,5 44 44,9 34 34,7 22 22,5 37 37,8 45 45,9 40 40,8 12 12,2 12 12,2 48 49 43 43,9
c 10 10,2 14 14,3 32 32,7 54 55 41 41,8 39 39,8 39 39,8 57 58,2 49 50,3 13 13,2 16 16,3
d 6 6.1 15 15,3 25 25,5 12 25 25,5
Total 98 98 98 98 98 98 98 98 98 98 98
PERNYATAAN
(Terkait Sumber Protein)
Nomor 3 Nomor 2
Persentase Persentase
Pilihan Pilihan
(%) (%)
a. Daging sapi dengan lemak 33.7 a. Tempe 89.8
b. Daging ayam dengan kulit 58.2 b. Tahu 83.7
c. Daging ikan 69.4 c. Kacang kedelai 62.2
d. Daging sapi tanpa lemak 39.8 d. Kacang tanah 46.9
e. Daging ayam tanpa kulit 49 e. Kacang mete 6.1
f. Udang 16.3 f. Kacang hijau 55.1
g. Cumi-cumi 18.4
h. Kepiting 2
i. Telur 76.5
43
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
44
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
BIOGRAFI PENULIS
44
45
Socio-economic status influences adolescent health behaviors by affecting dietary choices and access to resources that promote a healthy lifestyle. Adolescents from higher socio-economic backgrounds may have better access to diverse food options and recreational facilities, potentially leading to healthier lifestyle choices. However, the pressure to conform to socio-economic norms, such as consuming modern foods, may also detract from these benefits .
The relationship between knowledge, attitude, and behavior concerning physical activity is interactive and mutually influential. Good knowledge of healthy physical activity positively affects attitudes and behaviors, leading to healthier practices. This correlation suggests that increased knowledge can improve attitudes and thus enhance behaviors towards physical activity .
Factors contributing to a shift from a healthy to an unhealthy lifestyle among adolescents include environmental aspects such as available facilities, peer interactions, and societal culture. Additionally, technological advancement and transportation, as well as increased social-economic status, can negatively impact lifestyle. Internal factors like stress and the individual's discipline in maintaining a healthy lifestyle are also significant .
Urbanization impacts adolescent health knowledge and practices by enhancing access to health information and resources that promote healthy lifestyles. It increases the availability of technology and facilities that can aid in learning about and practicing healthful habits. Urban adolescents may have better exposure to health education, contributing to improved awareness and healthier lifestyle choices .
Maintaining healthy eating habits is crucial in preventing type 2 diabetes because such habits can reduce risk factors like high sugar consumption, irregular eating patterns, and high intake of saturated fats. Adopting regular meal schedules and balanced nutrition with low glycemic loads and high fiber intake can significantly decrease the risk of developing diabetes .
Gender distribution may affect health behavior outcomes, as differing social and cultural expectations can influence lifestyle choices. In the study sample, males slightly outnumber females, which might impact the focus on physical activities versus dietary habits, as historical gender norms often emphasize physicality more for males .
Physical inactivity can adversely affect health by contributing to insulin resistance, which is a crucial factor in developing type 2 diabetes. Inactivity leads to less energy expenditure, which can result in obesity, a significant risk factor for diabetes. Additionally, it reduces the body's ability to use glucose effectively, thus increasing blood sugar levels. Regular physical activity is important because it enhances insulin sensitivity and helps manage blood glucose levels .
Knowledge of nutrition plays a crucial role in shaping eating habits as it influences an individual's food choices and consumption quantities. This knowledge enables adolescents to avoid unhealthy eating patterns and is facilitated by easy access to information, especially in urban areas .
Despite generally good health behaviors, discrepancies in adolescent eating patterns include high consumption of fried foods, meat, sugary foods, and drinks, coupled with low fruit intake. These patterns need improvement to ensure a balanced diet that minimizes the risk of health issues like diabetes .
The reliability of the data on adolescent physical activity is indicated by statistical measures such as Cronbach's Alpha. The values reported demonstrate substantial reliability, with activity-related questions showing consistent responses across the sample, ensuring the data's validity .