1.
Kehidupan Masyarakat Secara umum di Jogja
Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) atau biasa disebut Jogja adalah Daerah Istimewa
setingkat provinsi di Indonesia yang merupakan peleburan Negara Kesultanan Yogyakarta
dan Negara Kadipaten Paku [Link] mempunyai beragam potensi budaya, baik budaya
yang tangible (fisik) maupun yang intangible (nonfisik). Potensi budaya yang tangible antara
lain kawasan cagar budaya, dan benda cagar budaya sedangkan potensi budaya yang
intangible seperti gagasan, sistem nilai atau norma, karya seni, sistem sosial atau perilaku
sosial yang ada dalam masyarakat.
Jogja juga terkenal sebagai “Kota Pelajar”. Universitas Gadjah Mada atau UGM, perguruan
tinggi tertua di Indonesia terletak di provinsi ini. Selain UGM, Jogja juga menjadi rumah bagi
banyak perguruan tinggi bergengsi lainnya. Secara total, jumlah perguruan tinggi di Jogja
baik negeri, swasta, maupun kedinasan seluruhnya mencapai hampir 150 institusi pendidikan
tinggi yang diasuh oleh sekitar 10 ribu dosen
[Link] Adat
[Link] Joglo
Model rumah adat Yogyakarta yang pertama adalah Joglo. Rumah adat ini tergolong cukup
populer di kalangan masyarakat. Rumah adat ini tidak hanya ditemukan di Jogja, akan tetapi
juga banyak di daerah Jawa Timur dan Jawa Tengah. Jadi, tidak terlalu sulit untuk mencari
rumah Joglo.
Rumah adat ini dibangun dengan ukuran yang cukup besar dimana pada setiap sisinya
menggunakan material kayu. Salah satu ciri khas yang dimiliki oleh rumah Joglo yaitu
memiliki blandar tumpangsari atau blandar yang bersusuk dan terlihat melebar ke atas.
Struktur Rumah Adat Joglo
[Link] Bangsal Kencono
Dibandingkan dengan rumah Joglo, rumah adat Yogyakarta Bangsal Kencono memiliki
ukuran yang lebih besar. Dulu, saat kota Yogyakarta masih bergabung dengan Jawa Tengah,
maka rumah Joglo adalah rumah adat yang dikenal masyarakat. Namun, berbeda sejak
Yogyakarta jadi provinsi sendiri.
Bangsal Kencono justru menjadi rumah adat dari Yogyakarta yang memiliki ciri khas
tersendiri. Gaya bangunan serta corak dari rumah ini terlihat hampir sama dengan Keraton
Yogyakarta atau Mataram. Dulu, Bangsal Kencono menjadi tempat tinggal para raja.
Filosofi
[Link] Wisata
[Link] Zoo
Jika kamu sedang mencari tempat wisata di Jogja untuk keluarga, berkunjung ke kebun
binatang bisa menjadi pilihan yang menarik. Banyak pilihan kebun binatang yang ada di
Jogja. Salah satunya adalah Suraloka Zoo yang baru dibuka akhir Desember laluSelain
berinteraksi dengan satwa-satwa di kebun binatang, di Suraloka Zoo terdapat wahana yang
menarik seperti flying fox, high rope, menunggang kuda poni dan kuda sandel, hingga
Artificial Reality (AR).
[Link] Menoreh
Tumpeng Menoreh adalah sebuah restoran yang terletak di Kabupaten Kulon Progo. Konsep
restoran ini terbilang unik karena didirikan di atas perbukitan. Nama Tumpeng Menoreh
sendiri berasal dari bentuk restoran yang mengerucut ke atas seperti tumpeng. Sementara,
Menoreh adalah nama perbukitan tempat restoran tersebut dibangun. Restoran Tumpeng
Menoreh buka setiap hari selama 24 jam. Oleh karena itu, di restoran ini kamu bisa
menyantap makanan atau kopi sambil berburu pemandangan matahari terbit. Spot sunrise
ini memang menjadi daya tarik tersendiri bagi Tumpeng Menoreh. Pada siang hari, kamu
juga bisa menikmati indahnya pemandangan Gunung Merapi, Gunung Merbabu, dan
Gunung Sindoro-Sindur dari restoran ini.
[Link] Daerah
[Link]
Bakpia telah mendapatkan tempat
sebagai makanan khas Yogyakarta karena
berbagai macam proses yang tertaut di
dalamnya. Makanan ini merupakan
perpaduan antara cita rasa Tionghoa
dengan lokal, yang awalnya
menggunakan minyak babi bermetaforsis
menjadi kue bulat tanpa minyak babi dan
bisa diterima oleh semua kalangan
[Link]
Tiwul adalah penganan yang dibuat dari tepung
gaplek, diberi gula sedikit, kemudian dikukus,
dapat dimakan bersama kelapa parut yang telah
diberi garam sedikit
[Link]
Gudeg terbuat dari nangka muda yang dimasak
dengan santan. Warna cokelat khas pada gudeg
dihasilkan oleh daun jati yang dimasak
bersamaan. Gudeg biasanya dimakan dengan
nasi dan disajikan dengan kuah santan kental
(areh), ayam kampung, telur, tempe, tahu dan
sambal goreng krecek.
[Link] Daerah
[Link] Yogyakarta
Keraton Yogyakarta mulai didirikan oleh Sultan Hamengku
Buwono I beberapa bulan pasca Perjanjian Giyanti pada
tahun 1755. Lokasi keraton ini konon adalah bekas
sebuah pesanggarahan yang bernama Garjitawati.
[Link] Malioboro
Jalan Malioboro adalah salah satu kawasan jalan dari
tiga jalan di Kota Yogyakarta yang membentang dari
Tugu Yogyakarta hingga ke persimpangan Titik Nol
Kilometer Yogyakarta. Secara keseluruhan, kawasan
Malioboro terdiri atas Jalan Margo Utomo, Jalan
Malioboro, dan Jalan Margo Mulyo.
[Link] Prambanan
Candi Prambanan kompleks candi Hindu terbesar di
Indonesia yang dibangun pada abad ke-9 masehi. Candi
ini dipersembahkan untuk Trimurti, tiga dewa utama
Hindu yaitu Brahma sebagai dewa pencipta, Wishnu
sebagai dewa pemelihara, dan Siwa sebagai dewa
pemusnah.
[Link] dan Kebudayaan
[Link]
Menurut putri sulung Sri Sultan Hamengku
Buwono X ini, tumplak wajik adalah prosesi inti
awal. Ritual ini berupa peletakan wajik di
tengah-tengah kerangka gunungan puteri.
Sebelum akhirnya dihiasi dengan beragam hasil
bumi.
[Link]
Tari bedhaya semang tersebut dipagelarkan
untuk kepentingan ritual istana, seperti
peristiwa jumenengan. Berdasarkan tradisi yang
telah ada, jumlah penari bedhaya terdiri dari
sembilan orang. Penari Bedhaya tersebut
mendapatkan status sebgai pegawai Kraton
dengan sebutan abdi dalem Bedhaya (Lihat abdi
dalem bedhaya).
[Link] Kerajinan Daerah
[Link] Kotagede
Pengrajin di Kotagede dikenal telaten
dalam seni menempa, mengukir, dan
membentuk perak menjadi berbagai
macam bentuk. Kepiawaian mereka
dalam membuat ukiran perak sudah
dikuasai secara turun-temurun
darigenerasi ke generasi. Seluruh
pengrajin perak di Kotagede juga
menciptakan ratusan jenis kerajinan
yang unik dan sangat khas, mulai dari
cincin, bros, miniatur sepeda, miniatur
andong, dan berbagai perhiasan hingga
aksesori lainnya.
[Link] Becak [Link] Gamelan