MAKALAH BUDIDAYA TERNAK UNGGAS AYAM PETELUR
[Link] Ircawati
[Link]
Kelas: XII IPA 1
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR................................................................................................
BAB I PENDAHULUAN..................................................................................
1.1. Latar Belakang..............................................................................................
1.2. Rumusan Masalah.........................................................................................
1.3. Maksud dan Tujuan ............................................................................................
BAB II Pembahasan.......................................................................................
2.1. Persiapan Kandang ............................
2.2. Memilih Bibit / COD yang Unggul.....................................
[Link]..........................
2.4. Pemeliharaan Ternak Ayam Petelur..............................
[Link] dan Hama Pada Ternak Ayam Petelur.........
[Link]..............
BAB III Penutup
3.1. Kesimpulan..........................................................................................
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmatnya sehingga makalah ini
dapat tersusun hingga selesai .Makalah ini dibuat untuk memenuhi tugas mata pelajaran
Prakarya dan Kewirausahaan dengan judul Budidaya Ternak Unggas Ayam Petelur.
Dan harapan kami semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan pengalaman bagi
para pembaca, Untuk ke depannya dapat memperbaiki bentuk maupun menambah isi
makalah agar menjadi lebih baik lagi. Karena keterbatasan pengetahuan maupun
pengalaman kami, kami yakin masih banyak kekurangan dalam makalah ini. Oleh karena
itu,kami sangat mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari pembaca demi
kesempurnaan makalah ini.
Ketapang, September 2021.
Penyusun
BAB I
PENDAHULUAN
[Link] Belakang
Dewasa ini kebutuhan telur dalam negeri terus meningkat sejalan dengan
peningkatan pola hidup manusia dalam meningkatkan kebutuhan akan protein
hewani yang berasal dari telur. Selain itu juga adanya program pemerintah dalam
meningkatkan gizi masyarakat terutama anak-anak. Kebutuhan akan telur yang
terus meningkat tidak diimbangi dengan produksi telur yang besar sehingga
terjadilah kekurangan persediaan telur yang mengakibatkan harga telur mahal.
Dengan melihat kondisi tersebut budidaya ayam petelur dapat memberikan
keuntungan yang menjanjikan bila di kelola secara intensif dan terpadu.
Selain itu ,mengingat masih sedikitnya yang beternak unggas seperti ayam
petelur dan sedikitnya persaingan dipasar menjadikan ternak ayam petelur
sebuah peluang besar, baik yang beternak ayam secara individu atau secara
kelompok. Lahan yang tersedia diindonesia masih kosong dan bisa dimanfaatkan
untuk kegiatan beternak ayam petelur.
Beternak ayam petelur sangat menguntungkan. Menguntungkan karena selain
peluang usaha yang besar juga dalam pemeliharaan tidak terlalu mahal. Bagi
ayam petelur yang sudah berumur 4 bulan bisa menghasilkan telur setiap hari dan
tiap tahunnya bisa mencapai 300 butir telur yang dapat dikeluarkan.
1.2. Rumusan Masalah
-Apa sajakah yang harus dipersiapkan dalam pembuatan kandang ?
-Bagaimana cara memilih bibit /COD yang unggul ?
-Apa saja pakan yang harus diberikan ?
-Bagaimana pemeliharaan ternak ayam petelur ?
-Apa saja penyakit yang menyerang ternak ayam petelur ?
-Bagaimana cara melakukan panen telur ayam ?
1.3. Maksud dan Tujuan
-Untuk mengetahui persiapan dalam pembuatan kandang
-Untuk mengetahui cara memilih bibit yang unggul
-Untuk mengetahui pakan yang akan diberikan
-Untuk mengetahui cara pemeliharaan ternak ayam petelur
-Untuk mengetahui jenis penyakit yang menyerang ternak ayam petelur
BAB II
PEMBAHASAN
Ayam petelur merupakan ayam betina yang sudah dewasa dikembangkan
dan juga hanyak menghasilkan produksi. Beternak ayam petelur ini sangat mudah
dan sederhana, tetapi harus menajemen budidaya yang tepat untuk
menghasilkan produktivitas yang tinggi. Budidaya ayam petelur ini sudah sangat
lama sekali berkembang di Indonesia. Beternak ayam petelur bagi pemula sangat
sederhana dan juga harus memenuhi persyaratan yang sudah ditentukan, oleh
beberapa orang yang sudah berpengalaman dan juga para ahli dalam
pembudidayaan ayam petelur ini. Sebelum memulai beternak ayam, ada beberpa
hal yang harus disediakan dan dipersiapkan.
2.1. Persiapan Kandang
Langakah utama yang harus disiapkan ketika akan memulai beternak ayam
petelur adalah kandang. Sebuah kandang ayam petelur akan dilengkapi dengan
berbagai hal pendukung yang dipakai untuk memudahkan segala aktifitas pemilik
saat mengurusi dan untuk memanen telur telur ayam tersebut nanti. Dalam
pembuatan kandnag tidak sembarangn membuat, ada bebrapa hal yang harus
diperhatikan terutama lahan atau tempat pendirian kandang. Salah satunya iklim
kandang yang cocok untuk beternak ayam petelur meliputi persyaratan
temperatur berkisar antara 32,2–35 °C, kelembaban berkisar antara 60–70%,
penerangan dan atau pemanasan kandang sesuai dengan aturan yang ada, tata
letak kandang agar mendapat sinar matahari pagi dan tidak melawan
arah mata angin kencang serta sirkulasi udara yang baik, jangan membuat
kandang dengan permukaan lahan yang berbukit karena menghalangi sirkulasi
udara dan membahayakan aliran air permukaan bila turun hujan, sebaiknya
kandang dibangun dengan sistem terbuka agar hembusan angin cukup
memberikan kesegaran di dalam kandang.
Untuk kontruksi kandang tidak harus dengan bahan yang mahal, yang penting
kuat, bersih dan tahan lama. Selanjutnya perlengkapan kandang hendaknya
disediakan selengkap mungkin seperti tempat pakan, tempat minum, tempat air,
tempat ransum, tempat obat-obatan dan sistem alat penerangan.
Tempat pembuatan kandang harus jauh dari permukiman hal ini bertujuan
agar tidak mengganggu warga sekitar,namun jika diperkirakan tidak mengganggu
bisa dekat dengan permukiman misalnya dibelakng rumah. Tempatnya harus
mudah dijangkau dengan kendaraan, jauh dari tempat bising yang dapat
mengakibatkan stress ayam yang dapat berpengaruh terhadap hasil produksi
telur dan tempatnya harus permanen tidak berpindah –pindah.
2.1.1. Bentuk Kandang
Pembuatan kandang ayam yang bagus khusus untuk ayam petelur adalah
memperhatikan agar memudahkan proses pengumpulan telur dan pembuangan
kotoran. Dan jenis kandang yang paling cocok adalah kandang ayam dengan
sistem panggung. Secara umum bentuk kandang untuk ayam ada dua tipe yaitu
kandang koloni dan kandang individu. Khusus untuk ayam petelur cocok
menggunakan bentuk kandang individu jenis kandang bateryy.
Kandang ayam jenis Battery ini adalah jenis kandang ayam yang sangat populer,
jenis modern dari kandang battery / kandang batere dibuat dengan berbahan
kawat. Desain kandang battery / kandang batere yang dibuat dengan sekat sekat
kecil yang nantinya sebagai tempat ayam ayam tersebut berada. Kandang ayam
petelur berbentuk panggung dimaksudkan untuk mempermudah saat pemanenan
atau pengambilan telur , karena telurnya tidak akan tercecer kemana-mana.
Kandang battery / kandang batere dibuat dengn lantai yang melandai dengan
sedikit kemiringan kearah depan dan berujung pada bagian depan (luar) kandang.
Ini membuat telur ayam akan menggelinding dan berkumpul di depan dan
memudahkan pemilik untuk memungutnya.
2.1.2. Peralatan Kandang
a. Liter (Alas Lantai )
Alas lantai/litter harus dalam keadaan kering, maka tidak ada atap yang bocor dan
air hujan tidak ada yang masuk walau angin kencang. Tebal litter setinggi 10 cm,
bahan litter dipakai campuran dari kulit padi/sekam dengan sedikit kapur dan
pasir secukupnya, atau hasi serutan kayu dengan panjang antara 3–5 cm untuk
pengganti kulit padi/sekam.
b. Tempat Bertelur
Penyediaan tempat bertelur agar mudah mengambil telur dan kulit telur tidak
kotor,dapat dibuatkan kotak ukuran 30 X 35 X 45 cm yang cukup untuk 4-5 ekor
ayam. Kotak diletakan didinding kandang lebih tinggi dari tempat
bertengger,penempatannya agar mudah pengambilan telur dari luar sehingga
telur tidak pecah dan terinjak –injak serta dimakan. Dasar tempat bertelur dibuat
miring dari kawat hingga telur langsung keluar sarang setelah bertelur dan dibuat
lubang yang lebih besar dari besar telur pada dasar sarang.
c. Tempat Bertengger
Tempat bertengger untuk tempat istirahat/tidur, dibuat dekat dinding dan
diusahakan kotoran jatuh ke lantai yang mudah dibersihkan dari luar. Dibuat
tertutup agar terhindar dari angin dan letaknya lebih rendah dari tempat bertelur.
d. Tempat makan,Minum dan Tempat Grit
Tempat makan dan minum harus tersedia cukup, bahannya dari bambu,
almunium atau apa saja yang kuat dan tidak bocor juga tidak berkarat. Untuk
tempat grit dengan kotak khusus.
2.2. Memilih Bibit / COD yang Unggul
Setelah mempersipakan semua kandang baru mulai untuk pemilihan bibit.
Untuk mendapkan keuntungan yang besar dan menghasilkan produktivtas
tinggi,diperlukan bibit yang bagus pula. Tidak semua bibit memiliki kemampuan
produktivitas atau kualitas yang sama. Untuk melihat bibit yang bagus lihat induk
atau struktur keturunannya apakah induk dari bibit tersebut memiliki
kemampuan penghasil telur ayam yang banayak,selain itu Pilihlah anakan ayam
yang berasal dari indukan yang berkualitas dan sehat tidak mudah terserang
penyakit, memiliki bulu halus dan juga pertumbuhan cepat, tidak dalam keadaan
terserang penyakit, mempunyai nafsu makan tinggi, ukuran badan normal, ukuran
berat badan normal 35-40 gram dan juga tidak abnormal. Sebelum
membudidayakan sebaiknya kita lakukan pemilihan jenis petelur yang akan
dibudidayakan, yaitu jenis ayam petelur ini dibagi dua tipe sebagai berikut.
· Tipe ayam petelur ringan : yaitu ayam petelur putih, yang mampu
menghasilkan produksi telur 260 butir/tahun. Sensitif terhadap cuaca panas dan
juga keributan yang akan menurunkan produktivitas telur.
· Tipe telur ayam medium : yaitu tipe ayam berwarna coklat dan termasuk
dalam famili ayam tipe multiguna yaitu dapat menghasilka daging berkualitas dan
telur yang banyak. Harga pada telur ayam ini sanat mahal dibandingkan dengan
telur putih, dikarenakan memiliki ukuran yang jauh lebih besar. Namun, produksi
ayam petelur ini sangat sedikit dibandingkan dengan tipe petelur putih.
Penyiapan bibit ayam petelur yang berkreteria baik dalam hal ini tergantung
sebagai berikut:
2.2.1. Konverensi Ransum
Konverensi ransum merupakan perabandingan antara ransum yang dihabiskan
ayam dalam menghasilkan sejumlah telur. Keadaan ini sering disebut dengan
ransum per kilogram telur. Ayam yang baik akan makan sejumlah ransum dan
menghasilkan telur yang lebih banyak/lebih besar daripada sejumlah ransum yang
dimakannya. Bila ayam itu makan terlalu banyak dan bertelur sedikit maka hal ini
merupakan cermin buruk bagi ayam itu. Bila bibit ayam mempunyai konversi yang
kecil maka bibit itu dapat dipilih, nilai konversi ini dikemukakan berikut ini pada
berbagai bibit ayam dan juga dapat diketahui dari lembaran daging yang sering
dibagikan pembibit kepada peternak dalam setiap promosi penjualan bibit
ayamnya.
2.2.2. Produksi Telur
Produksi telur sudah tentu menjadi perhatian. Dipilih bibit yang dapat
memproduksi telur banyak. Tetapi konversi ransum tetap utama sebab ayam yang
produksi telurnya tinggi tetapi makannya banyak juga tidak menguntungkan.
2.2.3. Prestasi Bibit Dilapangan/Dipeternakan
Apabila kedua hal diatas telah baik kemampuan ayam untuk bertelur hanya
dalam sebatas kemampuan bibit itu. Contoh prestasi beberapa jenis bibit ayam
petelur dapat dilihat pada data di bawah ini. – Babcock B-300 v: berbulu putih,
type ringan, produksi telur(hen house) 270, ransum 1,82 kg/dosin telur.
§ Dekalb Xl-Link: berbulu putih, type ringan, produksi telur(hen house) 255-280,
ransum 1,8-2,0 kg/dosin telur.
§ Hisex white: berbulu putih, type ringan, produksi telur(hen house) 288, ransum
1,89 gram/dosin telur.
§ H & W nick: berbulu putih, type ringan, produksi telur(hen house) 272, ransum
1,7-1,9 kg/dosin telur.
§ Hubbarb leghorn: berbulu putih, type ringan, produksi telur(hen house)260,
ransum 1,8-1,86 kg/dosin telur.
§ Ross white: berbulu putih, type ringan, produksi telur(hen house) 275, ransum
1,9 kg/dosin telur.
§ Shaver S 288: berbulu putih, type ringan, produksi telur(hen house)280, ransum
1,7-1,9 kg/dosin telur.
§ Babcock B 380: berbulu cokelat, type Dwiguna, produksi telur(hen house) 260-
275, ransum 1,9 kg/dosin telur.
§ Hisex brown: berbulu cokelat, type Dwiguna, produksi telur(hen house)272,
ransum 1,98 kg/dosin telur.
§ Hubbarb golden cornet: berbulu cokelat, type Dwiguna, produksi telur(hen
house) 260, ransum 1,24-1,3 kg/dosin telur.
§ Ross Brown: berbulu cokelat, type Dwiguna, produksi telur(hen house) 270,
ransum 2,0 kg/dosin telur.
§ Shaver star cross 579: berbulu cokelat, type Dwiguna, produksi telur(hen
house) 265, ransum 2,0-2,08 kg/dosin telur.
§ Warren sex sal link: berbulu cokelat, type Dwiguna, produksi telur(hen house)
280, ransum 2,04 kg/dosin telur.
2.3. Pakan
Total pengeluaran biaya budidaya ayam petelur hampir 70% merupakan biaya
pakan.. Artinya perlu dilakukan penghematan pengeluaran biaya pakan. Salah
satunya dapat dilakukan dengan menggunakan bahan baku pakan lokal yang
banyak tersedia di Indonesia. Beragam jenis hasil limbah pertanian dapat
dimanfaatkan sebagai bahan baku campuran ransum ayam petelur Beberapa
bahan baku campuran ransum ayam petelur.
2.3.1. Jagung
Jagung utamanya jagung kuning banyak mengandung carotene yang
dibutuhkan ayam petelur menghasilkan produksi telur. Pemberian jagung pada
ayam ras petelur harus disesuaikan dengan tingkat pertumbuhan ayam petelur
untuk anak ayam ( DOC ) dibutuhkan jagung 35 – 40 % dari jumlah ransum, ayam
petelur masa pertumbuha n membutuhkan jagung 36 - 45 % dari jumlah ransum.
Untuk ayam masa produksi membutuhkan 45 % dari jumlah total ransum yang
diberikan pada ayam [Link] periode DOC jagung sangat dibutuhkan yang
berguna untuk pertumbuhan anak ayam.
2.3.2. Dedak Padi
Dedak padi banyak dihasilkan dedak ditempat penggilingan beras. Dedak padi
mengandung vitamin B1 dengan protein 10 % Penggunaan dedak padi untuk
campuran ransum harus diperhatikan benar kesegarannya. Dedak yang busuk jika
diberikan pada ayambiasanya ayam tidak mau makan. Selain ayam tidak mau
makan dedak yang busuk berbahaya dapat menimbulkan diare pada ayam.
2.3.3. Bungkil Kelapa
Bungkil kelapa dihasilkan oleh pabrik minyak kelapa. Bungkil kelapa
mempunyai cita rasa dan aroma yang gurih dan disukai oleh ayam. Kadar
kandungan protein bungkil kelapa 16 %. Pemberian bungkil kelapa tidak boleh
terlalu banyak. Pemberian bungkil kelapa tidak boleh lebih dari 10 % jumlah total
ransum yang diberikan. Jika pemberian bungkil kelapa lebih dari 10 % me akan
merugikan petani ternak karena ayam akan mencret dan produksi telur menurun.
2.3.4. Bungkil Kacang
Didaerah pabrik minyak kacang dapat dipastikan banyak tersedia bungkil
kacang yang juga mempunyai nama sebutan lain dengan ampas kacang. Kadar
kandungan minyak pada bungkil kacang sangat tergantung dari proses
pengepresan yang dilakukan pabrik. Bau aroma bungkil kacang yang segar gurih
dan sedap, menambah nafsu makan ayam menikmati ransum yang disediakan.
Yang pastinya penggunaan bungkil kacang tidak boleh terlalu banyak karena akan
berakibat turunnya produksi telur atau ayam akan menjadi diare. Dianjurkan
bungkil kacang yang tengik tidak diberikan pada ayam petelur akan berakibat
perut ayam [Link] juga ayam tidak berselera makan jika dirasakan ada
bungkil kacang yang tengik.
2.3.5. Kacang Kedele
Kacang kedele selain dinikmati manusia juga bisa digunakan untuk pakan
ayam ras petelur. Kacang kedele merupakan jenis kacang kacangan yang terbaik
untuk digunakan sebagai campuran pakan ayam ras petelur. Kandungan protein
kacang kedele 37,5 %, yang sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan badan ayam
petelur dan proses produksi telur. Kandungan gizi pakan yang juga dimiliki kacang
kedele adalah mineral yang terdiri dari calcium, phosphor dan mineral lainnya.
Penggunaan kacang kedele dalam campuran pakan ayam ras petelur dianjurkan
untuk digoreng sangan terlebih dahulu yang akan memberikan aroma gurih dan
menambah nafsu makan bagi ayam petelur. Perlu diketahui kacang kedele
mempunyai nilai rupiah yang mahal oleh karena itu penggunaan campuran pakan
ayam ras petelur dengan kacang kedele harus diperhatikan secara ekonomis
untung ruginya agar tidak mengurangi hasil pendapatan yang akan dinikmati
pengelola budidaya ayam ras petelur.
2.3.6. Hijauan Sayuran Sebagai Pelengkap Ransum Ayam Petelur
Hijauan sayuran yang diberikan pada ayam ras petelur adalah hijauan dan
sayuran yang tidak berbahaya bagi kesehatan ayam ras [Link] pakan
ekstra Jenis sayuran yang biasa diberikan pada ayam ras petelur bayem, kangkung
dan tauge. Jatah pemberian hijauan sayuran untuk ayam ras petelur untuk 100
ekor ayam pada umur 8 – 60 hari diberikan hijauan sayuran 1- 1,5 kg per harinya,
ayam umur 60 – 90 hari hijauan sayuran yang diberikan 1,5- 2 kg per harinya,
ayam umur 90 – 150 hari disiapkan hijauan sayuran 2 – 3 kg setiap harinya dan
untuk ayam umur 150 hari sampai ayam diafkir diberikan hijauan sayuran 3-4 kg
setiap harinya. Pemberian hijauan sayran dapat dilakukan jam 10.00 atau jam
11,00 yaitu 4 – 5 jam setelah pemberian ransum pakan [Link] sayuran
yang akan diberikan pada ayam ras petelur harus dicincang halus dan dilakukan
perendaman dengan kalium permanganat (KMNO4) yang juga punya nama lain
PK. Kalium Permanganat atau PK ini bisa dibeli di apotik. Kalium permanganat
berguna untuk membunuh bakteri bakteri yang ada dalam hijauan sayuran.
Penggunaan kalium permanganat Dicampur dengan air dengan takaran 1 gram
kalium permanganate dilarutkan dalam 1000 cc air biasa.
2.4. Pemeliharaan Ternak Ayam Petelur
Pemeliharaan ternak ayam petelur lebih berkaitan dengan
teknik,pengetahuan dan pengalaman. Sebelum memulai harus paham dan tahu
terlebih dahulu cara memelihara ayam petelur. Pemeliharaan berarti
menjaga,melindungi, mengorganisir dan mengendalikan ternak ayam. Jika ada
kesalahan dalam pemeliharaan akan berkibat pada hasil produksi. Percuma
memiliki bibit yang bagus dan lingkungan yang cocok namun dalam pemeliharaan
tidak sesuai hasilnya tidak akan maksimal. Bentuk pemeliharaan ternak ayam
petelur diantaranya
2.4.1. Sanitasi dan Tindakan Preventif
Kebersihan lingkungan kandang (sanitasi) pada areal peternakan merupakan
usaha pencegahan penyakit yang paling murah, hanya dibutuhkan tenaga yang
ulet/terampil saja. Tindakan preventif dengan memberikan vaksin pada ternak
dengan merek dan dosis sesuai catatan pada label yang dari poultry shoup.
Pemeliharaan kaandang juga perlu,agar bangunan kandang dapat berguna secara
efektif, maka bangunan kandang perlu dipelihara secara baik yaitu kandang selalu
dibersihkan dan dijaga/dicek apabila ada bagian yang rusak supaya segera
disulam/diperbaiki kembali. Dengan demikian daya guna kandang bisa maksimal
tanpa mengurangi persyaratan kandang bagi ternak yang dipelihara.
2.4.2. Pemberian Pakan dan Minum
Untuk pemberian pakan ayam petelur terbagi menjadi dua fase yaitu fase
starter dan fase Finisher.
a. Fase starter ( umur 0-4 minggu )
Kandungan gizi yang dibutuhkan terdiri dari protein 22-24 %, lemak 2,5 %, serat
kasar 4 %, kalsium 1 %, Phospos 0,7 – 0,9 5, Me 2800-3500 Kcal. Jumlah
pemberian pakan ini harus sesuai dengan umur pada minggu pertama ( umur 1-7
minggu ) yaitu 17 gram/hari/ekor, minggu kedua ( umur 8-14 hari ) 43
gram/hari/ekor, minggu ketiga ( umur 15-21 gram/hari/ekor dan minggu keempat
( 22-29 hari ) 91 gram/hari/ekor. Jadi jumlah pakan yang akan dibutuhkan untuk
kebutuhan ayam selama empat minggu adalah 1.520 gram.
b. Fase finsiher ( umur 4-6 minggu )
Kandungan gizi yang dibutuhkan ayam petelur yairu protein 18-21 %, lemak 2,5 %,
serat kasar 4,5 %, kalisum 1 %, phospos 0,7-0,9 % dan energi 2900-3400 Kcal.
Jumlah pemberian pakan ini harus sesuai dengan ukuran dan jumlah hari mulai
dari minggu kelima ( umur 30-36 hari ) 111 gram/hari/ekor, minggu keenam
( umur 37-43 hari ) 129 gram/hari/ekor, minggu ketujuh ( umur 44-50 hari ) 146
gram /hari/ekornya dan minggu kedelapan ( umur 51-57 hari ) 161 gram
/hari/ekor. Jadi jumlah yang akan dibutuhkan selama beberapa minggu pada
umur 30-57 hari membutuhkan 3.829 gram.
Untuk pemberian minu juga perlu Pemberian minum pada hari yang pertama
sebaiknya menambahkan gula dan obat anti stres kedalam air minum. Banyak
yang digunakan yaitu gula 50 gram, dan juga sebaiknya juga membersihkan
tempat minum agar tetap steril.
2.4.3. Pemberian Vaksin dan Obat
Vaksinasi merupakan salah satu cara pengendalian penyakit virus yang
menulardengan cara menciptakan kekebalan tubuh. Pemberiannya secara teratur
sangat penting untuk mencegah penyakit. Vaksin dibagi menjadi 2 macam yaitu:
Vaksin aktif adalah vaksin mengandung virus hidup. Kekebalan yang ditimbulkan
lebih lama daripada dengan vaksin inaktif/pasif. Vaksin inaktif, adalah vaksin yang
mengandung virus yang telah dilemahkan/dimatikan tanpa merubah struktur
antigenic, hingga mampu membentuk zat kebal. Kekebalan yang ditimbulkan lebih
pendek, keuntungannya disuntikan pada ayam yang diduga sakit. Persyaratan
ternak ayam petelur jika akan divaksin yaitu Ayam yang divaksinasi harus
sehat,Dosis dan kemasan vaksin harus tepat dan Sterilisasi alat-alat.
Macam-macam vaksin:
1. Vaksin NCD vrus Lasota buatan Drh Kuryna
2. Vaksin NCD virus Komarov buatan Drh Kuryna (vaksin inaktif)
3. Vaksin NCD HB-1/Pestos.
4. Vaksin Cacar/pox, virus Diftose.
5. Vaksin anti RCD Vaksin Lyomarex untuk Marek.
2.5. Penyakit dan Hama pada Ternak Ayam Petelur
2.5.1. Penyakit yang disebabkan oleh bakteri
a. Foel typhoid
Foel Typhoid adalh jenis penyakit yang disebabkan oleh bakteri Salmonella
gallinarum yang ditandai dengan keluarnya tinja yang berwarna hijau kekuningn
pada ayam [Link] yang disering adalah ayam muda/remaja dan dewasa.
Pengendaliannya dengan diberi antibiotika/preparat sulfa.
b. Parathyphoid
Parathypoid adalah jenis penyakit pada ayam yang bisa saja menyerang ayam
petelur terutama menyerang ayam dibawah umur satu bulan pada masa
pertumbuhan. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri dari genus
[Link] dengan preparat sulfa/obat sejenisnya.
c. Pilek ayam (Coryza)
Coryza adalah jenis penyakit yang menyerang semua umur ayam dan terutama
menyerang anak ayam. Penyebabnya oleh mahluk intermediet yaitu antara
bakteri dan virus. Ayam petelur jika terserang penykakit ini akan menunjukan
tanda-tanda seperti orang [Link] dapat disembuhkan dengan
antibiotia/preparat sulfa.
d. Infeksi synovitis
Jenis penyakit pada ayam yang sering menyerang ayam [Link] penyakit
ini oleh bakteri dari genus Mycoplasma. Pengendaliannya dengan pemberian
antibiotika.
2.5.2. Penyakit Disebabkan Oleh Virus
a. Newcastle disease (ND)
ND adalah penyakit oleh virus yang populer di peternak ayam Indonesia. Pada
awalnya penyakit ditemukan tahun 1926 di daerah Priangan. Penemuan tersebut
tidak tersebar luas ke seluruh dunia. Kemudian di Eropa, penyakit ini ditemukan
lagi dan diberitakan ke seluruh dunia. Akhirnya penyakit ini disebut Newcastle
disease. Dapat dicegah dengan vaksinasi.
b. Infeksi bronchitis
Infeksi bronchitis menyerang semua umur ayam. Pada dewasa penyakit ini
menurunkan produksi telur. Penyakit ini merupakan penyakit pernafasan yang
serius untuk anak ayam dan ayam remaja. Tingkat kematian ayam dewasa adalah
rendah, tapi pada anak ayam mencapai 40%. Bila menyerang ayam petelur
menyebabkan telur lembek, kulit telur tidak normal, putih telur encer dan kuning
telur mudah berpindah tempat (kuning telur yang normal selalu ada ditengah).
Tidak ada pengobatan untuk penyakit ini tetapi dapat dicegah dengan vaksinasi.
c. Infeksi laryngotracheitis
Infeksi laryngotracheitis merupakan penyakit pernapasan yang serius terjadi pada
unggas. Penyebab: virus yang diindetifikasikan dengan Tarpeia avium. Virus ini di
luar mudah dibunuh dengan desinfektan, misalnya karbol. Pengendaliannya dapat
dicegahan dengan vaksinasi dan sanitasi yang ketat.
d. Cacar ayam (Fowl pox)
Cacar ayam adalah penyakit pada ayam petelur yang ditandai dengan ayam
bagian jengger yang terserang akan bercak-bercak cacar. Penyebabnya adalah
virus Borreliota avium. Pengendaliannya bisa dengan vaksinasi.
e. Marek
Penyakit ini menjadi populer sejak tahun 1980-an hingga kini menyerang bangsa
unggas, akibat serangannya menyebabkan kematian ayam hingga 50%.
Pengendaliannya dengan vaksinasi.
f. Gumboro
Penyakit ini ditemukan tahun 1962 oleh Cosgrove di daerah Delmarva Amerika
Serikat. Penyakit ini menyerang bursa fabrisius, khususnya menyerang anak ayam
umur 3–6 minggu.
2.5.3. Penyakit karena Jamur dan Toksin
Penyakit ini karena ada jamur atau sejenisnya yang merusak makanan. Hasil
perusakan ini mengeluarkan zak racun yang kemudian di makan ayam. Ada pula
pengolahan bahan yang menyebabkan asam amino berubah menjadi zat beracun.
Beberapa penyakit ini adalah :
a. Muntah darah hitam (Gizzerosin)
Ciri kerusakan total pada gizzard ayam. Penyebabnya adalah racun dalam tepung
ikan tetapi tidak semua tepung ikan menimbulkan penyakit ini. Timbul penyakit
ini akibat pemanasan bahan makanan yang menguraikan asam amino hingg
menjadi [Link] belum ada.
b. Racun dari bungkil kacang
Minyak yang tinggi dalam bungkil kelapa dan bungkil kacang merangsang
pertumbuhan jamur dari grup Aspergillus. Untuk menghindari keracunan bungkil
kacang maka dalam rancung tidak digunakan antioksidan atau bungkil kacang dan
bungkil kelapa yang mengandung kadar lemak tinggi.
2.5.4. Penyakit karena Parasit
a. Cacing
Penyakit cacing jarang ditemukan di peternakan yang bersih dan terpelihara baik.
Tetapi peternakan yang kotor banyak siput air dan minuman kotor maka mungkin
ayam terserang cacingan. Ciri serangan cacingan adalah tubuhnya kurus, bulunya
kusam, produksi telur merosot dan kurang aktif.
b. Kutu
Banyak menyerang ayam di peternakan Indonesia. Dari luar kutu tidak terlihat
tapi bila bulu ayam disibak akan terlihat kutunya. Tanda fisik ayam terserang
ayam akan gelisah. Kutu umum terdapat di kandang yang tidak terkena sinar
matahari langsung maka sisi samping kandang diarahkan melintang dari Timur ke
Barat. Penggunaan semprotan kutu sama dengan cara penyemprotan nyamuk.
Penyemprotan ini tidak boleh mengenai tangan dan mata secara langsung dan
penyemprotan dilakukan malam hari sehingga pelaksanaannya lebih mudah
karena ayam tidak aktif.
2.5.5. Penyakit karena Protozoa
Penyakit ini berasal dari protozoa (trichomoniasis, Hexamitiasis dan Blachead),
penyakit ini dimasukkan ke golongan parasit tetapi sebenarnya berbeda. Penyakit
ini jarang menyerang ayam lingkungan peternakan dijaga kebersihan dari alang-
alang dan genangan air.
2.6. Panen
2.6.1. Hasil Utama
Hasil utama dari budidaya ayam petelur adalah berupa telur yang dihasilkan oelh
ayam. Sebaiknya telur dipanen 3 kali dalam sehari. Hal ini bertujuan agar
kerusakan isi telur yang disebabkan oleh virus dapat terhindar/terkurangi.
Pengambilan pertama pada pagi hari antara pukul 10.00-11.00; pengambilan
kedua pukul 13.00-14.00; pengambilan ketiga (terakhir)sambil mengecek seluruh
kandang dilakukan pada pukul 15.00-16.00.
2.6.2. Hasil Tambahan
Hasil tambahan yang dapat dinukmati dari hasil budidaya ayam petelur adalah
daging dari ayam yang telah tua (afkir) dan kotoran yang dapat dijual untuk
dijadikan pupuk kandang.
2.6.3. Pengumpulan
Telur yang telah dihasilkan diambil dan diletakkan di atas egg tray (nampan
telur). Dalam pengambilan dan pengumpulan telur, petugas pengambil harus
langsung memisahkan antara telur yang normal dengan yang abnormal. Telur
normal adalah telur yang oval, bersih dan kulitnya mulus serta beratnya 57,6
gram dengan volume sebesar 63 cc. Telur yang abnormal misalnya telurnya kecil
atau terlalu besar, kulitnya retak atau keriting, bentuknya lonjong.
2.6.4. Pembersihan
Setelah telur dikumpulkan, selanjutnya telur yang kotor karena terkena litter atau
tinja ayam dibershkan. Telur yang terkena litter dapat dibersihkan dengan amplas
besi yang halus, dicuci secara khusus atau dengan cairan pembersih. Biasanya
pembersihan dilakukan untuk telur tetas.
BAB III
PENUTUPAN
3.1. Kesimpulan
Budidaya ternak ayam petelur merupakan peluang bisnis yang sangat besar.
Cara melakukannya yaitu menyiapkan kandang,bibit yang unggul,menyiapkan
pakan,vaksin dan obat pemeliharaan,pengobatan penyakit dan panen.
Keberhasilannya tergantung pada teknik atau cara memelihara ayam petelur itu
sendiri.