Sampel belerang elemental
Garis spektrum belerang
Sifat umum
Nama, lambang belerang, S
Pengucapan /bêlèrang/[1]
Alotrop lihat alotrop belerang
Penampilan mikrokristal tersinter berwarna
kuning lemon
Belerang dalam tabel periodik
Hi
dro
ge
n
Lit Ber
hiu iliu
m m
Na Ma
tri gne
um siu
m
Pot Kal Ska
asi siu ndi
um m um
Ru Str Ytt
bid ont riu
iu iu m
m m
Ca Bar La Ce Pras Ne Pro Sa Eu Ga Te Dy HolEr Thu Ytt Lut
esi iu nth riu eod ody met ma rop dol rbi spr mi bi liu erb etiu
um m anum ymi miuhiu riu iu ini um osi um u m iu m
m um m m m m um um m m
Fra Ra ActTh Prot Ura Ne PluA CurBe Cal Ein Fe Me No La
nci diu ini ori acti niu ptu ton me iu rke ifor stei rm ndelbel wre
um m um u niu m niu iu rici m liu niu niu iu eviuiu nci
mm m m um m m m m m m um
fosforus ← belerang
Nomor atom (Z) 16
Golongan golongan 16 (kalkogen)
Periode periode 3
Blok blok-p
Kategori unsur nonlogam poliatomik
Berat atom standar (Ar) [32,059, 32,076]
32,06±0,02 (diringkas)
Konfigurasi elektron [Ne] 3s2 3p4
Elektron per kelopak 2, 8, 6
Sifat fisik
Fase pada STS (0 °C dan padat
101,325 kPa)
Titik lebur 388,36 K (115,21 °C,
239,38 °F)
Titik didih 717,8 K (444,6 °C, 832,3 °F)
Kepadatan mendekati s.k. alfa: 2.07 g/cm3
beta: 1.96 g/cm3
gama: 1.92 g/cm3
saat cair, pada t.l. 1,819 g/cm3
Titik kritis 1314 K, 20,7 MPa
Kalor peleburan mono: 1,727 kJ/mol
Kalor penguapan mono: 45 kJ/mol
Kapasitas kalor molar 22,75 J/(mol·K)
Tekanan uap
P (Pa) 1 10 100 1 k 10 k 100 k
pada T (K) 375 408 449 508 591 717
Sifat atom
Bilangan oksidasi −2, −1, 0, +1, +2, +3, +4,
+5, +6 (oksida asam kuat)
Elektronegativitas Skala Pauling: 2,58
Energi ionisasi ke-1: 999,6 kJ/mol
ke-2: 2252 kJ/mol
ke-3: 3357 kJ/mol
(artikel)
Jari-jari kovalen 105±3 pm
Jari-jari van der Waals 180 pm
Lain-lain
Kelimpahan alami primordial
Struktur kristal ortorombus
Konduktivitas termal 0,205 W/(m·K) (amorf)
Resistivitas listrik 2×1015 Ω·m (suhu 20 °C)
(amorf)
Arah magnet diamagnetik[2]
Suseptibilitas magnetik (α) −15,5×10−6 cm3/mol (298 K)
molar [3]
Modulus curah 7,7 GPa
Skala Mohs 2,0
Nomor CAS 7704-34-9
Sejarah
Penemuan orang Tionghoa[4] (sebelum
2000 SM)
Diketahui sebagai unsur A. Lavoisier (1777)
kimia oleh
Isotop belerang yang utama
Iso- Kelim- Waktu Mode Pro-
top pahan paruh (t1/2) peluruhan duk
32
S 94,99% stabil
33
S 0,75% stabil
34
S 4,25% stabil
35
S renik 87,37 hri β− Cl
35
S
36
0,01% stabil
Belerang atau sulfur adalah sebuah unsur
kimia dengan lambang S dan nomor atom 16. Ia merupakan
unsur nonlogam yang melimpah dan multivalen. Dalam kondisi normal,
atom belerang membentuk molekul oktatomik siklik dengan rumus
kimia S8. Belerang elemental adalah padatan kristal kuning cerah
pada suhu kamar.
Belerang adalah unsur paling melimpah kesepuluh berdasarkan massa di
alam semesta dan paling banyak kelima di Bumi. Meskipun terkadang
ditemukan dalam bentuk asli yang murni, belerang di Bumi biasanya
terdapat sebagai mineral sulfida dan sulfat. Karena berlimpah dalam
bentuk aslinya, belerang telah dikenal sejak zaman kuno, dan
kegunaannya telah disebutkan di zaman India Kuno, Yunani
Kuno, Tiongkok Kuno, dan Mesir Kuno. Secara historis dan dalam literatur,
belerang juga disebut sebagai brimstone,[5] yang berarti "batu yang
terbakar".[6] Saat ini, hampir semua belerang elemental diproduksi sebagai
produk sampingan dari penghilangan kontaminan yang mengandung
belerang dari gas alam dan minyak bumi.[7][8] Penggunaan belerang
komersial terbesar adalah produksi asam sulfat untuk pupuk sulfat dan
fosfat, dan proses kimia lainnya. Belerang digunakan dalam korek
api, insektisida, dan fungisida. Banyak senyawa belerang yang berbau, dan
bau gas belerang seperti bau gas alam, aroma sigung, limau gedang, dan
bawang putih disebabkan oleh senyawa organobelerang. Hidrogen
sulfida memberikan bau khas pada telur busuk dan proses biologis lainnya.
Belerang merupakan unsur penting bagi semua kehidupan, tetapi hampir
selalu dalam bentuk senyawa organobelerang atau logam sulfida. Asam
amino (dua proteinogenik: sisteina dan metionina, dan
banyak nonkode lainnya: sistina, taurina, dll.) serta dua vitamin
(biotin dan tiamina) adalah senyawa organobelerang yang sangat penting
untuk kehidupan. Banyak kofaktor yang juga mengandung sulfur,
termasuk glutationa, dan protein besi–belerang. Disulfida, ikatan S–S,
memberikan kekuatan mekanik dan ketidaklarutan (antara lain)
protein keratin, yang ditemukan pada kulit luar, rambut, dan bulu. Belerang
adalah salah satu unsur kimia inti yang dibutuhkan untuk
fungsi biokimia dan merupakan makronutrien elemental unsur untuk semua
organisme hidup.