A.
Isi Laporan AMDAL dan Implikasinya
Ada tiga macam dokumen AMDAL, yaitu dokumen ANDAL, RPL, dan RKL. Salah
satu dokumen tersebut adalah Dokumen RKL yang akan dijabarkan sebagai berikut :
DOKUMEN
RENCANA KELOLA LINGKUNGAN (RKL)
Beberapa penjelasan mengenai dokumen RKL disajikan berikut ini :
1. Lingkup Rencana Pengelolaan Lingkungan
Dokumen Rencana Pengelolaan Lingkungan (RKL) merupakan dokumen yang
memuat upaya-upaya mencegah, mengendalikan, dan menanggulangi dampak penting
lingkungan yang bersifat negatif dan meningkatkan dampak positif sebagai akibat dari
suatu rencana usaha atau kegiatan. Dalam pengertian tersebut upaya pengelolaan
lingkungan mencakup empat kelompok aktivitas :
a. Pengelolaan lingkungan yang bertujuan untuk menghindari atau mencegah dampak
negatif lingkungan melalui pemilihan atas alternatif, tata letak (tata ruang mikro)
lokasi, dan rancang bangun proyek.
b. Pengelolaan lingkungan yang bertujuan menanggulangi, meminimalisasi, atau
mengendalikan dampak negatif baik yang timbul di saat usaha atau kegiatan
beroperasi, maupun hingga saat usaha atau kegiatan berakhir (misalnya : rehabilitasi
lokasi proyek).
c. Pengelolaan lingkungan yang bersifat meningkatkan dampak positif sehingga dampak
tersebut dapat memberikan manfaat yang lebih besar baik kepada pemrakarsa maupun
pihak lain terutama masyarakat yang turut menikmati dampak positif tersebut.
d. Pengelolaan lingkungan yang bersifat memberikan pertimbangan ekonomi
lingkungan sebagai dasar untuk memberikan kompensasi atas sumber daya tidak
dapat pulih, hilang atau rusak (baik dalam arti sosial ekonomi dan atau ekologis)
sebagai akibat usaha atau kegiatan.
2. Kedalaman Rencana Pengelolaan Lingkungan
Mengingat dokumen AMDAL merupakan bagian dari studi kelayakan, maka
dokumen RKL hanya akan bersifat memberikan pokok-pokok arahan, prinsip-prinsip,
atau persyaratan untuk pencegahan/penanggulangan/pengendalian dampak. Bila
dipandang perlu, dapat dilengkapi dengan acuan literatur tentang rancang bangunan
untuk pencegahan/penanggulangan/pengendalian dampak. Hal ini tidak lain disebabkan
karena :
a. Pada taraf studi kelayakan, informasi rencana usaha atau kegiatan (proyek) masih
relatif umum, belum memiliki spesifikasi teknis yang rinci, dan masih memiliki
beberapa alternatif. Ini tak lain karena tahap ini memang dimaksudkan untuk
mengkaji sejauh mana proyek dipandang patut atau layak untuk dilaksanakan ditinjau
dari segi teknis dan ekonomis, sebelum investigasi, tenaga, dan waktu terlanjur
dicurahkan lebih banyak. Keterbatasan data dan informasi tentang rencana usaha atau
kegiatan ini sudah barang tentu berpengaruh pada bentuk kegiatan pengelolaan yang
dapat dirumuskan dalam dokumen RKL.
b. Pokok-pokok arahan, prinsip-prinsip, dan persyaratan pengelolaan lingkungan yang
tertuang dalam dokumen RKL selanjutnya akan diintegrasikan atau menjadi dasar
pertimbangan bagi konsultan rekayasa dalam menyusun rancangan rinci rekayasa.
3. Rencana Pengelolaan Lingkungan
Rencana pengelolaan lingkungan dapat berupa pencegahan dan penanggulangan
dampak negatif, serta peningkatan dampak positif yang bersifat strategis. Rencana
pengelolaan lingkungan harus diuraikan secara jelas, sistematis, serta mengandung ciri-
ciri pokok sebagai berikut :
a. Rencana pengelolaan lingkungan memuat pokok-pokok arahan, prinsip-prinsip,
pedoman, atau persyaratan untuk mencegah, menanggulangi, mengendalikan atau
meningkatkan dampak penting baik negatif maupun positif yang bersifat strategis,
dan bila dipandang perlu, lengkapi pula dengan acuan literatur tentang rancang
bangun penanggulangan dampak dimaksud.
b. Rencana pengelolaan lingkungan dimaksud perlu dirumuskan sedemikian rupa
sehingga dapat dijadikan bahan pertimbangan untuk pembuatan rancangan rinci
rekayasa, dan dasar pelaksanaan kegiatan pengelolaan lingkungan.
c. Rencana pengelolaan lingkungan mencakup pula upaya peningkatan pengetahuan dan
kemampuan karyawan pemrakarsa kegiatan dalam pengelolaan lingkungan hidup
melalui kursus-kursus dan pelatihan. Cantumkan jenis pelatihan atau kursus yang
diperlukan pemrakarsa berikut dengan jumlah serta kualifikasi karyawan yang akan
dilatih.
d. Rencana pengelolaan lingkungan juga mencakup pembentukan unit organisasi yang
bertanggung jawab di bidang lingkungan untuk melaksanakan RKL. Aspek-aspek
yang perlu diutarakan sehubungan dengan hal ini antara lain adalah struktur
organisasi, lingkup tugas dan wewenang unit, serta jumlah dan kualifikasi
personalnya.
4. Format Dokumen RKL
a. Latar Belakang Pengelolaan Lingkungan
1) Pernyataan tentang latar belakang perlunya dilaksanakan rencana pengelolaan
lingkungan, baik ditinjau dari kepentingan pemrakarsa, pihak-pihak yang
berkepentingan, maupun untuk kepentingan yang lebih luas dalam rangka
menunjang program pembangunan.
2) Uraian secara sistematis, singkat, dan jelas tentang tujuan pengelolaan lingkungan
yang akan dilaksanakan pemrakarsa sehubungan dengan rencana usaha atau
kegiatan.
3) Uraian tentang manfaat pelaksanaan pengelolaan lingkungan baik bagi
pemrakarsa usaha atau kegiatan, pihak-pihak yang berkepentingan, maupun bagi
masyarakat luas.
4) Uraikan secara singkat wilayah, kelompok masyarakat, atau ekosistem di sekitar
rencana usaha atau kegiatan yang sensitif terhadap perubahan akibat adanya
rencana usaha atau kegiatan tersebut.
5) Kemukakan secara jelas dalam peta dengan skala yang memadai (peta
administratif, peta lokasi, peta topografi, dll), yang mencakup informasi tentang :
a) Letak geografis rencana usaha dan kegiatan
b) Aliran sungai, rawa, dan danau
c) Jaringan jalan dan pemukiman penduduk
d) Batas administratif pemerintah daerah
e) Wilayah, kelompok masyarakat, atau ekosistem di sekitar rencana usaha atau
kegiatan yang sensitif terhadap perubahan.
b. Rencana Pengelolaan Lingkungan
Menguraikan secara singkat dan jelas jenis masing-masing dampak yang ditimbulkan
baik oleh satu kegiatan atau lebih dengan urutan pembahasan sebagai berikut :
1) Dampak Penting dan Sumber Dampak Penting
a) Uraikan secara singkat dan jelas komponen atau parameter lingkungan yang
diprakirakan mengalami perubahan mendasar. Perlu ditegaskan bahwa yang
diungkapkan hanyalah komponen atau parameter lingkungan yang terkena
dampak penting saja. Uraikan pula sejauh mana taraf perkembangan rencana
usaha atau kegiatan di saat RKL sedang disusun (studi kelayakan, rancangan
rinci rekayasa, atau taraf konstruksi). Selain itu utarakanlah pula dampak
penting turunannya yang akan turut terpengaruh akibat dikelolanya dampak
penting strategis tersebut.
b) Utarakan secara singkat sumber penyebab timbulnya dampak penting :
(1) Apabila dampak penting timbul sebagai akibat langsung dari rencana
usaha atau kegatan, maka uraikan secara singkat jenis usahanya atau
kegiatan yang merupakan penyebab timbulnya dampak penting.
(2) Apabila dampak penting timbul sebagai akibat berubahnya komponen
lingkungan yang lain, maka utarakan secara singkat komponen lingkungan
yang menyerupakan penyebab timbulnya dampak penting tersebut
2) Tolak Ukur Dampak
Menjelaskan tolak ukur dampak yang akan digunakan untuk mengukur komponen
lingkungan yang akan terkena dampak akibat rencana usaha atau kegiatan
berdasarkan baku mutu standar (ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan),
keputusan para ahli yang dapat diterima secara ilmiah, lazim digunakan, dan atau
lebih ditetapkan oleh instansi yang bersangkutan.
3) Tujuan Rencana Pengelolaan Lingkungan
Menguraikan secara spesifik tujuan dikelolanya dampak penting yang bersifat
strategis berikut dengan dampak turunannya yang otomatis akan turut
tercegah/tertanggulangi/terkendali. Sebagai misalnya, dampak yang secara
strategis harus dikelola untuk suatu rencana industri Pulp (bubur kertas) dan
kertas adalah kualitas air limbah, maka tujuan upaya pengelolaan lingkungan
secara spesifik adalah mengendalikan mutu limbah cair yang dibuang ke sungai
XYZ, khususnya parameter BOD5, COD, padatan tersuspensi total, dan Ph, agar
tidak melampaui baku mutu limbah cair sebagaimana yang ditetapkan pemerintah,
tengang Baku Mutu Limbah Cair bagi Kegiatan yang sudah beroperasi.
4) Pengelolaan Lingkungan
Jelaskan secara rinci upaya-upaya pengelolaan lingkungan yang dapat dilakukan
melalui pendekatan teknologi, dan atau sosial ekonomi, dan atau institusi. Upaya
pengelolaan lingkungan yang diutarakan juga mencakup upaya pengoperasian
unit atau sarana pengendalian dampak (misal unit pengelolaan limbah), bila unit
atau sarana dimaksud dinyatakan sebagai akibat dari rencana usaha atau kegiatan.
5) Lokasi Pengelolaan Lingkungan
Utarakan rencana lokasi kegiatan pengelolaan lingkungan dengan memperhatikan
sifat persebaran dampak penting yang dikelola. Sedapat mungkin lengkap pula
dengan peta/sketsa/gambar.
6) Periode Pengelolaan Lingkungan
Uraikan secara singkat rencana kapan dan berapa lama kegiatan pengelolaan
lingkungan dilaksanakan dengan memperhatikan sifat dampak penting yang
dikelola (lama berlangsung, sifat kumulatif, dan berbalik tidaknya dampak), serta
kemampuan pemrakarsa (tenaga, dan dana).
7) Pembiayaan Pengelolaan Lingkungan
Pembiayaan untuk melaksanakan RKL merupakan tugas dan tanggung jawab dari
pemrakarsa rencana usaha atau kegiatan yang bersangkutan. Pembiayaan tersebut
antara lain mencakup :
a) Biaya investasi misalnya pembelian peralatan pengelolaan lingkungan serta
biaya untuk kegiatan teknis lainnya.
b) Biaya personal dan biaya operasional.
c) Biaya pendidikan serta latihan keterampilan operasional.
8) Institusi Pengelolaan Lingkungan
Pada setiap rencana pengelolaan lingkungan cantumkan institusi atau
kelembagaan yang akan berurusan, berkepentingan, dan berkaitan dengan
kegiatan pengelolaan lingkungan, sesuai dengan peraturan perundang-undangan
yang berlaku baik di tingkat nasional maupun daerah. Peraturan perundang-
undangan yang mengatur tentang pengelolaan lingkungan sebagaimana diatur
dalam pasal 18 UU Nomor 4 Tahun 1982 meliputi :
a) Peraturan Perundang-undangan yang dikeluarkan oleh Menteri Negara
Lingkungan Hidup.
b) Peraturan Perundang-undangan yang dikeluarkan oleh Badan dan
Pengendalian Dampak Lingkungan.
c) Peraturan Perundang-undangan yang dikeluarkan oleh sektor terkait.
d) Keputusan Gubernur, Bupati/Walikotamadya.
e) Peraturan-peraturan lain yang berkaitan dengan pembentukan institusi
pengelolaan lingkungan.
c. Pustaka
Pada bagian ini diutarakan sumber data dan informasi yang digunakan dalam
penyusunan RKL, baik yang berupa buku, majalah, makalah, tulisan, maupun laporan
hasil-hasil penelitian. Bahan-bahan pustaka tersebut agar ditulis dengan berpedoman
pada tata cara penulisan pustaka.
d. Lampiran
Pada bagian ini dilampirkan tentang :
1) Lampirkan ringkasan dokumen RKL dalam bentul tabel dengan urutan kolom
sebagai berikut: Jenis Dampak Lingkungan, Tujuan Pengelolaan Lingkungan,
Rencana Pengelolaan Lingkungan, Lokasi Pengelolaan Lingkungan, dan Institusi
Pengelolaan Lingkungan.
2) Data dan informasi penting seperti perta-peta (lokasi kegiatan, lokasi pemantauan
lingkungan, dll), rancangan teknik (enginering design), matrik serta data utama
yang terkait dengan rencana pengelolaan lingkungan untuk menunjang isi
dokumen RKL.
5. Implikasi Pada Studi Kelayakan Bisnis
Hasil studi aspek lingkungan hidup hendaknya memberikan informasi perihal:
a. Mengapa AMDAL diperlukan, dan apa manfaat AMDAL dikaitkan dengan studi
kelayakan bisnis.
b. Pemahaman pada bagaimana proses pengelolaan dampak lingkungan dilaksanakan.
c. Bagaimana isi dari laporan RKL yang merupakan salah satu dari laporan-laporan lain,
yaitu ANDAL dan RPL, di mana ketiganya merupakan satu kesatuan dari laporan
AMDAL.
d. Jenis proyek bisnis seperti apa yang dikenakan wajib lapor AMDAL yang lengkap.