0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
21 tayangan3 halaman

Praktikum Rangkaian RLC AC 2023

Dokumen ini membahas tujuan dan tinjauan pustaka praktikum rangkaian listrik RLC pada rangkaian AC. Dokumen ini juga menjelaskan waktu, lokasi dan alat yang digunakan untuk praktikum tersebut.

Diunggah oleh

Our Chanel
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
21 tayangan3 halaman

Praktikum Rangkaian RLC AC 2023

Dokumen ini membahas tujuan dan tinjauan pustaka praktikum rangkaian listrik RLC pada rangkaian AC. Dokumen ini juga menjelaskan waktu, lokasi dan alat yang digunakan untuk praktikum tersebut.

Diunggah oleh

Our Chanel
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

7.

1 Tujuan Praktikum
Adapun tujuan dari Praktikum Rangkaian Listrik 2 modul Beban RLC Pada Rangkaian
AC sebagai berikut.
1. Mahasiswa dapat mengetahui perilaku tegangan pada beban RLC rangkaian AC.
2. Mahasiswa dapat menganalisis perilaku tegangan pada beban RLC rangkaian AC.

7.2 Tinjauan Pustaka


Rangkaian RLC adalah rangkaian listrik yang terdiri dari resistor, induktor dan
kapasitor yang dihubungkan secara seri dan paralel. Rangkaian ini bisa disebut
rangkaian RLC karena sesuai dengan simbol masing-masing komponen yaitu Resistor
atau Resistor (R). Induktor (L). dan Kapasitor (C). Rangkaian ini sangat kompleks
dalam penerapannya pada perangkat elektronik, namun gambaran kecil rangkaian RLC
ini dapat membentuk osilator harmonik dan beresonansi pada rangkaian LC
( Khairunnisa, 2018)

Reaktansi dari impedansi ini mengandung bagian induktif (XL =jωL) maupun kapasitif
(XC = 1/jωC), yang keduanya merupakan fungsi dari frekuensi . Bagian induktif
berbanding lurus dengan frekuensi sementara bagian kapasitifnya berbanding terbalik.
Pada suatu nilai frekuensi tertentu, nilai reaktansi total menjadi nol, yaitu pada saat
1 1
(Ꞷ L− )= 0 Atau Ꞷ=Ꞷ 0= ……………….……..(2.11)
ꞶC √ LC
Pada saat itulah dikatakan bahwa rangkaian beresonansi, dan ω0 disebut frekuensi
resonansi. Pada waktu terjadi resonansi, jelas bahwa impedansi rangkaian ini hanyalah
R; reaktansi induktif sama dengan reaktansi kapasitif sehingga saling meniadakan.
Dalam keadaan beresonansi, arus yang mengalir dalam rangkaian hanya ditentukan oleh
R; jika tegangan sumber adalah Vs maka I = Vs / R . Beberapa parameter digunakan
untuk menyatapkan resonansi secara lebih detil. Salah satunya adalah faktor kualitas,
Q , yang didefinisikan sebagai perbandingan antara reaktansi induktif pada saat
resonansi dengan resistansinya. Faktor kualitas berbanding terbalik dengan rasio
redaman Q = 1/2ζ. Parameter lain adalah lebar pita resonansi yang didefinisikan sebagai
selang frekuensi dimana impedansi tidak berbeda jauh dari nilai impedansi pada saat
resonansi (Sudaryatno, 2012)
Bagian riil dari admitansi disebut konduktansi dan bagian imajinernya kita sebut
suseptansi. Suseptansi dari rangkaian paralel RLC merupakan fungsi dari frekuensi.
Seperti halnya reaktansi pada rangkaian seri RLC, ada satu nilai frekuensi yang
membuat suseptansi menjadi nol, yang kita sebut frekuaensi resonansi, ω0 (Sudaryatno,
2012)

Pembatasan elemen atau komponen listrik pada Rangkaian Listrik dapat dikelompokkan
kedalam elemen atau komponen aktif dan pasif. Elemen aktif adalah elemen yang
menghasilkan energi dalam hal ini adalah sumber tegangan dan sumber arus. Elemen
lain adalah elemen pasif dimana elemen ini tidak dapat menghasilkan energi, dapat
dikelompokkan menjadi elemen yang hanya dapat menyerap energi dalam hal ini hanya
terdapat pada komponen resistor atau banyak juga yang menyebutkan tahanan atau
hambatan dengan simbol R, dan komponen pasif yang dapat menyimpan energi juga
diklasifikasikan menjadi dua yaitu komponen atau elemen yang menyerap energi dalam
bentuk medan magnet dalam hal ini induktor atau sering juga disebut sebagai lilitan,
belitan atau kumparan dengan simbol L, dan kompone pasif yang menyerap energi
dalam bentuk medan magnet dalam hal ini adalah kapasitor atau sering juga dikatakan
dengan kondensator dengan simbol C (Asran, 2014)

Resistor, Elemen ini menerima energi dengan cara menyerap sehingga menimbulkan
panas. Sering juga disebut dengan tahanan, hambatan, penghantar, atau resistansi
dimana resistor mempunyai fungsi sebagai penghambat arus, pembagi arus , dan
pembagi tegangan. Nilai resistor tergantung dari hambatan jenis bahan resistor itu
sendiri (tergantung dari bahan pembuatnya), panjang dari resistor itu sendiri dan luas
penampang dari resistor itu sendiri. Kapasitor (C) Sering juga disebut dengan
kondensator atau kapasitansi. Mempunyai fungsi untuk membatasi arus DC yang
mengalir pada kapasitor tersebut, dan dapat menyimpan energi dalam bentuk medan
listrik. Nilai suatu kapasitor tergantung dari nilai permitivitas bahan pembuat kapasitor,
luas penampang dari kapsitor tersebut dan jarak antara dua keping penyusun dari
kapasitor tersebut. Induktor/ Induktansi/ Lilitan/ Kumparan (L) Seringkali disebut
sebagai induktansi, lilitan, kumparan, atau belitan. Pada induktor mempunyai sifat dapat
menyimpan energi dalam bentuk medan magnet. Satuan dari induktor (Asran, 2014)

7.3 Waktu Dan Lokasi Praktikum


Praktikum Praktikum Rangkaian Listrik 2 modul Beban RLC Pada Rangkaian AC
dilaksanakan pada hari Senin, 6 November 2023, Pukul 14.40 – 16.10 WITA di
Laboratorium Rekayasa Elektro lantai 2, Fakultas Teknik, Universitas Mulawarman

7.4 Alat Dan Bahan


1. Smart Trainer AReS – EO – M03
2. Kabel penghubung

Anda mungkin juga menyukai