0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan9 halaman

Efek Menggosok Paku Besi pada Magnet

Dokumen tersebut memberikan informasi tentang magnet dan cara membuat magnet. Terdapat penjelasan mengenai penemuan magnet, jenis magnet berdasarkan asal dan bentuk, serta cara membuat magnet dengan menggosokkan, induksi, dan arus listrik. Diberikan juga contoh percobaan membuat magnet dengan induksi dan elektromagnetik beserta soal refleksi.

Diunggah oleh

Mildha Ayu Lestari
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan9 halaman

Efek Menggosok Paku Besi pada Magnet

Dokumen tersebut memberikan informasi tentang magnet dan cara membuat magnet. Terdapat penjelasan mengenai penemuan magnet, jenis magnet berdasarkan asal dan bentuk, serta cara membuat magnet dengan menggosokkan, induksi, dan arus listrik. Diberikan juga contoh percobaan membuat magnet dengan induksi dan elektromagnetik beserta soal refleksi.

Diunggah oleh

Mildha Ayu Lestari
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

LEMBAR KERJA

PESERTA DIDIK
NAMA:

NO. ABSEN:

Untuk Siswa SD/MI Kelas VI


UNIT 1 Silahkan simak video berikut, caranya
dengan menscan QR code dibawah ini
untuk melihat video pembelajaran materi
kali ini, Kemudian catatlah poin-poin
penting yang telah disebutkan dalam video
tersebut.

SIMILARITIES
PENEMUAN
MAGNET

Sebelum kita mengetahui magnet lebih jauh, kita lebih dulu harus mengetahui
mengenai ditemukannya magnet. pada tahun 600-an SM, bangsa Yunani
menemukan suatu material berwarna hitam yang disebut Lodestone, benda
tersebut dapat menarik besi serta benda-bendal lainnya. Istilah magnet ini
merupakan asal mula ditemukannya magnet di wilayah yang bernama Magnesia,
di wilayah ini banyak ditemukan endapan magnetik.

LODESTONE
FAKTA PENTING
Di dalam kehidupan sehari-hari kata
“magnet” sudah sering kita dengar,
namun sering juga berpikir bahwa jika
mendengar kata magnet selalu
berkonotasi menarik benda. Hal ini
dikarenakan suatu magnet memiliki
gejala dan sifat yang dapat
mempengaruhi bahan-bahan tertentu
yang berada di sekitarnya. Gejala dan
JENIS-JENIS MAGNET siofat dari amgnet ini adalah adalah
dapat menarik benda-benda tertentu
Berdasarkan asalnya, magnet terbagi seperti besi dan baja. Dikarenakan
menjadi dua yaitu: hanya dapat menarik benda-benda
Magnet Alam tertentu, bahan yang terbuat selain besi
Magnet alam dapat ditemukan pada dan baja tidak dapat ditarik oleh
bebatuan yang mengandung unsur magnet. magnet. Contohnya kayu, plastik dan
Banyak ditemukan di daerah gunung Ida, kertas.
Magnesia.
Magnet Buatan
Magnet yg dibuat oleh Tangan Manusia
dengan menggunakan Bahan Magnetik yg
kuat, seperti Besi dan Baja.
JENIS MAGNET
BERDASARKAN
BENTUK
Berdasarkan bentuknya jenis magnet dapat dibedakan atas empat bentuk dasar
magnet yaitu magnet batang, magnet jarum, magnet selinder, dan magnet ladam.

MAGNET JARUM MAGNET BATANG

MAGNET LINGKARAN
MAGNET LADAM
MAGNET SILINDER
Cara Membuat Magnet
Informasi dasar
Jika kita berpikir bagaimana cara membuat magnet, berikut terdapat beberapa cara yang
dapat dilakukan diantaranya menggosokkan magnet tetap, dengan aliran arus listrik (elektro
magnetic), dengan induksi (influensi atau imbas).

Fakta Penting

Dengan Cara Menggosokan dengan Magnet


Tetap
Sebuah magnet dapat dibuat dengan cara

1. menggosokan sebuah kutub magnet kepada


sepotong besi atau baja secara berulang
secara searah. Besi dan magnet akan menjadi
magnet sedangkan magnet aslinya akan
kehilangan sifat magnetnya.

Dengan Cara Induksi


Cara ini dilakuakan dengan mendekatkan
magnet permanen pada logam yang ingin
2. dijadikan magnet. Sehingga Sebuah besi atau
baja yang bukan magnet akan menjadi magnet
jika didekatkan dengan besi atau baja yang
bersifat magnet.

Dengan Cara Elektromagnetik


Sebuah paku akan menjadi magnet dengan

3. cara dialirkan arus listrik melalui kabel yang


dililitkan. Akan tetapi, magnet yang di hasilkan
tidak permanen, sehingga apabila arus listrik
dihentikan, maka sifat magnetnya akan hilang.

Mari Melakukan Kegiatan Percobaan!

Setelah kita mengetahui beberapa cara yang dapat dilakukan untuk membuat magnet, mari
kita lakukan percobaan berkut, dengan membagi kelompok teman sekelas kalian menjadi
empat kelompok, masing-masing anggota kelompok minimal 4 orang.
MARI MENCOBA
Tujuan: Membuat magnet dengan cara Induksi

Alat dan Bahan:

Magnet
Penggaris
Paku Besar
Paku Kecil

Langkah-Langkah Percobaan:

1. Dekatkan magnet ke paku besar dengan jarak 6 cm


2. Dekatkan paku kecil ke paku besar
3. Catat pada tabel jumlah paku kecil yang menempel pada paku
besar
4. Lakukan hal yang sama dengan jarak 4 cm, 2 cm dan 1 cm.
Jarak Paku Besar dengan Jumlah Paku yang Menempel
No Magnet

1. 6 cm

2. 4 cm

3. 2 cm

4. 1 cm
Refleksi!

1. Apakah kamu menemukan kesulitan ketika melakukan percobaan


diatas?
2. Apakah kamu menemukan hal baru dari kegiatan percobaan diatas?
3. Setelah melakukan percobaan, apakah semakin jauh jarak antara paku
besar dan magnet akan semakin banyak jumlah paku kecil yang
menempel?
4. Apakah semakin dekat jarak antara paku besar dan magnet akan
semakin banyak pula paku kecil yang menempel?
MARI MENCOBA
Tujuan: Membuat magnet dengan cara elektromagnetik

Alat dan Bahan:

Baterai
Kawat
Paku Besar
Paku Kecil

Langkah-Langkah Percobaan:

1. Lilitkan kawat pada paku besar sebanyak 5 kali


2. Tempelkan salah satu ujung kawat ke kutub positif dan ujung yang
lainnya ke kutub negative dari baterai
3. Dekatkan paku besar pada paku kecil pada baterai tersebut
4. Catat pada tabel apa yang terjadi
5. Lakukan hal yang sama dengan mengubah jumlah lilitan menjadi 10 kali
dan 20 kali

No Jumlah Lilitan Jarak Paku Kecil yang


Menempel
1. 5 lilitan

2. 10 lilitan
3. 20 lilitan
Refleksi Materi!

1. Apakah kamu menemukan kesulitan ketika melakukan percobaan


diatas?
2. Apakah kamu menemukan hal baru dari kegiatan percobaan diatas?
3. Setelah melakukan percobaan apakah semakin sedikit jumlah lilitan
kawat akan semakin sedikit pula jumlah paku kecil yang menempel?
4. Apakah semakin banyak jumlah lilitan kawat akan semakin banyak pula
jumlah paku kecil yang menempel?

Common questions

Didukung oleh AI

Reflecting on difficulties and new insights post-experimentation is crucial for understanding the limitations of methodologies, improving comprehension of theoretical principles, and fostering problem-solving skills. Experiments like those with electromagnetics require students to critically assess their procedural approach and conceptual learning to facilitate deeper understanding and innovation .

The experimental methods, including hands-on activities and reflections, cater to diverse learning styles by involving tactile engagement, visual observation, and reflective thinking. This approach not only aids in retention of magnetic concepts but also enhances critical thinking and scientific inquiry skills, fundamental to young students' educational development .

Experimentation is vital in understanding magnetic principles as it allows students to observe interactions firsthand, such as magnetic attraction and the role of distance or coils in magnetic strength. Through experiments, learners can relate theory to practice, fostering a deeper grasp of application possibilities and limitations in real-world contexts .

Magnets come in various shapes such as bar magnets, needle magnets, cylindrical magnets, and horseshoe magnets. These shapes are chosen based on application needs, such as bar magnets for compasses, horseshoe magnets for industrial lifting due to their strong field, and needle magnets for precision instruments .

Magnets possess the ability to attract certain materials such as iron and steel due to their magnetic fields, but they do not affect materials like wood, plastic, or paper. This is because only ferromagnetic materials are influenced by magnetic forces .

Students learned that the strength of magnetism decreases with increased distance between the magnet and the nail. This was observed by fewer nails sticking together as the distance increased, demonstrating the inverse relationship between magnetic force and distance .

Magnets can be made using three methods: rubbing a permanent magnet on a metal to temporarily magnetize it; using electromagnetic means where an electric current induces magnetism, which is not permanent; and through induction, where placing a metal near a magnetic field temporarily induces magnetism. Among these, electromagnetic methods provide control over the strength but not permanency, while rubbing creates temporary magnetization .

The discovery of magnets dates back to around 600 BC when the Greeks found lodestone, a black material capable of attracting iron, in the region of Magnesia. This led to the understanding that certain natural materials possess magnetic properties, which in turn helped in identifying and naming magnets based on their geographical origin .

Magnesia is significant as it is the region where the Greeks discovered lodestone, a naturally magnetized mineral. This discovery in Magnesia led to the naming of 'magnets' after this location due to the abundance of magnetic material found there, directly contributing to the historical context and nomenclature of magnetic materials .

The strength of an electromagnetic magnet is directly proportional to the number of wire coils around the core (in this case, a nail). Increasing the number of coils increases the magnetic field strength, thereby enabling the magnet to attract more objects, such as nails, as evidenced in the experiments with varied coil counts .

Anda mungkin juga menyukai