Pengalaman Belajar dengan Multimedia
Pengalaman Belajar dengan Multimedia
KAJIAN TEORI
9
ini maka guru, siswa dalam pembelajaran tutor sebaya, buku,
komputer,sarana pembelajaran, lingkungan sekolah, dan lingkungan
luar merupakan media.
10
jenis media sudah tergantikan oleh teknologi media yang lebih canggih yaitu
komputer. Seperti penggunaan OHP sudah tergantikan dengan komputer yang
di proyeksikan dengan proyektor.
Banyak fungsi dan manfaat media dalam pembelajaran. Menurut
Daryanto (2010: 5-6) secara umum media memiliki fungsi sebagai berikut: a)
Memperjelas pesan yang disampaikan agar tidak terlalu verbalistis, tidak
hanya sebagai hafalan semata, namun juga bermakna. b) Mengatasi ruang
tempat proses pembelajaran yang sangat terbatas, waktu yang digunakan
lebih efisien, tenaga yang dibutuhkan tidak terlalu banyak dan mengatasi
keterbatasan daya indra. c) Menimbulkan gairah dalam pembelajaran dan
terjadinya interaksi langsung antara murid dengan sumber belajar. d)
Memungkinkan anak untuk belajar secara mandiri sesuai dengan bakat yang
ada dalam diri anak serta sesuai dengan kemampuan visual, auditori dan
kinestetiknya. e) Rangsangan yang diberikan sama, dapat mempersamakan
pengalaman dan menimbulkan persepsi yang sama pada siswa. f) Proses
pembelajaran mengandung lima komponen. Komponen tersebut yaitu
komunikasi, guru (komunikator), bahan pembelajaran, media pembelajaran,
siswa (komunikan), dan tujuan pembelajaran. Menurut Daryanto (2010: 8)
dalam proses pembelajaran, media memiliki fungsi sebagai pembawa
informasi dari sumber (guru) menuju penerima (siswa).
Sudjana dan Rivai (2002 : 2-3) manfaat media pengajaran dalam
proses belajar siswa sebagai berikut. a) Motivasi belajar siswa dapat
ditumbuhkan melalui pengajaran yang lebih menarik perhatian siswa. b)
Siswa dapat lebih memahami materi jika bahan pengajaran yang ada lebih
memperjelas maknanya, dan memungkinkan siswa menguasai tujuan
pengajaran yang lebih baik. c) Lebih bervariasinya metode mengajar yang
dilakukan guru, tidak hanya komunikasi verbal atau lisan melalui penuturan
kata-kata oleh guru, sehingga siswa tidak merasa bosan dan guru tidak
kehabisan banyak tenaga, apalagi bila guru tersebut mengajar untuk setiap
jam pelajaran. d) Siswa lebih banyak melakukan kegiatan belajar, sebab tidak
11
hanya mendengarkan apa yang dikatakan guru, tetapi memungkinkan siswa
untuk melakukan aktivitas lain seperti mengamati, melakuan,
mendemonstrasikan dan lain sebagainya.
Sundayana (2013: 29) mengatakan “media sangat berperan dalam
meningkatkan kualitas pendidikan, termasuk untuk peningkatan kualitas
pendidikan matematika. Media pendidikan dapat dipergunakan untuk
membangun pemahaman dan penguasaan objek pendidikan. Menurut sanjaya
(2012:75):
Terdapat sejumlah prinsip yang harus diperhatikan dalam penggunaan
media pad komunikasi dalam pembelajaran. Prinsip-prinsip tersebut
adalah: 1) Media digunakan dan diarahkan untuk mempermudah siswa
belajar dalam upaya memahami materi pelajaran. 2) Media yang akan
digunakan oleh guru harus sesuai dan diarahkan untuk mencapai
tujuan pembelajaran. 3) Media yang digunakan harus sesuai dengan
materi pembelajaran. 4) media pembelajaran harus sesuai dengan
minat, kebutuhan, dan kondisi siswa. 5) Media yang digunakan harus
memperhatikan efektifitas dan efisiensi. 6) Media yang digunakan
harus sesuai dengan kemampuan guru dalam mengoperasikannya.
12
multimedia dapat diartikan sebagai penggunaan beberapa media yang berbeda
untuk menggabungkan dan menyampaikan informasi dalam bentuk teks,
audio, grafis, animasi, dan video.
Menurut Jayant, dkk (dalam Rusman, 2013: 70) Multimedia adalah
dasar dari teknologi modrn yang meliputi suara, teks, video, gambar, dan
data. Furht (dalam Rusman, 2013: 70) mendefinisikan multimedia sebagai
gabungan antara berbagai media; teks, grafik, animasi, gambar, dan video.
Menurut Hofstetter (Munir, 2012: 3) multimedia dalam konteks komputer
adalah penggunaan komputer untuk menyajikan dan menggabungkan teks,
suara, gambar, animasi dan video dengan alat bantu (tool) dan koneksi (link)
sehingga pengguna dapat melakukan navigasi, berinteraksi, berkarya dan
berkomunikasi. Dengan menggunakan komputer ini memungkinkan
terjadinya interaksi antara siswa dengan media.
Multimedia interaktif adalah suatu multimedia yang dilengkapi
dengan alat pengontrol dioperasikan oleh pengguna, sehingga pengguna dapat
memilih apa yang dikehendaki untuk proses selanjutnya (Daryanto, 2010
:51). Sifat interaktif ini memberikan keleluasaan bagi pengguna dalam
menggunakan dan berinteraksi dengan multimedia. Menurut Nugroho (2014:
29) Multimedia Interaktif adalah gabungan dari berbagai unsur media teks,
grafik, gambar, video, animasi, audio yang membentuk satu unit program
berbasis komputer dan memungkinkan pengguna melakukan interaksi.
Multimedia interaktif adalah kombinasi dari dua atau lebih media (audio,
teks, grafik, gambar, animasi, dan video) yang oleh penggunanya
dimanipulasi untuk mengendalikan perintah dan atau perilaku alami dari
suatu presentasi (Prastowo, 2012: 146).
Media interaktif menuntut siswa untuk berinteraksi selama mengikuti
pembelajaran. Setidaknya ada tiga macam interaksi. Interaksi yang pertama
ialah siswa berinteraksi dengan sebuah program, misal siswa mengisi blangko
pada bahan ajar terprogram. Bentuk interaksi yang kedua ialah siswa
berinteraksi dengan mesin, misalnya mesin pembelajaran, simulator,
13
laboratorium bahasa, komputer, atau kombinasi diantaranya yang berbentuk
video interaktif. Bentuk interaksi ketiga ialah mengatur interaksi antara siswa
secara teratur tapi tidak terprogram; sebagai contoh dapa dilihat pada
berbagai permainan pendidikan atau simulasi yang melibatkan siswa dalam
kegiatan atau masalah, yang mengharuskan siswa untuk membalas serangan
lawan atau atau kerjasama dengan teman seregu dalam memecahkan masalah
(Munir, 2012: 4).
Dari beberapa pendapat di atas, peneliti menyimpulkan Multimedia
Interaktif adalah gabungan antara berbagai media teks, grafik, gambar, video,
animasi, audio dengan menggabungkan link dan tool yang membentuk satu
unit program berbasis komputer dan memungkinkan pengguna melakukan
navigasi, berinteraksi, berkreasi, dan berkomunikasi.
Multimedia tersusun atas berbagai elemen atau komponen. Menurut
Munir (2012: 16-19) elemen atau komponen yang terdapat dalam multimedia
sebagai berikut.
a. Teks, adalah suatu kombinasi huruf yang membentuk satu kata atau kalimat yang
menjelaskan suatu maksud atau materi pembelajaran yang dapat dipahami oleh
orang yang membacanya. Yang perlu diperhatikan dalam penggunaan teks ialah
jenis huruf, ukuran huruf, style huruf (warna, bold, italic).
b. Grafik, merupakan komponen penting multimedia. Grafik berarti juga gambar
(image, picture, atau drawing). Grafik merupakan komponen yang tepat untuk
menyajikan informasi karena informasi dalam bentuk grafik lebih mudah dicerna
dibanding dalam bentuk teks.
c. Gambar (image atau visual diam) merupakan penyampaian informasi dalam
bentuk visual. Gambar digunakan untuk mendeskripsikan sesuatu dengan labih
jelas, gambar juga dapat digunakan meringkas data yang kompleks dengan cara
yang lebih menarik dan tidak membosankan.
d. Video, pada multimedia digunakan untuk menggambarkan suatu kegiatan atau
aksi. Video menyediakan sumber daya yang kaya dan hidup bagi multimedia.
Video dapat dijadikan alat untuk menunjukan simulasi benda nyata.
e. Animasi, adalah suatu tampilan yang menggabungkan antara media teks, grafik
dan suara dalam suatu aktivitas pergerakan. Animasi digunakan untuk
memperjelas dan mensimulasikan sesuatu yang tidak bisa dilakukan oleh video.
f. Audio didefinisikan sebagai macam-macam bunyi dalam bentuk digital seperti
suara, musik, narasi dan sebagainya. Penggunaan audio pada multimedia dapat
berupa narasi, lagu ataupun sound effect yang bisa didengar untuk keperluan
suara latar, penyampaian pesan duka, sedih, semangat dan macam-macam
disesuaikan dengan situasi dan kondisi.
14
g. Interaktivitas, elemen ini sangat penting dalam multimedia interaktif. Komponen
interaktivitas ini hanya tidak dapat ditampilkan pada media-media lain selain
media komputer. Aspek interaktif pada multimedia dapat berupa navigasi,
simulasi, permainan dan pelatihan. Dengan komponen interaktivitas ini pengguna
dapat mengontrol komponen-komponen yang ada, sehingga multimedia ini
disebut sebagai interactive multimedia atau multimedia interaktif.
Desain media harus memperhatikan beberapa hal agar media tersebut
pesan atau informasi dapat tersampaikan dengan baik. Tampilan media harus
menarik dan memperhatikan estetika:
a. Tipografi
Salah satu aspek penting dalam mendesain media adalah penggunaan
huruf. J. Ben Lierman mengatakan ada dua hal yang akan menentukan
kesuksesan desain terkait dengan penggunaan tipografi, yaitu legibility dan
readibility (Anggraini dan Nathalia, 2014: 64). Legibility adalah tingkat
kemudahan mata mengenali huruf tanpa harus bersusah payah, sedangkan
readability adalah penggunaan huruf dengan memperhatikan hubungannya
dengan huruf yang lain sehingga terlihat jelas.
b. Warna
Warna merupakan unsur penting dalam obyek desain. Arsyad (2013,
108) menyatakan warna merupakan unsur visual yang penting, tetapi ia harus
digunakan dengan hati-hati untuk memperoleh dampak yang baik. Pemilihan
warna harus membangun keterpaduan dan memberikan kesan sesuai dengan
yang ingin disampaikan.
c. Layout
Secara umum, layout merupakan tata letak ruang atau bidang. Di
dalam layout terdapat beberapa elemen seperti elemen teks, elemen visual,
dan lainnya. Tujuan utama layout adalah menampilkan elemen gambar dan
teks agar menjadi komunikatif dan dapat memudahkan pembaca menerima
informasi yang disajikan (Anggraini dan Nathalia, 2014: 38).
15
Komponen multimedia yang telah disebutkan di atas menjadikan
media ini memiliki berbagai kelebihan. Kelebihan inilah yang membedakan
antara multimedia dengan media yang lainnya. Munir (2012: 6) menyebutkan
beberapa kelebihan yang dimiliki multimedia dalam pembelajaran tersebut
sebagai berikut:
a. Dapat menyajikan informasi menggunakan berbagai macam media yang
disatukan.
b. Multimedia mampu untuk mengakses informasi yang terbaru (up to date)
dan memberikan informasi lebih dalam serta lebih banyak.
c. Penggunaan multimedia banyak merangsang indera karena multimedia ini
bersifat multi-sensorik. Sifat multisensorik ini dapat mengarah ke
perhatian dan tingkat retensi yang baik.
d. Multimedia dapat menarik perhatian dan minat, karena merupakan
gabungan antara pandangan, suara dan gerakan. Manusia memiliki
keterbatasan daya ingat, sehingga dengan sifatnya yang menarik perhatian
dan minat dapat meningkatkan daya ingat.
e. Sebagai media alternatif dalam menyampaikan pesan yang diperkuat
dengan teks, suara, gambar, video, dan animasi.
f. Meningkatkan kualitas penyampaian informasi. Dengan perpaduan antara
audio dan visual serta animasi maka informasi lebih mudah diserap dan
diterima.
g. Bersifat interaktif sehingga memungkinkan terjadinya interaksi. Interaksi
dua arah terjadi antara pengguna dan multimedia, tidak seperti media lain
yang hanya satu arah. Ineraktivitas ini memungkinkan pengembang dan
pengguna untuk membuat, memanipulasi, dan mengakses informasi yang
ada dalam multimedia tersebut.
16
sehingga membangkitkan minat, motivasi, aktivitas, dan kreativitas
belajarnya. Bagi pendidik multimedia mempermudah dan mempercepat
penyampaian materi pembelajaran dalam proses pembelajaran, sehingga
memudahkan peserta didik untuk mengerti dan memahaminya. Dengan
demikian pendidik dapat mengefisienkan waktu pembelajaran. Pendapat yang
sama juga diungkapkan oleh Indriana (2011: 97) menyebutkan kelebihan dari
multimedia dalam proses belajar mengajar sebagai berikut.
a. Menurut dual coding theory sistem kognitif manusia terbagi menjadi dua
subsistem, yaitu sistem verbal dan sistem gambar, sehingga materi atau
informasi melalui teks yang disertai dengan gambar akan dapat diingat
dengan baik. Dengan adanya gambar dalam teks dapat meningkatkan
memori (ingatan) sehingga lebih mudah dalam mengingatnya.
b. Menurut Reiber, bagian penting lainnya dari multimedia adalah animasi.
Animasi dapat digunakan untuk menarik perhatian anak didik jika
digunakan secara tepat. Animasi dapat membantu proses pelajaran jika
anak didik hanya akan dapat melakukan proses kognitif dengan bantuan
animasi, sedangkan tanpa animasi proses kognitif tidak dapat dilakukan.
Berdasarkan penelitian, peserta didik yang memiliki kekurangan dalam
mengikuti pengajaran dengan cara konvensional atau dengan media
pengajaran lainnya, akan mampu belajar lebih baik jika menggunakan
animasi.
c. Menurut teori quantum learning, anak didik memiliki modalitas belajar
yang dibedakan menjadi tiga tipe, yaitu visual, auditif, dan kinestetik.
Markova menyatakan bahwa orang tidak hanya cenderung pada satu
modalitas, mereka juga memanfaatkan kombinasi modalitas tertentu yang
memberi mereka bakat dan kekurangan alami tertentu (DePorter, dkk.
2010: 123) Keberagaman modalitas belajar ini dapat diatasi dengan
menggunakan perangkat media dengan sistem multimedia. Sebab,
masing-masing anak didik yang berbeda tipe belajarnya tersebut dapat
17
diwakili oleh multimedia. Karena itu, multimedia sangatlah universal
mengadaptasi gaya belajar anak didik yang berbeda-beda.
Dari pendapat-pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa multimedia
interaktif adalah gabungan dari berbagai unsur media (audio, teks, gambar,
video, grafik, animasi) dengan alat bantu (tool) dan koneksi (link) sehingga
memungkinkan pengguna melakukan interaksi.
18
c. Dapat membuat perubahan animasi dari satu bentuk ke bentuk
lain.
d. Dapat membuat gerakan animasi dengan mengikuti alur yang telah
ditetapkan.
e. Dapat dikoverensi atau dipublikasikan (publish) ke dalam beberapa
tipe, diantaranya .swf, .html, .gif, .jpg, .exe, .mov.
f. Dapat mengola atau membuat animasi dari objek Bitmap.
g. Flash program animasi berbasis vektor memiliki fleksibilitas dalam
pembuatan objek-objek vektor.
Dari pendapat-pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa macromedia
flash 8 adalah salah satu program yang dapat digunakan untuk membuat suatu
karya animasi baik animasi interaktif maupun non interaktif.
19
Tabel 2.I. perbedaan PLDV dan SPLDV
No PLDV SPLDV
Hanya terdiri dari satu persamaan Terdiri dari dua persamaan linear dua
1.
linear dua variable variabel.
20
adalah bentuk sistem persamaan linear dua variabel yang mewakili suatu
pernyataan dari masalah yang ada dalam kehidupan sehari-hari.
21
tidak valid, kurang valid, valid, dan sangat valid. Indikator yang akan
menjadi pedoman dalam penyusunan lembar validasi adalah sebagai berikut:
1) Aspek Materi
Indikator penilaian pada aspek materi mengacu pada kriteria media
pembelajaran media yang layak menurut Arsyad (2013) bahwa isi dari
media harus tepat untuk mendukung materi pelajaran, agar dapat
membantu proses pembelajaran yang efektif, media harus selaras
dengan kebutuhan pembelajaran dan kemampuan siswa. Media
pembelajaran merupakan media yang mudah diperoleh dan mudah
dibuat oleh guru, dan sebaiknya dapat digunakan dimanapun dan
kapanpun. Dengan indikator sebagai berikut:
a) Memuat kompetensi inti dan kompetensi dasar berdasarkan kurikulum
b) Pengelompokan materi berdasarkan kurikulum
c) Penggunaan animasi sesuai dengan konsep
d) Penyajian soal latihan sesuai dengan materi yang disajikan
e) Keruntutan materi sesuai dengan kurikulum
f) Keutuhan materi sesuai dengan kurikulum
g) Kesesuaian materi dengan kurikulum
2) Aspek Media (IT)
Penilaian media pembelajaran juga dibutuhka untuk mengetahui apakah
media pembelajaran sudah layak untuk digunakan berdasarkan aspek
media. Menurut wahono dalam Supriadi (2012) Aspek media meliputi :
a) Efektif dan efisien dalam pengembangan maupun penggunaan media
pembelajaran.
b) Reliable (handal)
c) Usabilitas (mudah digunakan dan sederhana dalam pengoperasiannya)
d) Ketepatan pemilihan jenis aplikasi/softwere/tool untuk pengembangan.
e) Penggunaan kombinasi warna yang tepat dan menarikKompatibilitas
(media pembelajaran dapat diinstalasi/dijalankan diberbagai hardware
dan software yang ada).
22
f) Pemaketan program media pembelajaran terpadu dan mudah dalam
ekswkusi.
g) Reusable (sebagian atau seluruh program media pembelajaran dapat
dimanfaatkan kembali untuk mengembangkan media pembelajaran
lain).
3) Aspek Bahasa
Media pembelajaran yang baik merupakan media yang memiliki aspek
bahasa yang baik dan mudah dimengerti dalam mengikuti proses
pembelajaran. Menurut Yamasari (2010) Aspek bahasa meliputi:
a) Bahasa yang digunakan sederhana dan mudah dipahami oleh siswa
SMP
b) Bahasa yang digunakan sesuai dengan kaidah Basahasa Indonesia yang
baku
2.6 Uji Praktikalitas
Menurut Suherman (2001:179) “Bersifat praktis dalam arti mudah
dilaksanakan dan efisien dari segi biaya dan tenaga”. Menurut Nana Sudjana ,
1991 bahwa:
Nilai-nilai praktis media pembelajaran adalah:
a. Dengan media dapat meletakkan dasar-dasar yang untuk berpikir.
b. Dengan media dapat memperbesar minat dan perhatian siswa untuk
belajar.
c. Dengan media dapat meletakkan dasar untuk perkembangan belajar
sehinnga hasil belajar bertambah mantap.
d. Bahan pengajaran akan lebih jelas maknanya, sehingga dapat lebih
dipahami olehpara siswa.
e. Siswa lebih banyak melakukan kegiatan belajar, sebab tidak hanya
mendengarkan uraian guru, tetapi juga aktivitas lain seperti mengamati,
melakukan, mendemonstrasikan, dan lain-lain.
23
Indikator yang akan dijadikan pedoman dalam penyusunan angket
respon siswa adalah sebagai berikut:
1. Penilian Terhadap Kegiatan Pembelajaran Menggunakan media
pembelajaran
2. Penilian Terhadap Kebahasaan Yang digunakan dalam Media
Pembelajaran
3. Penilian Penyajian dalam Media Pembelajaran
4. Penilian Tampilan dalam Media Pembelajaran
5. Penilian Manfaat Media Pembelajaran
24