0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan10 halaman

Tari Nyi Parung Kujang di Pandeglang

Dokumen ini membahas tentang tari Nyi Parung Kujang yang diciptakan oleh Rini Apriani di Sanggar Pamanah Rasa Kabupaten Pandeglang Banten. Tari ini diinspirasi dari cerita rakyat Kampung Tegal Cisaat tentang Nyi Parung Kujang dan diciptakan untuk melestarikan cerita rakyat lokal.

Diunggah oleh

alpidaryani
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan10 halaman

Tari Nyi Parung Kujang di Pandeglang

Dokumen ini membahas tentang tari Nyi Parung Kujang yang diciptakan oleh Rini Apriani di Sanggar Pamanah Rasa Kabupaten Pandeglang Banten. Tari ini diinspirasi dari cerita rakyat Kampung Tegal Cisaat tentang Nyi Parung Kujang dan diciptakan untuk melestarikan cerita rakyat lokal.

Diunggah oleh

alpidaryani
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Penelitian


Kesenian merupakan bagian dari kebudayaan, kesenian memiliki macam
atau ragam diantaranya seni tari, seni musik, seni rupa, seni karawitan dan seni
teater yang satu sama lainnya tentu saling melengkapi. Seni merupakan kegiatan
yang sering kali dilakukan oleh manusia dalam suatu kehidupan yang telah terjadi
sejak masa lampau hingga saat ini. Seperti yang diungkapkan Koentjaraningrat:
Kesenian merupakan salah satu bentuk kebudayaan manusia.
Sedangkan yang dimaksud dengan seni adalah keahlian dan keterampilan
manusia untuk mengekspresikan dan menciptakan hal-hal yang indah serta
bernilai”(2010,hlm.14).

Manusia dalam kehidupan berbudayanya sering kali melahirkan karya


seni yang berasal dari budaya lokal. Setiap wilayah di Indonesia memiliki karya
seni lokal yang menjadi ciri khas dari wilayah tersebut. Salah satu wilayah di
Indonesia yang kaya akan ciri khas dari setiap karya seni yang dimilikinya, baik
karya seni yang sudah ada maupun karya seni dalam bentuk kreasi baru yaitu
Provinsi Banten. Provinsi Banten merupakan provinsi termuda di Indonesia,
berdiri pada tahun 2000 berdasarkan Undang-undang No.23 tahun 2009 tentang
pembentukan Provinsi Banten. Banten merupakan provinsi termuda dengan
jumlah kabupatan dan kota sebanyak 4 Kabupaten dan 4 kota, yang terdiri dari
Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Serang, Kabupaten Tangerang, Kabupaten
Lebak, Kota Serang, Kota Cilegon, Kota Tangerang, dan Kota Tangerang
Selatan.
Provinsi Banten memiliki banyak kebudayaan dan kesenian yang
bermacam-macam, karya seni yang ada di Banten kebanyakan di pengaruhi oleh
kebiasaan masyarakat dan sejarah cerita rakyat Banten pada zaman dahulu.
Banten mewarisi kebudayaan Islam yang sangat kuat, karena pada zaman dahulu
Banten merupakan wilayah dengan kesultanan Islam yang cukup besar.

Aulia Dini, 2017


TARI NYI PARUNG KUJANG DI SANGGAR PAMANAH RASA KABUPATEN PANDEGLANG BANTEN
Universitas Pendidikan Indonesia | [Link] | [Link]
2

Banten memiliki beragam jenis tarian yang kaya akan ciri khas nya mulai
dari tari yang sudah ada, sampai tari kreasi baru yang mulai bermunculan dari ide
para seniman yang ada di Banten. Bila dilihat dari perkembangannya Banten
memiliki potensi besar untuk menjadi wilayah pariwisata dengan daya tarik
keseniannya disamping daya tarik wisata alamnya. Pemerintah provinsi Banten
saat ini sedang mengoptimalkan perkembangan wilayah Banten dengan sebaik-
baiknya, hal ini bisa dilihat dari cara Dinas Pariwisata Provinsi Banten yang rutin
mengadakan acara-acara besar kesenian khususnya seni tari di setiap wilayahnya.
Sebagai salah satu wilayah yang ada di Provinsi Banten, Kabupaten Pandeglang
memiliki peran cukup besar dalam perkembangan kesenian yang ada di Banten.
Pandeglang adalah wilayah kabupaten yang terdapat di Provinsi Banten.
Kesenian yang berasal dari wilayah Pandeglang merupakan karya seni yang
tumbuh berdasarkan sejarah cerita rakyat Banten zaman dahulu dan kebiasaan
masyarakat setempatnya. Oleh karena itu setiap karya seni yang berasal dari
wilayahnya masing-masing memiliki ciri khas daerahnya masing-masing,
termasuk kesenian yang ada di Pandeglang. Hal ini diperkuat oleh pendapat
Sudibyo:
Kesenian yang lahir dari masyarakat suatu daerah pasti tidak
terlepas dari kebiasaan masyarakat tersebut, karena berdasarkan
sejarahnya seni tradisional asli suatu daerah adalah jenis kesenian yang
tumbuh dan berasal serta berkembangnya di daerah itu (2003,hlm:15).

Bukti jika wilayah Pandeglang kaya akan ragam karya seni nya yaitu
dengan banyaknya sanggar-sanggar yang bermunculan dengan ciri khas serta
eksistensinya masing-masing, serta dengan banyaknya karya seni kreasi yang
lahir dari tangan-tangan para senimannya.
Salah satu sanggar yang memiliki perkembangan yang baik dengan segala
eksistensinya yaitu Sanggar Pamanah Rasa. Sanggar ini beralamat di Jalan Raya
Labuan km.07 RT 01 RW 07 Kelurahan Sukasari Kecamatan Kaduhejo
Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten 42253. Alamat Email
pamanahrasapandeglang@[Link], tahun operasional 2000, status tanah
3

milik sendiri, tegangan/daya listrik 220 Volt,900 Watt, No NPWP [Link]-


419.000, luas lahan kurang lebih 243 m2. Sekelumit tentang letak lokasi sanggar
Pamanah Rasa yang terletak di Desa Sukasari yang merupakan bagian wilayah
Kaduhejo Kab. Pandeglang berjarak kurang lebih 7 kilometer dari pusat
pemerintahan kabupaten Pandeglang ke arah barat, dengan jarak tempuh 15
menit berkendaraan.
Sanggar Pamanah Rasa sangat jelas bergerak di bidang kesenian daerah
Banten, tidak hanya tarian yang diajarkan dalam sanggar ini tetapi musik dan
angklung pun dikembangkan. Sanggar pamanah Rasa dipimpin oleh Enceng
Tiswara Jatnika dengan Dadan Johari serta Rini Apriani. Dadan Johari lebih
bergerak di bidang penggarapan musik dan angklung, sedangkan Rini Apriani
bergerak sebagai pencipta tari atau koreografer. Sanggar ini didirikan tahun
2000.
Rini Apriani merupakan koreografer yang handal dengan banyak ide yang
tidak lupa mengangkat sejarah cerita rakyat Banten dan juga kebiasaan
masyarakat Banten khususnya kebiasaan masyarakat Pandeglang. Dari awal
terbentuknya sanggar Pamanah Rasa ini, sudah banyak karya yang diciptakan
oleh RA, diantara nya adalah : Rampak Bedug, Saba Budaya, Lagean
Pancarona, Lage Pangalas, Lage Pamayang, Cawene Surosowan, Nyi Pohaci
Larasati, Lagean Batok Ronyok, Lage Pangabea, Mapag Baraya, Sendratari
Nyi Parung Kujang, Tabeuhan Ruyuk Awi, Trak-trek-trok, Renteng Terebangan,
Ja Gendreh, Nu Nyusukna Surosowan, Selamat Datang, Ngarenteng
Ngagembrung, Ruat Gunung, Lage Raraketan, Ngabalukbuk, Nyi Jompong,
Sendratari Siti [Link] masih banyak karya lainnya.
Karya yang dibuat oleh RA memang sudah banyak dan tentu saja
memiliki ciri khasnya masing-masing. Namun salah satu karya yang memiliki
daya tarik tersendiri yaitu adalah Tari Nyi Parung Kujang. Tarian ini menjadi
daya tarik untuk lebih dikaji serta diteliti lebih lanjut lagi sebab Karya tari Nyi
Parung Kujang ini memiliki ciri khas yang menarik untuk diteliti.
4

Tari Nyi Parung Kujang ini merupakan karya seni tari kreasi baru yang
terinspirasi dari sejarah cerita rakyat wilayah Pandeglang tepatnya di Desa
Alaswangi Kampung Tegal Cisaat Kecamatan Menes. Masyarakat Pandeglang
sendiri belum banyak yang mengetahui berbagai cerita rakyat yang berasal asli
dari wilayah Pandeglang, kebanyakan masyarakat Pandeglang masih mengetahui
cerita rakyat umum saja, termasuk cerita Nyi Parung Kujang ini belum banyak
diketahui sebelumnya. Nyi Parung Kujang merupakan puteri di Kampung Tegal
Cisaat yang memiliki kecantikan luar biasa, Nyi Parung Kujang juga memiliki
rambut yang sangat panjang sehingga tidak bisa menyisir rambutnya sendiri dan
harus dibantu oleh para dayangnya. Kecantikan dan rambut panjang yang
dimiliki oleh Nyi Parung Kujang ini tidak lantas mendapatkan keberuntungan
namun malah mendatangkan petaka, yakni Nyi Parung Kujang meninggal karena
terlilit oleh rambutnya sendiri yang pada saat sedang disisir terseret oleh seekor
kuda yang tidak tahu datang darimana. Hal inilah yang menjadikan Kampung
Tegal Cisaat memiliki tempat yang diberi nama Sigar Gantar yaitu tempat
dimana Nyi Parung Kujang selalu menyisir rambutnya. Sejarah ini pula yang
menjadi alasan mengapa warga yang tinggal di wilayah Kampung Tegal Cisaat
tidak boleh memanjangkan rambutnya. Kesakralan, kelembutan, dan kesaktian
sebagai Puteri titisan Raja Galuh yang hidup dibawah kaki gunung Pulosari
Pandeglang Banten, membawa obsesi sebuah kerasnya kehidupan menjadi
gambaran dalam tarian “ Nyi Parung Kujang “. Tarian ini diambil dari gerak
dasar tari rakyat, silat Patingtung, Rudat dan dikolaborasi dengan pengolahan
property sobrah dan tari kreasi yang mengakar pada tradisi daerah Banten.
Konsep garapan musik dalam tarian ini mengambil esensi pada perpaduan
kesenian khas Banten, seperti kesenian Terebang Gede, Beluk, Goong
Patingtung, Rudat, Hadroh, pengolahan gamelan salendro, serta Lagu daerah
Banten.
Tari Nyi Parung Kujang memang memiliki ciri khas Banten yang dapat
terlihat dari musik serta gerak yang digunakan, hal ini bertujuan untuk
menciptakan warna baru khas Banten dalam tari Nyi Parung Kujang. Tarian ini
5

ditarikan secara berkelompok dan memiliki karakter tarian halus dan lincah. Tari
Nyi Parung Kujang pernah tampil diberbagai event yang ada di Banten maupun
diluar Banten seperti pada acara Surabaya Expo 2016, menjadi 13 penyaji terbaik
Parade Tari Nusantara TMII 2015, juara 1 dan juara favorit lomba tari tradisional
tingkat provinsi Banten 2016, serta masih banyak festival lainnya.
Inilah yang menjadi alasan mengapa RA tertarik untuk mengangkat
sejarah cerita rakyat Pandeglang ini untuk dijadikan tarian agar mesyarakat
Banten khususnya Pandeglang dapat mengetahui sejarah cerita rakyat yang ada
di wilayahnya. RA termotivasi membukakan mata generasi muda yang ada di
wilayah Pandeglang akan keberadaan cerita rakyat Pandeglang yang belum
banyak diketahui, maka dari itu cerita Nyi Parung Kujang ini dipilih untuk
dijadikan sebuah karya yang dapat menjadi edukasi sekaligus hiburan bagi para
penikmatnya. Cerita rakyat Nyi Parung Kujang menjadi inspirasi besar bagi RA
dalam menciptakan setiap gerakan yang dibuatnya dalam tarian ini. Gerak-gerak
yang ada dalam tari Nyi Parung Kujang mengandung arti dan makna yang erat
kaitannya dengan cerita kehidupan yang dilalui Nyi Parung Kujang dalam
melewati kerasnya kehidupan. Kesenian khas Banten turut serta terlibat didalam
tarian ini, seperti kesenian Rudat dan Silat Patingtung. gerak yang diambil dari
kesenian rudat menggambarkan bagaimana masyarakat Banten yang begitu
religious dengan populasi agama islam yang cukup besar akibat pengaruh
Kesultanan Banten zaman dahulu. Perpaduan kesenian silat Patingtung pun tidak
lepas dalam garapan tarian ini, Pandeglang yang memang dikenal sebagai kota
santri dengan banyaknya perguruan silat Islam didalamnya menjadi alasan
mengapa RA memasukkan kesenian silat ini kedalam garapan tarinya. Dalam
garapan tari Nyi Parung Kujang terdapat pula gerakan tradisional yang diambil
dari gerak-gerak tari rakyat dan tidak lupa pula dalam tarian ini mengandung
gerak-gerak tari kreasi yang mengakar pada tradisi Banten. Pada intinya setiap
gerak yang ada dalam tarian ini menjelaskan cerita yang ada dan bagaimana
mitos yang ditinggalkan tetap berkembang sampai saat ini. Hal inilah yang
6

menjadi alasan mengapa tari Nyi Parung Kujang sangat menarik untuk diteliti
dan dikaji lebih dalam lagi.
Berangkat dari pemaparan latar belakang di atas maka peneliti tertarik
melaksanakan penelitian pada tarian ini untuk menganalisis tari Nyi Parung
Kujang dengan melihat isi cerita Nyi Parung Kujang, struktur koreografi, rias dan
busana. Dengan demikian judul penelitian “ Tari Nyi Parung Kujang Di Sanggar
Pamanah Rasa Kabupaten Pandeglang Banten”.

B. Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang permasalahan yang telah dipaparkan di atas,
maka peneliti dapat mengidentifikasi beberapa masalah yang berkaitan dengan
penelitian sebagai berikut :
1. Belum ada penelitian mengenai Tari Nyi Parung Kujang Di Sanggar Pamanah
Rasa Kabupaten Pandeglang Banten.
2. Belum ada data mengenai struktur koreografi serta tata rias dan busana Tari
Nyi Parung Kujang Di Sanggar Pamanah Rasa Kabupaten Pandeglang Banten.
3. Tidak tersedianya sumber tertulis yang cukup mengenai Tari Nyi Parung
Kujang Di Sanggar Pamanah Rasa Kabupaten Pandeglang Banten, sebagai
salah satu tarian yang berpengaruh di Kabupaten Pandeglang.

C. Rumusan Masalah Penelitian


Berdasarkan paparan latar belakang diatas terdapat beberapa
permasalahan didalamnya, rumusan masalah utamanya adalah mengkaji
sinkronisasi antara cerita dan koreografi. Maka peneliti akan lebih memfokuskan
penelitian ini pada masalah berbentuk pertanyaan sebagai berikut :
1. Bagaimana isi dari cerita rakyat Nyi Parung Kujang yang berasal dari
Kabupaten Pandeglang Banten ?
7

2. Bagaimana struktur koreografi Tari Nyi Parung Kujang di Sanggar Pamanah


Rasa Pandeglang Banten ?
3. Bagaimana rias dan busana Tari Nyi Parung Kujang di Sanggar Pamanah
Rasa Pandeglang Banten ?

D. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini ingin mengungkapkan sasaran yang ingin dicapai
dalam penelitian. Berdasarkan hasil pemaparan latar belakang dan penyusunan
rumusan masalah tujuan penelitian ini yaitu :
1. Tujuan Umum
Untuk melestarikan kebudayaan Banten, serta sebagai bahan dokumentasi
dalam bidang seni tari bagi mahasiswa, pelaku seni, dan masyarakat umum.
2. Tujuan Khusus
Secara khusus tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini yaitu :
a. Mendeskripsikan isi cerita rakyat Nyi Parung Kujang
b. Mendeskripsikan koreografi pada Tari Nyi Parung Kujang di Sanggar
Pamanah Rasa , Pandeglang Banten.
c. Mendeskripsikan busana dan rias pada Tari Nyi Parung Kujang di Sanggar
Pamanah Rasa , Pandeglang Banten.

E. Manfaat Penelitian
Manfaat dari penelitian ini dengan maksud untuk memberi informasi
kepada khalayak umum, bahwa di Banten khususnya didaerah Pandeglang
memiliki karya seni yaitu Nyi Parung Kujang. Manfaat dari penelitian ini
diharapkan bermanfaat dan dapat berguna sebagai sumber informasi.
1. Manfaat dari segi teori
a. Hasil penelitian ini diharapkan dapat berguna dalam bidang pengetahuan
seni tari dan dapat menjadi masukan.
8

b. Hasil penelitian ini dapat menjadi acuan untuk penelitian yang akan
datang.

2. Manfaat dari segi kebijakan


a. Bagi Sanggar Pamanah Rasa
Penelitian ini diharapkan menambah ilmu pengetahuan bagi anggota
sanggar.
b. Bagi pelaku seni
Dengan adanya penelitian ini diharapkan para pelaku seni menjadi lebih
tahu lagi akan keberadaan Tari Nyi Parung Kujang ini, serta bisa menjaga
kelestarian setiap budaya yang ada agar bisa terus berkarya.
c. Bagi Universitas Pendidikan Indonesia
Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan dan juga referensi
terhadap peneliti selanjutnya, serta dapat menjadi bahan dokumentasi
sebagai bentuk sumbangan ilmu pengetahuan dan pendidikan.

3. Manfaat dari segi praktik


a. Bagi peneliti
Sebagai masukan wawasan serta tambahan pengetahuan tentang Tari Nyi
Parung Kujang di Sanggar Pamanah Rasa Pandeglang Banten.
b. Bagi mahasiswa
Memberikan referensi untuk menambah wawasan dan pengetahuan, serta
menjadi rujukan bagi peneliti selanjutnya.
c. Bagi masyarakat
Dari hasil penelitian ini diharapkan masyarakat menjadi lebih mengetahui
lagi tentang adanya Tari Nyi Parung Kujang , serta masyarakat juga
menjadi lebih mencintai kesenian yang sudah ada dan dapat turut serta
menjaga keberadaannya.
9

F. Struktur Organisasi Penelitian


Struktur organisasi yang diterapkan dalam penelitian ini dibagi menjadi
lima bab, yaitu sebagai berikut :
BAB I PENDAHULUAN, dalam bab ini peneliti mencoba untuk
memaparkan secara jelas tentang latar belakang penelitian yang merujuk pada
masalah yang akan diteliti, rumusan masalah yang ditemukan dalam penelitian,
batasan-batasan permasalahan agar lebih fokus pada masalah yang akan diteliti,
tujuan penelitian yang ingin dicapai, manfaat penelitian, dan struktur organisasi
penelitian.
BAB II : KAJIAN PUSTAKA, kajian pustaka merupakan bagian
penting dalam skripsi, karena berisikan teori-teori yang mendukung dalam
penelitian. Setiap kutipan, gagasan ataupun pendapat yang dikemukakan oleh
para ahli harus menggunakan kaidah-kaidah dalam pencantumannya. Hal tersebut
dilakukan agar tidak terjadinya tindak plagiarisme.
BAB III : METODE PENELITIAN, bab ini berisi mengenai langkah-
langkah bagi peneliti untuk dapat melakukan penelitian di lapangan. Metode dan
pendekatan penelitian menjadi acuan bagi peneliti dalam mengumpulkan serta
mengolah data yang sudah ditemukan dalam penelitian. Sehingga dalam bab ini
dapat membantu peneliti dalam penulisan skripsi dengan cara yang benar sesuai
pedoman.
BAB IV : HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN, pada bab ini
peneliti melakukan pengolahan data dari data yang sudah terkumpul dilapangan,
kemudian hasil penelitian dan pembahasan dideskripsikan secara jelas dalam
penulisannya. Penelitian tentang Tari Nyi Parung Kujang Di Sanggar Pamanah
Rasa Kabupaten Pandeglang Banten ini membahas tentang struktur koreografi
dengan tata rias dan busana nya yang kemudian hasil dari pembahasannya
dikaitkan dengan landasan teoritis yang telah dibahas pada bab sebelumnya.
BAB V : KESIMPULAN DAN SARAN, kesimpulan yang telah ditulis
adalah jawaban dari pertanyaan penelitian dan rumusan masalah yang ada yang
diuraikan secara singkat, jelas dan padat. Saran yang telah dibuat setelah
10

kesimpulan ditujukan bagi pihak yang terkait pada proses penggarapan tari Nyi
Parung Kujang , Lembaga Kebudayaan Kabupaten Pandeglang, Peneliti
Selanjutnya, dan pada para Pelaku Seni lainnya.

Anda mungkin juga menyukai