0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
13 tayangan15 halaman

Praktikum Pengukuran Tahanan Tanah

Dokumen tersebut membahas tentang modul praktikum pengukuran sistem tenaga khususnya pengukuran tahanan tanah. Terdapat penjelasan tentang tujuan percobaan yaitu mengetahui besarnya tahanan tanah dan memahami fungsi pengukuran tahanan tanah. Juga dijelaskan teori dasar sistem pentanahan dan bagian-bagiannya serta prosedur pengukuran tahanan tanah menggunakan earth tester.

Diunggah oleh

Martines Minarwaty
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
13 tayangan15 halaman

Praktikum Pengukuran Tahanan Tanah

Dokumen tersebut membahas tentang modul praktikum pengukuran sistem tenaga khususnya pengukuran tahanan tanah. Terdapat penjelasan tentang tujuan percobaan yaitu mengetahui besarnya tahanan tanah dan memahami fungsi pengukuran tahanan tanah. Juga dijelaskan teori dasar sistem pentanahan dan bagian-bagiannya serta prosedur pengukuran tahanan tanah menggunakan earth tester.

Diunggah oleh

Martines Minarwaty
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

PRAKTIKUM PENGUKURAN SISTEM TENAGA

MODUL
PRAKTIKUM
II
PENGUKURAN SISTEM TENAGA

NAMA: MARTINES
MINARWATY

NIM : 2250017036

PROGRAM STUDI TEKNIK ELEKTRO


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS JENDERAL ACHMAD YANI
CIMAHI

2023
PRAKTIKUM PENGUKURAN SISTEM TENAGA

MODUL II PENGUKURAN TAHANAN TANAH

I. Tujuan Percobaan
1. Mengetahui besarnya tahanan pentanahan pada suatu tempat
2. Mengetahui dan memahami fungsi dan kegunaan dari pengukuran tahanan
pentanahan dan aplikasinya sehari – hari
3. Mengetahui prinsip kerja ground earth tester

II. Teori Dasar


Pentanahan merupakan bagian dari sistem proteksi. Pada kehidupan nyata,
pentanahan digunakan sebagai proteksi terhadap petir. Petir adalah suatu fenomena
alam, yang pembentukannya berasal dari terpisahnya muatan di dalam awan
cumulonimbus. Sambaran petir pada tempat yang jauh + 1,5 km sudah dapat
merusak sistem elektronika dan peralatan, seperti instalasi komputer,
telekomunikasi kantor dan instrumentasi serta peralatan elektornik sensetif lainnya.
Prinsip proteksi petir sendiri biasa disebut dengan six point plan. Tujuan dari “Six
Point Plan” adalah menyiapkan sebuah perlindungan yang sangat efektif dan dapat
diandalkan terhadap serangan petir. Komponen – komponen Six Point Plan
diantaranya :
a. Menangkap Petir
Dengan jalan menyediakan system penerimaan (air terminal) yang dapat dengan
cepat menyambut luncuran arus petir
b. Menyalurkan petir
Luncuran petir yang telah ditangkap dilasurkan ke tanah/arde secara amantanpa
mengakibatkan terjadinya loncatan listrik (imbasan) ke bangunan atau manusia.
c. Menampung Petir
Dengan cara membuat system pertanahan sebaik mungkin (maximum tahanan tanah
5 ohm). Hal ini lebih di karenakan agar arus petir yang turun
PRAKTIKUM PENGUKURAN SISTEM TENAGA

dapat sepenuhnya diserap oleh tanah dan menghindari terjadinya step potensial.
d. Proteksi Grounding
Mencegah terjadinya loncatan yang ditimbulkan adanya perbedaan potensial
tegangan antara satu sistem pentanahan dengan yang lainnya
e. Proteksi Jalur Power
Proteksi terhadap jalur dari power mutlak diperlukan untuk mencegah induksi ke
peralatan melalui jalur power (yang umumnya bersumber dari jaringan listrik yang
cukup jauh).
f. Proteksi Jalur Data/ Komunikasi
Memproteksi seluruh jalur data yang melalui peralatan telephone data dansignaling.
Pentanahan atau pembumian adalah hubungan listrik yang sengaja dilakukan dari
beberapa bagian instalasi listrik ke sistem pentanahan. Kawat pentanahan
digunakan untuk menghubungkan bagian yang diketanahkan dari suatu instalasi
dengan elektroda pentanahan

Pada sistem pentahan terdapat bagian – bagian yang harus ditanahkan, yaitu : bagian
atas penangkap petir, down conductor, dan titik netral dari perangkat [Link]
sistem pentahanan juga memiliki beberapa syarat agar sistem pentanahan dapat
bekerja dengan baik, yaitu, tahanan pentahanan yang digunakan, sistem dapat
digunakan untuk berbagai musim, biaya serendah mungkin, elektroda yang
digunakan, dan lainnya. Elektroda pentanahan sendiri terbagi menjadi beberapa
bentuk, yaitu : Bulat, Batang, Plat, dan Pita [2].

Sistem pentanahan yang dirancang dengan menggunakan elektroda batang. Batang


elektroda tersebut dapat ditanam dengan posisi secara vertikal atau secara
horizontal. Pentanahan dengan elektroda batang secara vertikal adalah pentanahan
dengan cara menanam batang-batang elektroda kedalam tanah secara tegak lurus.
Untuk memperkecil tahanan pentanahan maka jumlah batang-batang elektroda yang
ditanam diperbanyak. Sedangakan untuk pentanahan elektroda horisontal adalah
pentanahan dengan cara menanamkan elektroda pentanahan sejajar
PRAKTIKUM PENGUKURAN SISTEM TENAGA

permukaan tanah dengan kedalaman tertentu (30-90 cm). Pentanahan seperti ini
dilakukan pada daerah yang berbatu karena tidak memerlukan penggalian yang
terlalu dalam.

Gambar 1. 14 Sistem pengukuran pentanahan


Keterangan :
A = Down Conductor
B = Paku Pentanahan 1
C = Paku Pentanahan 2

III. Alat dan Bahan


1. Earth Tester 1 buah
2. Kabel kabel penghubung 1 buah
3. Paku pentanahan 1 buah
PRAKTIKUM PENGUKURAN SISTEM TENAGA

IV. Prosedur Percobaan

Gambar 1. 15 Rangkaian Percobaan penukuran tahanan tanah.

1. Menyiapkan komponen percobaan dan pastikan alat dalam keadaan baik.


2. Buatlah rangkaian seperti pada gambar di atas.
3. Lakukan pengukuran tahanan pentanahan sesuai dengan jarak yang
ditentukan pembimbing.
4. Melaporkan pada pembimbing sebelum mengONkan sumber.
5. Membaca nilai yang terukur pada earth tester.
6. Catat data hasil pengukuran pada tabel percobaan.
7. Ulangi langkah 2 dan 3 pada tempat yang berbeda.
PRAKTIKUM PENGUKURAN SISTEM TENAGA

V. Data Hasil Praktikum

Tabel 4 Hasil Pengukuran


Kedalaman Tahanan Tanah
No Nomor Batang Jarak
(cm) (Ohm)
50
5 meter 100
150
1 Batang 1
50
10 meter 100
150
5 meter
2 Batang 2 150
10 meter
5 meter
3 Batang 3 150
10 meter
5 meter
4 Paralel 150
10 meter

Anda mungkin juga menyukai