0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
30 tayangan47 halaman

Panduan Lengkap ACLS dan Manajemen Jantung

Advanced Cardiac Life Support (ACLS) memberikan gambaran singkat tentang anatomi dan fisiologi jantung normal, penyakit jantung, diagnosis, dan algoritma penanganan kasus ACLS yang mencakup Airway, Breathing, Circulation, dan Differential Diagnosis. ACLS melibatkan manajemen jalan napas, oksigenasi, sirkulasi darah, defibrilasi, dan obat-obatan kardiovaskular untuk menyelamatkan pasien dari gangguan ritme atau henti jantung.

Diunggah oleh

Anggina Lestari
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai KEY, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
30 tayangan47 halaman

Panduan Lengkap ACLS dan Manajemen Jantung

Advanced Cardiac Life Support (ACLS) memberikan gambaran singkat tentang anatomi dan fisiologi jantung normal, penyakit jantung, diagnosis, dan algoritma penanganan kasus ACLS yang mencakup Airway, Breathing, Circulation, dan Differential Diagnosis. ACLS melibatkan manajemen jalan napas, oksigenasi, sirkulasi darah, defibrilasi, dan obat-obatan kardiovaskular untuk menyelamatkan pasien dari gangguan ritme atau henti jantung.

Diunggah oleh

Anggina Lestari
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai KEY, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Advanced

Cardiac Life
Support
(ACLS)
Preseptor: Andika Ahadyat dr., [Link]
Presentan:
-
Mohamad Yudha Purnama
-
Sinta Dwi Kartika
-
Mutiara Pertiwi Sumawijaya
0 PATHOLOGY

0
NORMAL HERAT 4
ANATOMY &
1 PHYSIOLOGY 0 PATHOLOGY

0 5
THE DISEASE
2 0 TREATMENT

0 5
DIAGNOSIS
Algorithm of ACLS
3 0 cases
8
Normal Hearth
01 Anatomy &
Physiology
Anatomi Jantung

Jantung terdiri dari 4 chambers , yg dipisah


oleh septum.
Atrium Kanan (RA) Atrium Kiri(LA)
Ventrikel Kanan (RV) Ventrikel Kiri
(LV)
RA & RV: memompa ya
terdeoksigena darah ke ng
si paru-paru
kembali ke (LA) dar
teroksigenasi
ventrikel memasuki
kiri (LV) Darah ah
meninggalkan jantung melalui aorta.
Katup (Valves): katup mitral dan trikuspid
untuk mencegah darah backflow.
Elektrofisiologi Jantung

Impuls dihasilkan oleh SA node di Sinyal listrik ini menyebabkan otot


RA (sebagai pacemaker alami) jantung berkontraksi dan memompa
darah.
Impuls listrik bergerak ke AV Node, di Ketika darah memasuki atrium jantung,
antara atrium dan ventrikel, melalui impuls listrik yang dikirim keluar dari SA
internodal pathway Node akan mengakibatkan kontraksi
atrium
impuls listrik bergerak melalui Bundle of
His, menuju sistem His-Purkinje (kiri dan
kanan), yang bertindak seperti ”kabel”
untuk mengadakan (conduct) sinyal listrik
ke LV dan RV.
EKG
Gelombang P: Kontraksi atrium
PR Interval: Waktu antara
dimulainya kontraksi atrium–kontraksi
ventrikel
Kompleks QRS :Kontraksi ventrikel
Gelombang T :Saat ventrikel repolarisasi
The ACLS Survey
0(A-B-C-D)
2
Airway
Pantau dan pertahankan
jalan napas tetap terbuka
Tentukan apakah manfaat
advanced airway lebih
besar dari resikonya
Jika berada di RS atau ada
profesional terlatih,
pertimbangkan untuk
menggunakan advanced
airway daripada melanjutkan
RJP
Breathing
Pada henti jantung, berikan
oksigen 100%.
Pertahankan SO2 darah ≥94% diukur
dengan pulse oximeter. Gunakan
quantitative waveforn capnography)
bila memungkinkan. PaCO2 normal
antara 35–40mmHg. CPR berkualitas
tinggi harus menghasilkan CO2
antara 10–20mmHg.
Jika pembacaan ETCO2 >10mmHg
setelah 20 menit CPR untuk
individu yang diintubasi, maka
Anda dapat mempertimbangkan
untuk menghentikan upaya
resusitasi.
Circulation
Gunakan akses Intravena (IV),
atau
akses Intraosseous (IO).
Pantau tekanan darah
dengan manset tekanan
darah (blood pressure cuff)
atau saluran intra-arteri jika
tersedia.
Pantau irama jantung
menggunakan bantalan (pads)
dan monitor jantung.
Saat menggunakan AED,
ikuti petunjuk.
Berikan cairan di saat yang tepat.
Gunakan obat-obatan
kardiovaskular bila
Differential Diagnosis

Obati penyebab yang reversibel


dan lanjutkan RJP sambil
membuat diagnosis banding.
Meminimalkan interupsi
dalam perfusi adalah
kuncinya.
Air Way
0 Management
3
Airway Management

1. Basic Airway Adjunst


2. Basic Airway Technique
3. Tips on suctioning
4. Advances Airway
Adjuncts
Basic Airway Adjunst

OROPHARYNGE Nasopharynge
AL AIRWAY al airway
(OPA) (NPA)
“Alat berbentuk J yang NPA adalah karet lunak atau
dipasang di lidah untuk tabung plastic uncuffed yang
menahan struktur hipofaring tidak beralas untuk aliran
Basic Airway Technique

Cara
Pemasang
an OPA
Cara Pemasangan NPA
Suctioning
Digunakan jika terdapat cairan,
darah, atau muntah yang
berlebihan, dilakukan <10 detik
Untuk menghindari hipoksemia -
short period pemberian 100%
oksigen
Monitor HR, Saturasi O2, keadaan
klinis
Ada perbaikan dalam parameter
pemantauan - hentikan suction, beri
O2 sampai HR kembali normal,
Tips on Suctioning
1. Saat menyedot orofaring, jangan
memasukkan kateter terlalu
dalam.
2. Teknik steril harus digunakan.
3. Tidak boleh lebih dari 10 detik.
Ingat orang tersebut tidak akan
mendapatkan oksigen selama
penyedotan.
4. Pantau tanda-tanda vital
selama penyedotan
5. Penghentian hisap segera jika orang
tersebut mengalami hipoksemia (O2
< 94%), mengalami aritmia baru,
atau sianotik.
Advances Airway Adjuncts
ENDOTRACHEAL TUBE (ET)

Merupakan alternatif saluran


napas lanjut.
Jenis tabung trakea tertentu
yang dimasukkan melalui mulut
atau hidung
Jalan napas paling aman
yang tersedia
Teknik ini
membutuhkan
penggunaan
LARYNGEAL MASK AIRWAY (LMA)

Merupakan alternatif jalan nafas


lanjutan untuk intubasi ET dan
memberikan ventilasi yang
sebanding.
Indikasi: Ventilasi manual tidak
adekuat, henti napas, henti jantung
Kontraindikasi: Obstruksi faring,
low pulmonary compliance
LARYNGEAL TUBE (LT)

Keuntungan dari tabung laring mirip dengan


tabung esophagus-trakea. Namun, tabung
laring lebih compact dan tidak rumit untuk
dimasukkan.
Tabung ini hanya memiliki satu balon yang
lebih besar untuk mengembang dan dapat
dimasukkan secara blindly
ESOPHAGEAL-TRACHEAL TUBE / combitube

Merupakan alternatif saluran napas lanjutan


untuk intubasi ET.
Perangkat ini memberikan ventilasi yang
memadai yang sebanding dengan tabung ET.
Combitube memiliki dua balon terpisah yang
harus digelembungkan dan dua port terpisah.
Route of
0 Access
4
Route of Access
1. Intravena
IV perifer lebih sering digunakan untuk pemberian obat dan cairan
kecuali jika akses jalur sentral sudah tersedia.
2. Intraosseous
Jika obat diberikan melalui rute pemberian perifer, lakukan hal berikut:
3. Injeksi bolus secara intravena.
4. Bilas dengan 20 mL cairan atau saline.
5. Naikkan ekstremitas selama 10 hingga 20 detik untuk meningkatkan
penyampaian obat ke sirkulasi.

4
05 Pharmacological

Tool
s
Pharmacological Tools

5
06 Defibrillation
Defibrillation
Defibrilasi Jantung merupakan tindakan pemberian arus listrik transtorak kepada
orang yang mengalami salah satu dari dua disritmia ventrikel yang mematikan,
fibrilasi ventrikel (VF) atau takikardia ventrikel tanpa denyut (VT).
Semakin awal defibrilasi dilakukan, semakin tinggi tingkat kelangsungan hidup.
Tujuan defibrilasi adalah untuk mengganggu ritme yang kacau dan
memungkinkan alat pacu jantung normal untuk melanjutkan aktivitas listrik yang
efektif.

6
Automated External Defibrillator
Sebuah AED canggih dan mudah digunakan, perangkat ini mudah untuk
digunakan bagi orang yang belum pernah mengoperasikannya, sehingga berguna
bagi siapa pun dalam skenario stres (penuh tekanan). Namun, penggunaan AED
yang tepat sangatlah penting.
Kriteria Penggunaan AED
1. Individu yang tidak merespons ketika dipanggil atau
digerakkan tubuhnya
2. Individu tidak dapat bernafas atau tidak bernafas secara
efektif,
3. Denyut nadi arteri carotid tidak terdeteksi.
Pengoperasian
1. Nyalakan AED
2. Pilih pad (bantalan) untuk dewasa atau anak-anak
3. Tempelkan pada dada (usahakan kering) dan pastikan kabel
terhubung
4. Pasang pad (bantalan) pada sisi kanan atas dan sisi kiri bawah pasien
5. Clear the area/jauhi pasien agar AED dapat membaca ritme jantung
pasien (15 detik)
6. Jika tidak ada ritme dalam 15 detik, ulangi RJP
7. Jika AED mengindikasi untuk diberi kejut, jauhi pasien, pastikan tidak
ada yang menyentuh pasien, dan oksigen telah di lepas. Pastikan
secara visual bahwa pasien tidak tersentuh dan berteriak ”CLEAR””
8. Tekan tombol “Shock”
9. Segera mulai RJP diawali dengan kompresi dada
10. Setelah 2 menit RJP , analisis kembali ritme dengan AED
AED Key Point
1. Pastikan oksigen tidak mengalir melintasidada pasien pada
saat memberikan shock
2. Jangan hentikan kompresi dada selama lebih dari 10 detik saat
menilai ritme
3. Tetap berada jauh dari pasien saat memberikan syok
4. Periksa denyut nadi setelah dua menit pertama CPR
5. Jika volume tidak kurang dari 10mmHg selama CPR, pertimbangkan
untuk memberikan vasopressor dan perbaiki kompresi dinding dada
System of care
07 cardiopulmo
resuscitation
Cardiopulmonary Resuscitation

Resusitasi kardiopulmoner (CPR) yang berhasil memerlukan sistem perawatan


yang disebut Chain of Survival.
Initiating the Chain of Survival
Inisiasi awal BLS telah terbukti meningkatkan kemungkinan bertahan hidup bagi
seseorang yang mengalami serangan jantung. Untuk meningkatkan peluang
selamat dari serangan jantung, penyelamat harus mengikuti langkah-langkah
berikut:
Ketika intervensi di bawah ini diberikan, ada kemungkinan lebih besar untuk
bertahan hidup.
a. Therapeutic Hypothermia
-
Direkomendasikan: Individu yang mengalami koma dengan kembalinya
sirkulasi spontan setelah kejadian serangan jantung.
-
Individu harus didinginkan 32-36oC selama 24 jam.
b. Optimization Of Hemodynamics And Ventilation
-
100% oksigen dapat diterima untuk intervensi awal tetapi tidak untuk waktu
yang lama.
-
Oksigen harus dititrasi, sehingga oksimetri nadi individu lebih besar dari 94%
untuk menghindari toksisitas oksigen.
-
Tidak direkomendasikan menggunakan ventilasi secara berlebihan
-
Berikan ventilasi 10-12 napas per menit untuk mencapai ETCO2 pada 35-40
mmHg.
-
Cairan IV dan obat vasoaktif harus dititrasi untuk stabilitas hemodinamik
c. Percutaneous Coronary Intervention
•PCI lebih banyak dipilih dibandingkan trombolitik.
•Individu harus dibawa langsung ke rumah sakit yang dapat melakukan PCI.
d. Neurological Care
Penilaian neurologis penting untuk dilakukan, terutama apabila pasiennya diduga
mengalami kematian otak
Acute Coronary Syndrome
Manifestasi Klinis :
•Nyeri dada: ditekan/diremas pada daerah prekordial kiri atau substernal, yang
menjalar hingga ke leher, rahang, pundak dan terus ke lengan, gradual (skala 5-
10)
•Nyeri epigastrik
•Sesak nafas, keringat dingin dan nyeri pada rahang atau gigi.
•Diagnosis STEMI pada EKG berdasarkan adanya ST elevasi, T inversi atau Q
patologis
Acute Stroke

Tujuan:
•Minimalisir cedera otak dan optimalisasi pemulihan dari
pasien.
•Menilai individu dengan dugaan stroke dalam 10 menit.
Algorithm of ACLS
0
Cases
8
Adult Cardiac
Arrest Algorithm
Post Cardiac
Arrest Care
Adulth Bradicardy
with pulse alogorithm
Adulth Takicardi with
pulse alogorithm
THANKS!
REFERENCES

ACLS by Dr. Karl


Disque
AHA 2015

Anda mungkin juga menyukai