1.
Apa Yang Memotifasi Anda Menjadi Guru Penggerak
Apa yang memotivasi Anda menjadi Guru Penggerak? Apa yang Anda
lakukan dalam mewujudkan motivasi tersebut?
Motivasi saya untuk menjadi Guru Penggerak yaitu :
Bismillahirrohmanirrohim ini adalah doa saya untuk mengawali
mengikuti program guru penggerak, sungguh saya termotivasi untuk
mengikuti program yang di unggulkan oleh Mas Menteri Nadiem
Makarim ini, saya yakin program ini adalah program yang bertujuan
untuk melakukan perubahan atau transformasi dalam dunia pendidikan.
Saya mengawali menjadi seorang pendidik pada tahun 2007,
alhamdulillah di tahun 2010 saya mendapatkan SK PNS, pertama saya
mengajar di SDN 2 Plangakapan sekolah pinggiran daerah rawan banjir
bisa kita bayangkan bagaiamana suasana belajar apabila musim hujan
datang kami harus ke sekolah naik perahu dan ternyata sampai disekolah
pun kami tidak bisa belajar karena sekolah tergenang oleh air. Pada
tahun 2012 saya dipindah tugaskan ke SDN 3 Purwodadi, sekolah
diujung timur Kabupaten Banyumas daerah pegunungan sebagian besar
mata pencaharian sebagai buruh nira ( nderes pohon kelapa ) untuk
kemudian dibuat gula jawa. Sudah 14 tahun saya mendidik dan mengajar
, saya melakDeukan ini dengan penuh suka cita dan rasa bangga. Saya
menjadi guru bagi anak-anak SD, disini saya sadar bahwa saya adalah
orang tua kedua bagi peserta didik saya, namanya saja orang tua pasti
keinginan saya untuk selalu memberikan yang terbaik bagi anak-
anaknya, begitu pun saya sebagai guru dan sekaligus orang tua kedua di
sekolah saya akan terus berusaha dan belajar mengembangkan
kemampuan saya untuk dapat memberikan yang terbaik untuk kemajuan
anak didik saya. Dengan mengikuti Program Guru Penggerak saya ingin
belajar agar pembelajaran yang saya berikan kepada anak didik saya
mengalami peningkatan dimana saya akan belajar agar pembelajaran
bisa berpusat pada peserta didik. Memberikan pembelajaran di suasana
belajar yang kurang mendukung pendidikan adalah tantangan tersendiri
bagi saya, menumbuhkan semangat belajar di sekolah-sekolah yang saya
tempati jelas tidak mudah. Anak-anak lebih menyukai bermain mereka
ke sekolah tidak ada semangat untuk belajar. Banyak yang memilih
untuk putus sekolah dan bekerja bahkan memilih untuk menikah.
Dengan situasi yang seperti ini saya terus berpikir bagaimana cara saya
agar ada perubahan, akhirnya saya harus terus mengupgrade diri saya
baik itu melalui kegiatan-kegiatan seminar, workshop, dan diklat jelas
tujuan saya adalah untuk mendapatkan ilmu baru, mendapatkan
pengalaman baru dan nantinya akan saya terapkan dalam pembelajaran
saat bersama anak-anak. Saya pun berkeinginan untuk meningkatkan
tumbuh kembang siswa secara menyeluruh, aktif dan proaktif. Mampu
menciptakan pembelajaran yang berpusat pada anak. Sehingga dapat
meningkatkan kualitas mutu system pembelajaran khususnya yang ada si
sekolah saya. Alhamdulillah saya sebagai guru kelas 6 dimana memang
saya harus memberikan pendampingan belajar untuk menghadapi UN
dan menumbuhkan semangat untuk melanjutkan ke Sekolah Menengah
Pertama telah berhasil dengan memberikan tambahan jam belajar
sukarela saya menambah jam belajar setelah pulang sekolah, karena
dengan seperti ini maka mereka dapat mengurangi waktu bermain,
dengan cara ini prestasi kelulusan siswa kelas VI SDN 3 Purwodadi
mampu menduduki peringkat 1 di tingkat Kecamatan dan peringkat 9 di
tingkat Kabupaten Banyumas. Saya terus berpikir untuk menambah
kompetensi pada diri saya terutama di pembelajaran Matematika, karena
siswa-siswi disekolah kami sangat lemah untuk berhitung terlebih
bilangan bulat. Dengan bekal seminar dan workshop yang saya ikuti
akhirnya saya membuat media Pembelajaran Penjumlahan dan
Pengurangan Bilangan Bulat dengan menggunakan lampu LED,
alhamdulillah peserta didik saya sedikit mulai memahami tentang
operasi hitung bilangan [Link] beajar anak-anak pun
meningkat. Dari kejadian ini saya yakin, media pembelajaran adalah
salah satu sarana untuk meningkatkan minat belajar anak dan
pemahaman anak terhadap suatu materi. Inilah saat yag tepat bagi saya
untuk melakukan perubahan yang besar, dan saya yakin dengan
mengikuti program Guru Penggerak inilah keinginan dan cita-cita saya
untuk melakukan transformasi dalam pendidikan akan terwujud.
Perubahan atau transformasi pendidikan akan terwujud dengan dimulai
dari gurunya, saya ingin menciptakan pembelajaran yang berpusat pada
anak, artinya bukan lagi hanya dengan model ceramah saja yang semua
dijelaskan oleh gurunya sedangkan anak didik hanya mendengarkan dan
mencatat ini adalah pembelajaran konvensional pembelajaran saat saya
menjadi siswa SD, tetapi situasi sekarang sudah sangat berbeda anak -
anak jaman sekarang butuh pembelajaran dari seorang guru yang
memiliki semangat dan kreatifitas yang tinggi sehingga pembelajaran
akan lebih bermakna,yang saya lakukan adalah menciptakan sekolah
yang lebih dekat dengan alam dan belajar dengan menggunakan
berbagai media belajar , media belajar yang dibuat oleh gurunya sendiri
sesuai dengan lingkungan belajar anak sehingga anak akan lebih
memahami yang di pelajarinya lebih berkesan dan anak-anak merasa
senang. Karena belajar dengan rasa senang itu akan mendapatkan hasil
yang baik. Besar keinginan saya untuk terus dapat belajar, mencoba hal
baru, terbuka terhadap kebaruan dan atau perubahan.
Saya akan melakukan beberapa hal untuk mewujudkan motivasi tersebut
yaitu dengan:
- Perbanyak literasi yang berkaitan dengan metode-metode pembelajaran
yang mendukung. Berdiskusi dan berbagi pengalaman dengan teman
sejawat mengenai berbagai permasalahan yang dihadapi dalam
pemberian pembelajaran di kelas.
- Mencoba menggunakan berbagai metode dan media yang inovatif,
sehingga mampu menciptakan suasana pembelajaran yang
menyenangkan dan berpusat pada siswa.
- Mencoba membaca dan mencari informasi serta mempelajari konsep-
konsep mengenai Program Guru Penggerak.
Apa kelebihan yang mendukung peran Anda sebagai Guru Penggerak?
Jelaskan alasannya dan berikan contohnya!
Sudah 14 tahun saya menjadi seorang guru, selama 14 tahun saya
mendidik dan mengajar saya merasa banyak sekali kekurangannya.
Mengikuti program Guru Penggerak adalah cita-cita saya sekarang,
karena sungguh saya ingin ada perubahan pada diri saya.
Kelebihan yang mendukung saya untuk ikut Guru Penggerak adalah
saya sudah banyak memperoleh prestasi dari apa yang sudah saya
terapkan. Mampu menjadi pendorong peningkatan prestasi akademik
maupun nonakademik siswa ( Motivator Siswa ). Siswa saya mampu
mendapatkan banyak prestasi seperti Lomba Mapel Tingkat kecamatan,
Lomba MAPSI dari tingkat kecamatan hingga tingkat Propinsi serta dari
bidang nonakademik yaitu mampu menjadi juara 1 berturut-turut lomba
bola voli putra dan putri. Saya mampu membuat alat peraga Matematika
yang kemudian saya lombakan dan mendapatkan Juara Harapan 3, ini
merupakan salah satu upaya saya untuk terus dapat memberikan yang
terbaik dalam pembalajaran. Saya aktif di organisasi baik KKG, PGRI,
dan Kwarran di organisasi itu saya manfaatkan dengan sebaik-baiknya
untuk terus mengembangkan kompetensi saya demi kemajuan
pendidikan. Dalam berorganisasi saya bersikap terbuka, selalu bersedia
menerima kritik dan saran dari sesama teman di organisasi atau bahkan
dari pimpinan. Saya merupakan tipe orang yang mudah bergaul dan
semangat, baik bergaul dengan sesama guru di lingkungan sekolah
sendiri maupun dengan wali murid serta masyarakat bahkan dengan
Pemerintahan Desa. Saya memiliki pendapat dengan saya aktif di
organisasi akan lebih mudah langkah saya untuk mewujudkan perubahan
pada pendidikan, dari PGRI saya belajar mengembangkan IT saya
sehingga saya mampu membuat aplikasi pembelajaran, dari PGRI juga
saya mampu membuat 1 Buku tentang Media Pembelajaran. Dengan
prestasi yang saya ukir, saya yakin saya dapat memberikan motivasi
kepada teman-teman untuk terus semangat kreatif membuat Media
Pembelajaran yang nantinya akan bermanfaat untuk pembelajaran.
Pembelajaran akan lebih bermakna dengan penggunaan media untuk
belajar, bukan lagi hanya sekedar ceramah, mencatat dan mengerjakan
tetapi lebih pada menemukan kesimpulan sendiri sehingga belajar akan
lebih bermakna.
Berikan contoh perubahan, inovasi, pemberdayaan, gerakan, atau
lainnya yang memberikan dampak nyata berdasarkan inisiatif Anda
sendiri. Apa yang mendorong Anda melakukan hal tersebut? (Jawaban
Anda harus mencakup waktu kejadian, dampak atas inisiatif Anda,
upaya yang Anda lakukan agar inisiatif tersebut terlaksana, peran Anda
dan pihak lain yang terlibat bila ada)
Melakukan pembelajaran di medan yang kurang mendukung belajar
adalah sesuatu yang begitu berat saya rasakan. Program-program belajar
mulai dari tambahan belajar, masuk lebih awal, ektrakurikuler yang
sesuai dengan bakat dan minat serta tempat . Dengan program yang saya
lakukan alhamdulillah anak-anak saya semua lulus dengan memeproleh
nilai rata-rata yang memuaskan dan semua melanjutkan sekolah ke SMP
sudah tidak ada lagi yang putus sekolah. Dengan karya inovasi yang
saya dapatkan dan saya terapkan kepada peserta didik juga sudah
menunjukkan meningkatnya minat belajar peserta didik. Keinginan saya
untuk merubah minat belajar anak didik saya sangat tinggi, untuk
mewujudkan keinginan saya tersebut saya menyampaikan program saya
kepada bapak Kepala Sekolah rekan guru dan Masyarakat sekitar, saya
minta dukungan orang tua untuk mengijinkan anak-anak belajar di
sekolah lebih lama yaitu untuk tambahan pelajaran dan ektrakurikuler
bola voli. Perubahan yang sudah saya lakukan adalah saya sudah tidak
melakukan pembelajaran dengan metode ceramah saja, lebih banyak
mengunakan metode dan media pembelajaran. Inovasi yang saya
lakukan adalah penemuan alat peraga menghitung bilangan bulat,
pembelajaran bilangan bulat adalah pelajaran yang termasuk sulit
dipahami oleh anak-anak.
Dampaknya adalah dengan pembuatan media belajar, anak-anak lebih
tertarik untuk terus belajar sehingga anak menemukan sendiri konsep
dari pengurangan dan penjumalahan bilangan bulat. Pemahaman anak
yang lambat tentang bilangan bulatlah yang membuat saya berpikir
kreatif membuat media yang pas. Dengan karya inovasi yang saya buat
maka saya dan teman-teman guru dapat memanfaatkannya untuk
pembelajaran. Selain dapat di manfaatkan untuk pembelajaran karya
inovasi saya juga dilombakan dan mendapatkan juara harapan 3 tingkat
kabupaten. Saya melakukan upaya terus memotivasi teman-teman untuk
terus kreatif membuat media pembelajaran. Pembuatan media ini saya
lakukan pada tanggal1 Nopember [Link] berkolaborasi dengan
suami saya dalam pembuatan media.
Yang kedua yaitu, Pada saat situasi pandemic Covid 19 sekitar bulan
Oktober 2020, pembelajaran benar-benar mengalami perubahan dari
yang semula kitab isa tatap muka bersama anak-anak menjadi
pembelajaran yang Tatap Maya jelas ini merubah kebiasaan
pembelajaran kita semua. Bagi teman-teman yang masih muda mereka
mampu menggunakan banyak model pembelajaran tapi bagi yang sudah
senior mereka harus pelan-pelan menerapkan model pembelajaran
seperti penggunaan gmeet, zoom dan sway. Disini saya mencoba
memberikan pendampingan kepada teman-teman senior saya, semampu
saya. Dampak yang terjadi yaitu, teman saya mampu menggunakan
zoom, gmeet, dan sway walaupun masih sederhana. Pihak yang
membantu pun banyak, mulai dari teman-teman yang muda dan Kepala
Sekolah pun memfasilitasi serta mendukung kegiatan ini.
Yang Ketiga yaitu saya menggerakan teman-teman saya melalui
kegiatan KKG ( Kelompok Kerja Guru ) Tingkat Korwil ( Kordinator
Wilayah ) Kecamatan Tambak, Saya melakukan Pengimbasan
Diseminasi Bahasa Jawa Tingkat SD dimana diharapkan kita semua
kembali menghidupkan tata krama dalam Bahasa jawa serta seni
berbahasa Jawa yaitu sesorah ( Pidato berbahasa jawa ) dan Gegirutan
( Puisi berbahasa jawa ). Semua guru diharapkan mampu untuk terus
melestarikan Bahasa jawa dan keseniannya, karena Bahasa jawa
merupakan budaya bangsa yang harus kita lestarikan bersama. Saya
berperan sebagai pengisi materi, yang mendorong saya melakukan hal
ini ditingkat kecamatan adalah karena amanat dari tingkat kabupaten
untuk disampaikan kepada teman-teman semua. Dampak dari adanya
kegiatan ini yaitu teman-teman kembali bersemangat untuk mengajarkan
tata krama dan seni berbahasa jawa, ini saya laksanakan pada tanggal 18
sampai dengan 25 Oktober 2021, pihak-pihak yang membantu adalah
Kepala Korwilcam Dindik Tambak, K3S, dan KKG guru sekecamatan
tambak.
2. Berinteraksi dengan orang lain terkadang dapat menjadi sebuah
tantangan. Ceritakan kesulitan yang Anda alami saat bekerja sama
dengan pihak lain (misalnya rekan sejawat, pimpinan di sekolah,
orangtua, wali murid, keluarga, komunitas, perangkat desa, tokoh
masyarakat, pemuka agama, instansi, maupun lainnya) guna
menimbulkan kesadaran dan kesediaan agar mereka berkomitmen
membantu Anda mencapai tujuan bersama.
Kapan waktu kejadiannya? Situasi apa yang Anda hadapi saat itu?
Pihak mana saja yang Anda minta untuk bekerja sama dan mengapa?
Gambarkan secara jelas!
Kejadian seperti ini hampir terjadi di setiap tahun Pelajaran baru.
Hampir kegiatan Ekstrakurikuler sulit dilaksanakan di sekolah kami hal
ini dikarenakan waktu yang berbenturan dengan waktu mengaji di TPQ.
Saya paham betul bagaimana karakter wali murid, perangkat desa,tokoh
masyarakat, pemuka agama disana. Saya lahir dan dibesarkan di Desa
Purwodadi, alhamdulillah saya diberi kesempatan untuk mengabdikan
diri di desa tumpah darah. Jelas ini menjadi motivasi bagi saya untuk
memajukan Desa Purwodadi di bidang pendidikan khususnya siswa-
siswi SDN 3 Purwodadi. Saya mengalami kesulitan berkomunikasi
tentang program sekolah , dikarenakan banyak wali murid yang
pendidikannya hanya lulusan SD bahkan ada yang tidak lulus SD.
Sering kami mengundang rapat wali murid, tidak sedikit yang kurang
memahami bahkan seakan-akan tidak mendukung. Kehadiran 100%
wali murid saat diundang musyawarah belum terwujud, ada saja yang
tidak hadir dan tidak mendukung program kami. Lingkungan SDN 3
Purwodadi adalah lingkungan yang mengaji setelah dhuhur, mereka
mengaji di TPQ ( Taman Pendidikan Al qur'an ) banyak kegiatan
sekolah yang berbenturan dengan kegiatan TPQ, ini tidak mudah
karena kegiatan tambahan pelajaran dan ektrakurikuler dilakukan
setelah dhuhur, sehingga kami bermusyawarah dengan Kepala Sekolah,
tokoh masyarakat, tokoh agama dan perangkat desa hal ini kami
lakukan karena mengingat semua kegiatan penting sehingga kami harus
mencari solusi yang terbaik tanpa meninggalkan salah satunya.
Bagaimana pun komunikasi dan musyawarah adalah solusi terbaik
untuk menuju siswa siswi SDN 3 Purwodadi yang lebih maju lagi.
Kesulitan apa saja yang Anda hadapi saat bekerja sama? Adakah
penolakan ataupun kegagalan yang Anda hadapi dalam situasi tersebut?
Bagaimana respon Anda dalam situasi tersebut? Upaya apa yang Anda
lakukan untuk tetap fokus mencapai tujuan yang telah direncanakan?
Membawa perubahan di SDN 3 Purwodadi tidak mudah, saat wali
murid, tokoh masyarakat dan perangkat desa diundang musyawarah
tidak hadir maka saya mengadakan program kunjungan kerumah-rumah
wali murid, kerumah tokoh agama dan masyarakat serta ke kantor balai
desa. Alhamdulillah wali murid bersikap terbuka, mereka menerima
saya dengan suka cita. Guru tidak mudah menyerah untuk terus
mencari solusi Bersama agar semua dapat berjalan beriringan tanpa ada
yang dirugikan. Guru pun melibatkan banyak pihak untuk membantu
terlaksananya kegiatan ekstrakurikuler. Guru bermusyawarah dengan
tokoh masyarakat dan pemerintahan desa.
Upaya apa saja yang Anda lakukan untuk mendapatkan komitmen dari
berbagai pihak untuk bekerja sama?
Melakukan komunikasi yang terus menerus, selalu meminta dukungan
dan menjaga hubungan baik dengan semua pihak. Serta membuktikan
dengan hasil nyata, alhamdulillah semua pihak sangat bersikap terbuka,
bahkan mereka memberikan dukungan kepada kami baik secara materi
maupun materil. Dengan kerja keras dan sunggu-sungguh dalam
berusaha, kami mampu memberikan yang terbaik untuk SDN 3
Purwodadi prestasi yang kami raih lengkap mulai dari bidang
akademik, non akademik, dan keagamaan. Sering mengundang semua
pihak untuk terlibat dalam setiap musyawarah sehingga setiap program
dapat tersampaikan, pendekatan dilakukan terus menerus, kami
menjaga silatuhrahmi dengan baik selama itu untuk pendidikan maka
semua pihak sangat siap membantu. Pihak pemerintah Desa Purwodadi
alhamdulillah sudah begitu sangat mendukung semua kegiatan kami
mulai dari membantu fasilitas MCK sebanyak 2 ruang WC, membantu
kegiatan HUT RI mulai dari memberikan hadiah-hadiah untuk lomba-
lomba sampai dengan membelikan telivisi untuk pembelajaran, bahkan
pemerintah desa juga membuatkan jamban cuci tangan sesuai dengan
jumlah kelas di sekolah kami. Saya sangat menjaga hubungan baik
dengan pemerintah desa, setiap pemerintah desa membutuhkan bantuan
tenaga dan pikiran saya, saya siap membantu sekuat tenaga saya seperti
menjadi panitia P3D ( Panitia Penjaringan Perangkat Desa ) inilah salah
satu bentuk kerja sama kami. Dengan Tokoh agama dan tokoh
masyarakat pun demikian saya berusaha selalu ikut berpartisipasi dalam
kegiatan di masyarakat baik itu sosial maupun keagamaan.
Bagaimana hasilnya?
Alhamdulillah segala daya dan upaya pendekatan saya diterima dengan
baik, terbukti hampir setiap kegiatan dan program sekolah selalu
mendapat dukungan. Masih teringat jelas di benak saya pada tahun 2018
bagaimana saya berjuang mencari sponsor untuk membiayai kegiatan
lomba MAPSI. Sekolah kami menjadi Juara 1 di Tingkat Kecamatan
kemudian alhamdulillah seijin Alloh SWT kami pun kembali
mendapatkan Juara 1 di Tingkat Kabupaten, sehingga kami mewakili
kabupaten Banyumas Bidang Cerita Islami di Tingkat Propinsi yang di
laksanakan di Wonogiri. Biaya yang kami butuhkan cukup besar kami
tidak mungkin hanya memakai dana BOS, bantuan dana dari panitia
lomba juga hanya untuk kegiatan lomba dan akomodasi kami disana.
Sedangkan biaya pembuatan properti Cerita Islami tidak sedikit, kami
butuh biaya sekitar 5 juta waktu itu , alhamdulillah Pihak Pemerintah
Desa dan KKKS memberikan bantuan kepada kami untuk penyediaan
properti.
2. Permasalahan, tantangan, situasi yang kompleks adalah kondisi
umum yang ditemui dalam menjalankan pekerjaan. Berikan
contoh pengalaman Anda dalam menghadapi situasi yang paling
menantang, kompleks atau sulit saat menjalankan tugas Anda.
Kapan waktu kejadiannya? Permasalahan, tantangan, atau kompleksitas
apa yang Anda hadapi saat itu? Gambarkan secara jelas!
Sejak Saya ditugaskan di SDN 3 Purwodadi dari bulan September 2012
dengan niat bismillahirohmanirrohim saya sungguh ingin mengabdikan
segala kemampuan saya di sekolah ini mengingat ini adalah sekolah di
tanah kelahiran saya. Sejak awal saya datang sudah sering muncul
permasalahan- permasalahan mulai dari peserta didik, teman sejawat,
wali murid, bahkan dengan Kepala Sekolah. Tetapi semangat
pengabdian membuat saya bertahan sampai saat ini. Permasalahan
dimulai dari peserta didik yang malas belajar, malas berangkat sekolah
karena memang sekolah saya berada di lingkungan yang kurang
mendukung pendidikan. Dan kejadian ini tidak hanya satu dua kali
tetapi hampir saya selalu menemukan kasus anak yang ingin putus
sekolah hanya karena kurangnya perhatian dan dukungan dari orang
tua. Saya harus ekstra memberikan pemahaman terhadap orang tua,
siswa, teman sejawat dan Kepala Sekolah serta tokoh masyarakat
bahwa pendidikan ini penting, kemudian saya meminta dukungan
kepada semua pihak untuk terus mendukung langkah saya. Karena
mustahil bagi saya apabila saya hanya sendiri melakukan perubahan ini.
Saya harus berpikir mencari berbagai solusi untuk mengatasi masalah
ini, masalah putus sekolah adalah masalah yang tidak hanya muncul
dari peserta didik saja tetapi banyak faktor yang mempengaruhinya ada
dari orang tua dan lingkungan dirumah. Tindakan saya harus mencakup
semua aspek, pendekatan saya tidak hanya terhadap peserta didik tetapi
terhadap orang tua juga. Dan juga memperhatikan lingkungan sekitar.
Upaya apa saja yang Anda lakukan untuk memahami situasi tersebut
secara komprehensif? Peluang dan kesempatan apa saja yang Anda
identifikasi dalam situasi tersebut untuk membantu Anda
menghadapinya?
Sejak awal saya paham masalah putus sekolah dan kurangnya semangat
belajar pada peserta didik saya adalah jelas karena kurangnya perhatian
dari orang tua dan lingkungan. Orang tua sudah sibuk dan lelah bekerja
untuk mencari nafkah sehingga sudah tidak ada waktu lagi untuk
sekedar memperhatikan belajar dan sekolah putra putrinya. Langkah
saya yang pertama saya ambil adalah saya musyawarah bersama teman
sejawat dan Kepala Sekolah, kemudian saya ambil langkah untuk lebih
memberikan perhatian kepada anak tersebut. Saya mengunjungi rumah
peserta didik saya, saya berbicara dari hati apa yang sebenarnya
dirasakan oleh anak saya mengapa sampai tidak mau sekolah.
Alhamdulillah, ternyata benar semua yang dilakukan dengan hati akan
mendapatkan hasil yang terbaik. Dukungan dari teman sejawat dan
Kepala Sekolah membuat saya yakin dan percaya bahwa tidak akan
pernah ada lagi siswa SDN 3 Purwodadi yang akan putus sekolah. Saya
memiliki banyak peluang, waktu, dan kesempatan di karenakan sekolah
ini berada di lingkungan saya sendiri, sehingga wali murid banyak yang
sudah mengenal saya begitu pun saya, sehingga pendekatan sangat
mudah di lakukan.
Pertimbangan-pertimbangan atau alternatif apa saja yang Anda
hadirkan dalam membuat keputusan? Informasi apa lagi yang Anda
gunakan untuk memperkuat keputusan Anda?
Komunikasi dengan wali murid yang mayoritas berpendidikan SD atau
bahkan ada yang tidak lulus SD tidaklah mudah. Saya harus pelan-pelan
menyampaikan niat saya, jangan sampai muncul salah paham pada
mereka. Saya menyampaikan bahwa pendidikan itu penting, dengan
pendidikan dapat merubah keadaan seseorang. Saat saya melakukan
pendekatan terhadap anak dan orang tua saya terlebih dahulu
mendengarkan teman-teman guru saya yang lebih lama di sekolah ini,
ini saya lakukan sebagai pertimbangan saya mengambil langkah yang
tepat. Saya harus mengamati terlebih dahulu bagaimana seluk beluk
keluarganya, keadaan orang tuanya dan lingkungan tempat tinggalnya.
Selain dari teman guru saya juga mencoba mencari informasi dari
teman-teman sekolahnya, mencoba mencari tahu apa alasannya tidak
mau berangkat ke sekolah, setelah dari teman guru dan teman sekolah
siswa baru saya mencoba kembali mencari infromasi dari orang-orang
terdekatnya. Setelah saya mengumpulkan cukup informasi kemudian
saya mengambil langkah yang paling tepat yang dapat saya lakukan.
Bagi saya masalah paling berat dihadapi seorang guru adalah saat
mengetahui anak ddidiknya memutuskan untuk berhenti sekolah, apa
pun akan saya lakukan untuk menyelamatkan masa depan anak didik
saya. Saya berusaha sekuat tenaga mencari solusi yang terbaik tanpa
merugikan siapa pun, dan berusaha solusi yang saya temukan mampu
membangkitkan semangat belajar kembali anak didik saya. Saya
menejadi seorang Guru SD sangat menyadari pendekatan yang harus
saya lakukan adalah pemberian perhatian dan pelayanan dari hati.
Tindakan apa yang kemudian Anda ambil dan bagaimana hasilnya?
Saya mengambil tindakan berkunjung kerumah wali murid dan
memberikan pemahaman pentingnya pendidikan. Hampir setiap hari
saya kerumah peserta didik yang ingin putus sekolah untuk memberikan
perhatian penuh, memberikan nasihat-nasihat yang dapat memotivasi
belajarnya. Alhamdulillah walaupun ini menyita banyak waktu saya
anak-anak yang ingin putus sekolah berubah pikiran, mereka kembail
semangat belajar, kembali semangat ke sekolah. Dan mereka pun
sekarang memiliki cita-cita yang ingin mereka wujudkan, mereka ingin
membuat orang tua bangga.
4. Perkembangan menuntut kita untuk terus belajar hal-hal baru.
Ceritakan pengalaman Anda saat mendapatkan masukan atau umpan
balik terkait kemampuan Anda.
Kapan waktu kejadiannya? Masukan atau umpan balik apa yang secara
spesifik Anda dapatkan? Apa yang Anda rasakan saat menerima
masukan atau umpan balik tersebut?
Saya bersyukur memiliki Keluarga, Kepala Sekolah dan teman sejawat
yang selalu mendukung setiap langkah saya untuk maju. Saya masih
ingat pada tahun 2018 organisasi yang menjadi kebanggaan saya
memberikan kesempatan kepada saya untuk ikut diklat pembuatan
aplikasi pembelajaran selama 3 hari, kesempatan ini saya manfaatkan
sebaik-baiknya. Mengingat untuk menumbuhkan semangat belajar siswa
salah satunya adalah saya harus lebih kreatif menciptakan alat-alat
pembelajaran. Diklat tersebut memfasilitasi saya untuk lebih
berkembang lagi dalam membuat alat pembelajaran, seakan semua yang
saya lakukan tidak pernah sia-sia, pada tahun 2019 saya kembali diberi
kesempatan untuk mengikuti lomba karya inovasi pembuatan alat peraga
untuk pembelajaran. Alhamdulillah saya mendapatkan masukkan dari
Kepala Sekolah dan teman sejawat untuk membuat alat peraga
Matematika, karena mereka memahami betul saya berbakat mengajarkan
Mata Pelajaran Matematika. Alhamdulillah alloh SWT mengijinkan saya
mendapatkan Juara HArapan 3 Karya Inovasi Alat Peraga Matematika.
Saya merasakan kebaikan-kebaikan setelah adanya umpan balik dari
teman-teman.
Bagaimana cara Anda menyikapi masukan dan umpan balik tersebut
untuk pengembangan diri Anda?
Saya semangat ikut kegiatan-kegiatan yang nantinya akan menunjang
pembelajaran terhadap peserta didik. Saat saya mendapat masukkan
maka saya akan bersikap terbuka, menerima dengan senang hati.
Kemudian saya akan memperbaiki kembali selama itu untuk kebaikan
bersama. Saya terus melakukan perbaikan, tidak putus asa, dan berusaha
melakukan sebaik-baiknya. Terus meningkatkan kompetensi dengan
mngikuti kegiatan-kegiatan yang mendukung untuk perbaikan
pengembangan diri saya. Terus meminta saran dan kritik, saya yakin
saran dan kritik yang disampaikan oleh teman-teman semata ingin saya
lebih baik lagi. Terus berusaha mendengarkan masukkan teman-teman
dan kemudian diambil atau dicar solusi yang terbaik. Karena saya yakin
yang disampaikan oleh teman-teman sangat membantu perkembangan
pengembangan diri saya. Mencoba selalu mengikuti kegiatan-kegiatan
webinar, workshop-workshop yang sesuai dengan pembelajaran yang
kemudian di manfaatkan untuk meningkatkan kualitas dari
pengembangan diri. Semua masukkan teman-teman diterima dengan
senang hati.
Selain memanfaatkan masukan dan umpan balik dalam proses
pengembangan diri Anda, Hal berbeda apa yang Anda lakukan untuk
mendukung proses pengembangan diri Anda? Adakah cara-cara di luar
kebiasaan yang Anda lakukan dimana hal tersebut membuat Anda
kurang nyaman namun mendukung proses pembelajaran Anda?
Saya mengikuti kegiatan-kegiatan seminar, workshop dan diklat-diklat
yang menunjang proses pengembangan diri saya. Semua yang saya
lakukan selama mendukung kegiatan pembelajaran saya tidak pernah
merasa kurang nyaman. Semua saya lakukan dengan penuh suka cita,
karena saya yakin belajar dengan bahagia maka akan mendapatkan hasil
yang maksimal. Semua yang saya lakukan masih dalam batas
kenyamanan saya, sedikit pun saya tidak merasakan ketidaknyamanan.
Hal berbeda yang saya lakukan adalah saya langsung mendatangi nara
sumber seminar langsung demi mendapatkan ilmu yang lebih jelas lagi,
ketidaknyamanannya takut menganggu waktu nara sumber tetapi demi
sebuah kejelasan dan pemahaman sebuah materi saya pun tepis rasa itu
dengan niat bismillah untuk belajar. Pernah saya mengunjungi nara
sumber seminar tentang pembuatan aplikasi pembelajaran, saya
langsung datang dan langsung belajar, alhamdulillah berhasil. Dan
aplikasi pembelajaran dari seminar saya lombakan alhamdulillah
mendapatkan hasil yang maksimal.
Bagaimana aplikasi hasil proses pembelajaran yang Anda sebutkan di
dalam pekerjaan Anda?
Menjadi guru adalah suatu pekerjaan yang sangat mulia. Selain saya
mendapatkan kehidupan dari pekerjaan saya, saya juga belajar
bagaimana kehidupan itu yang sesungguhnya. Peran guru selain sebagai
pengajar dan pendidik, guru juga menjadi orang tua kedua peserta didik.
Saya mencoba selalu berusaha memberikan yang terbaik yang bisa saya
lakukan untuk kemajuan peserta didik saya. Segala hal yang saya
dapatkan akan saya berikan kembali kepada peserta didik saya, saya
harus terus banyak belajar agar pembelajaran dan pendampingan saya
terhadap peserta didik dapat bervariasi. Salah satu contoh pembelajaran
saya adalah tentang penemuan alat peraga Operasi Hitung Penjumlahan
dan Pengurangan bilangan bulat dengan menggunakan lampu LED.
Dengan penemuan alat peraga tersebut yang kemudian saya aplikasikan
atau terapkan dalam pembelajaran bersama anak-anak, pemahaman anak
terhadap bilangan bulat meningkat. Mereka sangat bersemangat untuk
belajar dengan menngunakan alat peraga tersebut. Dengan
meningkatnya pemahaman mereka maka hasil belajar mereka pun ada
perbaikan.
5. Ceritakan pengalaman Anda melakukan pengembangan terhadap
orang lain (contohnya dengan guru, rekan sejawat lainnya, komunitas,
tokoh masyarakat, maupun lainnya), misalnya dalam kegiatan
perlombaan, riset ilmiah, mempersiapkan orang lain pada tugas dan
tanggung jawab baru, atau lainnya.
Kapan waktu kejadiannya? Siapa yang Anda kembangkan? Apa yang
memotivasi Anda melakukan pengembangan tersebut?
Pengembangan yang saya lakukan adalah saat saya mendampingi
peserta seleksi perangkat desa, mendampingi teman guru mengikuti tes
PPG dan P3K.
Yang memotivasi saya melakukan pengembangan ini adalah karena saya
merasa yakin mereka mampu mewujudkan mimpi dan cita-cita mereka
untuk menjadi seorang perangkat, untuk menjadi seorang guru P3K,
saya juga merasa bahwa saya harus memberikan bantuan pendampingan
doa, materi dan dukungan tenaga dan pikiran. Saya merasa sudah
sewajarnya saya sebagai teman membantu demi keberhasilan mereka.
Kegiatan yang baru saja saya lakukan bersama teman-teman adalah
Pengimbasan Diseminasi Bahasa Jawa Tingkat SD dari tanggal 18 - 25
Oktober 2021, saya menyampaikan kepada seluruh guru kelas dari kelas
1 sampai dengan kelas 6 di Korwil Tambak Kabupaten Banyumas, hal
ini saya lakukan karena memang ini penting untuk kembali
mengingatkan betapa pentingnya Bahasa Jawa dalam penguatan karakter
yaitu dalam unggah-ungguh yang diajarkan. Apabila kita sudah tidak
peduli lagi untuk mengajarkan bukan tidak mungkin ini akan hilang dan
anak-anak akan kehilangan tata kramanya.
Hal apa yang menjadi fokus pengembangan? Ceritakan pula cara Anda
membangun kesepakatan guna mencapai hasil pengembangan yang
diharapkan.
Fokus pengembangan yang dilakukan adalah pendampingan belajar,
materi dan pendampingan spritual. Kesepakatan diantara kami adalah
kami belajar setiap waktu saat kami memiliki waktu luang bisa kapan
saja, belajar harus dengan sungguh-sungguh dan konsentrasi. Berdoa
dengan penuh harap, melaksanakan semua tanggungjawab dengan baik.
Semangat untuk belajar adalah salah satu modal dalam belajar. Untuk
mengikuti seleksi mereka harus benar-benar berkomitmen untuk belajar,
setelah belajar diikuti dengan berdoa dengan sungguh-sungguh, demi
sebuah kelulusan mereka harus benar-benar komitmen, setelah belajar
hal yang tidak lupa di lakukan juga adalah berdoa. Materi yang di
pelajari adalah fokus pada tes perangkat desa dan P3K, lebih sering
membahas soal-soal bersama. Niat kita adalah lulus dalam seleksi,
sehingga kita harus bersama-sama sepakat untuk fokus belajar dan
berdoa, memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya. Kemudian kami
pasrahkan hasilnya pada Alloh SWT, in syaa alloh akan diberi hasil
yang terbaik untuk kami.
Pada kegiatan Pengimbasan Diseminasi Bahasa Jawa jelas fokus
pengembangannya adalah pada penguatan tata krama dan sedikit
mengenal budaya Jawa yaitu geguritan ( puisi bahasa Jawa ) dan
Sesorah/Pidato. Cara kita untuk membangun hal tersebut adalah dengan
cara kita konsisten penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari baik
dalam lingkungan keluarga, lingkungan sekolah bersama teman sejawat
maupun peserta didik. Semangat penggunaan harus benar-benar ada
pada diri kita karena dengan semangat kita akan terus mampu
menerapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Dukungan apa saja yang Anda berikan bagi orang tersebut? Hambatan
apa yang Anda temui dan bagaimana cara Anda mengatasinya? Upaya-
upaya apa saja yang Anda lakukan untuk mempertahankan motivasi
orang tersebut?
Dukungan tenaga, pikiran, doa, dan materi saya berikan kepada mereka.
Hambatan yang dihadapi yaitu kami tidak satu sekolah dan jarak rumah
kami jauh. Sehingga kami melakukan komunikasi dengan daring, kami
belajar dengan membahas soal-soal latihan. Situasi yang seperti
sekarang membuat kami tidak ada waktu banyak untuk bertemu. Soal -
soal difoto kemudian kita diskusikan bersama mencari jawaban yang
paling tepat, bersyukur mereka sudah memiliki sertifikat pendidik.
Keinginan mereka untuk lulus di tahap 1 sangat besar, karena nanti
kalau tidak lulus di tahap 1 akan banyak lagi pesaingnya. Terus belajar
dan terus berdoa adalah proses yang harus dijalani dengan sungguh-
sungguh. Terkadang rasa lelah dan ingin menyerah muncul di benak
mereka, tetapi saya ceritakan bagaimana memang perjuangan di
butuhkan untuk mewujudkan harapan dan cita-cita. Jangan kalah sama
keadaan, karena itu mereka bisa menjaga semangat mereka. Ada orang-
oraang yang ingin kita bahagiakan, ada orang- orang yang ingin melihat
kita berhasil, kalau kita menyerah bukan tidak mungkin kita akan gagal.
Kesempatan harus kita manfaatkan sebaik- baiknya, selagi memang ada
waktu maka belajarlah jangan malas. Lebih baik susah sekarang tapi
nanti dapat berhasil. Alangkah semangat mereka kambi berkobar saat
saya beri nasihat-nasihat seperti itu. Karena menjaga semangat itu sangat
penting dalam mewujudkan mimpi. Dan terakhir pasrahkan kepada
Alloh SWT, biar masalah hasil menjadi kehendak yang kuasa tanpa kita
paksakan pasti Alloh SWT akan memberikan yang terbaik...aamiin
Bagaimana hasilnya?
Alhamdulillah semua berhasil dalam seleksi lulus tes perangkat desa dan
ada yang lulus tes P3K. Mereka merasa sangat bersyukur, semua yang di
lakukan dengan sungguh-sungguh akan mendapatkan hasil yang
maksimal. Semua pengorbanan terasa hilang terbayarkan oleh hasil
LULUS. Perangkat desa mendapat nilai ujian tulis 76 dan tes paraktik 21
total 97 dan dinyatakan lulus menjadi Perangkat Desa Kepala Dusun di
Desa Nusawungu Kabupaten Cilacap. Tes P3K mengikuti tes seleksi di
SDN 2 Kebokura dan SDN 1 Bangsa dan keduanya dinyatakan lulus.
Hasil dari adanya pengimbasan bahsa jawa maka akan meningkatkan
semangat kita untuk kembali menggunakan dan melestarikan budaya
jawa, keinginan penggunaan dalam kehidupan sehari-hari pada setiap
guru nampak begitu jelas. Para guru sangat berantusias untuk
mengimplementasikannya di satiap pendidikan masing-masing.