Promkes DM
Promkes DM
DISUSUN OLEH :
1. WAHYUNI NAFISAH (2020080001)
2. LILYANA ARIZTA NUR.C (2020080002)
3. DWIKY HIZBUL AULIA (2020080003)
KELAS A15
PRODI ILMU KEPERAWATAN
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS GRESIK
2021
1
KATA PENGANTAR
Alhamdulillah, segala puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT. yang telah
memberikan kesehatan jasmani ataupun rohani, dan memberikan nikmat dan kasih sayang-
Nya kepada kita semua, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik. Dan
tak lupa pula kita haturkan sholawat dan serta salam kepada junjungan kita Nabi Muhammad
SAW. yang telah menuntun manusia dari jalan yang gelap gulita menuju ke jalan yang terang
benderang seperti yang sedang kita rasakan sekarang ini. Akhirnya, penulis bisa
menyelesaikan makalah ini guna memenuhi tugas di mata kuliah Promosi Kesehatan dan
pada makalah ini penulis akan membahas suatu judul mengenai “Promosi Kesehatan Diruang
Perawatan Tentang DM”. Tentunya penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan
dalam pembuatan makalah ini. Penulis mengharapkan kepada semua pihak yang membaca
makalah ini khususnya Ibu dosen pengampu mata kuliah untuk memberikan masukan berupa
kritik atau saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan isi dari makalah ini.
DAFTAR ISI
2
HALAMAN JUDUL …………………………………………………………..1
KATA PENGANTAR ………………………………………....………………2
DAFTAR ISI …………………………………………………………………...3
BAB I PENDAHULUAN
1.1. LATAR BELAKANG………………………………………………………..4
1.2. RUMUSAN MASALAH …………………………………………………....5
1.3. TUJUAN ……………………………………………………………………..5
1.4. MANFAAT....................................................................................................5
BAB II KONSEP DASAR PROMOSI KESEHATAN
2.1. PENDIDIKAN DAN PROMOSI KESEHATAN ……....................................6
2.2. PROMOSI KESEHATAN DAN PERILAKU …………………....................6
2.3. VISI DAN MISI PROMOSI KESEHATAN.....................................................7
2.4. STRATEGI PROMOSI KESEHATAN............................................................8
2.5. SASARAN PROMOSI KESEHATAN.............................................................9
2.6. RUANG LINGKUP PROMOSI KESEHATAN..............................................10
2.7. METODE DAN TEKNIK PROMOSI KESEHATAN.....................................11
BAB III PERAWATAN DAN PENCEGAHAN PENYAKIT DIABETES MELITUS
3.1. PENGERTIAN DIABETES MELITUS .......................................................12
3.2. PENYEBAB DIABETES MELITUS ..........................................................12
3.3. TANDA DAN GEJALAN DIABETES MELITUS....................................... 12
3.4. KOMPLIKASI............................................................................................... 13
3.5. CARA PERAWATAN DIABETES MELITUS.............................................. 13
3.6. JENIS MAKANAN YANG DIPANTANG DAN DIPERBOLEHKAN.........14
3.7. PENCEGAHAN TERJADINYA LUKA GANGRENE.................................... 14
3.8. SENAM KAKI PADA DIABETES MELLITUS................................................15
BAB IV PENUTUP
KESIMPULAN …………………………………………………………………………23
SARAN ……………………………………………………………………………….....23
DAFTAR PUSTAKA ………………………………………….......................................24
BAB I
3
PENDAHULUAN
4
Bedasarkan hal di atas maka rumusan masalah dalam makalah ini adalah memberikan
pengertian tentang promosi kesehatan dan melakukan promosi kesehatan sesuai dengan
sasaran promosi kesehatan primer, skunder maupun tersier tentang penyakit kronis
diabetes melitus.
1.3 TUJUAN
Untuk mengetahui bagaimana konsep promosi kesehatan yang ada dalam masyarakat
serta hal – hal yang berkaitan dengan promosi kesehatan dan memberikan promosi
kesehatan tentang Diabetes Melitus berasarkan strategi-strategi promosi kesehatan.
1.4 MANFAAT
Manfaat dari penulisan ini adalah:
[Link] masyarakat mengetahui cara Pencegahan, dan Perawatan pada penyakit Diabetes
Melitus
[Link] penjelasan yang tepat dan benar guna meningkatkan kesehatan masyarakat
luas dan para pembuat kebijakan tentang penyakit kronis Diabetes Melitus.
BAB II
5
KONSEP DASAR PROMOSI KESEHATAN
6
Menurut Lawrence Green (1980), perilaku kesehatan ditentukan oleh 3 faktor utama,
yakni :
a. Faktor predisposisi (Predisposing factors)
Adalah faktor yang dapat mempermudah terjadinya perilaku pada diri seseorang atau
masyarakat, dengan adanya pengetahuan dan sikap seseorang atau masyarakat
terhadap apa yang dilakukan.
Kegiatan promosi kesehatan dalam faktor ini dapat ditujukan dalam bentuk pemberian
informasi atau pesan kesehatan dan penyuluhan kesehatan.
b. Faktor pemungkin (Enabling factors)
Faktor pemungkin atau pendukng terjadinya perilaku adalah dengan adanya fasilitas,
sarana atau prasarana yang mendukung atau yang menfasilitasi terjadinya perilaku
seseorang atau masyarakat.
Kegiatan promosi kesehatan yang ditujukan adalah memberdayakan masyarakat
melalui pengorganisasian atau pengembangan masyarakat.
c. Faktor penguat (Reinforcing factors)
Faktor penguat terjadinya perilaku seseorang atau masyarakat dapat terwujud dengan
adanya tokoh masyarakat, peraturan, undang - undang, surat - surat keputusan dari
para penjabat pemerintah pusat atau daerah.
Kegiatan promosi kesehatan yang dapat ditujukan adalah berupa pelatihan - pelatihan
kepada para tokoh masyarakat, baik formal maupun informal. Dan dapat juga
dilakukan melalui advokasi terhadap para penjabat formal.
7
2. Menjembatani (Mediate)
Dalam melaksanakn program program kesehatan perlu kerja sama dengan program
lain di lingkungan kesehatan. Oleh sebab itu dalam mewujudkan kerja sama, peran
promosi kesehatan di perlukan.
3. Memampukan (Enable)
Memberikan keterampilan kepada masyarakat dengan tujuan agar mereka mampu
memelihara dan menigkatkan kesehatan. Example : adanya pendidikan dan pelatihan
serta apikasi penerapan teori dengan praktek dalam kehidupan sehari hari seperti :
cara bertani, cara bercocok tanam obat trdisional dll.
2.4 Strategi Promosi Kesehatan
Dalam kita mewujudkan visi dan misi kita membutuhkan yang namanya strategi. Strategi
itu sendiri cara untuk mrncapai atau mewujudkan visi dan misi promosi kesehatan secara
efektif dan efisien.
Adapun strategi promosi kesehatan itu dibedakan menjadi :
1. Strategi Global promosi kesehatan menurut WHO 1984
a. Advokasi (Advocacy)
Berkaitan dengan pendekatan, dan tujuanya adalah agar para pembuat keputusan
mengeluarkan kebikakan antara lain dalam bentuk uu,peraturan,dll.
b. Dukungan Sosial (Social support)
Kegiatan iniditujukan kepada tokoh masyarakat,baik formal maupun informal. Dan
tujuan dari kegiatan di atas adalah agar memperoleh dukungan dari tokoh
masyarakt,dan tokoh agama.
c. Pemberdayaan masyarakat (Empowerment)
Kegiatan ini ditujukan kepada masyarakat langsung sebagai sasaran primer atauutama
promosi [Link] tujuanya adalah agar masyarakat memiliki kemampuan dalam
memelihara dan meningkatkan kesehatan mereka sendiri. Dapat diwujudkan dengan
berbagai macam kegiatan misalnya penyuluhan kesehatan, pengorganisasian dan
pembangunan masyarakat dalam bentuk, misalnya : koperasi, dan pelatihan
keterampilan dalam rangka peningkatkan pendapatan keluaraga (menjahit, beternak
dan sebagainya).
2. Startegi Promosi Kesehatan berdasarkan Piagam Ottawa (Ottawa Charter)
Adanya beberapa strategi yang dikelompokan menjadi 5 butir :
a. Kebijakan berwawasan kesehatan (Healty public policy)
Kegiatan ini ditunjukan kepada para pembuat keputusan sehingga dikeluarkan
kebijakan yang berwawasan kesehatan,berarti bahwa setiap kebijakan pembangunan
harus di pertimbangkan baik dan buruknya.
8
b. Lingkungan yang mendukung (Reorient health service)
Kegiatan yang berfungsi dalam jaringan kemitraan dan suasana yang mendukung,dan
ditunjukan kepada pemimpin organisasi [Link] ini pula diharapkan
memperhatikan baik dan buruknya.
c. Reorientasi pelayanan kesehatan (Reorient health service)
Kesehatan masyarakat bukan hanya masalah pihak pemberi pelayanan,baik
pemerintah maupun swasta saja, adnya pembentukan pemberdayaan masyarakat
dalam pemeliharaan dan peningkatan kesehatan mulai dari terbentuknya LSM yang
peduli kesehatan,baik dalam bentuk pelayanan maupun bantuan bantuan
teknis(pelatihan)sampai dengan upaya sendiri
d. Keterampilan individu (Personal skill)
Kesehatan masyarakat adalah kesehatan agregat yang terdiri dari kelompok, keluarga,
individu. Oleh sebab itu kesehatan masyarakat terwujud apabila kesehatan kelompok
mampu meningkatkan keterampilan dalam setiap anggota agar mampu mencegah
penyakit.
e. Gerakan masyarakat (Community actiontan)
Telah disebutkan diatas bahwa kesehatan masyarakat adalah perwujudan kesehatan
kelompok,keluarga dan individu. Dengan kata lain meningkatkan kegiatan-kegiatan
masyarakat dalam mengupayakanpeningkatan kesehatan mereka sendiri adalah wujud
dari gerakan masyarakat (Community action).
2.5 Sasaran Promosi Kesehatan
Tujuan akhir atau visi promosi kesehatan adalah kemampuan masyarakat untuk
memelihara dan meningkatan kesehatan mereka sendiri. Sasaran utama promosi
kesehatan ini adalah masyarakat.
Berdasarkan pentahapan upayapromosi kesehatan ini,makasasaran dibagi menjadi 3:
1. Sasaran primer (Primary target)
Masyarakat umumnya menjadi sasaran langsung segala upaya pendidikan atau
promosi kesehatan, sasaran ini dapat dikelompokkan menjadi: kepala keluarga untuk
masalah umum,ibu hamil dan menyusui untuk masalah KIA (kesehatan ibu dan
anak),[Link] promosi ini sejalan dengan strategi pemberdayaan masyrakat
(empowerment).
2. Sasaran sekunder (Secondary target)
Sasaran sekunder ini adalah tokoh masyarakat,tokoh agama,[Link]-tokoh tersebut
diharapkan mampu mampu memberikan pendidikan kesehatan kepada masyarakat
[Link] tokoh masyarakat ini akan memberikan contoh perilaku sehat bagi
masyarakat sekitarnya. Upaya promosi ini sejalan dengan dukungan sosial (sosial
support).
9
3. Sasaran tersier (Tertiary target)
Sasaran tersier promosi kesehatan adalah para pembuat keputusan atau penentu
kebijakan di tingkat pusat maupun daerah. Kebijakan atau keputusan yang
dikeluarkan oleh kelompok ini akan mempunyai dampak terhadap perilaku tokoh
masyarakat (sasaran sekunder), dan juga kepada masyarakat umum (sasaran primer).
Upaya promosi ini sejalan dengan strategi advokasi (advocacy).
2.6 Ruang Lingkup Promosi kesehatan
Cakupan Promosi kesehatan ada dua dimensi, yakni :
a) Dimensi aspek pelayanan kesehatan
b) Dimensi tatanan (setting) atau tempat pelaksanaan promosi kesehatan
1. Ruang Lingkup Berdasarkan Aspek Kesehatan
a. Promotif
b. Preventif
c. Kuratif
d. Rehabilitatif
Ruang lingkup pendidikan /promosi kesehatan juga dikelompokkan jadi dua, yaitu :
a. Promosi kesehatan pada aspek promotif
Sasaran promosi kesehatan pada aspek ini adalah kelompok orang sehat. Selama ini
kelompok orang sehat kurang mendapat perhatian dalam upaya kesehatan masyarakat.
Orang sehat di suatu komunitas sekitar 80-85% dari populasi. Dalam hal ini
pendidikan kesehatan perlu ditingkatkan. Oleh sebab itu, meskipun sudah dalam
kondisi sehat perlu peningkatan kesehatan.
b. Promosi kesehatan pada aspek pencegahan dan penyembuhan
1) Pencegahan tingkat pertama (Primary prevention)
Sasaran promosi kesehatan ini adalah kelompok masyarakat berisiko tinggi (high
risk). Misalnya, kelompok ibu hamil dan menyusui,kelompok perokok, dll.
Tujuannya agar mereka tidak jatuh sakit atau terkena penyakit.
2) Pencegahan tingkat kedua (Secondary prevention)
Sasaran promosi ini adalah para penderita penyakit kronis, misalnya asma, diabetes
melitus, dll. Tujuannya adalah agar penderita mampu mencegah penyakitnya
menjadi lebih parah.
3) Pencegahan tingkat tiga (Tertiary prevention)
Sasaran promosi ini adalah kelompok pasien yang baru sembuh (recovery) dari
suatu penyakit. Tujuannya adalah agar mereka segera pulih kesehatannya. Selain
itu juga mengurangi kecacatan seminimal mungkin (rehabilitasi).
10
2.7 Metode Dan Teknik Promosi Kesehatan
Metode dan teknik promosi keshatan adalah kombimasi antara cara-cara atau mtode serta
alat bantu atau media yang di gunakan dalam setiap pelaksanaan peromosi kesehatan.
Berdasarkan sasaran nya,metode dan teknik peromosi kesehatan di bagi menjadi 3 (tiga)
yaitu:
1. Metode promosi kesehatan individual
Metode ini digunakan apabila antara promotor kesehatan dan sasaran atau kliennya
dapat berkomunikasi langsung, baik bertatap muka maupun melalui sarana
komunikasi, misalnya telepon. Dengan metode ini antara petugas kesehatan dengan
klien dapat berdialog dan saling merespon. Dalam metode ini yang terkenal adalah
councelling.
2. Metode promosi kesehatan kelompok
Metode ini digunakan untuk sasaran kelompok. Metode promosi kesehatan kelompok
dibedakan menjadi dua, yaitu :
- Kelompok kecil, misalnya : diskusi kelompok, metode curah pendapat, bola salju,
bermain peran, metode permainan simulasi.
- Kelompok besar, misalnya : Metode ceramah dengan atau tanpa Tanya jawab,
seminar, loka karya.
3. Metode promosi kesehatan massa
Metode ini digunakan apabila sasran promosi kesehatan adalah massal atau publik.
Metode dan teknik promosi kesehatan untuk masa yang sering digunakan adalah :
- Ceramah umun, misalnya dilapangan terbuka atau tempat - tempat umum.
- Penggunaan media massa elektronik, seperti radio dan telefisi dalam bentuk
sandiwara, talk show, dialog interaktif, simulasi, spot.
- Penggunaan media cetak, seperti Koran, majalah,buku, leaflet, selebaran, poster
dalam bentuk artikel, tanya jawab, komik.
- Penggunaan media di luar ruang, misalnya : billboard, spanduk, umbul - umbul.
11
BAB III
PERAWATAN DAN PENCEGAHAN PENYAKIT DM
3.1. PENGERTIAN
Diabetes Melitus adalah suatu penyakit dimana kadar gula di dalam darah tinggi karena
tubuh tidak dapat menghasilkan atau menggunakan insulin secara efektif.
Insulin adalah hormon yang dilepaskan oleh pankreas, yang bertanggungjawab dalam
mempertahankan kadar gula darah yang normal. Insulin memasukkan gula kedalam sel
sehingga bisa menghasilkan energi atau disimpan sebagai cadangan energi.
Hipoglikemia adalah suatu keadaan abnormal dimana kadar glukosa dalam darah ≤ 50-60
mg/dl.
Hiperglikemia adalah suatu keadaan abnormal dimana kadar glukosa dalam darah ≤ 200
mg/dl.
3.2. Penyebab Diabetes Melitus
1. Pola makan
2. Keturunan (faktor genetic).
3. Usia
4. Bahan-bahan kimia dan infeksi pada pancreas.
5. Pola hidup.
6. Kegemukan (obesitas)
7. Kurang gerak.
8. Kehamilan.
9. Kehilangan insulin
10. Konsumsi Alkohol
3.3. Tanda dan Gejala Diabetes Melitus
1. Sering merasa haus dan lapar 2. Sering kencing terutama malam hari
[Link] berbau buah.
[Link] merasa lelah tanpa sebab yang jelas.
[Link] berat badan
[Link] terasa kering
[Link] menderita sariawan atau infeksi (misalnya bisul) yang sulit sembuh
[Link] rasa atau kesemutan di kaki dan tangan
[Link] dan muntah
12
Gejala DM yang lain, adalah :
[Link] gatal serta infeksi ragi di sekitar vagina atau penis.
[Link] kabur akibat lensa mata yang kering.
[Link] pada kulit.
[Link] kering.
[Link] mengantuk.
[Link].
3.4. Komplikasi
Komplikasi yang dapat terjadi bila penderita DM tidak dirawat dengan baik sehingga gula
darah selalu tinggi adalah :
[Link] jantung dan stroke. Penderita diabetes memiliki risiko lima kali lebih
tinggi untuk terkena penyakit jantung atau stroke.
[Link] kerusakan neuropati (saraf). Kadar gula darah yang berlebihan dapat
merusak saraf.
[Link] kerusakan pada organ kaki. Terhambatnya aliran darah pada kaki
penderita diabetes bisa meningkatkan risiko komplikasi kesehatan kaki yang
biasanya terlambat disadari.
[Link] kerusakan retina. Masalah pada pembuluh darah di retina dapat
mengakibatkan kebutaan jika dibiarkan.
[Link] kerusakan ginjal menyebabkan disfungsi seksual. Kerusakan
pembuluh darah halus serta saraf pada pria (terutama perokok) dapat
mengakibatkan disfungsi ereksi.
3.5 Cara perawatan Diabetes Melitus
Perawatan DM dirumah saat ini sangat dianjurkan karena pengobatan dan perawatan DM
membutuhkan waktu yang lama. Cara Perawatan Pasien DM di Rumah adalah dengan
jalan :
[Link] obat secara teratur sesuai program
[Link] yang tepat
[Link] yang teratur
[Link] gula darah teratur
[Link] komplikasi
13
3.6 Makanan Yang Dipantang dan Diperbolehkan
Proporsi diet/ makanan harian yang benar bagi penderita DM : Berdasarkan anjuran dari
PERKENI ( perkumpulan Endokrinologi Indonesia ) diet harian penderita DM disusun
sebagai berikut:
[Link] : 60-70 %
[Link] : 10-15%
[Link] : 20-25%
Jenis makanan yang harus di konsumsi yang dikonsumsi oleh penderita DM sebagai
berikut :
[Link] makanan yang tidak boleh dikonsumsi : Manisan buah, gula pasir, susu kental
manis, madu, abon, kecap, sirup, es krim.
[Link] makanan Yang boleh dimakan tetapi harus dibatasi: Nasi, singkong, roti, telur,
tempe, tahu, kacang hijau, kacang tanah, ikan.
[Link] makanan yang dianjurkan untuk dimakan : Kol, tomat, kangkung, oyong,
bayam, kacang panjang, papaya, jeruk, pisang, labu siam.
3.7 Pencegahan Terjadinya Luka Gangren Pasien DM Mengapa pengidap DM
beresiko terhadap luka gangren?
1. Sirkulasi darah kaki kurang baik.
2. Indera rasa kedua kaki berkurang sehingga kaki mudah terluka.
3. Daya tahan tubuh terhdap infeksi menurun.
Cara mencegah atau menghindari agar tidak terjadi luka pada kaki pada penderita DM :
[Link] terlalu sering merendam kaki
[Link] penggunaan botol panas/penghangat kaki dari listrik
[Link] penggunaan pisau/silet untuk memotong kuku atau menghilangkan kalus
[Link] kaos kaki / sepatu yang terlalu sempit
[Link] Rokok
[Link] senam kaki rutin.
Tindakan yang bisa dilakukan bila kaki terluka:
[Link] luka kecil : bersihkan dengan antiseptik, tutup luka dengan kasa steril dan bila
dalam waktu dua hari tidak sembuh segera periksa ke dokter
[Link] luka cukup besar / kaki mengalami kelainan segera pergi ke dokter.
14
Perawatan kaki Diabetik :
[Link] mandi bersihkan dengan sabun, bila perlu gunakan batu apung / sikat halus
[Link] dengan handuk terutama sela-sela jari
[Link] kaki kemungkinan adanya perubahan warna (pucat, kemerahan), bentuk
(pecahpecah, lepuh, kalus, luka), suhu (dingin, lebih panas)
[Link] kaki kering,olesi dengan lotion
[Link] kuku / kikir tiap 2 hari,jangan terlalu pendek. Bila kuku terlalu keras kaki
direndam dahulu dalam air hangat ( 37,5’C ) selama 5 menit.
[Link] kaos kaki yang terbuat dari katun / wol
[Link] alas kaki, periksa alas kaki sebelum dipakai, mungkin ada sesuatu
didalamnya. Lepas alas kaki setiap 4-6 jam dan gerakkan pergelangan kaki dan jari-
jari kaki agar sirkulasi darah lancar.
[Link] senam kaki.
[Link] biarkan luka sekcil apapun.
Cara Memilih Sepatu yang baik bagi penderita DM :
[Link] : Jangan terlalu sempit/ longgar kurang lebih ½ inchi lebih panjang dari
kaki
[Link] : Ujung sepatu jangan runcing,tinggi tumit < 2 inchi
[Link] sepatu terbuat dari bahan yang lembut
[Link] terbuat dari bahan yang tidak licin
15
- Manfaat Senam Kaki Diabetes Melitus
[Link] gula darah
[Link] menurunkan berat badan.
[Link] keuntungan psikologis
[Link] kebutuhan pemakaian obat oral dan insulin .
[Link] terjadinya DM yang dini terutama bagi orang – orang dengan riwayat
keluarga.
- Prosedur Pelaksanaan
[Link] Alat : Kertas Koran 2 lembar, Kursi (jika tindakan dilakukan dalam posisi
duduk), hanskun.
[Link] Klien : Kontrak Topik, waktu, tempat dan tujuan dilaksanakan senam
kaki
[Link] lingkungan : Ciptakan lingkungan yang nyaman bagi pasien, Jaga privacy
pasien
[Link] Pelaksanaan :
a. Perawat cuci tangan
[Link] dilakukan dalam posisi duduk maka posisikan pasien duduk tegak diatas
bangku dengan kaki menyentuh lantai
Gambar 1. Pesien duduk di atas kursi
c. Dengan Meletakkan tumit dilantai, jari-jari kedua belah kaki diluruskan keatas
lalu dibengkokkan kembali kebawah seperti cakar ayam sebanyak 10 kali
Gambar 2. Tumit kaki di lantai dan jari-jari kaki diluruskan ke atas
16
[Link] meletakkan tumit salah satu kaki dilantai, angkat telapak kaki ke atas.
Pada kaki lainnya, jari-jari kaki diletakkan di lantai dengan tumit kaki
diangkatkan ke [Link] ini dilakukan bersamaan pada kaki kiri dan kanan
secara bergantian dan diulangi sebanyak 10 kali.
Gambar 3. Tumit kaki di lantai sedangkan telapak kaki di angkat
e. Tumit kaki diletakkan di lantai. Bagian ujung kaki diangkat ke atas dan buat
gerakan memutar dengan pergerakkan pada pergelangan kaki sebanyak 10 kali.
Gambar 4. Ujung kaki diangkat ke atas
f. Jari-jari kaki diletakkan dilantai. Tumit diangkat dan buat gerakan memutar
dengan pergerakkan pada pergelangan kaki sebanyak 10 kali.
Gambar 5. Jari-jari kaki di lantai
[Link] salah satu lutut kaki, dan luruskan. Gerakan jari-jari kedepan turunkan
kembali secara bergantian kekiri dan ke kanan. Ulangi sebanyak 10 kali.
[Link] salah satu kaki diatas lantai kemudian angkat kaki tersebut dan
gerakkan ujung jari kaki kearah wajah lalu turunkan kembali kelantai.
i. Angkat kedua kaki lalu luruskan. Ulangi langkah ke 8, namun gunakan kedua
kaki secara bersamaan. Ulangi sebanyak 10 kali.
j. Angkat kedua kaki dan luruskan,pertahankan posisi tersebut. Gerakan
pergelangan kaki kedepan dan kebelakang.
17
k. Luruskan salah satu kaki dan angkat, putar kaki pada pergelangan kaki , tuliskan
pada udara dengan kaki dari angka 0 hingga 10 lakukan secara bergantian.
Gerakan ini sama dengan posisi tidur.
Gambar 6. Kaki diluruskan dan diangkat
l. Letakkan sehelai koran dilantai. Bentuk kertas itu menjadi seperti bola dengan
kedua belah kaki. Kemudian, buka bola itu menjadi lembaran seperti semula
menggunakan kedua belah kaki. Cara ini dilakukan hanya sekali saja
m. Lalu robek koran menjadi 2 bagian, pisahkan kedua bagian koran.
n. Sebagian koran di sobek-sobek menjadi kecil-kecil dengan kedua kaki
o. Pindahkan kumpulan sobekan-sobekan tersebut dengan kedua kaki lalu letakkan
sobekkan kertas pada bagian kertas yang utuh.
p. Bungkus semuanya dengan kedua kaki menjadi bentuk bola
Gambar 7. Membentuk kertas koran
18
PERENCANAAN PROMOSI KESEHATAN DIABETES MELITUS PADA
KECAMATAN TELANAIPURA JAMBI
Sasaran Tersier
Perencanaan terhadap promosi kesehatan yang dilakukan berdasarkan sasaran
tersier terhadap penyuluhan kesehatan Diabetes Melitus di Kecamatan
Telanaipura dilakukan dengan melakukan pendekatan secara advokasi kepada
Camat Telanaipura selaku Pimpinan di Kecamatan Telanaipura dan sebagai
pemberi kebijakan serta pembuat keputusan agar bersedia memberikan izin
terhadap tindakan yang akan dilakukan kepada masyarakat mengenai
penyuluhan tentang Diabetes Melitus.
Adapun Kegiatan yang dilakukan yaitu :
- Lobby
- Negosiasi
Hasil yang diharapkan :
- Pemberian izin untuk melakukan penyuluhan kesehatan terhadap masyarakat
mengenai Diabetes Melitus
Sasaran Sekunder
Sasaran sekunder yang akan dilakukan yaitu :
- Seluruh Instansi Kecamatan Telanaipura
- Kepada Kader PKK Kecamatan Telanaipura
- Kelompok Kelompok Persatuan Darma Wanita
Kegiatan yang dilakukan :
- Pemberian pendidikan kesehatan mengenai Diabetes Melitus
- Workshop terhadap perawatan penyakit Diabetes Melitus
- Roll Play
Metode :
- Media Elektronik
- Spanduk
- Banner
- Peralatan rollplay dan workshop
Hasil yang diharapkan :
19
- Anggota kelompok mengetahui tentang penyakit Diabetes Melitus, melakukan
pencegahan serta melakukan perawatan terhadap keluarga yang mengalami
Diabetes Melitus
- Peningkatan Status Kesehatan anggota kelompok
Sasaran Primer
Pemberdayaan masyarakat merupakan proses pemberian informasi secara terus
menerus dan berkesinambungan mengikuti perkembangan masyarakat agar
berubah dari tidak tahu menjadi tahu atau sadar (aspek knowledge), dari tahu
menjadi mau (aspek attitude), dan dari mau menjadi mampu melaksanakan
perilaku yang diperkenalkan (aspek practice).
Dalam program promosi kesehatan pada Diabetes Mellitus upaya yang
direncanakan meliputi : Memberikan informasi yang jelas dengan berbagai
metode komunikasi (Pengawasan dan penyuluhan, leaflet, brosur, media
elektronik) kepada masyarakat tentang:
1. Pencegahan DM adalah upaya yang ditujukan kepada orang-orang yang
termasuk ke dalam kategori beresiko tinggi, yaitu orang-orang yang belum
terkena penyakit ini tapi berpotensi untuk mendapatkannya.
a. Pencegahan Primer
Cara ini adalah cara yang paling sulit karena sasarannya orang sehat. Hal ini
dilakukan dengan tujuan untuk mencegah agar DM tidak terjadi pada orang atau
populasi yang rentan (risiko tinggi), yang dilakukan sebelum timbul tanda-tanda
klinis dengan cara :
- Makan seimbang artinya yang dimakan dan yang dikeluarkan seimbang
disesuiakan dengan aktifitas fisik dan kondisi tubuh, dengan menghindari
makanan yang mengandung tinggi lemak karena bisa menyebabkan penyusutan
konsumsi energi. Mengkonsusmsi makanan dengan kandungan karbohidrat
yang berserat tinggi dan bukan olahan.
- Meningkatkan kegiatan olah raga yang berpengaruh pada sensitifitas insulin dan
menjaga berat badan agar tetap ideal.
- Kerjasama dan tanggung jawab antara instansi kesehatan, masyarakat, swasta
dan pemerintah, untuk melakukan penyuluhan kepada masyarakat
20
b. Pencegahan Sekunder
- Ditujukan pada pendeteksian dini DM serta penanganan segera dan efektif,
sehingga komplikasi dapat dicegah.
- Hal ini dapat dilakukan dengan skrining, untuk menemukan penderita sedini
mungkin terutama individu/populasi.
- Kalaupun ada komplikasi masih reversible / kembali seperti semula.
- Penyuluhan kesehatan secara profesional dengan memberikan materi
penyuluhan seperti : apakah itu DM, bagaimana penatalaksanaan DM, obat-
obatan untuk mengontrol glukosa darah, perencanaan makan, dan olah raga.
c. Pencegahan Tersier
- Upaya dilakukan untuk semua penderita DM untuk mencegah komplikasi.
- Mencegah progresi dari komplikasi supaya tidak terjadi kegagalan organ.
- Mencegah kecacatan akibat komplikasi yang ditimbulkan.
21
5) Jalan santai
6) Senam kesehatan jasmani (SKJ)
Hasil yang diharapkan dari kegiatan yang dilakukan adalah :
- Masyarakat memahami apa itu DM
- Masyarakat memahami pencegahan DM
- Masyarakat melakukan hasil promosi kesehatan
22
BAB IV
PENUTUP
KESIMPULAN
Promosi kesehatan mempunyai dua pengertian, yaitu Pertama, Sebagai bagian dari
tingkat pencegahan penyakit. Kedua, Sebagai upaya memasarkan, menyebarluaskan,
mengenalkan kesehatan. Promosi kesehatan memiliki strategi kesehatan yang antara lain
adalah Advokasi, Dukungan Sosial, dan Pemberdayaan masyarakat.
SARAN
Dalam pembuatan makalah ini tentunya masih jauh dari kata sempurna, untuk itu kritik
dan saran dari para pembaca sangat kami harapkan demi terciptanya promosi kesehatan
yang lebih baik dan juga berguna bagi masyarakat luas.
23
DAFTAR PUSTAKA
Bahan ajar Ayubi Dian( 2010 ).Konsep Promosi Kesehatan. Departemen Promosi Kesehatan
dan Ilmu Perilaku FKM UI.
Efendi, F & Makhfudli.( 2009 ). Keperawataan kesehatan Komunitas teoti dan praktik dalam
keperawatan. Jakarta; Salemba Medika
Evans, dkk.( 2011 ). Health Promotion and Public Health for Nursing Students. Exeter Great
Britain; Learning Matters Ltd.
[Link] didownload
pada tanggal 05 November 2015
Maulana, Herry.( 2007 ). Promosi Kesehatan. Jakarta : EGC
Notoatmodjo, Soekidjo.( 2003 ). Pendidikan dan Prilaku [Link] : Rineka Cipta.
[Link]
Di askes pada : 05 November 2015
Brunner & Suddarth. (2002) . Buku Ajar keperawtan medikal bedah, edisi 8 vol 3. EGC,
Jakarta.
Corwin, EJ. (2009). Buku Saku Patofisiologi, edisi revisi. EGC, Jakarta.
Kushariyadi. (2010) . Asuhan Keperawatan pada Klien Lanjut Usia . Salemba Medika,
Jakarta. Mansjoer, A dkk. 2007. Kapita Selekta Kedokteran, Jilid 1 edisi 3. Media
Aesculapius, Jakarta.
Smeltzer; Suzanne C; dkk. (2002). Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah Brunner &
Suddarth
Edisi 8 Vol 2 alih bahasa H. Y. Kuncara, Andry Hartono, Monica Ester, Yasmin asih. EGC,
Jakarta.
Carpenito, L. 2000. Diagnosa Keperawatan Aplikasi Pada Praktek Klinis. Edisi ke-6.
Jakarta : EGC
Leeckenotte, Annete Glesler. 1997. Pengkajian Gerontologi, Edisi ke-2. Jakarta : EGC
Nugroho, Wahjudi. 2000. Keperawatan Gerontik, Edisi ke-2. Jakarta : EGC
Muhith, Abdul , 2016. Pendidikan keperawatan gerontic, edisi 1, yokyakarta : ANDI
OFFFSET
24