0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
98 tayangan69 halaman

Pelatihan Tim Penyelamat Tambang

- Memimpin dan memberi komando kepada tim - Pertama kali memasuki area untuk melakukan penilaian awal dan memastikan keamanan - Bertanggung jawab memverifikasi status peralatan tim penyelamat sebelum memasuki area insiden

Diunggah oleh

fadhil rahman
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
98 tayangan69 halaman

Pelatihan Tim Penyelamat Tambang

- Memimpin dan memberi komando kepada tim - Pertama kali memasuki area untuk melakukan penilaian awal dan memastikan keamanan - Bertanggung jawab memverifikasi status peralatan tim penyelamat sebelum memasuki area insiden

Diunggah oleh

fadhil rahman
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Assalamualaikum Wr

Wb….
Semangat pagi………………

Name : DARIUS AGUNG PRATA


Place/birth date : Prabumulih Sumsel, 20 Maret 1979
Marital statue : 1 wife, 2 child
Qualification : Bachelor degree in mining from
Sriwijaya University, Palembang
OHS Master Degree from University of
Indonesia, Jakarta
 First Aid, JICA 2006
 Mine Rescue JCOAL, 2006 & 2007
 Safety Management Advance Course, Fukuoka 2008
 Vertical Rescue Training, Eiger Adventure Service Team 2008 &
2009
 Certification from South East Asean Climbing Federation Level II,
2012
 OHS Leadership, Perth 2013
Contact : [Link]@[Link]
[Link]

Mine Rescue

Oleh : Darius Agung Prata Studi Ekskursi Unisba


Sawahlunto, 08 Februari 2021
AGENDA
1. Pendahuluan
2. Tim
3. Peralatan
4. Operasi

[Link] 3
1

PENDAHULUAN

4
Safety Definition
Source : Hollnagel 2009

Safety = Freedom from unacceptable risks

Prevent Prevent
unwanted events unwanted outcomes
Daily operation Unexpected Unwanted
(Status quo) event outcome

Accidents
incident
Reduced Risk Reduced
likelihood eliminated consequenced

RESCUE ACTIVITY

[Link] 5
What is Mine Rescue Team

Tim yang
mampu
melakukan
respon segera di
tambang bawah
tanah untuk
berbagai macam
keadaan darurat

[Link] 6
Mine Emergencies

Membahayakan nyawa atau


menyebabkan cidera serius

Menghasilkan kerusakan peralatan yang


vital

Menghasilkan kerusakan lingkungan


yang parah

[Link] 7
CONTOH MINE EMERGENCIES
BANJIR/INUNDATION KERUNTUHAN
• Dipenuhinya tambang dengan air ATAP/AMBRUK/OUTBURST
atau tanpa direncanakan dan tiba- • Batuan runtuh dari atap atau
tiba dinding tambang
• Keruntuhan pada area yang luas
dapat menyebabkan
bumps/hempasan angin

KEBAKARAN TAMBANG LEDAKAN


• Api yang tidak dapat dipadamkan • Pembakaran cepat dari gas
10 menit jika (di tambang bawah mudah terbakar
tanah) • Meledaknya bahan peledak
• Api yang tidak dapat dipadamkan • Ledakan dari tabung bertekanan
30 menit (jika di tambang terbuka)

[Link] 8
Collapse At UG Mine

9
[Link]
Methane Gas Explosion

[Link] 10
Collapse

[Link] 11
Inundation
Banjir Banjir Lumpur

[Link] 12
Peraturan Perundangan
• Dalam penerapan SMKP pada pemegang iup eksplorasi, iupk eksplorasi, iup
operasi produksi, iupk operasi produksi dan perusahaan jasa
pertambangan. Untuk elemen organisasi dan personel melakukan
penunjukan Tim Tanggap Darurat
(Lampiran IV.B.3.h Kepmen ESDM No 1827 tahun 2018)

• Bagian Keselamatan dan Kesehatan Kerja Pertambangan, Keselamatan dan


Kesehatan Kerja Pengolahan dan/ atau Pemurnian mempunyai tugas :
membentuk dan melatih anggota tim penyelamat tambang
(Lamp II.C.3.d.3).d). Kepdirjen Minerba No 185 tahun 2019)

• Tenaga Teknis Pertambangan yang Berkompeten juga mencakup


juru ledak, juru ukur, juru las, juru bor, juru derek, juru rawatf
paramedis, juru langsir, petugas proteksi radiasi, ahli listrik,
petugas/juru ventilasi dalam hal kegiatan penambangan dilakukan
dengan metode penambangan bawah tanah, petugas pertolongan
pertama pada kecelakaan/ first aider, petugas pemadam
kebakaran, anggota tim tanggap darurat, petugas industrial
hygiene, loading/berthing master, petugas bahan kimia, rigger,
operator pesawat angkat/angkut, petugas gudang bahan peledak.
(Lamp II.C.3.f.2). Kepdirjen Minerba No 185 tahun 2019)

[Link] 13
Statistik Pertambangan
Update 31 Desember 2021
200

180

160

140
Number of accident

120

100

80

60

40

20

0
2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020
Minor 176 100 94 82 75 29 52 62 62 47 26 33
Major 83 94 101 105 111 60 78 71 94 52 105 95
Fatality 44 15 22 29 46 34 25 16 13 17 24 24

[Link] 14
Draft kompetensi SKKK Mine Rescue

Menerapkan prinsip Menerapkan prinsip-


keselamatan pada prinsip ventilasi pada Menggunakan
kegiatan kegiatan
penyelamatan di penyelamatan SCBA
tambang tambang

Melakukan
Melakukan Penyelamatan dan Melaksanakan
Melakukan
pencarian dan Pencarian pada penyelamatan di
ekstrikasi
penyelamatan struktur runtuh ketinggian
(CSSR)

Menangani
terlepasnya bahan Melakukan
Melaksanakan kimia yang Melaksanakan
penyelamatan
penyelamatan mengancam penanganan
keselamatan manusia korban pada ruang
korban di air korban kecelakaan
dan pencemaran terbatas
lingkungan

Melaksanakan
Melakukan Melaksanakan
Melakukan pengelolaan
pemulihan pengelolaan sistem
pemadaman sumber daya tim
tambang bawah penyelamatan
kebakaran penyelamat
tanah tambang
tambang

[Link] 15
2

TIM

16
KOMPOSISI TIM
• Tim penyelamat memiliki anggota setidaknya
antara 5 sampai 6 orang penyelamat yang
menggunakan alat bantu pernafasan dan
setidaknya satu orang berada di fresh air
base/FAB
• Tiap anggota tim memiliki kemampuan
spesifik, namun juga harus memiliki
pengetahuan akan tugas lainnya, sehingga
dapat memahami tindakan yang dilakukan
anggota tim lainnya.
• Dalam situasi darurat, seorang anggota tim
mungkin akan mengambil peran selain dari
yang telah ia latih, dan prinsip pelatihan
komprehensif sangat dianjurkan

[Link] 17
Team Position

Team Captain

Gas person

Map person

Medic

Co captain

[Link] 18
Team Captain
• Bertanggung jawab
memimpin dan memberi
komando kepada tim.
• Pertama kali memasuki
area dan bertanggung
jawab melakukan scaling
dan memastikan keamanan
area yang akan dimasuki
tim penyelamat
• Bertanggung jawab
memeriksa status alat
bantu pernafasan dan
memverifikasi operasi
sebelum tim memasuki
tambang, 15 meter setelah
masuk tambang dan tiap
interval waktu 20 menit.

[Link] 19
Gas Person
• Memegang multi gas
detector tim
• Bertanggung jawab
melakukan pengukuran
gas selama memasuki area
(diatas kepala, selevel
dada, setinggi pinggang
dekat lutut melintang
sepanjang lubang bukaan)
• Bertanggung jawab
terhadap pengetahuan
tentang gas tambang dan
harus menegtahui
explosive limit dari gas-gas
yang ada di area operasi

[Link] 20
Map Person
• Mendokumentasikan hal
yang ditemukan, kondisi
dan waktu penemuan, dan
meneruskan informasi ini
ke co captain atau ke FAB
• Mendokumentasikan
seluruh penemuan tim dan
mengumpulkan data untuk
pengambilan keputusan
berikutnya dan
mendokumentasikan situasi
ketika tim memasuki suatu
area

[Link] 21
Medic Person
• Bertanggung jawab
terhadap pemeriksaan
korban, perawatan dan
evakuasi
• Haruslah memiliki
kompetensi dalam hal
basic trauma management,
basic life support, dan
penanganan serta
persiapan pemindahan
korban

[Link] 22
Co-Captain
• Bertanggung jawab
terhadap komunikasi
tim dengan FAB
• Selalu mengamati
operasi tim sebagai
backup dari captain
• Jika team captain tidak
mampu bertugas, co
captain mengambil alih
fungsi komando tim

[Link] 23
Fresh Air Base
• Berada pada FAB
• Bertanggung jawab
melakukan komunikasi
dengan tim, menjaga
pemetaan sesuai perta
tim, bertnindak sebagai
jalur komunikasi antara
tim dan pusat komando,
dan bertindak sesuai
situasi, berpikir
kedepan dan
merencanakan operasi

[Link] 24
Technician
• Bertanggung jawab menjaga kesiapan
peralatan tim dan memperbaiki kerusakan
sesuai kebutuhan
• Menjaga kemampuan dalam merawat dan
memperbaiki peralatan bantu pernafasan,
peralatan deteksi gas, sistem komunikasi,
dan peralatan kompleks lainnya yang
digunakan tim

[Link] 25
Element OPERASI Tim Rescue

O
P
KORDINASI KERJASAMA
E
R
A
S
I

DISIPLIN KOMUNIKASI
T
I
M

[Link] 26
KERJASAMA
• Menjadikan tim sebagai unit yang memiliki
fungsi masing-masing daripada
sekumpulan orang yang tidak terorganisasi
• Tim harus dapat bekerja bersama untuk
beroperasi dnegan efektif dan sesuai
kebutuhan

[Link] 27
KORDINASI
• Tiap anggota tim memberitahukan dan
mengetahui apa yang ia lakukan dan
anggota tim lain lakukan
• Kondisi ini sulit pada awalnya, karena tiap
anggota tim memiliki tugas masing-masing.
Namun dalam waktu yang sama harus
bekerja bersama menyelesaikan tujuan
yang sama.

[Link] 28
KOMUNIKASI
• Anggota tim haruslah mampu menerima dan
menginterpretasikan komunikasi baik verbal
atau non verbal dengan baik
• Mendengarkan dan memahami merupakan
bagian penting dalam komunikasi
• Anggota tim harus belajar bagaimana
mendengarkan dengan efektif, sehingga
mengetahui makna dalam satu kali penjelasan
• Pada saat darurat, perulangan komunikasi
sulit dilakukan
• Jika penjelasan pada saat briefing tidak
dimenegerti, segera tanyakan dan pastikan

[Link] 29
DISIPLIN
• Disiplin membuat anggota tim bekerja
bersama dan membuat fungsi unit-unit
menjadi kebiasaan
• Kebiasaan disiplin sangat berguna pada
saat keadaan darurat karena akan
menyebabkan anggota tim dapat bertindak
otomatis terhadap pekerjaan yang menjadi
tanggung jawabnya

[Link] 30
Team Member Qualification
• Secara fisik sehat untuk melakukan pekerjaan penyelamatan dan
pemulihan tambang dalam waktu lama dalam kondisi yang berat..
• Pertimbangan dokter untuk anggota tim penyelamat :
o Penyakit kejang,
o Gendang telinga berlubang,
o Gangguan pendengaran tanpa alat bantu dengar lebih dari 40
desibel pada frekuensi 400, 1000 dan 2000 Hz
o Pembacaan tekanan darah berulang (terkontrol atau tidak
terkontrol dengan obat-obatan) yang melebihi 160 sistolik, atau
100 diastolik, atau yang kurang dari 105 sistolik, atau 60
diastolik;
o Ketajaman visual jauh (tanpa kacamata) kurang dari 20/50 skala
Snellen di satu mata, dan 20/70 di mata lainnya;
o Penyakit jantung
o Hernia
o Tidak adanya anggota tubuh atau tangan

[Link] 31
Team Safety (Kriteria Medis)
KRITERIA PEMERIKSAAN SEBELUM BEKERJA

TANDA VITAL KONDISI FISIK


• Tekanan darah 90-140 • Luka terbuka, luka, ruam, luka
bakar, atau cedera baru-baru
mmHg (systolic), 69-90 ini yang dapat mencegah
mmHg (diastolic) fungsi tubuh bekerja normal
• Denyut nadi 70% dari • Status mental (bicara cadel,
kelemahan yang tidak biasa)
220-umur (max), 50
denyut permenit • Menderita sakit (72 jam
sebelumnya), mual,
(minimal) muntah/diare, infeksi
• Suhu tubuh antara 34,4 • Adanya konsumsi pengobatan
– 38 0C (seminggu belakangan)
• SpO2 antara 90-100% • Minum alcohol 6 jam
sebelumnya
• Kondisi fisik : • Kondisi medis yang daapt
membahayakan penyelamat

[Link] 32
Team Safety (Kriteria Medis)
KRITERIA PEMERIKSAAN SEBELUM KEMBALI BEKERJA

TANDA VITAL

• Tekanan darah 135


mmHg (systolic), 90
mmHg (diastolic)
• Denyut nadi < 125
bpm
• Suhu tubuh < 37,7
0C

• SpO2 >90%

[Link] 33
Team Safety (Rehabilitasi)

TANDA VITAL KONDISI FISIK


• Tekanan darah 90-140 • Luka terbuka, luka, ruam, luka
bakar, atau cedera baru-baru
mmHg (systolic), 69-90 ini yang dapat mencegah
mmHg (diastolic) fungsi tubuh bekerja normal
• Denyut nadi 70% dari • Status mental (bicara cadel,
kelemahan yang tidak biasa)
220-umur (max), 50
denyut permenit • Menderita sakit (72 jam
sebelumnya), mual,
(minimal) muntah/diare, infeksi
• Suhu tubuh antara 34,4 • Adanya konsumsi pengobatan
– 38 0C (seminggu belakangan)
• SpO2 antara 90-100% • Minum alcohol 6 jam
sebelumnya
• Kondisi fisik : • Kondisi medis yang daapt
membahayakan penyelamat

[Link] 34
3

PERALATAN

35
PERALATAN UTAMA
• Dua belas alat bantu pernapasan mandiri/SCBA, masing-masing dengan
kapasitas minimal 4 jam
• Pasokan portabel udara cair, oksigen cair, oksigen bertekanan, atau bahan
kimia penghasil oksigen, dan bahan kimia penyerap karbon dioksida,
berlaku untuk alat bantu pernapasan yang disediakan dan cukup untuk
menopang setiap tim selama delapan jam saat menggunakan alat bantu
pernapasan selama operasi penyelamatan
• Dua botol oksigen ekstra yang diisi penuh untuk setiap enam SCBA
• Satu pompa oksigen atau sistem cascading, kompatibel dengan alat bantu
pernapasan yang disediakan
• Dua belas cap lamp yang diizinkan dan rak pengisi daya
• Empat detektor gas yang sesuai untuk setiap jenis gas yang mungkin
ditemui di tambang tempat operasi. Detektor gas harus mengukur
konsentrasi metana dari 0,0 persen hingga 100 persen volume, oksigen dari
0,0 persen menjadi setidaknya 20 persen volume, dan karbon monoksida
dari 0,0 bagian per juta menjadi setidaknya 9.999 ppm
• Satu sistem komunikasi penyelamatan tambang portabel atau sistem
komunikasi bertenaga suara.

[Link] 36
Peralatan Utama

Sistem komunikasi
Cap lamp
Gas detector

SCBA Pompa oksigen/booster pump)


(Self Contained Breathing Apparatus) Tabung oksigen

[Link] 37
PERALATAN TAMBAHAN
• Alat bantu pernapasan cadangan (Pasien yang akan diekstraksi harus
disediakan perlindungan pernapasan yang memadai, dan alat ini juga
berfungsi untuk menyediakan terapi oksigen untuk menghambat
syok).
• Dua oxygen-generating self-contained self-rescuers (SCSRs)
• Tali tim – tali dengan panjang stidaknya 7,5 m untuk mengikat tim
ketika dalam kondisi asap
• Papan peta, pena, kertas cadangan
• Scaling bar
• Pengetes arus listrik
• Alat pembongkar pintu
• Stretcher
• Backboard (long spine-immobilization board) – pengikat korban
• Trauma bag
• Alat pemadam api
• Tool kit (palu, gergaji, paku, linggis)
• Selimut
• Cat atau kapur penanda
[Link] 38
Peralatan Tambahan

Strecher Spinal board

SCSR

Trauma Bag Tools Selimut Kapur

[Link] 39
4

OPERASI

40
Tujuan Team
1. Menilai situasi dan
mendeterminasikan tindakan yang
diperlukan
2. Memulai pencarian secara sistematis
3. Menyelamatkan korban selamat,
berdasarkan tingkat keparahan dan
lokasi
4. Memadamkan api dengan segera
5. Menjelajahi keseluruhan tambang
6. Kembalikan tambang ke perintah
kerja sesuai instruksi dari Incident
Command.

[Link] 41
Tugas Tim Penyelamat Pada Saat Keadaan Darurat
Menjelajahi area tambang yang terdampak

Mencari dan menyelamatkan orang yang selamat

Melakukan pertolongan pertama

Menentukan tingkat kerusakan

Menentukan kondisi gas

Memetakan temuan tim

Mencari dan memadamkan kebakaran kecil

Membuat penyekat sementara/penyekat permanen

Mendirikan penyekat di area kebakaran

Membersihkan puing-puing, memompa air, dan memasang


atau memasang dukungan atap sementara
Mengembalikan tambang ke kondisi pengoperasian

[Link] 42
TAMBANG
MULUT
Fresh
hot zone Air Base

Area Area
medical menunggu tim
warm zone (staging area)
Lokasi
korban
meninggal Area Area Area
menunggu rehabilitasi perbaikan
transportasi tim peralatan/
Bench Area

Incident Team
Command Quarters
Center (seksi logistic,
tempat tidur
dll)

Gas
analysis lab

cold zone

ZONA OPERASI PERMUKAAN


43
INCIDENT COMMAND SYSTEM

[Link] 44
Prinsip ICS
Unity command
• menerima komando dari satu atasan

Common terminology
• menggunakan bahasa yang umum

Management by objective
• pengaturan insiden dengan tujuan objektif yang spesifik dan tergantung
prioritas

Flexible and modular organization


• Organisasi terstruktur dan dapat berkembang, pimpinan yang penting dibuat
duluan (otoritas tertinggi yang tiba di lokasi umumnya dijadikan incident
commander)

Span of control
• Kontrol tiap orang dibagi antara tiga hingga tujuh orang agar pekerjaan tidak
berlebih
[Link] 45
EXPLORATION
PEMERIKSAAN LUBANG PERSIAPAN MEMASUKI
BRIEFING BUKAAN TAMBANG
• Orang yang hilang • Pemeriksaan • Periksa setiap anggota tim
• Penyebab insiden untuk memastikan dia
terhadap gas sehat secara fisik untuk
• Seberapa jauh • Pergerakan angin mengenakan peralatan
eksplorasi sudah (kuantitas dan dan melakukan pekerjaan
dilakukan penyelamatan. Semua
arahnya)
• Jalan masuk anggota tim harus dicukur
• Ventilasi • Keberadan asap bersih..
• Kondisi di bawah tanah • Kondisi permukaan • Pastikan tiap peralatan tim
lubang ukaan telah dipersiapkan dan
• Operasi penambangan diuji dengan baik
• Kondisi material (stabilitas, • Pastikan tiap anggota tim
berbahaya penyanggaan dll) termasuk captain
• Status peralatan • Pengamatan terkait membawa semua
• Apakah ada refugee lainnya (melihat kebutuhan peralatan
chamber (contoh : notebook, pensil,
adanya lampu kapur dll)
• Apakah ada peralatan mendekat, adanya • Periksa stretcher untuk
pemadaman kebaran peralatan bergerak memastikan dapat
pada penurunan, digunakan (adanya bagian
keadaan operasi yang lepas, kelengkapan
tali pengikat, pegangan
kerangkeng/cage) yang tidak baik dll)

[Link] 46
FRESH AIR BASE (FAB)
• FAB adalah basis
operasi dari mana
pekerjaan
penyelamatan dan
pemulihan berlanjut
ke atmosfer kerja
yang berpotensi tidak
aman
• Dari sinilah tim
memulai eksplorasi
mereka di daerah
yang terkena dampak.
• FAB juga berfungsi
sebagai basis
komunikasi untuk
operasi yang
menghubungkan tim,
Pusat Komando, dan
semua personel
pendukung

[Link] 47
FAB (Setup & Location Choice)
• Seringkali di suatu tempat di Tambang UG
• Terutama pada tambang dengan jalan masuk
menggunakan vertical shaft ke permukaan
• Letak sedekat mungkin ke tempat tim bekerja
• Lokasi ini haruslah terdapat aliran udara segar
yang konstan
• Terkadang refugee chamber digunakan
sebagai FAB
• Dapat juga pada drift, jalan masuk (pada
single entry, persimpangan yang dekat dengan
area kerja
• Jika berpotensi dapat tercampurnya udara
kotor, maka penyekatan harus dilakukan.

[Link] 48
FAB (Coordinator)
• Akan ada orang yang bertanggung jawab
untuk membangun dan memelihara operasi
yang teratur
• Bertanggung jawab untuk mengelola
komunikasi antara tim dan Pos Komando
Insiden dan menyampaikan instruksi dari
pusat komando
• Aktivitas utama lainnya adalah melacak
kemajuan tim di peta tambang sambil
memetakan temuan tim secara bersamaan.
• Kadang-kadang personel tambahan
ditempatkan di FAB untuk membawa pesan
dari FAB ke Pusat Komando jika terjadi
gangguan komunikasi

[Link] 49
Kriteria Penting Penetapan FAB
• Pastikan FAB terletak di mana ventilasi positif dan
udara segar yang memadai terus menerus
tersedia.
• Jika FAB berada di bawah tanah, maka harus
ditempatkan di mana selalu ada jalan keluar ke
permukaan melalui udara segar. Jalur ini akan
digunakan untuk memindahkan orang dan
persediaan dengan aman ke dan dari FAB. Jika
memungkinkan, harus ada transportasi yang
tersedia
• Tempat ini harus diletakkan di tempat yang dapat
dihubungkan ke Pusat Komando melalui sistem
komunikasi
• Harus ada sistem komunikasi untuk
menghubungkan tim dan FAB.
• Batuan yang mengelilingi FAB harus kuat secara
struktur, dan dievaluasi serta didukung sesuai
kebutuhan.
[Link] 50
EXPLORATION (barefaced explore)
• Melakukan eksplorasi awal tanpa
menggunakan (SCBA)
• Dilakukan dengan peralatan di punggung
setiap anggota tim tanpa masker atau oksigen
digunakan
• Dilakukan hanya ketika sistem ventilasi
beroperasi dengan benar dan tes gas yang
sering menunjukkan bahwa ada cukup oksigen
tanpa penumpukan karbon monoksida atau
gas berbahaya lainnya
• Digunakan untuk dengan cepat menetapkan
tingkat kerusakan di area tersebut dan untuk
menetapkan titik baru bagi tim dengan
peralatan untuk melanjutkan eksplorasi

[Link] 51
EXPLORATION (fokus pencarian)

LOKASI POTENSIAL POTENSI TERJADI POTENSI TERJADI


KORBAN SELAMAT KECELAKAAN KEBAKARAN
• Refuge chambers • Bengkel • Area penyimpanan
• Workshops • Permuka kerja bahan bakar
• Working yang memiliki • Stopes • Rute pengangkutan
barikade • Development drifts • Penyimpanan bahan
• kantor • Dimana saja ada pekerja peledak
• Ruang tertutup atau tambang • Transformer dan pusat
ruang yang mudah • Area berbahaya daya
disekat • Lokasi pengisian baterai
• Crushers, atau dumping, • Workshop
lokasi serupa • Setiap tempat di mana
• Batch plants, dll peralatan diesel
bergerak cenderung
terkumpul di satu
tempat

[Link] 52
EXPLORATION (eksplorasi sistematis)
Nomor menunjukkan 1 • Tim tiba di
persimpangan.
posisi tim. Hexagon
menunjukkan
pemberhentian.

2 • Captain dan gas person


bergerak ke crosscut
kiri; captain memeriksa
kondisi dinding/atap dan
gas person memeriksa
gas. Map person
bergerak ke tengah
persimpangan, medic
bergabung, and co-
captain bergerak ke
sudut kanan bawah.
Captain dan gas person
melakukan pergerakan tidak
lebih dari 7,5 m dari
persimpangan jika tidak terikat
dengan tali

[Link] 53
EXPLORATION (eksplorasi sistematis)
3
• Captain dan gas
person berpindah ke
tengah atas dari
persimpangan ke
arah maju tim.
Anggota tim lain
tetap di posisi.

[Link] 54
EXPLORATION (eksplorasi sistematis)
4
• Captain dan gas
person melanjutkan
pada bagian kanan
persimpangan,
sementara anggota
tim lain tetap
menunggu pada
posisinya.

[Link] 55
EXPLORATION (eksplorasi sistematis)
5
• Tim berkumpul di
tengah
persimpangan
sekitar stretcher. Tim
kemudian
memutuskan
tindakan selanjutnya
dan meminta ijin
untuk melanjutkan.

[Link] 56
EXPLORATION (pemilihan rute)
• Escapeways dan rute pengangkutan utama
Lokasi Ppotensial korban selamat, lokasi kebakaran
potensial, pergerakan udara segar
• Kemudahan perjalanan untuk tim atau korban
potensial selamat
Hindari tangga, pendakian, dan rute lain yang menuntut
fisik jika memungkinkan. Energi harus dijaga untuk
penugasan 2 jam
• Potensi hambatan
• Kepastian rute pelarian
Pastikan jalur yang aman untuk tim Anda dan korban
untuk keluar dari tambang.
Singkirkan semua rintangan saat maju

[Link] 57
EXPLORATION (pencarian di udara
bersih)
Secara umum tim harus :

• Mencari korban selamat


• Memeriksa kondisi dinding dan atap
• Memeriksa kondisi gas
• Memperhatikan api atau bahaya lainnya
• Meneliti petunjuk dan bukti lainnya
• Mendokumentasikan temuan lain, lokasi
peralatan, dan apa pun yang dapat
membantu tim atau investigator

[Link] 58
EXPLORATION (pencarian pada atmosfir berasap)
• Hitung ulang, pastikan seluruh tim aman
• Hubungkan tim dengan tali
• Asumsikan formasi yang sesuai berdasarkan
kondisi.
anggota tim pada bagian tepi menjaga agar tangan tetap
memegang dinding/penyangga sepanjang waktu
• Maju ke depan melalui asap.
(Cari di lantai untuk puing-puing, korban, petunjuk, atau
informasi lainnya)
• Terus maju sampai tali tim mengencang.
(Tali mengencang saat yang pertama dan kelima
mendapatkan jarak 25 kaki dari satu sama lain, biasanya di
persimpangan)
• Pilih arah untuk bepergian dan lanjutkan

59
[Link]
EXPLORATION (pencarian pada atmosfir berasap)
Formasi Tim

[Link] 60
EXPLORATION (pencarian di air)
• Periksa air untuk mengetahui arus listrik
(Carilah kabel listrik yang jatuh saat Anda mendekat
dan saat Anda maju)
• Aduk dengan scaling bar kemudian periksa
gas pada bagian atas air
(banyak gas yang dapat tercampur dengan air)
• Periksa dan keruk lantai selama berjalan
• Cari :
(Tubuh – penurunan lantai atau lubang – puing-
puing – pijakan yang tidak rata)

[Link] 61
MAPPING (hal yang harus dipetakan)
• Kondisi dinding/atap yag buruk
• Air
• Asap
• Pembacaan gas
• Katup pada jalur air dan udara bertekanan (tertutup/terbuka)
• Peralatan pemadaman api
• Peralatan dan perlengkapan lainnya
• Tipe dan posisi dari peralatan sumber tenaga (hidup/mati)
• Area penyimpanan material
• Bukti dari api atau ledakan
• Tempat makan dan tanda-tanda pekerja tambang
• Kondisi kontrol ventilasi (pintu angin, kipas angin utama/main fan, booster
fans, ventilation duct, barricades, etc.)
• Korban selamat
• Tubuh
• Kondisi signifikan lainnya, bahan, dan sebagainya

[Link] 62
MAPPING (simbol peta tambang)

[Link] 63
MAPPING (simbol peta tambang)

64
PENANDAAN KEMAJUAN OPERASI
• Tandai panah di
samping di setiap
persimpangan tempat
arah perjalanan tim
berubah.
• Kepala panah ini
mengarah ke FAB.
Saat tim kembali ke
FAB, kapten atau
rekan kapten menarik
tanda X melalui setiap
panah untuk
ditampilkan
• Penandaan dapat
dilakukan dengan
kapur tulis,
penandaan cat
semprot, atau tanda
pengenal lainnya
yang menonjol

[Link] 65
COMMUNICATION
• BERBICARA LANGSUNG SATU SAMA
LAIN
• GERAKAN TANGAN
• MENGGUNAKAN PELUIT
• MENGGUNAKAN SINYAL CAP LAMP
• MENGGUNAKAN KETUKAN TONGKAT
• MENGGUNAKAN SCBA YANG
DILENGKAPI ALAT KOMUNIKASI
WIRELESS

[Link] 66
COMMUNICATION (whistles/horn codes)

One •Stop

Two •Maju

Three •Mundur

Four •Hati2 ada bahaya

[Link]
COMMUNICATION (cap lamps lighting code)

Maju Mundur Stop

[Link]
Terima Kasih
[Link] Balai Diklat
[Link] Tambang Bawah
Tanah

Bdtbt Esdm @bdtbt_esdm

@bdtbt_esdm

69

Anda mungkin juga menyukai