0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
298 tayangan13 halaman

Interpretasi Hasil Tes SSCT

Dokumen ini berisi hasil penilaian sikap dan persepsi subjek terhadap berbagai aspek hubungan interpersonal meliputi keluarga, hubungan antar jenis kelamin, dan hubungan dengan teman serta atasan. Berdasarkan hasil penilaian, subjek dinilai memiliki relasi yang kurang baik dengan ibunya dan ingin membangun relasi yang lebih baik dengan ayahnya.

Diunggah oleh

Farhana Hana
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
298 tayangan13 halaman

Interpretasi Hasil Tes SSCT

Dokumen ini berisi hasil penilaian sikap dan persepsi subjek terhadap berbagai aspek hubungan interpersonal meliputi keluarga, hubungan antar jenis kelamin, dan hubungan dengan teman serta atasan. Berdasarkan hasil penilaian, subjek dinilai memiliki relasi yang kurang baik dengan ibunya dan ingin membangun relasi yang lebih baik dengan ayahnya.

Diunggah oleh

Farhana Hana
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Nomor :-

Nama :K

Pendidikan Akhir : SMEA

Pekerjaan :-

TAHUN BULAN TANGGAL

TES 2021 04 16

LAHIR

USIA 47

SSCT (Sacks’s Sentences Completion Test)

a. observasi

SACK’S SENTENCE COMPLETION TEST

PENJELASAN: Di bawah ini terdapat 60 kalimat yang belum sempurna, dan tiap
kalimat merupakan permulaan dari suatu kalimat yang masih harus diselesaikan.
Bacalah tiap-tiap kalimat dan selesaikan dengan jalan menuliskan pikiran yang segera
timbul setelah membaca permulaan kalimat pada tiap-tiap nomor tersebut. Bekerjalah
secepat mungkin. Bila ada beberapa kalimat yang tidak dapat dengan segra
diselesaikan, lingkarilah nomor kalimat tersebut dan tinjaulah kembali kemudian.

1. Saya merasa bahwa Ayah saya jarang berbicara dan mendengar saya
2. Bila keadaan tidak menguntungkan bagi saya sedang sakit
3. Saya selalu mempunyai keinginan untuk maju
4. Umpamanya saya ditugaskan untuk sebuah pekerjaan
5. Bagi saya hari depan adalah lebih baik
6. Orang-orang di atas saya adalah baik
7. Saya sadar bahwa hal tersebut janggal tapi saya takut akan menegurnya
8. Saya merasa bahwa seorang teman sejati menerima apa adanya
9. Waktu saya masih kecil saya biasa saja
10. Saya gambarkan sebagai seorang wanita sempurna harus berhasil dalam
segalanya
11. Bila saya melihat seorang wanita dan lelaki bersama-sama saya senang bila
muhrim
12. Dibandingkan dengan kebanyakan keluarga, keluarga saya biasa saja
13. Di tempat kerja saya, saya paling cocok dengan teman
14. Ibu saya seorang yang sempurna dan baik
15. Saya mau berbuat apa saja untuk melupakan waktu dimana saya ditimpa
bahaya
16. Sekiranya Ayah saya sudi menerima apa adanya saya
17. Saya yakin bahwa saya mempunyai kemampuan untuk menghadapi hidup di
hari tua saya
18. Saya dapat merasa betul-betul senang kalau hidup saya dan keluarga baik-
baik saja
19. Bila orang kerja untuk saya saya senang
20. Saya menantikan dengan penuh harapan hari selanjutnya baik-baik saja
21. Di sekolah guru-guru saya baik demi saya
22. Kebanyakan teman-teman tidak mengetahui bahwa saya takut akan hidup
yang tidak bahagia
23. Saya tidak senang kepada orang yang mengejek
24. Dahulu saya suka berteman
25. Saya kira kebanyakan anak perempuan cerewet
26. Perasaan saya mengenai kehidupan perkawinan adalah baik
27. Keluarga saya memperlakukan saya sebagai adik
28. Teman-teman sekerja saya adalah orang yang baik
29. Ibu saya dan saya selalu baik
30. Kesalahan saya yang terbesar adalah tidak menurut, kurang berusaha
untuk berhasil
31. Saya ingin ayah saya menolong saya
32. Kelemahan saya yang terbesar adalah mudah mengalah
33. Hasrat dan keinginan saya yang terpendam dalam hidup saya adalah menjadi
baik
34. Orang-orang yang bekerja untuk saya baik
35. Pada suatu hari saya akan hidup dihari tua dengan keluarga saya
36. Bila saya melihat majikan saya datang saya hormat
37. Saya akan menghilangkan ketakutan saya saya akan hidup tidak berhasil
38. Orang-orang yang saya sukai pergi dari saya, saya jadi sedih
39. Andaikata saya muda kembali saya mau maju
40. Saya percaya kebanyakan wanita mau disayangi
41. Umpamakan saya mempunyai hubungan seksual baik
42. Kebanyakan keluarga yang saya kenal sangat baik
43. Saya bekerja dengan orang yang jujur
44. Saya kira kebanyakan ibu baik
45. Waktu saya masih muda, saya merasa berdosa mengenai tidak baik
46. Saya merasa bahwa ayah saya adalah seorang ayah yang baik, mau saya
bisa apa saja
47. Bila mengalami nasib malang saya sedih
48. Dalam memberikan perintah pada oranglain saya kadang baik
49. Yang paling saya inginkan dari hidup saya hidup berhasil
50. Bila saya sudah lebih tua hidup bahagia
51. Orang-orang yang saya anggap sebagai atasan saya hormat
52. Rasa ketakutan kadang-kadang memaksa saya menyerah
53. Bila saya tidak ada, teman-teman saya biasa saja
54. Kenangan yang paling jelas dalam hidup dari masa kanak-kanak saya
sekolah supaya berhasil
55. Yang paling tidak saya sukai mengenai wanita galak dan judes
56. Kehidupan seksual saya baik
57. Waktu saya masih seorang anak, keluarga saya sayang
58. Orang yang bekerja dengan saya biasanya baik
59. Saya suka dengan ibu saya tetapi galak
60. Hal yang terburuk yang pernah saya lakukan tidak bilang saya waktu punya
pacar

b) interpretasi
A. KELUARGA

I. SIKAP TERHADAP IBU Penilaian


14. Ibu saya seorang yang sempurna dan baik 0
29. Ibu saya dan saya selalu baik 0
44. Saya kira kebanyakan ibu baik 0
59. Saya suka kepada ibu saya tetapi galak 1
Rating 1
Kesimpulan / interpretasi : subjek mendeskripsikan ibunya sebagai sosok yang baik
walaupun ibunya pun sering memarahi subjek dan tidak terlalu dekat dengan subjek.

Kesan klinis : relasi ibu dengan subjek bisa dikatakan kurang baik

II. SIKAP TERHADAP AYAH Penilaian


1. Saya merasa bahwa Ayah saya jarang berbicara dan 1
mendengar saya
16. Sekiranya Ayah saya sudi menerima apa adanya saya 1
31. Saya ingin ayah saya menolong saya 1
46. Saya merasa bahwa Ayah saya adalah seorang ayah yang 0
baik, mau saya bisa apa saja
Rating 1
Kesimpulan / interpretasi : subjek menunjukkan keinginan untuk mempunyai
hubungan yang lebih dekat dengan ayahnya, seperti lebih sering berkomunikasi
dengan subjek, tidak terlalu menuntut subjek dan membantu dikala subjek
membutuhkan sosoknya.

Kesan klinis : Subjek ingin membangun relasi yang baik dengan sosok ayahnya.

III. SIKAP TERHADAP FAMILY UNIT Penilaian


12. Dibandingkan dengan kebanyakan keluarga, keluarga saya 0
biasa saja
27. Keluarga saya memperlakukan saya sebagai adik 0
42. Kebanyakan keluarga yang saya kenal sangat baik 0
57. Waktu saya masih seorang anak, keluarga saya sayang 0
Rating 0
Kesimpulan / interpretasi : berdasarkan penilaian diatas dapat disimpulkan bahwa
subjek tidak memiliki masalah dalam aspek sikap terhadap family unit.

Kesan klinis : subjek memiliki relasi yang baik dengan anggota keluarga.

B. HUBUNGAN ANTAR JENIS KELAMIN

IV. SIKAP TERHADAP WANITA Penilaian


10. Saya gambarkan sebagai seorang wanita sempurna harus 0
berhasil dalam segalanya
25. Saya kira kebanyakan anak perempuan cerewet 0
40. Saya percaya kebanyakan wanita mau disayangi 0
55. Yang paling tidak saya sukai mengenai wanita galak, judes 1
Rating 0
Kesimpulan / interpretasi : Persepsi subjek tentang sosok wanita cukup baik tetapi
subjek juga mendeskripsikan bahwa subjek tidak menyukai wanita yang galak dan
judes.

Kesan klinis : subjek memiliki persepsi yang tidak baik tentang wanita yang tidak
ramah.

V. SIKAP TERHADAP HUBUNGAN SEXUAL Penilaian


11. Bila saya melihat seorang wanita dan lelaki bersama-sama 0
saya senang bila muhrim
26. Perasaan saya mengenai kehidupan perkawinan adalah baik 0
41. Umpamakan saya mempunyai hubungan seksual baik 0
56. Kehidupan seksual saya baik 0
Rating 0
Kesimpulan / interpretasi : berdasarkan penilaian diatas dapat disimpulkan bahwa
subjek tidak memiliki permasalahan dalam aspek sikap terhadap hubungan seksual.

Kesan klinis : subjek memiliki hubungan seksual yang cukup baik.

C. HUBUNGAN ANTAR PRIBADI

VI. SIKAP TERHADAP TEMAN DAN KENALAN Penilaian


8. Saya merasa bahwa seorang teman sejati menerima apa 0
adanya
23. Saya tidak senang kepada orang yang mengejek 1
38. Orang-orang yang saya sukai pergi dari saya, saya jadi 1
sedih
53. Bila saya tidak ada, teman-teman saya biasa saja 0
Rating 1
Kesimpulan / interpretasi : berdasarkan penilaian diatas dapat disimpulkan bahwa
subjek tidak memiliki banyak teman dikarenakan beberapa temannya suka mengejek
subjek dan orang orang yang subjek sukai menghindar atau menolak subjek sehingga
membuat subjek terbiasa untuk tidak mempunyai banyak teman.

Kesan klinis : subjek memiliki relasi yang kurang baik dengan teman dan
kenalannya.

VII. SIKAP TERHADAP ORANG-ORANG YANG Penilaian


BERADA DI ATASNYA DALAM PEKERJAAN
ATAU SEKOLAH.
6. Orang-orang di atas saya baik 0
21. Di sekolah guru-guru saya baik demi saya 0
36. Bila saya melihat majikan saya datang saya hormat 0
51. Orang-orang yang saya anggap sebagai atasan saya hormat 0
Rating 0
Kesimpulan / interpretasi : berdasarkan penilaian diatas dapat disimpulkan bahwa
subjek tidak memiliki tendensi masalah dalam aspek sikap terhadap orang-orang
yang berada di atasnya dalam pekerjaan atau sekolah.

Kesan klinis : subjek memiliki relasi yang baik dengan orang orang yang berada
diatasnya dalam pekerjaan dan sekolah.

VIII. SIKAP TERHADAP BAWAHAN Penilaian


4. Umpamanya saya ditugaskan untuk sebuah pekerjaan 0
19. Bila orang kerja untuk saya saya senang 0
34. Orang-orang yang bekerja untuk saya baik 0
48. Dalam memberikan perintah pada orang lain saya kadang 0
baik
Rating 0
Kesimpulan / interpretasi : berdasarkan penilaian diatas dapat disimpulkan bahwa
subjek tidak memiliki masalah dalam aspek sikap terhadap bawahan.

Kesan klinis : subjek memiliki relasi yang baik dengan orang orang dilingkup
pekerjaannya.

IX. SIKAP TERHADAP TEMAN-TEMAN Penilaian


SEJAWAT DALAM KANTOR ATAU
SEKOLAH
13. Di tempat kerja saya, saya paling cocok dengan teman 0
28. Teman-teman sekerja saya adalah orang yang baik 0
43. Saya senang bekerja dengan orang yang jujur 0
58. Orang yang bekerja dengan saya biasanya baik 0
Rating 0
Kesimpulan / interpretasi : berdasarkan penilaian diatas dapat disimpulkan bahwa
subjek tidak memiliki masalah dalam aspek sikap terhadap teman-teman sejawat
dalam kantor.

Kesan klinis : subjek memiliki relasi yang baik dengan teman teman sejawat dalam
pekerjaan.

D. KONSEP DIRI

X. SIKAP TERHADAP KETAKUTAN Penilaian


7. Saya sadar bahwa hal tersebut janggal tapi saya takut akan 1
menegurnya
22. Kebanyakan teman-teman tidak mengetahui bahwa saya 2
takut akan hidup yang tidak bahagia
37. Saya akan menghilangkan ketakutan saya hidup tidak 2
berhasil
52. Rasa ketakutan kadang-kadang memaksa saya menyerah 2
Rating 2
Kesimpulan / interpretasi : berdasarkan penilaian diatas dapat disimpulkan bahwa
subjek memiliki ketakutan – ketakutan akan hidupnya seperti jika hidupnya tidak
berhasil, teman – temannya mengetahui bahwa subjek takut jika hidupnya tidak
bahagia, jika seseorang melakukan kesalahan subjek pun juga takut untuk
mengkonfrontasi hal tersebut dan subjek menyatakan bahwa terkadang dirinya
merasa ingin menyerah.

Kesan klinis : subjek merasa menyerah dan merasa tidak bahagia dengan jalan
hidupnya.

XI. SIKAP TERHADAP PERASAAN BERDOSA Penilaian


15. Saya mau berbuat apa saja untuk melupakan waktu dimana 2
saya ditimpa bahaya
30. Kesalahan saya yang terbesar adalah tidak menurut, 2
kurang berusaha untuk berhasil
45. Waktu saya masih muda, saya merasa berdosa mengenai 2
tidak baik
60. Hal yang terburuk yang pernah saya lakukan tidak bilang 2
saya waktu punya pacar
Rating 2
Kesimpulan / interpretasi : berdasarkan penilaian diatas dapat disimpulkan bahwa
subjek memiliki perasaan berdosa tentang kesalahan – kesalahannya dimasa lalu
seperti saat dirinya tidak menuruti permintaan ayahnya untuk belajar lebih giat, saat
subjek tidak memberitahu ayah dan ibunya tentang hubungan yang subjek jalin
dengan salah satu tutor di tempat kursusnya, saat subjek melakukan hubungan
seksual dengan pasangannya dan memutuskan untuk menikah secara diam-diam dari
keluarganya, subjek juga menambahkan bahwa ingin melupakan kejadian dimana
subjek ditimpa bahaya oleh seseorang dari jepang yang mengirimkan mahluk tidak
kasat mata untuk membahayakan dan menyakiti dirinya.

Kesan klinis : subjek memiliki perasaan bersalah yang terus menganggunya dan
mempunyai halusinasi.
XII. SIKAP TERHADAP KEMAMPUAN DIRI Penilaian
SENDIRI
2. Bila keadaan tidak menguntungkan bagi saya sedang sakit 0
17. Saya yakin bahwa saya mempunyai kemampuan untuk 0
menghadapi hidup dihari tua saya
32. Kelemahan saya yang terbesar adalah mudah mengalah 1
47. Bila mengalami nasib malang saya saya sedih 0
Rating 1
Kesimpulan / interpretasi : berdasarkan penilaian diatas dapat disimpulkan bahwa
subjek menyatakan dirinya mempunyai kelemahan yang sangat besar yaitu sifat
mudah mengalah.

Kesan klinis : subjek terbiasa untuk menahan perasaannya atau repressed emosinya.

XIII. SIKAP TERHADAP MASA LALU Penilaian


9. Waktu saya masih kecil saya biasa saja 0
24. Dahulu saya suka berteman 0
39. Andaikata saya muda kembali saya mau maju 1
54. Kenangan yang paling jelas dalam hidup saya dari masa 1
kanak-kanak saya sekolah supaya berhasil
Rating 1
Kesimpulan / interpretasi : berdasarkan penilaian diatas dapat disimpulkan bahwa
subjek menyesali dirinya karena tidak sekolah dan belajar dengan sungguh sungguh
karena subjek ingin sekali menjadi pribadi yang berhasil.

Kesan klinis : subjek merasakan penyesalan.


XIV. SIKAP TERHADAP MASA DEPAN Penilaian
5. Bagi saya hari depan lebih baik 0
20. Saya menantikan dengan penuh harapan hari selanjutnya 0
baik-baik saja
35. Pada suatu hari saya akan hidup dihari tua dengan 0
keluarga saya
[Link] saya sudah lebih tua saya hidup bahagia 0
Rating 0
Kesimpulan / interpretasi : berdasarkan penilaian diatas dapat disimpulkan bahwa
subjek memiliki harapan yang sangat positif untuk masa depannya karena subjek
ingin merasakan kebahagiaan dan hidup yang lebih baik dengan keluarganya.

Kesan klinis : subjek merasakan hidupnya tidak bahagia atau tidak baik baik saja.

XV. SIKAP TERHADAP CITA-CITA/ TUJUAN HIDUP Penilaian


3. Saya selalu mempunyai keinginan untuk maju 0
18. Saya dapat merasa betul-betul senang hidup saya dan 1
keluarga baik baik saya
33. Hasrat keinginan saya yang terpendam dalam hidup adalah 2
menjadi baik
49. Yang paling saya inginkan dari hidup saya hidup berhasil 2
Rating 2
Kesimpulan / interpretasi : berdasarkan penilaian diatas dapat disimpulkan bahwa
subjek mempunyai harapan yang positif untuk kehidupannya dimasa mendatang,
tetapi subjek menyatakan bahwa keinginan yang terpendam dalam hidupnya adalah
menjadi baik dan beranggapan jika hidupnya dan keluarga baik baik saja maka subjek
akan merasa betul – betul senang.
Kesan klinis : subjek mempunyai persepsi bahwa dirinya bukan sosok yang baik.

c) kesimpulan umum

Subjek mempunyai relasi yang kurang baik dengan ayah maupun ibunya,
subjek merasa jika dirinya selalu dituntut oleh orangtuanya untuk menguasai banyak
hal dan harus mengalah dari kakak dan adiknya, tidak adanya pujian yang diberikan
kepada subjek, tidak mendapatkan afeksi atau perhatian oleh kedua orangtua dan juga
pola komunikasi yang kurang efektif oleh subjek dengan sesama anggota keluarga,
sehingga menyebabkan munculnya hostile dan submissive pada diri subjek.

Lingkungan sosial subjek yang tidak terlalu ramah sehingga membuat subjek
mempunyai relasi yang kurang baik dengan teman – temannya baik dirumah ataupun
sekolah, dan juga seringnya mengalami penolakan oleh teman dan beberapa individu
yang subjek sukai, sehingga membuat subjek mempunyai anxiety atau rasa cemas
dalam menghadapi lingkungan sosialnya.

Subjek memiliki perasaan berdosa atas apa yang telah subjek lakukan dimasa
lalunya yaitu menjalin hubungan romantis dengan salah satu guru di tempat kursus
komputernya tanpa sepengetahuan orangtuanya, subjek melakukan hubungan seksual
dengan pasangannya dengan dasar takut akan kehilangan pasangannya dan akhirnya
memutuskan untuk menikah secara diam diam tanpa sepengetahuan keluarganya.
Subjek mengatakan bahwa pasangannya adalah satu-satunya orang yang memberikan
kasih sayang, membantu subjek, menerima subjek apa adanya, selalu menemani
dirinya dan menjaga dirinya.

Subjek memiliki delusi persekusi yaitu subjek percaya jika ada seorang
politikus berkewarganegaraan jepang yang sangat ingin menyakitinya dengan cara
mengirimkan mahluk tidak kasat mata atau makhluk halus, subjek meyakini bahwa
kepala yayasan dan beberapa keluarganya sudah dihasut dan menjadi bawahan
politikus jepang tersebut untuk mengurung dirinya diyayasan tersebut. subjek juga
memiliki halusinasi auditori seperti selalu mendengar suara – suara makhluk halus
yang mengatakan bahwa mereka akan menyakiti subjek, sehingga membuat subjek
mengalami pusing yang sangat sakit dan memulai suka memukul kepalanya atau
membenturkan kepalanya ke tembok dan terkadang menenggelamkan kepalanya di
baik air, selain itu subjek juga mengalami halusinasi visual yaitu subjek melihat
makhluk halus yang selalu mengganggu dan ingin menyakitinya.

Struktur Kepribadian :

a) Corak Respons : subjek cenderung ambivalent

b) Penyesuaian Emosional : subjek menggunakan Repression sebagai defense


mechanismnya

c) Kematangan Pribadi : subjek tidak mempunyai kepribadian yang matang atau


mature jika dilihat dari cara subjek berhadapan dengan permasalahannya.

d) Taraf Kesadaran : secara umum subjek memiliki tingkat kesadaran yang


belum baik karena masih preokupasi dengan delusi dan halusinasi tetapi
subjek mengakui akan kesalahan – kesalahan yang telah dibuat hingga
menimbulkan rasa penyesalan dan keinginan yang baik untuk masa depannya.

e) Cara mengungkapkan konflik : bila subjek dihadapkan di sebuah situasi yang


dimana subjek mengetahui bahwa hal tersebut tidak baik, subjek merasa takut
untuk mengkonfrontasi.

Anda mungkin juga menyukai