0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
103 tayangan6 halaman

Pengertian dan Jenis-Jenis Majas

Majas merupakan gaya bahasa yang mengubah makna kata secara tidak sebenarnya untuk menciptakan suasana yang lebih hidup. Terdapat beberapa jenis majas seperti majas perbandingan, sindiran, penegasan, dan pertentangan. Majas repetisi adalah salah satu jenis majas penegasan yang mengulangi kata, frasa, atau kalimat untuk mempertegas makna.

Diunggah oleh

khasanah rizal
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
103 tayangan6 halaman

Pengertian dan Jenis-Jenis Majas

Majas merupakan gaya bahasa yang mengubah makna kata secara tidak sebenarnya untuk menciptakan suasana yang lebih hidup. Terdapat beberapa jenis majas seperti majas perbandingan, sindiran, penegasan, dan pertentangan. Majas repetisi adalah salah satu jenis majas penegasan yang mengulangi kata, frasa, atau kalimat untuk mempertegas makna.

Diunggah oleh

khasanah rizal
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MAJAS

Pengertian Majas, Jenis-Jenis, dan


Contohnya, Lengkap!
Pengertian Majas
Majas adalah salah satu bentuk gaya bahasa untuk mendapatkan suasana dalam sebuah
kalimat agar semakin hidup. Mudahnya bisa kita pahami bahwa majas itu bisa menjadi
ungkapan yang bisa menghidupkan suatu kalimat. Majas melakukan penyimpangan
dari makna dari suatu kata yang biasa digunakan.
Contohnya seperti di awal artikel tadi, “tangan kanan”. Tangan kanan jika dilihat dari
makna sebenarnya ialah anggota tubuh manusia. Namun, dalam kalimat “Dia termasuk
tangan kanan Pak Budi”, maka makna anggota tubuh pun hilang. Makna “tangan
kanan” berubah menjadi orang kepercayaan.
Baca Juga: Pengertian dan Jenis-Jenis Konjungsi Antarkalimat

Jenis-Jenis Majas

Jenis majas yang ada dalam Bahasa Indonesia ada sangat banyak sekali. Tapi, di
artikel ini kita akan bahas beberapa saja ya yang sering muncul di pelajaran. Secara
umum, kita akan membahas macam-macam majas, di antaranya majas perbandingan,
majas sindiran, majas penegasan, dan majas pertentangan.

1. Majas Perbandingan
Majas perbandingan ini cukup banyak muncul di pelajaran sekolah, lho. Majas
perbandingan adalah majas yang membandingkan atau menyandingkan antara satu
objek dengan objek lainnya. Ada pun majas yang termasuk ke dalam majas
perbandingan, antara lain alegori, personifikasi, metafora, metonimia, asosiasi,
hiperbola, simile, antonomasia, pars pro toto, totem pro parte, dan eufimisme.
2. Majas Sindiran
Majas sindiran adalah majas yang ditujukan untuk menyatakan sesuatu dengan maksud
menyindir. Untuk jenis majas sindiran yang paling sering muncul di buku sekolah,
seperti majas ironi, sarkasme, dan sinisme.
3. Majas Penegasan
Majas penegasan adalah majas yang digunakan untuk menyatakan suatu hal secara
tegas. Nah, kalau untuk majas penegasan, di artikel ini nanti akan diberikan contoh dari
pleonasme, repetisi, retorika, aliterasi, metonomia, simbolik, dan paralelisme.
4. Majas Pertentangan
Selanjutnya, majas pertentangan adalah majas yang digunakan untuk mengekspresikan
suatu hal dengan cara mempertentangkan dengan hal yang lainnya. Nah, majas
pertentangan ini dibagi menjadi majas litotes, antitesis, dan paradoks.

Contoh Macam-Macam Majas

Sekarang, langsung saja kita masuk ke contoh dari macam-macam majas yang sudah
disebutkan di atas tadi ya.

Majas Perbandingan
1. Majas Alegori
Majas alegori adalah majas yang menyatakan dengan ungkapan kiasan atau
penggambaran.

Contoh: Hidup itu seperti roda berputar, kadang di atas, kadang pula di bawah.

2. Majas Personifikasi
Majas personifikasi adalah majas yang membandingkan antara manusia dengan benda
mati, seolah-olah benda tersebut memiliki sifat layaknya manusia.

Contoh: Deburan ombak memecah karang.

3. Majas Metafora
Majas metafora ini merupakan majas yang memakai analogi atau
perumpamaan terhadap dua hal yang berbeda.

Contoh: Anak itu dikenal sebagai kutu buku di kelasnya.

4. Majas Metonimia
Majas metonomia ini menyatakan suatu hal dengan memakai kata lain yang punya
keterkaitan (misalnya sebuah merek dagang).

Contoh: Jamaah haji Indonesia pergi ke Makkah menggunakan Garuda.

5. Majas Asosiasi
Majas asosiasi digunakan untuk membandingkan perasaan atau emosi dengan suatu
objek, simbol, atau situasi yang berbeda.

Contoh: Suara hujan mengingatkanku pada kesegaran dan ketenangan.

6. Majas Hiperbola
Majas hiperbola adalah majas yang menggunakan ungkapan yang berlebihan dan tidak
masuk akal.

Contoh: Dentuman itu menggelegar membelah angkasa.

Baca Juga: Macam-Macam Majas Perbandingan beserta Contohnya


7. Majas Simile
Majas simile adalah majas yang digunakan untuk membandingkan dua hal yang
berbeda, menggunakan kata ‘seperti’ atau ‘sebagai’.

Contoh: Kulitnya putih seperti salju.

8. Majas Antonomasia
Majas antonomasia biasanya menggunakan nama atau gelar yang mewakili orang atau
sesuatu yang lebih spesifik, untuk menyampaikan ide atau perasaan secara implisit.
Contoh: “Bapak Proklamator” mengacu pada Soekarno sebagai proklamator
kemerdekaan Indonesia.
9. Majas Pars Pro Toto
Majas pars pro toto adalah majas yang menggunakan sebagian unsur/objek untuk
menunjukkan keseluruhan objek.

Contoh: Dari tadi pagi, ia tak menampakkan batang hidungnya.

10. Majas Totem Pro Parte


Majas totem pro parte adalah majas yang mengungkapkan keseluruhan objek padahal
hanya sebagian objek saja.

Contoh: Indonesia mengalahkan Malaysia dalam pertandingan sepakbola tadi malam.


11. Majas Eufimisme
Majas eufinisme adalah majas yang menggunakan ungkapan lebih halus terhadap
ungkapan yang dirasa kasar atau merugikan.

Contoh: Saat ini sedang dibahas penyesuaian tarif tol.

Majas Sindiran
12. Majas Ironi
Majas sindiran ini digunakan dengan cara menyembunyikan fakta dan mengatakan hal
yang sebaliknya.

Contoh: Suaranya sangat merdu sekali seperti kaset kusut.

13. Majas Sarkasme


Majas sarkasme ini bisa dikatakan sebagai majas sindiran yang kasar.
Contoh: Putih benar wajah kamu, sampai bisa aku sendoki bedaknya.
14. Majas Sinisme
Majas sinisme ini lebih bersifat mencemooh atas ide atau pemikiran.

Contoh: Kamu sudah pintar ‘kan? Kenapa masih bertanya kepada aku?

Baca Juga: Macam-Macam Majas Sindiran beserta Ciri dan Contohnya

Majas Penegasan
15. Majas Pleonasme
Majas pleonasme adalah majas yang menambahkan keterangan pada kalimat yang
sudah jelas (sebenarnya tidak diperlukan).

Contoh: Dia sudah turun ke bawah.

16. Majas Repetisi


Majas repetisi ini merupakan majas pengulangan kata, frasa, atau klausa untuk
mempertegas maksudnya.

Contoh: Awas, tunggu kedatanganku besok! Tunggu!

17. Majas Retorika


Majas retorika ini berbentuk kalimat tanya, namun tidak memerlukan jawaban. Tujuan
kalimat tanya tersebut sebagai penegasan akan suatu hal.

Contoh: Siapa yang tidak ingin terlahir kaya raya?

18. Majas Aliterasi


Majas aliterasi adalah majas yang menggunakan pengulangan huruf konsonan pada
awal kata.

Contoh: Beli baju biru bersama Budi.


19. Majas Metonomia
Majas metonomia adalah majas yang menggunakan kata atau frasa untuk mewakili
suatu objek. Kata yang digunakan biasanya masih terkait dengan objek tersebut.

Contoh: Yonas dikenal sebagai anak kutu buku di sekolahnya.

20. Majas Simbolik


Majas simbolik adalah majas yang menggunakan simbol atau lambang untuk
mengekspresikan suatu ide atau perasaan.

Contoh: Mawar merah simbol dari cinta yang romantis.

21. Majas Paralelisme


Majas paralelisme adalah majas penegasan yang menggunakan pengulangan kata.
Pengulangan ini memiliki struktur, ritme, atau gaya yang sama untuk menekankan ide
atau perasaan.
Contoh: Siang hari adalah untuk bekerja, malam hari adalah untuk beristirahat.
Baca Juga: Macam-Macam Majas Penegasan beserta Ciri dan Contohnya

Majas Pertentangan
22. Majas Litotes
Majas litotes merupakan majas yang menggunakan ungkapan penurunan kualitas untuk
merendahkan diri.

Contoh: Silakan datang ke gubukku yang kumuh.

23. Majas Antitesis


Majas antitesis adalah majas yang menggunakan dua kata berlawanan untuk
mengungkapkan suatu pertentangan.

Contoh: Dia adalah cahaya dalam kegelapan, juga bayangan dalam cahaya.

24. Majas Paradoks


Majas paradoks adalah majas yang mengandung pertentangan antara kenyataan dengan
fakta yang ada, tapi pada kenyataannya mengandung kebenaran.
Contoh: Daerah ini tandus, tetapi penduduknya makmur.

MAJAS REPETISI
Pengertian Majas RepetisiMajas repetisi merupakan gaya bahasa

yang mengungkapkan pengulangan kata, frasa, atau klausa yang

sama untuk mempertegas makna dari kalimat atau wacana. Dalam

repetisi, pengulangan seluruh kata atau bentuk lain yang diulang

memiliki arti kata yang sama.


Pengertian Majas Repetisi
Repetisi berasal dari bahasa latin, repetitio yang berarti, re: kembali lagi dan petere:
mengarahkan, sehingga arti keseluruhan dari kata repetisi adalah pengulangan kembali. Majas
repetisi merupakan kelompok majas perulangan jika ditinjau dari bentuknya.
Namun, jika dilihat dari maknanya, majas repetisi digolongkan menjadi majas penegasan. Majas
repetisi merupakan gaya bahasa yang mengungkapkan pengulangan kata, frasa, atau klausa yang
sama untuk mempertegas makna dari kalimat atau wacana.

Contoh Majas Repetisi


 Sekarang, saat ini, detik ini juga aku harus mulai berubah menjadi dewasa.
 Heru berjanji akan terus berjuang, berjuang, dan terus berjuang demi kebahagiaan istri
dan anak-anaknya.
 Cinta adalah misteri. ...
 Dialah yang kutunggu, dialah yang kunanti, dan dialah yang kuharapkan.

Agar lebih jelasnya, berikut ini adalah 21 contoh kalimat majas repetisi.

1. Bung Karno adalah contoh, Bung Karno adalah panutan, Bung Karno adalah suri
teladan bagi kita semua.
2. Saat senang atau pun susah, sebaiknya kita sebagai seorang hamba harus senantiasa
bersyukur, bersyukur, dan senantiasa bersyukur kepada Tuhan, karena semua ini
hanya bersifat sementara.
3. Kegiatan menanam, sekali lagi menanam, adalah salah satu cara untuk menggalakkan
swasembada pangan.
4. Agama mana pun akan mengajarkan kebaikan dalam kehidupan manusia dengan
manusia, manusia dengan
5. lingkungan, dan manusia dengan Tuhan.
6. Untuk mencapai cita-citamu itu, satu hal yang harus kau ingat adalah belajar,
belajar, dan sekali lagi belajar.
7. Dia akan terus bekerja, bekerja, dan bekerja untuk melunasi hutang keluarganya
kepada rentenir.
8. Aku akan selalu bersamamu, selalu bersamamu, selalu bersamamu, dan akan
terus selalu bersamamu di setiap kehidupan yang Tuhan ciptakan.
9. Ketika tengah malam adik berteriak,”ibu, ibu, ibu” lantas aku pun memanggil ibu
untuk menolongnya.
10. Salah lagi, salah lagi, dan salah lagi. Begitu sulit sekali
11. menemukan penyelesaian dari soal kalkulus ini. Sungguh membuatku gelisah.
12. Sekarang, saat ini, detik ini juga aku harus mulai berubah menjadi dewasa.
13. Heru berjanji akan terus berjuang, berjuang, dan terus berjuang demi
kebahagiaan istri dan anak-anaknya.
14. Cinta adalah misteri. Cinta adalah kesetiaan. Cinta adalah kerinduan. Cinta
adalah pengorbanan.
15. Dialah yang kutunggu, dialah yang kunanti, dan dialah yang kuharapkan.
16. Sampai jumpa teman saya, sampai jumpa teman terbaik saya.
17. Aku cinta kamu, aku cinta kamu, aku rindu kamu.
18. Yang saya muliakan adalah politisi, yang saya muliakan adalah orang tua, yang
saya muliakan dari tamu undangan yang hadir.
19. Hilang itu kerinduan, hilang itu berat, hilang itu kesabaran.
20. Kesedihan adalah cobaan, kesedihan adalah ketabahan, kesedihan adalah
kebijaksanaan.
21. Rajin, rajin, dan rajin untuk mendapatkan hasil yang diinginkan.
22. Pemanasan global harus dicegah, dicegah, dan dicegah.
23. Jadilah optimis, optimis, dan tetap optimis dalam memulai perubahan perilaku
yang baik.
Dalam repetisi, pengulangan seluruh kata atau bentuk lain yang diulang memiliki arti kata yang
sama. Dengan demikian, makna dan acuan yang terkandung dalam kata pengulangan tersebut
pun sama, yang juga menandakan bahwa keseluruhan makna yang terbentuk di kalimat pertama,
kedua, ketiga, dan seterusnya sama.

Namun, bentuk pengulangan kata yang disajikan dapat digunakan untuk menunjukkan kuantitas
dan penegasan gagasan atau mungkin pula sekadar menambah nilai estetika. Inilah yang
membuat keseluruhan makna dari kata-kata yang diulang sama, tetapi akan memiliki kesan di
akhir pengulangan.

Menurut buku Ultralengkap Peribahasa Indonesia, Majas, Plus Pantun, Puisi, dan Kata Baku
Bahasa Indonesia yang ditulis oleh Nur Indah Sholikhati, majas repetisi adalah salah satu majas
penegasan yang menyatakan maksud dan tujuannya dengan pengulangan kata, frasa, atau klausa
dalam kalimat.
Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) versi Kemendikbud mendefiniskan repetisi sebagai gaya
bahasa yang menggunakan kata kunci yang terdapat di awal kalimat untuk mencapai efek
tertentu dalam penyampaian makna ulangan (sandiwara dan sebagainya).

Sementara itu, Rika Lestari dalam buku Ringkasan dan Pembahasan Soal Bahasa Indonesia
SMP menuliskan jika repetisi adalah majas yang melukiskan sesuatu dengan mengulang kata
atau beberapa kata berkali-kali. Ainia Prihantini turut memperjelas dalam Majas, Idiom, dan
Peribahasa Indonesia Superlengkap bahwa repetisi adalah majas berupa pengulangan kata atau
kelompok kata yang sama, dengan maksud menarik perhatian atau bersifat sebagai penegasan.
Majas repetisi juga bisa diartikan sebagai suatu cara memperkuat makna atau maksud dengan
mengulang kata atau bagian kalimat yang hendak diperkuat maksudnya tersebut.
Selanjutnya, ada pula yang mengartikan majas repetisi sebagai majas yang memuat pengulangan
berkali-kali terhadap kata atau kelompok yang sama untuk menegaskan maksud atau tujuan
dalam suatu kalimat. Namun, seperti yang telah disebutkan sebelumnya, majas repetisi menjadi
bagian dari majas penegasan.

Majas penegasan sendiri merupakan gaya bahasa yang menggunakan kata-kata berkias dan
menyatakan penegasan untuk meningkatkan pengaruh dan kesan kepada pendengar atau
pembaca. Gaya bahasa yang disebut dengan majas pengulangan itu juga bertujuan untuk
meningkatkan pengaruh kepada pembaca untuk menyetujui ujaran atau kejadian.

Anda mungkin juga menyukai