BAB IV
PENYAJIAN DAN ANALISI DATA
A. Diskripsi Lokasi Penelitian
Penelitian ini dilakukan di MAN 4 Banjar yang beralamat di Jalan
Pendidikan No. 31, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan,
pada semester ganjil Pada periode 2018/2019 yang menjadi kepala Sekolah MAN
4 Banjar adalah Bapak Drs. Syamsudin.
1. Sejarah singkat MAN 4 Banjar
Sekolah MAN 4 Banjar didirikan pada tahun 1981. MAN 4 Banjar
adalah sekolah Negeri dengan status kepemilikan milik pemerintah
pusat. MAN 4 Banjar terletak di jalan Pendidikan No. O1 Martapura
kelurahan sungai pering kecamatan Martapura Kota kabupaten Banjar
provinsi Kalimantan Selatan. Telpon 0511-4721327. Nilai akreditasi
MAN 4 Banjar yaitu A.
Saat ini MAN 4 Banjar memiliki jumlah tenaga kerja 55 orang
yang terdiri 32 guru PNS, 10 orang guru non PNS, 1 kepala sekolah,
TU PNS 5 orang, TU non PNS 4 orang dan cleaning service 4 orang.
Jumlah siswa di MaN 2 Martapura yaitu untuk kelas X sebanyak 235
orang, kelas XI sebanyak 209 orang dan kelas XII sebanyak 223
orang.
55
56
Tabel. 4.1 Nama-nama Kepala Sekolah
No. Nama Tahun
1. Drs. H. Marzuki 1982-1988
2. Drs. H. Radiansyah 1988-1990
3. Drs. H. M. Rusdi 1990-1995
4. Drs. H. Abdul Fatah S 1995-1999
5. H. Abdul Ghani, Lc 1999-2003
6. Drs. H. M. Mursyidi 2003-2004 (Pjs)
7. Drs. Anwar Zarkasi, SH 2004-2005
8. Drs. H. Fauzan Abidin 2007-2008
9. Drs. Anwar Zarkasi, SH, [Link] 2008-2015
10. Drs. Syamsudin 2015-Sekarang
2. Identitas Madrasah
Madrasah Aliyah Negeri 4 Banjar berada di bawahan naungan
Kementrian Agama dan berstatus sebagai lembaga pendidikan Negeri,
dengan Identitas sebagai berikut:
Nama Madrasah : Madrasah Aliyah Negeri 4 Banjar (MAN 4
Banjar)
NPSN : 30208801
Jalan : JL. Pendidikan No.31
Desa/Kelurahan : Sungai Paring
57
Kecamatan/Kota : Martapura
Kab : Banjar
Provinsi : Kalimantan Selatan
Nomor Telepon/Fax : 05114721327
Akreditasi :A
3. Visi dan Misi
Visi dan Misi MAN 4 Banjar adalah “Terwujudnya Madrasah Aliyah
yang Islami, Unggul dalam Prestasi, Berbudaya, Peduli, dan Berwawasa
Lingkungan”
Untuk mewujudkan visi tersebut, disusunlah misi MAN 4 Banjar,
yaitu:
a. Meningkatkan Penghayatan dan pengamalan ajaran agama Islam.
b. Meningkatkan proses pembelajaran yang efektif, kreatif, dan inovatif.
c. Meningkatkan kualitas pengamalan ilmu dalam kehidupan sehari-hari.
d. Meningkatkan pembiasaan siswa dalam berakhlaqul karimah.
e. Memotovasi siswa agar menggali potensi diri untik dikembangkan
secara optimal.
f. Meningkatkan prestasi siswa dalam kompetisi.
g. Menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.
h. Meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan partisipasi siswa dalam
upaya pelestarian lingkungan hidup, pencegahan pencemaran dan
pencegahan kerusakan lingkungan hidup.
58
4. Tujuan
Adapun Tujuan MAN 4 Banjar, yaitu:
a. Terciptanya manusia Islami di lingkungan Madrasah.
b. Tercapainya tingkat kelulusan UN hingga 100%.
c. Meningkatnya pengamalan ilmu dalam ibadah mahdhoh dan ibadah
sosial.
d. Terbentuknya karakter siswa berakhlaqul karimah.
e. Terbentuknya klub-klub yang efektif dan kompetitif dalam setiap
bidang ekstrakurikuler.
f. Tercapainya prestasi terbaik pada bidang intra dan ekstrakurikuler di
tingkat kabupaten, provinsi, dan nasional.
g. Meningkatnya kualitas dan kuantitas output sehingga diterima di
PTN/PTS favorit di Indonesia dan dunia kerja.
h. Meningkatnya pengetahuan siswa tentang usaha perlindungan dan
Pengelolaan Partisipasi Hidup (PPLH).
i. Meningkatnya partisipasi siswa dalam kegiatan Perlindungan dan
Pengelolaan Lingkungan Hidup secara optimal.
j. Terbentuknya karakter siswa yang peduli terhadap pelestarian
lingkungan hidup.
k. Tercapainya prestasi pada lomba Madrasah Sehat Tingkat Nasional.
l. Tercapainya Adiwiyata Nasional.
59
5. Pendidik dan Tenaga Pendidik
Pendidik di MAN 4 Banjar, yaitu:
Tabel 4.2 Nama-nama Pendidik dan Tenaga Pendidik
No. Nama NIP Jabatan
19641024 199403 1 002
1 Drs. Syamsudin, MM Kepala Madrasah
2 Ernawati, [Link]. MM 19621019 199201 2 001 KAUR TU
3 Dra. Fatmawaty 19651017 199403 2 001 Guru
4 Dra. Masriah 19671107 199303 2 006 Guru
5 Dra. Sumarmi 19661222 199503 2 001 Guru
6 Drs. Fauzani, [Link] 19680722 199403 1 008 Guru
7 Tahniah, [Link] 19611218 198603 2 002 Guru
8 Nor Efansyah, S. Pd 19700905 199703 1 002 Guru
9 Zahrani, S. Ag 19700615 199903 1 004 Guru
10 Nurul Huda, S. Pd 19700714 199803 2 002 Guru
11 Siti Fauziah, S. Pd 19670623 199803 2 002 Guru
12 Siti Masriah, S. Pd 19671111 199903 2 002 Guru
13 Dra. Hj. Ramilda 19650122 199303 2 001 Guru
14 Dra. Hj. Normayani 19640118 198911 2 001 Staff TU
Hj. Rusyaidah Yurliani. Bendahara
19711001 199103 2 001
15 [Link] Pengeluaran
16 Megawati, S. Ag 19770711 200212 2 011 Bahasa Asing
Dra. Hj. Muhsinah, S.
19660626 200312 2 002
17 Pd Guru
18 Faridah, S. Pd 19690825 200501 2 007 Guru
19 Hj. Mulhimah, S. Pd 19721228 200501 2 006 Guru
20 Noor Masitah, S. Pd 19700109 200501 2 005 Guru Matematika
21 Wisnamahyuliana, S. Pd 19740417 200501 2 005 Guru
22 Zakiah, S. Ag 19730525 200501 2 002 Guru
23 Hj. Kartinah 19670218 198803 2 001 Guru
24 Ahyani, S. Pd. I, MA 19790701 200501 1 009 Waka Kurikulum
25 Akhmadi, S. Pd 19740205 200604 1 015 Guru
Muhammad Zaini, S.
26 Pd. I 19790505 200710 1 005 Guru
27 Salmi Elia,[Link].I 19770620 200710 1 002 Guru
60
28 Husin, S. Pd. I 19791001 200710 1 002 Guru
Muhammad Bahasa Inggris
19800927 200710 1 001
29 Bariqurrahman, [Link].I (Bahasa )
Darmansyah, S. Ag, S.
19750817 200710 1 002
30 Pd. I Guru
M. Fahmi Wardani, S.
19620518 200701 1 009
31 Pd Guru Pertama
32 Magdalena, [Link].I 19780303 200710 2 001 Guru
33 Dra. Anugerah Haryani 19630321 201411 2 001 Guru
Dra. Hj. Hesti
19630326 199003 2 005
34 Darmawati Guru
35 Ahyani, [Link] 19801005 200710 1 003 Guru Matematika
36 Ainun Jariah, [Link] 19750503 200312 2 002 Guru
37 Ruhana, [Link], [Link].I 19741110 200701 2 034 Guru
38 Hasan Hamari Efendi 19720120 201411 1 001 Petugas Keamanan
39 Asmiyah, S. Pd - Guru
Sastra Indonesia
Asni Farina, M. Pd
40 - (Bahasa )
41 Dra. Siti Badariah - Guru
42 Kiki Riswandi, S. Pd - Guru
43 Mainani, [Link] - Guru
44 Mislawati, S. Ag - Guru
45 Tarbiyah, [Link].I - Guru
Desyi Rusmalianti
46 Bandi, SE - Guru
47 Siti Fatimah, S. Ps.I - Guru
48 Siti Saariah, [Link] - Guru
49 Noor Handayani. [Link] - Staff TU
50 Rizki Nurachman - Staff TU
Iswatun Hasanah, Amd,
51 Kep - Staff UKS
52 Maslihudin - Staff TU
53 Reno Saputra, [Link] - Guru
54 Zikrur rahman, [Link] - Staff TU
55 Ismail - Petugas Keamanan
56 Taufik - Petugas Kebersihan
57 Selamat - Petugas Kebersihan
61
6. Keadaan Peserta Didik
Tabel 4.3 Keadaan Peserta Didik di MAN 4 Banjar
No. Kelas Jumlah
1. X (Sepuluh) 8
XI (Sebelas) 8
XI IPA 3
XI IPS 2
2
XI Bahasa 1
XI MAPK Putra 1
XI MAPK Putra 1
3 XII 7
XII IPA 2
XII IPS 3
XII Bahasa 1
XII MAPK Putra/Putri 1
7. Sarana dan Prasarana
Tabel 4.4 Fasilitas yang ada di MAN 4 Banjar
No. Sarana/Prasarana Jumlah Kondisi
1. Kantin 5 Baik
2. Lapangan 3 Baik
3. Mushalla 1 Baik
4. Aula 1 Baik
5. UKS 1 Baik
6. Laboratorium 3 Baik
7. Perpustakaan 1 Baik
8. Ruang Kelas 23 Baik
9. Ruang Guru 5 Baik
10. WC 10 Baik
62
B. Penyajian Data
Data yang akan disajikan adalah data tentang pembelajaran Aqidah di
MAN 4 Banjar, serta faktor-faktor penghambat pembelajaran Aqidah di MAN 4
Banjar. Data-data yang akan penulis sajikan merupakan data dari hasil,
wawancara dan observasi kepada guru serta sebagian siswa MAN 4 Banjar.
Seluruh data yang penulis dapatkan akan disajikan dalam bentuk deskriptif
yaitu dengan mengemukakan data yang diperoleh kedalam bentuk penjelasan
melalui uraian kata sehingga menjadi kalimat yang padu dan mudah dipahami.
Agar data yang disajikan lebih terarah dan memperoleh gambaran yang
jelas dari hasil penelitian, maka penulis menjabarkan menjadi dua bagian
berdasarkan urutan permasalahannya yaitu, sebagai berikut:
1. Data Tentang Penggunaan Media Dalam Pembelajaran Aqidah
Akhlak pada Materi Akhlak Terpuji di MAN 4 Banjar.
a. Perencanaan Media Pembelajaran Aqidah Akhlak Pada Materi
Akhlak Terpuji Di MAN 4 Banjar.
Pembelajaran yang efektif memerlukan perencanaan yang baik. Media
yang akan digunakan dalam proses pembelajaran itu juga memerlukan
perencanaan yang baik. Meskipun demikian, kenyataan di lapangan menunjukkan
bahwa seorang guru memilih salah satu media dalam kegiatannya di kelas atas
dasar pertimbangan antara lain, ia merasa sudah akrab dengan media tersebut
(papan tulis atau proyektor transparansi), ia merasa bahwa media yang dipilihnya
dapat menggambarkan dengan lebih baik daripada dirinya sendiri, misalnya
diagram pada flip chart, atau media yang dipilihnya dapat menarik minat dan
perhatian siswa, serta menuntunnya pada penyajian yang lebih terstruktur dan
63
terorganisasi. Pertimbangan ini diharapkan oleh guru dapat memenuhi
kebutuhannya dalam mencapai tujuan yang telah ia tetapkan.
Berdasarkan analisis peneliti terhadap rencana pelaksanaan pembelajaran
RPP oleh guru yang bersangkutan, tentang perencanaan penggunaan media dalam
pembelajaran aqidah akhlak pada materi akhlak terpuji dalam proses
pembelajarannya siswa diajarkan tentang akhlak yang baik dalam berpakaian,
berhias, perjalanan, bertamu dan menerima tamu dengan melihat video perilaku
orang yang menerapkan akhlak (adab) berpakaian, berhias, perjalanan, bertamu
dan menerima tamu yang didasarkan pada petunjuk ayat-ayat al-Qur”an dan
Hadist Nabi melalui media proyektor. Kemudian pembelajaran dilanjutkan
dengan membaca ayat-ayat dan hadis terkait dengan akhlak (adab) berpakaian,
berhias, perjalanan, bertamu dan menerima tamu.
Dalam proses pembelajaran ini guru menggunakan buku pedoman guru
mapel Akidah Akhlak MA, Kemenag RI 2014, buku pegangan siswa Mapel
Akidah Akhlak MA Kemenag RI 2014, Al-Qur’an dan terjemahannya, buku
penunjang lainnya yang relevan, media cetak dan elektronik yang sesuai dengan
materi (LCD / Proyektor) serta lingkungan sekitar yang mendukung.
Hasil yang didapati peneliti ketika melakukan observasi dan wawancara
serta didukung oleh dokumen-dokumen yang berkaitan dengan fokus
permasalahan, menunjukan adanya temuan. Temuan tersebut terkait dengan
tentang bagaiamana perencaan penggunaan media pembelajaran aqidah akhlak
pada materi adab bertamu di MAN 4 Banjar. Berikut uraian mengenai bagaimana
64
perencanaan penggunaan media dalam pembelajaran aqidah akhlak pada materi
adab bertamu di MAN 4 Banjar.
1) Memilih media yang tepat
Pemilihan media yang tepat tentu akan menunjang proses pembelajaran,
media yang tepat akan menyampaikan informasi yang jelas kepada siswa.
Data tersebut sesuai dengan pernyataan Ibu Zakiah, [Link] selaku guru
aqidah akhlak kelas XI Agama ketika diwawancara beliau mengatakan bahwa
“sebelum memulai proses pembelajaran, biasanya saya terlebih dahulu memilih
media apa yang tepat untuk digunakan dalam pembelajaran, karena pemilihan
media merupakan hal yang penting, dan dalam pemilihan media ini biasanya saya
menyesuaikan dengan materi yang hendak saya sampaiakan.”
Hal serupa juga disampaikan oleh Bapak Zahrani,[Link] selaku guru aqidah
akhlak kelas XI IPA, beliau mengatakan bahwasanya “dalam menggunakan media
sebagai alat bantu dalam menyampaikan materi pelajaran, saya biasanya
menyesuaikan terlebih dahulu media yang hendak digunakan dengan materi yang
akan disampaikan. Sehingga dengan begitu akan lebih memudahkan siswa dalam
memahami pelajaran yang saya sampaikan dengan banrtuan media sebagai alat
dalam proses pembelajaran.
2) Menyiapkan media yang hendak dipakai
Efektivitas media pembelajaran tergantung pada persiapan media itu
sendiri, media yang sudah disiapkan dengan baik tentu akan menunjang proses
pembelajaran.
65
Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan guru aqidah akhlak
perencenaan penggunaan media yang dilakukan beliau terkait dengan media
pembelajaran adalah menyiapkan terlebih dahulu bahan ajar atau materi ajar,
media itu sendiri, media bisa dibuat atau memakai yang ada. Data tersebut
didukung dengan pernyataan Ibu Zakiah, [Link] selaku guru aqidah akhlak kelas XI
Agama, beliau mengatakan bahwa: “persiapan media pembelajaran materi aqidah
akhlak (Akhlak Bertamu) ini adalah dengan mendownload terlebih dahulu video
tentang akhlak bertamu”.
Berbeda halnya dengan Bapak Zahrani, [Link], selaku guru aqidah akhlak
kelas XI IPA, beliau mengatakan bahwa: “dalam menyiapkan media pembelajaran
aqidah akhlak (akhlak bertamu) saya lebih kepada menampilkan slide atau gambar
yang menjelaskan tentang akhlak bertamu, dan kemudian saya meminta siswa
untuk mempraktikkan materi akhlak bertamu”
b. Data Tentang Pelaksanaan Media Dalam Pembelajaran Aqidah
Akhlak pada Materi Akhlak Terpuji di MAN 4 Banjar.
Secara umum tujuan penggunaan media pembelajaran adalah membantu
guru dalam menyampaikan pesan-pesan atau materi pelajaran kepada siswanya,
agar pesan lebih mudah dimengerti, lebih menarik, dan lebih menyenangkan
kepada siswa. Sedangkan secara khusus media pembelajaran digunakan dengan
tujuan:
1) Memberikan pengalaman belajar yang berbeda dan bervariasi sehingga
merangsang minat siswa untuk belajar.
66
2) Menumbuhkan sikap dan keterampilan tertentu dalam bidang
teknologi
3) Menciptakan situasi belajar yang tidak mudah dilupakan oleh siswa
4) Untuk mewujudkan situasi belajar yang efektif
5) Untuk memberikan motivasi belajar kepada siswa
Berdasarkan hasil yang didapat peneliti ketika melakukan observasi dan
wawancara serta didukung oleh dokumen-dokumen yang berkaitan dengan fokus
permasalahan, menunjukan adanya beberapa temuan .
Temuan tersebut terkait dengan penggunaan media pembelajaran Aqidah
Akhlak pada Materi Akhlak Terpuji di MAN 4 Banjar. Berdasarkan hasil
wawancara dan observasi yang peneliti lakukan didadapat bahwa media yang
digunakan oleh guru aqidah akhlak adalah.
1) Media audio visual
Berdasarkan analisis peneliti terhadap rencana pelaksanaan pembelajaran
RPP oleh guru yang bersangkutan, tentang perencanaan penggunaan media dalam
pembelajaran aqidah akhlak pada materi akhlak terpuji guru lebih menggunakan
media berupa LCD dengan menampilkan video animasi tentang perilaku orang
yang menerapkan akhlak (adab) bertamu dan menerima tamu yang didasarkan
pada petunjuk ayat-ayat al-Qur”an dan Hadist Nabi pada saat memulai
pembelajaran. Kemudian pembelajaran dilanjutkan dengan membaca dan
menjelaskan kandungan ayat dan hadis terkait dengan akhlak (adab) bertamu dan
menerima tamu.
Sambil menyaksikan dan menyimak tayangan video pada layar LCD guru
meminta siswa untuk mengumpulkan informasi tentang akhlak (adab) bertamu
dan menerima tamu, kemudian setelah tayangan selesai siswa diminta untuk
berdiskusi kelompok untuk membahas hasil temuan tentang akhlak (adab)
67
bertamu dan menerima tamu lalu mempresentasikan hasil temuan dan
perbandingan orang yang berpegang pada akhlak (adab) bertamu dan menerima
tamu yang didasarkan pada petunjuk ayat-ayat al-Qur’an dan Hadis Nabi dengan
mereka yang mengingkarinya. Kemudian guru mempresentasikan kesimpulan
yang telah dirumuskan dari hasil temuan kelompok dan memberikan kritik serta
apresiasi terhadap kelompok.
Data tersebut sesuai dengan hasil observasi oleh peneliti terhadap
pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan oleh guru mata pelajaran Akidah
Akhlak. Guru menggunakan media Audio visual berupa LCD ini berdasarkan
hasil wawancara yang peneliti lakukan dengan Ibu Zakiah, [Link] yang mengatakan
bahwa “untuk aqidah akhlak sendiri sebenarnya media yang dapat digunakan itu
bervariasi, tetapi disini saya menggunakan media LCD karena cocok untuk materi
tentang akhlak bertamu dengan menampilkan video akhlak (adab) bertamu dan
menerima tamu yang baik sesuai anjuran Rasulullah SAW.”
Hal serupa juga disampaikan oleh Bapak Zahrani, [Link] selaku guru akdah
akhlak kelas XI IPA yang mengatakan bahwa “untuk mata pelajaran aqidah
akhlak sebenarnya sangat banyak media yang bisa digunakan dalam
menyampaikan materi, tetapi saya merasa lebih mudah dan cocok menggunakan
LCD sesuai dengan materi Akhlak bertamu dan menerima tamu dengan
menampilkan video tentang akhlak bertamu dan menerima tamu, dengan begitu
siswa akan lebih mudah dalam memahami pelajaran yang saya sampaikan dan
suasana pembelajaran jadi tidak membosankan”.
2) Media Visual
Guru menggunakan media visual dengan menampilkan beberapa gambar
yang berhubungan seputar materi pembelajaran dipapan tulis.
Data tersebut sesuai dengan wawancara yang penulis lakukan dengan Ibu
Zakiah, [Link] yang mengatakan bahwa “selain menggunakan LCD, saya juga
menggunakan papan tulis sebagai pelengkap media saya, fungsinya untuk
68
menempel gambar yang berkaitan dengan materi pembelajaran, selain itu juga
saya gunakan untuk menampung pertanyaan dari murid”
Data ini juga didukung oleh apa yang dikatakan Bapak Zahrani, [Link],
beliau mengatakan bahwa “dalam memberikan pembelajaran, saya tidak hanya
menggunakan LCD saja sebagai media dalam penyampaian materi sya, tetapi
terkadang saya juga menggunakan papan tulis yang ada di kelas sebagai media
saya dalam memberikan pembelajaran kepada siswa. Papan tulis ini bisanya saya
gunakan untuk menempelkan gambar-gambar ataupun hal lainnya yang masih
berhubungan dengan materi pembelajaran.
c. Data Tentang Evaluasi Penggunaan Media Dalam Pembelajaran
Aqidah Akhlak pada Materi Akhlak Terpuji Kelas XI di MAN 4
Banjar
Berdasarkan hasil yang didapat peneliti ketika melakukan observasi dan
wawancara serta didukung oleh dokumen-dokumen yang berkaitan dengan fokus
permasalahan, menunjukan adanya beberapa temuan.
Temuan tersebut terkait dengan evaluasi penggunaan media dalam
pembelajaran aqidah akhlak pada meteri akhlak terpuji di MAN 4 Banjar.
Evaluasi tersebut dilakukan oleh guru aqidah akhlak sebelum menutup pelajaran
dan diluar jam pelajaran, evaluasi sebelum menutup pelajaran berupa pertanyaan-
pertanyaan terkait materi yang sudah diajarkan. Evaluasi yang dilakukan oleh
guru aqidah akhlak yang pertama adalah ketika pembelajaran berlangsung yaitu
dengan menanyakan kembali pelajaran yang sudah diajarkan guna mengetahui
tingkat pemahaman siswa, dan dari jawaban siswa itu guru dapat mengetahui apa
69
yang kurang dengan media yang digunakan atau seberapa efektif media dalam
memahamkan materi pembalajaran yang disampaikan.
Kemudian Guru memberikan evaluasi dengan membagikan soal tertulis.
Guru menjelaskan terlebih dahulu cara menjawab soal, waktu menjawab soal
(tertulis) selama ±10 menit. Saat siswa menjawab soal guru mengawasi siswa
bekerja. Setelah selesai menjawab soal, guru mempersilahkan kepada siswa untuk
mengumpulkan lembar soal beserta jawabannya ke meja guru kemudian
mengoreksi bersama siswa dengan membagikan lagi lembar jawaban siswa
kepada teman lain yang bukan pemiliknya untuk mengoreksikan lembar jawaban
temannya.
Hal ini sesuai dengan pernyataan Ibu Zakiah, [Link] dan Bapak Zahrani,
[Link] yang menyatakan “untuk evaluasi pembelajaran saya lakukan sebelum
menutup pembelajaran yakni dengan menanyakan kembali seputar materi
pembelajaran, terkadang juga terdapat komentar dari siswa mengenai video yang
saya tampilkan seperti gambar yang buram, suara yang kurang jelas”.
2. Faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan media dalam
pembelajaran Aqidah Akhlak pada materi Akhlak Terpuji kelas XI di
MAN 4 Banjar.
Berdasarkan hasil yang didapat peneliti ketika melakukan observasi dan
wawancara serta didukung oleh dokumen-dokumen yang berkaitan dengan fokus
permasalahan, menunjukan adanya beberapa temuan.
70
Temuan tersebut terkait dengan masalah faktor-faktor yang mempengaruhi
penggunaan media dalam pembelajaran aqidah akhlak pada materi akhlak terpuji
di MAN 4 Banjar. Faktor-faktor tersebut adalah:
d. Faktor Pendukung
1) Pengalaman mengajar
Berdasarkan hasil wawancara kepada guru aqidah akhlak pengalaman
mengajar Ibu Zakiah, [Link], sudah mengajar sejak tahun 2005 dan pernah
mengikuti Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Teknik Fungsional Peningkatan
Kompetensi Guru Mata Pelajaran, beliau juga berpartisipasi sebagai peserta pada
Workshop Kurikulum 2013 Bagi Guru Madrasah Se Kabupaten Banjar dan
peserta Pelatihan Jurnalistik Bagi Guru dan Siswa MAN 2 Martapura serta telah
mengikuti Bimtek Pemberdayaan MGMP Madrasah Aliyah Provinsi Kalimantan
Selatan.
Adapun Bapak Zahrani, [Link], beliau sudah mengajar sejak tahun 1999.
Beliau pernah mengikuti dan dinyatakan lulus dalam Pendidikan dan Pelatihan
(Diklat) Teknis Substantif Peningkatan Kompetensi Penilaian Kinerja Guru
(PKG) dan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) dan mengikuti
Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Teknis Substantif Guru Aqidah Akhlak
Madrasah (MA).
2) Penguasaan guru terhadap media pembelajaran
Berdasarkan hasil observasi yang peniliti lakukan pada mata pelajaran
Aqidah Akhlak materi sholat, penguasaan guru terhadap media pembelajaran
dengan memanfaatkan LCD dan papan tulis sudah sangat baik, terbukti
71
berdasarkan yang peneliti amati guru dalam melaksanakan pembelajaran materi
Akhlak Terpuji di kelas XI beliau menggunakan LCD dalam menayangkan
animasi anak dalam Akhlak Bertamu selagi siswa memperhatikan tayangan
tersebut belian menjelaskan setiap hal-hal penting mengenai Akhlak Bertamu.
tentunya hal ini juga dipengaruhi pengalaman beliau dalam mengajar kurang lebih
sudah 16 tahun yang dimulai sejak tahun 2003.
3) Adanya persiapan sebelum menggunakan media
pembelajaran
Mempersiapkan media yang ingin digunakan menjadi hal yang penting
untuk dilakukan, karena jika media yang digunakan itu tidak siap dipakai ketika
proses pembelajaran, tentunya hal ini akan mengurangi keefektivitasan media
pembelajaran itu sendiri. Dalam hal ini yang dirugikan adalah proses
pembelajaran, karena penyampaian informasi dari media pembelajaran menjadi
tidak jelas.
Data tersebut juga didukung dengan pernyataan Ibu Zakiah, [Link] dan
Bapak Zahrani, [Link] yang mengatakan “yang tidak kalah penting menurut saya
adalah mempersiapakan media pembelajaran yang hendak diapakai, karena kalau
medianya siap, tentu hal itu juga akan menunjang proses pembelajaran”
4) Adanya sarana dan prasarana
Sarana dan prasarana yang lengkap akan menunjang proses pembelajaran,
dan akan menunjang penggunaan media pembelajaran, dengan sarana yang
lengkap guru akan lebih leluarsa memilih media apa yang akan digunakan dalam
pembelajaran.
72
MAN 4 Banjar mempunyai media pembelajaran berupa speaker yang
berada dibeberapa kelas, hal ini disampaikan oleh Bapak Drs. Syamsudin selaku
kepala sekolah MAN 4 Banjar yang mengatakan “untuk media audio MAN 4
Banjar punya beberapa speaker, untuk pelajaran aqidah akhlak media yang biasa
digunakan oleh Ibu Zakiah dan Bapak Zahrani biasanya LCD”.
e. Faktor Penghambat
1) Kurangnya minat guru dalam penggunaan media
Seorang guru yang kurang memanfaatkan media dengan suatu
pembelajaran akan berdampak buruk bagi peserta didik dan guru dianggap gagal
atau kurang berhasil dalam mendidik, karena materi yang diberikan kurang
dipahami oleh peserta didik.
Guru tidak dapat menggunakan media dalam satu bahan saja, misalnya
hanya memakai buku. Guru harus memakai lebih dari satu media agar lebih
efektif dalam pembelajaran, misalnya buku, spidol, penghapus, dan papan tulis.
2) Terbatasnya media yang ada
Ketersediaan media merupakan faktor penting dalam upaya guru
memaksimalkan keberhasilan tujuan pembelajarannya. Media yang terbatas akan
menjadi kendala yang berarti bagi seorang guru dalam aktifitas pembelajaran.
Keterbatasan media tentu akan menghambat proses pembelajaran dan
penggunaan media itu sendiri, tentunya guru tidak bisa leluasa dalam
menggunakan media pembelajaran. Terlebih jika ada beberapa orang guru yang
ingin menggunakan media tersebut secara bersamaan tentunya harus bergantian
73
Hal ini juga sesuai dengan pernyataan kepala sekolah Bapak Drs.
Syamsudin yang menyatakan bahwa “karena LCD disini terbatas jadi harus
gantian juga”
Setiap siswa mempunyai kecenderungan untuk selalu berintegrasi dengan
sesuatu yang ada di lingkungan sekitar. Dalam hal ini, media yang disampaikan
guru merupakan suatu karakteristik efektif yang dapat mempengaruhi proses
belajar mengajar sehingga dapat dilihat langsung hasilnya antara yang
memberikan respon positif dan negative terhadap apa yang disampaikan oleh
guru. Karena keterbatasan tersebut, berpengaruh terhadap pemahaman siswa
mengenai materi pembelajaran, sulit bagi guru menyampaikan materi
pembelajaran tanpa menggunakan media pembelajaran sehingga tujuan
pembelajaran sulit tercapai.
3) Keadaan siswa
Faktor penghambat juga datang dari siswa itu sendiri, keadaan siswa yang
kurang baik tentu juga mengganggu proses pembelajaran seperti siswa yang
terlambat, siswa yang suka bercanda ketika proses pembelajaran, bahkan siswa
yang sedang sakit. Oleh karena itu, guru harus menggunakan media pembelajaran
yang sesuai dengan karakteristik siswa di kelas.
Berdasarkan hasil wawancara yang penulis lakukan dengan Ibu Zakiah dan
Bapak Zahrani beliau mengatakan “faktor penghambat juga terkadang datang dari
siswa itu sendiri, seperti datang terlambat, suka bercanda ketika belajar sehingga
penggunaan media menjadi kurang efektif tanpa pengawasan dari guru”.
74
C. Analisis Data
Berdasarkan hasil dari penelitian yang dikemukakan pada penyajian data,
langkah berikutnya adalah analisis data Setelah semua data disajikan, maka
langkah selanjutnya adalah melakukan analisis terhadap semua data yang
berkenaan dengan penggunaan media media dalam pembelajaran aqidah akhlak
materi adab bertamu di MAN 4 Banjar dan faktor-faktor yang mempengaruhi
penggunaan media pembelajaran, sebagai berikut ;
1. Penggunaan Media Dalam Pembelajaran Aqidah Akhlak Materi Adab
Bertamu di MAN 4 Banjar
Penggunaan media pembelajaran menurut taksonomi Leshin dan kawan-
kawan dapat dibagi menjadi :a) media berbasis manusia (guru, instruktur, tutor,
main peran, kegiatan kelompok), b) media berbasis cetakan (buku penuntun, buku
kerja / latihan, dan lembaran lepas), c) media berbasis visual (buku, chart, grafik,
peta, figur / gambar, transparansi, film bingkai atau slide), d) media berbasis audio
visual (video, film, slide bersama tape, televisi) dan media berbasis komputer
(pengajaran dengan bantuan komputer dan video interaktif)
Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan pada tanggal 12 November
2018 dengan guru mata pelajaran aqidah akhlak maka dapat diketahui bahwa
media pembelajaran aqidah akhlak yang digunakan pada materi adab bertamu
adalah media audio visual berupa LCD dan laptop, media visual berupa papan
tulis. Untuk membuat siswa tetap terfokus dalam pembelajaran guru juga
menggunakan metode demonstrasi dengan mempraktikan langsung sholat
tersebut, setelah itu mengetahui lebih lanjut bagaimana penggunaan media media
dalam pembelajaran aqidah akhlak materi adab bertamu di MAN 4 Banjar:
75
a. Perencanaan Penggunaan Media Dalam Pembelajaran Aqidah
Akhlak Materi Adab Bertamu Di MAN 4 Banjar:
Berdasarkan penyajian data diatas hasil penelitian yang penulis peroleh
melalui hasil observasi wawancara tanggal 12 November 2018 dengan Ibu Zakiah
dan Bapak Zahrani dapat diketahui bahwa perencanaan penggunaan media
pembelajaran aqidah akhlak materi adab bertamu di MAN 4 Banjar, diantaranya:
1) Memilih media yang tepat dan menyiapkan media yang dipakai.
Apabila dilihat dari bentuknya, jenis-jenis pemilihan media pada
dasarnya dapat dikelompokan menjadi tiga model, yaitu :
1. Model flowchart yang menggunakan system pengguguran atau
eliminasi dalam pengambilan keputusan pemilihan.
2. Model matriks yang menangguhkan proses pengambilan keputusan
pemilihan sampai seluruh kriteria pemilihannya diidentifikasi.
3. Model check list yang juga menangguhkan keputusan pemilihan
sampai semua kriterianya dipertimbangkan.
Konsep pemilihan media yang peneliti lihat dari Perencanaan penggunaan
media dalam pembelajaran aqidah akhlak materi adab bertamu di MAN 4 Banjar
lebih mengacu pada model chek list, karena penggunaan media disana sudah baku
atau sudah ada, tanpa perlu dibuat, yakni media LCD, Meskipun belum ada
penelitian khusus tentang hal ini namun nampaknya model check list lebih sesuai
untuk membakukan prosedur pemilihan media yang sudah jadi.
76
Perencanaan berdasarkan pemilihan media dan menyiapkannya merupakan
salah satu hal yang penting dalam perencanaan sebelum menggunakan media itu
sendiri dalam proses pembelajaran, hal tersbeut senada dengan pendapat
Heinich, dan kawan-kawan mengajukan model perencanaan penggunaan media
yang efektif yang dikenal dengan istilah ASSURE (Analyze learner
characteristics, State objective, Select, or modify media, Utilize, Require learner
response, and Evaluate) , dimana memilih dimaksud dengan mengidentifikasi
siswa dan menentukan tujuan, hal ini berarti telah membuat titik awal
(pengetahuan, keterampilan dan sikap siswa) dan titik akhir (tujuan) dari
pembelajaran. Pada langkah ini adalah menghubungkan antara kedua titik dengan
memilih metode dan format media yang tepat , kemudian memutuskan materi
yang dipilih untuk diimplementasikan. Perencanaan sistmatis untuk menggunakan
media tentu menuntut metode, media dan materi dipilih secara sietmatis. Proses
pemilihan mempunyai 3 langkah, yaitu (1) memutuskan metode yang tepat untuk
memberikan tugas pembelajaran, (2) memilih format media yang sesuai untuk
melaksanakan metode. (3) memilih, memodifikasi dan mendesain materi secara
spesifik.
Sebagai panduan untuk memilih media menurut Heinich (1996)
menggunakan “media selection model” yang biasanya berbentuk flowcharts
(diagram alir) atau checklist. Yang paling banyak di dalam model memilih media
pembelajaran berdasarkan dengan situasi atau pengaturan (seperti kelompok
besar,kelompok kecil, atau pembelajaran individu), untuk variebel siswa (bisa
membaca, tidak bisa membaca, ataulebih cenderung mendengar), tujuan (kognitif,
77
afektif psikomotor, atau interpersonal), harus dipertimbangkan juga kemampuan
presentasi dari masing-masing format media (seperti visual, visual bergerak, kata-
kata (teks), atau kata-kata verbal).
Sedangkan menyiapkan media pembelajaran bermakna penerapan hasil
dari pemilihan media yang telah direncanakan berdasarkan hal-hal yang telah
dipertimbangkan dalam pemilihan media tersebut. Melihat dari model heniyc
maka yang diaplikasikan dalam perencenaan penggunaan media dalam
pembelajaran aqidah akhlak materi adab bertamu di MAN 4 Banjar, masih
mencakup dua hal saja, untuk itu perlu ditambahkan lagi konsep ataupun cara
dalam merencakanan media itu sendiri, yakni dengan dan beberapa langkah yang
dapat ditempuh dalam perencanaan media pembelajaran. Pendapat Gagne dan
Briggs menyarankan langkah-langkah sebagai berikut:
1. Merumuskan tujuan pembelajaran
2. Mengklasifikasikan tujuan berdasarkan domain atau tipe belajar
3. Memilih peristiwa-peristiwa pengajaran yang akan berlangsung
4. Menentukan tipe perangsang untuk tiap peristiwa
5. Mendaftar media yang dapat digunakan pada setiap peristiwa
dalam pengajaran
6. Mempertimbangkan (berdasarkan nilai kegunaan) media yang
dipakai
7. Menentukan media yang terpilihkan digunakan
8. Menulis rasional (penalaran) memilih media tersebut
9. Menuliskan tata cara pemakaiannya pada setiap peristiwa
78
10. Menuliskan script pembicaraan dalam penggunaan media.
b. Pelaksanaan media dalam pembelajaran Aqidah Akhlak Materi
Adab Bertamu di MAN 4 Banjar
Penggunaan media pembelajaran menurut taksonomi Leshin dan kawan-
kawan dapat dibagi menjadi :a) media berbasis manusia (guru, instruktur, tutor,
main peran, kegiatan kelompok), b) media berbasis cetakan (buku penuntun, buku
kerja / latihan, dan lembaran lepas), c) media berbasis visual (buku, chart, grafik,
peta, figur / gambar, transparansi, film bingkai atau slide), d) media berbasis audio
visual (video, film, slide bersama tape, televisi) dan media berbasis komputer
(pengajaran dengan bantuan komputer dan video interaktif)
Terkait tentang pembelajaran aqidah akhlak Pada dasarnya semua jenis
media bisa di gunakan, akan tetapi pendidik haruslah jeli dengan materi apa yang
di sampaikan dan media apa yang sesuai untuk proses komunikasi, khususnya
dalam ilmu aqidah akhlak. Sehinggga melalui proses komunikasi pesan atau
informasi dapat di serap dan di hayati oleh peserta didik tanpa adanya kesesatan
dalam penerimaan konsep atau materi.
Berdasarkan hasil dari observasi dan wawancara tentang penggunaan
media dalam pembelajaran aqidah akhlak materi adab bertamu di MAN 4 Banjar,
ditemukan bahwa penggunaan media pada pembelajaran aqidah akhlak dilakukan
dengan dua media, yakni media audio visual dan visual, dimana media audio
visual didukung dengan LCD sedangkan media visual didukung dengan papan
tulis.
79
Media audio-visual adalah media yang mempunyai unsur suara dan unsur
gambar. Jenis media ini mempunyai kemampuan yang lebih baik, karena meliputi
kedua jenis media auditif (mendengar) dan visual (melihat). Media Audiovisual
merupakan sebuah alat bantu audiovisual yang berarti bahan atau alat yang
dipergunakan dalam situasi belajar untuk membantu tulisan dan kata yang
diucapkan dalam menularkan pengetahuan, sikap, dan ide.
Pengertian lain media audio-visual adalah seperangkat alat yang dapat
memproyeksikan gambar bergerak dan bersuara. Paduan anatara gambar dan
suara membentuk karakter sama dengan obyek aslinya. Alat-alat yang termasuk
dalam kategori media audio-visual adalah: televise, video-VCD,sound dan film.
LCD( Liquid Crystal Display ) adalah salah satu metode tampilan yang
menggunakan panel – panel kristal cair sebagai pembentuk gambar. Pada LCD
projector, gambar yang dilayar dibentuk dari 3 buah LCD panel, yaitu red, green,
blue, yang masing–masing membentuk element merah, hijau dan biru. Dari ketiga
element tersebut, kemudian disatukan lewat prisma dan kemudian difokuskan ke
layar. Dalam hal ini LCD panel, seperti deretan deretan jendela yang bisa
membuka tutup, dengan sudut bukaan dari tertutup rapat hingga membuka lebar,
lalu disorot oleh lampu dari belakang. Dari kombinasi susunan jendela–jendela
yang terbuka dan tertutup tersebut, maka terbentuklah sebuah gambar.
dimana LCD mempunyai kelebihan yakni
1. Guru dapat dengan mudah menyampaikan materi tanpa harus
menuliskannya terlebih dahulu di depan kelas.
80
2. Guru pun dapat lebih leluasa berinteraksi dengan murid-
muridnya. Murid pun dapat dengan leluasa mengekspresikan
gagasannya secara terbuka sehingga konsep pembelajaran
menarik dan interaktif dapat tercipta dalam proses ini.
3. Guru dapat dengan mudah mengevaluasi segala bentuk aktivitas
pembelajaran yang ada di kelasnya sehingga proses perbaikan
kualitas pendidikan dapat dilakukan.
4. Dapat di gunakan dengan tekanan daya pemakaian listrik yang
lebih rendah dari plasma.
5. Adanya layar non glossy yang sangat cocok dan pas untuk ruang
yang memiliki banyak cendela dan banyak menerima cahaya atau
dalam artian cahaya tidak dapat terpantul.
6. Harga dari lcd ini lebih murah di banding dengan led sehingga
mudah di dapatkan dengan harga yang terjangkau.
Sedangkan media visual yang digunakan merupakan pelengkap untuk
media audio visual, fungsi pokok penggunaan media visual adalah a).
Mengembangkan kemampuan visual; b). Mengembangkan imajinasi anak c).
Membantu meningkatkan kemampuan anak terhadap hal-hal yang abstrak atau
peristiwa yang tidak mungkin dihadirkan didalam kelas; d). Meningkatkan
kreativitas peserta didik.
Media visual itu sendiri ialah papan tulis. Papan tulis sendiri merupakan
Perencanaan proses pembelajaran yang disusun oleh para guru selalu
mencantumkan media papan tulis di tiap-tiap kelas. Walaupun penggunaan media
81
pembelajaran sudah mulai maju seperti menggunakan projektor, tetapi
penggunaan papan tulis masih tetap disediakan di ruang pembelajaran. Papan tulis
yang disediakan juga bervariasi pada tiap sekolah. Bentuk yang tradisional adalah
menggunakan papan tulis hitam. Sedangkan versi yang lebih baru adalah papan
tulis putih atau whiteboard.
Penggunaan papan tulis untuk media pembelajaran juga dilengkapi dengan
alat tulis seperti kapur atau spidol, serta penggunaan penggaris. Papan tulis tidak
hanya berperan sebagai media pembelajaran, tetapi juga dapat dikatakan sebagai
alat pembelajaran serta pembelajar, karena papan tulis merupakan media untuk
menyampaikan informasi atau materi pembelajaran.
c. Evaluasi Penggunaaan Media Dalam Pembelajaran Aqidah Akhlak
Materi Adab Bertamu di MAN 4 Banjar.
Evaluasi adalah suatu proses penaksiran terhadap kemajuan, pertumbuhan,
dan perkembangan peserta didik untuk tujuan pendidikan. Evaluasi media
pembelajaran dimaksudkan untuk mengetahui apakah media yang digunakan
dalam proses belajar mengajar tersebut dapat mencapai tujuan.
Disamping itu juga evaluasi dimaksudkan untuk mengadakan perbaikan
atau pergantian bila ternyata proses yang diterapkan dalam proses belajar
mengajar tidak dapat mencapai tujuan. Aspek penting lainnya pada evaluasi atau
penilaian dalam pembelajaran tidak semata-mata dilakukan terhadap hasil belajar,
tetapi juga harus dilakukan terhadap proses pembelajaran itu sendiri. Dengan
evaluasi tersebut dapat dilakukan revisi program pembelajaran dan strategi
pelaksanaan pembelajaran.
82
Evaluasi bertujuan untuk mengetahui nilai kegiatan, produk atau system
dari program yang telah dan akan kita lakukan. Sedemikian penting evaluasi ini
sehingga tidak ada satupun usaha untuk memperbaiki mutu yang dapat dilakukan
dengan baik tanpa disertai langkah evaluasi. Evaluasi merupakan salah satu
komponen system pembelajaran. Sehingga tidak mungkin dielakkan dalam setiap
proses pembelajaran.
Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang peneliti lakukan
ditemukan bahwa cara guru dalam menngevalusi media pembelajaran dengan
menanyakan pemahaman siswa terhadap materi yang disampaikan, yang hal
demikian juga untuk mengetahui seberapa efektif media pembelajran yang
digunakan untuk memudahkan siswa memahami meateri pembejalaran.
Peniliti menemukan bahwa evaluasi yang dilakukan guru aqidah akhlak
bertujuan untuk mengetahui seberapa efektif media yang telah dipakai oleh guru
tersebut. Karena selama proses pembelajaran berlangsung terdapat komentar dari
siswa tentang materi yang disampaikan melalui media pembelajaran seperti
kurang jelasnya video yang ditampilkan, suara yang kurang baik. Dari komentar
tersebut guru aqidah akhlak berusaha memperbaiki lagi kualitas media untuk
pembelajaran selanjutnya. Ada dua macam bentuk penguji cobaan media yang
kita kenal yaitu evaluasi formatif dan evaluasi sumatif, antara lain:
1. Evaluasi Formatif
Evaluasi formati adalah suatu proses untuk mengumpulkan data tentang
aktifitas dan efisiensi penggunaan media yang digunakan dalam usaha mencapai
tujuan yang telah ditetapkan. Data yang diperoleh akan digunakan untuk
83
memperbaiki dan menyempurnakan media yang bersangkutan agar dapat
digunakan lebih efektif dan efisien. Setelah diperbaiki dan disempurnakan,
kemudian diteliti kembali apakah media tersebut layak digunakan atau tidak
dalam situasi- situasi tertentu.
2. Evaluasi Sumatif
Evaluas sumatif adalah kelanjutan dari evaluasi formatif yaitu media
yang telah diperbaiki dan disempurnakan, kemudian diteliti kembali apakah media
tersebut layak digunakan atau tidak dalam situasi- situasi tertentu. Evaluasi
semacam inilah yang dinamakan evaluasi sumatif. Peneliti melihat evaluasi yang
dilakukan oleh guru aqidah akhlak adalah evaluasi formatif karena guru aqidah
akhlak mengumpulkan data dan informasi berdasarkan tes yang dilakukan kepada
siswa dengan menanyakan kembali seputar materi pelajaran, serta komentar-
komentar dari siswa tentang media yang diganakan. Dari hal tersebut guru dapat
mengetahui sejauh mana efektifitas media pembelajaran serta dapat memperbaiki
media pembelajaran yang digunakan.
2. Data Tentang Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penggunaan
Penggunaan Media Media Dalam Pembelajaran Aqidah Akhlak
Materi Adab Bertamu di MAN 4 Banjar
Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi dalam Penggunaan Media
Media Dalam Pembelajaran Aqidah Akhlak Materi Adab Bertamu pada kelas XI
a. Faktor pendukung
Berdasarkan hasil wawancara yang peneliti lakukan didapat bahwa faktor
pendukung tentang Penggunaan Media Media Dalam Pembelajaran Aqidah
84
Akhlak Materi Adab Bertamu pada kelas XI yaitu : pengalaman mengajar,
penguasaan guru terhadap media, adanya persiapan sebelum menggunakan media
pembelajaran dan adanya sarana dan prasarana.
Pengalaman mengajar tentu juga akan mempengaruhi dalam penggunaan
media pembelajaran. Dari hasil wawancara yang peneliti lakukan, pengalaman
mengajar guru aqidah akhlak dapat dikatakan sudah berpengalaman karena sudah
mengajar sejak tahun 2005 untuk Ibu Zakiah dan untuk Bapak Zahrani sudah
mengajar sejak tahun 1999-sekarang. Tentu dengan pengalaman mengajar yang
sudah lama guru fikih dapat dengan leluarsa menggunakan media pembelajaran.
Penguasaan guru terhadap media juga faktor yang tidak kalah penting.
Yang peniliti lihat penguasaan guru terhadap media pembelajaran yakni LCD dan
papa tulis sudah baik, hal ini bisa saja dipengaruhi oleh lamanya guru dalam
mengajar. Dan media yang digunakan dirasa cukup familiar, oleh sebab itu guru
tidak ada hambatan dalam menggunakan media pembelajaran. Faktor selanjutnya
adalah mempersiapkan media yang ingin digunakan, hal ini menjadi penting
untuk dilakukan, karena jika media yang digunakan itu tidak siap dipakai ketika
proses pembelajaran, tentunya hal ini akan mengurangi keefektivitasan media
pembelajaran itu sendiri. Dalam hal ini yang dirugikan adalah proses
pembelajaran, karena penyampaian informasi dari media pembelajaran menjadi
tidak jelas.
Persiapan media yang dilakukan oleh guru aqidah akhlak adalah dengan
mencari terlebih dahulu video animasi sholat yang hendak di ajarkan, dengan
85
menyiapkan media pembelajaran terlebih dahulu proses pembelajaran akan
menjadi lebih siap. Dalam hal ini yang dituntut adalah disiplin dari seorang guru.
Berdasarkan hasil wawancara yang peniliti lakukan persiapan yang
dilakukan oleh guru aqidah akhlak adalah dengan mencari terlebih dahulu video
animasi sholat yang hendak diajarkan. Persiapan media pembelajaran
Selain itu juga faktor sarana dan prasarana merupakan salah satu faktor
yang sangat mempengaruhi pembelajaran. Prasarana adalah segala sesuatu yang
secara tidak langsung dapat mendukung keberhasilan proses pembelajaran,
misalnya, jalan menuju sekolah, penerangan sekolah, kamar kecil, dan lain
sebagainya. Kelengkapan sarana dan prasarana Akan membantu guru dalam
penyelenggaraan proses pembelajaran; dengan demikian sarana dan prasarana
merupakan komponen penting yang dapat mempengaruhi proses pembelajaran.
Terdapat beberapa keuntungan bagi sekolah yang memiliki kelengkapan sarana
dam prasarana. Pertama, kelengkapan sarana dan prasarana dapat menumbuhkan
gairah dan motivasi guru mengajar. Mengajar dapat dilihat dari dua dimensi, yaitu
sebagai proses penyampaian materi pelajaran dan sebagai proses pengaturan
lingkungan yang dapat merangsang siswa untuk belajar. Apabila mengajar
dipandang sebagai proses penyampaian materi, maka dibutuhkan sarana
pembelajaran berupa alat dan bahan yang dapat menyalurkan pecan secara efektif
dan efisien; sedangkan manakala mengajar dipandang sebagai proses mengatur
lingkungan agar siswa dapat belajar, maka dibutuhkan sarana yang berkaitan
dengan berbagai sumber belajar yang dapat mendorong siswa untuk belajar.
Dengan demikian, ketersediaaan sarana yang lengkap, memungkinkan guru
86
memiliki berbagai pilihan yang dapat digunakan untuk melaksanakan fungsi
mengajarnya; dengan demikian ketersediaan ini dapat meningkatkan gairah
mengajar mereka. Kedua, kelengkapan sarana dan prasarana dapat memberikan
berbagai pilihan pada siswa untuk belajar. Setiap siswa pada dasarnya memiliki
gaya belajar yang berbeda. Siswa yang bertipe auditif akan lebih mudah belajar
melalui pendengaran; sedangkan tipe siswa yang visual akan lebih mudah belajar
melalui penglihatan. Kelengakapan sarana dan prasarana akan memudahkan siswa
menentukan pilihan dalam belajar.
Hasil wawancara yang penulis lakukan menunjukan bahwa sarana dan
prasarana sudah cukup memadai. Sarana adalah segala sesuatu yang mendukung
secara langsung terhadap kelancaran proses pembelajaran, misalnya media
pembelajaran, alat-alat pelajaran, perlengkapan sekolah, dan lain sebagainya
Sarana yang dimaksud penulis adalah adanya LCD yang disediakan oleh pihak
sekolah
b. Faktor penghambat
Berdasarkan hasil wawancara yang peneliti lakukan didapat bahwa faktor
pendukung tentang Penggunaan Media Media Dalam Pembelajaran Aqidah
Akhlak Materi Adab Bertamu di MAN 4 Banjar yaitu : Keadaan media yang
kurang baik, Terbatasnya media yang ada, dan Keadaan siswa.
Keadaan media yang kurang baik tentu juga akan berpengaruh terhadap
penggunaan media pembelajaran, karena media adalah perantara proses
penyampaian informasi kepada siswa, jika media yang digunakan kurang
87
memadai tentu informasi yang disampaikan juga akan terganggu. Hal ini tentunya
akan merugikan proses pembelajaran.
Peniliti melihat ketika melakukan observasi media LCD dan Speaker yang
digunakan sudah cukup lama, jadi didalam proses pembelajaran terkadang
terdapat gangguan berupa gambar yang buram, suara yang kurang jelas. Faktor ini
dianggap guru cukup mengganggu dalam proses pembelajaran. Dan untuk
mengtasi masalah ini guru menggunakan metode demosntrasi dalam pembelajaran
sholat.
Faktor selanjutnya adalah terbatasnya media yang ada. Berdasarkan hasil
observasi dan wawancara yang peniliti lakukan media LCD yang tersedia hanya
ada 2. Hal ini tentu akan mempengaruhi penggunaan media pembelajaran. Guru-
guru terpaksa harus bergantian dalam menggunakan LCD. Walaupun speaker
tersedia disemua kelas. Hal ini dirasa tidak begitu efesien karena jika hanya
menggunakan media audio berupa speaker penyampaian informasi akan menjadi
tidak jelas.
Selain itu keadaan siswa turut mempengaruhi proses dan penggunaan
media pembelajaran. Keadaan siswa yang peneliti maksud disini adalah tidak
disiplinnya siswa dalam mengikuti pembelajaran, hal ini diakui oleh guru fikih
cukup menghambat didalam proses pembelajaran maupun penggunaaan media
pembelajaran. Selain itu ketidakseriusan siswa dalam mengikuti pelajaran juga
turut menghambat proses dan penggunaan pembelajaran seperti siswa yang suka
bercanda, menjahili temanya ketika proses pembelajaran.
88
Berdasarkan hasil observasi yang peniliti lakukan terhadap guru fikih yang
menjadi faktor utama dalam menghambat penggunaan media dalam pembelajaran
aqidah akhlak materi adab bertamu di man 4 banjar adalah terbatasnya media
yang, media yang peneliti maksud disini adalah berupa LCD, seperti yang peniliti
paparkan diatas sebelumnya, LCD yang tersedia hanya berjumlah dua, dan karena
akan hal ini guru harus bergantian dalam menggunakan LCD, namun untuk
mengatasi masalah tersebut guru aqidah akhlak menggunakan metode demonstrasi
dalam setiap pembelajaran yang memerlukan praktik.