0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
25 tayangan30 halaman

Analisis Keselamatan Kerja (JSA) Efektif

Dokumen tersebut membahas analisis keselamatan pekerjaan (Job Safety Analysis/JSA) untuk mengidentifikasi bahaya potensial dalam suatu pekerjaan dan merekomendasikan langkah mitigasi. Dokumen ini menjelaskan proses JSA meliputi pemilihan pekerjaan, identifikasi langkah dan bahaya, penilaian risiko, serta rekomendasi pengendalian. Tujuan JSA adalah meningkatkan keselamatan kerja dan mencegah kecelakaan.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
25 tayangan30 halaman

Analisis Keselamatan Kerja (JSA) Efektif

Dokumen tersebut membahas analisis keselamatan pekerjaan (Job Safety Analysis/JSA) untuk mengidentifikasi bahaya potensial dalam suatu pekerjaan dan merekomendasikan langkah mitigasi. Dokumen ini menjelaskan proses JSA meliputi pemilihan pekerjaan, identifikasi langkah dan bahaya, penilaian risiko, serta rekomendasi pengendalian. Tujuan JSA adalah meningkatkan keselamatan kerja dan mencegah kecelakaan.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

JOB SAFETY ANALYSIS

(JSA)

Diselenggarakan oleh:
Marson Tandirerung ST,MM
Ketentuan Job Safety Analisys

 Pendekatan struktural untuk mengidentifikasi potensi


bahaya dalam suatu pekerjaan dan memberikan langkah-
langkah perbaikan.
 Identifikasi bahaya potensial dimana dapat
mengakibatkan konsekuensi cedera, penyakit, kerusakan
properti, pencemaran lingkungan dan gangguan proses
instalasi.
 Formulir JSA harus mencakup sekurang-kurangnya
informasi pekerjaan, pihak-pihak yang terlibat, langkah-
langkah dasar pekerjaan, potensi bahaya, dan
rekomendasi tentang prosedur kerja aman.
Keterlibatan Personil dalam Penerapan JSA

Supervisor

Engineer/ Pegawai Non-


Technician/
Specialist Supervisi &
Group Leader
Mitra
LANGKAH-LANGKAH
PENERAPAN JSA

1. Pilih pekerjaan yang akan dianalisa


2. Pecahkan pekerjaan menjadi langkah-langkah
yang logis
3. Identifikasi bahaya-bahaya dari setiap langkah
kerja
4. Menilai resiko awal
5. Rekomendasi menghilangkan/ mengurangi
resiko
6. Menilai sisa resiko
7. Menentukan penanggung jawab
8. Catat JSA dalam formulir standar
9. Laksanakan pekerjaan sesuai dengan JSA tsb.
Langkah Dalam Penerapan
JSA-Job Safety Analisys
Pilih Pekerjaan

Identifikasi bahaya sesuai langkah kerja

Nilai risiko

Kedalikan resiko

Nilai sisa resiko

PIC / Monitoring
CONTROL:

SUMBER BAHAYA : 1. ELIMINASI


2. SUBSITUSI RESIKO:
1. MANUSIA 3. DESIGN
2. ALAT/MESIN ENGINEERING 1. CIDERA/SAKIT
3. MATERIAL 4. DOC. KONTROL 2. KERUSAKAN ASET
4. METODE 5. APD 3. PENCEMARAN
5. TEMPAT KERJA LINGKUNGAN
CIDERA/SAKIT:
1. Fatality - Kematian
2. LTI – Lost Time Injury– K
3. RWC- Restricted Work Cas
4. MTC-Medical Treatment C
5. FA- First Aid- luka ringan
6. Near Miss -Nyaris Celaka
LANGKAH PELAKSANAAN
Langkah 1
PILIH PEKERJAAN YANG AKAN DIANALISA
PEKERJAAN YANG MANA YANG MEMERLUKAN JSA?

 Pekerjaan dimana pengalaman lewat berpotensi terhadap


kecederaan, kebakaran/peledakan, terganggu proses,
pencemaran lingkungan
 Pekerjaan yang kritikal
 Pekerjaan baru
 Pekerjaan yang berubah
 Pekerjaan dimana terlibatnya personil baru melaksanakan
pekerjaan tersebut
LANGKAH PELAKSANAAN (Lanj.)

Langkah 2
PECAHKAN PEKERJAAN MENJADI
LANGKAH-LANGKAH YANG LOGIS
 Identifikasi langkah-langkah simple yang akan
dilakukan.
 Secara umum sebaiknya kurang dari 10 langkah.
LANGKAH PELAKSANAAN (Lanj.)

Langkah 3
IDENTIFIKASI SUMBER-SUMBER BAHAYA DARI SETIAP
LANGKAH KERJA.
Pertimbangan terhadap bahaya (dapat dikembangkan
melalui Daftar/Tabel Bahaya:
- Bahaya Fisik
- Bahaya Dari Cara Kerja Pekerja
- Bahaya Dari Perkakas dan Peralatan
- Bahaya Dari Lingkungan kerja
- Dll.
LANGKAH PELAKSANAAN (Lanj.)
Langkah 4
REKOMENDASI MENGHILANGKAN/ MENGURANGI
BAHAYA
Menerapkan prinsip hirarki pengendalian.

4. Pengendalian Administrasi

3. Pengendalian Rekayasa Teknik


LANGKAH PELAKSANAAN (Lanj.)

Langkah 5
TINJAU ULANG JSA
Tinjau ulang JSA, harus dilakukan saat:
 Pekerjaan selesai dilaksanakan
 Sumber bahaya lain teridentifikasi
 Metode pelaksanaan perubahan
 Pekerjaan dilakukan kembali
Komponen HIRARC
4:
“RISIKO”
Risiko adalah ukuran kemungkinan jumlah / nilai
kerugian yang akan timbul dari sumber bahaya
(hazard) tertentu yang terjadi.
Untuk menentukan Risiko membutuhkan perhitungan
antara Severity ( S) yang mungkin timbul dan
Probability ( P ), yang biasanya disebut sebagai
tingkat risiko (level of risk)
.
Consequenc (C) - Konsekuensi akibat bahaya

KERUSAKAN KERUSAKAN
CEDERA
LINGKUNGAN ASSET

Ringan hingga < 10 liter s/d > < USD 500 s/d
Kematian 200 liter > USD 10.000 juta

Contoh:
 Meninggal 1 orang karena kontak dengan arus listrik
 Cacat akibat jatuh dari ketinggian
 Buta akibat terpapar bahan kimia
 Kerusakan biota laut akibat tumpahan bahan kimia
 Mengurangi keuntungan akibat tiang listrik tumbang
N
Contoh:
AN
Risk Assessment Matrix

TU

AM

AP
Likelyhood – Prbality
(Kemungkinan Terjadi)

DESCRIPTOR DESCRIPTION

RARE – JARANG SEKALI TERJADI HANYA DALAM KEADAAN


TERTENTU SAJA

UNLIKELY – KECIL TERJADI SEKALI - SEKALI SAJA


KEMUNGKINAN
POSSIBLE – MUNGKIN TERJADI BISA TERJADI SEWAKTU - WAKTU

LIKELY – SANGAT MUNGKIN SANGAT MUNGKIN TERJADI DLAM


BERBAGAI KEADAAN

ALMOST CERTAIN – HAMPIR HAMPIR SELALU TERJADI SETIAP SAAT


SELALU TERJADI
Matriks Tingkatan Resiko – Probabilitas

Level Perkiraan Probabilitas (Kesempatan)

Hampir pasti (Almost Kejadian diperkirakan terjadi pada hampir


certain) semua keadaan.
Mungkin (Likely) Kejadian mungkin akan terjadi pada hampir
semua keadaan.
Sedang (Moderate) Kejadian akan terjadi pada suatu waktu.

Kadang-kadang Kejadian dapat terjadi pada suatu waktu


(Unlikely)
Jarang (Rare) Kejadian yang mungkin hanya dapat terjadi
tidak dapat diperkirakan.
PENGENDALIAN RISIKO
Berdasarkan penilaian risiko kemudian ditentukan
apakah risiko tersebut masih bisa diterima
(acceptable risk) atau tidak (unacceptable risk) oleh
suatu organisasi
Apabila risiko tersebut tidak bisa diterima maka
organisasi harus menetapkan bagaimana risiko
tersebut ditangani hingga tingkat dimana risikonya
paling minimum/sekecil mungkin
Bila risiko mudah dapat diterima/tolerir maka
Perusahaan perlu memastikan bahwa pemantauan
terus dilakukan terhadap risiko itu.
Contoh-Contoh Pengendalian Resiko
Menghilangkan/Eliminasi
 Menghilangkan sumber bahaya kaki tersangkut/terbentur (trip hazard) di
atas lantai
 Membuang/ memusnahkan bahan kimia yang tidak diperlukan lagi
 Memperbaiki peralatan yang rusak

Penggantian/Subsitusi
 Mengganti pemakaian bahan-bahan kimia dengan bahan yang rendah
tingkat bahayanya
 Mengganti pasir silika (sand blasting) dengan copper slag (grit blasting)
pada pekerjaan abbrasive blasting
 Mengganti proses kering dengan proses basah
 Mengganti cara kerja manual handling dengan mechanical handling
Contoh-Contoh Pengendalian Risiko
Pengendalian Rekayasa Teknik
 Program desain ulang untuk mengurangi tingkat kebisingan
 Memasang/ mengatur ventilasi udara di daerah lingkungan
pengecatatan
 Memasang pagar pengaman mesin pada bagian-bagian mesin yang
bergerak
 Menggunakan anti-glare screen pada layar monitor komputer
 Memasang flashback arrestor pada saluran oksigen dan asetilin pada
pekerjaan oxy-cutting

Pengendalian Administrasi
 Pemeliharaan secara reguler
 Mendesain ulang cara kerja
 Penyediaan SOP
 Membatasi paparan pekerja terhadap bahaya
 Pelatihan
Contoh-Contoh Pengendalian Risiko
Alat Pelindung Diri (APD)
 Helm pengaman
 Kaca mata tahan silau
 Pakaian Kerja
 Sabuk pengaman / Body Harness
 Sarung tangan kulit
 Sarung tangan tahan tegangan
 Sepatu panjat
 Sepatu tahan benturan
 Sepatu tahan tegangan
Kriteria Penerimaan Risiko

Semua risiko harus dikurangi ke arah


tingkat As Low As Reasonably
Practicable (ALARP). Untuk
mengidetifikasi potensi kerugian
gunakan Risk Assessment Matrix.
Tinjauan Ulang dan Pemantauan
Risiko
Setelah pengendalian risiko yang sesuai diterapkan, perusahaan
harus melalukan tinjauan ulang dan memantau pengendalian
risiko untuk meyakinkan pengendalian risiko yang dilakukan
benar-benar efektif. Manajemen juga harus siap dengan bayaha-
bahaya baru pada waktu-waktu mendatang.

Bahaya-bahaya tersebut kemungkinan datang dari:


 Penggunaan teknologi baru

 Peralatan/ bahan material baru

 Cara-cara kerja baru

 Lingkungan kerja yang berganti

 Pekerja baru
Langkah-Langkah Penerapan HIRARC
(sesuai dengan formulir yang tersedia)
1. Tetapkan tugas/pekerjaan
2. Identifikasi tahapan (secara ringkas)
3. Klasifikasi pekerjaan (Rutin, Non Rutin)
4. Identifikasi bahaya potensial
5. Nilai/kalkulasi risiko awal
6. Tentukan tindakan pengendalian
7. Nilai ulang risiko yang tersisa
8. Tentukan PIC petugas terkait)

Anda mungkin juga menyukai