Analisis Keselamatan Kerja (JSA) Efektif
Analisis Keselamatan Kerja (JSA) Efektif
(JSA)
Diselenggarakan oleh:
Marson Tandirerung ST,MM
Ketentuan Job Safety Analisys
Supervisor
Nilai risiko
Kedalikan resiko
PIC / Monitoring
CONTROL:
Langkah 2
PECAHKAN PEKERJAAN MENJADI
LANGKAH-LANGKAH YANG LOGIS
Identifikasi langkah-langkah simple yang akan
dilakukan.
Secara umum sebaiknya kurang dari 10 langkah.
LANGKAH PELAKSANAAN (Lanj.)
Langkah 3
IDENTIFIKASI SUMBER-SUMBER BAHAYA DARI SETIAP
LANGKAH KERJA.
Pertimbangan terhadap bahaya (dapat dikembangkan
melalui Daftar/Tabel Bahaya:
- Bahaya Fisik
- Bahaya Dari Cara Kerja Pekerja
- Bahaya Dari Perkakas dan Peralatan
- Bahaya Dari Lingkungan kerja
- Dll.
LANGKAH PELAKSANAAN (Lanj.)
Langkah 4
REKOMENDASI MENGHILANGKAN/ MENGURANGI
BAHAYA
Menerapkan prinsip hirarki pengendalian.
4. Pengendalian Administrasi
Langkah 5
TINJAU ULANG JSA
Tinjau ulang JSA, harus dilakukan saat:
Pekerjaan selesai dilaksanakan
Sumber bahaya lain teridentifikasi
Metode pelaksanaan perubahan
Pekerjaan dilakukan kembali
Komponen HIRARC
4:
“RISIKO”
Risiko adalah ukuran kemungkinan jumlah / nilai
kerugian yang akan timbul dari sumber bahaya
(hazard) tertentu yang terjadi.
Untuk menentukan Risiko membutuhkan perhitungan
antara Severity ( S) yang mungkin timbul dan
Probability ( P ), yang biasanya disebut sebagai
tingkat risiko (level of risk)
.
Consequenc (C) - Konsekuensi akibat bahaya
KERUSAKAN KERUSAKAN
CEDERA
LINGKUNGAN ASSET
Ringan hingga < 10 liter s/d > < USD 500 s/d
Kematian 200 liter > USD 10.000 juta
Contoh:
Meninggal 1 orang karena kontak dengan arus listrik
Cacat akibat jatuh dari ketinggian
Buta akibat terpapar bahan kimia
Kerusakan biota laut akibat tumpahan bahan kimia
Mengurangi keuntungan akibat tiang listrik tumbang
N
Contoh:
AN
Risk Assessment Matrix
TU
AM
AP
Likelyhood – Prbality
(Kemungkinan Terjadi)
DESCRIPTOR DESCRIPTION
Penggantian/Subsitusi
Mengganti pemakaian bahan-bahan kimia dengan bahan yang rendah
tingkat bahayanya
Mengganti pasir silika (sand blasting) dengan copper slag (grit blasting)
pada pekerjaan abbrasive blasting
Mengganti proses kering dengan proses basah
Mengganti cara kerja manual handling dengan mechanical handling
Contoh-Contoh Pengendalian Risiko
Pengendalian Rekayasa Teknik
Program desain ulang untuk mengurangi tingkat kebisingan
Memasang/ mengatur ventilasi udara di daerah lingkungan
pengecatatan
Memasang pagar pengaman mesin pada bagian-bagian mesin yang
bergerak
Menggunakan anti-glare screen pada layar monitor komputer
Memasang flashback arrestor pada saluran oksigen dan asetilin pada
pekerjaan oxy-cutting
Pengendalian Administrasi
Pemeliharaan secara reguler
Mendesain ulang cara kerja
Penyediaan SOP
Membatasi paparan pekerja terhadap bahaya
Pelatihan
Contoh-Contoh Pengendalian Risiko
Alat Pelindung Diri (APD)
Helm pengaman
Kaca mata tahan silau
Pakaian Kerja
Sabuk pengaman / Body Harness
Sarung tangan kulit
Sarung tangan tahan tegangan
Sepatu panjat
Sepatu tahan benturan
Sepatu tahan tegangan
Kriteria Penerimaan Risiko
Pekerja baru
Langkah-Langkah Penerapan HIRARC
(sesuai dengan formulir yang tersedia)
1. Tetapkan tugas/pekerjaan
2. Identifikasi tahapan (secara ringkas)
3. Klasifikasi pekerjaan (Rutin, Non Rutin)
4. Identifikasi bahaya potensial
5. Nilai/kalkulasi risiko awal
6. Tentukan tindakan pengendalian
7. Nilai ulang risiko yang tersisa
8. Tentukan PIC petugas terkait)