Bonbin Zoo Redesain Kebun Binatang Surabaya 1
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Kebun Binatang Surabaya (KBS) pertama kali didirikan berdasarkan SK
Gubernur Jenderal Belanda tanggal 31 Agustus 1916, dengan nama Soerabaiasche
Planten-en Dierentuin (Kebun Botani dan Binatang Surabaya) atas jasa seorang jurnalis
bernama H.F.K. Kommer yang memiliki hobi mengumpulkan binatang. Dari segi
finansial H.F.K Kommer mendapat bantuan dari beberapa orang yang mempunyai
modal cukup, Lokasi KBS yang pertama di Kaliondo, pada tahun 1916. Kemudian pada
tanggal 28 September 1917 pindah di Jalan Groedo. Dan pada tahun 1920 pindah ke
daerah Darmo untuk area Kebun Binatang yang baru atas jasa Oost-Java Stoomtram
Maatschapij atau Maskapai Kereta Api yang mengusahakan lokasi seluas 30.500 m2.
Kebun Binatang merupakan suatu taman margasatwa adalah suatu tempat hewan
dipelihara dalam lingkungan buatan, dan dipertunjukkan kepada publik atau
pengunjung. Kebun Binatang Surabaya merupakan salah satu tempat wisata favorit
yang melegenda, serta berfungsi sebagai ruang terbuka hijau terbesar di kota Surabaya,
Selain sebagai tempat rekreasi, di harapkan berfungsi sebagai tempat pendidikan,riset,
dan tempat konservasi untuk satwa. Kebun Binatang Surabaya yang saat ini di kelola
oleh pemerintah Surabaya memiliki luas lahan sekitar 15 hektare memiliki koleksi 199
jenis satwa. Diantaranya banyak yang sedang dalam keadaan keritis mengalami
masalah sakit dan kurang sehat karena beberapa faktor diantaranya sirkulasi,zonasi
pengelompokan spesies,kandang beserta batas aman interaksi manusia terhadap
hewan.
Sesuai dengan sebuah Peraturan berdasarkan Peraturan Menteri Kehutanan
Nomor P.53/Menhut-II/2006 tentang lembaga konservasi, Suatu tempat atau wadah
yang mempunyai fungsi utama sebagai lembaga konservasi yang melakukan upaya
perawatan dan pengembangbiakan berbagai jenis satwa berdasarkan etika dan kaidah
kesejahteraan satwa dalam rangka membentuk dan mengembangkan habitat baru,
sebagai sarana perlindungan dan pelestarian jenis melalui kegiatan penyelamatan,
rehabilitasi dan reintroduksi alam dan dimanfaatkan sebagai sarana pendidikan,
penelitian, pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta sarana rekreasi yang
sehat, Kriteria Kebun Binatang telah terpenuhi pada Kebun Binatang Surabaya hanya
pada saat ini kondisi yang terjadi diantaranya semakin memburuk dan beberapa sarana
dan prasarana tidak dapat digunakan lagi karena rusak.
Berdasarkan uraian diatas maka dapat di simpulkan sangat di butuhkan inovasi
Bonbin Zoo Redesain Kebun Binatang Surabaya 2
konsep baru dalam merancang kebun binatang Surabaya dengan pengoptimalan ruang
terbuka hijau yang memenuhi kebutuhan hidup hewan beserta mahluk hidup lainnya
dengan seimbang.
1.2. Rumusan Masalah
Berdasarkan latang belakang di atas,maka suatu permasalahan pada perancangan ini
adalah :
1. Bagaimana menciptakan desain arsitektural dengan memerhatikan tatanan massa
maupun kandang hewan yang terzonasi dan berkesinambungan dengan seluruh
massa pada kebun binatang ?
2. Bagaimana konsep tata ruang dan tata massa untuk tercapainya pengoptimalan
ruang terbuka hijau yang maksimal dengan desain sustainable dan lebih sehat
untuk kelangsungan hidup satwa di kebun binatang ?
1.3. Tujuan Perancangan
Redesain kebun binatang Surabaya adalah bertujuan sebagai berikut :
1. Menjadikan desain kebun binatang lebih terzonasi dan tertata pada semua aspek
pada Kebun Binatang Surabaya serta memiliki batas aman interaksi pengunjung
terhadap hewan dengan penyelesaian secara arsitektural.
2. Menjadikan sebuah desain kebun binatang dengan konsep arsitektur sustainable
dengan mengoptimalkan ruang terbuka hijau dan di harapkan dapat mendukung
pelestarian hewan serta lingkungan agar dapat menjadi lebih baik.
3. Mendesain dengan menghidupkan kembali sarana rekreasi dan pendidikan agar
lebih baik dan di minati wisatawan lokal maupun mancanegara.
1.4. Batasan Perancangan
Mengingat keterbatasan data perencanaan dan keterbatasan waktu yang telah
dijadwalkan oleh Prodi Arsitektur Universitas Muhammadiyah surabaya, maka
pembahasan mengenai obyek perancangan dibatasi hanya sebagai berikut:
1. Pembahasan dibatasi dalam lingkup disiplin ilmu arsitektur untuk membahas
perwujudan konsep perencanaan dan perancangan.
2. Mengenai dana dalam proses redesain objek rancangan di anggap telah
mencukupi dana APBN sehingga pembahasan atau analisa tentang pembiayaan
objek rancangan tidak di bahas.
Bonbin Zoo Redesain Kebun Binatang Surabaya 3
3. Hal – hal diluar disiplin ilmu Arsitektur sejauh masih berhubungan dengan
konsep perencanaan dan perancangan akan dibahas dengan disiplin ilmu
penunjang.
4. Proses merancang pada obyek rancangan disesuaikan dengan pedoman dan
standar yang berlaku.
5. Pembahasan tentang penulisan akan ditekankan dan dibatasi pada permasalahan
redesain Kebun Binatang, baik dari konsep bentuk, tata ruang, dan tatanan ruang
terbuka hijau untuk tercapainya pengoptimalan ruang terbuka hijau yang sehat
bagi satwa di kebun binatang.
6. Mengenai keaneka ragaman satwa di kebun binatang, maka adanya pembatasan
bahasan tentang satwa di kebun binatang, dan pembahasan lebih di tekankan pada
hal arsitektural.
1.5. Manfaat Perancangan
Redesain kebun binatang Surabaya dengan pegoptimalan ruang terbuka hijau
yang menjadi paru kota Surabaya dapat menjadi suatu rumah baru bagi binatang di
kebun binatang Surabaya, dimana selain sebagai sarana pendidikan terpadu,edukasi
juga dapat menjadi ruang terbuka hijau yang dapat menstabilkan tingkat polusi yang
tinggi di kota Surabaya.