MENAKSIR
Pengertian
Menaksir adalah suatu ilmu perhitungan dengan menggunakan metode
mengira-ira/penaksiran. Oleh karena itu apabila hasilnya berselisih beberapa cm maka hasil
penaksiran dianggap baik. Hal-hal yang biasa ditaksir yaitu seperti menaksir lebar, menaksir
tinggi, menaksir arah mata angin, menaksir berat, menaksir kecepatan arus, dll.
1. Menaksir Ketinggian
Dalam menaksir tinggi terdapat berbagai cara dan metode seperti metode menaksir tinggi
dengan menggunakan bantuan bayangan, metode segitiga siku-siku (45 derajat), dan lain
sebagainya. Pada kesempatan ini kita akan mempelajari menaksir tinggi dengan menggunakan
metode perbandingan segitiga.
Langkah-langkah yang harus dilakukan adalah sebagai berikut:
1. Ukurlah dengan menggunakan tongkat pramuka (biasanya berukuran 160 cm) dari
pangkal pohon ke sebelah samping. Panjang ukuran terserah, menyesuaikan dengan
kondisi medan. Dalam kasus ini seumpama diukur sebanyak 4 tongkat yang berarti sejauh
640 cm atau 6,4 meter (160 x 4 = 640). Tandai sebagai titik “B”.
2. Di titik “B” tersebut dirikan tongkat pramuka secara tegak lurus.
3. Intailah dari seberang titik “C” ke puncak pohon yang ditaksir tingginya (titik “D”)
melalui ujung atas tongkat (titik “E”) sehingga antara titik A, E, dan D membentuk garis
lurus.
4. Agar tercipta garis lurus rubah atau geser maju dan mundur titik pengintaian (titik A).
5. Jika telah terbentuk garis lurus antara titik A, E, dan D, ukurlah jarak antara titik “B” dan
“A”. Seumpama hasil pengukuran jarak AB adalah 190 cm.
6. Saat melakukan pengintaian, posisi mata harus sedekat mungkin dengan tanah. Untuk itu
sentuhkan kepala ke tanah dan pejamkan mata yang sebelah atas sehingga pengintaian
(pembidikan) menggunakan satu mata yang terdekat dengan tanah.
7. Posisi tongkat (BE) saat pembidikan harus tegak lurus dengan tanah jangan miring.
Setelah semua langkah pengukuran dan pengintaian tersebut di atas dilakukan sekarang
saatnya melakukan penghitungan dengan menggunakan rumus perbandingan segitiga sebagai
berikut: CD = BE X (AB + BC) : AB. Tulislah dalam selembar kertas dilengkapi dengan
sketsa penaksiran. Lebih jelasnya seperti ini:
Diketahui: BE = 160 cm (tinggi tongkat)
AB = 190 cm
BC = 640 cm
Ditanya: CD =…….tinggi pohon?
BE .( AB+ BC )
Jawab: CD =
AB
160 .(190+640)
=
190
160 .830
=
190
132800
=
190
= 698, 9474 cm dibulatkan menjadi 699cm atau 6,9 m
2. Menaksir Lebar
Langkah-langkah menaksir lebar sungai:
1. Tentukan titik di seberang sungai yang mudah diingat semisal terdapat pohon, batu,
bangunan, atau rumpun semak. Ini berguna saat nanti dilakukan pengintaian di langkah
selanjutnya. Namai titik itu sebagai titik "A".
2. Tentutan titik "B" yang sejajar dengan titik "A". Tandai titik "B" dengan cara salah satu
teman berdiri di atasnya atau dengan obyek lain semisal tongkat yang ditancapkan.
3. Tentukan titik "C" sambil mengukur jaraknya (bisa dengan langkah atau tongkat) dengan
menyusuri tepi sungai. Jarak antara titik "B" dan "C" terserah. Ingat, antara titik "A, B,
dan C" harus membentuk segitiga siku-siku dengan siku-siku berada di titik "B".
4. Tandai titik "C" sebagaimana cara menandai titik "B".
5. Tentukan titik "D" dengan cara berjalan kembali sejauh setengah dari jarak "BC"
sehingga "CD = 1/2 BC". Seumpama jarak BC adalah 8 meter maka jarak CD sejauh 4
meter. Ingat, antara titik "B, C, dan D" harus merupakan garis lurus.
6. Tentukan titik "E" dengan cara berjalan ke arah kiri sehingga antara titik "C", "D", dan
"E" terbentuk segitiga siku-siku dengan sudut siku-siku di titik "D".
7. Saat berjalan menuju titik "E" intai atau bidik titik "A" melewati titik "C" sehingga antara
titik "E", "C", dan "A" terbentuk garis lurus. Jika telah terbentuk garis lurus berhentilah
dan tandai itu sebagai titik "E".
8. Ukur jarak antara titik "D" dan "E"
9. Untuk menghitung taksiran lebar sungai tinggal mengalikan dua jarak DE. Sehingga jika
jarak DE adalah 4,3 meter maka lebar sungai adalah 2 X 4,3 = 8,6 meter.
Sekarang tinggal membuat laporan penaksiran lebar sungai seperti berikut:
3. Menaksir Berat
Cara melakukan penaksiran beratnya adalah sebagai berikut :
1. Siapkan benda yang telah kita ketahui beratnya, semisal minuman dalam botol, buku, dll.
Benda ini seumpama diibaratkan B1 dengan berat 1 kg
2. Siapkan benda yang akan ditaksir beratnya. Benda ini seumpama kita namai B2.
3. Buatlah timbangan seperti pada gambar di bawah.
4. Tentukan jarak antara B1 dengan pusat tumpuan timbangan (dalam gambar dinamai J1).
Semisal 10 cm.
5. Latakkan benda yang ditaksir (B2) diseberang B1. Atur (maju mundurkan B2) sehingga
posisi B1 dan B2 setimbang.
6. Ukurlah jarak dari pusat tumpuan timbangan ke B2 (dalam gambar dinamai J2). Semisal
30 cm.
Maka berat benda yang kita taksir (B2) dapat kita ketahui dengan rumus :
Jadi berat benda yang ditaksir adalah 0,57 kg
4. Menaksir Kecepatan Arus
Cara Menaksir Kecepatan Arus Air
Untuk melakukan teknik kepramukaan penaksiran kecepatan arus air, salah satunya bisa
menggunakan metode sebagai berikut:
1. Satu orang berdiri di titik A dan satu orang lagi berdiri di titik B (perhatikan gambar di
atas). Jarak antara A dan B harus ditentukan terlebih dahulu, semisal 1 meter, 5 meter,
atau 10 meter tergantung kecepatan arus air, dimana semakin cepat arus lebih baik
semakin jauh.
2. Orang A (orang yang berdiri di titik A) membawa benda yang bisa terapung, sedangkan
orang B (orang yang berdiri di titik B) membawa pengukur waktu (stopwatch atau jam).
3. Orang A menjatuhkan benda ke air. Bersamaan dengan itu Orang B menghidupkan
penghitung waktu dan mematikannya saat benda tersebut sampai di orang B.
4. Lakukan penghitungan dengan menggunakan rumus sebagai berikut:
Rumus :
Di mana:
v = kecepatan (dengan satuan detik/meter; menit/meter; jam/km dll)
s = jarak (dengan satuan meter, kilometer (km) dll)
t = waktu (dengan satuan detik; menit; atau jam)
Contoh :
jarak antara A dan B (s) 10 meter
waktu benda terapung mengalir dari A ke B (t) 3 menit
Maka kecepatannya adalah :
S
Jawab: V =
T
10
=
3
= 3,33
Jadi kecepatan arus air sungai tersebut adalah 3,33 meter/menit.