0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan5 halaman

Persiapan Myro untuk Naik Lantai 2

Setelah membersihkan rumah barunya, Myro membiarkan Cyris mengurus toko pakaian yang akan dibuka. Ia membelikan Cyris uang dan bahan untuk memulai usaha tersebut. Kemudian Myro dan Frize pergi ke toko pandai besi untuk membeli busur bagi Myro sebelum menerima tugas memburu katak gila di lantai 2 guild.

Diunggah oleh

Rahmat
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan5 halaman

Persiapan Myro untuk Naik Lantai 2

Setelah membersihkan rumah barunya, Myro membiarkan Cyris mengurus toko pakaian yang akan dibuka. Ia membelikan Cyris uang dan bahan untuk memulai usaha tersebut. Kemudian Myro dan Frize pergi ke toko pandai besi untuk membeli busur bagi Myro sebelum menerima tugas memburu katak gila di lantai 2 guild.

Diunggah oleh

Rahmat
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB 18: NAIK KE LANTAI BERIKUTNYA

Myro, Frize dan Cyris segera membersihkan rumah tersebut. Bagaimanapun ini
adalah rumah baru sehingga harus dibersihkan terlebih dulu sebelum bisa untuk
tinggal disini.

Setelah membersihkan semua ruangan, Myro segera kembali ke kamarnya. Karena


Myro adalah tuan disini maka Myro pastinya memiliki kamarnya sendiri dan Cyris
juga memiliki kamar yang lainnya. Sedangkan untuk Frize, karena di lantai atas
memiliki 2 kamar dan ruang tamu maka Frize hanya bisa tinggal di ruang tamu.

Awalnya Cyris berkata bahwa ia bisa tinggal di ruang tamu karena ia adalah budak.
Tapi Myro dan Frize tidak setuju bagaimanpun Cyris adalah wanita. Oleh karena itu,
Frize yang tidur di ruang tamu.

Myro segera tidur di kamarnya yang saat ini hanya memiliki kasur.

Keesokan harinya, Myro bangun pagi dan segera membersihkan wajahnya dengan
air. Saat Myro berjalan turun kebawah, Cyris sudah ada disana dan menyiapkan
sarapan. Nampaknya Cyris masih belum tahu bahwa Myro sudah mengetahui
pekerjaannya yang sebenarnya. Tapi Myro sama sekali tidak memberitahu Cyris dan
segera duduk di meja.

Myro melihat ke sekitar dan berbicara kepada Cyris yang berdiri di samping dengan
hormat "Dimana Frize? Apakah anak itu masih tidur?".

"Tuan Frize pergi pagi-pagi sekali tadi untuk menyiapkan meja dan bahan makanan
sarapan ini. Tuan Frize sekarang berada di halaman belakang dan sedang berlatih",
kata Cyris sambil membungkuk.

Tidak lama setelah perkataan Cyris, pintu ruangan ini segera terbuka dan Frize yang
berkeringat segera terlihat. Melihat tubuh Frize yang dipenuhi oleh otot, Myro
berpikir apakah ia harus berlatih juga. Walaupun tubuh Myro juga cukup baik karena
ia sering berlatih saat di bumi, lebih tepatnya ayahnya yang terus mengawasinya
untuk berlatih. Oleh karena itu, Myro bisa memakai belati saat memburu kelinci salju
sebelumnya.
Setelah membersihkan keringat di wajahnya, Frize segera duduk di meja tersebut.
Lalu bersama dengan Cyris yang diberitahu untuk duduk, mereka memulai sarapan
mereka.

Myro memakan makanannya sambil melihat kearah Cyris dan berkata "Cyris,
apakah kau benar-benar bekerja sebagai ahli memasak?".

Mendengar pertanyaan Myro, Cyris sangat terkejut. la segera menjadi ragu-ragu dan
sedikit ketakutan. Frize yang duduk di samping juga bingung dengan perkataan
Myro karena makanan yang dibuat Cyris cukup baik sehingga Frize sama sekali
tidak meragukan pekerjaan Cyris sebelumnya.

Awalanya Cyris akan berbohong kepada Myro, tapi setelah Myro yang menatapnya
dengan mata yang tajam maka Cyris menjadi takut dan segera berdiri lalu berlutut
dan berkata "Maaf karena sudah membohongi anda tuan, saya memiliki pekerjaan
sebagai seorang ahli membuat pakaian. Tapi kemampuan memasak saya cukup
baik dan tidak kalah dengan ahli memasak itu".

Melihat Cyris yang jujur, Myro mengangguk. Mulai hari ini, Myro akan membiarkan
Cyris mengurus toko pakaian yang akan dibuat ini. Tapi jika Cyris adalah seorang
pembohong maka Myro tidak akan memakainya. Bagaimanapun, segel budak
membuat budak tidak bisa berkhianat. Tapi jika budak dibiarkan menjaga toko dan
mengambil beberapa koin perunggu secara diam-diam maka Myro tidak akan
mengetahuinya. Karena itu Myro harus berhati-hati.

Frize yang makan di samping juga terkejut dengan perkataan Cyris. Saat Frize
masih dipenuhi dengan kebingungan, Myro segera berkata "Tidak masalah, aku
membeli mu bukan karena kau ahli memasak tapi karena aku tahu bahwa kau
adalah ahli membuat pakaian".

Cyris segera terkejut mendengar hal tersebut, Myro ternyata sudah mengetahui
tentang dirinya. Hal tersebut segera membuat Cyris semakin bingung, jika
mengetahui kemampuan dirinya yang tidak berguna maka kenapa Myro masih
membelinya.

Myro yang masih sibuk makan segera berkata lagi sambil memegang 5 koin perak
dan berkata "Kau akan memakai uang ini untuk bahan-bahan membuat pakaian.
Setelah aku dan Frize selesai berburu hari ini, kami akan menyiapkan kulit kelinci
salju untuk dirimu membuat pakaian. Aku juga tahu bahwa kau tidak bisa membuat
baju dengan bentuk-bentuk yang cantik tapi aku memiliki rencana ku sendiri jadi kau
tidak perlu bertanya dan mulai mempersiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan
selain kulit kelinci salju. Apakah 5 koin perak cukup?".

Cyris segera mengangguk dengan cepat dan berkata "Cukup! Tuanku, aku tidak
akan mengecewakanmu".

Myro mengangguk lalu setelah sarapan, Myro dan Frize segera pergi menuju guild.
Cyris tetap di rumah dan bersiap untuk membeli alat-alat yang dibutuhkan untuk
membuka toko.

Saat di jalan, Frize menghela nafas dan berkata "Aku sekarang mengerti alasan kau
membeli rumah itu".

Myro tersenyum dan sama sekali tidak menjawab Frize. Sebelum menuju guild,
Myro dan Frize pergi ke toko pandai besi untuk membeli senjata bagi Myro.
Walaupun Myro memiliki belati Frize tapi Myro masih tidak ahli memakai belati jadi
Myro memutuskan untuk pergi ke pandai besi.

Saat berada di toko pandai besi, Frize sangat terkejut dengan pilihan senjata Myro.
Saat ini, Myro sedang memegang sebuah busur panah dengan hati-hati dan melihat
kekuatan dan ketahanan busur tersebut. Setelah mencobanya beberapa kali, Myro
mengangguk dan berkata dengan suara kecil "Busur itu cukup baik walaupun tidak
sehebat busur di keluargaku dulu".

Walaupun Frize tidak tahu apakah Myro ahli memakai busur tapi saat melihat cara
Myro memegang busur, Frize mengangguk dan mengetahui bahwa Myro bukanlah
pemula memakai busur. Apalagi Frize baru menyadari bahwa ada banyak tanda-
tanda sisa luka di tangan Myro, terutama di jari-jari Myro yang nampaknya Myro
dapatkan dari menarik busur.

Saat ini, Frize benar-benar penasaran dengan Myro. Bukankah dunia dimana Myro
berasal adalah dunia yang damai? Kenapa tangan Myro menunjukkan bahwa ia
sudah sering memakai busur? Jika Frize tidak salah maka dari tanda di tangan
Myro, Frize dapat berpikir bahwa Myro sudah memakai busur selama puluhan tahun.

Myro saat ini berusia 17 tahun dan sudah memakai busur paling tidak selama
belasan tahun juga! Bukankah berarti Myro dari kecil sudah belajar memakai busur?
Bukankah itu dunia yang damai? Kenapa harus belajar memakai busur selama
belasan tahun?

Myro tidak mengatakan apapun sehingga Frize tidak berani bertanya. Mereka
segera membeli busur tersebut dan 5 kantong panah. Setiap kantong panah
memiliki 20 anak panah. Jadi Myro sekarang memiliki 100 anak panah. Harga yang
mereka habiskan untuk membeli semua itu adalah 2 koin perak. Harga termahal
adalah busur tersebut yang berharga sebuah koin perak. Setiap anak panah dihargai
sebuah koin perunggu sehingga 100 anak panah Myro berharga sebuah koin perak.

Myro segera mengikatkan sebuah kantong panah di tubuhnya lalu mengikatkan


kantong panah lain pada tubuh raja singa yang besar. Karena mereka tidak memiliki
banyak uang lagi maka Myro tidak bisa membeli baju zirah sekarang dan segera
pergi menuju guild.

Seperti sebelumnya, guild saat ini masih sangat ramai dan banyak petualang yang
melihat papan tugas untuk memilih tugas. Iris segera menyambut Myro dan Frize
lalu Myro serta Frize segera pergi ke papan tugas untuk memilih tugas.

Melihat papan tugas, Frize segera berkata "Tuan, saya rasa lantai 1 sudah tidak
cocok lagi untuk anda menaikkan level. Apalagi dengan kemampuan kita kemarin,
saya yakin kita bisa naik ke lantai selanjutnya".

Myro juga mengangguk setuju lalu mengambil sebuah tugas memburu katak gila di
lantai 2, katak gila ini memiliki level 7 sehingga tidak akan menjadi masalah bagi
Myro dan Frize. Serta sama seperti kelinci salju, sekali menyerang seekor katak gila
maka puluhan katak gila akan mengepung mereka. Tapi, Myro sama sekali tidak
takut karena ia memiliki banyak singa. Singa melawan katak? Bagaimana mungkin
katak bisa menang!

Myro segera mengambil tugas tersebut dan berjalan menuju Iris. Setelah melihat
kertas tersebut, Iris tersenyum dan mengambilnya lalu berkata "Kami akan
membiarkan kalian menerima tugas ini. Tapi kalian harus berhati-hati".

Myro mengangguk dan berkata "Tidak apa-apa. Ini hanya naik sebuah lantai jadi
seharusnya sama sekali tidak masalah. Apa lagi katak gila hanya level 7".
Melihat kepercayaan diri Myro, Iris menggelengkan kepalanya dan berkata dengan
hati-hati dan suara yang kecil agar hanya Myro dan Frize yang bisa mendengarnya
"Yang paling menakutkan di labirin bukanlah monster, tapi manusia!".

Anda mungkin juga menyukai