0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan28 halaman

Harga Suntik KB Depo Provera

Dokumen tersebut membahas tentang konsep dasar keluarga berencana dan kontrasepsi suntikan. Secara ringkas, dokumen tersebut menjelaskan definisi, tujuan, dan jenis-jenis metode keluarga berencana termasuk kontrasepsi suntikan beserta syarat yang harus dipenuhi.

Diunggah oleh

ulub purnama
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan28 halaman

Harga Suntik KB Depo Provera

Dokumen tersebut membahas tentang konsep dasar keluarga berencana dan kontrasepsi suntikan. Secara ringkas, dokumen tersebut menjelaskan definisi, tujuan, dan jenis-jenis metode keluarga berencana termasuk kontrasepsi suntikan beserta syarat yang harus dipenuhi.

Diunggah oleh

ulub purnama
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB 2

TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Konsep Dasar Keluarga Berencana

2.1.1 Definisi Keluarga Berencana

Keluarga Berencana adalah salah satu usaha untuk mencapai

kesejahteraan dengan jalan memberikan nasihat perkawinan, pengobatan,

kemandulan, dan penjarangan kelahiran serta tidak melawan hukum dan

moral pancasila (Prawirohardjo, 2007). Kontrasepsi atau anti konsepsi

adalah untuk mencegah terjadinya konsepsi dengan alat atau obat-obatan

(Mochtar, 1998).

Menurut (Hartanto, 2004) WHO (World Health Organization),

Keluarga Berencana adalah tindakan yang membantu individu atau

pasangan suami istri untuk :

1. Mendapatkan objektif-objektif tertentu

2. Menghindari kelahiran yang tidak diinginkan

3. Mendapatkan kelahiran yang memang diinginkan

4. Mengatur interval diantara kehamilan

5. Mengontrol waktu saat kelahiran dalam hubungan dengan umur suami


istri

6. Menentukan waktu anak dalam keluarga.

6
7

Kontrasepsi adalah upaya mencegah kehamilan. Upaya itu bersifat

sementara, dapat pula bersifat permanen (Prawirohardjo, 2011). Beberapa

pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa KB adalah tindakan yang

membantu individu atau suami istri dalam merencanakan kehamilannya

guna menjadikan Norma Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera.

2.1.2 Tujuan KB

Menurut (Kenrick, 2014)

Tujuan Gerakan KB Nasional di Indonesia adalah

1. Tujuan umum

Meningkatkan kesejahteraan ibu, anak dalam rangka mewujudkan

NKKBS yang menjadi dasar bagi terwujudnya masyarakat yang

sejahtera dengan mengendalikan kelahiran sekaligus menjamin

terkendalinya pertambahan penduduk di Indonesia.

2. Tujuan Khusus

a. Meningkatkan jumlah penduduk untuk menggunakan alat kontrasepsi

b. Menurunnya jumlah angka kelahiran bayi

c. Meningkatnya kesehatan Keluarga Berencana dengan penjarangan

kelahiran.

2.1.3 Sasaran Gerakan KB

Tujuan tersebut dapat dicapai melalui penggarapan Program Nasional KB

diarahkan dalam 2 bentuk sasaran :

1. Sasaran langsung
8

Yaitu Pasangan Usia Subur ( PUS ) 15-19 tahun, dengan jalan mereka

secara bertahap menjadi peserta KB yang aktif lestari, sehingga

memberi efek langsung penurunan fertilitas.

2. Sasaran tidak langsung

Yaitu organisasi-organisasi, lembaga lembaga kemasyarakatan, instansi

pemerintah maupun swasta, tokoh masyarakat (alim ulama, wanita, dan

pemuda), yang diharapkan dapat memberikan dukungan dalam

pelembagaan NKKBS. (Hartanto, 2004).

2.1.4 Menurut (BKKBN, 2013) manfaat mengikuti program KB sesuai anjuran

pemerintah, para peserta akan mendapat tiga manfaat antara lain :

1. Manfaat untuk ibu

a. Mencegah kehamilan yang tidak diinginkan melalui KB keluarga

dapat merencanakan dan mengatur kelahiran anak-anaknya dengan

menghindari kehamilan “4 terlalu” (terlalu muda, terlalu tua, terlalu

sering, dan terlalu banyak).

b. Mendekatkan ibu terhadap pelayanan kesehatan saat memperoleh

pelayanan KB, ibu akan mendapat pemeriksaan kesehatan,

informasi tentang KB secara lengkap, yang bermanfaat dalam

merencanakan kehamilan.

c. Mencegah anemia Kandungan Fe yang ada pada salah satu alat atau

obat kontrasepsi (Pil kombinasi), dapat mencegah risiko anemia

berat, sehingga dengan KB ibu dapat menjaga kesehatan fisik dan

kesehatan reproduksinya dengan lebih optimal dengan diimbangi

dengan memperhatikan asupan gizi yang memadai.


9

d. Menyegah perdarahan setelah persalinan mengikuti KB setelah

melahirkan, seorang ibu dapat mencegah terjadinya perdarahan

yang terlalu banyak setelah melahirkan, dan mempercepat pulihnya

kondisi kesehatan rahim.

e. Meningkatkan keharmonisan rumah tangga ibu mempunyai

kesempatan dan waktu luang dalam memperhatikan dan merawat

diri sehingga dapat mengurus, mendidik, merawat keluarga

menjadi lebih baik dan harmonis tanpa rasa takut hamil,

mendiskusikan semua permasalahan dengan suami.

2. Manfaat untuk anak

a. Mencegah kekurangan gizi

KB memberikan peluan pada ibu dalam mempersiapkan

kehamilannya, agar janin yang di kandungan mendapatkan gizi

yang cukup dan lahir secara sempurna dan selamat.

b. Tumbuh kembang anak terjamin

Selain hak anak, maka pengaturan jarak kehamilan memberi

peluang pada setiap anak untuk mendapatkan perhatian dan

kasih sayang orang tua, sehingga mereka dapat tumbuh

kembang secara optimal.

c. Kebutuhan ASI eksklusif selama 6 bulan relatif dapat terpenuhi

Salah satu cara ber KB yang mengandalkan ASI eksklusif

selama 6 bulan pertama dikenal dengan MAL. MAL akan

memberi kesempatan pada bayi untuk mendapatkan gizi yang

sempurna dalam ASI.


10

3. Ekonomi

a. Mengurangi biaya kebutuhan rumah tangga

Minimal ddengan mengikuti KB tidak akan menambah anggota

baru dalam keluarga, sehingga keluarga lebih leluasa mengatur

kebutuhan sehari – hari.

b. Menambah pendapatan ekonomi

Dengan mengatur jarak kelahiran antar anak, anggota keluarga

khususnya ibu mempunyai peluang dan kesempatan untuk berusaha

misal ikut dalam usaha UPPKS (Usaha Peningkatan Pendapatan

Keluarga Sejahtera).

4. Sosial budaya

a. Meningkatkan kesempatan masyarakat

Ibu memiliki kesempatan dan waktu yang lebih banyak untuk

bersosialisasi dan aktif kegiatan sosial.

b. Meningkatkan peran ibu dalam pengambilan keputusan

Ibu mempunyai kesempatan dan kontribusi sebagai mitra yang

setara dalam pengambilan keputusan seperti memilih jenis

kontrasepsi, menentukan jumlah anak dan jarak kehamilan yang

diinginkan.

2.1.5 Macam Metode Kontrasepsi

Menurut (Hartanto, H., 2004)

1. Metode Sederhana

a. Tanpa Alat (Alamiah)

1) Metode kalender
11

2) Metode suhu badan basa

3) Metode lendir serviks

b. Dengan Alat

1) Mekanis

a) Kondom prima

b) Barier intra - vaginal :

(1) Diafragma

(2) Kap serviks

(3) Spons

(4) Kondom wanita

2) Kimiawi

a) Spermisid

(1) Vaginal cream

(2) Vaginal foam

(3) Vaginal jelly

(4) Vaginal suppositosial

(5) Vaginal tablet

(6) Vaginal sauble film

2. Metode Modern

a. Kontrasepsi Hormonal

1) Per-oral

2) Injeksi atau suntikan

3) Sub kutis : implant


12

b. Intra uterine devices (IUD, AKDR)

[Link] Mantap

1) Pada wanita

a) Penyinaran

b) Operatif, medis operatif wanita

c) Penyumbatan tuba fallopi secara mekanis.

d) Penyumbatan tuba fallopi secara kimiawi


2) Pada pria

a) Operatif, medis operatif pada pria

b) Penyumbatan vas deferens secara mekanis

c) Penyumbatan vas deferens secara kimiawi

2.1.6 Syarat Yang Harus Dipenuhi Oleh Suatu Metode Kontrasepsi Yang Baik

menurut (Mochtar, 1998) sebagai berikut :

1. Aman pemakaiannya dan dapat dipercaya.

2. Efek samping yang merugikan tidak ada.

3. Lama kerjanya dapat diatur menurut keinginan.

4. Tidak mengganggu hubungan persetubuhan.

5. Tidak memerlukan bantuan medik atau kontrol yang ketat selama


pemakaiannya.

6. Cara penggunaannya sederhana.

7. Harganya murah supaya dapat dijangkau masyarakat luas.


13

8. Dapat diterima oleh pasangan suami istri.

2.2 Konsep Dasar Kontrasepsi Suntikan

2.2.1 Definisi Kontrasepsi Suntik

Kontrasepsi suntikan adalah suatu metode atau cara kontrasepsi dengan

menyuntikkan hormon untuk mencegah kehamilan pada wanita usia subur

(Prawirohardjo, 2006).

Kontrasepsi suntik dapat dikelompokkan dalam 2 macam yaitu hanya

mengandung hormone progesterone dengan masa perlindungan 3 bulan

dan suntik 1 bulan (suntikan bulanan) yang mengandung gabung hormon

progesteron dan estrogen (BKKBN, 2004).

2.2.2 Bentuk Suntikan KB menurut (Hartanto, 2004) sebagai berikut :

1. Depo provera mengandung progesteron sebanyak 150 mg bentuk


partikel kecil, suntikan setiap 12 minggu

2. Cyclofem mengandung progerteron sebanyak 50 mg dan estrogen


disuntikan tiap bulan.
2.2.3 Syarat Kontrasepsi Suntikan menurut (Hartanto, 2004) sebagai berikut :

1. Aman atau tidak berbahaya penggunaannya.

2. Dapat diandalkan.

3. Pemakaiannya sederhana, sedapat-dapatnya tidak usah dikerjakan oleh

seorang dokter.

4. Harganya murah.

5. Dapat diterima oleh orang banyak.


14

6. Pemakaian jangka lama.


2.2.4 Jenis Kontrasepsi Sunti menurut (Hartanto, 2004) sebagai berikut :

1. Depo provera.

2. Depo progestin.

3. Depo gestIn.

4. Noristerat.

5. Cyclofem.
2.2.5 Cara Kerja

Kontrasepsi suntikan diberikan setiap 8-12 minggu yang mencegah

kehamilan melalui proses sebagai berikut :

1. Mencegah pematangan dan lepasnya sel telur dari indung telur

wanita.

2. Mengentalkan lendir mulut rahim, sehingga spermatozoa (sel mani )

tidak dapat masuk ke dalam rahim. (Hartanto, 2004).

2.2.6 Cara penggunaaan

Menurut (Saifuddin, 2003) sebagai berikut :

1. Kontrasepsi suntikan DMPA diberikan setiap 3 bulan dengan cara

disuntik intramuskular dalam di daerah pantat. Apabila suntikan

diberikan terlalu dangkal, penyerapan kontrasepsi suntikan akan

lambat dan tidak bekerja segera dan efektif. Suntikan diberikan setiap

90 hari. Pemberian kontrasepsi suntikan Noristerat untuk 3 injeksi

berikutnya diberikan setiap 8 minggu. Mulai dengan injeksi ke 5

diberikan setiap 12 minggu.


15

2. Cyclofem disuntikkan setiap bulan dengan suntikan intramuskular

dalam. Klien diminta datang setiap 4 minggu. Suntikan ulang dapat

diberikan 7 hari lebih awal, dengan kemungkinan terjadi gangguan

perdarahan. Dapat juga di berikan setelah 7 hari dari jadwal yang

telah ditentukan, asal saja diyakini ibu tersebut tidak hamil. Tidak

dibenarkan melakukan hubungan seksual selama 7 hari atau

menggunakan metode kontrasepsi lain untuk 7 hari saja.

2.2.7 Efektifitas

Efektifitas sangat tinggi, kegagalan kurang dari 1 % .

2.2.8 Keuntungan dan Kerugian Kontrasepsin Suntik menurut (Hartanto, 2004)

sebagai berikut :

1. Keuntungan

a. Praktis, efektif dan aman.

b. Tidak memengaruhi ASI, cocok digunakan untuk ibu menyusui.

c. Dapat menurunkan kemungkinan anemia.

2. Kerugian

[Link] terlambatnya pemulihan kesuburan setelah penghentian

pemakaian.

b. Kadang-kadang dapat menyebabkan kenaikan BB

c. Dapat menyebabkan tidak teraturnya siklus haid.

2.2.9 Kontra Indikasi Suntikan

WHO menganjurkan tidak menggunakan kontrasepsi suntikan pada :

1. Kehamilan.

2. Karsinoma payudara.
16

3. Karsinoma traktus genetalis.

4. Payudara abnormal uterus.


(Hartanto, 2004)

2.2.10 Efek Samping

Menurut (Hartanto, 2004)

1. Gangguan haid ini yang paling sering terjadi dan yang paling

mengganggu

a. Efek pada pola haid tergantung pada lama pemakaian, perdarahan

intermenstrual dan perdarahan bercak berkurang dengan jalannya

waktu. Sedangkan kejadian amenorrhoe bertambah besar.

b. Insiden yang tinggi dari amenorrhoe diduga berhubungan dengan

atrofi endometrium. Sedangkan sebab dari perdarahan ireguler

masih belum jelas.

2. Berat badan yang bertambah

a. Umumnya pertambahan berat badan antara 1 kg sampai 5 kg dalam

tahun pertama.

b. Hipotesa para ahli DMPA merangsang pusat pengendali nafsu makan

di hipotalamus, yang menyebabkan peserta makan lebih banyak dari

pada biasanya.

3. Sakit Kepala

Insiden sakit kepala terjadi pada < 1-17 % peserta.

4. Pada sistem kardiovaskuler


17

Perubahan dalam metabolisme lemak, terutama penurunan HDL,

kolesterol dicurigai dapat menambah besar resiko kardiovaskuler, HDL

kolesterol yang rendah menyebabkan timbulnya aterosdosis.

2.2.11 Penatalaksanaan

Penatalaksanaan yang paling utama adalah dengan memberikan

pelayanan konseling. Memberikan penjelasan pada calon akseptor suntik

bahwa pada pemakaian suntikan dapat menyebabkan gejala akibat

pengaruh hormon suntik.

1. Bila akseptor ingin haid dapat dilaksanakan pemberian pil KB hari 1

sampai 11 masing-masing 3 tablet, selanjutnya hari ke-4 1 x 1 selama 4-

5 hari.

2. Bila terjadi perdarahan dapat pula diberikan preparat estrogen,


misalnya cynosal 2 x 1 sehari sampai perdarahan berhenti.

3. Perubahan berat badan


Menjelaskan pada peserta suntik bahwa kenaikan berat badan adalah

satu efek samping dari pemakaian KB suntik akan tetapi tidak selalu

kenaikan berat badan tersebut diakibatkan dari pemakaian suntik KB

bila peserta merasa berat badan bertambah setelah memakai KB suntik

3 bulan, peserta dapat dianjurkan diet rendah kalori disertai olahraga

seperti senam atau diet tinggi kalori, bila tidak berhasil dianjurkan

untuk mengganti cara kontrasepsi non hormonal.


18

2.3 Konsep Dasar Depo Medroxy Progesterone Acetat (DMPA)

2.3.1 DefinisiDepo Medroxy Progesterone Asetat

Depo Medroxy Progesterone Asetat ( Depoprovera ) yang mengandung

medroxy progesterone asetat 150 mg diberikan setiap 3 bulan sekali dengan

cara disuntik intramuskuar di bokong (BKKBN, 2012).

Depoprovera adalah Depo Medroxy Progesterone Asetatatau DMPA adalah

suatu metode kontrasepsi suntik yang dapat disuntikkan dengan interval 3

bulan (12-14 minggu) Intramuskuler (Manuaba, 2010).

2.3.2 Cara Kerja

Menurut ( Manuaba, 2010 ) sebagai berikut :

1. Sentral

a. Menghindari terjadinya ovulasi

2. Perifer

a. Endometrium mengalami atrofi sehingga tidak mungkin menerima

nidasi.

b. Lendir serviks kental sehingga menghalangi kemampuan penetrasi

sperma.

c. Perubahan lendir endometrium sehingga menghalangi

kemampuannya untuk kapitasi spermatozoa.

2.3.3 Indikasi

Menurut ( Saifuddin, 2003 ) sebagai berikut :

1. Usia reproduksi

2. Nulipara atau telah memiliki anak

3. Menghendaki kontrasepsi jangka panjang dan memiliki efektifitas tinggi.


19

4. Menyusui dan membutuhkan kontrasepsi yang sesuai

5. Setelah melahirkanatau menyusui

6. Setelah abortus atau keguguran

7. Telah banyak anak tapi belum menghendaki tubektomi

8. Perokok

9. Tekanan darah < 180/110 mmHg dengan masalah pembekuan darah atau
anemia bulan sabit

10. Menggunakan obat untuk epilepsy ( fenitoin dan barbiturate )

11. Tidak menggunakan kontrasepsi yang mengandung estrogen

12. Sering lupa memakai pil kontrasepsi

13. Anemia defisiensi besi

14. Mendekati usia menopause yang tidak mau atau tidak boleh

menggunakan pil kontrasepsi kombinasi.

2.3.4 Kontra Indikasi Kontrasepsi Suntik 3 Bulan ( DMPA ) menurut (BKKBN,

2012) sebagai berikut :

1. Hamil atau dicurigai hamil risiko cacat pada janin 7 per 100.000

kelahiran

2. Perdarahan pervagina yang belum jelas penyebabnya

3. Tidak dapat menerima gangguan haid terutama amenorrhoe

4. Menderita kangker payudara atau riwayat kangker payudara


20

5. Diabetes militus disertai komplikasi

2.3.5 Keuntungan Kontrasepsi Suntik 3 Bulan ( DMPA ) menurut (BKKBN,

2012) sebagai berikut :

1. Sangat efektif 0,3 kehamilan per 100 perempuan dalam satu tahun
pertama

2. Pencegah kehamilan jangka panjang

3. Tidak pengaruh hubungan suami istri

4. Tidak mengandung estrogen sehingga tidak berdampak serius terhadap


penyakit jantung dan gangguan pembekuan darah

5. Tidak memengaruhi ASI

6. Sedikit efek samping

7. Dapat digunakan oleh perempuan usia > 35 tahun sampai perimenopause

8. Membantu mencegah kanker endometrium dan kehamilan ektopik

9. Menurunkan kejadian penyakit jinak payudara

10. Menyegah beberapa penyakit radang panggul

11. Menurunkan krisis anemia bulan sabit ( Sickle Cell ).

2.3.6 Keterbatasan

1. Klien sangat bergantung pada tempat sarana pelayanan kesehatan (harus

kembali sesuai dengan jadwal suntik)

2. Tidak dapat dihentikan sewaktu waktu sebelum suntikan berikutnya

3. Tidak mencegah Penyakit Menular Seksual


21

4. Terlambatnya kembalinya kesuburan setelah penghentian pemakaian.

2.3.7 Efektifitas

Kedua kontarsepsi ini memiliki efektifitas sangat tinggi, dengan 0,3

kehamilan per 100 perempuan per tahun, asal penyuntikannya dilakukan

secara teratur sesuai jadwal yang ditentukan.(BKKBN, 2011)

2.3.8 Cara Pemberian Kontrasepsi Suntik Depo ( DMPA ) menurut (Manuaba,

2001) sebagai berikut :

1. Pasca menstruasi hari ke 5

2. Post partum abortus segera

3. Laktasi tunggu sampai 0-12 minggu

4. Penggantian menuju Depo ( DMPA )


a. Pemakaian pil tunggu mendapatkan menstruasi, diberikan hari ke 5

b. Dari IUD segera diberikan Depo ( DMPA )

2.3.9 Efek Samping Suntik Depo ( DMPA ) dan Penanggulangannya.

1. Gangguan haid

2. Depresi

3. Keputihan

4. Jerawat

5. Perubahan libido

6. Perubahan berat badan

7. Pusing

8. Peningkatan tekanan darah


22

2.4 Konsep Dasar Lama Pemakaian

2.4.1 Definisi Lama Pemakaian

Lama pemakaian adalah panjangnya waktu peserta menggunakan

kontrasepsi sampai berhentinya peserta menggunakan kontrasepsi.

Peningkatan tekanan darah terjadi karena lamanya pemakaian kontrasepsi

suntik KB 3 bulan. Penggunaan alat atau obat kontrasepsi suntik KB 3 bulan

dipengaruhi oleh lama pemakaian yaitu kontrasepsi suntik baik kontrasepsi

suntik bulanan maupun tribulanan mempunyai efek samping utama yaitu

peningkatan tekanan darah, yang dapat mempengaruhi peningkatan tekanan

darah pesserta KB suntik adalah adanya hormon progesteron yang kuat

sehingga merangsang di hipotalamus, yang lebih banyak dari biasanya

tubuh akan kelebihan zat – zat gizi. Kelebihan zat gizi oleh hormone

progesteron dirubah menjadi lemak penumpukan lemak yang berlebih hasil

sintesa dari karbohidart menjadi lemak ( Hartono, 2004 ).

Faktor diantaranya yang mempengaruhi lama pemakaian adalah :

1. Mudah di jangkau

2. Murah

3. Efek samping rendah

4. > 5 tahun

5. Ibu menyusui

2.5 Faktor Resiko Tekanan Darah Tinggi

Pengertian dan klasifikasi tekanan darah yang dimaksud dengan tekanan

darah adalah jumlah tenaga darah yang ditekan terhadap dinding arteri
23

(pembuluh nadi) saat jantung memompakan darah ke seluruh tubuh

manusia. Tekanan darah merupakan salah satu pengukuran yang penting

dalam menjaga kesehatan tubuh, karena Tekanan darah yang tinggi atau

Hipertensi dalam jangka panjang akan menyebabkan perenggangan

dinding arteri dan mengakibatkan pecahnya pembuluh darah. Pecahnya

pembuluh darah inilah yang menyebabkan terjadinya Stroke. Beberapa

penyakit yang diakibatkan oleh Tekanan darah tinggi diantaranya adalah

Stroke, Penyakit Jantung, Penyakit Ginjal dan Aneurisma.

Pada umumnya Hipertensi atau Tekanan Darah Tinggi tidak

menunjukan gejala ataupun tanda-tanda yang berarti sehingga seorang

penderita Hipertensi sangat sulit untuk mengetahui apakah dirinya

mengalami tekanan darah tinggi. Oleh karena itu, setiap orang dianjurkan

untuk memeriksa Tekanan darahnya secara rutin dan berkala.

Terdapat 2 (dua) pengukuran penting dalam Tekanan darah, yaitu Tekanan

Sistolik dan Tekanan Diastolik.

Tekanan Sistolik (Systolic Pressure) adalah Tekanan Darah saat Jantung

berdetak dan memompakan darah.

Tekanan Diastolik (Diastolic) adalah Tekanan darah saat Jantung

beristirahat di antara detakan.

Tekanan Darah yang Normal adalah berkisar antara 90mmHg sampai

119mmHg untuk Tekanan Sistolik sedangkan untuk Tekanan Diastolik

adalah sekitar 60mmHg sampai 79mmHg. Tekanan darah dibawah 90/60

mmHg dikategorikan sebagai Hipotensi (Hypotension) atau Tekanan


24

Darah Rendah, sedangkan diatas 140/90mmHg sudah dikategorikan

sebagai Tekanan Darah Tinggi atau Hipertensi (Hypertension).

Pada umumnya, setelah dokter maupun perawat memeriksa tekanan darah

kita, mereka akan memberitahukan kepada kita hasil pengukuran Tekanan

Darah dengan menyebutkan Tekanan Sistolik dan Tekanan Diastoliknya baik

secara lisan maupun tulisan. Contohnya 120/80. Dari contoh angka tersebut,

maka kita dapat mengetahui bahwa Tekanan Sistolik adalah 120mmHg dan

Tekanan Diastolik adalah 80mmHg. Untuk mencegah Tekanan Darah Tinggi,

kita perlu menjalani gaya hidup sehat dengan menghindari atau berhenti

merokok, mengurangi konsumsi Garam dan Natrium yang berlebihan,

membatasi konsumsi Alkohol, menjaga berat badan, mengonsumsi makanan

yang berserat tinggi (sayur dan buah) serta rutin berolahraga.

2.5.1 Faktor resiko yang tidak dapat dikontrol

1. Riwayat Keluarga/Hereditas/Genetik

Riwayat keluarga dekat yang menderita hipertensi (faktor keturunan)

mepertinggi resiko terkena hipertensi, terutama pada hipertensi essensial

(primer). Faktor genetik mempunyai peran yang besar untuk timbulnya

penyakit hipertensi pada seorang penderita. Pada 70-80% kasus hipertensi

primer disebabkan oleh factor riwayat hipertensi di dalam keluarga.

Hipertensi juga banyak dijumpai pada penderita kembar monozigot (satu

telur), apabila salah satunya menderita hipertensi.

2. Umur

Umur mempengaruhi terjadinya hipertensi. dengan bertambahnya umur,

resiko terkena hipertensi menjadi lebih besar sehingga prevalensi di


25

kalangan usia lanjut cukup tinggi yaitu sekitar 40%. Hipertensi biasanya

muncul seiring dengan bertambahnya usia, karena semakin bertambah usia

seseorang pengaturan metabolisme zat kapur (kalsium) terganggu, sehingga

banyak zat kapur yang beredar bersama darah, Banyaknya kalsium dalam

darah menyebabkan darah menjadi kental, sehingga tekanan darah menjadi

meningkat Endapan kalsium di dinding pembuluh darah (arteriosclerosisi)

menyebabkan penyempitan pembuluh darah. Akibatnya aliran darah

menjadi terganggu, hal ini dapat memicu peningkatan tekanan darah.

Bertambahnya usia juga menyebabkan elastisitas arteri berkurang. Arteri

tidak dapat lentur dan cenderung kaku, sehingga volume darah yang

mengalir sedikit dan kurang lancar, agar kebutuhan darah di jaringan

mencukupi, maka jantung harus memompa darah lebih kuat lagi.

2. Jenis kelamin

Faktor jenis kelamin berpengaruh pada terjadinya hipertensi, di mana pria

lebih banyak menderita hipertensi dibandingkan dengan wanita, dengan

resiko 2,29 untuk peningkatan darah sistolik.

2.5.2 Faktor Resiko yang Bisa Dikontrol

a. Obesitas

Obesitas merupakan suatu kelainan kompleks pengaturan nafsu makan

dan metabolisme energi yang dikendalikan beberapa faktor biologik

spesifik. Faktor genetik diketahui sangat berpengaruh bagi

perkembangan obesitas, Secara fisiologis obesitas didefinisikan sebagai

suatu keadaan dengan akumulasi lemak yang tidak normal atau


26

berlebihan dari jaringan adiposa sehingga dapat mengganggu kesehatan

(Sudoyo, 2006)

Jumlah lemak yang diperlukan tubuh maksimum 150 mg/dl, kandungan

lemak baik (HDL) optimum 45 mg/dl dan kandungan lemak jahat

maksimum 130 mg/dl. Lemak baik masih diperlukan oleh tubuh, sedang

lemak jahat justru merusak organ tubuh. Penimbunan lemak di pembuluh

darah menyebabkan penyempitan pembuluh darah, akibatnya aliran

darah menjadi kurang lancar. Pada orang yang memiliki kelebihan lemak

(hyperlipidemia), dapat menyebabkan penyumbatan darah sehingga

tengganggu suplai oksigen dan zat makanan ke organ tubuh.

Penyempitan dan sumbatan lemak memacu jantung untuk memompa

darah lebih kuat, agar dapat memasok kebutuhan darah ke jaringan,

akibatnya tekanan darah menjadai meningkat, maka terjadilah tekanan

darah tinggi. Resiko relatif untuk penderita pada orang-orang gemuk 5

kali lebih tinggi dibandingkan dengan seorang yang badannya normal.

Sedangkan pada penderita hipertensi ditemukan sekitar 20-33% memiliki

berat badan lebih (overweight).

2. Merokok

Rokok mengandung ribuan zat kimia yang berbahaya bagi tubuh, seperti

nikotin, dan gas karbon monoksida. merupakan bahan yang dapat

meningkatkan kekentalan darah, sehingga memaksa jantung untuk

memompa darah lebih kuat lagi. Nikotin dapat memacu pengeluaran zat

catecholamine tubuh seperti hormone adrenalin, hormone adrenalin

mamacu kerja jantung untuk berdetak 10–20 kali permenit, dan


27

meningkatkan tekanan darah 10–20 skala. Hal ini berakibat volume darah

meningkat dan jantung menjadi cepat lelah. Karbon monoksida (CO)

dapat meningkatkan keasaman sel darah sehingga darah menjadi lebih

kental dan menempel di dinding pembuluh darah.

3. Minuman Alkohol

Alkohol dapat merusak fungsi syaraf pusat maupun tepi. Apabila syaraf

simpatis terganggu, maka pengaturan tekanan darah akan mengalami

gangguan. Pada seorang yang sering minum-minuman dengan kadar

alcohol tinggi, tekanan darah mudah berubah dan cenderung meningkat

tinggi. Alkohol juga meningkatkan keasaman darah. Darah menjadi lebih

kental. Kekentalan darah ini memaksa jantung memompa darah lebih

kuat lagi, agar darah dapat sampai ke jaringan yang membutuhkan

dengan cukup, ini berarti terjadi peningkatan tekanan darah (Depkes,

2007).

4. Stress dan Tekanan Mental

Stress atau ketegangan jiwa (rasa tertekan, murung, rasa marah, dendam,

rasa takut, rasa bersalah) dapat merangsang anak ginjal mengeluarkan

hormon adrenalin. Hormon ini dapat mengakibatkan jantung berdenyut

lebih cepat dan menyebabkan penyempitan kapiler darah tepi, sehingga

menyebabkan peningkatan tekanan darah.

5. Konsumsi Garam (Natrium)


28

Natrium memegang peranan penting terhadap timbulnya hipertensi.

Natrium dan klorida merupakan ion utama cairan ekstraseluler.

Konsumsi natrium yang berlebih menyebabkan konsentrasi natrium di

dalam cairan ekstraseluler meningkat, untuk menormalkannya, cairan

intraseluler ditarik keluar, sehingga volume cairanekstraseluler

meningkat. Meningkatnya volume ekstrseluler tersebut menyebabkan

meningkatnya volume darah, sehingga berdampak timbulnya hipertensi

(Astawan, 2009).

6. Konsumsi Kopi

Tekanan darah dapat meningkat jika seseorang sering minum kopi.

Kafein dalam kopi memacu kerja jantung dalam memompa darah.

Peningkatan tekanan dari jantung juga diteruskan pada arteri, sehingga

tekanan darah meningkat.

7. Aktifitas Fisik.

Pola hidup pasif cenderung meningkatkan kegemukan dan aterosklerosis,

yang beresiko terhadap timbulnya hipertensi. Pada fisik yang senantiasa

aktif, pembuluh darah cenderung elastis, sehingga mengurangi tahanan

perifer (Warburton, 2006).

2.5.3 Dampak Hipertensi

Hipertensi dapat menimbulkan dampak pada diri si penderita antara lain :

1. Sakit kepala, pegal-pegal, perasaan tidak nyaman di tengkuk, perasaan

berputar/ingin jatuh,berdebar-debar, detak jantung yang cepat, telinga

berdenging.
29

2. Gagal jantung, karena jantung bekerja lebih keras sehingga otot

jantung membesar

3. Berkembangnya plak lemak dalam dinding pembuluh darah

(atherosclerosis) dan plak garam-garaman (arteriosclerosis)

4. Atherosclerosis dan arteriosclerosis menyebabkan sumbatan aliran

darah, sehingga meningkatkan potensi kebocoran pembuluh darah.

Sumbatan di pembuluh nadi leher dapat menyebabkan berkurangnya

suplai oksigen ke sel-sel otak. Apabila otak mengalami kekurangan

oksigen dalam jangka waktu tertentu dapat menimbulkan matinya sel-

sel saraf otak (stroke iskhemik).

5. Pecahnya pembuluh darah kapiler di otak menyebabkan pendarahan,

sehingga sel-sel saraf dapat mati. Penyakit ini disebut stroke

hemoragik (stroke pendarahan). Stroke pendarahan sering

menimbulkan kematian mendadak.

6. Pecahnya pembuluh darah menyebabkan matinya beberapa organ

sehingga terjadi kelumpuhan. Lumpuh separuh badan sering terjadi

pada penderita stroke.

7. Pecahnya pembuluh darah tajuk di jantung, menyebabkan matinya

sebagian sel otot jantung. Hipertensi menyebabkan resiko gagal

jantung 6 X lebih besar dari orang yang tekanan darahnya normal.

8. Pecahnya pembuluh darah ginjal menyebabkan pendarahan pada ginjal

dan terjadi gagal ginjal

9. Pecahnya pembuluh darah retina menyebabkan pandangan mata

menjadi kabur bahkan bisa buta.


30

10. Bersamaan dengan hipertensi akan mengalami kencing manis

(Diabetes mellitus), hiperfungsi kelenjar tiroid (hyperthyroid),

rematik, serta meningkatnya kadar lemak (hyperlipidemia).

2.6 Hubungan Kontrasepi Suntik Dengan Perubahan Tekanan Darah

Menurut Prawiroharja (2002) kontrasepsi adalah usaha untuk

mencegah terjadinya kehamilan. Usaha tersebut dapat bersifat sementara,

dapat pula bersifat permanen. Syahlan (2006) membedakan metode

kontrasepsi menjadi metode sederhana dan metode modern. Teori

menyebutkan metode kontrasepsi dapat mempengaruhi tekanan darah, baik

estrogen maupun progesterone. Estrogen merupakan salah satu hormone

yang dapat meningkatkan retensi elektrolit dalam ginjal, sehingga terjadi

peningkatan reabsorbsi natrium dan air yang menyebabkan hipervolemi

kemudian curah jantung meningkat dan mengakibatkan kadar LDL

kolesterol, sehingga terjadi aterosklerosis kadar LDL – kolesterol tinggi

dalam darah yang dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah dan

retensi perifer pembuluh darah kemudian mengakibatkan peningkatan

pembuluh darah (Hartanto,2010) Metode sederhana dapat dilakukan

dengan alat maupun tanpa alat. Sedangkan metode kontrasepsi modern

dapat dilakukan dengan kontrasepsi hormonal antara lain per oral atau pil,

suntikan, implant, dan kontrasepsi non hormonal ntara lain IUD (Intra

Uterine Device) dan kontrasepsi mantap yaitu tubektomi pada istri dan

vasektomi pada suami. Menurut Mansjoer (2001), kontrasepsi suntik

merupakan suatu cara kontrasepsi dengan jalan menyuntikkan hormon


31

pencegah kehamilan pada wanita yang masih subur. Kontraspsi suntik

dibedakan dalam tiga jenis yaitu Depo provera, Cyclofem, dan Norigest.

Depo provera adalah Depo Medroksi Progesterone Asetat (DMPA) yang

diberikan tiap 3 bulan sekali dengan dosis 150 mg. Keuntungan dari Depo

provera yaitu peserta hanya datang 3 bulan sekali, sedangkan kerugiannya

yaitu sering terjadi keterlambatan datang bulan (amenore) meskipun

akseptor telah menghentikan pemakaian kontrasepsi suntik, dapat terjadi

perdarahan yang berkepanjangan di luar menstruasi serta dapat

menyebabkan liang senggama menjadi kering. Cyclofem adalah suntikan

yang mengandung progesterone sebanyak 50 mg dan estrogen yang

diberikan setiap bulan dengan harapan akan mendapatkan menstruasi

setiap bulan setelah penyuntikan 4 sampai 5 kali. Keuntungan dari

Cyclofem yaitu dapat menstruasi dengan teratur setiap bulannya karena

adanya hormone estrogen, sedangkan kerugiannya yaitu dapat terjadi

perdarahan yang berkepanjangan di luar menstruasi sehingga

menyebabkan perdarahan menjadi tidak teratur. Sedangkan Norigest

berupa ampul berisi 200 mg zat aktif yang disuntikkan di intramuscular

agak dalam pada otot gluteus. Untuk 6 bulan pertama, suntikan diberikan

setiap 8 minggu, setelah itu diberikan setiap 12 minggu. Keuntungan dan

kerugian Norigest sama dengan Depo provera yaitu dapat terjadi

keterlambatan datang bulan meskipun akseptor telah menghentikan

pemakaian kontrasepsi suntik, dapat terjadi perdarahan yang

berkepanjangan di luar menstruasi serta dapat menyebabkan liang

senggama menjadi kering (Mochtar, 2002).


32

Menurut BKKBN (2007), kontrasepsi suntik mempunyai keuntungan yang

sangat efektif yaitu praktis, aman di gunakan, tidak mempengaruhi ASI

sehingga cocok digunakan untuk ibu menyusui dan dapat pula

menurunkan terjadinya anemia. Sedangkan kerugian dari kontrasepsi

suntik yaitu dapat menyebabkan terlambatnya pemulihan kesuburan

setelah penghentian pemakaian kontrasepsi suntik. Dalam hal ini kadang-

kadang dapat menyebabkan kenaikan berat badan dan dapat pula

menyebabkan ketidakteraturan siklus haid. Mekanisme kerja dari

kontrasepsi suntik yaitu menghambat sekresi hormon, yaitu hormon

Gonadotropin terutama luteinizing hormone (LH). Sehingga mencegah

terjadinya ovulasi dimana hal ini dapat mempengaruhi perubahan-

perubahan menjelang stadium sekresi yang diperlukan sebagai persiapan

endometrium untuk memungkinkan terjadinya nidasi (pembuahan) dari

ovum (sel telur) yang telah dibuahi. Selain itu kontrasepsi suntik juga

dapat menambah viskositas (kepekatan) lendir serviks sehingga

menghalangi masuknya spermatozoa kedalam rahim dan dapat pula

merubah transportasi ovum (sel telur) melalui tuba ke uterus (Manuaba,

2002). Indikasi kontrasepsi suntik yaitu dilakukan pada ibu dengan usia
33

subur, pada ibu yang menyusui dan ibu dengan riwayat siklus haid yang

teratur. Sedangkan pada kontra indikasinya WHO menganjurkan untuk

tidak menggunakan kontrasepsi suntikan terutama pada saat terjadi

kehamilan, pada penderita karsinoma payudara, penderita karsinoma

traktus genetalia, dan perdarahan abnormal pada uterus (Hartanto, 2006).

Anda mungkin juga menyukai