Selamat Pagi teman-teman semua.
Bhinneka Tunggal Ika, berbeda-beda tetapi tetap satu
jua. Kita ini bangsa yang beragam. Misalnya ni (pilih satu orang normal), suku apa?
“suku x”
Suku x ya, kalau yang ini (pilih satu cewe hitam)?
“suk-“ (Potong pembicaraannya) Papua! Papua kan?
(tunggu dijawab (opsional))
Soalnya cantiknya secantik cendrawasih, ahay.*
Mencintai Indonesia seharusnya mencintai keberagaman, iya kan? Harusnya gitu!
Masalahnya, sekarang orang-orang itu rasis. Rasis bet srius! Bukan kenapa-kenapa ya, rasis
ini mungkin terlihat sepele, kan? Tapi enggak . Orang-orang yang sering dirasisin itu pasti
mereka akan minder, takut, bahkan bisa stress loh. Bahkan, sangking takutnya, mereka
sampai bikin kampanye kampanye anti rasis loh, seperti Black Lives Matter dan lainnya itu
kan, karena mereka sebenarnya ga suka. Serius.*
Rasis ini ga mandang fisik, suku. Namanya juga penghinaan ras, rasmu beda, kau siap kami
hina. Bahkan cuman dari fisik doing lo. Aku pernah lo, dikatain cina, maksudku kan? Cina
darimana ?? muka macam orang batak pedalaman ini kau kata cina? Ibarat kau lagi makan
ikan, kau bilang ih enaknya,* cina ini. Kan ganyambung! Ya jadi kujawab la, lu olang
gasopan ya, udah lasis, salah olang pula, haiyya. Ngomong gitu sama orang cina la.
Rasis dulu ya, beda jauh sama sikap rasisme sekarang. Sekarang itu beda sama dulu.
Banyak sekali tindakan rasisme yang dibalut dalam komedi-komedi seperti ching cheng
hanji, kerja bagus hitam kecil, 100 orang hitam hanya 2 ribu, dan lainnya. Yang paling
sering aja la dulu ya, jomok/stiker orang hitam ! Tau kan, yang orang macam (nama salah
satu cowo hitam) ciuman sama cowo lain? Kenapa stiker jomok itu isinya orang-orang
hitam aja? Okelah lucu, menarik. MENARIK APAAN , MENARIK BUAT WO HANTAM!
Mungkin bagi kau itu lucu, tapi masalahnya, ini itu jadi stereotype buruk kalau orang hitam
itu homo. Banyak lo orang di jawa sana yang kalau ngeliat 2 orang hitam, pasti mikirnya
mereka mau ciuman atau pernah “main” bahkan. Padahal kan, bener! Ga lah, bisa aja
bener, tapi kan itu sangat sangat sedikit loh. Makanya ya aku sebenarnya anti sama stiker
stiker homo semacam itu.**
Trus, kenapa tadi kubilang beda sama zaman dulu? Itu semua sebenarnya karena satu.
Teknologi. Kenapa teknologi? Karena, tindakan rasisme itu seringnya didapat dari social
media, man. Sedangkan dulu, orang gada social media, bagaimana mau menyebarkan hal
seperti itu? Gamungkin kan, kita panggil (nama cowo hitam yang tadi) untuk ciuman
langsung sambil kita kasih tulisan di kakinya. Gabakal lucu, bodoh iya. Lagipula ya,
kemungkinan kita kena hukuman dari rasis melalui media social dibanding di dunia nyata
itu, jauh lebih sedikit . Kalian tau kan kasus ahok? Yang dipenjara karena ngata-ngatain
agama? Ga ras si, tapi sebenarnya mirip l Coba, kalau misalnya ahok ngetik gitu di ig pake
akun samaran, paling cmn dibalas emoji esempe, tau kan, yang nerd itu.
Nah memang, rasisme itu sebenarnya kalau ga dari pengaruh buruk lingkungan, ya
pengaruh dari social media. Tapi itu ga akan kita teruskan kalau kita bisa menjaga perilaku
kita, Jadi, rasisme itu bisa kita cegah sebenarnya. Gimana caranya sepuh Alesandro?
Caranya mulailah dari diri sendiri. Jangan sekali-kali ikut-ikutan rasis. Jangan seperti (salah
satu temenmu yang rasis). Karena ingat, rasis itu seperti virus, kalau kita kena, kita bisa
menyebarkannya. Selain itu, kita harus mempelajari ras lain, BUKAN DARI SIKAP
NEGATIFNYA. Ingat, kalau kita paham betul ras nya, dan kita melihat suatu ras dari
pandangan baik, pasti kita akan menghargai ras itu. Sekian dari saya. Saya Alesandro, saya
cinta Negara, saya cinta (nama gurumu). Terimakasih..
Keterangan:
*Ngomongnya ada jeda sekitar 1 detik
** (tambahan: kalau ada yang bilang, “tapi kau sering ngirim stiker gitu”, bilang aja diam
kau cepu” atau “udah tobat aku bang, keknya”).