0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
8 tayangan11 halaman

Metode Penelitian Hipertensi Wanita Menopause

[Ringkasan] Dokumen tersebut membahas metode penelitian yang digunakan untuk menguji pengaruh air rebusan biji ketumbar terhadap tekanan darah wanita menopause dengan hipertensi. Penelitian ini bersifat eksperimental dengan desain pretest-posttest one group. Populasi penelitian ini adalah 35 wanita menopause hipertensi di Desa Mojorejo yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Variabel independen adalah pemberian air rebusan biji

Diunggah oleh

ulub purnama
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
8 tayangan11 halaman

Metode Penelitian Hipertensi Wanita Menopause

[Ringkasan] Dokumen tersebut membahas metode penelitian yang digunakan untuk menguji pengaruh air rebusan biji ketumbar terhadap tekanan darah wanita menopause dengan hipertensi. Penelitian ini bersifat eksperimental dengan desain pretest-posttest one group. Populasi penelitian ini adalah 35 wanita menopause hipertensi di Desa Mojorejo yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Variabel independen adalah pemberian air rebusan biji

Diunggah oleh

ulub purnama
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB 4

METODE PENELITIAN

4.1 Rancangan Penelitian

Rancangan yang di gunakan dalam penelitian ini di jelaskan berdasarkan

berbagai perspektif yaitu:

1. Berdasarkan lingkup penelitian termasuk jenis penelitian kuantitatif

2. Berdasarkan tempat penelitian termasuk jenis penelitian lapangan

3. Berdasarkan ada tidaknya perlakuan termasuk jenis eksperimental jenis

pre eksperimental dengan pendekatan pretest-post test one group design

yaitu pada paradigma ini terdapat pretest sebelum diberi perlakuan

sehingga hasil perlakuan dapat diketahui lebih akurat, karena dapat

membandingkan dengan keadaan sebelum dan sesudah diberi perlakuan.

Bagan penelitian ini dapat dilihat dari gambar berikut:

O1 X O2

Keterangan:

O1 : pengukuran perilaku sebelum diberi rebusan biji ketumbar

X : treatment/perlakuan

O2 : pengukuran sesudah diberi rebusan biji ketumbar

4. Berdasarkan cara pengumpulan data termasuk jenis survey.

5. Berdasarkan tujuan penelitian termasuk jenis analitik komparasi.

6. Berdasarkan sumber data termasuk jenis primer

35
36

4.2 Populasi, sampling dan sampel

a) Populasi

Populasi dalam penelitian ini adalah semua wanita menopause yang

mengalami hipertensi di Desa Mojorejo wilayah kerja Puskesmas

Pungging Mojokerto pada bulan Agustus 2018 sejumlah 35 orang.

b) Sampel

Sampel dalam penelitian ini adalah semua wanita menopause yang

mengalami hipertensi di Desa Mojorejo wilayah kerja Puskesmas

Pungging Mojokerto pada bulan Agustus 2018. Sampel dalam penelitian

ini harus memenuhi kriteria inklusi dan kriteria eksklusi.

1. Kriteria Inklusi

Kriteria inklusi adalah karakteristik umum subyek penelitian dari

suatu populasi target dan terjangkau yang akan diteliti :

a. Wanita menopause yang mengalami hipertensi ringan, sedang,

maupun berat

b. Tidak mendapatkan terapi obat-obatan diuretik

c. Tidak mengkonsumsi obat herbal maupun ramuan herbal lain

d. Bersedia untuk menjadi responden

2. Kriteria Eksklusi

Kriteria eksklusi adalah menghilangkan atau mengeluarkan

subyek yang memenuhi kriteria inklusi karena gangguan penyakit,

hambatan etis, subyek menolak berpartisipasi . Kriteria eksklusi dalam

penelitian ini adalah:

a. Wanita menopause yang mengalami hipertensi.


37

b. Alergi ketumbar

c) Besar Sampel

Adapun besar sampel keseluruhan yang digunakan dalam

penelitian di Desa Mojorejo wilayah kerja Puskesmas Pungging

dihitung dengan rumus Notoadmodjo sebagai berikut :

n= N = 55 = 55 = 35

1 + N (d2) 1 + 55 (0,01) 0,56

Keterangan :

N : besarnya populasi

n : besarnya sampel

d : presisi 0,1 (10 %)

Jadi besar sampel yang diteliti adalah 35 orang.

d) Teknik Sampling

Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik

sampling purposive. Teknik sampling purposive merupakan teknik

penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu yaitu berupa kriteria

inklusi dan eksklusi.

4.3 Variabel Penelitian dan Definisi Operasional

a) Variabel

1. Variabel independent

Dalam penelitian ini variabel independent adalah air rebusan biji

ketumbar.
38

2. Variabel dependent

Dalam penelitian ini variabel dependent adalah tekanan darah

wanita menopause yang mengalami hipertensi.

b) Definisi Operasional

Tabel 4.1 Definisi Operasional Penelitian.


Definisi Skala
Variabel Indikator Alat ukur Kriteria
operasional data
Variabel Pemberian air 1. Biji Lembar - -
Independen:Reb rebusan biji ketumbar observasi
usan biji ketumbar kering
ketumbar dengan cara sebanyak
diminum 200 mg
sebanyak 200 2. Direbus
ml dengan dosis dalam 400ml
3x1 air hingga
tinggal 200
ml
Variabel Besarnya 1. Sistole Spygmo Rasio Dicatat
dependen: tekanan sistole 2. Diastole manometer sesuai
Tekanan darah dan diastole dengan hasil
wanita wanita pemeriksaan
menopause yang menopause tekanan
mengalami sebelum diberi darah
hipertensi air rebusan biji
sebelum diberi ketumbar
air rebusan biji
ketumbar
Variabel Besarnya 1. Sistole Spygmo Rasio Dicatat
dependen: tekanan sistole 2. Diastole manometer sesuai
Tekanan darah dan diastole dengan hasil
wanita wanita pemeriksaan
menopause yang menopause tekanan
mengalami sesudah diberi darah
hipertensi air rebusan biji
sesudah diberi ketumbar
air rebusan biji
ketumbar

Tabel [Link] Hipertensi menurut JNC 7

Klasifikasi Hipertensi Tekanan Darah Sistolik Tekanan Darah


(mmHg) Diastolik (mmHg)
Normal < 120 < 80
Prahipertensi 120-139 80-89
Hipertensi derajat 1 140-159 90-99
Hipertensi derajat 2 > 160 > 100
(Sumber: Muttaqin, 2014)
39

Tabel 4.3. Klasifikasi Hipertensi menurut ESC

Klasifikasi Hipertensi Sistolik (mmHg) Diastolik (mmHg)


Optimal < 120 < 80
Normal 120-129 80-84
Normal tinggi 130-139 85-89
Hipertensi Ringan 140-159 90-99
Hipertensi Sedang 160-179 100-109
Hipertensi Berat ≥180 ≥110
Hipertensi Sistolik Terisolasi ≥190 <90

(Sumber: Wijaya & Putri, 2013)

4.4 Bahan Penelitian

Bahan yang digunakan dalam penelitian ini meliputi :

1. Data calon responden yaitu wanita menopause yang mengalami

hipertensi

2. Air rebusan biji ketumbar

3. Lembar observasi

4. Tensimeter, stetoskop, alat tulis


4.5 Instrumen Penelitian

Alat ukur yang digunakan untuk mengungkap variabel dalam

penelitian ini adalah checklist / lembar observasi.

4.6 Lokasi Dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilakukan di Desa Mojorejo wilayah kerja Puskesmas

Pungging Mojokerto pada tahun 2018.


40

4.7 Prosedur Pengambilan dan Pengumpulan Data

Pengambilan data dilakukan melalui beberapa prosedur, yaitu:

1. Melakukan perijinan dari Universitas Kadiri ke Wilayah kerja

Puskesmas Pungging Mojokerto.

2. Setelah mendapatkan izin dari Kepala Wilayah kerja Puskesmas

Pungging Mojokerto untuk melakukan penelitian

3. Setelah mendapatkan izin, Kepala Puskesmas merekomendasikan

peneliti untuk ke Pustu Mojorejo

4. Peneliti mendatangi Pustu Mojorejo dan kemudian peneliti

ditempatkan di desa Mojorejo.

5. Peneliti mengikuti Posyandu lansia dan mendatangi wanita

menopause yang mengalami hipertensi

6. Mendatangi lansia yang sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi

7. Sampel yang memenuhi kriteria di berikan penjelasan maksud dan

tujuan peneliti

8. Memberikan informed consent untuk ditandatangani apabila calon

responden bersedia untuk diteliti

9. Mengidentifikasi tekanan darah wanita menopause yang

mengalami hipertensi sebelum diberi air rebusan biji ketumbar

10. Memberikan air rebusan biji ketumbar sebanyak 600 ml/hari untuk

diminum sebanyak 3x masing-masing 200 ml.

11. Meminta responden untuk meminum secara teratur pada pukul

05.00, 13.00, dan 21.00

12. Memberikan air rebusan biji ketumbar selama 4 hari berturut-turut


41

13. Mengidentifikasi tekanan darah wanita menopause yang

mengalami hipertensi setelah pemberian air rebusan biji ketumbar

selama 4 hari dan dilakukan pada pagi hari ke 5.

14. Mencatat dalam lembar observasi

15. Melakukan pengolahan data

Langkah-langkah pengolahan data sebagai berikut:

a) Editing

Merupakan kegiatan yang bertujuan untuk meneliti kembali apakah

isian pada lembar pengumpul data sebagai upaya menjaga kualitas data

agar dapat diproses lebih lanjut. Memeriksa kembali data yang terkumpul

melalui lembar pengumpul data. Peneliti melakukan editing dengan cara

meneliti kembali dan memastikan lembar pengumpul data telah terisi.

b) Coding

Mengklasifikasikan jawaban dari responden menurut kriteria

tersebut. Klasifikasi pada umumnya ditandai dengan kode tersebut yang

biasanya berupa angka. Memberi tanda kode pada jawaban secara angka.

Hal ini dimaksudkan untuk mempermudah dalam melakukan tabulasi dan

analisa data. Peneliti memberi kode tertentu untuk jawaban responden

dalam lembar pengumpul data. Kode diberikan untuk mengganti nama

responden, yaitu berupa angka mulai 01 sampai sebanyak jumlah

responden. Data umum diberi kode:

1. Data umum

a. Umur:

Kode 1: usia pertengahan (middle age) 45-59 tahun


42

Kode 2: lanjut usia (elderly) 60-74 tahun

b. Olah raga minimal 30 menit

Kode 1: Setiap hari

Kode 2: Seminggu 3 kali

Kode 3: Seminggu 1 kali

Kode 4: Tidak sama sekali

c. Kebiasaan minum kopi

Kode 1: Tidak

Kode 2: 1 cangkir perhari

Kode 3: > 1 cangkir perhari

d. Kebiasaaan makan makanan berlemak dan jeroan

Kode 1 : Ya

Kode 2 : Tidak

e. Pendidikan

Kode 1 : SD-SMP

Kode 2 : SMA

Kode 3 : Perguruan Tinggi

f. Riwayat keturunan

Kode 1 : Ya

Kode 2 : Tidak

c) Scoring

Peneliti tidak melakukan scoring data khusus.

d) Tabulating
43

Peneliti melakukan tabulasi setelah mendapatkan seluruh data yang

diperlukan. Seluruh data yang telah terkumpul ditabulasi sesuai hasil

coding dan scoring untuk dilakukan pengolahan data untuk mendapatkan

tabel distribusi frekuensi, persentase hasil, dan tabel silang.

4.8 Analisis Data

Data yang telah terkumpul dianalisis dengan mengggunakan analisis

univariat dan bivariat, yaitu:

4.8.1 Analisis Univariat

Analisis univariat dilakukan tiap variable dari hasil penelitian. Pada

umumnya dalam analisis ini hanya menghasilkan distribusi frekuensi dan

persentase tiap variabel. Hasil penelitian disajikan dalam bentuk distribusi

frekuensi dan persentase, rumus yang digunakan adalah:

Keterangan:

P : Prosentase

Sp : Jumlah responden dalam kriteria tertentu

Sm : Jumlah seluruh responden

Kemudian diinterpretasikan sebagai berikut:

100% : seluruhnya

76-99% : hampir seluruhnya

51-75% : sebagian besar

50% : setengah
44

26-49% : hampir setengah

1-25% : sebagian kecil

0% : tidak satupun (Arikunto, 2012)

4.8.2 Analisis Bivariat

Analisis bivariat adalah analisis yang dilakukan terhadap dua

variable yang diduga berhubungan (Arikunto, 2012). Untuk menganalisis

perbedaan tekanan darah wanita menopause yang mengalami hipertensi

sebelum (Y1) dan sesudah (Y2) diberikan air rebusan biji ketumbar

dengan menggunakan Uji statistik yang ditentukan dengan cara berikut :

1) Tujuan penelitian komparasi

2) Jumlah variabel 1 variabel bebas dan 1 variabel tergantung

3) Sampel berpasangan

4) Skala data Y1 dan Y2 adalah rasio-rasio

Maka dilakukan Uji Normalitas sampel menggunakan Uji Kolmogorov

Smirnov, dan hasil tes menunjukkan distribusi normal, maka uji yang

digunakan adalah Uji T sampel berpasangan.

a) Jika pvalue < 0,05 maka H1 diterima sehingga ada pengaruh air

rebusan biji ketumbar terhadap tekanan darah pada wanita

menopause yang mengalami hipertensi.

b) Jika pvalue > 0,05 maka H1 ditolak sehingga tidak ada pengaruh

air rebusan biji ketumbar terhadap tekanan darah pada wanita

menopause yang mengalami hipertensi


45

Anda mungkin juga menyukai