0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
14 tayangan6 halaman

Panduan Lengkap Aromaterapi

Aromaterapi adalah pengobatan alternatif menggunakan minyak esensial dari tanaman untuk mengatur fungsi tubuh dan mood. Minyak diekstrak dari berbagai bagian tanaman dan digunakan melalui inhalasi atau aplikasi kulit untuk menenangkan atau menstimulasi.

Diunggah oleh

Arnisyah Arh
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
14 tayangan6 halaman

Panduan Lengkap Aromaterapi

Aromaterapi adalah pengobatan alternatif menggunakan minyak esensial dari tanaman untuk mengatur fungsi tubuh dan mood. Minyak diekstrak dari berbagai bagian tanaman dan digunakan melalui inhalasi atau aplikasi kulit untuk menenangkan atau menstimulasi.

Diunggah oleh

Arnisyah Arh
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

AROMATERAPI

1. DEFENISI
Aromaterapi merupakan suatu bentuk pengobatan alternatif menggunakan bahan tanaman
volatil, banyak dikenal dalam bentuk minyak esensial dan berbagai macam bentuk lain yang
bertujuan untuk mengatur fungsi kognitif, mood, dan kesehatan. Aromaterapi dibentuk dari
berbagai jenis ekstrak tanaman seperti bunga, daun, kayu, akar tanaman, kulit kayu, dan bagian-
bagian lain dari tanaman dengan cara pembuatan yang berbeda-beda dengan cara penggunaan
dan fungsinya masing-masing. Jenis aromaterapi, seperti minyak esensial, dupa, lilin, garam,
minyak pijat, dan sabun.
Jenis-jenis minyak aromaterapi yang sering digunakan:
1. Minyak eukaliptus
2. Minyak rosemary,
3. Minyak Clary sage,
4. Minyak Pepermint,
5. Minyak Lavender,
6. Minyak Geranium ,
7. Minyak Jamine,
8. Minyak Jeruk lemon,
9. Minyak Tea tree,
10. Minyak Ylang-ylang
11. Minyak Orange

2. MEKANISME AROMATERAPI
Mekanisme kerja aromaterapi didalam tubuh berlangsung melalui dua sistem fisiologis
yaitu sistem sirkulasi tubuh dan sistem penciuman. Bau merupakan suatu molekul yang mudah
menguap ke udara dan akan masuk ke rongga hidung melalui penghirupan sehingga akan
direkam oleh otak sebagai proses penciuman.
Terdapat banyak cara penggunaan aromaterapi yang memiliki manfaatnya masing-
masing. Aromaterapi inhalasi merupakan minyak esensial yang dihirupkan sampai pada paru,
dimana memberikan manfaat baik secara psikologis dan fisik. Tidak hanya aroma dari minyak
esensial yang merangsang otak untuk memicu suatu reaksi, bahan-bahan alami yang terdapat
dalam minyak esensial pada saat terhirup juga memberikan beberapa efek teraupetik. Sebagai
contoh, minyak esensial kayu putih memberikan efek mengurangi sumbatan pada jalan napas
paru. Namun penggunaan yang berlebihan juga memberikan beberapa konsekuensi maka
sebaiknya dilakukan secara aman dan tidak berlebihan.
Ada juga penggunaan minyak esensial yang dioleskan pada kulit. Minyak esensial yang
diaplikasikan pada kulit dapat terabsorbsi sampai pada aliran darah. Salah satu manfaat
penggunaan aplikasi topikal yaitu efek yang bekerja langsung di bagian tubuh yang diinginkan.
Pijat merupakan cara terbaik untuk mendapatkan manfaat aromaterapi topikal dimana terdapat
juga efek teraupetiknya. Namun, penggunaan yang berlebihan juga memberikan beberapa
kekhawatiran efek samping, karena konsentrasi minyak esensial yang sangat tinggi, terkadang
dapat memicu iritasi terhadap kulit terlebih pada bahan murni minyak esensial.
Contohnya,
a. aromaterapi lavender
Memiliki efek sedatif yang dapat menurunkan stres dan menurunkan kegelisahan.
Namun itu hanya pada efek awalnya saja, pada efek selanjutnya akan meningkatkan
kelangsungan kerja secara lebih optimal.
b. Aromaterapi jasmine
memiliki efek stimulasi yang meningkatkan efek pada awal penggunannya. Efeknya
meningkatkan kelangsungan kerja. Namun memiliki efek yang sebaliknya pada
jangka waktu selanjutnya. Maka dari itu, aromaterapi jasmine menimbulkan efek
lembut dan tenang.
c. Aromaterapi sandalwood
digunakan untuk meditasi dan membuat tidur lebih nyenyak sehingga dapat
menurunkan stres dalam melakukan suatu kerja. Selain itu, aromaterapi sandalwood
juga bisa sebagai peningkat respon imun yang mampu meningkatkan kekebalan
tubuh. Aromaterapi sandalwood merupakan aromaterapi yang cenderung memiliki
efek bukan sebagai sedatif dan relaksasi. Penelitian yang pernah dilakukan
menjelaskan bahwa aromaterapi sandalwood memang menurunkan aktivitas sistem
saraf otonom, namun tidak sampai membuat relaksasi. Maka kata yang tepat untuk
menggambarkan sifat sandalwood adalah harmonisasi.
3. BENTUK DAN JENIS AROMATERAPI
Bentuk sediaan aromaterapi dikemas dan dibuat dalam berbagai macam jenis. Terdapat
bentuk dupa, garam, sabun mandi, minyak esensial, minyak pijat, dan lilin. Berbagai macam
bentuk tersebut digunakan dengan fungsi yang berbeda-beda dalam kehidupan sehari-hari.
Bentuk minyak esensial aromaterapi merupakan ekstrak tanaman yang dibuat menjadi
jenis minyak esensial yang dicampur dengan air, lalu dibakar. Minyak esensial digunakan
dengan cara mencampurkan 3-4 tetes minyak esensial ke dalam air sekitar 20 ml. Air tersebut
ditempatkan pada cawan yang siap untuk dipanaskan. Pemanasan cawan tersebut menggunakan
lilin dan juga bisa dengan lampu. Bentuk sediaan lilin aromaterapi merupakan ekstrak tanaman
yang dibuat menjadi bentuk lilin dan kemudian dibakar. Tercium bau aromaterapi dari hasil
pembakaran api terhadap lilin tersebut. Lilin aromaterapi dibentuk dalam cetakan. Pembuatan
lilin aromaterapi hanya bisa beberapa jenis aromaterapi yang dibuat, misalnya lavender dan
sandalwood. Hal tersebut dikarenakan beberapa campuran minyak esensial membuat lilin sulit
membeku.
Dupa aromaterapi merupakan bentuk sediaan yang dicetak. Ada dua jenis bentuk dupa,
yaitu bentuk stik dan kerucut. Dupa ini dibuat dari bubuk akar yang dicampur dengan minyak
esensial. Harganya murah dan menggunakan campuran minyak esensial yang kualitasnya tidak
terlalu bagus. Hal tersebut dikarenakan penggunaan dupa yang hanya dibakar.
Sediaan garam sebagai aromaterapi ternyata digunakan sebagai bahan untuk berendam
saat mandi. Garam ini dimasukkan pada air rendaman yang kemudian dapat memberikan sensasi
relaksasi dan menyenangkan saat berendam. Bisa digunakan dengan merendam bagian tubuh
tertentu, misalnya kaki, untuk mengurangi rasa lelah.
Tak jauh berbeda dengan minyak esensial aromaterapi, minyak pijat aromaterapi dibuat
dalam bentuk minyak, namun dengan tambahan minyak zaitun. Maka dari itu, minyak pijat lebih
kental dibanding minyak esensisal. Penggunaannya hanya dengan mengoleskan minyak pijat
tersebut di tubuh. Sensasi nyaman dan relaksasi pun terasa pada tubuh yang dioleskan minyak
tersebut.
Sabun mandi merupakan bentuk sediaan yang juga digemari dalam pemakaian
aromaterapi. Biasanya sabun aromaterapi dalam bentuk sabun batang yang dicetak, bukan dalam
bentuk sabun cair. Fungsi sabun mandi aromaterapi ini menjadi ganda. Tidak hanya sebagai
pembersih tubuh, tetapi juga untuk memperhalus kulit dan menjauhkan dari serangga.
CONTOH PROSES PEMBUATAN MINYAK AROMATERAPI
Minyak Lavender
Kandungan minyak esensial dari tumbuh-tumbuhan, seperti pada batang, daun, akar,
buah, dan bunga dapat diisolasi atau dipisahkan dengan berbagai cara, salah satunya adalah
dengan penyulingan (distilation). Penyulingan merupakan proses yang sangat menentukan untuk
mendapatkan minyak esensial dari suatu tanaman. Terdapat beberapa cara penyulingan yang
dapat dilakukan untuk menghasilkan minyak esensial dan cara-cara tersebut tergantung pada
volume serta ketersediaan alat-alat pendukung di lokasi penyulingan. Alat penyulingan minyak
sebaiknya terbuat dari bahan stainless steel. Jika proses penyulingan dibuat dari bahan lain (non-
stainless steel), minyak yang dihasilkan akan tampak keruh.
1. Pertama yang harus kita lakukan sebelum penyulingan adalah memotong bunga
lavender menjadi bagian yang lebih kecil. Hal ini bertujuan agar kelenjar minyak
pada bunga dapat terbuka sebanyak mungkin sehingga memaksimalkan produksi
minyak esensial.
2. Tahap selanjutnya adalah mengeringkan bunga lavender pada tempat yang teduh atau
ruang tertutup selama kurang lebih dua hari. Hal ini bertujuan untuk mempercepat
proses penyulingan dan mendapatkan hasil yang lebih baik. Jangan langsung
mengeringkan di bawah sinar matahari karena dapat mengakibatkan sebagian minyak
dari bunga ikut menguap. Selain itu, pengeringan yang terlalu cepat dapat
mengakibatkan bunga menjadi rapuh dan sulit untuk disuling. Bila dua tahap di atas
telah dikerjakan, bunga lavender siap untuk disuling menjadi minyak esensial .

Menurut Tuhana Taufik, teknik penyulingan minyak esensial dapat dilakukan dengan tiga
cara, yaitu penyulingan dengan air (direbus), penyulingan dengan air dan uap (dikukus), dan
penyulingan dengan uap (diuapkan).
1. Penyulingan dengan air (direbus)
Teknik penyulingan ini adalah teknik yang paling pertama dilakukan dan masih
digunakan sampai saat ini oleh petani tradisional. Dalam teknik ini, ketel penyulingan
diisi air sampai sampai volumenya hampir separuh dari volume ketel, lalu dipanaskan.
Sebelum air mendidih, bahan baku dimasukkan dalam ketel penyulingan. Dengan
demikian, penguapan air dan minyak terjadi secara bersamaan, sehingga disebut teknik
penyulingan langsung (direct distilation). Uap air yang keluar dialirkan melalui
kondensor (alat pendingin) agar menjadi cair (terkondensasi). Selanjutnya, cairan tersebut
(campuran minyak dengan air) ditampung dan dibiarkan beberapa saat sampai cairan
terpisah menjadi bagian air dan minyak. Bahan yang berat jenisnya lebih besar akan
berada di bawah. Lalu, dengan membuka keran pada alat penampung, minyak dan air
dapat dipisahkan. Teknik ini adalah yang paling sederhana dan tidak memerlukan banyak
modal, namun teknik ini lebih cocok terhadap bahan yang jumlahnya tidak terlalu
banyak. Ada beberapa kelemahan dari teknik ini, yaitu kualitas minyak yang dihasilkan
cukup rendah, kadar minyak sedikit, dan produk minyak bercampur dengan hasil
sampingan.
2. Penyulingan dengan air dan uap (dikukus)
Teknik penyulingan ini menghasilkan kualitas dan produksi minyak esensial yang lebih
baik dibandingkan dengan teknik direbus. Prinsip kerjanya adalah ketel penyulingan diisi
air sampai batas saringan. Bahan baku diletakkan di atas saringan sehingga tidak
berhubungan langsung dengan air yang mendidih, tetapi nantinya akan berhubungan
dengan uap air. Oleh karena itulah, teknik ini disebut penyulingan tidak langsung
(indirect distilation). Pada teknik ini, air yang menguap akan membawa partikel-partikel
minyak dan dialirkan melalui pipa ke alat pendingin sehingga terjadi pengembunan dan
uap air yang bercampur minyak akan mencair kembali. Selanjutnya, campuran ini
dialirkan ke alat pemisah untuk memisahkan minyak dari air dengan membuka keran
pada tabung pemisah. Teknik ini cocok untuk penyulingan bahan yang jumlahnya lebih
banyak dibandingkan dengan teknik merebus. Teknik penyulingan ini sering dipakai
petani untuk mendapatkan minyak dengan kualitas baik untuk diekspor dan alat-alatnya
pun dapat dibuat sendiri oleh petani.
3. Penyulingan dengan uap (diuapkan)
Teknik ini tergolong untuk penyulingan dalam skala perusahaan besar dan memerlukan
biaya yang cukup besar karena memakai dua buah ketel dan sebagian besar peralatan
memakai bahan stainless steel (SS) dan mild steel (MS). Biaya besar untuk pengadaan
alat-alat sepadan dengan hasil minyak esensial yang diperoleh, dimana kualitas minyak
jauh lebih sempurna dibandingkan dengan kedua teknik yang telah dijabarkan
sebelumnya. Prinsip kerja teknik ini sebenarnya hampir sama dengan teknik dikukus,
namun antara ketel uap dan ketel penyulingan harus dipisah. Ketel uap yang berisi air
dipanaskan, lalu uapnya dialirkan ke ketel penyulingan yang berisi bahan baku. Suhu uap
diusahakan tidak lebih dari 1000 celcius, agar tidak terlalu panas dan dapat merusak hasil
sulingan. Partikel-partikel minyak pada bahan baku terbawa bersama uap dan dialirkan ke
alat pendingin. Di dalam alat pendingin terjadi proses pengembunan sehingga uap air
yang bercampur minyak akan mengembun dan mencair kembali. Setelah itu, campuran
ini dialirkan ke alat pemisah yang akan memisahkan minyak dari air. Dalam tabung
pemisah, minyak akan berada di bagian atas karena berat jenisnya lebih ringan daripada
air. Selanjutnya, dengan membuka keran pada tabung pemisah, air yang ada dalam
tabung dapat dikeluarkan dan yang tertinggal dalam tabung hanya minyak hasil
penyulingan.

Common questions

Didukung oleh AI

Kedua metode menggunakan minyak esensial untuk manfaat terapeutik, tetapi melalui cara aplikasi berbeda. Minyak pijat aromaterapi digunakan secara topikal dan memberikan relaksasi otot serta hidrasi kulit. Minyak esensial untuk inhalasi menyerap melalui sistem penciuman, mempengaruhi mood dan mengurangi stress. Keduanya bisa memberikan efek relaksasi, tetapi dengan mekanisme kerja berbeda .

Perbedaan utama antara teknik penyulingan dengan air dan uap (dikukus) dan penyulingan dengan uap (diuapkan) adalah peletakan bahan baku. Pada teknik dikukus, bahan tidak bersentuhan langsung dengan air mendidih, melainkan terpapar uap. Sebaliknya, pada teknik diuapkan, ketel uap dan ketel penyulingan dipisah, memastikan suhu uap optimal (<1000°C) agar tidak merusak minyak. Teknik diuapkan menghasilkan minyak berkualitas lebih tinggi karena pemisahan sistem ketel meningkatkan kontrol suhu dan mencegah kontaminasi .

Bentuk dan jenis aromaterapi seperti minyak esensial, lilin, dupa, garam, minyak pijat, dan sabun mandi memiliki fungsi spesifik. Minyak esensial digunakan dengan cara mencampurkan tetesannya ke dalam air dan dipanaskan. Lilin dibakar untuk melepaskan aromanya, sedangkan dupa dibuat sebagai stik atau kerucut dan dibakar pula. Garam bisa dimasukkan ke air rendaman untuk relaksasi. Minyak pijat lebih kental dan dioleskan ke tubuh, sementara sabun mandi berfungsi ganda sebagai pembersih dan aromaterapi .

Teknik penyulingan dengan air (direbus) melibatkan pengisian air dalam ketel penyulingan hingga setengah volumenya lalu dipanaskan. Bahan baku dimasukkan sebelum air mendidih sehingga penguapan minyak dan air terjadi bersamaan. Uap ini dialirkan melalui kondensor agar mengembun, lalu campuran minyak dan air menetes dan dipisahkan. Kelebihannya adalah teknik ini sederhana dan murah, namun menghasilkan kualitas minyak rendah dan bercampur dengan hasil sampingan .

Aromaterapi sandalwood digunakan untuk meditasi dan membuat tidur lebih nyenyak sehingga dapat menurunkan stres. Sandalwood memiliki efek menurunkan aktivitas sistem saraf otonom, namun tidak sampai memberikan efek relaksasi, melainkan lebih bersifat harmonisasi .

Penggunaan minyak esensial secara berlebihan dapat menimbulkan konsekuensi negatif. Inhalasi berlebihan bisa menyebabkan iritasi pernapasan, sedangkan penggunaan topikal tanpa pengenceran dapat memicu iritasi kulit, terutama karena konsentrasi tinggi minyak esensial. Penggunaan aman dan tidak berlebihan dianjurkan .

Lilin aromaterapi dibuat dengan mencampur ekstrak tanaman ke dalam lilin, dan kemudian lilin ini dibakar untuk melepaskan aroma. Tidak semua minyak esensial bisa dibuat lilin karena beberapa campuran membuat lilin sulit membeku. Contohnya, minyak lavender dan sandalwood cocok untuk bentuk lilin karena sifat mereka yang stabil dalam campuran .

Secara psikologis, aromaterapi melalui sistem penciuman dapat memicu respons otak yang mengubah mood dan menurunkan stres. Secara fisik, aroma yang terhirup masuk ke paru-paru dan bahan kimia dalam minyak esensial dapat memberikan efek terapeutik langsung. Misalnya, minyak eukaliptus dapat membantu meredakan sumbatan pada saluran pernapasan .

Aromaterapi bekerja melalui dua sistem fisiologis, yaitu sistem sirkulasi tubuh dan sistem penciuman. Bau dari molekul aromaterapi mudah menguap dan masuk ke rongga hidung melalui inhalasi, di mana ini direkam oleh otak sebagai proses penciuman. Sistem penciuman memainkan peran kunci dalam memicu reaksi otak terhadap aroma yang dihirup. Selain itu, bahan-bahan alami dalam minyak esensial memberikan efek terapeutik ketika terhirup maupun ketika dioleskan ke kulit dan terabsorbsi ke dalam aliran darah .

Teknik penyulingan dengan uap menghasilkan minyak esensial berkualitas lebih baik karena menggunakan sistem pemisahan ketel uap dan ketel penyulingan, yang menjaga suhu di bawah 1000°C dan mencegah merusak minyak. Walaupun memerlukan biaya tinggi karena peralatannya dari stainless steel, hasil minyak esensial sangat murni dan ideal untuk produksi skala besar .

Anda mungkin juga menyukai