BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
GO-JEK adalah sebuah perusahaan yang bergerak dibidang pelayanan
transportasi ojek. Yang bertujuan untuk menghubungkan ojek dengan penumpang
ojek. Perusahaan ini berdiri pertama kali di kota Jakarta pada tahun 2011. GO-
JEK merupakan perusahaan yang berjiwa sosial yang memimpin revolusi industri
transportasi Ojek. Karena efektifitas tujuan perusahaan ini yang bermitra kepada
pengendara Ojek yang berpengalaman semakin baik dan meningkatnya peminat
pelanggan sehingga GO-JEK dikembangkan di kota-kota besar lainnya seperti
khususnya daerah JABODETABEK, Bandung, Medan, Surabaya, Bali dan kota-
kota lainnya (Wardani, 2017).
Kehadiran PT GO-JEK Indonesia di kota Palembang pada tanggal 15
November 2015 lalu, sejak kehadiran GO-JEK di kota palembang menjadi alat
alternative masyarakat untuk bepergian. Kantor pusatnya beralamat [Link]
di simpang Polda Palembang. GO-JEK menjadi solusi utama dalam pengiriman
barang, pesan antar makanan, dan bepergian ketika macet. Berkiprah di kota
Palembang lebih kurang 4 tahun. Konsumen merasa lebih mudah dan cepat
memakai GO-JEK dengan harga yang terjangkau. Melihat perkembangan
konsumen dan yang meningkat PT. GO-JEK Indonesia launching GO-CAR di
kota Palembang pada bulan April 2016 lalu.(Wardani, 2017).
Aplikasi GO-JEK juga dapat diunduh pada smartphone yang memiliki
1
2
sistem operasi iOS atau pun Android. Dengan menggunakan aplikasinya di
smartphone pelanggan dapat diantar dan dijemput sesuai tujuan. Selain itu GO-
JEK juga menyediakan layanan lainnya seperti GO-RIDE dan GO-CAR layanan
transportasi, GO-FOOD yang dapat menjemput makanan dari cafe atau tempat
makan yang tersedia, GO-MART yang digunakan untuk membelanjakan
kebutuhan sehari-hari, GO-BOX dan GO-SEND layanan kurir instan dan layanan
yang belum tersedia di kota Palembang GO-GLAM, GO-CLEAN dan GO-
MASSAGE (Wardani, 2017).
Untuk saat ini GO-JEK tidak asing lagi di telinga masyarakat perkotaan
khususnya kota Palembang, sehingga penyedia jasa ini ingin membuat
pelanggannya merasa nyaman dan puas. Jika konsumen puas dan nyaman, maka
mereka akan menggunakan jasa ini berulang kali sampai bisa menjadi pelanggan
setia (loyal customer) sehingga perusahaan GO-JEK menjadi market leader dan
perusahaan ini menjadi perusahaan yang maju serta dipercaya oleh pelanggan di
Indonesia. Persaingan GO-JEK menjadi pro-kontra pada jasa transportasi umum
lainnya seperti angkot, bis umum, becak motor dan transportasi online lainnya
seperti Uber-Car danGrab (Wardani, 2017).
Persaingan ini menuai kontroversi terutama pada pihak betor (becak
motor) yang melakukan aksi swepping pada pengemudi ojek online dan taksi
online. Pihak betor merasa kehilangan pelanggan setelah hadirnya GO-JEK dikota
Palembang sehingga mereka melakukan aksi dan tindakan anarkis tersebut.
Adanya persaingan ini, PT GOJEK Indonesia tetap memberikan pelayanan yang
memuaskan pelanggan. Agar pelanggan dapat menikmati dengan senang dan
3
merasa puas serta muncul loyalitas pelanggan terhadap GO-JEK (Irwanto, 2018)
Menurut Zeithaml dan Bitner kualitas layanan merupakan satu komponen
kritis dalam persepsi pelanggan. Dimensi kualitas jasa menurut Parasuraman,
Zeithaml, dan Berry terdapat lima unsur yang menentukan kualitas jasa, yaitu:
“tangible, responsiveness, reability, assurance, dan empathy”. Assurance atau
jaminan, yaitu dimensi yang berhubungan dengan kemampuan perusahaan dan
perilaku front-line staf dalam menanamkan rasa percaya dan keyakinan kepada
para pelanggannya. Berdasarkan banyak riset yang dilakukan, ada 4 aspek dalam
dimensi ini, yaitu keramahan, kompetensi, kredibilitas dan keamanan (Wardani,
2017).
1.2 Rumusan masalah
Dengan melihat hal-hal yang berkaitan tentang latar belakang yang telah
dipaparkan diatas maka penulis ingin mengetahui hal-hal yang berkaitannya
dengan pelayanan yang diberlakukan perusahaan GO-JEK terhadap kepuasan
konsumen, Apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas pelayanan
sehingga dapat memberikan pelayanan secara simultan terhadap kepuasan
pelanggan GO-JEK.
1.3 Batasan Masalah
Agar pemecahan masalah yang dilakukan tidak menyimpang dari ruang
lingkup penelitian yang telah ditentukan, maka akan dilakukan pembatasan
sebagai berikut:
4
1. Responden merupakan mahasiswa Universitas bina darma yang
pernah menggunakan jasa GO-JEK.
2. Mengidentifikasi faktor fisik (tangible), Kehandalan (reliability),
Daya tanggap (resvonsivennees), Jaminan (assurance),Empati
(empaty) dan kualitas pelayanan secara simultan.
1.4 Tujuan dan Manfaat Penelitian
1.4.1 Tujuan Penelitian
Sesuai dengan latar belakang masalah dan rumusan masalah yang telah
diuraikan sebelumnya, penelitian ini mempunyai tujuan. Tujuan yang ingin
dicapai melalui penelitian ini adalah:
1. Untuk mengidentifikasi bukti fisik (tangible), kehandalan (reliability),
daya tanggap (responsiveness), jaminan (assurance), empati, (empathy)
pada GO-JEK.
2. Untuk mengidentifikasi kualitas pelayanan secara simultan terhadap
kepuasan pelanggan GO-JEK.
3. Penelitian Hanya perbandingan untuk perusahaan.
1.4.2 Manfaat Penelitian
Berdasarkan hasil penelitian ini, diharapkan akan diperoleh informasi
yang dapat bermanfaat antara lain:
1. Sebagai bahan masukan atau perbandingan bagi pihak perusahaan
GO-JEK untuk dijadikan masukan atau saran dalam meningkatkan
5
kualitas pelayanan berdasarkan pada bukti fisik, kehandalan, daya
tanggap, jaminan dan empati yang dapat berorientasi kepada kepuasan
konsumen.
2. Sebagai hasil karya dalam menambah wawasan pengetahuan yang
dapat lebih memperluas pola pikir pembaca khususnya mengenai
kualitas pelayanan terhadap kepuasan konsumen dalam dunia bisnis
jasa dan dapat menjadi bahan pembelajaran dan pengaplikasian ilmu
pengetahuan, khususnya dalam bidang bisnisjasa.
3. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi tambahan rujukanbagi
peneilti selanjutnya serta sebagai pertimbangan bagi organisasi yang
mengalami hal serupa.
1.5 Keaslian penelitian
Berikut adalah contoh penelitian terdahulu yang relevan dan menjadi
acuan pada penlitian ini.
Hendra hadiwijaya (2013) dalam penlitian nya tentang “ pengaruh kualitas
pelayanan terhadap kepusan pelanggan jasa BRTT transmusi palembang.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka dapat ditarik
beberapa simpulan sebagai berikut Hasil pengujian Hipotesis kesatu (H1) dalam
penelitian ini yang menyatakan bahwa variabel Tangible tidak berpengaruh
signifikan terhadap kepuasan pelanggan, jadi dengan demikian hipotesis kesatu
(H1) ditolak. Hasil pengujian Hipotesis kedua (H2) dalam penelitian ini yang
menyatakan bahwa variabel Reliability tidak berpengaruh signifikan terhadap
6
kepuasan penumpang, dengan arah hubungan positif, jadi dengan demikian
hipotesis kedua (H2) ditolak. Hasil pengujian Hipotesis ketiga (H3) dalam
penelitian ini yang menyatakan bahwa variabel Responsiveness berpengaruh
signifikan terhadap kepuasan penumpang dengan arah hubungan positif, jadi
dengan demikian hipotesis ketiga (H3) diterima. Hasil pengujian Hipotesis
keempat (H4) dalam penelitian ini yang menyatakan bahwa variabel assurance
berpengaruh signifikan terhadap kepuasan penumpang, dengan arah hubungan
positif, jadi dengan demikian hipotesis keempat (H4) diterima. Hasil pengujian
Hipotesis kelima (H5) dalam penelitian ini yang menyatakan bahwa variabel
empathy tidak berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pelanggan, dengan arah
hubungan positif, jadi dengan demikian hipotesis kelima (H5) ditolak.
Untuk mengukur persepsi Penumpang atas kualitas layanan meliputi 5 dimensi
(Zeithami, 2004), yaitu:
1. Tangible (bukti langsung)yaitu kemampuan suatu perusahaan dalam
menunjukan eksistensinya kepada pihak eksternal. Penampilan dan
kemampuan sarana dan prasarana fisik perusahaan dan keadaan
lingkungan sekitarnya bukti nyata dari pelayanan yang
diberikanperusahaan.
2. Reliability (kehandalan)yaitu kemampuan untuk memberikan pelayanan
yang dijanjikan dengan segera, akurat dan memuaskan. Kinerja harus
sesuai dengan harapan Penumpang yang berarti ketepatan waktu,
pelayanan yang sama untuk semua Penumpang tanpa kesalahan, sikap
simpatik dan akurasi yangtinggi.
7
3. Responsiveness (daya tanggap) yaitu kemampuan perusahaan untuk
membantu dan memberikan pelayanan yang cepat dan tepat kepada
parang Penumpang dengan penyampaian informasi yang jelas.
Membiarkan Penumpang menunggu tanpa adanya suatu alasan yang
jelas menyebabkan persepsi yang negatif dalam kualitas pelayanan.
4. Assurance (jaminan)yaitu pengetahuan, kesopan santunan dan kempuan
para pegawai perusahaan untuk menumbuhkan rasa percaya para
pelangan kepada pelayananperusahaan.
5. Emphaty (empati)yaitu memberikan perhatiaan yang tulus dan bersifat
individu atau pribadi yang diberikan kepada para Penumpang dengan
berupaya memahami keinginan konsumen. Dimana suatu perusahaan
diharapkan memiliki pengertian dan pengetahuan tentang Penumpang,
memahami kebutuhan Penumpang secara spesifik, serta memiliki
waktu pengoperasian.
Januar Efendi Panjaitan, Ai lili yuliati (2016) Semakin banyaknya masyarakat
yang menggunakan jasa pengiriman. maka kualitas pelayanan menjadi sangat
penting untuk memenangkan persaingan. Dengan memahami apa yang diinginkan
dan diharapkan oleh konsumen dari kualitas pelayanan yang diberikan, maka akan
didapat suatu nilai tambah tersendiri bagi perusahaan tersebut. Kualitas pelayanan
perlu mendapat perhatian besar dari perusahaan, karena kualitas pelayanan
mempunyai hubungan langsung dengan kemampuan bersaing dan tingkat
keuntungan perusahaan. Kotler dalam Alma (2007:286), mengungkapkan bahwa
8
kualitas pelayanan adalah suatu cara kerja perusahaan yang berusaha mengadakan
perbaikan mutu secara terus-menerus terhadap proses, produk dan service yang
dihasilkan perusahaan. Sedangkan menurut Tjiptono (2007), kualitas pelayanan
merupakan upaya pemenuhan kebutuhan dan keinginan konsumen serta ketepatan
penyampaiannya dalam mengimbangi harapan konsumen.
Sebagian besar responden menyatakan setuju bahwa pegawai JNE memberi
tahu secara pasti kapan pelanggan akan dilayani, memberikan pelayanan yang
cepat dan tepat, dan pegawai selalu berkeinginan untuk membantu pelanggan
yaitu sebesar 82,7%. Hal ini menunjukkan tingkat variabel daya tanggap pada
kualitas pelayanan JNE sudah baik. Sedangkan pernyataan hipotesis bahwa daya
tanggap berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pelanggan tidak
terbukti. Hal ini dapat ditunjukkan dengan nilai signifikansi (P Value) sebesar
0,735 yang jauh diatas 0,05 serta nilai koefisien regresi sebesar 0,040. Dapat
disimpulkan bahwa daya tanggap berpengaruh positif tetapi tidak signifikan
terhadap kepuasan pelanggan.
Responden menyatakan sangat setuju bahwa JNE memberikan pelayanan
yang sesuai dengan harapan pelanggan, kualitas pelayanan JNE lebih baik
daripada perusahaan pengiriman lain, dan pelanggan tidak pernah menyampaikan
keluhan ataupun komplain kepada JNE sebesar 84,9%. Hal ini menunjukkan
tingkat kepuasan pelanggan pada JNE cabang Bandung sangat baik. Pada
pengujian secara simultan diperoleh angka signifikansi (P value) sebesar
0,003 < 0,05. Atas dasar perhitungan tersebut maka Ho ditolak atau berarti
variable Keandalan, Jaminan, Bukti Fisik, Empati, dan Daya Tanggap
9
mempunyai pengaruh yang signifikan secara simultan (bersama-sama)
terhadap variabel kepuasan pelanggan.
Berdasarkan hash penelitian yang telah dilakukan dapat juga diketahui bahwa dari
variabel kualitas pelayanan, variabel empati memiliki berpengaruh paling
dominan terhadap kepuasan pelanggan, dimana variabel empati ini mempunyai
pengaruh yang positif dan signifikan. Sedangkan faktor keandalan, jaminan, bukti
fisik, dan daya tanggap mempunyai pengaruh positif tetapi tidak signifikan.
Masyrifatul amal (2017) Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
pengaruh variabel kualitas pelayanan terhadap kepuasan pelanggan di dealer
resmi honda kompo motor Purbalingga. Dari rumusan masalah yang diajukan,
maka analisis data telah dilakukan dan dijabarkan bab sebelumnya, kemudian
dapat ditarik kesimpulan dari penelitian ini sebagai berikut.
Kualitas Pelayanan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan
Pelanggandalam melakukan pembelian sepeda motor di dealer resmi honda
Kompo Motor Purbalingga. Hal ini berdasarkan korelasi Rank Spearman
menunjukan 0,619 yang berarti mempunyai korelasi kuat dengan arah positif .
Kemudian dilanjutkan dengan pengujian analisis regresi ordinal yang
membandingkan kategori rendah dan sedang ke baseline yang tinggi bahwa
kualitas pelayanan berpengaruh terhadap kepuasan pelanggan dengan nilai sign<
0,05. Menunjukan bahwa semakin baik kualitas pelayanan (X) maka akan
semakin tinggi kepuasan pelanggan (Y) sebaliknya, semakin buruk kualitas
pelayanan (X) maka akan semakin rendah kepuasan pelangan (Y).
10
1. Kualitas pelayanan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap
kepuasan pelanggan. Hal tersebut harus menjadi perhatian
manajemen dealer resmi honda kompo motor purbalingga untuk
mempertahankan pelanggan. Dari hasil pengamatan peneliti
kualitas pelayanan perlu ditingkatkan dengan meningkatkan
pelayanan dan dapat dijaga supaya pelanggan merasa diperhatikan
serta tidak menjadi kecewa hingga merasa terpuaskan. Pelanggan
yang merasa puas akan menjadi loyal dan akan memberikan
informasi kepada orang lain yang mempengaruhi pilihan terhadap
dealer resmi honda kompo motor purbalingga sehingga akan
menjadi pelanggan baru.
2. Bagi manajerial, hendaknya dealer resmi honda kompo motor
purbalingga mampu mempertahankan atau bahkan meningkatkan
citra perusahaan, misalnya mecaritahu tahapan-tahapan konsumen
atau pelanggan dari dealer rsmi honda kompo motor purbalingga,
sehingga dealer tersebut dapat meningkatkan kualitas pelayanan
yang lebih bagus dan memenuhi harapan- harapan konsumen. Perlu
disadari bahwa mempertahankan pelanggan jauh lebih baik dan
menguntungkan dibandingkan mencari konsumen baru yang
dijadikan pelanggan, oleh karenanya dealer resmi kompo motor
purbalingga perlu lebih memperhatikan layanan
terhadappelanggannya.
11
3. Penelitian selanjutnya diharapkan memakai sampel purposive
sample supaya dalam pengambilan data responden sesuai dengan
tujuan penelitian yang diingingkan.