0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
30 tayangan27 halaman

Laporan PKL SMK Pelita Madani

Laporan ini membahas tentang pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di Novotel Lampung. Laporan ini berisi latar belakang, tujuan, dan sejarah tempat PKL serta tinjauan pustaka tentang sejarah industri perhotelan di Indonesia dan departemen-departemen yang ada di hotel.

Diunggah oleh

mainan anak anak
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
30 tayangan27 halaman

Laporan PKL SMK Pelita Madani

Laporan ini membahas tentang pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di Novotel Lampung. Laporan ini berisi latar belakang, tujuan, dan sejarah tempat PKL serta tinjauan pustaka tentang sejarah industri perhotelan di Indonesia dan departemen-departemen yang ada di hotel.

Diunggah oleh

mainan anak anak
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

LEMBAR PENGESAHAN

Dengan disahkannya lembar pengesahan ini, maka laporan praktek kerja


lapangan kerja ini, dinyatakan selesai.

Sukoharjo,............................2023

Kepala kejurusan Pembimbing Sekolah

Andi Irvai Al Furqon

Mengetahui,
Kepala SMK Pelita Madani Pringsewu

Prana Hevriansyah , [Link].


KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan doa atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah
memberikan limpahan rahmat dan karunia nya kepada kita semua sehingga pada kesempatan
ini saya dapat menyelesaikan pembuatan laporan dalam pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan
(PKL). Laporan Praktik Kerja Lapangan (PKL) ini dapat disusun dengan baik berkat bantuan
dari pihak-pihak yang telah memberikan bimbingan dan dukungan sebagai bahan masukan
untuk saya. Untuk itu pada kesempatan ini saya mengucapkan terima kasih kepada :

1. Pebri Arisandi, [Link]., Selaku Kepala SMK Pelita Madani Pringsewu.


2. Prana Hevriansyah, [Link]., Selaku Wakil Kepala Bidang Kurikulum SMK Pelita
Madani Pringsewu.
3. Al Furqon, Selaku Pembimbing Praktik Kerja Lapangan SMK Pelita Madani
Pringsewu.
4. Seluruh Bapak/Ibu Dewan Guru SMK Pelita Madani Pringsewu.
5. Bapak Samian Rais, Selaku General Manager Novotel Lampung.
6. Bapak Dedi Satriawan, Selaku Executive Housekeeper Novotel Lampung.
7. Seluruh Staff/Karyawan Novotel Lampung.
8. Orang Tua saya yang selama ini memberikan semangat, motivasi serta doa sehingga
saya dapat menyelesaikan Praktik Kerja Lapangan (PKL) ini.

Demikian laporan ini dibuat. Semoga laporan Praktik Kerja Lapangan (PKL) ini
bermanfaat bagi pembaca, tak lupa saya meminta maaf jika ada kekurangan dan kesalahan
dalam menulis laporan ini. Maka dengan itu, saya berharap kritik dan saran yang membangun
demi tersusunlah laporan yang lebih baik lagi.

Sukoharjo,...................................2023
Penulis

Gery awanda

ii
DAFTAR ISI

Halaman Judul............................................................................................................ l
Halaman Pengesahan................................................................................................. ll
Kata Pengantar.......................................................................................................... lll
Daftar Isi.................................................................................................................... lV
BAB I. Pendahuluan....................................................................................................

1. Latar belakang kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL)..................................1


2. Tujuan Praktik Kerja Lapangan (PKL)...............................................................1
3. Sejarah tempat Praktik Kerja Lapangan (PKL)................................................ 2

BAB II. Tinjauan Pustaka............................................................................................

1. Sejarah Industri Perhotelan Indonesia............................................................ 3


2. Klasifikasi Hotel................................................................................................ 5
3. Departemen Hotel............................................................................................10
BAB III. Pembahasan................................................................................................
1. Departemen yang dipelajari............................................................................ 13
2. Waktu, tempat dan kegiatan yang dikerjakan............................................... 14
3. Hasil positif yang didapat selama PKL......................................................... 15
4. Kendala yang dialami saat pelaksanaan PKL...............................................15

BAB IV. Penutup.......................................................................................................

1. Kesimpulan...................................................................................................... 16
2. Saran-saran..................................................................................................... 17
3. Daftar pustaka................................................................................................. 18

Lampiran-lampiran...................................................................................................

A. Struktur Organisasi Hotel..................................................................................... 19


B. Lampiran Foto....................................................................................................... 21

iii
BAB I

PENDAHULUAN

1. Latar belakang kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL)


Praktik Kerja Lapangan (PKL) merupakan program yang dilaksanakan dengan
tujuan untuk bia melatih kemampuan siswa dalam dunia industri. Pelaksanaan Praktik
Kerja Lapangan (PKL) dilakukan agar siswa bisa memahami dan mengukur seberapa
jauh kompetensi keahlian yang dimilikinya. Selain itu, Praktik Kerja Lapangan (PKL)
membantu untuk siswa bisa mendapatkan bekal dalam menghadapi dunia kerja
nantinya. Saat sudah memasuki dunia kerja, siswa diharapkan bisa untuk bersaing
secara sehat dalam dunia industri maupun usaha. Praktik Kerja Lapangan (PKL)
diberikan siswa secara teknis mendapatkan wawasan yang lebih luas dan dan
fleksibel, terutama dalam bidang teknologi dan ilmu pengetahuan. Disisi lain, Praktik
Kerja Lapangan (PKL) bisa membantu meningkatkan kualitas dan mutu SMK agar
siswa dapat mengimplementasikan secara langsung materi yang didapatkan dibangku
sekolah.

2. Tujuan Praktik Kerja Lapangan (PKL)

Adapun tujuan Praktik Kerja Lapangan (PKL) yaitu sebagai berikut :

 Mempersiapkan dan membina tenaga kerja, baik struktural maupun


fungsional, yang memiliki kemampuan melaksanakan loyalitas, kemampuan
melaksanakan dedikasi dan kemampuan berdisiplin yang baik.
 Memperkenalkan siswa kepada dunia usaha.

iv
 Memberikan suatu motivasi dalam diri siswa siswi agar menunjukan dirinya
mampu melakukan pekerjaan sesuai dengan bidangnya.
 Meluaskan wawasan dan pandangan siswa terhadap jenis jenis pekerjaan pada
tempat dimana siswa melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL).

3. Sejarah tempat Praktik Kerja Lapangan (PKL)

Novotel Lampung adalah sebuah merek hotel berskala menengah milik grup
Accor. Accor Group sendiri merupakan jaringan hotel internasional asal
Perancis yang mengoperasikan ratusan ribu hotel di 105 negara di dunia.
Didirikan oleh dua sahabat, Paul Dubrule dan Gerard Pelisson, Accor
membuka hotel pertamanya pada tahun 1967 dengan merek Novotel. Novotel
Lampung hotel bintang 4 skala internasional yang berdiri pada bulan Maret
2009 dengan kepemilikan resmi Bapak Abianto Halim. Novotel Lampung
memiliki pemandangan selat sunda yang memberikan akses mudah untuk
mencapai dan menjelajahi tempat menarik terdekat di Bandar Lampung. Hotel
Novotel Lampung menawarkan 220 kamar dengan berbeda beda tipe seperti
Superior, Executive, Hollywood, Suite dan Penthouse. Novotel Lampung
memberikan view yang indah bagi para tamu yang menginap seperti view
ocean dan view montain. Novotel Lampung juga menyediakan ruang
pertemuan dan acara, restoran, lounge bar, lounge premium, entertainment
centre seperti diskotik dan karaoke serta fasilitas kebugaran top seperti
swimming pool, sauna, jacuzzi, spa, gym serta kapel pernikahan atau disebut
Paradise Hall.

v
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

1. Sejarah Industri Perhotelan Di Indonesia


Sebagai negara bekas jajahan kolonial Belanda, banyak bangunan termasuk hotel
yang dibangun di masa tersebut. Karena di saat itulah, industri perhotelan mulai berdiri.
Kemudian di masa-masa Presiden Soekarno yang menginginkan wisata Indonesia
bergeliat. Sehingga gencar membangun hotel di beberapa daerah terutama kota besar.
Seperti Des Indes (1925), hotel Sriwijaya atau Cavadino, Jakarta (1863) serta Inna Dibya
Puri atau Du Pavilion, Semarang (1874).
Bersejarah dan masih beroperasi, berikut ini adalah hotel yang dibangun sekitar abad ke-
19 kecuali Hotel Jogja di Bukittinggi (1948) yang tutup karena pandemi covid:
 Grand Hotel De Djokdja atau Hotel Garuda atau sekarang Grand Inna Malioboro,
Yogyakarta (1908), dulu khusus tamu Gubernur Hindia Belanda dan militer masa
kolonial. Sempat ganti nama menjadi “Asahi” saat penjajahan Jepang. Menjadi hotel
yang sudah 6x berganti nama serta saksi bisu penjajahan Jepang dan Belanda.

 Oranje Hotel atau Yamato Hoteru atau Hotel Majapahit atau Majapahit Mandarin,
Surabaya (1910), sejarah perobekan warna biru bendera Belanda yang dikibarkan di
tiang gedung yang nantinya diperingati sebagai Hari Pahlawan setiap 10 November.

 Inna Bali Heritage, Bali (1927), hotel pertama di Bali yang melayani wisatawan dan
merupakan yang termewah di tahun 1930-an. Awalnya dibangun untuk awak kapal
Perusahaan Pelayaran Belanda Koninkelijke Paketvaar Matschappij (KPM)
bersinggah.

 Hotel Indonesia (HI) atau Indonesia Kempinski, Jakarta (1962), hotel rampasan
perang Jepang dan bintang 5 pertama yang diresmikan Presiden Soekarno saat
menyambut Asian Games IV. Bisa dikatakan HI menjadi hotel termewah dan megah
di Indonesia.

vi
 Hotel Bali Beach atau Grand Inna Bali Beach, Bali (1963), sampai sekarang menjadi
hotel bintang 5 yang tertinggi di Pulau Dewata dengan 10 lantai. Selain itu juga
menjadi tempat penginapan megah yang mempopulerkan Sanur, sejak digagas oleh
Presiden Soekarno. Meskipun sang presiden belum pernah menginap di sana.

 Hotel Ambarukmo atau Royal Ambarukmo, Yogyakarta (1966), lokasi di kawasan


Pesanggrahan Ambarukmo, bertipe bintang 5 yang digagas Presiden Soekarno dan
dibangun oleh Sri Sultan Hamengkubuwono V.
Masih ada lagi hotel bersejarah di Indonesia yang bertahan dan ramai tamu
menginap. Sejarah industri perhotelan nasional terus berjalan apalagi dengan iklim
wisata yang terus didorong pemerintah. Sebagian besar hotel lawas yang masih
beroperasi, sudah berubah menjadi Herritage hotel atau redevelopment sempurna.
Hal itulah yang membuatnya tidak lagi sama seperti bangunan pertamanya dahulu.

2. Klasifikasi hotel

- Klasifikasi Jenis-Jenis Hotel Berdasarkan Lokasi :


 City Hotel
City Hotel merupakan jenis hotel yang berada di kawasan pusat perkotaan dan
umumnya lebih banyak ditemukan di kota-kota besar. City Hotel biasanya
berukuran besar dengan gedung bertingkat dengan fasilitas-fasilitas bisnis
dikarenakan tamu yang menginap di hotel jenis ini kebanyakan merupakan
business traveler. Hal ini membuat jenis hotel ini juga kerap disebut sebagai
business hotel atau hotel bisnis.
 Motel (Motor Hotel)
Motel merupakan singkatan dari motor hotel. Dinamakan demikian karena
jenis hotel satu ini diperuntukkan sebagai persinggahan sementara orang yang
tengah melakukan perjalanan jauh. Motel biasanya berada di tepi jalan-jalan
penghubung antar kota atau daerah.
 Resort Hotel
Jenis hotel selanjutnya ini mungkin sudah cukup populer bagi kamu
penggemar traveling. Resort Hotel adalah jenis hotel yang berada jauh di luar
pusat pekotaan dan berada di kawasan-kawasan wisata dan juga rekreasi
seperti di pantai, pegunungan, tepi danau atau sungai dan sejenisnya.

vii
 Residential Hotel
Sesuai dengan namanya, jenis hotel satu ini berlokasi di kawasan perumahan
atau residential yang jauh dari keramaian. Residential Hotel biasanya menjadi
pilihan untuk tamu-tamu yang berencana untuk tinggal dalam waktu yang
cukup lama. Meski jauh dari keramaian, jenis hotel ini tetap berada di kawasan
dengan akses yang mudah untuk menjangkau pusat-pusat aktivitas di kota
tersebut.
 Downtown Hotel
Sebaliknya, Downtown Hotel adalah jenis hotel yang justru berlokasi di pusat
keramaian, yakni kawasan perdagangan dan perbelanjaan. Jenis hotel satu ini
biasanya ditujukan untuk business traveler yang memiliki tujuan perjalanan
bisnis menyangkut perdagangan dan jual-beli.
 Hotel Apung
Ada juga jenis hotel unik, yaitu hotel yang terdapat di daerah tepi sungai,
terusan, atau laut, dengan ciri khusus, seperti menggunakan perahu atau kapal
laut yang berlayar dari satu tempat ke tempat lain dan memiliki jumlah tamu
tertentu selama perjalanan yang sudah ditentukan sebelumnya.
 Hotel Kapsul
Hotel kapsul ( カ プ セ ル ホ テ ル kapuseru hoteru) adalah sejenis hotel yang
awalnya dikembangkan di Jepang dengan menyediakan ruangan kamar sangat
kecil dengan jumlah banyak, sehingga dinamakan "kapsul". Hotel ini cocok
untuk tamu yang hanya membutuhkan fasilitas standar dan bertarif murah.
Pada awalnya hotel jenis ini hanya bisa ditemukan di daerah perkantoran yang
sibuk, mengingat pada awalnya tujuannya adalah untuk pekerja yang terlambat
pulang
dan harus kembali bekerja di hari berikutnya. Namun, sekarang hotel kapsul
dapat ditemukan di beragam kota besar seperti Jakarta, Bandung, Semarang,
Surabaya, dan Bali.
 Hotel Bandara atau Transit Hotel
Transit hotel adalah hotel yang biasa digunakan dalam jangka pendek dan
berlokasi di sekitar bandara, dimana tamu hotel ini pada umumnya perlu
menunggu dalam jangka waktu cukup panjang sebelum penerbangan
selanjutnya (biasanya minimal enam jam). Hotel ini biasanya dapat ditemukan

viii
di antara tempat pemeriksaan keamanan/passpor dan dekat dari terminal
bandara.
 Hotel Melati atau Losmen (logement)
Losmen (dari bahasa Prancis "logement") adalah sejenis penginapan komersial
yang menawarkan tarif lebih murah daripada hotel pada umumnya. Hotel jenis
ini dapat ditemukan di banyak lokasi wisata dan cocok untuk backpacker dan
turis yang lebih banyak beraktivitas di luar.

- Klasifikasi Jenis-Jenis Hotel Berdasarkan Atap :


 Full American Plan (FAP)
adalah jenis hotel yang memakai sistem yang dimana harga kamar sudah
termasuk 3 kali makan.
 Modified American Plan (MAP)
adalah hotel yang memakai sistem yang dimana harga kamar sudah termasuk 2
kali makan.
 European Plan (EP)
adalah hotel yang memakai sistem dimana harga kamar tidak termasuk makan.
 Continental Plan (CP)
adalah jenis hotel yang memakai sistem dimana harga kamar sudah termasuk
makan pagi.

- Klasifikasi Jenis-Jenis Hotel Berdasarkan Tujuan Kunjungan Tamu


 Business Hotel
Jenis hotel satu ini sebagian besar tamunya melakukan kegiatan bisnis
sehingga umumnya lokasi hotel berada di pusat kota atau pusat keramaian
seperti City Hotel atau Downtown Hotel
 Resort/Tourism Hotel
Jenis hotel satu ini yang kebanyakan tamunya adalah wisatawan, baik
domestik maupun mancanegara. Hotel jenis ini biasanya berada dekat lokasi-
lokasi wisata, lengkap dengan fasilitas-fasilitas leisure.

ix
 Casino Hotel
Jenis hotel satu ini ditujukan untuk tamu yang ingin melakukan casino. Tak
hanya dekat dengan lokasi casino, hotel jenis ini bahkan banyak yang juga
memiliki fasilitas casino di dalamnya.
 Pilgrim Hotel
Jenis hotel satu ini bertujuan untuk mengakomodir tamu-tamu yang memiliki
tujuan perjalanan ibadah ataupun ziarah.
 Cure Hotel
Jenis hotel satu ini sebagian tamunya adalah tamu yang sedang dalam proses
pengobatan atau perawatan sehingga lokasinya biasanya berdekatan dengan
rumah sakit-rumah sakit besar.

- KlasifikasiJenis-Jenis Hotel berdasarkan Kelas atau Bintang


 Hotel Bintang Satu
Hotel berbintang satu memiliki jumlah kamar standar minimum 15 kamar
dengan luas kamar standar minimum 20 m2.
 Hotel Bintang Dua
Hotel berbintang dua memiliki jumlah kamar standar minimum 20 kamar
dengan luas kamar standar minimum 22 m2.
dan Kamar suite minimum 1 kamar dengan luas kamar suite minimum 44 m2.
Fasilitas: Memiliki telepon dan televisi di dalam kamar, terdapat tempat
olahraga, restoran.
 Hotel Bintang Tiga
Hotel berbintang tiga memiliki jumlah kamar standar minimum 30 kamar
Kamar dengan luas kamar standar minimum 24 m2. dan Kamar suite
minimum 2 kamar dengan luas kamar suite minimum 48 m2.
Fasilitas: Memiliki telepon, televisi, dan AC di dalam kamar, terdapat sarana
rekreasi dan olahraga, restoran dan bar serta menyediakan Concierge Staf.
 Hotel Bintang Empat
Hotel berbintang empat memiliki jumlah kamar standar minimum 50 kamar
dengan luas kamar standar minimum 24 m2. dan Kamar suite minimum 3
kamar dengan luas kamar suite minimum 48 m2.

x
Fasilitas: Memiliki telepon, televisi, AC, serta penghangat air di dalam kamar,
terdapat sarana rekreasi dan olahraga, rest area, restoran dan bar serta
menyediakan Concierge Staf.
 Hotel Bintang Lima
Hotel berbintang lima memiliki Jumlah kamar standar minimum 100 kamar
dengan luas kamar standar minimum 26 m2 dan Kamar suite minimum 4
kamar dengan luas kamar suite minimum 52 m2.
Fasilitas: Memiliki telepon, televisi, AC, serta penghangat air di dalam kamar,
terdapat sarana rekreasi dan olahraga, rest area, restoran dan bar serta
menyediakan Concierge Staf dan room service 24 jam.

3. Departement Hotel
Secara garis besar, departemen hotel merupakan pembagian dari tugas - tugas yang
ada di dalam hotel. Setiap departemen memiliki tanggung jawab pada satu bidang
tertentu didalam hotel. Maka dari itu hotel memiliki beberapa departemen, yaitu:

1. Front Office Departemen


Front Office Departemen merupakan bagian pusat yang bekerja sebagai jantung dan
pusat dari segala aktifitas tamu di hotel yang menangani proses check-in maupun
check-out yang menjadi prinsip dalam menangani didepan.
Berikut penjelasan mengenai berbagai macam posisi di divisi Front Office :
 Greeter And Bellboy
 Front Desk Attendant / Reception
 Bell Driver
 Guest Relation Officer (GRO)
 Telephon Operator (Call Center)
 Front Office Admin
 Night Audit

2. Food And Beverage Departemen


Food And Beverage Departemen merupakan bagian dari hotel yang mengurus dan
bertanggung jawab terhadap kebutuhan pelayanan makanan dan minuman sert

xi
kebutuhan lain yang terkait, dari para tamu yang tinggal maupun tidak di hotel
tersebut, dan di kelola secara komersial dan profesional.

Food And Beverage Departemen di bagi menjadi beberapa bagian, yaitu :


 Food And Beverage Product
Food And Beverage Product merupakan salah satu bagian di hotel yang
menangani pengolahan makanan dan minuman dari bahan mentah menjadi
produk siap saji.
 Food And Beverage Service
Food And Beverage Service adalah suatu bentuk pelayanan berupa pengantaran
orderan tamu. Bagian yang membawahi beberapa bidang pelayanan. Bidang
pelayanan yang masih bagian dari Food and Beverage Department antara lain:
A. Restoran
B. Bar
C. Banquet
D. Steward
E. Room Service

3. Housekeeping Departemen
Housekeeping Departemen adalah bagian yang bertanggung jawab untuk menjaga
kerapihan, kebersihan dan kenyamanan seluruh area hotel dengan tujuan agar para
tamu bisa merasa nyaman selama menginap disana. Beberapa pembagian seksi kerja
departemen Housekeeping, yaitu :
 Room Section
 Public Area Section
 Laundry Section
 Linen Section
 Florist And Gardener

4. Human Resource Department


Human Resource Department adalah suatu departemen hotel yang bertugas
menerima dan menempatkan karyawan/trainee. serta menangani masalah yang
dihadapi karyawan.

xii
5. Engineering Department
Engineering Department adalah suatu departemen hotel yang bertanggung jawab
untuk menangani perawatan maupun perbaikan atas semua alat-alat serta mesin yang
ada di hotel apabila mengalami kerusakan.
6. Sales and Marketing Department
Sales and Marketting Departement adalah suatu bagian yangbertugas memasarkan
hotel kepada masyarakat maupun pelanggan agar setiap tahunnya mengalami
peningkatan atas tamu-tamu yang menginap dan menggunakan fasilitas-fasilitas
hotel.
7. Accounting Departement
Accounting Departement adalah suatu departemen hotel yang bertanggung jawab
atas masalah administrasi hotel baik pengeluaran maupun pendapatan keuangan di
hotel.

xiii
BAB III
PEMBAHASAN

1. Departemen Yang Di Pelajari


Pada tanggal 16 Januari 2023, saya langsung diminta ke Novotel Lampung jam
07.00 AM. Setelah tiba di hotel saya langsung diantar ke ruang training room
untuk diberikan sedikit informasi mengenai Novotel Lampung. Pada jam 11.00
AM, saya langsung diminta untuk bertemu secara langsung dengan Bapak Dedi
Satriawan selaku Executive Housekeeper dan Bapak Budi Mashud selaku
Supervisor Publik Area, untuk saat itu job description saya adalah Housekeeping
dibagian Publik Area.
Sebelum saya mempelajari tentang tugas apa saja yang Publik Area lakukan di
Ballroom, saya diajak terlebih dahulu dengan bapak Mashud selaku Supervisor
Publik Area untuk room tour. Saat room tour saya menjadi tahu dimana letak
ruangan-ruangan dihotel, fasilitas fasilitas dikamar, petunjuk arah kiblat, ukuran
dan tipe kamar, dll. Saya juga diajak untuk tour hotel dan saya menjadi tahu
dimana letak swimming pool, gym, spa, sauna, ruang meeting, ballroom, dll.
Di Publik Area sendiri, untuk pertama kalinya saya diajarkan cara memvacum
grandballrom, cara gromming, Cara membersihkan suatu ruangan dengan cepat
dan baik, diajarkan cara melihat daftat ruangan yang akan digunakan untuk
keberlangsungan event Dan Masih banyak lainnya, Sedangkan dibagian room
sendiri saya bertigas menjadi sekarang roomboy dengan kapasitas 20 kamar dirty
yang harus menjadi clean.

2. Waktu, Tempat, Dan Kegiatan Yang Di Kerjakan


Untuk waktu kerja kita dibagi menjadi 2 shift, yaitu :
A. Shift Pagi
B. Shift Sore
Namun untuk departemen Front Office bagian Bellboy di Novotel Lampung
hanya di bagi menjadi 3 shift saja, yaitu :
 Shift Pagi : 06.00AM – 15.00PM

xiv
- Membersihkan Lobby
- Membersihkan Guest Lift
- Membersihkan Square
- Membersihkan Office Owner
- Melakukan Project Crystalisasi
- Buffing Corridor B1
- Vacuuming Ballrom
- Brushing Depan Lobby
- General Cleaning Toilet Lobby

 Shift Sore : 15.00PM – 00.01AM


- Lobby Duster Paradise Hall
- Cleaning Toilet Paradise Hall
- Cleaning Tangga Darurat
- Cleaning Lobby
- Cleaning Lounge Bar
- Cleaning Guest Lift
- Vacuuming Grand Ballroom
- Set Up Mini garden
- Cleaning Room Meeting
- Cleaning Premier Lounge
- Project, Crystalisasi, Shampoing, Coating DLL
- Striping

3. Hasil Positif Yang Didapat Selama PKL


 Lebih tenang dalam menghadapi complain tamu.
 Lebih percaya diri untuk menyapa dan berkomunikasi dengan tamu.
 Mengalami peningkatan dalan melakukan pekerjaan.
 Dapat meminimalisirkan kesalahan yang pernah dilakukan.
 Dapat mengatur emosi.
4. Kendala Yang Dialami Saat Pelaksanaan PKL
 Sulit mengatur waktu istirahat.
 Sulit berkomunikasi dengan bahasa english.
5. Tipe-tipe kamar di Hotel Novotel

xv
 Superior mountain view
 Superior ocean view
 Executive mountain view
 Executive ocean view
 Executive Suite
 Penthouse

xvi
BAB IV
PENUTUP

1. Kesimpulan
Setelah menyelesaikan PKL selama enam bulan kami dapat menyimpulkan,
menganalisis, dan menyusun semua yang telah di pelajari dari tempat PKL. Banyak
hal baru yang kami dapatkan, baik itu dari segi wawasan maupun keterampilan kerja.
Hasil dari PKL ini untuk memenuhi syarat dalam menyelesaikan studi di SMK Pelita
Madani Pringsewu. Adapun beberapa kesimpulan yang dapat kami tarik/ambil dari
laporan ini adalah :
1. Kegiatan Praktik Kerja Lapangan sangatlah penting untuk mempersiapkan diri
kami yang akan menjadi calon professional di bidangnya masing masing.
2. Selama Praktik saya banyak mendapatkan ilmu serta wawasan yag baru dalam hal
operasional. Selain itu juga kami mengalami kemajuan dalam bidang
kedisiplinan.
3. Tuntutan dunia industri terhadap calon tenaga kerja ataupun siswa yang
melalukan program PKL cukup tinggi baik dari segi skill, knowledge, maupun
attitude.
Berdasarkan hasil pengamatan saya tentang kondisi lingungan kerja di Novotel
Lampung. Hotel Novotel Lampung ini sangat memperhatikan kedisiplinan dalam
bekerja dan bertanggung jawab atas segala tugas tugas, serta rasa kekeluargaan
yang terjalin diantara staff staff sangat erat. Semua itu demi kelancaran Novotel
Lampung.

2. Saran – Saran
- Sekolah
 Sebaiknya melengkapi fasilitas praktek agar siswa dapat lebih banyak tahu nama
dan penggunaan alat alat di hotel.
 Sebaiknya kalau praktek lebih efisien lagi agar siswa yang praktek mudah dan
cepat mengerti.

xvii
- Industri
 Untuk senior diharapkan agar dapat membimbing dan memberikan contoh yang
baik lagi bagi para anak trainingnya.
 Para senior atau staff bisa lebih sabar lagi dengan membimbing anak trainingnya

xviii
DAFTAR PUSTAKA

[Link]
(diakses Selasa 29 Agustus 2023 19.35 wib)

[Link]
(diakses Selasa 29 Agustus 2023 19.35 wib)

xix
Lampiran-Lampiran

xx
LAMPIRAN LAMPIRAN

A. Struktur Organisasi Hotel

HOD OF NOVOTEL

xxi
HOUSEKEEPING DEPARTMENT

B. Lampiran Foto

1) Lambang Novotel Lampung

xxii
B. Lampiran foto

1) Lambang Novotel Lampung

2) Bagian Depan Novotel Lampung

3) Bagian Belakang Novotel Lampung

xxiii
4) Bagian Lobby Novotel Lampung

5) Reception Novotel Lampung

xxiv
6) projects kristalisasi Floor

7) foto bersama waktu PKL

xxv
xxvi
xxvii

Anda mungkin juga menyukai