0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
13 tayangan3 halaman

Penerapan QFD dalam Manajemen Kualitas

Dokumen ini membahas tentang Quality Function Deployment (QFD) sebagai metodologi manajemen kualitas untuk mengidentifikasi dan memahami kebutuhan pelanggan serta mengintegrasikannya ke dalam proses perancangan produk atau layanan. QFD dapat memberikan manfaat seperti memahami kebutuhan pelanggan, meningkatkan produk atau layanan, mengurangi biaya, dan meningkatkan kepuasan pelanggan.

Diunggah oleh

m.linsyidaissurur
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
13 tayangan3 halaman

Penerapan QFD dalam Manajemen Kualitas

Dokumen ini membahas tentang Quality Function Deployment (QFD) sebagai metodologi manajemen kualitas untuk mengidentifikasi dan memahami kebutuhan pelanggan serta mengintegrasikannya ke dalam proses perancangan produk atau layanan. QFD dapat memberikan manfaat seperti memahami kebutuhan pelanggan, meningkatkan produk atau layanan, mengurangi biaya, dan meningkatkan kepuasan pelanggan.

Diunggah oleh

m.linsyidaissurur
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

TUGAS INDIVIDU PERTEMUAN 6

PENGENDALIAN & PENJAMINAN MUTU

NAMA : Muhamad Linsyi Daissurur


NIM : 352210092
KELAS : IE 22 C5
DOSEN : Dr. Ir. Tri Ngudi Wiyatno, M.T.,IPU

1. KONSEP DASAR QFD


QFD merupakan salah satu alat yang dapat digunakan dalam proses menajemen
kualitas. Dalam proses tersebut, keinginan dan kebutuhan pelanggan harus dapat
diimplementasikan dalam sebuah produk. Produk yang dibuat berdasarkan keinginan dan
kebutuhan maka mempunyai peluang besar untuk dapat diterima pelanggan. Oleh karena itu,
penting bagi perusahaan/ produsen untuk dapat mengetahui dan mengidentifikasi keinginan dan
kebutuhan sehingga dapat memproduksi produk yang sesuai dengan harapan pelanggan.
Salah satu alat yang dapat digunakan untuk mengetahui dan mengidentifikasi
kebutuhan dan keinganan pelanggan adalah QFD. Hal ini disebabkan karena struktur QFD yang
digambarkan dalam house of quality (HoQ) dapat mengakomodasi informasi keinginan dan
kebutuhan pelanggan selanjutnya menuangkan dalam sebuah kemampuan teknik untuk disusun
sebagai input dalam menyusun perencanaan produksi.
Struktur QFD tertuang dalam HoQ yang terdiri dari enam (6) komponen, yaitu:
a. Masukkan dari pelanggan (persyaratan).
b. Spesifikasi yang diperlukan untuk memenuhi persyaratan pelanggan.
c. Matriks persyaratan yang terdiri dari tingkat kepentingan, kompetisi, sasaran nilai dan poin
peninngkatan nilai.
d. Menyusun hubungan antara persyaratan pelanggan dengan aspek pabrikasi.
e. Mengidentifikasi berdasarkan prioritas persyaratan pada proses pabrikasi.
f. Melakukan identifikasi kegiatan yang diperlukan oleh organisasi.
Secara umum, tahapan dalam proses QFD dapat dilakukan melalui proses berikut ini
1. Mengidentifikasi vioce of customer (VoC) VoC merupakan sebuah langkah untuk
mengetahui kebutuhan atauu keingginan pelanggan yang harus tersedia dalam sebuah produk
(barang) atau layanan jasa. VoC yang merupakan hasil identifikasi tersebut dituangkan sebagai
atribut suatu produk.
2. Penyusunan HoQ Penyusunan HoQ dilakukan dengan tahapan sebagai berikut:
a. Menyusun matrik kebutuhan konsumen
b. Menyusun matrik perencanaan yang berutujuan untuk mengidentifikasi kebutuhan
dan tingkat kepuasan konsumen.
c. Menyusun respon teknis, yaitu merupakan bentuk transformasi kebutuhan konsumen
yang bersifat non teknis menjadi sebuah data teknis untuk memenuhi tingkat kebutuhan
tersebut.
d. Mengidentifikasi hubungan antara respon tek
e. Menyusun korelasi teknis dengan memetakan hubungan dan tingkat kepentingan
respon teknisnya.
f. Melakukan bencmarking dan menetapkan target.
3. Tahap analisis dan interpretasi
Pada tahap ini dilakukan analisis terhadap data- data yang telah diperoleh dan hasil dari
penyusunan HoQ. Berdasarkan kajian literatur, QFD telah banyak digunakan sebagai alat
kualitas pada berbagai bidang yang diintegrasikan dengan berbagai metode lainnya. QFD-
Fuzzy telah digunakan untuk melakukan evaluasi desain dan teknologi robot delta linier. QFD-
Fuzzy juga telah digunakan untuk menganalisis parameter desain berdasarkan kriteria Low Cost
Airlaines (LCA). Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa kondisi bandara telah memenuhi
unsur LCA tetapi terdapat beberapa kriteria yang perlu diperbaiki yaitu terkait fasilitas airside
dan tarif penerbangan. Hasil penelitian dengan QFD- Fuzzy juga menunjukkan bila QFD
berbasi Fuzzy merupakan alat pengambilan keputusan yang dapat digunakan secara pragmatis
untuk melakukan perencanaan strategis bandara berdasarkan kebutuhan/ keinginan pelanggan.
QFD juga dapat diintegrasikan dengan Taguchi. Integrasi QFD- Taguchi digunakan
untuk mengidentifikasi dan mengoptimalkan berbagai parameter yang dignifikan pada proses
die casting bertekanan tinggi sehingga menghasilkan kerapatan casting optimal pada paduan
A380. Selain itu, integrasi GFD juga dapat dilakukan dengan TRIZ (Theory of Inventive
Problem Solving). Integrasi QFD dengan TRIZ diterapkan pada layanan produksi berbasis
cloud untuk membentuk model pemesanan yang skalabel dan interoperable untuk restoran
swalayan. Hasil integrasi ini menghasilkan sebuah usulan untuk meningkatkan fleksibilitas
produksi makanan maka perlu segera menanggapi permintaan pesanan makanan dan menjalin
kerjasama dengan kantin atau staf manajemen perusahaan.

2. Quality Function Deployment (QFD), atau yang sering disebut sebagai "House of Quality,"
adalah sebuah metodologi yang digunakan dalam manajemen kualitas untuk mengidentifikasi
dan memahami kebutuhan pelanggan serta mengintegrasikan mereka ke dalam proses
perancangan produk atau layanan. Dengan mengimplementasikan QFD, perusahaan dapat
memperoleh berbagai manfaat dalam peningkatan kualitasnya, antara lain:
➢ Memahami Kebutuhan Pelanggan: QFD membantu perusahaan untuk memahami
dengan lebih baik kebutuhan dan preferensi pelanggan. Ini memungkinkan perusahaan
untuk fokus pada aspek-aspek yang paling penting bagi pelanggan dan menghindari
pemborosan sumber daya pada hal yang kurang penting.
➢ Peningkatan Produk atau Layanan: QFD membantu dalam merancang produk atau
layanan yang lebih sesuai dengan keinginan pelanggan. Dengan memasukkan perspektif
pelanggan dari awal, perusahaan dapat menghasilkan produk yang lebih relevan dan
bermutu tinggi.
➢ Reduksi Biaya: Dengan merancang produk atau layanan yang sesuai dengan kebutuhan
pelanggan, perusahaan dapat menghindari perubahan desain yang mahal atau perbaikan
setelah produk diluncurkan. Ini mengurangi biaya perbaikan dan modifikasi setelah
produk di pasaran.
➢ Peningkatan Efisiensi Produksi: QFD memungkinkan perusahaan untuk merancang
produk yang lebih mudah diproduksi. Hal ini mengurangi kompleksitas dalam proses
produksi, menghemat waktu, dan mengurangi risiko kesalahan.
➢ Meningkatkan Kepuasan Pelanggan: Dengan memastikan bahwa produk atau layanan
sesuai dengan ekspektasi pelanggan, perusahaan dapat meningkatkan kepuasan
pelanggan. Pelanggan yang puas lebih cenderung setia dan merekomendasikan produk
atau layanan perusahaan kepada orang lain.
➢ Perencanaan Strategis yang Lebih Baik: QFD membantu perusahaan dalam
merencanakan strategi jangka panjang dengan berfokus pada pemenuhan kebutuhan
pelanggan. Ini membantu perusahaan untuk tetap relevan dan bersaing di pasar.
➢ Peningkatan Reputasi Perusahaan: Dengan menghasilkan produk atau layanan
berkualitas tinggi yang sesuai dengan keinginan pelanggan, perusahaan dapat
membangun reputasi yang baik di mata pelanggan dan pemangku kepentingan lainnya.
➢ Pengambilan Keputusan yang Lebih Baik: QFD menyediakan kerangka kerja untuk
pengambilan keputusan yang didasarkan pada data dan bukti yang kuat. Ini membantu
perusahaan dalam membuat keputusan yang lebih baik dan lebih terinformasi.
➢ Pengurangan Waktu Pengembangan Produk: Dengan memahami kebutuhan pelanggan
dari awal, perusahaan dapat mempercepat proses pengembangan produk. Hal ini dapat
mengurangi waktu ke pasar dan memberikan keunggulan kompetitif.

Dengan demikian, implementasi QFD dalam proses peningkatan kualitasnya dapat


membantu perusahaan meningkatkan produk atau layanannya, mengurangi biaya, dan
meningkatkan kepuasan pelanggan, yang pada gilirannya dapat berkontribusi pada kesuksesan
jangka panjang perusahaan.

Anda mungkin juga menyukai