FUNGSI :
1. Node MCU : Mikrokontrol untuk system
2. Sensor MPU6050 : Mendeteksi Getaran di Motor 3 phase
3. Sensor DS18B20 : Mendeteksi temperature di motor 3 phase
4. Sensor PZEM-004T : Mendeteksi arus di motor 3 phase
5. Relay : Mengontrol kontaktor motor 3 phase
1. Node MCU ESP8266
Pada penelitian ini digunakan board Nodemcu Esp8266. Modul ini merupakan
salah satu platform yang terbilang murah untuk ukuran mikrokontroler . Meskipun
murah namun nyatanya Esp-8266 ini terbilang efektif untuk mengontrol dan
berkomunikasi melalui jaringan internet. Board ini bisa digunakan secara stand
alone maupun dipasangkan dengan mikrokontroler tambahan seperti Arduino uno.
NodeMCU dapat dianalogikan sebagai board arduino nya ESP8266. Program
ESP8266 sedikit merepotkan karena diperlukan beberapa teknik wiring serta
tambahan modul USB to serial untuk mengunduh program. Namun NodeMCU
telah mengemas ESP8266 ke dalam sebuah board yang kompak dengan berbagai
fitur layaknya mikrokontroller + kapabilitas akses terhadap Wifi juga chip
komunikasi USB to serial. Sehingga untuk memprogramnya hanya diperlukan
ekstensi kabel data USB persis yang digunakan charging smartphone. NodeMCU
ESP8266 merupakan board interaktif berbasis LUA. NodeMCU ESP8266 memiliki
memori 4MB dan mempunyai clock speed 80 – 160 Mhz .
Gambar 1 Tampilan Fisik dan skema pin dari NodeMCU ESP8266
1.1 Daya ( Power)
Board ESP8266 dapat disuplai dengan menghubungkan kabel USB
ke komputer atau sumber tegangan yang didapat dari adaptor AC-DC atau
baterai untuk menggunakannya. ESP8266 beroperasi dengan suplai
tegangan 4.5 V sampai 9V biasanya menggunakan port USB.
1.2 Spesifikasi
Tegangan antarmuka komunikasi: 3.3V.
Jenis antena: Tersedia antena PCB internal.
Standar nirkabel 802.11 b / g / n
WiFi di 2.4GHz, mendukung mode keamanan WPA / WPA2
Mendukung tiga mode operasi STA / AP / STA + AP
Tumpukan protokol TCP / IP bawaan untuk mendukung beberapa
koneksi Klien TCP (5 MAX)
D0 ~ D8, SD1 ~ SD3: digunakan sebagai GPIO, PWM, IIC, dll.,
Kemampuan driver port 15mA
AD0: 1 saluran ADC
Input daya: 4.5V ~ 9V (10VMAX), bertenaga USB
Saat ini: transmisi kontinu: 70mA (200mA MAX), Siaga: 200uA
Kecepatan transfer: 110-460800bps
Mendukung antarmuka komunikasi data UART / GPIO
Pembaruan firmware jarak jauh (OTA)
Mendukung Smart Link Smart Networking
Suhu kerja: -40 Deg ~ + 125 Deg
Tipe Drive: Driver H-bridge ganda berdaya tinggi
ESP8266 memiliki IO Pin
Tidak perlu mengunduh pengaturan ulang 10
Seperangkat alat yang bagus untuk mengembangkan ESP8266
Ukuran flash: 4Mbyte
2. Sensor GY-521/MPU6050
Giroskop dengan tiga sumbu dan teknologi Micro Electro Mechanical System
(MEMS) disertakan dalam MPU6050. Seperti digambarkan pada Gambar 2.3, ini
digunakan untuk menentukan kecepatan rotasi/sudut sepanjang sumbu X, Y, dan Z
dalam derajat per detik. MPU6050 akan mendeteksi getaran yang disebabkan oleh
Coriolis Effect saat gyro berputar dan menyentuh sumbu. Memperkuat,
mendemodulasi, dan merutekan sinyal yang dihasilkan akan menghasilkan
tegangan yang sebanding dengan kisaran kecepatan sudut. Keluaran giroskop
dipengaruhi oleh kecepatan sudut masing-masing pada sumbu x, y, dan z, yang
masing-masing merupakan arah phi (roll), theta (pitch), dan psi (yaw). Data rad/s
yang masuk ke mikrokontroler akan diubah menjadi deg/s. Reduksi yang digunakan
untuk memproses data giroskop dan orientasinya hadir dalam berbagai
[Link] pada gambar 2
Gambar 2 MPU6050 Orientation and Polarity of Rotation
Gambar 3 modul Sensor Gyroscope GY-521/MPU6050
Pada gambar 2.7 di sensor giroskop terdapat beberapa pin diantaranya pin VCC,
GND, SCL, SDA, XCL, ADO, dan INT. GY-521 adalah sebuah modul IMU yang
menggunakan chip MPU-6050 dari InvenSense, MPU-6050 adalah chip dengan 3-
axis Accelerometer (sensor percepatan) dan 3-axis Gyroscope (pengatur
keseimbangan), MPU-6050 juga memiliki Digital Motion Processor (DMP), untuk
mengolah data dari sensor menjadi data dalam bentuk quaternions (4 dimensi).
Selain itu DMP juga berfungsi untuk meminimalis error yang dihasilkan.(Firman,
2016)
Spesifikasi dari module GY-521 :
Tentunya menggunakan chip IC MPU6050
Tegangan operasional di range antara 3Vdc – 5Vdc
Menggunakan antarmuka komunikasi I2C (SCL, SDA)
Range dari Gyroscope : 250 500 1000 2000 / s
Chip built-in 16bit AD converter, 16-bit data output
Difungsikan sebagai sensor accelerometer dan gyroscope
3. Sensor Suhu
Sensor suhu DS18B20 adalah sensor yang dapat membaca perubahan
temperatur linkungan lalu mengkonversikan temperatur tersebut menjadi sebuah
tengangan listrik. Sensor ini memiliki keluaran digital. Sensor DS18B20 ini
memiliki tingkat akurasi yang cukup tinggi yaitu 0,5 yang mampu membaca suhu
dengan rentang antara -55 sampai 125 ℃.
Gambar 4 modul Sensor DS18B20
Sensor DS18B20 memilki 3 pin yang terdiri dari Vs, Ground dan Data
Input/Output. Kaki Vs merupakan kaki tegangan sumber. Tegangan sumber untuk
sensor suhu DS18B20 adalah 3V sampai 5.5V. Umumnya Vs diberikan tegangan
+5V sesuai dengan tegangan kerja dari mikrokontroler. Kemudian kaki ground
disambungkan dengan ground rangkaian. Sedangkan spesifikasi lengkap sensor
DS18B20 :
Untuk setiap 1-Wire interface cukup memerlukan satu pin untuk
komunikasi secara 1-Wire.
Setiap perangkat memiliki kode serial 64-bit yang disimpan dalam sebuah
ROM onboard
Tidak memerlukan komponen tambahan.
Bekerja pada tegangan 3 sampai 5,5V.
Akurasi ± 0,5°C akurasi dari suhu -10 sampai 85 °C
Kecepatan mengkonversi suhu maksimal 750 ms.
Dapat mengukur suhu pada kisaran -55 sampai 125 °C
4. Sensor PZEM-004T
Sensor PZEM-004T merupakan modul sensor yang multifungsi contohnya
digunakan untuk pengukuran daya aktif, tegangan AC, frekuensi, energi aktif, dan
arus yang terdapat pada sebuah aliran listrik. Penggunaan sensor ini khusus untuk
penggunaan di dalam ruangan, selain itu beban yang terpasang tidak boleh melebihi
daya yang sudah ditetapkan. Sensor PZEM-004T data dibaca melalui interface TTL
dari modul ini adalah interface pasif, membutuhkan catu daya ekternal 5v artinya
jika berkomunikasi keempat port (5V, RX, TX, GND) harus terhubung. Sensor
PZEM004T mempunyai dimensi fisik dari papan sensor PZEM-004T 3,1 × 7,4 cm
selain itu sensor PZEM-004T dibundel dengan sebuah kumparan trafo arus
diameter 3 mm digunakan untuk mengukur arus maksimal rentang pengukuran
100A untuk External Transformator, dan rentang pengukuran 10A untuk Built-in
Shunt (Habibi et al., 2017). II-2 Dalam pengujian sensor PZEM dilakukan
pengukuran untuk mendapatkan nilai pembacaan sensor dan nilai pengukuran
manual dengan alat ukur, sehingga bisa mengetahui nilai % error. Tingkatan nilai
error yang baik yaitu dibawah 10%, untuk mendapatkan nilai % error dihitung
dengan menggunakan persamaan :
Gambar 5 modul Sensor PZEM-004T
4.1 Karakteristik Sensor PZEM-004T
Karakteristik dari Sensor PZEM-004T yaitu:
Power button clear / reset energy;
Power down data storage function (cumulative power down before
saving);
Pengukuran daya 0 ~ 9999 kW;
Pengukuran tegangan 80 ~ 260 VAC;
Pengukuran arus 0 ~ 100 A.
4.2 Spesifikasi Sensor PZEM-004T
Spesifikasi dari sensor PZEM-004T yaitu:
Working voltage 80 ~ 260 VAC;
Rated power 100 A / 22000 W;
Working Frequency 45 – 65 Hz;
Measurement accuracy 1.0.
4.3 Deskripsi Fungsi Sensor PZEM-004T
Deskripsi fungsi sensor PZEM-004T meliputi:
a. Tegangan
Rentang pengukuran 80 ~ 260 V;
Ketepatan ukur 0.5%; II-3
Resolusi 0.1 V.
b. Arus
Mulai mengukur arus 0.01 A untuk sensor PZEM -004 T-
10A dan 0.02 untuk sensor PZEM -004 T-100A;
Rentang pengukuran 0 ~ 10 A untuk sensor PZEM -004 T-
10A dan 0 ~ 100 A untuk sensor PZEM -004 T-100A;
Ketepatan ukur 0.5%;
Resolusi 0.001 A.
c. Daya
Mulai mengukur daya 0.4 W.
Rentang pengukuran 0 ~ 2.3 kW untuk sensor PZEM -004
T-10A dan 0 ~ 23 kW untuk sensor PZEM -004 T-100A
Ketepatan ukur 0.5%; d. Resolusi 0.1 W.
Format tampilan:
<1000 W, it display one decimal, such as: 999.9 W;
≥1000 W, it display only integer, such as: 1000 W.
d. Faktor Daya
Rentang pengukuran 0.00 ~ 1.00;
Ketepatan ukur 1%;
Resolusi 0.01.
e. Frekuensi
Rentang pengukuran 45 Hz ~ 65 Hz;
Ketepatan ukur 0.5%;
Resolusi 0.1 Hz.
f. Energi
Rentang pengukuran 0 ~ 9999.99 kWh;
Ketepatan ukur 0.5%;
Resolusi 1 Wh;
Format tampilan:
<10 kWh, the display unit is Wh (1 kWh = 1000 Wh),
such as: 9999 Wh ≥ 10 kWh, the display unit is kWh,
such as: 9999.99 kWh (Anwar et al., 2019).
5. Relay
Relay yang termasuk dalam komponen elektronika berupa sebuah saklar
elektronik yang digerakan oleh arus listrik. Kumparan tegangan rendah yang
terdapat pada relay dililitkankan pada sebuah inti, armature besi yang akan terjadi
tarikan menuju inti apabila sebuah arus mengalir melewati kumparan, armatur yang
terpasang berpegas akan tertarik menuju kontak jalur secara bersamaan akan
merubah posisinya yang awalnya kontak normal tertutup menjadi kontak normal
terbuka (Turang, 2015).
Gambar 6 Relay 4 Chanel
Dapat disimpulkan prinsip relay merupakan tuas saklar dengan sebuah lilitan
kawat pada solenoid/batang besi didekatnya. Apabila solenoid/batang besi ini
dialiri arus listrik yang terjadi tuas akan tertarik karena timbulnya gaya magnet yang
terjadi pada solenoid/batang besi, sehingga kontak saklar tersebut akan menutup.
Apabila arus dihentikan maka gaya magnet akan hilang, akan kembali keposisi
semula pada tuas tersebut dan kontak saklarnya akan terbuka (Sihombing, 2018).
5.1 Karakteristik Relay
Karakteristik relay diantaranya:
Pada impedansi ditentukan oleh tebalnya kawat yang digunakan dan
banyaknya sebuah lilitan. Pada relay impedansi berniali 1 – 50 K Ohm
karena untukmemperoleh daya hantar yang baik;
Daya yang digunakan untuk mengoprasikan relay besarnya sama dengan
nilai tegangan dikalikan dengan arus;
Terdapat kontak-kontak jangkar yang banyak dapat membuka dan menutup
lebih dari satu kontak yang tergantung pada sebuah kontak dan jenis
relaynya (Turang,2015).
5.2 Fungsi Relay
Fungsi relay pada umumnya yaitu:
Berfungsi sebagai pengaman saklar dari arus yang besar;
Berfungsi untuk mengendalikan sirkuit dengan tegangan tinggi yang
dibantu oleh sinyal tegangan rendah;
Berfungsi untuk memperkecil terjadinya penurunan tegangan menuju
beban;
Berfungsi menjalakan fungsi logika;
Dapat digunakan untuk memberikan penundaan waktu.