0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
10 tayangan15 halaman

Pelaksanaan BPJS Kesehatan dan Jaminan Sosial

Dokumen ini membahas tentang pelaksanaan BPJS sebagai penyelenggara asuransi kesehatan sosial berdasarkan UU SJSN dan UU BPJS. Dokumen ini menjelaskan pengertian asuransi sosial dan perbedaannya dengan asuransi komersial, prinsip asuransi dalam BPJS, perlindungan hak peserta BPJS, serta efektivitas BPJS berdasarkan UU BPJS.

Diunggah oleh

Ignatius
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
10 tayangan15 halaman

Pelaksanaan BPJS Kesehatan dan Jaminan Sosial

Dokumen ini membahas tentang pelaksanaan BPJS sebagai penyelenggara asuransi kesehatan sosial berdasarkan UU SJSN dan UU BPJS. Dokumen ini menjelaskan pengertian asuransi sosial dan perbedaannya dengan asuransi komersial, prinsip asuransi dalam BPJS, perlindungan hak peserta BPJS, serta efektivitas BPJS berdasarkan UU BPJS.

Diunggah oleh

Ignatius
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

PELAKSANAAN BPJS KESEHATAN SELAKU

PENYELENGGARA ASURANSI KESEHATAN


SOSIAL DITINJAU DARI UU NO. 40 TAHUN
2004 TENTANG SISTEM JAMINAN SOSIAL
NASIONAL DAN UU NO. 24 TAHUN 2011
TENTANG BADAN PENYELENGGARA
JAMINAN SOSIAL

HUKUM ASURANSI
1. Daniel (2140050163)
2. Indah Yuliana
Crisyantiara
(2140050135)
3. Lasmaria Elsabrina

KELOMPOK 4 (2140050146)
4. Titus Valentino Charles
Uniputty (2140050139)
5. Ignatius Daniel
Dwiansyah Hasibuan
(2140050136)
BAB I

PENDAHULUAN
Dalam alinea keempat Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 dijelaskan
mengenai tujuan dari bangsa Indonesia. Berdasarkan tujuan tersebut,
penulis berpendapat bahwa negara bertanggung jawab untuk
pemenuhan kesejahteraan warga negaranya.
Pemenuhan negara kesejahteraan telah menumbuhkan tantangan
sehingga muncul tuntutan berbagai persoalan. Salah satunya adalah

LATAR
penyelenggaraan sistem jaminan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
sebagaimana yang telah dimuat dalam Pasal 34 UUD 1945 yang juga
merupakan dasar bagi pembentukan UU SJSN dan UU BPJS.

BELAKANG
Melalui kebijakan ini, setiap penduduk diharapkan dapat memenuhi
kebutuhan dasar hidup yang layak apabila terjadi hal-hal yang dapat
mengakibatkan permasalahan kesejahteraan seperti jatuh sakit,
mengalami kecelakaan, dll.
Penulis akan memfokuskan bahasan lebih lanjut mengenai pelaksanaan
BPJS selaku asuransi kesehatan sosial yang juga menjadi pelaksana
jaminan kesejahteraan sosial sesuai dengan amanat UUD 1945, dengan
menjadikan UU No. 40/2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional
(SJSN) dan UU No. 24/2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial
(BPJS) sebagai dasar hukum/acuan terhadap pelaksanaan regulasi yang
ditetapkan oleh pemerintah.
1. Apa itu asuransi sosial dan apa perbedaannya dengan
asuransi komersial?
2. Bagaimana prinsip asuransi dalam program BPJS

RUMUSAN ditinjau dari UU No. 40 Tahun 2004 tentang Sistem


Jaminan Sosial Nasional (UU SJSN)?

MASALAH
3. Bagaimana perlindungan hukum terkait hak-hak
kepada peserta BPJS dalam mendapatkan pelayanan
kesehatan?
4. Bagaimana efektivitas BPJS terhadap kesehatan sosial
ditinjau dari UU No. 24 Tahun 2011 tentang Badan
Penyelenggara Jaminan Sosial?
BAB II

PEMBAHASAN
Pengertian Asuransi Sosial dan Perbedaannya dengan
Asuransi Komersial

Asuransi sosial merupakan asuransi yang menyediakan jaminan sosial bagi anggota
masyarakat yang dibentuk oleh pemerintah berdasarkan peraturan-peraturan yang
mengatur hubungan antara pihak asuransi dengan seluruh golongan masyarakat.
Asuransi sosial biasanya terbagi menjadi dua sifat yaitu asuransi bersifat kerugian dan
jiwa. Asuransi bersifat kerugian berbentuk asuransi yang memberikan penggantian
kerugian kepada pihak yang merasa dirugikan berdasarkan ketetapan yang telah
disepakati. Sedangkan asuransi jiwa merupakan bentuk asuransi yang memberikan
pembayaran sejumlah uang kepada pihak kedua yang mendapatkan santunan untuk hari
tua ataupun yang meninggal dunia.
Asuransi sosial biasanya bersifat wajib, dana berasal dari pekerja, jaminan yang
diselenggarakan atas dasar tidak mencari untung dan tujuan yang hendak dicapai ialah
untuk kesejahteraan sosial. Bersifat wajib adalah setiap individu yang tergabung dalam
anggota asuransi harus membayar iuran tiap bulan sesuai dengan apa yang telah
disepakati kedua belah pihak.
Pembeda antara asuransi sosial dengan asuransi komersial di antaranya adalah;
1. Asuransi komersial kepesertaannya bersifat sukarela, peserta asuransi komersial masuknya secara
sukarela karena ingin terlindungi. Sedangkan asuransi sosial kepesertaannya bersifat wajib,
kepesertaan bersifat wajib untuk semua penduduk Indonesia (bersifat universal coverage)
tertuang dalam Pasal 1 ayat (3) Undang-undang nomor 40/2004 tentang SJSN.
2. Asuransi komersial prinsipnya menggunakan sistem balik modal dengan mencari keuntungan
bagi perusahaan untuk pengembangan perusahaan (swasta). Sedangkan asuransi sosial tidak
mencari keuntungan, karena dana yang masuk harus berputar untuk kepentingan peserta lagi
dan semuanya dikelola oleh pemerintah.
3. Manfaat asuransi komersial sesuai dengan premi yang dibayarkan, pada asuransi komersial tidak
semua manfaat ditanggung melainkan premi yang dihitung juga disesuaikan dengan prevalensi
sakit, usia, jenis penyakit, jenis kelamin dan sebagainya, jadi semakin sakit atau semakin tua
karena banyak risiko penyakit, maka makin tinggi pula biaya yang harus dikeluarkan untuk premi.
Sedangkan manfaat dari asuransi sosial komprehensif, berarti hampir semua layanan kesehatan
dapat dicover contohnya Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) mengcover berbagai jenis seperti
penyakit kanker, bedah jantung, hingga dialisis (gagal ginjal).
Prinsip Asuransi dalam Program BPJS Ditinjau dari UU No. 40 Tahun 2004
Tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional

Ali Ghufron Mukti dan Moertjahjo dalam jurnal Yohanes Budi Sarwo yang berjudul
“Asuransi Kesehatan Sosial Sebagai Model Pembiayaan Kesehatan Menuju Jaminan
Semesta” terdapat tiga model asuransi terutama dalam asuransi kesehatan yaitu:
1. Model asuransi kesehatan sosial (sosial health insurance).
2. Model asuransi kesehatan komersial (commercial/private health insurance).
3. Model National Health Services.

Asuransi kesehatan nasional banyak dipakai di banyak negara termasuk di Indonesia. Hal
ini sebagaimana yang disebutkan dalam Pasal 19 ayat (1) UU SJSN yang mengatakan
bahwa, ”Jaminan kesehatan diselenggarakan secara nasional berdasarkan prinsip
asuransi sosial dan prinsip ekuitas." Kemudian Pasal 29 UU SJSN yang mengatakan
bahwa, ”Jaminan kecelakaan kerja diselenggarakan secara nasional berdasarkan
prinsip asuransi sosial.” Selanjutnya disebutkan lagi dalam Pasal 39 UU SJSN yang
mengatakan bahwa, ”Jaminan pensiun diselenggarakan secara nasional berdasarkan
prinsip asuransi sosial atau tabungan wajib.” Kemudian Pasal 43 UU SJSN yang
disebutkan bahwa, ”Jaminan kematian diselenggarakan secara nasional berdasarkan
prinsip asuransi sosial."
Perlindungan Hukum Terkait Hak-Hak Kepada Peserta
BPJS dalam Mendapatkan Pelayanan Kesehatan

BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) adalah badan hukum yang


dibentuk untuk menyelenggarakan program jaminan sosial. BPJS merupakan
Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang ditugaskan khusus oleh pemerintah
untuk menyelenggarakan program jaminan kesehatan bagi seluruh penduduk
Indonesia termasuk orang asing yang bekerja paling singkat 6 (enam) bulan di
Indonesia.
Untuk perlindungan hukum terkait dengan peserta BPJS kesehatan dalam
mendapatkan pelayanan kesehatan pemerintah mengeluarkan Undang-
Undang RI Nomor 24 Tahun 2011 yang menetapkan dua BUMN yaitu PT Askes
(persero) dan PT Jamsostek (Persero) diubah bentuk menjadi Badan Layanan
Publik untuk melaksanakan lima program yang diamanatkan Undang-Undang
Nomor 40 Tahun 2004 yaitu program Jaminan Kesehatan bagi BPJS Kesehatan
dan program lainnya diserahkan ke BPJS Ketenagakerjaan.
BPJS kesehatan telah menyiapkan petugas di setiap Rumah Sakit agar dapat
mengawal dan mendampingi serta memberikan pelayanan kepada peserta
dalam memanfaatkan haknya untuk berobat di fasilitas kesehatan yang
ditunjuk.
Efektivitas program pelayanan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial
(BPJS) ditinjau dari UU Nomor 24 Tahun 2011

Indonesia telah menjalankan sistem Jaminan Sosial selama kurang lebih empat dekade,
namun sebagian besar rakyat belum memperoleh perlindungan yang memadai dan program
jaminan sosial tersebut belum mampu memberikan perlindungan yang adil dan memadai
kepada para peserta sesuai dengan manfaat program yang menjadi hak peserta. Hal ini dapat
dilihat dari perlindungan sosial yang berbeda beda sebagai berikut: Jaminan Sosial yang
dijalankan Indonesia dalam dekade masih bersifat parsial, dalam peraturan yang terpisah
pisah, adapun aturan tersebut adalah sebagai berikut: Undang-Undang yang secara khusus
mengatur jaminan sosial bagi tenaga kerja swasta adalah Undang-Undang Nomor 3 Tahun
1992 tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja (JAMSOSTEK). Hingga akhirnya beralih kepada
ditetapkan tanggal 25 November 2011 yaitu Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2011 tentang
Badan Penyelenggara Jaminan Sosial.
Menurut hemat kelompok kami, setelah ditetapkan UU Nomor 24 Tahun 2011 tentang Badan
Penyelenggara Jaminan Sosial sebagai sistem jaminan sosial telah memperlancar
operasionalisasi program-program jaminan sosial oleh badan penyelenggara jaminan sosial
sesuai dengan fungsi BPJS. Sehingga, rakyat memperoleh perlindungan yang memadai dan
program jaminan sosial yang mampu memberikan perlindungan yang adil dan memadai
kepada para peserta sesuai dengan manfaat program yang menjadi hak peserta.
BAB III

PENUTUP
KESIMPULAN
Asuransi sosial merupakan asuransi yang menyediakan jaminan sosial bagi anggota
masyarakat yang dibentuk oleh pemerintah berdasarkan peraturan-peraturan yang
mengatur hubungan antara pihak asuransi dengan seluruh golongan masyarakat yang
memiliki tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama para pegawai
dan pensiun. Asuransi sosial biasanya bersifat wajib, dana berasal dari pekerja, jaminan yang
diselenggarakan atas dasar tidak mencari untung dan tujuan yang hendak dicapai ialah
untuk kesejahteraan sosial. Bersifat wajib adalah setiap individu yang tergabung dalam
anggota asuransi harus membayar iuran tiap bulan sesuai dengan apa yang telah disepakati
kedua belah pihak.
Di dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004 Pasal 4 telah diatur juga sistem jaminan
sosial berdasarkan prinsip-prinsip sebagai berikut Kegotong royongan, Nirlaba, Keterbukaan,
Kehati-hatian, Akuntabilitas, Portabilitas, Kepesertaan bersifat wajib, Dana amanat, dan Hasil
pengelolaan dana jaminan sosial dipergunakan untuk pengembangan program dan untuk
sebesar-besarnya kepentingan peserta.
KESIMPULAN
Untuk perlindungan hukum terkait dengan peserta BPJS kesehatan dalam mendapatkan
pelayanan kesehatan pemerintah mengeluarkan Undang-Undang RI Nomor 24 Tahun 2011 yang
menetapkan dua BUMN yaitu PT Askes (persero) dan PT Jamsostek (Persero) diubah bentuk
menjadi Badan Layanan Publik untuk melaksanakan lima program yang diamanatkan Undang-
Undang Nomor 40 Tahun 2004 yaitu program Jaminan Kesehatan bagi BPJS Kesehatan dan
program lainnya diserahkan ke BPJS Ketenagakerjaan.
Rakyat Indonesia belum memperoleh perlindungan yang memadai dan program jaminan sosial
tersebut belum mampu memberikan perlindungan yang adil dan memadai kepada para peserta
sesuai dengan manfaat program yang menjadi hak peserta. Hingga akhirnya beralih kepada
ditetapkan tanggal 25 November 2011 yaitu Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2011 tentang Badan
Penyelenggara Jaminan Sosial dengan fungsi yaitu sebagai sistem jaminan sosial nasional yang
didasarkan oleh asas kemanusiaan, manfaat dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,
BPJS juga memiliki fungsi pengawasan dan pemeriksaan kepatuhan peserta dalam memenuhi
kewajibannya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan jaminan sosial.
Sehingga, Rakyat memperoleh perlindungan yang memadai dan program jaminan sosial yang
mampu memberikan perlindungan yang adil dan memadai kepada para peserta sesuai dengan
manfaat program yang menjadi hak peserta.
TERIMA KASIH

Anda mungkin juga menyukai