JARINGAN KOMUNIKASI DATA
PROTOCOL ROUTING
Nama:I wayan gede adnyana
Nim: 2301010388
PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA
INSTITUT BISNIS DAN TEKNOLOGI INDONESIA
TAHUN 2023
[Link] ROUTING
Routing Protocol adalah komunikasi antar router untuk menemukan jalur
terbaik dalam mencari sebuah alamat tertentu dengan cara pertukaran informasi
antar router satu dengan yang lain. Menurut Bradley Mitchell (2016) setiap routing
protocol mempunyai 3 fungsi dasar yaitu discovery (mengenali router lain pada
jaringan), route management (melacak semua jalur yang memungkinkan untuk
dilewati data), path determination (menentukan jalur secara dinamis)
Sedangkan Berdasarkan jurnal Kajian Algoritma Routing dalam Jaringan
Komputer oleh Doro Edi, routing adalah proses tempat sesuatu dibawa dari satu
lokasi ke lokasi [Link] riil sesuatu yang membutuhkan perpindahan rute
adalah surat, panggilan telepon, perjalan kereta api, dan lain [Link] dapat
melakukan routing, kamu perlu mengetahui alamat tujuan yang akan dikirim dan juga
mengenali sumber informasi seperti mengetahui alur tujuan [Link], kamu
juga perlu untuk menemukan dan memilih rute dalam proses routing. Setelah itu
kamu harus melakukan verifikasi routing untuk memastikan ketepatan data atau
informasi yang dikirim.
[Link]-JENIS KONFIGURASI ROUTING
[Link] ROUTING
Static Routing adalah pengaturan routing paling sederhana yang dapat
dilakukan pada jaringan komputer. Static route adalah rute-rute ke host atau jaringan
tujuan yang dimasukkan secara manual oleh administrator jaringan ke route table
suatu router.
Static route ini mendefinisikan alamat IP hop router berikutnya dan interface lokal
yang digunakan untuk meneruskan paket ke tujuan tertentu.
KELEBIHAN
[Link] kinerja processor router .
[Link] statis lebih aman dibandingkan routing dinamis
3. Pengiriman paket data lebih cepat karena jalur atau rute sudah di
ketahui terlebih dahulu
KEKURANGAN
[Link] dapat digunakan untuk jaringan berskala kecil
[Link] jaringan harus mengetahui semua informasi dari
masing-masing router yang digunakan
[Link] besar topology semakin rumit karena konfigurasi router
dilakukan dengan cara manual atau menginput satu persatu command
yang diperlukan
[Link] banyaknya router yang harus diinput satu persatu, faktor
human error atau kesalahan input akan lebih sering terjadi pada sesi
ini
[Link] ROUTING
Dyanmic Routing adalah cara yang digunakan untuk melepaskan kewajiban
mengisi pintu masuk forwarding table secara [Link] routing mengatur
berbagai router yang ada sehingga dapat berkomunikasi satu dengan yang lain.
Selain itu, saling memberikan informasi routing yang dapat mengubah isi forwarding
table
KELEBIHAN
[Link] yang digunakan dalam konfigurasi tiap router tergolong cepat
[Link] langsung beradaptasi pada perubahan jaringan (secara
otomatis mengenali dan meng-update routing table)
[Link] sedikit kemungkinan kesalahan input command saat
konfigurasi router
[Link] mendukung untuk jaringan berskala besar
KEKURANGAN
[Link] resource memori dan CPU yang lebih besar
dibandingkan jika hanya melakukan static routing
[Link] kemampuan yang lebih dari administrator.
Administrator harus mempunyai kemampuan lebih dalam untuk
konfigurasi, pengujian, serta troubleshoot routing, karena lebih susah
pada saat melacak permasalahan pada suatu topologi jaringan dalam
lingkup besar
3. Kecepatan pengenalan dan kelengkapan IP Table terbilang lama
karena router melakukan broadcast ke semua router lainnya sampai
ada yang cocok sehingga setelah konfigurasi harus menunggu
beberapa saat agar setiap router mendapat semua alamat IP yang ada
[Link] ROUTING
Protocol routing adalah suatu aturan yang mempertukarkan informasi routing
dan akan membentuk sebuah tabel routing, sehingga pengalamatan pada paket data
yang akan dikirim menjadi lebih jelas.
Menurut jurnal Analisis Unjuk Kerja Perbandingan Protokol Routing, Routing
Information Protocol (RIP), dan Enhanced Interior Gateway Routing Protocol (EIGRP)
oleh Adika Dwi A. P., berikut penjabaran protocol routing:
Interior Routing Protocol
Interior Routing Protocol biasanya digunakan pada jaringan yang
bernama Autonomous System. Hal itu merujuk pada sebuah jaringan yang
berada hanya dalam satu kendali [Link] dalamnya terdiri dari berbagai
subnetwork dan gateway yang berhubungan satu sama lain. Interior routing
diimplementasikan melalui: RIP, OSPF, EIGRP.
Exterior Routing Protocol
Pada dasarnya Internet terdiri dari berbagai Autonomous System yang
berhubungan satu sama lain dan untuk menghubungkan Autonomous System
dengan yang lainnya. Dalam proses tersebut, Autonomous System
menggunakan exterior routing protocol sebagai pertukaran informasi routing.
Exterior Gateway Protocol (EGP)
Exterior Gateway Protocol (EGP) adalah protokol yang mengumumkan
kepada Autonomous System lainnya tentang jaringan yang berada di
bawahnya. Jika sebuah Autonomous System ingin berhubungan dengan
jaringan yang ada di bawahnya, sistem harus melalui jaringan tersebut
sebagai router utama.
[Link] PROTOCOL ROUTING
Router menggunakan protokol routing untuk mengatur informasi yang diterima dari
router- mengatur informasi yang diterima dari router router lain dan interfacenya masing-
masing, sebagaimana yang terjadi di konfigurasi routing l secara manual.
[Link] KERJA PROTOCOL ROUTING
Routing bekerja melalui bantuan perangkat router yang, di mana melalui proses
routing maka pengiriman paket data dapat mencapai tujuannya di jaringan komputer.
Berikut cara kerja routing:
[Link] dasar perutean berada pada jaringan TCP/IP (Transmission Control
Protocol/Internet Protocol), di mana pada proses ini berlangsung terjadi pemberian alamat ke
setiap pengguna komputer.
[Link] yang sudah dikirim oleh perangkat akan dikirim dalam bentuk datagram, atau paket
data yang dikenal dengan IP.
[Link] datagram ini, alamat tujuan biasanya sudah ada pada paket data.
[Link] IP akan memvalidasi alamat paket data dan mengirimkannya ke perangkat
tujuan, di mana tujuan datagram ini berada pada jaringan yang sama dengan perangkat asal
dan data akan segera dikirimkan.
[Link] alamat data tujuan tidak berada di jaringan yang sama, maka akan dialihkan ke
router lain yang lebih baik.
[Link]
Protokol routing adalah prosedur otomatis dalam jaringan komputer yang bertujuan
untuk menentukan jalur routing terbaik untuk data yang ditransfer dari satu node jaringan ke
node jaringan lainnya. Ada dua tipe utama protokol perutean: statis, yang memerlukan
konfigurasi manual, dan dinamis, yang dapat secara otomatis menyesuaikan rute
berdasarkan informasi topologi jaringan dinamis.
Tujuan utama dari protokol routing adalah untuk meningkatkan skalabilitas, efisiensi,
dan daya tahan jaringan. Protokol ini membantu mengoptimalkan transmisi data dengan
memilih gateway yang paling andal atau terbaik untuk mengirimkan paket data.
[Link] PUSTAKA
[Link]
digunakan-1wvIpEvsscB/full
[Link]
dan-cara-kerjanya?page=all#google_vignette
[Link]
[Link]