100% menganggap dokumen ini bermanfaat (2 suara)
539 tayangan15 halaman

Proses dan Prinsip Elektroplating

Makalah ini membahas tentang elektroplating. Elektroplating adalah proses pelapisan logam pada suatu benda dengan menggunakan arus listrik melalui larutan elektrolit. Proses ini digunakan untuk meningkatkan daya tahan terhadap korosi dan menambah keindahan. Elektroplating tembaga dapat meningkatkan kekuatan lapisan di atasnya dan tahan terhadap karat. Larutan yang digunakan antara lain asam sulfat dan asam flu

Diunggah oleh

Zacky Husada Achmad
Hak Cipta
© Attribution Non-Commercial (BY-NC)
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (2 suara)
539 tayangan15 halaman

Proses dan Prinsip Elektroplating

Makalah ini membahas tentang elektroplating. Elektroplating adalah proses pelapisan logam pada suatu benda dengan menggunakan arus listrik melalui larutan elektrolit. Proses ini digunakan untuk meningkatkan daya tahan terhadap korosi dan menambah keindahan. Elektroplating tembaga dapat meningkatkan kekuatan lapisan di atasnya dan tahan terhadap karat. Larutan yang digunakan antara lain asam sulfat dan asam flu

Diunggah oleh

Zacky Husada Achmad
Hak Cipta
© Attribution Non-Commercial (BY-NC)
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

TUGAS KIMIA

PELAPISAN

Disusun oleh:

Ahmad Zakky Husada 1105 1342 8040

Jurusan teknik mesin Fakultas Teknik Univarsitas Negeri Malang 2011-2012


1

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah..Puji syukur saya panjatkan atas kehadirat Allah SWT karena dengan rahmat dan hidayah-Nya kami dapat menyesaikan makalah ini. Dalam menyelesaikan makalah ini banyak pihak yang membantu untuk berpartisipasi dan memberikan dorongan baik moril maupun materil, Oleh karena itu penyusun mengucapkan terima kasih yang sebanyak-banyaknya kepada pihak-pihak yang telah membantu. Dalam penulisan laporan ini penyusun menyadari bahwa isi laporan ini banyak yang kurang dan jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu segala saran dan kritik yang sifatnya membangun sangat kami harapkan dari semua pihak sebagai acuan penyusun guna memperbaiki penyusunan makalah di masa mendatang. Penyusun berharap makalah ini bisa memberikan manfaat yang sangat berguna khususnya bagi penyusun sendiri maupun bagi semua yang membaca makalah ini. Akhir kata penyusun mengucapkan permohonan maaf, apabila dalam penyusunan makalah ini masih banyak kata-kata yang kurang sempurna.

Malang,14 september 2011

Penyusun

DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL.. KATA PENGANTAR DAFTAR ISI... PENDAHULUAN o LATAR BELAKANG. o RUMUSAN MASALAH. o TUJUAN.. ELECTROPLATING o PENGERTIAN ELEKTROPLATING.. o PRINSIP DASAR ELECTROPLATING...................... o SKEMA PROSES ELEKTRO PLATING. o TUJUAN ELECTROPLATING. o JENIS-JENIS PROSES ELEKTROPLATING. ELEKTROPLATING TEMBAGA... o MANFAAT PELAPISAN TEMBAGA.. o LARUTAN ELEKTROLIT LARUTAN ASAM... LARUTAN ASAM FLUOBAORAT... LARUTAN SIANIDA.. LARUTAN PYROPHOSPHATE... o PERALATAN ELEKTROPLATING..... o PROSES PERSIAPAN ELEKTROPLATING... o FAKTOR LAIN YANG MEMPENGARUHI ELEKTROPLATING.. KESIMPULAN. PENUTUP. 1 2 3 4 4 4

5 5 6 7 7 8 8 8 9 10 12 13 13 14 14 14

Pendahuluan
Latar Belakang
Kehidupan masyarakat modern tidak bisa terlepas dari benda-benda yang dibuat dengan proses elektroplating. Komponen dan aksesori kendaraan bermotor, aksesori mebel, kursi lipat, berbagai alat perkantoran, alat-alat pertanian, jam tagan, aksesori rumah tangga, dan berbagai alat-alat industri dilakukan pengerjaan akhir melalui proses elektroplating. Elektroplating ditujukan untuk berbagai keperluan mulai dari perlindungan terhadap karat seperti pada pelapisan seng pada besi baja yang digunakan untuk berbagai keperluan bahan bangunan dan konstruksi. Pelapisan nikel dan khrom umumnya ditujukan untuk menjadikan benda mempunyai permukaan lebih keras dan mengkilap selain juga sebagai perlindungan terhadap korosi. Elektroplating (electroplating) atau lapis listrik atau penyepuhan merupakan salah satu proses pelapisan bahan padat dengan lapisan logam menggunakan bantuan arus listrik melalui suatu elektrolit.

Perumusan masalah
1. 2. 3. 4. Apakah electroplating? Bagaimana electroplating tembaga? Apa saja peralatan electroplating? Bagaimana proses electroplating?

Tujuan
1. Pembaca dapat mengetahui apa yang di namakan electroplating. 2. Pembaca dapat mengerti apa kelebihan dan fungsi electroplating tembaga. 3. Pembaca dapat mengetahui peralatan dan proses elektroplating

Electroplating
Pengertian
Dalam teknologi pengerjaan logam, proses electroplating dikategorikan sebagai proses pengerjaan akhir (metal finishing). Secara sederhana, electroplating dapat diartikan sebagai proses pelapisan logam, dengan menggunakan bantuan arus listrik dan senyawa kimia tertentu guna memindahkan partikel logam pelapis ke material yang hendak dilapis. Pelapisan logam dapat berupa lapis seng (zink), galvanis, perak, emas, brass, tembaga, nikel dan krom. Penggunaan lapisan tersebut disesuaikan dengan kebutuhan dan kegunaan masing-masing material. Perbedaan utama dari pelapisan tersebut selain anoda yang digunakan adalah larutan elektrolisisnya. Dalam penelitian tahun 2004, dilakukan oleh Tadashi Doi dan Kazunari Mizumoto, mereka menemukan larutan baru (elektrolisis) yang dinamakan larutan citrate ( kekerasan deposit mencapai 440 VHN ). Proses electroplating mengubah sifat fisik, mekanik, dan sifat teknologi suatu material. Salah satu contoh perubahan fisik ketika material dilapis dengan nikel adalah bertambahnya daya tahan material tersebut terhadap korosi, serta bertambahnya kapasitas konduktifitasnya. Adapun dalam sifat mekanik, terjadi perubahan kekuatan tarik maupun tekan dari suatu material sesudah mengalami pelapisan dibandingkan sebelumnya. Karena itu, tujuan pelapisan logam tidak luput dari tiga hal, yaitu untuk meningkatkan sifat teknis/mekanis dari suatu logam, yang kedua melindungi logam dari korosi, dan ketiga memperindah tampilan (decorative) Prinsip Dasar Electroplating Kita mengenal istilah anoda, katoda, larutan elektrolit. Ketiga istilah tersebut digunakan seluruh literatur yang berhubungan dengan pelapisan material khususnya logam dan diilustrasikan seperti pada Gambar 1. Anoda adalah terminal positif, dihubungkan dengan kutub positif dari sumber arus listrik. Anoda dalam larutan elektrolit ada yang larut dan ada yang tidak.

Gambar 1. Anoda, Katoda, dan Elektrolit

Anoda yang tidak larut berfungsi sebagai penghantar arus listrik saja., sedangkan anoda yang larut berfungsi selain penghantar arus listrik, juga sebagai bahan baku pelapis. Katoda dapat diartikan sebagai benda kerja yang akan dilapisi, dihubungkan dengan kutub negatif dari sumber arus listrik. Elektrolit berupa larutan yang molekulnya dapat larut dalam air dan terurai menjadi partikel-partikel yang bermuatan positf atau negatif. Karena electroplating adalah suatu proses yang menghasilkan lapisan tipis logam di atas permukaan logam lainnya dengan cara elektrolisis, maka perlu kita ketahui skema proses electroplating tersebut. Skema Proses Electroplating Perpindahan ion logam dengan bantuan arus listrik melalui larutan elektrolit sehinnga ion logam mengendap pada benda padat yang akan dilapisi. Ion logam diperoleh dari elektrolit maupun berasal dari pelarutan anoda logam di dalam elektrolit. Pengendapan terjadi pada benda kerja yang berlaku sebagai katoda.

Gambar 4.3 Skema proses electroplating Reaksi kimia yang terjadi pada proses electroplating seperti yang terlihat pada Pada KATODA Pembentukan lapisan Nikel Ni2+ (aq) + 2e Ni (s) Pembentukan gas Hidrogen 2H+ (aq) + 2e H2 (g) Reduksi oksigen terlarut O2 (g) + 2H + H2O (l)

Pada ANODA Pembentukan gas oksigen H2O (l) 4H + (aq) + O2 (g) + 4e Oksidasi gas Hidrogen H2 (g) 2H+(aq) + 2eMekanisme terjadinya pelapisan logam adalah dimulai dari dikelilinginya ion-ion logam oleh molekul-molekul pelarut yang mengalami polarisai. Di dekat permukaan katoda, terbentuk daerah Electrical Double Layer (EDL) yang bertindak seperti lapisan dielektrik. Adanya lapisan EDL memberi beban tambahan bagi ion-ion untuk menembusnya. Dengan gaya dorong beda potensial listrik dan dibantu oleh reaksi-reaksi kimia, ion-ion logam akan menuju permukaan katoda dan menangkap electron dari katoda, sambil mendeposisikan diri di permukaan katoda. Dalam kondisi equilibrium, setelah ion-ion mengalami discharge menjadi atom-atom kemudian akan menempatkan diri pada permukaan katoda dengan mula-mula menyesuaikan mengikuti susunan atom dari material katoda. Tujuan Pelapisan (Coating): Meningkatkan ketahanan terhadap korosi Meningkatkan ketahanan aus Meningkatkan tampak rupa Jenis-jenis proses pelapisan listrik (Elektroplating), antara lain: 1). pelapisan cadmium 2). pelapisan seng 3). pelapisan tembaga 4). pelapisan nikel 5). pelapisan khrom 6). pelapisan timah 7). pelapian timbale 8). pelapisan perak 9). pelapisan emas 10). pelapisan rodium 11). pelapisan kuningan 12). pelapisan brons 13). pelapisan logam pada plastik

ELEKTROPLATING TEMBAGA
Tembaga banyak digunakan sebagai bahan pelapis karena mempunyai beberapa sifat yang menguntungkan : 1. Menambah kuatnya lapisan yang dilakukan di atasnya, karena sifat ini banyak pelapisan lain dilakukan setelah logam dasar dilapisi dengan tembaga. 2. Mempunyai sifat tahan karat, 3. Ulet, sehingga tidak retak apabila dibengkokan, 4. Mempunyai daya hantar listrik yang tinggi. Manfaat Lapisan tembaga: Sebagai lapisan antara. Sebagai stop-offs dalam proses perlakuan panas. Sebagai cetakan dalam proses electroforming. Sebagai pelindung terhadap pengaruh electromagnetic. Sebagai lapisan penghantar listrik (sirkuit elektronik). Sebagai lapisan tahan korosi. Sebagai pencegah thermal shock. Sebagai lapisan dekoratif.

Dalam pelapisan tembaga digunakan bermacam-macan larutan elektrolit, yaitu : 1. 2. 3. 4. Larutan asam Larutan sianida Larutan fluoborat Larutan pyrophosphate

Dari empat macam larutan di atas yang paling banyak digunakan adalah larutan asam dan larutan sianida. Secara kimiawi perbedaan yang menyolok dari kedua larutan itu adalah bahwa larutan asam berisi ion-ion yang lebih sederhana dibandingkan larutan sianida yang berisi ion-ion yang kompleks. 1. Larutan Asam Beberapa asam yang dapat membentuk garam tembaga yang mampu larut adalah jenis asam yang dapat digunakan dalam pelapisan. Beberapa asam telah pernah dicoba dan berhasil, diantaranya Asam asetat, Asam chlorat (HCl), Asam nitrat (HNO3), Asam fluosilikat, Asam sulfat (H2SO4), Asam fluoborat (H3BO3). Namun saat ini yang sering dipakai adalah asam sulfat dan asam fluoborat.

Larutan asam Sulfat : Komposisi untuk tiap liter air : - Cooper sulfat (kristal) : 150 250 gram/liter - Asam sulfat : 45 100 ml/l Dalam hal lain prosentase bahan kimia dibuat seperti berikut : - Cu SO4. 5H2O : 200 250 gram/liter - H2 SO4 : 45 75 ml/l Pembuatan larutan ini adalah pada tangki keramik atau plastik. Pertama kali air disiapkan dalam tangki baru kemudian copper sulfat dan asam sulfat. Penambahan bahan kimia, terutama asam sulfat harus dilakukan sedikit demi sedikit supaya tidak timbul panas yang berlebihan. Dengan menggunakan larutan asam maka proses pelapisan dilakukan pada suhu ruangan dan rapat arus 7 17 Ampere per desimeter persegi. Kadang sifat hasil lapisan yang lunak dan buram tidak menjadi masalah selama lapisan tembaga hanya digunakan sebagai lapisan pertama. Maksudnya adalah setelah dilakukan pelapisan tembaga kemudian dilakukan pelapisan lain seperti nikel dan sebagainya. Untuk memperkeras serta memperhalus hasil pelapisan, dilakukan beberapa cara : 1. Merendahkan konsentrasi tembaga (copper) dalam larutan 2. Mempertinggi konsentrasi asam 3. Mempertinggi rapat arus 4. Memperendah suhu larutan dalam operasi pelapisan 5. Pengadukan lebih perlahan dan terus menerus 6. Pemberian bahan-bahan tambahan Anoda yang digunakan dalam larutan asam biasanya adalah tembaga anoda hasil pengerlan, tapi kadang juga digunakan tembaga anoda hasil penuangan yang berbentuk lembaga. Rapat arus pada anoda kurang lebih sama dengan rapat arus pada katoda. Kadang anoda timah hitam tidak dapat larut juga digunakan tapi kondisi larutan harus selalu diatur dan selalu diremajakan. Larutan asam lain yang sering digunakan adalah:

2. Larutan asam fluobaorat dengan prosentase bahan kimia sebagai berikut : Komposisi 1 : (tiap liter air) - Copper fluoborat : 225 450 gram/liter - Asam fluoborat : 15 30 gram/liter - Asam borat : 20 25 gram/liter Komposisi 2 : (tiap liter air) - Cu (BF4)2 : 330 360 gram/liter - HBF4 : 20 25 gram/liter - H3BO3 : 20 25 gram/liter

Persiapan Katoda (benda kerja) dalam penggunaan larutan asam Dalam larutan asam maka tembaga tidak dapat langsung menempel atau melapis katoda (benda kerja) yang terbuat dari bahan-bahan tertentu seperti nikel, besi atau seng, karena tembaga bersifat mulia dalam larutan asam. Pada saat benda kerja dari besi dicelupkan ke dalam larutan asam maka akan langsung terlapis oleh tembaga, tapi lapisan ini tidak melekat kuat dan dapat dihapus dengan mudah. Karena itu setelah benda kerja dibersihkan dari karat, minyak dan kotoran lain maka benda kerja dilapis tembaga pada larutan sianida. Pelapisan dilakukan sebentar saja dan yang penting terdapat selapis tipis tembaga. Operasi pelapisan ini dikenal dengan nama Copper-strike. Larutan yang digunakan adalah campuran antara copper cyanide, sodium cyanide, free sodium cyianida, sodium carbonate dan air. 3. Larutan Sianida Dengan menggunakan larutan sianida maka pelapisan tembaga dapat dilakukan secara langsung dalam larutan tersebut. Tembaga akan terlapis pada katoda (benda kerja) begitu arus dialirkan tapi tidak akan menempel dengan hanya pencelupan saja seperti yang terjadi jika menggunakan larutan asam. Lapisan tipis tembaga pada benda kerja sering digunakan sebagai lapisan pengikat pelapis diatasnya. Proses pelapisan tipis tembaga ini seperti yang telah disebutkan sebelumnya disebut copper-strike. Larutan sianida yang digunakan dalam pelapisan tembaga terbagi atas tiga jenis : 1. Lautan sianida tembaga biasa 2. Larutan sianida Rochelle 3. Larutan sianida tembaga berefisiensi tinggi Ketiga jenis larutan di atas mempunyai persamaan yaitu berisi copper sianida dan sodium atau potassium sianida. Dan ketiga jenis larutan terebut bisa digunakan untuk tiga macam pelapisan : 1. Pelapisan persiapan (strike-plating), 2. Pelapisan pengikat/dasar, 3. Pelapisan akhir. Pelapisan dengan menggunakan larutan sianida tembaga biasa mempunyai hasil lapisan yang tipis dan tidak mampu membentuk lapisan tebal. Untuk mendapatkan lapisan yang lebih tebal dicapai oleh larutan sianida yang berefiensi tinggi. Persamaan reaksi kimia dalam pelapisan yang menggunakan larutan sianida adalah sebagai berikut : 2 Na CN + Cu CN Na2Cu (CN)3 Dari reaksi tersebut dapat diasumsikan bahwa dua molekul sodium-sianida bereaksi dengan satu molekul copper-sianida akan terbentuk sebuah molekul yang mengandung sianida bebas. Pengaruh dari sianida bebas dalam larutan dapat diuraikan sebagai berikut : 1. Bila larutan tidak mengandung sianida bebas maka akan diperoleh efisiensi katoda yang tinggi. 2. Bila ditambah sianida bebas maka efisiensi katoda akan turun. 3. Bila sianida bebas terlalu sedikit maka akan terjadi polarisasi pada anoda, lapisan akan melapis permukaannya dan akhirnya anoda tidak akan mensuplai ion ke katoda. 4. Semakin banyak sianida bebas akan membantu pengiriman ion dari anoda, namun bila terlalu banyak akan sulit mengontrolnya sehingga harus ditentukan prosentase maksimun yang boleh ada. a. Larutan Sianida Tembaga Biasa Komposisi tiap liter air : - Cu CN : 19 26 gram/liter - Free Na CN : 5 10 gram/liter - Na2 CO3 : 15 60 gram/liter
10

Kondisi Operasi : - pH : 11 12,2 - Suhu : 30o 50o C - Rapat Arus : 4 7 A/dm2 Larutan tersebut sering digunakan untuk copper-strike karena kemampuan melapis yang tipis. b. Larutan Sianida Tembaga Rochelle : Komposisi untuk tiap liter air : - Copper Sianida : 19 45 gram/liter - Sodium Sianida : 26 53 gram/liter - Sodium Karbonat : 15 60 gram/liter - Rochelle Salt : 30 60 gram/liter - Free Sodium Sianida : 15 30 gram/liter Komposisi Operasi : - pH : 12,2 12,8 - Suhu : 50o 70o C - Rapat Arus : 7 25 A/dm2 c. Larutan Sianida Tembaga Berefisiensi Tinggi : Komposisi untuk tiap liter air : - Copper Sianida : 90 150 gram/liter - Sodium Sianida : 100 170 gram/liter - Free Sodium Sianida : 3,75 11, 25 gram/liter - Sodium Hidroksida : 22,5 37,5 gram/liter - Brightener (pengkilap) : 11,1 18,7 gram/liter - Antipit Agent : 1,2 1,8 gram/liter Kondisi Operasi : - Suhu : 70o 90o C - Rapat Arus : 3 32 A/dm2 - Kecepatan pengadukan katoda : 1 - 5 m/menit Pembuatan larutan tembaga sianida dilakukan pada tangki keramik atau plastik tahan bahan kimia. Pertama kali yang dicampur dengan air adalah sodium sianida, kemudian copper sianida dan bisa dilanjutkan dengan bahan kimia yang lain. Sebenarnya tangki baja tahan karat dapat digunakan, namun tetap lebih baik menggunakan tangki keramik atau plastik. Sebab bila menggunakan tangki baja kemungkinan akan terbentuk senyawa ferro-sianida yang dapat mencemarkan larutan. Anoda yang digunakan dapat anoda yang dirol atau dilunakkan, tapi paling baik adalah jenis elektrolit anoda. Anoda akan terpolarisasi (yang menghambat proses pelapisan) jika suhu terlalu rendah, sianida bebas sedikit dan rapat arus tinggi. Karena itu pengaturan ketiga variabel tersebut sangat penting supaya anoda tidak terpolarisasi.

11

4. Larutan pyrophosphate Jenis larutan alkalin pyrophosphate digunakan untuk aplikasi dilapisan dekoratif termasuk pelapisan pada plastik papan sirkuit elektronik, dan pada lapisan stop-off. Karakteristik larutan jenis ini adalah diantara larutan sianid dan jenis asam (lebih mendekati larutan sianid jenis efisiensi tinggi). Larutan ini dapat dioperasikan pada pH netral. Lapisan yang dihasilkan semi mengkilat. Efisiensi katoda hampir 100%. Pada jenis larutan pyrophosphate, rapat arus anoda dipertahankan antara 2-4 A/dm2. Batasan konsentrasi & kondisi operasi pada eletroplating Cu dalam larutan copper pyrophosphate

12

Peralatan elektroplating : 1. Rectifier Sebagai sumber arus searah (DC) dan penurun tegangan. 2. Bak Pelapisan Sebagai penampung larutan electrolit,larutan pencuci dan air pembilas. 3. Rak Sebagai tempat untuk menggantung benda kerja dan penghantar arus listrik pada benda kerja. 4. Barrel Tempat untuk menampung benda kerja yang akan dilapis dan sebagai agitasi larutan. 5. Pemanas (heater) Sebagai pemanas larutan electrolit untuk mendapatkan lapisan yang diinginkan. Proses persiapan elektroplating : Pembersihan secara mekanik Tujuan : -Menghilangkan Goresan dan Geram (menggunkan mesin gerinda/mesin vibrator) -Menghaluskan Permukaan (dengan proses buffing) Pembersihan dan pencucian dengan pelarut Tujuan : Membersihkan lemak, minyak, geram dan kotoran-kotoran lainnya dengan pelarut organik. Pencucian lemak (degreasing) Tujuan : Untuk membersihkan benda kerja dari lemak atau minyak yang menempel. Pencucian digolongkan dalam dua cara : [Link] cara biasa (alkalin degreasing); benda kerja direndam dalam larutan alkalin dalam keadaan panas selama 5-10 menit. [Link] cara elektro (electrolitic degreasing). Pencucian dengan Asam (pickling) Tujuan : Untuk membersihkan permukaan benda kerja dari okksida atau karat secara kimia melalui perendaman. Larutan asam yang umumnya digunakan adalah : [Link] chlorid (HCl) [Link] sulfat (H2SO4) [Link] sulfat dan asam fluorid (HF) Proses Lapis Listrik Proses pengerjaan akhir Benda kerja yang telah dilakukan proses lapis listrik selanjutnya akan : - Dibilas dan dikeringkan - Dilakukan pengerjaan lanjut seperti dipasifkan/diberi lapis pelindung chromat (Chromating).
13

Faktor lain yang mempengaruhi kualitas pelapisan tembaga: Pengotor yang menyebabkan kasarnya lapisan tembaga yang dihasilkan,antara lain dari: benda kerja selesai proses cleaner sehingga membentuk silikat pada larutan anoda yang terkorosi pengotor sulfida dari bendakerja yang larut material organik yang terbawa dan tidak larut dalam air karbonat yang terbawa dan tidak larut dalam air oli partikel halus ataupun debu Kemurnian air yang digunakan. Besi yang terlarut dalam air dapat menyebabkan lapisan menjadi kasar pada diatas 3.5 (besi tidak dapat mengendap). Klorida diatas 0.44 g/L (0.05 oz/gal) dapat menyebabkan pembentukan lapisan yang tidak rata (globular). Calcium, magnesium, dan besi yang mengendap pada larutan dan material organik dapat menyebabkan pitting pada lapisan.

Kesimpulan
Dari pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa: Elektroplating adalah proses pelapisan logam dengan menggunakan bantuan arus listrik. Electroplating sangat dibutuhkan karena untuk memperkuat mencegah terjadinya korosi dan memperindah tampilan logam. Elktroplating tembaga sangat sering digunakan karena dapat menambah kuatnya lapisan yang dilakukan di atasnya,Mempunyai sifat tahan karat,Ulet, sehingga tidak retak apabila dibengkokan,Mempunyai daya hantar listrik yang tinggi.

Penutup
Demikian yang dapat saya paparkan mengenai pelapisan yang menjadi pokok bahasan dalam makalah ini,tentunya masih banyak kekurangan dan kelemahan,karena terbatasnya pengetahuan dan kurangnya referensi yang ada hubungannya dengan judul makalah ini. Penulis banyak berharap para pembaca memberikan kritik dan saran yang membangun kepada penulis demi sempurnanya makalah ini dan penulisan makalah di kesempatan-kesempatan berikutnya. Semoga makalah ini berguna bagi punulis pada khususnya para pembaca pada umumnya

14

Daftar pustaka
DASAR-DASAR PROSES ELEKTROPLATING Abrianto Akuan, Ir., MT. Teknik Metalurgi UNJANI, PERALATAN PROSES ELEKTROPLATING Abrianto Akuan, Ir., MT. Teknik Metalurgi UNJANI, PROSES ELEKTROPLATING TEMBAGA Abrianto Akuan, Ir., MT. Teknik Metalurgi UNJANI, [Link] proses elektro kimia

15

Common questions

Didukung oleh AI

Electroplating adalah proses pelapisan bahan padat dengan lapisan logam menggunakan bantuan arus listrik dan senyawa kimia tertentu untuk memindahkan partikel logam pelapis ke material yang hendak dilapis . Prinsip dasar electroplating melibatkan penggunaan anoda sebagai terminal positif, katoda sebagai benda kerja yang akan dilapisi, dan larutan elektrolit yang menciptakan lapisan logam pada permukaan logam lainnya dengan cara elektrolisis .

Electrical Double Layer (EDL) memberi beban tambahan bagi ion-ion untuk menembusnya, sehingga mempengaruhi proses pengendapan logam pada katoda. EDL bertindak seperti lapisan dielektrik yang memerlukan gaya dorong beda potensial listrik untuk memungkinkan ion logam menembus dan mendeposisi pada permukaan katoda dengan menangkap elektron .

Tujuan utama dari proses electroplating adalah untuk meningkatkan sifat teknis dan mekanis dari logam, melindungi dari korosi, dan memperindah tampilan. Manfaatnya meliputi peningkatan daya tahan terhadap aus, ketahanan korosi, serta peningkatan fungsi estetika benda yang dilapisi .

Tembaga sering digunakan dalam electroplating karena beberapa sifat yang menguntungkan: meningkatkan kuatnya lapisan di atasnya, tahan karat, ulet (tidak retak saat dibengkokkan), dan mempunyai daya hantar listrik yang tinggi. Sifat-sifat ini membuat tembaga ideal sebagai lapisan antara, pelindung terhadap pengaruh elektromagnetik, serta sebagai lapisan penghantar listrik dalam sirkuit elektronik .

Perbedaan utama antara pelapisan tembaga dengan larutan asam dan larutan sianida adalah sifat kimiawi dari ion-ion yang terlibat. Larutan asam umumnya mengandung ion-ion sederhana, memungkinkan pengendapan langsung pada permukaan benda kerja, sedangkan larutan sianida melibatkan ion-ion kompleks yang memerlukan kontrol lebih dalam pengendapan serta berfungsi baik untuk copper-strike dan pelapisan persiapan. Larutan sianida juga mampu memberikan lapisan pelindung yang kuat dan tipis secara lebih efektif dibanding larutan asam .

Electroplating tembaga sering dilakukan sebagai lapisan pertama karena sifatnya yang dapat meningkatkan daya lekat dan kekuatan lapisan selanjutnya. Tembaga menyediakan permukaan yang cocok untuk lapisan logam lebih lanjut seperti nikel atau krom, dan membantu dalam mengurangi korosi serta meningkatkan estetika akhir benda kerja .

Konsentrasi asam yang lebih tinggi dan suhu operasi yang lebih rendah cenderung memperkeras serta memperhalus hasil pelapisan tembaga. Pengadukan yang teratur dan pemberian bahan tambahan juga mempengaruhi kualitas hasil pelapisan. Proses pada suhu ruangan dengan rapat arus dan pengaturan konsentrasi kimia yang tepat akan menghasilkan lapisan yang sesuai dengan ketahanan dan kekerasan yang diinginkan .

Terdapat beberapa jenis larutan elektrolit untuk pelapisan tembaga: larutan asam, larutan sianida, larutan fluoborat, dan larutan pyrophosphate. Larutan asam mengandung ion sederhana seperti Cu^2+ dari CuSO_4, larutan sianida melibatkan ion kompleks dari cyanida tembaga, larutan fluoborat menggunakan copper fluoborat dan asam borat untuk stabilitas, dan larutan pyrophosphate mengandung ion pyrophosphate untuk aplikasi pelapisan tertentu. Tiap jenis larutan memiliki kelebihan dan kekurangan tergantung pada kondisi proses dan kualitas lapisan yang diinginkan .

Persiapan permukaan benda kerja sebelum electroplating melibatkan pembersihan dari karat, minyak, dan kotoran lainnya untuk memastikan daya rekat dan kualitas pelapisan yang baik. Ini sering kali diikuti dengan copper-strike atau pelapisan tipis menggunakan larutan sianida untuk mempersiapkan permukaan agar siap untuk lapisan electroplating selanjutnya .

Reaksi pada katoda melibatkan pembentukan lapisan nikel dari Ni^2+ menjadi Ni dan pembentukan gas hidrogen dari 2H^+ menjadi H_2. Pada anoda, terjadi pembentukan gas oksigen dari H_2O menjadi O_2 dan H^+, serta oksidasi gas hidrogen menjadi ion H^+ .

Anda mungkin juga menyukai