0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
58 tayangan98 halaman

Teknik ORIF Plate dan Screw Femur

Dokumen tersebut membahas tentang persiapan instrumen bedah orthopedi dan traumatologi untuk operasi ORIF plate screw pada pasien dengan diagnosis fraktur femur, meliputi persiapan ruang operasi, pasien, dan alat-alat yang dibutuhkan seperti plate, screw, gunting, forceps, serta tujuan dari instrumen tersebut.

Diunggah oleh

Dini Okta Putri
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
58 tayangan98 halaman

Teknik ORIF Plate dan Screw Femur

Dokumen tersebut membahas tentang persiapan instrumen bedah orthopedi dan traumatologi untuk operasi ORIF plate screw pada pasien dengan diagnosis fraktur femur, meliputi persiapan ruang operasi, pasien, dan alat-alat yang dibutuhkan seperti plate, screw, gunting, forceps, serta tujuan dari instrumen tersebut.

Diunggah oleh

Dini Okta Putri
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB III

INSTRUMENTASI TEKNIK BEDAH ORTHOPEDI DAN TRAUMATOLOGI

Pada bab ini penulis menyampaikan teknik instrumentasi pada


tindakan pembedahan bedah orthopaedi dan traumatologi, mulai penataan
alat di meja mayo dan meja instrument baik set dasar maupun set khusus
dan persipan bahan serta alat penunjang. Hal ini bertujuan agar dapat
memperlancar jalannya operasi, mempertahankan kesterilan alat dan
mengatur alat secara sistematis di meja mayo dan meja instrumen
3.1 INSTRUMENTASI TEHNIK ORIF PLATE SCREW FEMUR DEXTRA
Nama Pasien : Sdr. Al
No. Rm : 12.76.7123
Diagnosa : Close Fraktur Femur dextra 1/3 Tengah
Tindakan : Orif (Open Reduction Internal Fixation)
Plate Screw Femur Dextra
3.1DEFINISI
Suatu cara melakukan instrumen untuk operasi mengembalikan patah
tulang femur seperti anatomis dengan tindakan pemasangan plate dan screw
dengan internal fixasi.
3.1.2 ANATOMI KASUS

gambar 3.1.1 kasus close fraktur dextra 1/3 tengah dengan external fixasi

65
66

3.1.3 PATOFISIOLOGI PENYAKIT


Trauma (kelemahan tulang karena benturan benda keras)

Tidak dapat di redam oleh tulang, tendon dan otot

Patah tulang

Periosterm, cortex, pembuluh darah, sumsum tulang, jaringan lunak


terputus’

perdarahan jaringan sekitar fraktur

Haematon

Sebagian jaringan mati

Stimulasi respon radang

Tindakan pembedahan

__________________________________________________________________________

pre operatif intra operatif post op

kurangnya pengetahuan pemasangan luka insisi bekas luka


plat diatermi

ansietas resiko cidera resiko incisi luas diskontinuitas


combusio perdarahan dan dalam jaringan

nyeri
gg. keseimbangan resiko
cairan tertinggalnya alat infasi kuman

resiko cidera
corpus resiko infeksi

3.1.4 TUJUAN
1. Memperlancar jalannya operasi
2. Dapat mempertahankan kesterilan alat-alat instrumen
3. Dapat mengatur alat secara sistematis di meja mayo dan meja
instrumen

Hadi Siswanto, AMd. Kep.


Program Pelatihan Perawat Kamar Bedah Instrumen Bedah Orthopedi
Instalasi Bedah Pusat Rs. Dr. Soetomo Surabaya (Periode 22 juli s.d 21Oktober 2019)
67

4. Dapat mencegah tertinggalnya instrumen atau kasa dalam lapangan


operasi
3.1.5 CARA KERJA
1. Persiapan lingkungan
Mempersiapkan ruang operasi yaitu :
1. Ruang OK sudah siap
2. Ruang scrub airnya lancar
3. Dokter anastesi dan dokter bedah sudah siap
4. Aliran listrikdi kamar operasi tidak trobel
5. Mesin diatermi siap pakai
6. Lampu operasi
7. Meja mayo
8. Meja linen dan instrumen
9. Standart infus
10. Tempat baca x-ray ( x-ray iluminator )
11. Tempat sampah medis, non medis, safety box utk benda
tajam
12. Kelembapan, suhu, tekanan ruangan
13. C-arm
14. Mesin tourniquet
2. Persiapan Pasien
a. Hand over : melakukan timbang terima dengan perawat
transfer apakah sudah ada, informed to consent, informed
consent
b. Verifikasi pra bedah :
a. Identifikasi pasien
b. Daftar tilik pra bedah
c. Lokasi operasi ( penandaan )
d. Assasemen pra bedah
e. Informed to consent
f. Informed concent
g. Puasa
Hadi Siswanto, AMd. Kep.
Program Pelatihan Perawat Kamar Bedah Instrumen Bedah Orthopedi
Instalasi Bedah Pusat Rs. Dr. Soetomo Surabaya (Periode 22 juli s.d 21Oktober 2019)
68

h. Hasil laboratorium
i. Hasil rontgen
apabila semua sdh terisi maka baru bisa di lakukan sign in
melakukan Sign In jam 12.55
Tim yang melakukan sign in di ruang premedikasi
Dr Bedah : dr. RTM Perawat Anastesi :ZR.
DW
Dr. Anastesi : Dr. DAV Perawat Bedah : Zr. UL
selanjutnya pasien masuk kamar operasi
c. dilakukan induksi dengan general anaestesi oleh team
anaestesi
d. pasang cateter
e. positioning : memberikan posisi supine di meja opearasi
pantat di ganjal bantal kecil
f. Persiapan area pembedahan : melakukan cuci area
pembedahan dengan chlorhexidene gluconat 4% lalu
dibungkus dengan linen kecil steril
3. Pesiapan alat dan bahan habis pakai
a. Bahan habis pakai
1. Poliband 6 inchi 2 buah
2. Elastic bandage 6 inchi 2 buah
3. antiseptic (betadin 10%) 100 cc
4. Cairan NaCl 0,9%
5. Benang heacting
- Polyglycolid acid Sintesis Absorbable No. 1 (T-Vio No. 1)
2 buah
-Polyglycolid acid Sintesis Absorbable No. 2/0 (T-Vio No 2/0)
2 buah
-Polyglecaprore Monofilamen Absorbable (Monosyn 3/0)
1 buah
6. Selang Suction 1 buah
7. Spint 20 cc 1 buah
Hadi Siswanto, AMd. Kep.
Program Pelatihan Perawat Kamar Bedah Instrumen Bedah Orthopedi
Instalasi Bedah Pusat Rs. Dr. Soetomo Surabaya (Periode 22 juli s.d 21Oktober 2019)
69

8. Spint 50 cc 1 buah
9. Senier Diatermi 1 buah
10. Plate Diatermi 1 buah
11. Opsite Post Operasi 1 buah
12. Sterile drape 1 buah
13. Spidol Marker, Penggaris Steril 1 buah
14. Redon Drain No. 14 1 buah
15. Tip Cleaner 1 buah
16. Connecting (Transofix) 1 buah
17. Urobag 1 buah
18. Spint 10 cc 1 buah
19. Folly Cateter No. 16 1 buah
20. Jelly Ky 1 buah
21. Hand Schoen 10 buah
22. Framecetyn Sulfat 1 buah
23. Kasa Steril dan Depres secukupnya
24. Underped Steril 2 buah
25. Underped Non Steril 1 buah
26. Sikat cuci tangan 5 buah
27. Mes No. 20 2 buah

Gambar 3.1.2 Alat dan Bahan habis pakai

b. Persiapan Alat Dasar Orthopedi


1. Sponge holding forcep ( desinfeksi klem ) 1 buah
Hadi Siswanto, AMd. Kep.
Program Pelatihan Perawat Kamar Bedah Instrumen Bedah Orthopedi
Instalasi Bedah Pusat Rs. Dr. Soetomo Surabaya (Periode 22 juli s.d 21Oktober 2019)
70

2. Towel clamps (Doek Klem) 10 buah


3. Hadmastatic clamps ( Kocher ) 2 buah
4. Knife handle ( Handvat Mes )No. 4 2 buah
5. Sharp forceps (Pincet Chirurgis) 2 buah
6. Mosquito clamps (Arteri Clamp Van Pean Lurus) 2 buah
7. Kelly clamps (Arteri Clamp VanPean Bengkok ) 2 buah
8. Scissors metz (gunting metzenbaum) 2 buah
9. dressecting scissor ( gunting preparasi) 1 buah
10. Ligature scissor (Gunting benang) 1 buah
11. sharp hook retractor (Hak tajam) 2 buah
12. Langenbek 2 buah
13. Self retractor (Spreder) 1 buah
14. Needle holder (Nald Voeder) 2 buah
15. Bone curretage (Curetage) 2 buah
16. Bone elevator (Elevator) 1 buah
17. Respatorium 1 buah
18. Bone rounger (Knabel) 1 buah

Gambar 3.1.3 Alat – alat instrumen dasar dan bone forcep


instrumen

Hadi Siswanto, AMd. Kep.


Program Pelatihan Perawat Kamar Bedah Instrumen Bedah Orthopedi
Instalasi Bedah Pusat Rs. Dr. Soetomo Surabaya (Periode 22 juli s.d 21Oktober 2019)
71

Gambar 3.1.4 Instrumen di meja mayo Gambar 3.1.5 bone forcep

c. Bone Forcep Instrumen


1. Hohmann tajam 2 buah
2. Hohmann Tumpul 2 buah
3. Bone reduction 2 buah
4. Retractor automatis ( spreder ) 1 buah
5. Muller 1 buah
6. Vanberger 1 buah
d. Basic Large Fragment Instruments
1. Drill bit Ø 3,2 mm 1 buah
2. Drill bit Ø 4,5 mm 1 buah
3. Drill sleeve Ø 3,2 mm 1 buah
4. Tapper dlameter Ø4,5 mm 1 buah
5. Tapper sleeveØ4,5 mm 1 buah
6. Screw driver 1 buah
7. Depthgauge 1 buah
8. sharp hook 1 buah
9. inner sleve 1 buah
10. Countersink 1 buah
e. Instrumen tambahan
Power tools (boor) 1 set
Jacob chucks & chuck key 1 buah
Wire handle 1 buah

Hadi Siswanto, AMd. Kep.


Program Pelatihan Perawat Kamar Bedah Instrumen Bedah Orthopedi
Instalasi Bedah Pusat Rs. Dr. Soetomo Surabaya (Periode 22 juli s.d 21Oktober 2019)
72

Gambar 3.1.6 alat untuk membuka external fixasi


f. Implant
1. Broad plate DCP 11 hole 1 buah
2. Screw cortical diameter 4,5mm
No 22 = 3 buah No 30 = 1 No 36 = 2
No 28 = 1 buah No 34 = 4
g. Set tenun 2 set, satu setnya terdiri dari =
1. Linen besar 4 buah
2. Linen kecil 13 buah
3. Gawn operasi 5 buah
4. Sarung meja mayo 2 buah
h. Alat tambahan
Cucing 4 buah
Bengkok 2 buah
Canul suction 1 buah
i. Alat penunjang
C-arm
j. Teknik instrumentasi
a. Perawat instrument melakukan cuci tangan secara fuerbringer
dengan larutan chlorhexidin gluconate 4% selama 3 – 5 menit
dan dikeringkan dengan waslap steril, kemudian masuk ruang
operasi memakai gawn bedahdan sarung tangan steril dengan
teknik tertutup doble handscoen

Hadi Siswanto, AMd. Kep.


Program Pelatihan Perawat Kamar Bedah Instrumen Bedah Orthopedi
Instalasi Bedah Pusat Rs. Dr. Soetomo Surabaya (Periode 22 juli s.d 21Oktober 2019)
73

b. Perawat instrument memberi dan memakaikan gawn operasi


dan doble handscoen kepada operator dan asisten yang sudah
cuci tangan
c. Perawat instrument memasang sarung meja mayo dan di
atasnya diberi underpad steril dan dilapisi 4 linen kecil
d. Perawat instrumen mengatur instrument dimeja mayo dan
meja instrument secara sistematis
e. Perawat instrument memberikan sponge holder forcep
(asepsis klem) dengan cucing berisi depress + betadin
secukupnya ( 100ml ) kepada operator untuk dilakukan
antisepsis mulai area yang bersih sampai area kotor dengan
batas atas umbilicus sampai bawah, pubis, pangkal paha
sampai kaki kanan semua dan kaki kanan di angkat asisten
operator
f. Perawat instrument membantu operator dan asisten operator
untuk melakukan drapping :
1. Linen kecil di bawah kaki kanan pasien
2. Underped steril dilapisi linen kecil steril di bawah gluteus
kanan pasien
3. Underped steril di bawah femur kaki kanan
4. 1 linen besar memanjang dibawah kaki kanan dan di atas
kaki kiri
5. 1 linen besar lagi memanjang di bawah kaki kanan dan di
atas kaki kiri
6. Doble linen kecil bentuk segitiga disambung dengan towel
clamps menutupi bagian antero medial fenur detra dijepit
dengan towel clamps
7. 1 linen besar melebar menutup bagian atas
8. Berikan 1 linen kecil lagi untuk bagian atas badan pasien
9. Berikan 4 towel klem untuk menjepit bagian linen atas dan
bawah yang sudah disatukan di kanan kiri paha proximal

Hadi Siswanto, AMd. Kep.


Program Pelatihan Perawat Kamar Bedah Instrumen Bedah Orthopedi
Instalasi Bedah Pusat Rs. Dr. Soetomo Surabaya (Periode 22 juli s.d 21Oktober 2019)
74

10. Perawat instrumen menutup bagian atas C-arm dengan linen


steril
g. Perawat instrumen menyiapkan canul, selang suction, senaur +
kabel diatermi, kabel boor dengan menjepit towel clamps yang
dikaitkan linen
h. Perawat instrumen mengecek suction dan pencil coulter, mesin
boor siap pakai atau belum

Gambar 3.1.7 drapping posisi supine


i. Time Out jam 14.00
Dibacakan residen sirkulasi atau perawat sirkulasi
membacakan nama pasien, no RM, diagnosa, tindakan yang
akan dilakukan, dokter operator siapa, dokter anastesi siapa,
asisten siapa, instrumen siapa, dan apabila semua sudah siap,
sebelum dilakukan operasi, berdo’a dahulu biar operasi
berjalan lancar dan sukses.
k. Tahapan operasi
a. Perawat intumen memberikan alat untuk membuka external
fixasi
b. Perawat instrumen memberikan spidol marker steril untuk
memberi tanda area incisi.
c. Perawat instrumen memberikan mes 1 (no. 20) dan 2 pincet
cirurrgis pada operator danasisten operator untuk insesi
kulit, mes 2 (mes no. 20) disiapkan setelah insesi
kulit,perawat instrumen memberikan mes no. 2 yang ditaruh

Hadi Siswanto, AMd. Kep.


Program Pelatihan Perawat Kamar Bedah Instrumen Bedah Orthopedi
Instalasi Bedah Pusat Rs. Dr. Soetomo Surabaya (Periode 22 juli s.d 21Oktober 2019)
75

di dalam bengkok untuk insesi lemak sampai fasia dilakukan


operator dibantu asisten dengan wound hak tajam.
d. Rawat perdarahan dengan arteri klem van pean bengkok
manis menggunakan diatermi
e. Perawat instrumen memberikan langen back untuk
memperlebar area operasi
f. Perawat instrumen memberikan gunting metzembum /
gunting preparasi dan pincetcerurgis untuk memisahkan otot
sampai periostium
g. Perawat instrumen memberikan spreder besar tumpul untuk
memperlebar area operasi
h. Perawat instrumen memberikan hohman tajam setelah
terlihat tulang femur
i. Perawat instrumen memberikan rasparatorium untuk dan
memisahkan periostium
j. Perawat instrumen memberikan reduction untuk memegang
fragmen proksimal dan distal kemudian bersihkan dengan
bone cerretage ujung fragmen distal dan proksimal tulang
pada fraktur site , laluirigasi sedikit sedikit dengan NaCl 0,9%
k. Dengan reduction tadioperator melakukan reduksi pada
fraktur site dengan dibantu asisten operato rmelakukan traksi
pada kaki
l. Perawat instrumen memberikan broad plate DCP untuk
mengatur atau mengukur posisi plate
m. Perawat instrument memberikanverburger pada operator
untuk mempertahankan posisi plate menempel pada tulang.
n. Perwawat intrumen memberkan bor dan wire Ø 2,0 mm
untuk fiksasi posisi plate
o. Perawat instrumen memberikan boor/Power tool dengan
drill Ø 3,2mm dengan memakai sleeve Ø 3,2mm

Hadi Siswanto, AMd. Kep.


Program Pelatihan Perawat Kamar Bedah Instrumen Bedah Orthopedi
Instalasi Bedah Pusat Rs. Dr. Soetomo Surabaya (Periode 22 juli s.d 21Oktober 2019)
76

p. Perawat instrumen memberikan depthgauge (pengukur)


untuk menentukan nomer serew yang dibutuhkan selanjut
nya
Perawat instrumen memberikan taper Ø 4,5 dan sleeve
Ø4,5mm
q. Perawat instrumen menyiapkan dan memberikan screw
diameter 4,5 dengan memakai screw cortical Panjang no. 28 =
1, no. 30 = 1, no. 32 = 3, no. 34 = 4, no. 30 = 2
screwdiberikandengan screw driver
r. Setelah hole terisi semua, Perawat instrumen memberikan
cairan NaCl 0,9% dengan spuit 50 cc bergantian dengan spunt
20 cc untuk mencuci area operasisebanyak 1L
s. Perawat instrumen memberikan redon drain no. 14 untuk di
pasang operator
Perawat instrumen menghitung kembali kasa yang dipakai,
instrumen yang dipakai, jarum yang dipakai jika ada sebelum
penutupan fasia
t. Operator mengendorkan tourniquet
Perawat instrumen memberikan benang polyglicolide
syntetic absorbable (T-Vio no. 1) dengan Nidel holder dan
pinset cirurgis untuk operator dan memberikan gunting
benang kepada asisten dan memakai 2 benang (T-Vio No. 1)
otot hingga facia dengan benang polyglicolide syntetik
absorbable (T-Vio 1), Fat dengan polyglicolide syntetic
absorbable (T-Vio 2/0) kulit dengan polyglecaprore
Monofilamen Absorbable (Monosyn 3/0)
u. Perawat instrumen memberikan kasa basah untuk
membersihkan luka operasi lalu dikeringkan dengan kasa
kering.
Perawat instrumen memberikan framycetin sulfat, opside
post op untuk menutup luka operasi

Hadi Siswanto, AMd. Kep.


Program Pelatihan Perawat Kamar Bedah Instrumen Bedah Orthopedi
Instalasi Bedah Pusat Rs. Dr. Soetomo Surabaya (Periode 22 juli s.d 21Oktober 2019)
77

v. Perawat instrumen memberikan polybanddan elastis bandage


6 inci untuk membalut bawah lutut sampai pangkal paha
l. Operasi selesai jam 18.15 wib
Perawat instrumen membersihkan kotoran/sisa darah yang
menempel di pasien sampai bersih dengan kasa basah larutan
Nacl 0,9%
m. perawat melakukan sign out jam 18.50 wib
3.1.6 PROSES PERAWATAN ALAT DAN STERILISASI
Perawat instrumen melakukanperawatan instrument yang telah
digunakan yaitu melakukan pre cleaning dibersihkan di bawah air
mengalirdilakukan cleaning dengan menggunakan cairan enzimatik 25 cc
dalam 5 L air direndam 5-10 menit dibersihkan dengan menggunakan sikat,
lalu dibilas dengan air mengalir lalu dikeringkan dengan handuk bersih lalu
di packing dan alat di set kembali selanjutnya di steril kembali di CSSD.

3.2 INSTRUMENTASI TEHNIK ORIF PLATE SCREW TIBIA DEXTRA


Nama Pasien : Sdr. Al
No. Rm : 12.76.7123
Diagnosa : Close Fraktur Tibia dextra 1/3 Tengah
Tindakan : Orif (Open Reduction Internal Fixation)
Plate Screw Tibia Dextra

3.2.1 DEFINISI
Suatu cara melakukan instrumen untuk operasi mengembalikan patah
tulang tibia seperti anatomis dengan tindakan pemasangan plate dan screw
dengan internal fixasi.

Hadi Siswanto, AMd. Kep.


Program Pelatihan Perawat Kamar Bedah Instrumen Bedah Orthopedi
Instalasi Bedah Pusat Rs. Dr. Soetomo Surabaya (Periode 22 juli s.d 21Oktober 2019)
78

3.2.2 ANATOMI KASUS

Gambar 3.2.1 studi kasus

3.2.3 PATOFISIOLOGI

Trauma (kelemahan tulang karena benturan benda keras)

Tidak dapat di redam oleh tulang, tendon dan otot

Patah tulang

Periosterm, cortex, pembuluh darah, sumsum tulang, jaringan lunak


terputus’

perdarahan jaringan sekitar fraktur

Haematon

Sebagian jaringan mati

Stimulasi respon radang

Tindakan pembedahan

Hadi Siswanto, AMd. Kep.


Program Pelatihan Perawat Kamar Bedah Instrumen Bedah Orthopedi
Instalasi Bedah Pusat Rs. Dr. Soetomo Surabaya (Periode 22 juli s.d 21Oktober 2019)
79

__________________________________________________________________________

pre operatif intra operatif post op

kurangnya pengetahuan pemasangan luka insisi bekas luka


plat diatermi

ansietas resiko cidera resiko incisi luas diskontinuitas


combusio perdarahan dan dalam jaringan

nyeri
gg. keseimbangan resiko
cairan tertinggalnya alat infasi kuman

resiko cidera
corpus resiko infeksi

3.2.4 Tujuan
1. Memperlancar jalannya operasi
2. Dapat mempertahankan kesterilan alat-alat instrumen
3. Dapat mengatur alat secara sistematis di meja mayo dan meja
instrumen
4. Dapat mencegah tertinggalnya instrumen atau kasa dalam lapangan
operasi
3.2.5 Cara Kerja
1. Persiapan lingkungan
Mempersiapkan ruang operasi yaitu :
i. Ruang OK sudah siap
2. Ruang scrub airnya lancar
3. Dokter anastesi dan dokter bedah sudah siap
4. Aliran listrik di kamar operasi tidak trobel
5. Mesin diatermi siap pakai
6. Lampu operasi
7. Meja mayo
8. Meja linen dan instrumen
9. Standart infus
10. Tempat baca x-ray ( x-ray iluminator )

Hadi Siswanto, AMd. Kep.


Program Pelatihan Perawat Kamar Bedah Instrumen Bedah Orthopedi
Instalasi Bedah Pusat Rs. Dr. Soetomo Surabaya (Periode 22 juli s.d 21Oktober 2019)
80

11. Tempat sampah medis, non medis, safety box utk benda tajam
12. Kelembapan, suhu, tekanan ruangan
13. C-arm
14. Mesin tourniquet
2. Persiapan Pasien
a. Hand over : melakukan timbang terima dengan perawat
transfer apakah sudah ada, informed to consent, informed
consent
b. Verifikasi pra bedah :
a. Identifikasi pasien
b. Daftar tilik pra bedah
c. Lokasi operasi ( penandaan )
d. Assasemen pra bedah
e. Informed to consent
f. Informed concent
g. Puasa
h. Hasil laboratorium
i. Hasil rontgen
apabila semua sdh terisi maka baru bisa di lakukan sign in
melakukan Sign In jam 12.55
Tim yang melakukan sign in di ruang premedikasi
Dr Bedah : dr. RTM Perawat Anastesi : ZR.
DW
Dr. Anastesi : Dr. DAV Perawat Bedah : Zr. UL
selanjutnya pasien masuk kamar operasi
c. dilakukan induksi dengan general anaestesi oleh team
anaestesi
d. pasang cateter
e. positioning : memberikan posisi supine di meja opearasi
dengan memberi bantal di bawah lutut
f. Asisten operator memasang elasis bandige 6 inci di proximal
femur
Hadi Siswanto, AMd. Kep.
Program Pelatihan Perawat Kamar Bedah Instrumen Bedah Orthopedi
Instalasi Bedah Pusat Rs. Dr. Soetomo Surabaya (Periode 22 juli s.d 21Oktober 2019)
81

g. Pemasanagan alat tourniquet di paha kanan proximal


h. Persiapan area pembedahan : melakukan cuci area
pembedahan dengan chlorhexidene gluconat 4% lalu
dibungkus dengan linen kecil steril
3. Pesiapan alat dan bahan habis pakai
a. Bahan habis pakai
1. Poliband 6 inchi 2 buah
2. Elastic bandage 6 inchi 2 buah
3. antiseptic (betadin 10%) 100 cc
4. Cairan NaCl 0,9%
5. Benang heacting
- Polyglycolid acid Sintesis Absorbable No. 1 (T-Vio No. 1)
2 buah
-Polyglycolid acid Sintesis Absorbable No. 2/0 (T-Vio No
2/0)2 buah
-Polyglecaprore Monofilamen Absorbable (Monosyn 3/0)
1 buah
6. Selang Suction 1 buah
7. Spint 20 cc 1 buah
8. Spint 50 cc 1 buah
9. Senier Diatermi 1 buah
10. Plate Diatermi 1 buah
11. Opsite Post Operasi 1 buah
12. Sterile drape 1 buah
13. Spidol Marker, Penggaris Steril 1 buah
14. Redon Drain No. 14 1 buah
15. Tip Cleaner 1 buah
16. Connecting (Transofix) 1 buah
17. Urobag 1 buah
18. Spint 10 cc 1 buah
19. Folly Cateter No. 16 1 buah
20. Jelly Ky 1 buah
Hadi Siswanto, AMd. Kep.
Program Pelatihan Perawat Kamar Bedah Instrumen Bedah Orthopedi
Instalasi Bedah Pusat Rs. Dr. Soetomo Surabaya (Periode 22 juli s.d 21Oktober 2019)
82

21. Hand Schoen 10 buah


22. Framecetyn Sulfat 1 buah
23. Kasa Steril dan Depres secukupnya
24. Underped Steril 2 buah
25. Underped Non Steril 1 buah
26. Sikat cuci tangan 5 buah
27. Mes No. 20 2 buah

Gambar 3.2.2 bahan habis pakai


b. Persiapan Alat Dasar Orthopedi
1. Sponge holding forcep ( desinfeksi klem ) 1 buah
2. Towel clamps (Doek Klem) 10 buah
3. Hadmastatic clamps ( Kocher ) 2 buah
4. Knife handle ( Handvat Mes )No. 4 2 buah
5. Sharp forceps (Pincet Chirurgis) 2 buah
6. Mosquito clamps (Arteri Clamp Van Pean Lurus) 2 buah
7. Kelly clamps (Arteri Clamp VanPean Bengkok ) 2 buah
8. Scissors metz (gunting metzenbaum) 2 buah
9. dressecting scissor ( gunting preparasi) 1 buah
10. Ligature scissor (Gunting benang) 1 buah
11. sharp hook retractor (Hak tajam) 2 buah
12. Langenbek 2 buah
13. Self retractor (Spreder) 1 buah
14. Needle holder (Nald Voeder) 2 buah
Hadi Siswanto, AMd. Kep.
Program Pelatihan Perawat Kamar Bedah Instrumen Bedah Orthopedi
Instalasi Bedah Pusat Rs. Dr. Soetomo Surabaya (Periode 22 juli s.d 21Oktober 2019)
83

15. Bone curretage (Curetage) 2 buah


16. Bone elevator (Elevator) 1 buah
17. Respatorium 1 buah
18. Bone rounger (Knabel) 1 buah

Gambar 3.2.3 Instrumen dasar Gambar 3.2.4 Instrumen meja mayo


c. Bone Forcep Instrumen
1. Hohmann tajam 2 buah
2. Hohmann Tumpul 2 buah
3. Bone reduction 2 buah
4. Retractor automatis ( spreder ) 1 buah
5. Muller 1 buah
6. Vanberger 1 buah

Hadi Siswanto, AMd. Kep.


Program Pelatihan Perawat Kamar Bedah Instrumen Bedah Orthopedi
Instalasi Bedah Pusat Rs. Dr. Soetomo Surabaya (Periode 22 juli s.d 21Oktober 2019)
84

Gambar 3.2.5 Bone forcep instrumen


d. Basic Large Fragment Instruments
1. Drill bit Ø 3,2 mm 1 buah
2. Drill bit Ø 4,3 mm 1 buah
3. Drill sleeve Ø 3,2 mm 1 buah
4. Sleeve locking Ø 4,3mm 1 buah
5. Tapper dlameter Ø 4,5 mm 1 buah
6. Tapper sleeve Ø 4,5 mm 1 buah
7. Screw driver 1 buah
8. Torque limiter 1 buah
9. Depthgauge 1 buah
10. sharp hook 1 buah
11. inner sleve 1 buah
12. countersink 1 buah
e. Instrumen tambaha
Power tools (boor) 1 set
Jacob chucks & chuck key 1 buah
Wire handle 1 buah

Gambar 3.2.6 alat untuk membuka external fixasi


f. Implant
Hadi Siswanto, AMd. Kep.
Program Pelatihan Perawat Kamar Bedah Instrumen Bedah Orthopedi
Instalasi Bedah Pusat Rs. Dr. Soetomo Surabaya (Periode 22 juli s.d 21Oktober 2019)
85

1. Narrow plate locking 10 hole 1 buah


2. Screw cortical diameter 4,5mm
No 23 = 3 buah
Screw locking Ø 5,0mm
No 24 = 1 No 26 = 3
Screw conceles Ø 6,5mm one threed screw
No 40 = 1
g. Set tenun 2 set, satu setnya terdiri dari =
1. Linen besar 4 buah
2. Linen kecil 13 buah
3. Gawn operasi 5 buah
4. Sarung meja mayo 2 buah
h. Alat tambahan
Cucing 4 buah
Bengkok 2 buah
Canul suction 1 buah
i. Alat penunjang
C-arm
Mesin tourniquet
j. Teknik instrumentasi
a. Perawat instrument melakukan cuci tangan secara fuerbringer
dengan larutan chlorhexidin gluconate 4% selama 3 – 5 menit
dan dikeringkan dengan waslap steril, kemudian masuk ruang
operasi memakai gawn bedah dan sarung tangan steril dengan
teknik tertutup doble handscoen
b. Perawat instrument memberi dan memakaikan gawn operasi
dan doble handscoen kepada operator dan asisten yang sudah
cuci tangan
c. Perawat instrument memasang sarung meja mayo dan di
atasnya diberi underpad steril dan dilapisi 3 linen kecil
d. Perawat instrumen mengatur instrument dimeja mayo dan
meja instrument secara sistematis
Hadi Siswanto, AMd. Kep.
Program Pelatihan Perawat Kamar Bedah Instrumen Bedah Orthopedi
Instalasi Bedah Pusat Rs. Dr. Soetomo Surabaya (Periode 22 juli s.d 21Oktober 2019)
86

e. Perawat instrument memberikan sponge holder forcep


(asepsis klem) dengan cucing berisi depress + betadin
secukupnya ( 100ml ) kepada operator untuk dilakukan
antisepsis mulai area yang bersih sampai area kotor dengan
batas atas lutut kanan sampai kaki kanan semua dan kaki
kanan di angkat asisten operator
f. Perawat instrument membantu operator dan asisten operator
untuk melakukan drapping :
1. Linen kecil di bawah kaki kanan pasien
2. Underped steril dilapisi linen kecil steril di bawah lutut kaki
kanan pasien
3. 1 linen besar memanjang dibawah kaki kanan dan di atas
kaki kiri
4. 1 linen besar lagi memanjang di bawah lutut kaki kanan dan
di atas kaki kiri
5. linen kecil bentuk segitiga menutupi bagian atas lutut dijepit
dengan towel clamps
6. 1 linen besar melebar menutup bagian atas
7. Berikan 1 linen kecil lagi untuk bagian atas badan pasien
8. Berikan 2 towel clemps untuk menjepit bagian linen atas
dan bawah yang sudah disatukan di kanan kiri lutut kanan
9. Perawat instrumen menutup bagian atas C-arm dengan linen
steril
10. Perawat instrumen menyiapkan canul, selang suction,
senaur + kabel diatermi, kabel boor dengan menjepit towel
clamps yang dikaitkan linen
11. Perawat instrumen mengecek suction dan pencil coulter,
mesin boor siap pakai atau belum

Hadi Siswanto, AMd. Kep.


Program Pelatihan Perawat Kamar Bedah Instrumen Bedah Orthopedi
Instalasi Bedah Pusat Rs. Dr. Soetomo Surabaya (Periode 22 juli s.d 21Oktober 2019)
87

Gambar 3.2.7 Posisi supine

g. Time Out jam 14.00


Dibacakan residen sirkulasi atau perawat sirkulasi membacakan
nama pasien, no RM, diagnosa, tindakan yang akan dilakukan,
dokter operator siapa, dokter anastesi siapa, asisten siapa,
instrumen siapa, dan apabila semua sudah siap, sebelum
dilakukan operasi, berdo’a dahulu biar operasi berjalan lancar
dan sukses.
h. Tahapan operasi
a. Perawat instrumen memberikan spidol marker steril untuk
memberi tanda area incisi.
b. Perawat instrumen memberi handle mes 1 (no. 20) dan 2
pincet cirurrgis pada operator dan asisten operator untuk
insesi kulit, handle mes 2 (mes no. 20) disiapkan setelah
incisi kulit, perawat instrumen memberikan mes no. 2 yang
ditaruh di dalam bengkok untuk insesi lemak sampai fasia
dilakukan operator dibantu asisten dengan wound hak
tajam.
c. Rawat perdarahan dengan arteri klem van pean bengkok
menggunakan diatermi
d. Perawat instrumen memberikan langen back untuk
memperlebar area operasi

Hadi Siswanto, AMd. Kep.


Program Pelatihan Perawat Kamar Bedah Instrumen Bedah Orthopedi
Instalasi Bedah Pusat Rs. Dr. Soetomo Surabaya (Periode 22 juli s.d 21Oktober 2019)
88

e. Perawat instrumen memberikan gunting metzembum /


gunting preparasi dan pincet cerurgis untuk memisahkan
otot sampai periostium
f. Perawat instrumen memberikan spreder besar tumpul
untuk memperlebar area operasi
g. Perawat instrumen memberikan hohman tumpul setelah
terlihat tulang tibia
h. Perawat instrumen memberikan rasparatorium untuk dan
memisahkan periostium
i. Perawat instrumen memberikan reduction untuk memegang
fragmen proksimal dan distal kemudian bersihkan dengan
bone cerretage ujung fragmen distal dan proksimal tulang
pada tibia site , lalu irigasi sedikit sedikit dengan NaCl 0,9%
j. Dengan reduction tadi operator melakukan reduksi pada
fracktur site dengan dibantu asisten operator melakukan
traksi pada kaki
k. Perawat instrumen memberikan Narrow plate LCP untuk
mengatur atau mengukur posisi plate
l. Perawat instrument memberikan verburger pada operator
untuk mempertahankan posisi plate menempel pada tulang.
m. Perwawat intrumen memberkan boor dan wire Ø 1,8mm
untuk fiksasi posisi plate 2 tempat
n. Perawat instrumen memberikan boor/Power tool dengan
drill Ø 3,2mm dengan memakai sleeve Ø 3,2mm
o. Perawat instrumen memberikan depthgauge (pengukur)
untuk menentukan nomer serew yang dibutuhkan selanjut
nya
Perawat instrumen memberikan taper Ø 4,5 dan sleeve Ø
4,5mm
p. Perawat instrumen menyiapkan dan memberikan screw
diameter 4,5 dengan memakai screw cortical

Hadi Siswanto, AMd. Kep.


Program Pelatihan Perawat Kamar Bedah Instrumen Bedah Orthopedi
Instalasi Bedah Pusat Rs. Dr. Soetomo Surabaya (Periode 22 juli s.d 21Oktober 2019)
89

q. Selanjutnya untuk mengisi screw locking dsiapkan drillbit


4,3 dengan sleve locking
Panjang no. 23 = 3 screw diberikan dengan screw driver
Dan screw canceles Ø 6,5mm one threed screw panjang No
40 = 1
Screw locking Ø 5,0mm panjang No24 = 1 No 26 = 3
r. Setelah hole terisi semua, Perawat instrumen memberikan
cairan NaCl 0,9% dengan spuit 50 cc bergantian dengan
spunt 20 cc untuk mencuci area operasi sebanyak 1L
s. Perawat instrumen menghitung kembali kassa yang dipakai,
instrumen yang dipakai, jarum yang dipakai jika ada
sebelum penutupan facia
t. Operator mengendorkan tourniquet
Perawat instrumen memberikan benang polyglicolide
syntetic absorbable (T-Vio no. 1) dengan Nidel holder dan
pinset cirurgis untuk operator dan memberikan gunting
benang kepada asisten dan memakai 1 benang (T-Vio No. 1)
otot hingga facia dengan benang polyglicolide syntetik
absorbable (T-Vio 1), Fat dengan polyglicolide syntetic
absorbable (T-Vio 2/0) kulit dengan polyglecaprore
Monofilamen Absorbable (Monosyn 3/0)
u. Perawat instrumen memberikan kassa basah untuk
membersihkan luka operasi lalu dikeringkan dengan kasa
kering.
v. Perawat instrumen memberikan framycetin sulfat, opside
post op untuk menutup luka operasi
Perawat instrumen memberikan polyband dan elastis
bandage 6 inci untuk membalut bawah lutut sampai di atas
mata kaki kanan
w. Operasi selesai jam 18.15 wib

Hadi Siswanto, AMd. Kep.


Program Pelatihan Perawat Kamar Bedah Instrumen Bedah Orthopedi
Instalasi Bedah Pusat Rs. Dr. Soetomo Surabaya (Periode 22 juli s.d 21Oktober 2019)
90

Perawat instrumen membersihkan kotoran/sisa darah yang


menempel di pasien sampai bersih dengan kasa basah
larutan Nacl 0,9%
x. perawat melakukan sign out jam 18.50 wib
3.2.6 PROSES PERAWATAN ALAT DAN STERILISASI
Perawat instrumen melakukan perawatan instrument yang telah
digunakan yaitu melakukan pre cleaning dibersihkan di bawah air mengalir
dilakukan cleaning dengan menggunakan cairan enzimatik 25 cc dalam 5 L
air direndam 5-10 menit dibersihkan dengan menggunakan sikat, lalu dibilas
dengan air mengalir lalu dikeringkan dengan handuk bersih lalu di packing
dan alat di set kembali selanjutnya di steril kembali di CSSD

3.3 INSTRUMENTASI TEHNIK ORIF PLATE SCREW RADIUS DEXTRA


Nama Pasien : Sdr. Al
No. Rm : 12.76.7123
Diagnosa : Close Fraktur Radius dextra 1/3 distal
Tindakan : Orif (Open Reduction Internal Fixation)
Plate Screw radius dextra
3.3.1 DEFINISI
Suatu cara melakukan instrumen untuk operasi mengembalikan patah
tulang radius seperti anatomis dengan tindakan pemasangan plate dan screw
dengan internal fixasi.
3.3.2 ANATOMI KASUS

Gambar 3.3.1 studi kasus close fraktur radius dextra


Hadi Siswanto, AMd. Kep.
Program Pelatihan Perawat Kamar Bedah Instrumen Bedah Orthopedi
Instalasi Bedah Pusat Rs. Dr. Soetomo Surabaya (Periode 22 juli s.d 21Oktober 2019)
91

3.3.3 POTOFISIOLOGI

Trauma (kelemahan tulang karena benturan benda keras)

Tidak dapat di redam oleh tulang, tendon dan otot

Patah tulang

Periosterm, cortex, pembuluh darah, sumsum tulang, jaringan lunak


terputus’

perdarahan jaringan sekitar fraktur

Haematon

Sebagian jaringan mati

Stimulasi respon radang

Tindakan pembedahan

__________________________________________________________________________

pre operatif intra operatif post op

kurangnya pengetahuan pemasangan luka insisi bekas luka


plat diatermi

ansietas resiko cidera resiko incisi luas diskontinuitas


combusio perdarahan dan dalam jaringan

nyeri
gg. keseimbangan resiko
cairan tertinggalnya alat infasi kuman

resiko cidera
corpus resiko infeksi

3.3.4 TUJUAN
1. Memperlancar jalannya operasi
2. Dapat mempertahankan kesterilan alat-alat instrumen
3. Dapat mengatur alat secara sistematis di meja mayo dan meja
instrumen

Hadi Siswanto, AMd. Kep.


Program Pelatihan Perawat Kamar Bedah Instrumen Bedah Orthopedi
Instalasi Bedah Pusat Rs. Dr. Soetomo Surabaya (Periode 22 juli s.d 21Oktober 2019)
92

4. Dapat mencegah tertinggalnya instrumen atau kasa dalam lapangan


operasi
3.3.5 CARA KERJA
1. Persiapan lingkungan
Mempersiapkan ruang operasi yaitu :
1. Ruang OK sudah siap
2. Ruang scrub airnya lancar
3. Dokter anastesi dan dokter bedah sudah siap
4. Aliran listrikdi kamar operasi tidak trobel
5. Mesin diatermi siap pakai
6. Lampu operasi
7. Meja mayo
8. Meja linen dan instrumen
9. Standart infus
10. Tempat baca x-ray ( x-ray iluminator )
11. Tempat sampah medis, non medis, safety box utk benda tajam
12. Kelembapan, suhu, tekanan ruangan
13. C-arm
14. Mesin tourniquet
15. meja kecil lepas/pasang
2. Persiapan Pasien
a. Hand over : melakukan timbang terima dengan perawat
transfer apakah sudah ada, informed to consent, informed
consent
b. Verifikasi pra bedah :
a. Identifikasi pasien
b. Daftar tilik pra bedah
c. Lokasi operasi ( penandaan )
d. Assasemen pra bedah
e. Informed to consent
f. Informed concent
g. Puasa
Hadi Siswanto, AMd. Kep.
Program Pelatihan Perawat Kamar Bedah Instrumen Bedah Orthopedi
Instalasi Bedah Pusat Rs. Dr. Soetomo Surabaya (Periode 22 juli s.d 21Oktober 2019)
93

h. Hasil laboratorium
i. Hasil rontgen
apabila semua sdh terisi maka baru bisa di lakukan sign in
melakukan Sign In jam 12.55
Tim yang melakukan sign in di ruang premedikasi
Dr Bedah : dr. RTM Perawat Anastesi : ZR.
DW
Dr. Anastesi : Dr. DAV Perawat Bedah : Zr. UL
selanjutnya pasien masuk kamar operasi
c. dilakukan induksi dengan general anaestesi oleh team
anaestesi
d. pasang cateter
e. positioning : memberikan posisi supine di meja operasi dan
memasang meja khusus di pasang kanan meja operasi untuk
tangan
f. Asisten operator memasang elasis bandige 4 inci pangkal
tangan kanan
g. Pemasanagan alat tourniquet di pangkal tangan kanan
h. Persiapan area pembedahan : melakukan cuci area
pembedahan dengan chlorhexidene gluconat 4% lalu
dibungkus dengan linen kecil steril
3. Pesiapan alat dan bahan habis pakai
a. Bahan habis pakai
1. Poliband 4 inchi 2 buah
2. Elastic bandage 4 inchi 2 buah
3. antiseptic (betadin 10%) 50 cc
4. Cairan NaCl 0,9%
5. Benang heacting
-Polyglycolid acid Sintesis Absorbable No. 2/0 (T-Vio No 2/0)
1 buah
-Polyglecaprore Monofilamen Absorbable (Monosyn 3/0)
1 buah
Hadi Siswanto, AMd. Kep.
Program Pelatihan Perawat Kamar Bedah Instrumen Bedah Orthopedi
Instalasi Bedah Pusat Rs. Dr. Soetomo Surabaya (Periode 22 juli s.d 21Oktober 2019)
94

6. Selang Suction 1 buah


7. Spint 20 cc 1 buah
8. Senier Diatermi 1 buah
9. Plate Diatermi 1 buah
10. Opsite Post Operasi 1 buah
11. Sterile drape 1 buah
12. Spidol Marker, Penggaris Steril 1 buah
13. Tip Cleaner 1 buah
14. Connecting (Transofix) 1 buah
15. Urobag 1 buah
16. Spint 10 cc 1 buah
17. Folly Cateter No. 16 1 buah
18. Jelly Ky 1 buah
19. Hand Schoen 10 buah
20. Framecetyn Sulfat 1 buah
21. Kasa Steril dan Depres secukupnya
22. Underped Steril 2 buah
23. Underped Non Steril 1 buah
24. Sikat cuci tangan 5 buah
25. Mes No. 15 2 buah

Gambar 3.3.2 Bahan habis pakai


b. Persiapan Alat Dasar Orthopedi
1. Sponge holding forcep ( desinfeksi klem ) 1 buah
Hadi Siswanto, AMd. Kep.
Program Pelatihan Perawat Kamar Bedah Instrumen Bedah Orthopedi
Instalasi Bedah Pusat Rs. Dr. Soetomo Surabaya (Periode 22 juli s.d 21Oktober 2019)
95

2. Towel clamps (Doek Klem) 10 buah


3. Hadmastatic clamps ( Kocher ) 2 buah
4. Knife handle ( Handvat Mes ) No. 3 2 buah
5. Splinter forceps (Pincet Chirurgis) 2 buah
6. Mosquito clamps (Arteri Clamp Van Pean Lurus) 2 buah
7. Kelly clamps (Arteri Clamp VanPean Bengkok ) 2 buah
8. Scissors metz (gunting metzenbaum) 2 buah
9. Ligature scissor (Gunting benang) 1 buah
10. sharp sten (Hak tumpul tajam) 2 buah
11. Langenbek 2 buah
12. Self retractor (Spreder) 1 buah
13. Needle holder (Nald Voeder) 2 buah
14. Bone curretage (Curetage) 2 buah
15. Bone elevator (Elevator) 1 buah
16. Respatorium 1 buah
17. Bone rounger (Knabel) 1 buah

Gambar 3.3.3 Alat di meja mayo dan meja instrumen


c. Bone Small Forcep Instrumen
1. Hohmann tajam 2 buah
2. Hohmann Tumpul 2 buah
3. Bone reduction 2 buah
4. Retractor automatis ( spreder ) 1 buah
5. Muller 1 buah
6. Verburger 1 buah

Hadi Siswanto, AMd. Kep.


Program Pelatihan Perawat Kamar Bedah Instrumen Bedah Orthopedi
Instalasi Bedah Pusat Rs. Dr. Soetomo Surabaya (Periode 22 juli s.d 21Oktober 2019)
96

Gambar 3.3.4 small fragmen

d. Basic Small Fragment Instruments


1. Drill bit Ø 2,5mm 1 buah
2. Drill sleeve Ø 2,5 mm 1 buah
3. Drill bit 3,5 mm 1 buah
4. Tapper dlameter Ø3,5 mm 1 buah
5. Tapper sleeveØ3,5 mm 1 buah
6. Screw driver 1 buah
7. Depthgauge 1 buah
8. sharp hook 1 buah
9. conter sink 1 buah
10. inner sleve 1 buah
e. Instrumen tambahan
Power tools (boor) 1 set
Jacob chucks & chuck key 1 buah
Wire handle 1 buah
f. Implant
1. Small DCP 5 hole 1 buah
2. Screw cortical diameter 3,5mm
No 14 = 5 buah
g. Set tenun ( satu setnya terdiri dari ) =
1. Linen besar 4 buah
2. Linen kecil 13 buah
3. Gawn operasi 5 buah
Hadi Siswanto, AMd. Kep.
Program Pelatihan Perawat Kamar Bedah Instrumen Bedah Orthopedi
Instalasi Bedah Pusat Rs. Dr. Soetomo Surabaya (Periode 22 juli s.d 21Oktober 2019)
97

4. Sarung meja mayo 2 buah


h. Alat tambahan
Cucing 4 buah
Bengkok 2 buah
Canul suction 1 buah
i. Alat penunjang
C-arm
Mesin tourniquet
j. Teknik instrumentasi
a. Perawat instrument melakukan cuci tangan secara fuerbringer
dengan larutan chlorhexidin gluconate 4% selama 3 – 5 menit
dan dikeringkan dengan waslap steril, kemudian masuk ruang
operasi memakai gawn bedahdan sarung tangan steril dengan
teknik tertutup doble handscoen
b. Perawat instrument memberi dan memakaikan gawn operasi
dan doble handscoen kepada operator dan asisten yang sudah
cuci tangan
c. Perawat instrument memasang sarung meja mayo dan di
atasnya diberi underpad steril dan dilapisi 4 linen kecil
d. Perawat instrumen mengatur instrument dimeja mayo dan
meja instrument secara sistematis
e. Perawat instrument memberikan sponge holder forcep
(asepsis klem) dengan cucing berisi depress + betadin
secukupnya ( 100ml ) kepada operator untuk dilakukan
antisepsis mulai area yang bersih sampai area kotor dengan
batas ujung jari tangan kanan sampai atas siku tangan kanan
yang di angkat asisten operator
f. Perawat instrument membantu operator dan asisten operator
untuk melakukan drapping :
1. Underped steril dilapisi linen kecil steril di bawah tangan
kanan pasien

Hadi Siswanto, AMd. Kep.


Program Pelatihan Perawat Kamar Bedah Instrumen Bedah Orthopedi
Instalasi Bedah Pusat Rs. Dr. Soetomo Surabaya (Periode 22 juli s.d 21Oktober 2019)
98

2. 1 linen besar memanjang dibawah tangan kanan dan linen


atas di lipat
3. 1 linen besar lagi memanjang di bawah tangan kanan
dimasukkan lipatan linen atas
4. linen kecil bentuk segitiga di lilit siku di jepit dengan towel
clamps
5. 1 linen besar memanjang menutup seluruh tubuh
6. Berikan 1 linen kecil lagi untuk bagian atas badan pasien
7. Berikan 2 towel clemps untuk menjepit bagian linen atas
dan bawah yang sudah disatukan di siku tangan kanan
8. Perawat instrumen menutup bagian atas C-arm dengan linen
steril
9. Perawat instrumen menyiapkan canul, selang suction,
senaur + kabel diatermi, kabel boor dengan menjepit towel
clamps yang dikaitkan linen
10. Perawat instrumen mengecek suction dan pencil coulter,
mesin boor siap pakai atau belum

Gambar 3.3.5 posisi supeni dengan meja tangan


g. Time Out jam 14.00
Dibacakan residen sirkulasi atau perawat sirkulasi
membacakan nama pasien, no RM, diagnosa, tindakan yang
akan dilakukan, dokter operator siapa, dokter anastesi siapa,
asisten siapa, instrumen siapa, dan apabila semua sudah siap,
sebelum dilakukan operasi, berdo’a dahulu biar operasi
berjalan lancar dan sukses.
h. Tahapan operasi
Hadi Siswanto, AMd. Kep.
Program Pelatihan Perawat Kamar Bedah Instrumen Bedah Orthopedi
Instalasi Bedah Pusat Rs. Dr. Soetomo Surabaya (Periode 22 juli s.d 21Oktober 2019)
99

a. Perawat instrumen memberikan spidol marker steril untuk


memberi tanda area incisi.
b. Perawat instrumen memberi handle mes 1 (no.15) dan 2
pincet cirurrgis pada operator danasisten operator untuk
insesi kulit, handle mes 2 (mes no.15) disiapkan setelah
insesi kulit,perawat instrumen memberikan mes no. 2 yang
ditaruh di dalam bengkok untuk insesi lemak sampai fasia
dilakukan operator dibantu asisten dengan wound hak
tajam.
c. Rawat perdarahan dengan arteri klem van pean bengkok
manis menggunakan diatermi
d. Perawat instrumen memberikan langen back untuk
memperlebar area operasi
e. Perawat instrumen memberikan gunting metzembum /
gunting preparasi dan pincetcerurgis untuk memisahkan
otot sampai periostium
f. Perawat instrumen memberikan spreder kecil tumpul
untuk memperlebar area operasi
g. Perawat instrumen memberikan hohman tumpul setelah
terlihat tulang femur
h. Perawat instrumen memberikan rasparatorium untuk dan
memisahkan periostium
i. Perawat instrumen memberikan reduction untuk
memegang fragmen proksimal dan distal kemudian
bersihkan dengan bone cerretage ujung fragmen distal dan
proksimal tulang pada fraktur site , laluirigasi sedikit
sedikit dengan NaCl 0,9%
i. Dengan reduction tadi operator melakukan reduksi pada
fraktur site dengan dibantu asisten operator melakukan
traksi pada kaki
j. Perawat instrumen memberikan plateSmall DCP 5 hole
untuk mengatur atau mengukur posisi plate
Hadi Siswanto, AMd. Kep.
Program Pelatihan Perawat Kamar Bedah Instrumen Bedah Orthopedi
Instalasi Bedah Pusat Rs. Dr. Soetomo Surabaya (Periode 22 juli s.d 21Oktober 2019)
100

Perawat instrument memberikanverburger pada operator


untukmempertahankanposisi plate menempel pada tulang.
k. Perwawat intrumen memberkan bor dan wire Ø 1,0 mm
untuk fiksasi posisi plate
l. Perawat instrumen memberikan boor/Power tool dengan
drill Ø 2,5 mm dengan memakai sleeveØ2,5mm
m. Perawat instrumen memberikan depthgauge (pengukur)
untuk menentukan nomer serew yang dibutuhkan
n. Perawat instrumen memberikan taper Ø 3,5mm dan sleeve
Ø3,5mm
Perawat instrumen menyiapkan dan memberikan screw
diameter 3,5 dengan memakai screw cortical Panjang no.
14 = 5
o. Setelah hole terisi semua, Perawat instrumen memberikan
cairan NaCl 0,9% dengan spuit 20cc untuk mencuci area
operasisebanyak 250cc
p. Perawat instrumen menghitung kembali kasa yang dipakai,
instrumen yang dipakai, jarum yang dipakai jika ada
sebelum penutupan fasia
q. Operator mengendorkan tourniquet
r. Perawat instrumen memberikan benang polyglicolide
syntetic absorbable (T-Vio 2/0) 1 buah,untuk facia dan
kulit dengan polyglecaproreMonofilamen Absorbable
(Monosyn 3/0) 1 buah
s. Perawat instrumen memberikan kasa basah untuk
membersihkan luka operasi lalu dikeringkan dengan kasa
kering.
t. Perawat instrumen memberikan framycetin sulfat, opside
post op untuk menutup luka operasi
u. Perawat instrumen memberikan polybanddan elastis
bandage 4 inci untuk membalut bawah lutut sampai
pangkal paha
Hadi Siswanto, AMd. Kep.
Program Pelatihan Perawat Kamar Bedah Instrumen Bedah Orthopedi
Instalasi Bedah Pusat Rs. Dr. Soetomo Surabaya (Periode 22 juli s.d 21Oktober 2019)
101

v. Operasi selesai jam 18.15 wib


Perawat instrumen membersihkan kotoran/sisa darah
yang menempel di pasien sampai bersih dengan kasa basah
larutan Nacl 0,9%
perawat melakukan sign out jam 18.50 wi

3.3.6 PROSES PERAWATAN ALAT DAN STERILISASI


Perawat instrumen melakukan perawatan instrument yang telah
digunakan yaitu melakukan pre cleaning dibersihkan di bawah air mengalir
dilakukan cleaning dengan menggunakan cairan enzimatik 25 cc dalam 5 L
air direndam 5-10 menit dibersihkan dengan menggunakan sikat, lalu dibilas
dengan air mengalir lalu dikeringkan dengan handuk bersih lalu di packing
dan alat di set kembali selanjutnya di steril kembali di CSSD

3.4 INSTRUMENTASI TEHNIK ORIF DISTAL FEMUR


Nama Pasien : Ny. MAR
No. Rm : 00.81.7320
Diagnosa : Close Fraktur Femur dextra 1/3 Distal
Tindakan : Orif Plate Screw Femur Dextra
3.4.1 DEFINISI
Suatu cara melakukan instrumen untuk operasi mengembalikan patah
tulang femur seperti anatomis dengan tindakan pemasangan plate dan screw
dengan internal fixasi.
3.4.2 ANATOMI KASUS

Hadi Siswanto, AMd. Kep.


Program Pelatihan Perawat Kamar Bedah Instrumen Bedah Orthopedi
Instalasi Bedah Pusat Rs. Dr. Soetomo Surabaya (Periode 22 juli s.d 21Oktober 2019)
102

Gambar 3.4.1 study kasus close fraktur femur 1/3 distal

3.4.3 PATOFISIOLOGI

Trauma (kelemahan tulang karena benturan benda keras)

Tidak dapat di redam oleh tulang, tendon dan otot

Patah tulang

Periosterm, cortex, pembuluh darah, sumsum tulang, jaringan lunak


terputus’

perdarahan jaringan sekitar fraktur

Haematon

Sebagian jaringan mati

Stimulasi respon radang

Tindakan pembedahan

__________________________________________________________________________

pre operatif intra operatif post op

kurangnya pengetahuan pemasangan luka insisi bekas luka


plat diatermi
Hadi Siswanto, AMd. Kep.
Program Pelatihan Perawat Kamar Bedah Instrumen Bedah Orthopedi
Instalasi Bedah Pusat Rs. Dr. Soetomo Surabaya (Periode 22 juli s.d 21Oktober 2019)
103

ansietas resiko cidera resiko incisi luas diskontinuitas


combusio perdarahan dan dalam jaringan

nyeri
gg. keseimbangan resiko
cairan tertinggalnya alat infasi kuman

resiko cidera
corpus resiko infeksi

3.4.4 TUJUAN
1. Memperlancar jalannya operasi
2. Dapat mempertahankan kesterilan alat-alat instrumen
3. Dapat mengatur alat secara sistematis di meja mayo dan meja
instrumen
4. Dapat mencegah tertinggalnya instrumen atau kasa dalam lapanga
3.4.5 CARA KERJA
1. Persiapan lingkungan
Mempersiapkan ruang operasi yaitu :
1. Ruang OK sudah siap
2. Ruang scrub airnya lancar
3. Dokter anastesi dan dokter bedah sudah siap
4. Aliran listrikdi kamar operasi tidak trobel
5. Mesin diatermi siap pakai
6. Lampu operasi
7. Meja mayo
8. Meja linen dan instrumen
9. Standart infus
10. Tempat baca x-ray ( x-ray iluminator )
11. Tempat sampah medis, non medis, safety box utk benda tajam
12. Kelembapan, suhu, tekanan ruangan
13. C-arm
14. Mesin tourniquet

Hadi Siswanto, AMd. Kep.


Program Pelatihan Perawat Kamar Bedah Instrumen Bedah Orthopedi
Instalasi Bedah Pusat Rs. Dr. Soetomo Surabaya (Periode 22 juli s.d 21Oktober 2019)
104

2. Persiapan Pasien
a. Hand over : melakukan timbang terima dengan perawat transfer
apakah sudah ada, informed to consent, informed consent
b. Verifikasi pra bedah :
a. Identifikasi pasien
b. Daftar tilik pra bedah
c. Lokasi operasi ( penandaan )
d. Assasemen pra bedah
e. Informed to consent
f. Informed concent
g. Puasa
h. Hasil laboratorium
i. Hasil rontgen
apabila semua sdh terisi maka baru bisa di lakukan sign in
melakukan Sign In jam 12.15
Tim yang melakukan sign in di ruang premedikasi
Dr Bedah : dr. BRI Perawat Anastesi : ZR.
DW
Dr. Anastesi : dr. AKI Perawat Bedah : Zr. ZD
selanjutnya pasien masuk kamar operasi
c. dilakukan induksi dengan general anaestesi oleh team anaestesi
d. pasang cateter
e. positioning : memberikan posisi supine di meja opearasi
f. Asisten operator memasang elasis bandige 6 inci di paha
proximal
g. Pemasanagan alat tourniquet di paha kanan proximal
h. Persiapan area pembedahan : melakukan cuci area pembedahan
dengan chlorhexidene gluconat 4% lalu dibungkus dengan linen
kecil steril
3. Pesiapan alat dan bahan habis pakai
a. Bahan habis pakai
1. Poliband 6 inchi 2 buah
Hadi Siswanto, AMd. Kep.
Program Pelatihan Perawat Kamar Bedah Instrumen Bedah Orthopedi
Instalasi Bedah Pusat Rs. Dr. Soetomo Surabaya (Periode 22 juli s.d 21Oktober 2019)
105

2. Elastic bandage 6 inchi 2 buah


3. antiseptic (betadin 10%) 100 cc
4. Cairan NaCl 0,9
5. Benang heacting
- Polyglycolid acid Sintesis Absorbable No. 1 (T-Vio No. 1)
2 buah
-Polyglycolid acid Sintesis Absorbable No. 2/0 (T-Vio No
2/0)2 buah
-Polyglecaprore Monofilamen Absorbable (Monosyn 3/0)
1 buah
6. Selang Suction 1 buah
4. Spint 20 cc 1 buah
5. Spint 50 cc 1 buah
6. Senier Diatermi 1 buah
7. Plate Diatermi 1 buah
8. Opsite Post Operasi 1 buah
9. Sterile drape 1 buah
10. Spidol Marker, Penggaris Steril 1 buah
11. Redon Drain No. 14 1 buah
12. Tip Cleaner 1 buah
13. Connecting (Transofix) 1 buah
14. Urobag 1 buah
15. Spint 10 cc 1 buah
16. Folly Cateter No. 16 1 buah
17. Jelly Ky 1 buah
18. Hand Schoen 10 buah
19. Framecetyn Sulfat 1 buah
20. Kasa Steril dan Depres secukupnya
21. Underped Steril 2 buah
22. Underped Non Steril 1 buah
23. Sikat cuci tangan 5 buah
24. Mes No. 20 2 buah
Hadi Siswanto, AMd. Kep.
Program Pelatihan Perawat Kamar Bedah Instrumen Bedah Orthopedi
Instalasi Bedah Pusat Rs. Dr. Soetomo Surabaya (Periode 22 juli s.d 21Oktober 2019)
106

Gambar 3.4.2 Bahan habis pakai


b. Persiapan Alat Dasar Orthopedi
1. Sponge holding forcep ( desinfeksi klem ) 1 buah
2. Towel clamps (Doek Klem) 10 buah
3. Hadmastatic clamps ( Kocher ) 2 buah
4. Knife handle ( Handvat Mes )No. 4 2 buah
5. Sharp forceps (Pincet Chirurgis) 2 buah
6. Mosquito clamps (Arteri Clamp Van Pean Lurus) 2 buah
7. Kelly clamps (Arteri Clamp VanPean Bengkok ) 2 buah
8. Scissors metz (gunting metzenbaum) 2 buah
9. dressecting scissor ( gunting preparasi) 1 buah
10. Ligature scissor (Gunting benang) 1 buah
11. sharp hook retractor (Hak tajam) 2 buah
12. Langenbek 2 buah
13. Self retractor (Spreder) 1 buah
14. Needle holder (Nald Voeder) 2 buah
15. Bone curretage (Curetage) 2 buah
16. Bone elevator (Elevator) 1 buah
17. Respatorium 1 buah
18. Bone rounger (Knabel) 1 buah

Hadi Siswanto, AMd. Kep.


Program Pelatihan Perawat Kamar Bedah Instrumen Bedah Orthopedi
Instalasi Bedah Pusat Rs. Dr. Soetomo Surabaya (Periode 22 juli s.d 21Oktober 2019)
107

Gambar 3.4.3 Alat – alat instrumen dasar dan bone forcep instrumen

Gambar 3.4.4 Instrumen di meja mayo Gambar 3.4.5 bone forcep instrumen
c. Bone Forcep Instrumen
1. Hohmann tajam 2 buah
2. Hohmann Tumpul 2 buah
3. Bone reduction 2 buah
4. Retractor automatis ( spreder ) 1 buah
5. Muller 1 buah
6. Vanberger 1 buah
d. Basic Large Fragment Instruments
1. Drill bit Ø 3,2 mm 1 buah
2. Drill bit Ø 4,3 mm 1 buah
3. Drill bit 4,5 mm 1 buah
4. Drill sleeve Ø 3,2 mm 1 buah
5. Sleve locking 4,3 mm 2 buah
Hadi Siswanto, AMd. Kep.
Program Pelatihan Perawat Kamar Bedah Instrumen Bedah Orthopedi
Instalasi Bedah Pusat Rs. Dr. Soetomo Surabaya (Periode 22 juli s.d 21Oktober 2019)
108

6. Tapper dlameter Ø4,5 mm 1 buah


7. Tapper sleeveØ4,5 mm 1 buah
8. Screw driver 1 buah
9. Depthgauge 1 buah
10. sharp hook 1 buah
11. inner sleve 1 buah
12. countersink 1 buah
e. Instrumen tambahan
Power tools (boor) 1 set
Jacob chucks & chuck key 1 buah
Wire handle 1 buah
f. Implant
LCP DF Plate R 7 hole
Screw cortical diameter 4,5mm
No 34 = 2 buah No 40 = 1
Screw locking diameter 5,0mm
No 34 = 2 60 = 2 65 = 2
K wire 1,8 atau 2.0 = 2 / 2 buah
g. Set tenun 2 set, satu setnya terdiri dari =
1. Linen besar 4 buah
2. Linen kecil 13 buah
3. Gawn operasi
5 buah
4. Sarung meja mayo 2 buah
h. Alat tambahan
Cucing 4 buah
Bengkok 2 buah
Canul suction 1 buah
i. Alat penunjang
C-arm
Mesin tourniquet
j. Teknik instrumentasi
Hadi Siswanto, AMd. Kep.
Program Pelatihan Perawat Kamar Bedah Instrumen Bedah Orthopedi
Instalasi Bedah Pusat Rs. Dr. Soetomo Surabaya (Periode 22 juli s.d 21Oktober 2019)
109

a. Perawat instrument melakukan cuci tangan secara fuerbringer


dengan larutan chlorhexidin gluconate 4% selama 3 – 5 menit
dan dikeringkan dengan waslap steril, kemudian masuk ruang
operasi memakai gawn bedahdan sarung tangan steril dengan
teknik tertutup doble handscoen
b. Perawat instrument memberi dan memakaikan gawn operasi
dan doble handscoen kepada operator dan asisten yang sudah
cuci tangan
c. Perawat instrument memasang sarung meja mayo dan di
atasnya diberi underpad steril dan dilapisi 3 linen kecil
d. Perawat instrumen mengatur instrument dimeja mayo dan
meja instrument secara sistematis
e. perawat instrumen memberikan elastis bandege 6 inchi untuk
di balutkan di kaki kanan bawah
f. Perawat instrument memberikan sponge holder forcep
(asepsis klem) dengan cucing berisi depress + betadin
secukupnya ( 100ml ) kepada operator untuk dilakukan
antisepsis mulai area yang bersih sampai area kotor dengan
batas atas umbilicus sampai bawah, pubis, pangkal paha
sampai kaki kanan semua dan kaki kanan di angkat asisten
operator
g. Perawat instrument membantu operator dan asisten operator
untuk melakukan drapping :
1. Linen kecil di bawah kaki kanan pasien
2. Underped steril dilapisi linen kecil steril di bawah gluteus
kanan pasien, Underped steril di bawah femur kaki kanan
3. 1 linen besar memanjang dibawah kaki kanan dan di atas
kaki kiri
4. 1 linen besar lagi memanjang di bawah kaki kanan dan di
atas kaki kiri

Hadi Siswanto, AMd. Kep.


Program Pelatihan Perawat Kamar Bedah Instrumen Bedah Orthopedi
Instalasi Bedah Pusat Rs. Dr. Soetomo Surabaya (Periode 22 juli s.d 21Oktober 2019)
110

5. Doble linen kecil bentuk segitiga disambung dengan towel


clamps menutupi bagian antero medial fenur detra dijepit
dengan towel clamps
6. 1 linen besar melebar menutup bagian atas
7. Berikan 1 linen kecil lagi untuk bagian atas badan pasien
8. Berikan 4 towel klem untuk menjepit bagian linen atas dan
bawah yang sudah disatukan di kanan kiri paha proximal
9. Perawat instrumen menutup bagian atas C-arm dengan linen
steril
10. Perawat instrumen menyiapkan canul, selang suction,
senaur dan kabel diatermi, kabel boor dengan menjepit
towel clamps yang dikaitkan linen
11. Perawat instrumen mengecek suction dan pencil coulter,
mesin boor siap pakai atau belum

Gambar 3.4.6 posisi supine dan drapping


h. Time Out jam 13.55
Dibacakan residen sirkulasi atau perawat sirkulasi
membacakan nama pasien, no RM, diagnosa, tindakan yang
akan dilakukan, dokter operator siapa, dokter anastesi siapa,
asisten siapa, instrumen siapa, dan apabila semua sudah siap,
sebelum dilakukan operasi, berdo’a dahulu biar operasi
berjalan lancar dan sukses.
k. Tahapan operasi

Hadi Siswanto, AMd. Kep.


Program Pelatihan Perawat Kamar Bedah Instrumen Bedah Orthopedi
Instalasi Bedah Pusat Rs. Dr. Soetomo Surabaya (Periode 22 juli s.d 21Oktober 2019)
111

1. Perawat instrumen memberikan spidol marker steril untuk


memberi tanda area incisi.
b. Perawat instrumen memberi handle mes 1 (no. 20) dan 2
pincet cirurrgis pada operator danasisten operator untuk
insesi kulit, handle mes 2 (mes no. 2) disiapkan setelah insesi
kulit,perawat instrumen memberikan mes no. 2 yang ditaruh
di dalam bengkok untuk insesi lemak sampai fasia dilakukan
operator dibantu asisten dengan wound hak tajam.
c. Rawat perdarahan dengan arteri klem van pean bengkok
manis menggunakan diatermi, Perawat instrumen
memberikan langen back untuk memperlebar area operasi
a. Perawat instrumen memberikan gunting metzembum /
gunting preparasi dan pincetcerurgis untuk memisahkan otot
sampai periostium, Perawat instrumen memberikan spreder
besar tumpul untuk memperlebar area operasi
b. Perawat instrumen memberikan hohman tajam setelah
terlihat tulang femur
c. Perawat instrumen memberikan rasparatorium untuk dan
memisahkan periostium, Perawat instrumen memberikan
muler, elevator, rasparatorium dan redaksion untuk
membantu mengembalikan fragmen condyle Dengan
reduction tadi operator melakukan reduksi pada fraktur site
dengan dibantua sisten operator melakukan traksi pada kaki
d. dan berikan k-wire untuk melakukan temporari fixasi pada
fragmen tulang yang [Link] cek distal femur
dengan menggunakan c- arm
e. Perawat instrumen memberikan plate LCP DF R untuk
mengatur atau mengukur posisi plate, Perawat instrument
memberikan verburger pada operator untuk mempertahan
kan posisi plate menempel pada tulang.
f. Perwawat intrumen memberkan boor dan wire Ø 2,0 mm
untuk fiksasi posisi plate, Perawat instrumen memberikan
Hadi Siswanto, AMd. Kep.
Program Pelatihan Perawat Kamar Bedah Instrumen Bedah Orthopedi
Instalasi Bedah Pusat Rs. Dr. Soetomo Surabaya (Periode 22 juli s.d 21Oktober 2019)
112

boor/Power tool dengan drill Ø 4,3 mm dengan memakai


sleeve Ø 4,3 mm untuk memasang screw panjang pada
condyle
g. Perawat instrumen memberikan depthgauge (pengukur)
untuk menentukan nomer screw yang dibutuhkan dan pasang
locking screw nya setelah screw bagian condyle terpasang di
lanjut pemasangan screw bagian proximal dengan
menggunakan screw cortical Ø 4.5mm dan di kombinasi
dengan locking screw lainnya
h. Perawat instrumen menyiapkan dan memberikan screw
locking diameter 5.0 mm memakai screw No 34 = 2, No 60 = 2,
No 65 = 2 screw dan memasang screw cortical diameterr
4.5mm no. 34 = 2 dan No 40 = 1, dan diberikan dengan screw
driver
i. Setelah hole terisi semua, Perawat instrumen memberikan
cairan NaCl 0,9% dengan spuit 50 cc bergantian dengan spunt
20 cc untuk mencuci area operasisebanyak 1L
j. Perawat instrumen memberikan redon drain no. 14 untuk di
pasang operator Perawat instrumen menghitung kembali
kasa yang dipakai, instrumen yang dipakai, jarum yang
dipakai jika ada sebelum penutupan fasia
k. Operator mengendorkan tourniquet Perawat instrumen
memberikan benang polyglicolide syntetic absorbable (T-Vio
no. 1) dengan Nidel holder dan pinset cirurgis untuk operator
dan memberikan gunting benang kepada asisten dan
memakai 2 benang (T-Vio No. 1) otot hingga facia dengan
benang polyglicolide syntetik absorbable (T-Vio 1), Fat
dengan polyglicolide syntetic absorbable (T-Vio 2/0) kulit
dengan polyglecaproreMonofilamen Absorbable (Monosyn
3/0)

Hadi Siswanto, AMd. Kep.


Program Pelatihan Perawat Kamar Bedah Instrumen Bedah Orthopedi
Instalasi Bedah Pusat Rs. Dr. Soetomo Surabaya (Periode 22 juli s.d 21Oktober 2019)
113

l. Perawat instrumen memberikan kasa basah untuk


membersihkan luka operasi lalu dikeringkan dengan kasa
kering.
m. Perawat instrumen memberikan framycetin sulfat, opside
post op untuk menutup luka operasi
n. Perawat instrumen memberikan polybanddan elastis bandage
6 inci untuk membalut bawah lutut sampai pangkal paha
o. Operasi selesai jam 18.15 wib
Perawat instrumen membersihkan kotoran/sisa darah yang
menempel di pasien sampai bersih dengan kasa basah larutan
Nacl 0,9%, perawat melakukan sign out jam 18.50 wib
3.4.6 PROSES PERAWATAN ALAT DAN STERILISASI
Perawat instrumen melakukan perawatan instrument yang telah
digunakan yaitu melakukan pre cleaning dibersihkan di bawah air mengalir
dilakukan cleaning dengan menggunakan cairan enzimatik 25 cc dalam 5 L
air direndam 5-10 menit dibersihkan dengan menggunakan sikat, lalu dibilas
dengan air mengali lalu dikeringkan dengan handuk bersih lalu di packing
dan alat di set kembali selanjutnya di steril kembali di CSSD

3.5 INSTRUMENTASI TEHNIK ORIF TIBIA PLATEU


Nama Pasien : Sdr. AN
No. Rm : [Link]
Diagnosa : Close Fraktur Tibia Plateau Sinestra
Tindakan : Orif (Open Reduction Internal Fixation)
Plate Screw Tibia Plateau Sinestra
3.5.1 DEFINISI
Suatu cara melakukan instrumen untuk operasi mengembalikan patah
tulang tibia plateau seperti anatomis dengan tindakan pemasangan plate dan
screw dengan internal fixasi.
3.5.2 ANATOMI KASUS

Hadi Siswanto, AMd. Kep.


Program Pelatihan Perawat Kamar Bedah Instrumen Bedah Orthopedi
Instalasi Bedah Pusat Rs. Dr. Soetomo Surabaya (Periode 22 juli s.d 21Oktober 2019)
114

Gambar 3.5.1 study kasus cf tibia plateu sinestra


3.5.3 PATOFISIOLOGI PENYAKIT

Trauma (kelemahan tulang karena benturan benda keras)

Tidak dapat di redam oleh tulang, tendon dan otot

Patah tulang

Periosterm, cortex, pembuluh darah, sumsum tulang, jaringan lunak


terputus’

perdarahan jaringan sekitar fraktur

Haematon

Sebagian jaringan mati

Stimulasi respon radang

Tindakan pembedahan

__________________________________________________________________________

pre operatif intra operatif post op

kurangnya pengetahuan pemasangan luka insisi bekas luka


plat diatermi

ansietas resiko cidera resiko incisi luas diskontinuitas


combusio perdarahan dan dalam jaringan

nyeri
gg. keseimbangan resiko
cairan tertinggalnya alat infasi kuman

Hadi Siswanto, AMd. Kep.


Program Pelatihan Perawat Kamar Bedah Instrumen Bedah Orthopedi
Instalasi Bedah Pusat Rs. Dr. Soetomo Surabaya (Periode 22 juli s.d 21Oktober 2019)
115

resiko cidera
corpus resiko infeksi

3.5.4 TUJUAN
1. Memperlancar jalannya operasi
2. Dapat mempertahankan kesterilan alat-alat instrumen
3. Dapat mengatur alat secara sistematis di meja mayo dan meja
instrumen
4. Dapat mencegah tertinggalnya instrumen atau kasa dalam lapangan
operasi
3.5.5 CARA KERJA
1. Persiapan lingkungan
Mempersiapkan ruang operasi yaitu :
1. Ruang OK sudah siap
2. Ruang scrub airnya lancar
3. Dokter anastesi dan dokter bedah sudah siap
4. Aliran listrik di kamar operasi tidak trobel
5. Mesin diatermi siap pakai
6. Lampu operasi
7. Meja mayo
8. Meja linen dan instrumen
9. Standart infus
10. Tempat baca x-ray ( x-ray iluminator )
11. Tempat sampah medis, non medis, safety box utk benda tajam
12. Kelembapan, suhu, tekanan ruangan
13. C-arm
14. Mesin tourniquet
2. Persiapan Pasien
a. Hand over : melakukan timbang terima dengan perawat
transfer apakah sudah ada, informed to consent, informed
consent
b. Verifikasi pra bedah :

Hadi Siswanto, AMd. Kep.


Program Pelatihan Perawat Kamar Bedah Instrumen Bedah Orthopedi
Instalasi Bedah Pusat Rs. Dr. Soetomo Surabaya (Periode 22 juli s.d 21Oktober 2019)
116

a. Identifikasi pasien
b. Daftar tilik pra bedah
c. Lokasi operasi ( penandaan )
d. Assasemen pra bedah
e. Informed to consent
f. Informed concent
g. Puasa
h. Hasil laboratorium
i. Hasil rontgen
apabila semua sdh terisi maka baru bisa di lakukan sign in
melakukan Sign In jam 07.10
Tim yang melakukan sign in di ruang premedikasi
Dr Bedah : dr. FIN Perawat Anastesi : DIM
Dr. Anastesi : Dr. VIO Perawat Bedah : THOF
selanjutnya pasien masuk kamar operasi
c. dilakukan induksi dengan general anaestesi oleh team
anaestesi
d. pasang cateter
e. positioning : memberikan posisi supine di meja opearasi lutut
di ganjal bantal kecil
f. Asisten operator memasang elasis bandige 6 inci dari ujung
kaki kanan
g. Pemasanagan alat tourniquet di paha kiri proximal
h. Persiapan area pembedahan : melakukan cuci area
pembedahan dengan chlorhexidene gluconat 4% lalu
dibungkus dengan linen kecil steril
3. Pesiapan alat dan bahan habis pakai
a. Bahan habis pakai
1. Poliband 6 inchi 2 buah
2. Elastic bandage 6 inchi 2 buah
3. antiseptic (betadin 10%) 100 cc
4. Cairan NaCl 0,9 % 3 buah
Hadi Siswanto, AMd. Kep.
Program Pelatihan Perawat Kamar Bedah Instrumen Bedah Orthopedi
Instalasi Bedah Pusat Rs. Dr. Soetomo Surabaya (Periode 22 juli s.d 21Oktober 2019)
117

5. Benang heacting
- Polyglycolid acid Sintesis Absorbable No. 1 (T-Vio No. 1)
2 buah
-Polyglycolid acid Sintesis Absorbable No. 2/0 (T-Vio No
2/0)2 buah
-Polyglecaprore Monofilamen Absorbable (Monosyn 3/0)
1 buah
6. Selang Suction 1 buah
7. Spint 20 cc 1 buah
8. Spint 50 cc 1 buah
9. Senier Diatermi 1 buah
10. Plate Diatermi 1 buah
11. Opsite Post Operasi 1 buah
12. Sterile drape 1 buah
13. Spidol Marker, Penggaris Steril 1 buah
14. Redon Drain No. 14 1 buah
15. Tip Cleaner 1 buah
16. Connecting (Transofix) 1 buah
17. Urobag 1 buah
18. Spint 10 cc 1 buah
19. Folly Cateter No. 16 1 buah
20. Jelly Ky 1 buah
21. Hand Schoen 10 buah
22. Framecetyn Sulfat 1 buah
23. Kasa Steril dan Depres secukupnya
24. Underped Steril 2 buah
25. Underped Non Steril 1 buah
26. Sikat cuci tangan 5 buah
27. Mes No. 20 2 buah

Hadi Siswanto, AMd. Kep.


Program Pelatihan Perawat Kamar Bedah Instrumen Bedah Orthopedi
Instalasi Bedah Pusat Rs. Dr. Soetomo Surabaya (Periode 22 juli s.d 21Oktober 2019)
118

Gambar 3.5.2 Bahan Habis Pakai


b. Persiapan Alat Dasar Orthopedi
1. Sponge holding forcep ( desinfeksi klem ) 1 buah
2. Towel clamps (Doek Klem) 10 buah
3. Hadmastatic clamps ( Kocher ) 2 buah
4. Knife handle ( Handvat Mes )No. 4 2 buah
5. Sharp forceps (Pincet Chirurgis) 2 buah
6. Mosquito clamps (Arteri Clamp Van Pean Lurus) 2 buah
7. Kelly clamps (Arteri Clamp VanPean Bengkok ) 2 buah
8. Scissors metz (gunting metzenbaum) 2 buah
9. dressecting scissor ( gunting preparasi) 1 buah
10. Ligature scissor (Gunting benang) 1 buah
11. sharp hook retractor (Hak tajam) 2 buah
12. Langenbek 2 buah
13. Self retractor (Spreder) 1 buah
14. Needle holder (Nald Voeder) 2 buah
15. Bone curretage (Curetage) 2 buah
16. Bone elevator (Elevator) 1 buah
17. Respatorium 1 buah
18. Bone rounger (Knabel) 1 buah

Hadi Siswanto, AMd. Kep.


Program Pelatihan Perawat Kamar Bedah Instrumen Bedah Orthopedi
Instalasi Bedah Pusat Rs. Dr. Soetomo Surabaya (Periode 22 juli s.d 21Oktober 2019)
119

Gambar 3.5.3 Alat – alat instrumen dasar dan bone forcep instrumen

Gambar 3.54 alat di meja mayo dan bone forcep instrumen

c. Bone Forcep Instrumen


1. Hohmann tajam 2 buah
2. Hohmann Tumpul 2 buah
3. Bone reduction 2 buah
4. Retractor automatis ( spreder ) 1 buah
5. Muller 1 buah
6. Vanberger 1 buah
d. Basic Large Fragment Instrument
1. Drill bit Ø 3,2mm 1 buah
2. Drill sleeve Ø 3,2 mm 1 buah
3. Tapper dlameter Ø 4,5 mm 1 buah
4. Tapper sleeve Ø 4,5 dan 6,5 mm 1 buah
5. Screw driver 1 buah
6. Depthgauge 1 buah
Hadi Siswanto, AMd. Kep.
Program Pelatihan Perawat Kamar Bedah Instrumen Bedah Orthopedi
Instalasi Bedah Pusat Rs. Dr. Soetomo Surabaya (Periode 22 juli s.d 21Oktober 2019)
120

7. sharp hook 1 buah


8. Inner sleve 1 buah
9. Countersink 1 buah
e, Instrumen tambahan
Power tools (boor) 1 set
Jacob chucks & chuck key 1 buah
Wire handle 1 buah
f. Implant
1. L plate Left 5 hole 1 buah
2. Screw cortical diameter 4,5mm
No 60 = 1 buah, No 44 = 2 buah
Screw conceles Ø 6,5mm half threed screw
No 80 = 1 buah No 85 = 1 buah
g. Set tenun 2 set, satu setnya terdiri dari =
1. Linen besar 4 buah
2. Linen kecil 13 bua
3. Gawn operasi h 5 bua
4. Sarung meja mayo 2 buah
h. Alat tambaha
Cucing 4 buah
Bengkok 2 buah
Canul suction 1 buah
k- wire Ø 2.0mm 1 buah
i. Alat penunjang
C-arm
Mesin tourniquet
j. Teknik instrumentasi
a. Perawat instrument melakukan cuci tangan secara fuerbringer
dengan larutan chlorhexidin gluconate 4% selama 3 – 5 menit
dan dikeringkan dengan waslap steril, kemudian masuk ruang
operasi memakai gawn bedah dan sarung tangan steril dengan
teknik tertutup doble handscoen
Hadi Siswanto, AMd. Kep.
Program Pelatihan Perawat Kamar Bedah Instrumen Bedah Orthopedi
Instalasi Bedah Pusat Rs. Dr. Soetomo Surabaya (Periode 22 juli s.d 21Oktober 2019)
121

b. Perawat instrument memberi dan memakaikan gawn operasi


dan doble handscoen kepada operator dan asisten yang sudah
cuci tangan
c. Perawat instrument memasang sarung meja mayo dan di
atasnya diberi underpad steril dan dilapisi 3 linen kecil
d. Perawat instrumen mengatur instrument dimeja mayo dan
meja instrument secara sistematis
e. Perawat instrument memberikan sponge holder forcep
(asepsis klem) dengan cucing berisi depress + betadin
secukupnya ( 100ml ) kepada operator untuk dilakukan
antisepsis mulai area yang bersih sampai area kotor dengan
batas atas lutut kanan sampai kaki kanan semua dan kaki
kanan di angkat asisten operator
f. Perawat instrument membantu operator dan asisten operator
untuk melakukan drapping :
1. Linen kecil di bawah kaki kanan pasien
2. Underped steril dilapisi linen kecil steril di bawah lutut
kaki kiri pasien
3. 1 linen besar memanjang dibawah kaki kiri dan di atas kaki
kanan
4. 1 linen besar lagi memanjang di bawah lutut kaki kiri dan
di atas kaki kanan
5. 2 linen kecil bentuk segitiga menutupi bagian atas lutut
dijepit dengan towel clamps
6. 1 linen besar melebar menutup bagian atas
7. Berikan 1 linen kecil lagi untuk bagian atas badan pasien
8. Berikan 2 towel clemps untuk menjepit bagian linen atas
dan bawah yang sudah disatukan di kanan kiri lutut kanan
dan 2 towel clamps utk bawah nya kanan kiri
9. Perawat instrumen menutup bagian atas C-arm dengan
linen steril

Hadi Siswanto, AMd. Kep.


Program Pelatihan Perawat Kamar Bedah Instrumen Bedah Orthopedi
Instalasi Bedah Pusat Rs. Dr. Soetomo Surabaya (Periode 22 juli s.d 21Oktober 2019)
122

10. Perawat instrumen menyiapkan canul, selang suction,


senaur + kabel diatermi, kabel boor dengan menjepit towel
clamps yang dikaitkan linen
11. Perawat instrumen mengecek suction dan pencil coulter,
mesin boor siap pakai atau belum

Gambar 3.5.5 desinfeksi Gambar 3.5.6 draping posisi supine


g. Time Out jam 08.50
Dibacakan residen sirkulasi atau perawat sirkulasi
membacakan nama pasien, no RM, diagnosa, tindakan yang
akan dilakukan, dokter operator siapa, dokter anastesi siapa,
asisten siapa, instrumen siapa, dan apabila semua sudah siap,
sebelum dilakukan operasi, berdo’a dahulu biar operasi
berjalan lancar dan sukses.
k. Tahapan operasi
a. Perawat instrumen memberikan spidol marker steril untuk
memberi tanda area incisi.
b. Perawat instrumen memberi handle mes 1 (no. 20) dan 2
pincet cirurrgis pada operator dan asisten operator untuk
insesi kulit, handle mes 2 (mes no. 2) disiapkan setelah incisi
kulit, perawat instrumen memberikan mes no. 2 yang ditaruh
di dalam bengkok untuk insesi lemak sampai fasia dilakukan
operator dibantu asisten dengan wound hak tajam.
Hadi Siswanto, AMd. Kep.
Program Pelatihan Perawat Kamar Bedah Instrumen Bedah Orthopedi
Instalasi Bedah Pusat Rs. Dr. Soetomo Surabaya (Periode 22 juli s.d 21Oktober 2019)
123

c. Rawat perdarahan dengan arteri klem van pean bengkok


menggunakan diatermi
d. Perawat instrumen memberikan langen back untuk
memperlebar area operasi
e. Perawat instrumen memberikan gunting metzembum /
gunting preparasi dan pincet cerurgis untuk memisahkan otot
sampai periostium
f. Perawat instrumen memberikan spreder besar tumpul untuk
memperlebar area operasi
g. Perawat instrumen memberikan hohman tumpul setelah
terlihat tulang tibia
h. Perawat instrumen memberikan rasparatorium untuk dan
memisahkan periostium
i. Perawat instrumen memberikan reduction untuk memegang
fragmen tibia proksimal kemudian bersihkan dengan bone
cerretage ujung fragmen proksimal tulang pada tibia site , lalu
irigasi sedikit sedikit dengan NaCl 0,9%
j. Dengan reduction tadi operator melakukan reduksi pada
fracktur site dengan dibantu asisten operator melakukan
traksi pada kaki
k. Perawat instrumen memberikan L Plate 5 untuk mengatur
atau mengukur posisi plate
l. Perawat instrument memberikan verburger pada operator
untuk mempertahankan posisi plate menempel pada tulang.
m. Perwawat intrumen memberkan boor dan wire Ø 2.0 mm
untuk fiksasi posisi plate 2 tempat
n. Perawat instrumen memberikan boor/Power tool dengan
drill Ø 3,2mm dengan memakai sleeve Ø 3,2mm
o. Perawat instrumen memberikan depthgauge (pengukur)
untuk menentukan nomer serew yang dibutuhkan
p. Perawat instrumen memberikan taper Ø 6,5 dan sleeve Ø
6,5mm
Hadi Siswanto, AMd. Kep.
Program Pelatihan Perawat Kamar Bedah Instrumen Bedah Orthopedi
Instalasi Bedah Pusat Rs. Dr. Soetomo Surabaya (Periode 22 juli s.d 21Oktober 2019)
124

q. Perawat instrumen menyiapkan dan memberikan screw


diameter 6,5mm dengan memakai screw conceles
Panjang no. 80 = 1 dan 85 = 1 screw half thread diberikan
dengan screw driver
Dan screw cortical Ø 4,5mm panjang No 60 = 1 dan 44 = 2
r. Setelah hole terisi semua, Perawat instrumen memberikan
cairan NaCl 0,9% dengan spuit 50 cc bergantian dengan spunt
20 cc untuk mencuci area operasi sebanyak 1L
s. Perawat instrumen menghitung kembali kassa yang dipakai,
instrumen yang dipakai, jarum yang dipakai jika ada sebelum
penutupan facia
t. Operator mengendorkan tourniquet
u. Perawat instrumen memberikan benang polyglicolide syntetic
absorbable (T-Vio no. 1) dengan Nidel holder dan pinset
cirurgis untuk operator dan memberikan gunting benang
kepada asisten dan memakai 1 benang (T-Vio No. 1) otot
hingga facia dengan benang polyglicolide syntetik absorbable
(T-Vio 1), Fat dengan polyglicolide syntetic absorbable (T-Vio
2/0) kulit dengan polyglecaprore Monofilamen Absorbable
(Monosyn 3/0)
v. Perawat instrumen memberikan kassa basah untuk
membersihkan luka operasi lalu dikeringkan dengan kasa
kering.
w. Perawat instrumen memberikan framycetin sulfat, opside
post op untuk menutup luka operasi, selanjutnya
Perawat instrumen memberikan polyband dan elastis
bandage 6 inci untuk membalut bawah lutut sampai di atas
mata kaki kanan
x. Operasi selesai jam 11.30 wib
Perawat instrumen membersihkan kotoran/sisa darah yang
menempel di pasien sampai bersih dengan kasa basah larutan
Nacl 0,9%, perawat melakukan sign out jam 12.00 wib
Hadi Siswanto, AMd. Kep.
Program Pelatihan Perawat Kamar Bedah Instrumen Bedah Orthopedi
Instalasi Bedah Pusat Rs. Dr. Soetomo Surabaya (Periode 22 juli s.d 21Oktober 2019)
125

Gambar 3.5.7 Pemasangan plate screw tibia plateu


3.5.6 PROSES PERAWATAN ALAT DAN STERILISASI
Perawat instrumen melakukan perawatan instrument yang telah
digunakan yaitu melakukan pre cleaning dibersihkan di bawah air mengalir
dilakukan cleaning dengan menggunakan cairan enzimatik 25 cc dalam 5 L
air direndam 5-10 menit dibersihkan dengan menggunakan sikat, lalu dibilas
dengan air mengalir lalu dikeringkan dengan handuk bersih lalu di packing
dan alat di set kembali selanjutnya di steril kembali di CSSD

3.6 INSTRUMENTASI TEHNIK KASSEBOUM


Nama Pasien : NY. EN
No. Rm : [Link]
Diagnosa : Close Fraktur inter condiler humeri sinistra
Tindakan : Orif (Open Reduction Internal Fixation)
Intercondiler humeri sinestra ( kasseboum )
3.6.1 DEFINISI
Suatu cara melakukan instrumen untuk operasi mengembalikan patah
tulang inter condiler humeriseperti anatomis dengan tindakan pemasangan
plate dan screw dengan internal fixasi.

3.6.2 ANATOMI KASUS


Hadi Siswanto, AMd. Kep.
Program Pelatihan Perawat Kamar Bedah Instrumen Bedah Orthopedi
Instalasi Bedah Pusat Rs. Dr. Soetomo Surabaya (Periode 22 juli s.d 21Oktober 2019)
126

3.6.3 PATOFISIOLOGI PENYAKIT

Trauma (kelemahan tulang karena benturan benda keras)

Tidak dapat di redam oleh tulang, tendon dan otot

Patah tulang

Periosterm, cortex, pembuluh darah, sumsum tulang, jaringan lunak terputus’

perdarahan jaringan sekitar fraktur

Haematon

Sebagian jaringan mati

Stimulasi respon radang

Tindakan pembedahan

__________________________________________________________________________

pre operatif intra operatif post op

kurangnya pengetahuan pemasangan luka insisi bekas luka


plat diatermi

Hadi Siswanto, AMd. Kep.


Program Pelatihan Perawat Kamar Bedah Instrumen Bedah Orthopedi
Instalasi Bedah Pusat Rs. Dr. Soetomo Surabaya (Periode 22 juli s.d 21Oktober 2019)
127

ansietas resiko cidera resiko incisi luas diskontinuitas


combusio perdarahan dan dalam jaringan

nyeri
gg. keseimbangan resiko
cairan tertinggalnya alat infasi kuman

resiko cidera
corpus resiko infeksi

3.6.4 TUJUAN
1. Memperlancar jalannya operasi
2. Dapat mempertahankan kesterilan alat-alat instrumen
3. Dapat mengatur alat secara sistematis di meja mayo dan meja
instrumen
4. Dapat mencegah tertinggalnya instrumen atau kasa dalam lapangan
operasi
3.6.5 CARA KERJA
1. Persiapan lingkungan
Mempersiapkan ruang operasi yaitu :
1. Ruang OK sudah siap
2. Ruang scrub airnya lancar
3. Dokter anastesi dan dokter bedah sudah siap
4. Aliran listrikdi kamar operasi tidak trobel
5. Mesin diatermi siap pakai
6. Lampu operasi
7. Meja mayo
8. Meja linen dan instrumen
9. Standart infus
10. Tempat baca x-ray ( x-ray iluminator )
11. Tempat sampah medis, non medis, safety box utk benda tajam
12. Kelembapan, suhu, tekanan ruangan
13. C-arm
14. Mesin tourniquet
15. Lateral support ( penyangga samping )
Hadi Siswanto, AMd. Kep.
Program Pelatihan Perawat Kamar Bedah Instrumen Bedah Orthopedi
Instalasi Bedah Pusat Rs. Dr. Soetomo Surabaya (Periode 22 juli s.d 21Oktober 2019)
128

2. Persiapan Pasien
a. Hand over : melakukan timbang terima dengan perawat transfer
apakah sudah ada, informed to consent, informed consent
b. Verifikasi pra bedah :
a. Identifikasi pasien
b. Daftar tilik pra bedah
c. Lokasi operasi ( penandaan )
d. Assasemen pra bedah
e. Informed to consent
f. Informed concent
g. Puasa
h. Hasil laboratorium
i. Hasil rontgen
apabila semua sdh terisi maka baru bisa di lakukan sign in
melakukan Sign In jam 10.20 wib
Tim yang melakukan sign in di ruang premedikasi
Dr Bedah : dr. RAH Perawat Anastesi : DIM
Dr. Anastesi : Dr. NUR Perawat Bedah : THOF
selanjutnya pasien masuk kamar operasi
c. dilakukan induksi dengan blok anaestesi oleh team anaestesi
d. pasang cateter
e. positioning : memberikan posisi Lateral ke kanan di meja opearasi
bahu kiri di kasi alat penyangga ( lateral support )
f. Asisten operator memasang elasis bandige 4 inci bahu kiri
proximal
g. Pemasanagan alat tourniquet di bahu tangan kiri proximal
h. Persiapan area pembedahan : melakukan cuci area pembedahan
dengan chlorhexidene gluconat 4% lalu dibungkus dengan linen
kecil steril
3. Pesiapan alat dan bahan habis pakai
a. Bahan habis pakai
1. Poliband 4 inchi 2 buah
Hadi Siswanto, AMd. Kep.
Program Pelatihan Perawat Kamar Bedah Instrumen Bedah Orthopedi
Instalasi Bedah Pusat Rs. Dr. Soetomo Surabaya (Periode 22 juli s.d 21Oktober 2019)
129

2. Elastic bandage 4 inchi 2 buah


3. antiseptic (betadin 10%) 100 cc
4. Cairan NaCl 0,9% Secukupnya
5. Benang heacting
- Polyglycolid acid Sintesis Absorbable No. 1 (T-Vio No. 1)
1 buah
-Polyglycolid acid Sintesis Absorbable No. 2/0 (T-Vio No
2/0)1 buah
-Polyglecaprore Monofilamen Absorbable (Monosyn 3/0)
1 buah
6. Selang Suction 1 buah
7. Spint 20 cc 1 buah
8. Senier Diatermi 1 buah
9. Plate Diatermi 1 buah
10. Opsite Post Operasi 1 buah
11. Sterile drape 1 buah
12. Spidol Marker, Penggaris Steril 1 buah
13. Tip Cleaner 1 buah
14. Connecting (Transofix) 1 buah
15. Urobag 1 buah
16. Spint 10 cc 1 buah
17. Folly Cateter No. 16 1 buah
18. Jelly Ky 1 buah
19. Hand Schoen 10 buah
20. Framecetyn Sulfat 1 buah
21. Kasa Steril dan Depres secukupnya
22. Underped Steril 2 buah
23. Underped Non Steril 1 buah
24. Sikat cuci tangan 5 buah
25. Mes No. 10 2 buah
26. Armsling ( s ) 1 buah

Hadi Siswanto, AMd. Kep.


Program Pelatihan Perawat Kamar Bedah Instrumen Bedah Orthopedi
Instalasi Bedah Pusat Rs. Dr. Soetomo Surabaya (Periode 22 juli s.d 21Oktober 2019)
130

Gambar 3.6.2 Bahan habis pakai

b. Persiapan Alat Dasar Orthopedi


1. Sponge holding forcep ( desinfeksi klem ) 1 buah
2. Towel clamps (Doek Klem) 10 buah
3. Hadmastatic clamps ( Kocher ) 2 buah
4. Knife handle ( Handvat Mes )No. 4 2 buah
5. Sharp forceps (Pincet Chirurgis) 2 buah
6. Mosquito clamps (Arteri Clamp Van Pean Lurus) 2 buah
7. Kelly clamps (Arteri Clamp VanPean Bengkok ) 2 buah
8. Scissors metz (gunting metzenbaum) 2 buah
9. dressecting scissor ( gunting preparasi) 1 buah
10. Ligature scissor (Gunting benang) 1 buah
11. sharp hook retractor (Hak tajam) 2 buah
12. Langenbek 2 buah
13. Self retractor (Spreder) 1 buah
14. Needle holder (Nald Voeder) 2 buah
15. Bone curretage (Curetage) 2 buah
16. Bone elevator (Elevator) 1 buah
17. Respatorium 1 buah
18. Bone rounger (Knabel) 1 buah

Hadi Siswanto, AMd. Kep.


Program Pelatihan Perawat Kamar Bedah Instrumen Bedah Orthopedi
Instalasi Bedah Pusat Rs. Dr. Soetomo Surabaya (Periode 22 juli s.d 21Oktober 2019)
131

Gambar 3.6.3 meja mayo dan meja instrumen


c. Bone Forcep Instrumen
1. Hohmann tajam 2 buah
2. Hohmann Tumpul 2 buah
3. Bone reduction 2 buah
4. Retractor automatis ( spreder ) 1 buah
5. Muller 1 buah
6. Vanberger 1 buah
d. Basic Large Fragment Instruments
1. Drill bit Ø 2,5 mm 1 buah
2. Drill sleeve Ø 2,5 mm 1 buah
3. Drill bit locking Ø 2,8 mm 1 buah
4. Drill sleeve locking Ø 2,8 mm 1 buah
5. Tapper dlameter Ø3,5 mm 1 buah
6. Tapper sleeveØ3,5mm 1 buah
7. Screw driver 1 buah
8. Depthgauge 1 buah
9. sharp hook 1 buah
10. inner sleve 1 buah
e. Instrumen tambahan
1. Power tools (boor) 1 set
2. Jacob chucks & chuck key 1 buah
3. Wire handle 1 buah
4. Saw kecil 1 buah
Hadi Siswanto, AMd. Kep.
Program Pelatihan Perawat Kamar Bedah Instrumen Bedah Orthopedi
Instalasi Bedah Pusat Rs. Dr. Soetomo Surabaya (Periode 22 juli s.d 21Oktober 2019)
132

5. Drill bilt 2,7 canulated 1 buah


6. Tapper 4.0 canulated 1 buah
7. Depthgauge canulated 1 buah
8. Screw driver canulated 1 buah
f. Implant
1. LCP Recond plate small lurus 7 hole dan 6 hole 1 buah
2. Screw locking Ø 3,5mm cortical
No 18 = 1 buah No 20 = 1 buah No 22 = 3
Screw canulatedØ 4,0 mm
No 36 = 1 buah No 40 = 2 buah No 55 = 1 half thread
3. Washer small = 2
4. K- wire Ø 1,2, 1,4, 1,6 mm = masing masing 3 buah
5. S- wire Ø 1,2 mm x 1m = 1
g. Set tenun 2 set, satu setnya terdiri dari =
1. Linen besar 4 buah
2. Linen kecil 13 buah
3. Gawn operasi 5 buah
4. Sarung meja mayo 2 buah
h. Alat tambahan
Cucing 4 buah
Bengkok 2 buah
Canul suction 1 buah
k- wire Ø 2.0mm 1 buah
Wire banding piler ( pemotong k-wire ) 1 buah
i. Alat penunjang
C-arm
Mesin tourniquet
j. Teknik instrumentasi
a. Perawat instrument melakukan cuci tangan secara fuerbringer
dengan larutan chlorhexidin gluconate 4% selama 3 – 5 menit
dan dikeringkan dengan waslap steril, kemudian masuk ruang

Hadi Siswanto, AMd. Kep.


Program Pelatihan Perawat Kamar Bedah Instrumen Bedah Orthopedi
Instalasi Bedah Pusat Rs. Dr. Soetomo Surabaya (Periode 22 juli s.d 21Oktober 2019)
133

operasi memakai gawn bedahdan sarung tangan steril dengan


teknik tertutup doble handscoen
b. Perawat instrument memberi dan memakaikan gawn operasi
dan doble handscoen kepada operator dan asisten yang sudah
cuci tangan
c. Perawat instrument memasang sarung meja mayo dan di
atasnya diberi underpad steril dan dilapisi 3 linen kecil
d. Perawat instrumen mengatur instrument dimeja mayo dan
meja instrument secara sistematis
e. Perawat instrument memberikan sponge holder forcep
(asepsis klem) dengan cucing berisi depress + betadin
secukupnya ( 100ml ) kepada operator untuk dilakukan
antisepsis mulai area yang bersih sampai area kotor dengan
batas atas lutut kanan sampai kaki kanan semua dan kaki
kanan di angkat asisten operator
f. Perawat instrument membantu operator dan asisten operator
untuk melakukan drapping :
1. Linen kecil di bawah tangan kiri pasien
2. Underped steril dilapisi linen kecil steril di bawah tangan
kiri pasien
3. 1 linen besar memanjangdiatas badan pasien
4. 1 linen besar lagi memanjang di atas badan pasien
5. 1 linen kecil bentuk segitiga menutupi bagian bahu kiri
atas dijepit dengan towel clamps
6. 1 linen besar melebar menutup bagian atas
7. Berikan 1 linen kecil lagi untuk bagian atas badan pasien
8. Berikan 2 towel clemps untuk menjepit bagian linen atas
dan bawah yang sudah disatukan di kanan kiri bahu kiri
dan 2 towel clamps utk bawah nya kanan kiri
9. Perawat instrumen menutup bagian atas C-arm dengan
linen steril

Hadi Siswanto, AMd. Kep.


Program Pelatihan Perawat Kamar Bedah Instrumen Bedah Orthopedi
Instalasi Bedah Pusat Rs. Dr. Soetomo Surabaya (Periode 22 juli s.d 21Oktober 2019)
134

10. Perawat instrumen menyiapkan canul, selang suction,


senaur + kabel diatermi, kabel boor dengan menjepit
towel clamps yang dikaitkan linen
11. Perawat instrumen mengecek suction dan pencil
coulter, mesin boor siap pakai atau belum

Gambar 3.6.4 posisi lateral Gambar3.6.5 drapping kasseboum


g. Time Out jam 11.30
Dibacakan residen sirkulasi atau perawat sirkulasi
membacakan nama pasien, no RM, diagnosa, tindakan yang
akan dilakukan, dokter operator siapa, dokter anastesi siapa,
asisten siapa, instrumen siapa, dan apabila semua sudah siap,
sebelum dilakukan operasi, berdo’a dahulu biar operasi
berjalan lancar dan sukses.
k. Tahapan operasi
a. Perawat instrumen memberikan spidol marker steril untuk
memberi tanda area incisi.
b. Perawat instrumen memberikan mes 1 (no. 20) dan 2 pincet
cirurrgis pada operator danasisten operator untuk insesi kulit,
handle mes 2 (mes no. 2) disiapkan setelah incisi kulit,perawat
instrumen memberikan mes no. 2 yang ditaruh di dalam
bengkok untuk insesi lemak sampai fasia dilakukan operator
dibantu asisten dengan wound hak tajam.
c. Rawat perdarahan dengan arteri klem van pean bengkok
menggunakan diatermi

Hadi Siswanto, AMd. Kep.


Program Pelatihan Perawat Kamar Bedah Instrumen Bedah Orthopedi
Instalasi Bedah Pusat Rs. Dr. Soetomo Surabaya (Periode 22 juli s.d 21Oktober 2019)
135

d. Perawat instrumen memberikan langen back untuk


memperlebar area operasi
e. Perawat instrumen memberikan gunting metzembum dan
pincetcerurgis untuk memisahkan otot sampai periostium
f. Perawat instrumen memberikan spreder kecil tumpul untuk
memperlebar area operasi
g. Perawat instrumen memberikan hohman tumpul setelah
terlihat tulang condiler humeri
h. Perawat instrumen memberikan rasparatorium untuk dan
memisahkan periostium
i. Operator memisahkan nerves ulnaris dan pasang tegel dengan
benang
j. Perawat instumen memberikan power tool (boor) dan saw
kecil untuk memotong olecranon (chevron osteotomy)
sehingga mempermudah menyambung condiler humeri
k. Perawat instrumen memberikan muller untuk mengaitkan
condiler humeri yang pecah, selanjutnya
l. Perawat instrumen memberikan power tool dan k-wire 1,2
sebanyak 2 buah untuk fixasi condiler, setelah itu power tool
dan drill bit canulated Ø 2,7mm
Lalu di ukur dan tapper canulated
m. Perawat instrumen screw canulated Ø 4,0mm No. 40=1, no 55
= 1 beserta screw driver canulated
n. Perawat instrumen memberikan LCP recon plate small 7 hole
dan 6 hole untuk di ukur dan banding di bentuk sehingga posisi
condiler dan humerus seperti anatomis dipasang di lateral dan
medial condiler humeri
o. Perawat instrumen memberikan power tool dan drill bit Ø 2,8
mm locking dan sleeve locking, selanjutnya
Perawat instrumen memberikan screw cortex locking Ø 3,5mm
no 18 = 1, no 20=1, no 22=1, no 36=1, 40=1 beserta srew driver
nya
Hadi Siswanto, AMd. Kep.
Program Pelatihan Perawat Kamar Bedah Instrumen Bedah Orthopedi
Instalasi Bedah Pusat Rs. Dr. Soetomo Surabaya (Periode 22 juli s.d 21Oktober 2019)
136

p. Selanjutnya melakukan TBW Olecranon dengan memberikan


power tool dan k-wire Ø 1,6mm 2 buah di pasang di condiler
dan dipotong pendek k-wire nya selanjutnya s-wire Ø 1,2 mm ±
30cm untuk di kaitkan dengan olicranon di kaitkan rapi
menggunakan wire holding forcep 2 buah dan s-wire dipotong
rapi
q. Setelah selesai terpasang semua Perawat instrumen
memberikan cairan NaCl 0,9% dengan spuit 50 cc bergantian
dengan spunt 20 cc untuk mencuci area operasisebanyak 1L
r. Perawat instrumen menghitung kembali kassa yang dipakai,
instrumen yang dipakai, jarum yang dipakai jika ada sebelum
penutupan facia, selanjutnya
Operator mengendorkan tourniquet
s. Perawat instrumen memberikan benang polyglicolide syntetic
absorbable (T-Vio no. 1) dengan Nidel holder dan pinset
cirurgis untuk operator dan memberikan gunting benang
kepada asisten dan memakai 1 benang (T-Vio No. 1) otot
hingga facia dengan benang polyglicolide syntetik absorbable
(T-Vio 1), Fat dengan polyglicolide syntetic absorbable (T-Vio
2/0) kulit dengan polyglecaproreMonofilamen Absorbable
(Monosyn 3/0)
t. Perawat instrumen memberikan kassa basah untuk
membersihkan luka operasi lalu dikeringkan dengan kasa
kering.
u. Perawat instrumen memberikan framycetin sulfat, opside post
op untuk menutup luka operasi
v. Perawat instrumen memberikan polybanddan elastis bandage
4 inci untuk membalut bahu sampai bawa siku kiri
w. Perawat memberikan armsling untuk fixasi tangan kiri
x. Operasi selesai jam 16.30 wib

Hadi Siswanto, AMd. Kep.


Program Pelatihan Perawat Kamar Bedah Instrumen Bedah Orthopedi
Instalasi Bedah Pusat Rs. Dr. Soetomo Surabaya (Periode 22 juli s.d 21Oktober 2019)
137

Perawat instrumen membersihkan kotoran/sisa darah yang


menempel di pasien sampai bersih dengan kasa basah larutan
Nacl 0,9% perawat melakukan sign out jam 17.05wib
3.6.6 PROSES PERAWATAN ALAT DAN STERILISASI
Perawat instrumen melakukan perawatan instrument yang telah
digunakan yaitu melakukan pre cleaning dibersihkan di bawah air mengalir
dilakukan cleaning dengan menggunakan cairan enzimatik 25 cc dalam 5 L
air direndam 5-10 menit dibersihkan dengan menggunakan sikat, lalu dibilas
dengan air mengalir lalu dikeringkan dengan handuk bersih lalu di packing
dan alat di set kembali selanjutnya di sterilkembali di CSSD

3.7 INSTRUMENTASI TEHNIK LAMINOPLASTY CERVICAL POSTERIOR


Nama Pasien : TN. SU
No. Rm : [Link]
Diagnosa : Cervical myelopaty L C 5-6-7
Tindakan : Laminoplasty cervical posterior

3.7.1 DEFINISI
Suatu cara melakukan instrumen untuk operasi membebaskan
penyempitan syaraf dan menghilangkan tekanan dari sumsum tulang
belakang dengan tindakan laminoplasty cervical
3.7.2 ANATOMI KASUS

Hadi Siswanto, AMd. Kep.


Program Pelatihan Perawat Kamar Bedah Instrumen Bedah Orthopedi
Instalasi Bedah Pusat Rs. Dr. Soetomo Surabaya (Periode 22 juli s.d 21Oktober 2019)
138

Gambar 3.7.1 study kasus cervical A/P dan Lateral

3.7.3 PATOFISIOLOGI

Myelopaty

Stenosis cervical

Penekanan sumsum tulang belakang dan leher

Kelemahan pada tangan, kaki, punggung dan gangguan keseimbangan


tubuh

Tindakan pembedahan

____________________________________________________________

pre operatif intra operatif pos operatif

kurangnya pengetahuan pemasangan luka insisi bekas luka incisi


plat diatermi

ansietas resiko cidera resiko incisi luas discontinuitas


combusio perdarahan dan dalam jaringan

nyeri
gg. keseimbangan gg. kelemahan
cairan otot infasi kuman

resiko infeksi

3.7.4 TUJUAN
1. Memperlancar jalannya operasi
2. Dapat mempertahankan kesterilan alat-alat instrumen
3. Dapat mengatur alat secara sistematis di meja mayo dan meja
instrumen

Hadi Siswanto, AMd. Kep.


Program Pelatihan Perawat Kamar Bedah Instrumen Bedah Orthopedi
Instalasi Bedah Pusat Rs. Dr. Soetomo Surabaya (Periode 22 juli s.d 21Oktober 2019)
139

4. Dapat mencegah tertinggalnya instrumen atau kasa dalam lapangan


operasi
3.7.5 Cara Kerja
1. Persiapan lingkungan
Mempersiapkan ruang operasi yaitu :
1. Ruang OK sudah siap
2. Ruang scrub airnya lancar
3. Dokter anastesi dan dokter bedah sudah siap
4. Aliran listrik di kamar operasi tidak trobel
5. Mesin diatermi siap pakai
6. Lampu operasi
7. Meja mayo
8. Meja linen dan instrumen
9. Standart infus
10. Tempat baca x-ray ( x-ray iluminator )
11. Tempat sampah medis, non medis, safety box utk benda tajam
12. Kelembapan, suhu, tekanan ruangan
13. C-arm
2. Persiapan Pasien
a. Hand over : melakukan timbang terima dengan perawat transfer
apakah sudah ada, informed to consent, informed consent
b. Verifikasi pra bedah :
a. Identifikasi pasien
b. Daftar tilik pra bedah
c. Lokasi operasi ( penandaan )
d. Assasemen pra bedah
e. Informed to consent
f. Informed concent
g. Puasa
h. Hasil laboratorium
i. Hasil rontgen
apabila semua sdh terisi maka baru bisa di lakukan sign in
Hadi Siswanto, AMd. Kep.
Program Pelatihan Perawat Kamar Bedah Instrumen Bedah Orthopedi
Instalasi Bedah Pusat Rs. Dr. Soetomo Surabaya (Periode 22 juli s.d 21Oktober 2019)
140

melakukan Sign In jam 09.50


Tim yang melakukan sign in di ruang premedikasi
Dr Bedah : dr. LUK Perawat Anastesi : DIM
Dr. Anastesi : Dr. ING Perawat Bedah : Zr. SAR
selanjutnya pasien masuk kamar operasi
c. dilakukan induksi dengan general anaestesi oleh team anaestesi
d. pasang cateter
e. positioning : memberikan posisi prone di meja opearasi
f. Persiapan area pembedahan : melakukan cuci area pembedahan
dengan chlorhexidene gluconat 4% lalu dibungkus dengan linen
kecil steril
3. Pesiapan alat dan bahan habis pakai
a. Bahan habis pakai
1. antiseptic (betadin 10%) 100 cc
2. Cairan NaCl 0,9%
3. Benang heacting
- Polyglycolid acid Sintesis Absorbable No. 1 (T-Vio No. 1)
2 buah
-Polyglycolid acid Sintesis Absorbable No. 2/0 (T-Vio No 2/0)
2 buah
-Polyglecaprore Monofilamen Absorbable (Monosyn 3/0)
1 buah
4. Selang Suction 1 buah
5. Spint 20 cc 1 buah
6. Spint 50 cc 1 buah
7. Senier Diatermi 1 buah
8. Plate Diatermi 1 buah
9. Opsite Post Operasi 1 buah
10. Sterile drape 1 buah
11. Spidol Marker, Penggaris Steril 1 buah
12. Tip Cleaner 1 buah
13. Connecting (Transofix) 1 buah
Hadi Siswanto, AMd. Kep.
Program Pelatihan Perawat Kamar Bedah Instrumen Bedah Orthopedi
Instalasi Bedah Pusat Rs. Dr. Soetomo Surabaya (Periode 22 juli s.d 21Oktober 2019)
141

14. Urobag 1 buah


15. Spint 10 cc 1 buah
16. Folly Cateter No. 16 1 buah
17. Jelly Ky 1 buah
18. Hand Schoen 10 buah
19. Framecetyn Sulfat 1 buah
20. Kasa Steril dan Depres secukupnya
21. Underped Steril 2 buah
22. Underped Non Steril 1 buah
23. Sikat cuci tangan 5 buah
24. Mes No. 20 2 buah
25. Polyband 6 inchi 1 buah

Gambar 3.7.2 bahan habis pakai

b. Persiapan Alat Dasar Orthopedi


1. Sponge holding forcep ( desinfeksi klem ) 1 buah
2. Towel clamps (Doek Klem) 10 buah
3. Hadmastatic clamps ( Kocher ) 2 buah
4. Knife handle ( Handvat Mes )No. 4 2 buah
5. Sharp forceps (Pincet Chirurgis) 2 buah
6. Mosquito clamps (Arteri Clamp Van Pean Lurus) 2 buah
7. Kelly clamps (Arteri Clamp VanPean Bengkok ) 2 buah
8. Scissors metz (gunting metzenbaum) 2 buah
Hadi Siswanto, AMd. Kep.
Program Pelatihan Perawat Kamar Bedah Instrumen Bedah Orthopedi
Instalasi Bedah Pusat Rs. Dr. Soetomo Surabaya (Periode 22 juli s.d 21Oktober 2019)
142

9. dressecting scissor ( gunting preparasi) 1 buah


10. Ligature scissor (Gunting benang) 1 buah
11. sharp hook retractor (Hak tajam) 2 buah
12. Langenbek 2 buah
13. Self retractor (Spreder) 1 buah
14. Needle holder (Nald Voeder) 2 buah
15. Bone curretage (Curetage) 2 buah
16. Bone elevator (Elevator) 1 buah
17. Respatorium 1 buah
18. Bone rounger (Knabel) 1 buah

Gambar 3.7.3 instrumen dasar orthopedi


c. Bone Spain Instrumen
1. Gelfi 2 buah
2. King kohen 2 buah
3. Cob 1 buah
4. Eoson 1 buah
5. Laminas spreder 2 buah
6. Carison no 2, / 3 mm 1/1 buah
7. Disronjer 1 buah
8. Drill diamond 1 buah
9. Drill rossent 1 buah
10. Owel 1 buah
11. Pemegang mini plate 1 buah
12. Finder 1 buah

Hadi Siswanto, AMd. Kep.


Program Pelatihan Perawat Kamar Bedah Instrumen Bedah Orthopedi
Instalasi Bedah Pusat Rs. Dr. Soetomo Surabaya (Periode 22 juli s.d 21Oktober 2019)
143

d. Basic Instruments tambahan


1. Screw driver 1 buah
2. Depthgauge 1 buah
3. sharp hook 1 buah
4. diatermi bipolar 1 buah

Gmbar 3.7.4 meja instrumen dan meja mayo laminectomy


e. Implant
1. Neulen plate 14 mm 3 buah
2. Neulen Screw Ø 2,5 x 8 4 buah
2,5 x 10 7 buah
f. Set tenun 2 set, satu setnya terdiri dari =
1. Linen besar 4 buah
2. Linen kecil 13 buah
3. Gawn operasi 5 buah
4. Sarung meja mayo 2 buah
g. Alat tambahan
Cucing 4 buah
Bengkok 2 buah
Canul suction 1 buah
h. Alat penunjang
C-arm
Mesin diatermi & bipolar
i. Teknik instrumentasi

Hadi Siswanto, AMd. Kep.


Program Pelatihan Perawat Kamar Bedah Instrumen Bedah Orthopedi
Instalasi Bedah Pusat Rs. Dr. Soetomo Surabaya (Periode 22 juli s.d 21Oktober 2019)
144

a. Perawat instrument melakukan cuci tangan secara


fuerbringer dengan larutan chlorhexidin gluconate 4% selama
3 – 5 menit dan dikeringkan dengan waslap steril, kemudian
masuk ruang operasi memakai gawn bedah dan sarung
tangan steril dengan teknik tertutup doble handscoen
b. Perawat instrument memberi dan memakaikan gawn operasi
dan doble handscoen kepada operator dan asisten yang sudah
cuci tangan
c. Perawat instrument memasang sarung meja mayo dan di
atasnya diberi underpad steril dan dilapisi 3 linen kecil
d. Perawat instrumen mengatur instrument dimeja mayo dan
meja instrument secara sistematis
e. Perawat instrument memberikan sponge holder forcep
(asepsis klem) dengan cucing berisi depress + betadin
secukupnya ( 100ml ) kepada operator untuk dilakukan
antisepsis mulai area yang bersih sampai area kotor dengan
batas atas lutut kanan sampai kaki kanan semua dan kaki
kanan di angkat asisten operator
f. Perawat instrument membantu operator dan asisten operator
untuk melakukan drapping :
1. Linen kecil di bawah kaki kanan pasien
2. Underped steril dilapisi linen kecil steril di bawah lutut kaki
kanan pasien
3. 1 linen besar memanjang dibawah kaki kanan dan di atas
kaki kiri
4. 1 linen besar lagi memanjang di bawah lutut kaki kanan dan
di atas kaki kiri
5. linen kecil bentuk segitiga menutupi bagian atas lutut dijepit
dengan towel clamps
6. 1 linen besar melebar menutup bagian atas
7. Berikan 1 linen kecil lagi untuk bagian atas badan pasien

Hadi Siswanto, AMd. Kep.


Program Pelatihan Perawat Kamar Bedah Instrumen Bedah Orthopedi
Instalasi Bedah Pusat Rs. Dr. Soetomo Surabaya (Periode 22 juli s.d 21Oktober 2019)
145

8. Berikan 2 towel clemps untuk menjepit bagian linen atas


dan bawah yang sudah disatukan di kanan kiri lutut kanan
9. Perawat instrumen menutup bagian atas C-arm dengan linen
steril
10. Perawat instrumen menyiapkan canul, selang suction,
senaur + kabel diatermi, kabel boor dengan menjepit towel
clamps yang dikaitkan linen
11. Perawat instrumen mengecek suction dan pencil coulter,
mesin boor siap pakai atau belum

Gambar 3.7.5 posisi prone laminectomy


g. Time Out jam 11.10
Dibacakan residen sirkulasi atau perawat sirkulasi
membacakan nama pasien, no RM, diagnosa, tindakan yang
akan dilakukan, dokter operator siapa, dokter anastesi siapa,
asisten siapa, instrumen siapa, dan apabila semua sudah siap,
sebelum dilakukan operasi, berdo’a dahulu biar operasi
berjalan lancar dan sukses.
j. Tahapan operasi
a. Perawat instrumen memberikan spidol marker steril untuk
memberi tanda area incisi.
b. Perawat instrumen memberi handle mes 1 (no. 20) pada
operator untuk insesi kulit,

Hadi Siswanto, AMd. Kep.


Program Pelatihan Perawat Kamar Bedah Instrumen Bedah Orthopedi
Instalasi Bedah Pusat Rs. Dr. Soetomo Surabaya (Periode 22 juli s.d 21Oktober 2019)
146

c. Perawat instrumen memberikan senier diatermi untuk


membuka fad, lemak sampai facia sampai terlihar tulang
cervical
d. Rawat perdarahan dengan arteri klem van pean bengkok
menggunakan diatermi
e. Perawat instrumen memberikan 2 gelfi untuk melebarkan
daerah operasi
f. Perawat instrumen memberikan senier diatermi untuk
memisahkan otot dengan tulang cervical sambil di suction
perdarahan nya oleh asisten operator, selanjut nya operator
melepas gelfi di ganti king kohen
g. Perawat instrumen memberikan kassa yg di gulung untuk
menekan perdarahan
h. Perawat instrumen memberikan cob untuk memisahkan otot
dan syaraf menempel di tulang cervical
i. Perawat instrumen memberikan knable untuk memotong
tulang cervical tempat c 5,6,7
j. Perawat instrumen memberikan boor rossent dan boor
diamond bergantian sambil ditetesi sedikit2 dengan NaCl
0,9% menggunakan spuit 20cc
k. Perawat instrumen memberikan carisson no 3, 5 bergantian
untuk mengambil tulang cervical yg rusak
l. Perawat instrument memberikan diatermi bipolar pada
operator untuk menghentikan perdaran yg dalam sambil di
suction oleh asisten
m. Perwawat intrumen memberkan neulen plate utuk
menentukan posisi
n. Perawat instrumen memberikan owel dan filler bergantian,
selanjutnya memberikan bone wek
o. Perawat instrumen memberikan neulen plate 3 buah untuk
stabilisasi C 5, 6, 7 di pasang satu2 selanjutnya memberikan

Hadi Siswanto, AMd. Kep.


Program Pelatihan Perawat Kamar Bedah Instrumen Bedah Orthopedi
Instalasi Bedah Pusat Rs. Dr. Soetomo Surabaya (Periode 22 juli s.d 21Oktober 2019)
147

owel dan depthgauge untuk menentukan scerw yang


dibutuhkan
p. Perawat instrumen memberikan screw Ø 2,5mm no 8 = 4, no
10 = 7 buahbeserta screw drever
q. Setelah Neulen plate terpasang semua Perawat instrumen
memberikan spuit 20cc dan NaCl 0,9% untuk membersihkan
area operasi
r. Perawat instrumen menghitung kembali kassa dan alat yang
dipakai sebelum menutup facia
s. Perawat instrumen memberikan benang polyglicolide
syntetic absorbable (T-Vio no. 1) dengan Nidel holder dan
pinset cirurgis untuk operator dan memberikan gunting
benang kepada asisten untuk heacting facia memakai 1
benang (T-Vio No. 1), Fat dengan polyglicolide syntetic
absorbable (T-Vio 2/0) kulit dengan polyglecaprore
Monofilamen Absorbable (Monosyn 3/0)
t. Perawat instrumen memberikan kassa basah untuk
membersihkan luka operasi lalu dikeringkan dengan kasa
kering.
u. Perawat instrumen memberikan framycetin sulfat, opside
post op untuk menutup luka operasi

Gambar 3.7.6 pemasangan neulen plate laminectomy


v. Operasi selesai jam 13.15 wiw

Hadi Siswanto, AMd. Kep.


Program Pelatihan Perawat Kamar Bedah Instrumen Bedah Orthopedi
Instalasi Bedah Pusat Rs. Dr. Soetomo Surabaya (Periode 22 juli s.d 21Oktober 2019)
148

Perawat instrumen membersihkan kotoran/sisa darah yang


menempel di pasien sampai bersih dengan kasa basah larutan
Nacl 0,9%, selanjutnya perawat melakukan sign out jam 14.00
wib

3.7.6 PROSES PERAWATAN ALAT DAN STERILISASI


Perawat instrumen melakukan perawatan instrument yang telah
digunakan yaitu melakukan pre cleaning dibersihkan di bawah air mengalir
dilakukan cleaning dengan menggunakan cairan enzimatik 25 cc dalam 5 L
air direndam 5-10 menit dibersihkan dengan menggunakan sikat, lalu dibilas
dengan air mengalir lalu dikeringkan dengan handuk bersih lalu di packing
dan alat di set kembali selanjutnya di steril kembali di CSSD

3.8 INSTRUMENTASI TEHNIK A2FN FEMUR DEXTRA


Nama Pasien : TN. MAD
No. Rm : [Link]
Diagnosa : Persi implant fraktur regio 1/3 proximal femur D
Tindakan : Remove all implant & A2FN Femur dextra
3.8.1 DEFINISI
Suatu cara melakukan instrumen untuk operasi mengembalikan patah
tulang femur seperti anatomis dengan tindakan remove all implant untuk
pemasangan nail di dalam medula tulang.
3.8.2 ANATOMI KASUS

Hadi Siswanto, AMd. Kep.


Program Pelatihan Perawat Kamar Bedah Instrumen Bedah Orthopedi
Instalasi Bedah Pusat Rs. Dr. Soetomo Surabaya (Periode 22 juli s.d 21Oktober 2019)
149

Gambar 3.8.1 study kasus & remove all implant A2FN Femur Dextra

3.8 3 Patofisiologi penyakit

Post op plating dan screw

Trauma (kelemahan tulang karena benturan benda keras)

Tidak dapat di redam oleh tulang, tendon dan otot

Patah tulang

Periosterm, cortex, pembuluh darah, sumsum tulang, jaringan lunak


terputus’

perdarahan jaringan sekitar fraktur

Haematon

Sebagian jaringan mati

Stimulasi respon radang

Tindakan pembedahan

______________________________________________________

pre operatif intra operatif post operatif

Hadi Siswanto, AMd. Kep.


Program Pelatihan Perawat Kamar Bedah Instrumen Bedah Orthopedi
Instalasi Bedah Pusat Rs. Dr. Soetomo Surabaya (Periode 22 juli s.d 21Oktober 2019)
150

kurangnya pengetahuan pemasangan luka insisi bekasluka incisi


plat diatermi

ansietas resiko cidera resiko incisiluas discontinuitas


combusio perdarahan dan dalam jaringan

nyeri
gg. keseimbangan gg. kelemahan
cairan otot

infasi kuman

resiko infeksi

3.8.4 TUJUAN
1. Memperlancar jalannya operasi
2. Dapat mempertahankan kesterilan alat-alat instrumen
3. Dapat mengatur alat secara sistematis di meja mayo dan meja
instrumen
4. Dapat mencegah tertinggalnya instrumen atau kasa dalam lapangan
operasi
3.8.5 CARA KERJA
1. Persiapan lingkungan
Mempersiapkan ruang operasi yaitu :
1. Ruang OK sudah siap
2. Ruang scrub airnya lancar
3. Dokter anastesi dan dokter bedah sudah siap
4. Aliran listrik di kamar operasi tidak trobel
5. Mesin diatermi siap pakai
6. Lampu operasi
7. Meja mayo
8. Meja linen dan instrumen
9. Standart infus
10. Tempat baca x-ray ( x-ray iluminator )
11. Tempat sampah medis, non medis, safety box utk benda tajam
Hadi Siswanto, AMd. Kep.
Program Pelatihan Perawat Kamar Bedah Instrumen Bedah Orthopedi
Instalasi Bedah Pusat Rs. Dr. Soetomo Surabaya (Periode 22 juli s.d 21Oktober 2019)
151

12. Kelembapan, suhu, tekanan ruangan


13. C-arm
2. Persiapan Pasien
a. Hand over : melakukan timbang terima dengan perawat transfer
apakah sudah ada, informed to consent, informed consent
b. Verifikasi pra bedah :
1. Identifikasi pasien
2. Daftar tilik pra bedah
3. Lokasi operasi ( penandaan )
4. Assasemen pra bedah
5. Informed to consent
6. Informed concent
7. Puasa
8. Hasil laboratorium
9. Hasil rontgen
apabila semua sdh terisi maka baru bisa di lakukan sign in
melakukan Sign In jam 07.15
Tim yang melakukan sign in di ruang premedikasi
Dr Bedah : dr. SEA Perawat Anastesi : DIM
Dr. Anastesi : Dr. FAD Perawat Bedah :Zr. SAR
selanjutnya pasien masuk kamar operasi
c. dilakukan induksi dengan general anaestesi oleh team anaestesi
d. pasang cateter
e. positioning : memberikan posisi supin di meja opearasi
f. Persiapan area pembedahan : melakukan cuci area pembedahan
dengan chlorhexidene gluconat 4% lalu dibungkus dengan linen
kecil steril
g. Memasang plat diatermi dan memasang safety pasien
a. Pesiapan alat dan bahan habis pakai
a. Bahan habis pakai
1. Poliband 6 inchi 2 buah
2. Elastic bandage 6 inchi 2 buah
Hadi Siswanto, AMd. Kep.
Program Pelatihan Perawat Kamar Bedah Instrumen Bedah Orthopedi
Instalasi Bedah Pusat Rs. Dr. Soetomo Surabaya (Periode 22 juli s.d 21Oktober 2019)
152

3. antiseptic (betadin 10%) 100 cc


4. Cairan NaCl 0,9 %
5. Benang heacting
- Polyglycolid acid Sintesis Absorbable No. 1 (T-Vio No. 1)
2 buah
-Polyglycolid acid Sintesis Absorbable No. 2/0 (T-Vio No 2/0)
2 buah
-Polyglecaprore Monofilamen Absorbable (Monosyn 3/0)
1 buah
6. Selang Suction 1 buah
7. Spint 20 cc 1 buah
8. Spint 50 cc 1 buah
9. Senier Diatermi 1 buah
10. Plate Diatermi 1 buah
11. Opsite Post Operasi 1 buah
12. Sterile drape 1 buah
13. Spidol Marker, Penggaris Steril 1 buah
14. Redon Drain No. 14 1 buah
15. Tip Cleaner 1 buah
16. Connecting (Transofix) 1 buah
17. Urobag 1 buah
18. Spint 10 cc 1 buah
19. Folly Cateter No. 16 1 buah
20. Jelly Ky 1 buah
21. Hand Schoen 10 buah
22. Framecetyn Sulfat 1 buah
23. Kasa Steril dan Depres secukupnya
24. Underped Steril 2 buah
25. Underped Non Steril 1 buah
26. Sikat cuci tangan 5 buah
27. Mes No. 20 2 buah

Hadi Siswanto, AMd. Kep.


Program Pelatihan Perawat Kamar Bedah Instrumen Bedah Orthopedi
Instalasi Bedah Pusat Rs. Dr. Soetomo Surabaya (Periode 22 juli s.d 21Oktober 2019)
153

Gambar 3.8.2 bahan habis pakai


b. Persiapan Alat Dasar Orthopedi
1. Sponge holding forcep ( desinfeksi klem ) 1 buah
2. Towel clamps (Doek Klem) 10 buah
3. Hadmastatic clamps ( Kocher ) 2 buah
4. Knife handle ( Handvat Mes )No. 4 2 buah
5. Sharp forceps (Pincet Chirurgis) 2 buah
6. Mosquito clamps (Arteri Clamp Van Pean Lurus) 2 buah
7. Kelly clamps (Arteri Clamp VanPean Bengkok ) 2 buah
8. Scissors metz (gunting metzenbaum) 2 buah
9. dressecting scissor ( gunting preparasi) 1 buah
10. Ligature scissor (Gunting benang) 1 buah
11. sharp hook retractor (Hak tajam) 2 buah
12. Langenbek 2 buah
13. Self retractor (Spreder) 1 buah
14. Needle holder (Nald Voeder) 2 buah
15. Bone curretage (Curetage) 2 buah
16. Bone elevator (Elevator) 1 buah
17. Respatorium 1 buah
18. Bone rounger (Knabel) 1 buah

Hadi Siswanto, AMd. Kep.


Program Pelatihan Perawat Kamar Bedah Instrumen Bedah Orthopedi
Instalasi Bedah Pusat Rs. Dr. Soetomo Surabaya (Periode 22 juli s.d 21Oktober 2019)
154

Gambar 3.8.3 Instrumen dasar dan bone forcep instrumen

Gambar 3.8.4 instrumen di Meja mayo


c. Bone Forcep Instrumen
1. Hohmann tajam 2 buah
2. Hohmann Tumpul 2 buah
3. Bone reduction 2 buah
4. Retractor automatis ( spreder ) 1 buah
5. Muller 1 buah
6. Vanberger 1 buah
d. Basic Large Fragment Instruments
1. Drill bit locking Ø 4,3 mm 1 buah
2. Drill sleeve locking Ø 4,3 mm 1 buah
3. Screw driver 1 buah
4. Depthgauge 1 buah
5. sharp hook 1 buah
e. Instrumen tambaha
Power tools (boor) 1 set
Hadi Siswanto, AMd. Kep.
Program Pelatihan Perawat Kamar Bedah Instrumen Bedah Orthopedi
Instalasi Bedah Pusat Rs. Dr. Soetomo Surabaya (Periode 22 juli s.d 21Oktober 2019)
155

Jacob chucks & chuck key 1 buah


Wire handle 1 buah
f. Nail instrumen ( A2FN )
1. Radio graphic ruler of expert femoral nail
2. Universal chuck, small with T- handle
3. Guide wire Ø 3,2mm, legtbl 400mm
4. Protection sleeve 17,0mm
5. Multihole drill sleeve
6. Opening drill bit Ø 14.0 mm, canulated, flexible, length
206mm
7. Awl Ø 16,5 / 3,2mm, canulated
8. Reduction instrumen for medulary nails
9. Rod pusher for reaming rod with hexagonal screw driver Ø
8,0mm
Insertion instrument
10. Insertion handle for experd A2FN
11. Connection screw, canulated for expert A2FN
12. Screw driver hexagonal with shirecal head Ø 8,0mm
13. Connector, lenght 14mm for insertion handle
14. Hammer guide/ sloted hammer
15. Pin wrench Ø 4,5mm length 120mm
16. Shaft hexagonal Ø 8,0 mm canulated
17. Aiming arm for expert A2FN
18. Drill bit Ø 4,3mm
19. Trocar Ø 4,3mm
20. Reamer Ø 4,5 / 6,5mm

Hadi Siswanto, AMd. Kep.


Program Pelatihan Perawat Kamar Bedah Instrumen Bedah Orthopedi
Instalasi Bedah Pusat Rs. Dr. Soetomo Surabaya (Periode 22 juli s.d 21Oktober 2019)
156

Gambar 3.8.5 Nail Instrumen


g. Implant
1. Nail Ø 10 right canulated P 36 cm ( 360mm )
2. Locking screw Ø 5,0mm No 30=1, 36=1, 42=1, 60=1
h. Set tenun 2 set, satu setnya terdiri dari =
1. Linen besar 4 buah
2. Linen kecil 13 buah
3. Gawn operasi 5 buah
4. Sarung meja mayo 2 buah
i. Alat tambahan
Cucing 4 buah
Bengkok 2 buah
Canul suction 1 buah
j. Alat penunjang
C-arm
Mesin tourniquet
k. Teknik instrumentasi
a. Perawat instrument melakukan cuci tangan secara
fuerbringer dengan larutan chlorhexidin gluconate 4% selama
3 – 5 menit dan dikeringkan dengan waslap steril, kemudian
masuk ruang operasi memakai gawn bedah dan sarung
tangan steril dengan teknik tertutup doble handscoen
b. Perawat instrument memberi dan memakaikan gawn operasi
dan doble handscoen kepada operator dan asisten yang sudah
cuci tangan

Hadi Siswanto, AMd. Kep.


Program Pelatihan Perawat Kamar Bedah Instrumen Bedah Orthopedi
Instalasi Bedah Pusat Rs. Dr. Soetomo Surabaya (Periode 22 juli s.d 21Oktober 2019)
157

c. Perawat instrument memasang sarung meja mayo dan di


atasnya diberi underpad steril dan dilapisi 3 linen kecil
d. Perawat instrumen mengatur instrument dimeja mayo dan
meja instrument secara sistematis
e. Perawat instrument memberikan sponge holder forcep
(asepsis klem) dengan cucing berisi depress + betadin
secukupnya ( 100ml ) kepada operator untuk dilakukan
antisepsis mulai area yang bersih sampai area kotor dengan
batas atas pangkal paha, perut sampai kaki kanan semua dan
kaki kanan di angkat asisten operator
f. Perawat instrument membantu operator dan asisten operator
untuk melakukan drapping :
1. Linen kecil di bawah kaki kanan pasien
2. Underped steril dilapisi linen kecil steril di bawah lutut kaki
kanan pasien
3. 1 linen besar memanjang dibawah kaki kanan dan di atas
kaki kiri
4. 1 linen besar lagi memanjang di bawah lutut kaki kanan dan
di atas kaki kiri
5. linen kecil bentuk segitiga menutupi bagian atas paha dijepit
dengan towel clamps
6. 1 linen besar melebar menutup bagian atas
7. Berikan 1 linen kecil lagi untuk bagian atas badan pasien
8. Berikan 2 towel clemps untuk menjepit bagian linen atas
dan bawah yang sudah disatukan di kanan kiri lutut kanan
9. Perawat instrumen memberikan linen kecil untuk
membungkus kaki kanan lalu di towel clamp dan kasi elastis
bandage 6 inchi, selanjutnya Perawat instrumen menutup
bagian atas C-arm dengan linen steril
10. Perawat instrumen menyiapkan canul, selang suction,
senaur + kabel diatermi, kabel boor dengan menjepit towel
clamps yang dikaitkan linen
Hadi Siswanto, AMd. Kep.
Program Pelatihan Perawat Kamar Bedah Instrumen Bedah Orthopedi
Instalasi Bedah Pusat Rs. Dr. Soetomo Surabaya (Periode 22 juli s.d 21Oktober 2019)
158

11. Perawat instrumen mengecek suction dan pencil coulter,


mesin boor siap pakai atau belum

Gambar 3.8.6 Drapping femur ( A2FN )


g. Time Out jam 08.45 wib
Dibacakan residen sirkulasi atau perawat sirkulasi
membacakan nama pasien, no RM, diagnosa, tindakan yang
akan dilakukan, dokter operator siapa, dokter anastesi siapa,
asisten siapa, instrumen siapa, dan apabila semua sudah siap,
sebelum dilakukan operasi, berdo’a dahulu biar operasi
berjalan lancar dan sukses.
l. Tahapan operasi
a. Perawat instrumen memberikan spidol marker steril untuk
memberi tanda area incisi.
b. Perawat instrumen memberi handle mes 1 (no. 20) dan 2
pincet cirurrgis pada operator dan asisten operator untuk
insesi kulit, handle mes 2 (mes no. 2) disiapkan setelah incisi
kulit, perawat instrumen memberikan mes no. 2 yang ditaruh
di dalam bengkok untuk insesi lemak sampai fasia dilakukan
operator dibantu asisten dengan wound hak tajam.
c. Rawat perdarahan dengan arteri klem van pean bengkok
menggunakan diatermi
d. Perawat instrumen memberikan langen back untuk
memperlebar area operasi

Hadi Siswanto, AMd. Kep.


Program Pelatihan Perawat Kamar Bedah Instrumen Bedah Orthopedi
Instalasi Bedah Pusat Rs. Dr. Soetomo Surabaya (Periode 22 juli s.d 21Oktober 2019)
159

e. Perawat instrumen memberikan gunting metzembum /


gunting preparasi dan pincet cerurgis untuk memisahkan otot
sampai periostium
f. Perawat instrumen memberikan spreder besar tumpul untuk
memperlebar area operasi
g. Perawat instrumen memberikan hohman tumpul setelah
terlihat tulang femur
h. Perawat instrumen memberikan rasparatorium untuk dan
memisahkan periostium
i. Perawat instrumen memberikan screw drever untuk
mengambil screw dan mengambil broad plate LCP yang patah
j. Perawat instrumen memberikan 2 reduction untuk memegang
fragmen proksimal dan distal kemudian di kunci di fraktur side
dengan tripod
k. Perawat instrumen memberikan mess no 1 (no. 20) dan
memberikan drill bit dengan k-wire untuk marker dari puncak
greater trocanter sambil di pantau c-arm menembus melewati
fractur side sampai distal femoral
l. Setelah di anggap sesuai trek yang di inginkan intrumen
memberikan awl kepada operator untuk masuk femur maximal
dilanjutkan dengan memasukkan gaet nail sampai menyebrang
fraktur side, di koreksi dg c-arm di rasa pas, instrumen
memberikan opening drill bit Ø 14.0mm canulated dan
protaction sleeve kepada operator melakukan drill maju
mundu
Reaming
m. Perawat instrumen memberikan guide pin reaming kepada
operator dan memberikan reaming rod mulai dengan ukuran
yang terkecil 5,0 sampai 11,0 kepada operator untuk
melakukan insert reaming road
Insert nail

Hadi Siswanto, AMd. Kep.


Program Pelatihan Perawat Kamar Bedah Instrumen Bedah Orthopedi
Instalasi Bedah Pusat Rs. Dr. Soetomo Surabaya (Periode 22 juli s.d 21Oktober 2019)
160

n. Perawat instrument memberikan menyambungkan antara nail


yang telah sesuai dengan pengukuran ( A2FN nail Ø 10 P =
360mm ) dengan incersi handle, connect screw kedalam
insertion handle fixasi dengan screw drever
o. Operator melakukan insersi nail, cek c-arm AP / L
p. Operator melepas guide pin for reaming
Perwawat intrumen memberkan hammer kepada opearator untuk
insersi nail dan cek batas proximal nail position
q. Perawat instrumen memasang insertion handle lalu memberi
threeport trocart combination ( protection sleeve, drill sleeve
and trocart ) operator memasang trocart
r. Perawat instrumen memberikan boor dengan drill sleeve 4,2
dan drill bit 4,2 mm sampai cortex lalu di cek c-arm
s. Perawat instrumen memberikan depthgauge, lalu screw drever
dan screw Ø 5.0mm no 30=1, no 36= 1, no 42=1, no 60-
=1sambil cek posisi dengan c-arm
t. Perawat instrumen melepas inserse handle, the aiming arm
dan the conecty screw, selanjut nya
Perawat instrumen memberikan screw drever dengan end cap f
/ expert A2FN dan operator memasang end cap
u. Perawat instrumen memberikan cairan NaCl 0,9% dengan
spuit 50 cc bergantian dengan spunt 20 cc untuk mencuci area
operasi sebanyak 1L
v. Perawat instrumen memberikan drain no 14 untuk di pasang
operator, dan
Perawat instrumen menghitung kembali kassa yang dipakai,
instrumen yang dipakai, jarum yang dipakai jika ada sebelum
penutupan facia
w. Perawat instrumen memberikan benang polyglicolide syntetic
absorbable (T-Vio no. 1) dengan Nidel holder dan pinset
cirurgis untuk operator dan memberikan gunting benang
kepada asisten dan memakai 1 benang (T-Vio No. 1) otot
Hadi Siswanto, AMd. Kep.
Program Pelatihan Perawat Kamar Bedah Instrumen Bedah Orthopedi
Instalasi Bedah Pusat Rs. Dr. Soetomo Surabaya (Periode 22 juli s.d 21Oktober 2019)
161

hingga facia dengan benang polyglicolide syntetik absorbable


(T-Vio 1), Fat dengan polyglicolide syntetic absorbable (T-Vio
2/0) kulit dengan polyglecaprore Monofilamen Absorbable
(Monosyn 3/0)
x. Perawat instrumen memberikan kassa basah untuk
membersihkan luka operasi lalu dikeringkan dengan kasa
kering.
y. Perawat instrumen memberikan framycetin sulfat, opside post
op untuk menutup luka operasi
z. Operator membuka elatis bandage di kaki kanan

Gambar 3.8.7 pemasangan nail femur dextra

Operasi selesai jam 13.00 wib


Perawat instrumen membersihkan kotoran/sisa darah yang
menempel di pasien sampai bersih dengan kasa basah larutan
Nacl 0,9%, selanjutnya, perawat melakukan sign out jam 13.15
3.8.6 PROSES PERAWATAN ALAT DAN STERILISASI
Perawat instrumen melakukan perawatan instrument yang telah
digunakan yaitu melakukan pre cleaning dibersihkan di bawah air mengalir
dilakukan cleaning dengan menggunakan cairan enzimatik 25 cc dalam 5 L
air direndam 5-10 menit dibersihkan dengan menggunakan sikat, lalu dibilas
dengan air mengalir lalu dikeringkan dengan handuk bersih lalu di packing
dan alat di set kembali selanjutnya di steril kembali di CSSD

Hadi Siswanto, AMd. Kep.


Program Pelatihan Perawat Kamar Bedah Instrumen Bedah Orthopedi
Instalasi Bedah Pusat Rs. Dr. Soetomo Surabaya (Periode 22 juli s.d 21Oktober 2019)
162

Hadi Siswanto, AMd. Kep.


Program Pelatihan Perawat Kamar Bedah Instrumen Bedah Orthopedi
Instalasi Bedah Pusat Rs. Dr. Soetomo Surabaya (Periode 22 juli s.d 21Oktober 2019)

Anda mungkin juga menyukai