0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
44 tayangan2 halaman

Disiplin Positif dalam Pembelajaran Dito

Kelompok 2 terdiri dari 5 anggota dengan nama dan NIM masing-masing. Mereka membahas topik tentang pemahaman terhadap peserta didik dan pembelajarannya berdasarkan kasus Dito, siswa SMP yang terlambat ke sekolah karena belajar terlalu malam untuk mengejar ketertinggalan nilai IPA. Mereka menjelaskan pendapat tentang permintaan orang tua Dito, cara berkomunikasi dengan orang tua sebagai guru, dan sikap

Diunggah oleh

ade bambang
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
44 tayangan2 halaman

Disiplin Positif dalam Pembelajaran Dito

Kelompok 2 terdiri dari 5 anggota dengan nama dan NIM masing-masing. Mereka membahas topik tentang pemahaman terhadap peserta didik dan pembelajarannya berdasarkan kasus Dito, siswa SMP yang terlambat ke sekolah karena belajar terlalu malam untuk mengejar ketertinggalan nilai IPA. Mereka menjelaskan pendapat tentang permintaan orang tua Dito, cara berkomunikasi dengan orang tua sebagai guru, dan sikap

Diunggah oleh

ade bambang
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Kelompok 2

Nama Anggota:

1. Ade Bambang Susila Werdoyo (23100660021)


2. Eci Safitri (23100660030)
3. Nadhifah Nur Etsa (23100660037)
4. Nurul Ripna Astuti (23100660047)
5. Sinta Agustina Wismardhani (23100660014)

TOPIK 4 RUANG KOLABORASI

PEMAHAMAN TENTANG PESERTA DIDIK DAN PEMBELAJARANNYA

Tugas 4.1 Memberikan Tanggapan terhadap Kasus di Ruang Kelas

Kasus 2

Dito adalah peserta didik yang duduk di bangku kelas VIII SMP. Dito tercatat sudah lebih dari 3
kali terlambat datang ke sekolah karena belajar terlalu malam untuk mengejar ketertinggalan nilai
IPA. Orang tua Dito meminta untuk belajar keras agar nilainya terus meningkat. Namun ternyata
hal tersebut mengakibatkan kedisiplinan Dito menurun.

Berdasarkan studi kasus di atas, jawablah pertanyaan di bawah ini, kaitkan dengan disiplin positif,
peranan keluarga, sekolah, dan masyarakat untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan
nyaman bagi peserta didik.

1. Tuliskan pendapat Anda tentang orang tua Dito yang meminta agar Dito belajar keras
untuk mengejar ketertinggalan nilai IPA.

Jawab:

Pendapat saya terkait permintaan orang tua Dito agar Dito belajar keras untuk mengejar
ketertinggalan nilai IPA adalah bahwa keinginan orang tua tersebut mungkin muncul dari motivasi
positif untuk melihat perkembangan akademis anak mereka. Namun, perlu diingat bahwa
pendekatan "belajar keras" perlu disertai dengan pemahaman akan keseimbangan antara prestasi
akademis dan kesejahteraan umum peserta didik. Pemahaman orang tua terhadap kebutuhan
keseimbangan antara belajar dan kedisiplinan diri perlu dijelaskan secara lebih komprehensif.
Komunikasi yang terbuka antara orang tua, guru, dan Dito dapat membantu mengidentifikasi
strategi belajar yang efektif tanpa mengorbankan kesejahteraan mental dan fisiknya. Oleh karena
itu, peran keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam memberikan dukungan dan membentuk
disiplin positif penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi peserta
didik seperti Dito.
2. Jika Anda menjadi guru Dito di sekolah, bagaimana Anda mengkomunikasikan
pendapat Anda kepada orang tua Dito? Hal apa yang akan Anda tekankan ketika
berkomunikasi dengan orang tua Dito? Jelaskan.

Jawab:

Sebagai guru Dito, dalam berkomunikasi dengan orang tua, saya akan menyampaikan keprihatinan
terkait kesejahteraan dan disiplin Dito dalam menghadapi tantangan akademisnya. Saya akan
menekankan pentingnya menciptakan keseimbangan antara usaha akademis yang positif dan
kebutuhan istirahat serta kedisiplinan diri. Seraya menghargai dorongan orang tua untuk
meningkatkan nilai IPA, saya akan menekankan perlunya pendekatan yang berimbang dalam
belajar. Saya akan berfokus pada strategi belajar yang efektif dan memberikan dukungan tambahan
di sekolah untuk membantu Dito mengejar ketertinggalan tanpa mengorbankan aspek kesehatan
dan kedisiplinannya. Komunikasi yang terbuka dan kolaboratif dengan orang tua dapat membantu
menciptakan pemahaman bersama tentang peran sekolah dan keluarga dalam mendukung
perkembangan holistik Dito, sehingga menciptakan lingkungan belajar yang aman, seimbang, dan
mendukung bagi peserta didik.

3. Menurut pendapat Anda, bagaimana sebaiknya sikap orang tua Dito ketika nilai IPA
Dito tertinggal dari teman-temannya? Jelaskan.

Jawab:

Dalam menghadapi situasi ketertinggalan nilai IPA Dito, sikap orang tua Dito sebaiknya lebih
bersifat mendukung dan membimbing daripada memberikan tekanan untuk "belajar keras" yang
dapat mengorbankan keseimbangan hidup anak. Orang tua dapat mengkomunikasikan keinginan
mereka untuk melihat perkembangan akademis yang baik, tetapi juga perlu memahami tekanan
yang mungkin dialami Dito. Sebagai alternatif, mereka dapat bersama-sama merencanakan strategi
belajar yang efektif tanpa mengabaikan aspek kesehatan dan kedisiplinan. Dengan membangun
komunikasi terbuka, orang tua dapat memberikan dukungan moral, membantu menemukan solusi
bersama, dan menekankan pentingnya keseimbangan antara usaha akademis dan kebutuhan
pribadi Dito. Dengan demikian, sikap orang tua yang positif dan mendukung akan membantu
menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan berfokus pada perkembangan peserta
didik.

Anda mungkin juga menyukai