0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
53 tayangan126 halaman

Pengaruh Preferensi Wisatawan di Puncak Mas

Diunggah oleh

agunsaputra354
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
53 tayangan126 halaman

Pengaruh Preferensi Wisatawan di Puncak Mas

Diunggah oleh

agunsaputra354
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

PENGARUH PREFERENSI WISATAWAN TERHADAP

KEPUTUSAN BERKUNJUNG KE OBJEK WISATA DI


SUKADANAHAM PADA MASA PANDEMI
COVID – 19 DALAM PERSPEKTIF
BISNIS SYARIAH
(Studi pada wisatawan yang berkunjung ke Puncak Mas)

SKRIPSI
Diajukan Untuk Melengkapi Tugas-tugas dan Memenuhi Syarat-
syarat Guna Mendapatkan Gelar Sarjana S1 dalam Ilmu
Ekonomi (S.E)

Oleh :
ANNISA EGALEONITA KELANA
NPM 1751040021

Program Studi : Manajemen Bisnis Syariah

Pembimbing I : Dr. Hanif, S.E., M.M


Pembimbing II : Adib Fachri, [Link].

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM


UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
RADEN INTAN LAMPUNG
1443 H/2022 M
PENGARUH PREFERENSI WISATAWAN TERHADAP
KEPUTUSAN BERKUNJUNG KE OBJEK WISATA DI
SUKADANAHAM PADA MASA PANDEMI
COVID – 19 DALAM PERSPEKTIF
BISNIS SYARIAH

(Studi pada wisatawan yang berkunjung ke Puncak Mas)

SKRIPSI

Diajukan Untuk Melengkapi Tugas-tugas dan Memenuhi


Syarat-syarat Guna Mendapatkan Gelar Sarjana S1
dalam Ilmu Ekonomi (S.E)

Oleh :

ANNISA EGALEONITA KELANA


NPM 1751040021

Program Studi : Manajemen Bisnis Syariah

Pembimbing I : Dr. Hanif, S.E., M.M


Pembimbing II : Adib Fachri, [Link].

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM


UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
RADEN INTAN LAMPUNG
1443 H/2022 M
ABSTRAK

Sejak awal tahun 2020 Indonesia digemparkan oleh wabah


virus corona atau Covid – 19. Dampak dari wabah ini tidak
diragunakan lagi akan sangat terasa diseluruh rantai nilai pariwisata di
Indonesia tidak terkecuali sektor pariwisata di Sukadanaham.
Kegiatan pariwisata di Sukadanaham pada masa pandemi ini harus
mampu beradaptasi terhadap semua tuntutan perubahan dengan selalu
mendengar suara dari berbagai pihak yang berkepentingan khususnya
wisatawan yang memiliki preferensi yang berbeda dalam memilih
objek – objek wisata yang akan dikunjungi. Standar pengelolaan
wisata dalam masa pandemi Covid – 19 adalah hal yang menjadi
sorotan penting dalam preferensi wisatawan yang akan
memepengaruhi keputusan berkunjung. Wisatawan menentukan
keputusan berkunjung berdasarkan kebutuhan dan keinginan dari
masing-masing wisatawan yang mempertimbangkan preferensi hasil
dari informasi dan pengalaman wisatawan. Adapun objek penelitian
ini adalah wisatawan yang berkunjung objek wisata Puncak Mas.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh preferensi
wisatawan terhadap keputusan berkunjung serta pandangannya dalam
bisnis syariah.
Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan
sifat penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Pengumpulan data
menggunakan metode kuesioner yang telah diuji validitas dan
reliabilitasnya. Populasi dalam penelitian ini adalah wisatawan yang
mengunjungi objek wisata Puncak Mas. Sampel yang dilakukan
menggunakan teknik accidental sampling dengan sampel 100
responden. Uji prasyarat analisis menggunakan uji normalitas dan uji
autokorelasi. Uji hipotesis menggunakan uji analisis linear sederhana
dan uji T. Data yang diperoleh kemudian diolah menggunakan IBM
SPSS versi 25.
Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa berdasarkan hasil
uji T dapat diketahui nilai signifikan X preferensi wisatawan terhadap
Y keputusan berkunjung sebesar 0,000 < 0,005 atau nilai t-hitung
sebesar 9,546 lebih besar dari t-tabel sebesar 1,984. Hasil analisis
tersebut menunjukan bahwa H1 dapat diterima sehingga variabel
preferensi wisatawan (X) memiliki pengaruh positif dan signifikan
terhadap variabel keputusan berkunjung (Y) pada masa pandemi
Covid – 19. Hal ini mengindikasikan bahwa preferensi wisatawan
memiliki pengaruh yang positif dalam menentukan prioritas untuk
i
memberikan keputusan berkunjung ke objek wisata Puncak Mas pada
masa pandemi Covid – 19. Berdasarkan tinjauan perspektif bisnis
syariah dalam suatu objek wisata harus bisa mengikuti aturan – aturan
dan ajaran islam agar semuanya dapat berjalan dengan baik. Objek
wisata Puncak Mas memberikan fasilitas, kenyamanan dan pelayanan
sesuai dengan syariat Islam, yang artinya bahwa objek wisata Puncak
Mas termasuk dalam kategori wisata halal.

Kata Kunci: Preferensi, Keputusan Berkunjung, Covid - 19

ii
ABSTRACT

Since the beginning of 2020, Indonesia has been shaken by


the corona virus outbreak or Covid-19. The impact of the Covid-19
outbreak will no longer be used and will be felt throughout the tourism
value chain in Indonesia, including the tourism sector in
Sukadanaham. Tourism activities in Sukadanaham during this
pandemic must be able to adapt to all the demands of change by
always hearing the voices of various interested parties, especially
tourists who have different preferences in choosing tourist objects to
be visited. The standard of tourism management during the Covid-19
pandemic is an important spotlight in tourist preferences which will
influence the decision to visit. Tourists determine visiting decisions
based on the needs and desires of each tourist who considers
preferences resulting from tourist information and experiences. The
object of this research is tourists who visit Puncak Mas tourist
attraction. This study aims to determine the effect of tourist
preferences on visiting decisions and their views on sharia business.
This type of research is a quantitative research with the
nature of this research is quantitative descriptive. Collecting data
using a questionnaire method that has been tested for validity and
reliability. The population in this study are tourists who visit Puncak
Mas tourist attraction. The sample used was accidental sampling
technique with a sample of 100 respondents. The analysis prerequisite
test used normality test and autocorrelation test. Hypothesis testing
using simple linear analysis test and T test. The data obtained were
then processed using IBM SPSS version 25.
The results of this study indicate that based on the results of
the T test, it can be seen that the significant value of X tourist
preferences towards Y decision to visit is 0.000 <0.005 or the t-count
value of 9.546 is greater than the t-table of 1.984. The results of the
analysis show that H1 is acceptable so that the tourist preference
variable (X) has a positive and significant influence on the visiting
decision variable (Y) during the Covid-19 pandemic. This indicates
that tourist preferences have a positive influence in determining
priorities for making decisions. visiting the Puncak Mas tourist
attraction during the Covid-19 pandemic. Based on a review of the
sharia business perspective in a tourist attraction, it must be able to
follow the rules and teachings of Islam so that everything can run
well. The Puncak Mas tourist attraction provides facilities, comfort
iii
and services in accordance with Islamic law, which means that the
Puncak Mas tourist attraction is included in the halal tourism category.

Keywords: Preference, Visiting Decision, Covid - 19

iv
KEMENTRIAN AGAMA
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
RADEN INTAN LAMPUNG
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM
Jl. Let. Kol H. Endro Suratmin Sukarame Bandar Lampung Telp. (0721) 703260

SURAT PERNYATAAN

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Saya yang bertanda tangan di bawah ini :

Nama : Annisa Egaleonita Kelana

NPM : 1751040021

Jurusan/Prodi : Manajemen Bisnis Syariah

Fakultas : Ekonomi dan Bisnis Islam

Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi yang berjudul


“Pengaruh Preferensi Wisatawan Terhadap Keputusan Berkunjung ke
Objek Wisata di Sukadanaham Pada Masa Pandemi Covid – 19 Dalam
Perspektif Bisnis Syariah (Studi Pada Wisatawan Yang Berkunjung
Ke Puncak Mas)” adalah hasil karya pribadi yang tidak mengandung
plagiarism dan tidak berisi materi yang dipublikasikan atau di tulis
orang lain, kecuali bagian – bagian tertentu yang penulis ambil
sebagai acuan dengan tata cara yang dibenarkan secara ilmiah.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Bandar Lampung, 17 Desember 2021


Penulis

Annisa Egaleonita Kelana


NPM.1751040021
MOTTO

َ‫َاَفلَمِ يَسِيِ ُروِا فِى الَْارِضِ فَتَ ُكىِنَ َلهُمِ ُقلُىِبٌ يَّعِ ِقُلىِن‬
ِ‫ِبهَآ َاوِ اٰذَانٌ يَّسِمَ ُعىِنَ ِبهَآ فَاَِّوهَا لَا تَعِمَى الْاَبِصَارُ وَلٰ ِكه‬
ِ‫تَعِمَى الْ ُقُلىِبُ الَّتِيِ فِى الصُّ ُدوِر‬
“Maka tidak pernahkah mereka berjalan di bumi, sehingga
hati (akal) mereka dapat memahami, telinga mereka dapat
mendengar? Sebenarnya bukan mata itu yang buta, tetapi yang buta
ialah hati yang di dalam dada.”
(Q.S Al – Hajj : 46)

vii
PERSEMBAHAN

Sebuah karya sederhana yang dapat saya persembahkan untuk


orang – orang yang saya sayangi dan hormati. Dan sebagai bukti
hormat dan kasih sayang kepada mereka, saya persembahkan karya
tulis ini kepada:

1. Kedua orang tua saya, Ayah Eddy Haryanto dan Ibu


Lela Wati yang senantiasa mendoakan dalam setiap
perjalananku, mendidik dengan sepenuh hati,
mendukung semua kegiatan dan keputusanku,
memberikan dukungan moral serta material,
terimakasih atas semua pengorbanan yang telah Ayah
dan Ibu berikan, semoga Allah SWT senantiasa
memberikan perlindungan keberkahan di dunia
maupun di akhirat
2. Abang dan Kakak saya Rangga Wijaya Kelana dan
Oka Arief Basuki Kelana yang telah memberikan
semangat dan doa untuk menyelesaikan tugas akhir
ini serta menjadi motivasi terbesar saya untuk sukses
3. Almamater tercinta tempat saya menuntut ilmu UIN
Raden Intan Lampung yang selama ini telah mendidik
baik dari segi ilmu pengetahuan dan agama.

viii
RIWAYAT HIDUP

Annisa Egaleonita Kelana adalah nama penulis skripsi ini.


Lahir pada tanggal 15 Agustus 1999 di Kota Bandar Lampung.
Penulis merupakan putri ketiga dari pasangan Eddy Haryanto dan Lela
Wati. Penulis merupakan anak ketiga dari tiga bersaudara.

Riwayat pendidikan yang telah diselesaikan oleh penulis


adalah TK Kartini selesai pada tahun 2005. Kemudian melanjutkan
pendidikan ke SDN 2 Beringin Raya yang diselesaikan pada tahun
2011. Kemudian melanjutkan pedidikan ke SMPN 14 Bandar
Lampung yang diselesaikan pada tahun 2014. Selanjutnya
melanjutkan pendidikan ke SMAN 7 Bandar Lampung yang
diselesaikan pada tahun 2017. Pada tahun yang sama melanjutkan
pendidikan ke jenjang Perguruan Tinggi di Universitas Islam Negeri
Raden Intan Lampung dengan mengambil Program Studi Manajemen
Bisnis Syariah pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam.

Dengan ketekunan, motivasi tinggi untuk terus belajar dan


berusaha penulis telah berhasil menyelesaikan pengerjaan tugas akhir
skripsi ini. Semoga dengan penulisan tugas akhir ini mampu
memberikan kontribusi positif bagi dunia pendidikan.

Akhir kata penulis mengucapkan rasa syukur yang sebesar –


besarnya atas terselesaikan skripsi yang berjudul “Pengaruh
Preferensi Wisatawan Terhadap Keputusan Berkunjung ke
Objek Wisata di Sukadanaham Pada Masa Pandemi Covid – 19
Dalam Perspektif Bisnis Syariah (Studi Pada Wisatawan Yang
Berkunjung Ke Puncak Mas)”

Bandar Lampung, 17 Desember 2021


Penulis

Annisa Egaleonita Kelana


NPM. 1751040021
ix
KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi


Maha Penyayang, puji syukur kepada Allah SWT yang telah
memberikan rahmat dan hidayahnya sehingga penulis mampu
menyelesaikan penyusunan skripsi ini yang berjudul “Pengaruh
Preferensi Wisatawan Terhadap Keputusan Berkunjung ke Objek
Wisata di Sukadanaham Pada Masa Pandemi Covid – 19 Dalam
Perspektif Bisnis Syariah (Studi Pada Wisatawan Yang Berkunjung
Ke Puncak Mas)”. Skripsi ini dibuat untuk memenuhi dan melengkapi
salah satu persyaratan untuk menyelesaikan program pendidikan
Strata Satu (S-1) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas
Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung dalam program studi
Manajemen Bisnis Syariah. Dalam upaya penyelesaian skripsi ini,
penulis banyak mendapat bantuan dari berbagai pihak, serta tidak
mengurangi rasa terimakasih atas bantuan semua pihak, hanya secara
khusus penulis mengucapkan banyak terimakasih yang sebesar –
besarnya kepada yang terhormat:
1. Bapak Prof. Dr. H. Moh. Mukri, [Link]., selaku Rektor
Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung yang selalu
memotivasi mahasiswa untuk menjadi pribadi yang
berkualitas dan menjunjung tinggi nilai islami.
2. Bapak Prof. Dr. Ruslan Abdul Ghofur, M.S.I., selaku Dekan
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri
Raden Intan Lampung yang senantiasa tanggap terhadap
masalah – masalah akademik mahasiswa.
3. Bapak A. Zuliyansyah, M.M., selaku Ketua Jurusan prodi
Manajemen Bisnis Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Islam Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung yang
membimbing kami selama masa studi S1 di jurusan
Manajemen Bisnis Syariah dengan baik dan lancar.
4. Bapak Dr. Hanif, S.E., M.M., selaku Dosen Pembimbing I
yang telah banyak meluangkan waktu dan dengan sabar
memberi arahan dalam membimbing serta memberikan
motivasi kepada penulis.

x
5. Bapak Adib Fachri, [Link]., selaku Dosen Pembimbing II
yang telah banyak meluangkan waktu dan dengan sabar
memberi arahan dalam membimbing serta memberikan
motivasi kepada penulis.
6. Bapak dan Ibu dosen, para staf karyawan Fakultas Ekonomi
dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri Raden Intan
Lampung yang dengan penuh pengabdian telah memberikan
ilmu pengetahuan pada penulis selama di bangku kuliah.
7. Bapak H. Thomas Aziz Riska, S.H., S.T. selaku owner objek
wisata Puncak Mas yang telah memberikan izin untuk
melakukan penelitian ini dan telah banyak membantu peneliti
untuk penelitian ini.
8. Kedua orang tuaku Ayah Eddy Haryanto dan Ibu Lela Wati,
terimakasih atas doa dan pengorbanan yang tiada habisnya,
serta kasih sayang yang selalu menjadi penyemangat setiap
hari.
9. Abang dan kakakku Rangga Wijaya Kelana dan Oka Arief
Basuki Kelana serta keluarga yang senantiasa mendoakan dan
memberikan dukungan setiap saat.
10. Terimakasih juga untuk orang spesial Moh Agung Sudini dan
Naura Fadillah Azzahra yang senantiasa selalu memberikan
semangat dan doa yang terbaik untuk penulis serta
memberikan dukungan yang tiada henti.
11. Terimakasih kepada teman – teman seperjuangan
kesayanganku, “Aprilia Ratna Ningsih, Astin Meryanti,
Alimaturrosidah, Agnes Seftia Auliya, Dela Oktaviani, Della
Irachmi Santi, Ainun Jamilah” dan teman – teman angkatan
2017 khususnya MBS kelas A yang tidak bisa penulis
sebutkan satu persatu, terimakasih kalian telah memotivasi
penulis dalam segala hal baik dalam perkuliahan maupun
diluar perkuliahan. Dengan perjuangan dan kebersamaan kita
pasti bisa semoga kekeluargaan dan pertemanan kita tetap
terjaga.
12. Untuk seluruh teman, sahabat serta keluarga yang namanya
tidak dapat penulis sebutkan satu persatu. Terimakasih atas
doa, kasih sayang, motivasi, dan semangat yang kalian

xi
berikan banyak memberikan pelajaran hidup dan tidak dapat
penulis lupakan. Semoga kita semua senantiasa terikat dalam
ukhuwah islamiyah.
13. Last but not least, I wanna thank me, I wanna thank me for
believing in me, I wanna thank me for doing all this hard
work, I wanna thank me for having no days off, I wanna thank
me for never quitting, for just being me at all times.
Penulis menyadari bahwa hasil karya penelitian ini jauh dari
kata sempurna. Akhir kata jika penulis ada kesalahan dan kelalaian
dalam penulisan skripsi ini, penulis mohon maaf dan kepada Allah
SWT mohon ampun dari perlindungan-Nya. Semoga karya penulis
dapat bermanfaat bagi kita semua.

Bandar Lampung, 17 Desember 2021


Penulis

Annisa Egaleonita Kelana


NPM. 1751040021

xii
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ................................................................. i


ABSTRAK ................................................................................. ii
SURAT PERNYATAAN .......................................................... iv
PERSETUJUAN PEMBIMBING ............................................ v
PENGESAHAN ......................................................................... vi
MOTTO ..................................................................................... vii
PERSEMBAHAN ...................................................................... viii
RIWAYAT HIDUP ................................................................... ix
KATA PENGANTAR ............................................................... x
DAFTAR ISI .............................................................................. xii
DAFTAR TABEL...................................................................... xiv
DAFTAR GAMBAR ................................................................. xv
DAFTAR LAMPIRAN ............................................................. xvi

BAB I PENDAHULUAN

A. Penegasan Judul ............................................................. 1


B. Latar Belakang Masalah ................................................. 3
C. Identifikasi dan Batasan Masalah ................................... 10
D. Rumusan Masalah .......................................................... 11
E. Tujuan Penelitian ............................................................ 11
F. Manfaat Penelitian .......................................................... 11
G. Kajian Penelitian Terdahulu yang Relevan ..................... 12
H. Sistematika Penulisan ..................................................... 23

BAB II LANDASAN TEORI DAN PENGAJUAN HIPOTESIS

A. Teori Yang Digunakan ................................................... 25


1. Pariwisata ................................................................ 25
2. Wisatawan ............................................................... 26
3. Preferensi ................................................................ 27
4. Keputusan Berkunjung ............................................ 32
5. Preferensi Dalam Bisnis Syariah ............................. 36

xiii
6. Pandemi Covid – 19 ................................................ 41
7. Bisnis Syariah ......................................................... 43
8. Pariwisata Dalam Bisnis Syariah ............................ 47
B. Pengajuan Hipotesis ....................................................... 51

BAB III METODE PENELITIAN

A. Waktu dan Tempat Penelitian ......................................... 52


B. Pendekatan dan Jenis Penelitian ..................................... 52
C. Populasi dan Sampel....................................................... 52
D. Definisi Operasional Variabel ........................................ 54
E. Instrumen Penelitian ....................................................... 56
F. Uji Validitas dan Reliabilitas Data ................................. 56
G. Uji Prasyarat Analisis ..................................................... 57
H. Uji Hipotesis ................................................................... 58

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Deskripsi Data ................................................................ 60


1. Gambaran Umum Objek Wisata Puncak Mas ......... 60
2. Visi dan Misi ........................................................... 62
3. Struktur Organisasi Objek Wisata Puncak Mas ....... 63
4. Deskripsi Karakteristik Responden ......................... 63
5. Deskripsi Jawaban Responden ................................ 67
B. Hasil Analisis Data ......................................................... 71
1. Hasil Uji Validitas Data .......................................... 71
2. Hasil Uji Reliabilitas Data....................................... 74
3. Uji Prasyarat Analisis .............................................. 75
4. Uji Hipotesis ........................................................... 76
C. Pembahasan .................................................................... 78
1. Pengaruh Preferensi Wisatawan Terhadap Keputusan
Berkunjung.............................................................. 78
2. Preferensi Wisatawan Terhadap Keputusan Berkunjung
Dalam Perspektif Bisnis Syariah ............................. 81

xiv
BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan .................................................................... 88
B. Saran .............................................................................. 89

DAFTAR RUJUKAN
LAMPIRAN

xv
DAFTAR TABEL

Tabel
Tabel 1.1 Data Pengunjung Puncak Mas Pertriwulan Sebelum dan
Sesudah Pandemi Covid – 19 .................................................... 4
Tabel 1.2 Penelitian Terdahulu Yang Relevan .......................... 6
Tabel 3.1 Operasional Variabel ............................................... 26
Tabel 4.1 Karakteristik Berdasarkan Jenis Kelamin ................ 32
Tabel 4.2 Karakteristik Berdasarkan Usia ............................... 33
Tabel 4.3 Karakteristik Berdasarkan Pendidikan Terakhir ...... 33
Tabel 4.4 Karakteristik Berdasarkan Pekerjaan ....................... 34
Tabel 4.5 Distribusi Jawaban Responden Variabel Preferensi . 35
Tabel 4.6 Distribusi Jawaban Responden Variabel Keputusan
Berkunjung .............................................................................. 35
Tabel 4.7 Distribusi Jawaban Responden Yang Memilih Setuju36
Tabel 4.8 Hasil Uji Validitas ................................................... 37
Tabel 4.9 Hasil Uji Reliabilitas Data ....................................... 38
Tabel 4.10 Hasil Uji Normalitas Data ..................................... 38
Tabel 4.11 Hasil Uji Autokorelasi ........................................... 39
Tabel 4.12 Hasil Analisis Linier Sederhana ............................ 39
Tabel 4.13 Hasil Uji T ............................................................. 40

xvi
DAFTAR GAMBAR

Gambar
Gambar 4.1 Peta Wisata Puncak Mas ...................................... 31
Gambar 4.2 Struktur Organisasi Objek Wisata Puncak Mas ... 32
Gambar 4.3 Jawaban Pertanyaan Terbuka ............................... 34

xvii
LAMPIRAN

Lampiran
1. Kuesioner
2. Jawaban Responden
3. Hasil Uji Validitas
4. Hasil Uji Reliabilitas
5. Hasil Uji Normalitas
6. Hasil Uji Autokorelasi
7. Hasil Uji Analisis Linear Sederhana
8. Hasil Uji T
9. Surat Permohonan Izin Riset
10. Dokumentasi

xviii
BAB I

PENDAHULUAN

A. Penegasan Judul
Sebelum penulis mengadakan pembahasan lebih lanjut
tentang penulisan skripsi ini, untuk menghindari berbagai
penafsiran terhadap judul skripsi ini yang berakhir dengan
kesalahan dalam pemahaman dikalangan pembaca. Maka
penulis akan menjelaskan dengan memberi arti pada beberapa
istilah yang terkandung di dalam judul penulisan ini.
Penelitian yang akan dilakukan ini berjudul: “Pengaruh
Preferensi Wisatawan Terhadap Keputusan Berkunjung
ke Objek Wisata di Sukadanaham Pada Masa Pandemi
Covid – 19 Dalam Perspektif Bisnis Syariah”. Adapun
beberapa istilah yang penulis perlu uraikan sebagai berikut :
1. Pengaruh
Pengaruh menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah
daya yang ada atau timbul dari sesuatu (orang atau benda)
yang ikut membentuk watak, kepercayaan atau perbuatan
seseorang. Semetara itu, menyatakan bahwa pengaruh
adalah kekuatan yang muncul dari suatu orang atau benda
dan juga gejala dalam yang dapat memberikan perubahan
terhadap apa – apa yang ada disekelilingnya. Jadi dari
pendapat - pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa
pengaruh merupakan suatu daya atau kekuatan yang
timbul dari sesuatu, baik itu orang maupun benda serta
segala sesuatu yang ada di alam sehingga mempengaruhi
apa – apa yang ada disekitarnya. 1
2. Preferensi
Preferensi merupakan bagian dari komponen pembuatan
keputusan dari seorang individu, yaitu kecenderungan

1
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Nasional, Kamus Besar Bahasa
Indonesia (Jakarta: Balai Pustaka, 1996), 747.
1
2

untuk memilih sesuatu yang lebih disukai daripada yang


lain.2
3. Wisatawan
Wisatawan merupakan pelaku (konsumen) yang
melakukan kegiatan di luar aktivitas sehari-hari untuk
melakukan kunjungan wisata ataupun suatu perjalanan
yang direncanakan untuk mendapatkan kepuasan bagi diri
sendiri.3
4. Keputusan Berkunjung
Keputusan berkunjung merupakan proses dimana
wisatawan melakukan proses penilaian terhadap berbagai
alternatif pilihan.4
5. Objek Wisata
Objek wisata adalah potensi yang menjadi pendorong
kehadiran wisatwan ke suatu daerah dengan tujuan wisata
tertentu.5
6. Pandemi
Pandemi adalah epidemi yang terjadi pada skala yang
melintasi atas internasional, biasanya mempengaruhi
sejumlah besar orang, Pandemi adalah epidemi penyakit
yang menyebar di wilayah yang luas, misalnya beberapa
benua, atau di seluruh dunia.6 Pandemi adalah epidemi
penyakit yang menyebar di wilayah yang luas, misalnya
beberapa benua, atau di seluruh dunia.
7. Covid – 19
Covid – 19 merupakan suatu pandemi baru dengan
penyebaran antar manusia yang sangat cepat dan orang
yang terkena virus tersebut belum tentu mengeluarkan
2
Porteus, J. D Environtment and Behavior. Planning and Everyday Urban
Life (Boston: Addison-Wesley, 1997), 86.
3
L. Adi Permadi, Sri Darwini, Weni Retnowati. “Persepsi Dan Preferensi
Wisatawan Muslim Terhadap Sarana Dan Prasarana Wisata Halal Di Lombok (Studi
Kasus Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika),” JSEH: Jurnal Sosial Ekonomi dan
Humaniora, Vol. 4, No. 2, 57 – 70, [Link]
4
Amirullah. Perilaku Konsumen (Yogyakarta: Graha Ilmu, 2018), 146
5
Simanjuntak, Bungaran Antonius, Sejarah Pariwisata Menuju
Perkembangan Pariwisata Indonesia (Jakarta: Obor, 2107), 163
6
Miquel Porta, Dictionary of Epidemiology. (Oxford University: Press,
2008), 179.
3

gejala, derajat penyakit dapat bervariasi dari infeksi


saluran nafas atas hingga ARDS. 7
8. Bisnis Syariah
Bisnis syariah adalah serangkaian aktivitas jual beli dalam
berbagai bentuknya yang tidak dibatasi jumlah
kepemilikan hartanya baik barang atau jasa, tetapi dibatasi
cara memperoleh dan menggunakannya. 8

B. Latar Belakang Masalah


Dunia Pariwisata merupakan suatu hal yang memiliki
pengaruh penting dalam perkembangan dan pembangunan
suatu Negara. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya
pembangunan serta pengembangan dalam sektor pariwisata di
berbagai wilayah di Indonesia. Sektor pariwisata
dikembangkan karena dianggap menjadi sumber industri
andalan yang dapat memberikan lapangan pekerjaan,
menguntungkan masyarakat, pemerintah, maupun pihak
swasta, serta menggeser kegiatan-kegiatan industri
manufaktur dan kegiatan ekonomi lainnya yang dapat
mengeksploitasi sumber daya alam. Oleh karena itu
pengembangan di sektor pariwisata gencar dilakukan di
berbagai wilayah Indonesia saat ini. 9
Secara langsung sektor kepariwisataan menciptakan
lapangan kerja bagi masyarakat, menekan angka
pengangguran dari kemiskinan, menciptakan peluang usaha
baru dan menambah pendapatan asli daerah serta
meningkatkan devisa Negara. Adanya pariwisata mampu
membangkitkan aktivitas bisnis sehingga menghasilkan
manfaat sosio – kultur – ekonomi yang signifikan bagi suatu
negara. Selain itu sektor lain seperti pertanian, perikanan, dan

7
Diah Handayani, “Penyakit Virus Corona 2019,” Jurnal Respirologi
Indonesia,Vol. 40, No. 2 (2020): 128, [Link]
8
Asmuni, Siti Mujiatun, Bisnis Syariah Suatu Alternatif Pengembangan
Bisnis Yang Humanistik dan Berkeadilan. (Medan: Perdana Publishing, 2013), 85
9
Mohammad Ihsan, Ade Perdana Siregar, “Peran Preferensi Memediasi
Pengaruh Revitalisasi Produk Wisata terhadap Keputusan Berkunjung Objek Wisata
Danau Sipin Jambi”. Ekonomis: Journal of Economics and Business. Vol. 4, No, 1
(2020): 100 – 105, [Link]
4

sektor perindustrian turut ikut mendukung perkembangan


kepariwisataan terutama dalam menyediakan kebutuhan
makan, minum wisatawan serta produk kerajinan yang
dibutuhkan oleh wisatawan, karena wisatawan merupakan
salah satu stakeholder yang mempunyai peran penting dalam
pariwisata.
Selain itu, sektor kepariwisataan juga sebagai salah satu
alat yang ideal bagi pelestarian lingkungan alam, sosial, dan
budaya, dalam mempererat hubungan persahabatan antar
bangsa serta mengangkat citra bangsa di mata dunia
internasional. Agar hal itu dapat berjalan diperlukan kerja
sama yang baik dari berbagai pemangku kepentingan
(stakeholder) kepariwisataan antara lain pihak pemertintah
daerah, pihak swasta (investor), masyarakat, lembaga swadaya
masyarakat, serta akademisi.
Menurut Undang-Undang No. 10 tahun 2009 tentang
kepariwisataan, pariwisata merupakan kegiatan wisata yang
didukung layanan dan fasilitas yang disediakan oleh
pemerintah, pengusaha maupun masyarakat. 10 Dampak
pariwisata sebagai suatu bisnis adalah memberikan pengaruh
terhadap sosial ekonomi sekitar. Tingginya kunjungan
masyarakat luar daerah membawa dampak positif terhadap
perekonomian masyarakat sekitar. Daerah tujuan wisata
merupakan salah satu komponen penting sumber daya
pariwisata.
Menciptakan bentuk pariwisata yang Islami pada
prinsipnya harus ada kesesuaian praktek-praktek pariwisata
dengan aturan-aturan ajaran Islam. Sektor Pariwisata sebagai
sebuah mu'amalah pada dasarnya dibolehkan sepanjang tidak
ada praktek-praktek yang terlarang di dalamnya. Dalam
kaedah fiqh disebutkan :

10
Nellyn Lutur, Singgih Santoso. “Pengaruh Efektivitas Promosi Pada
Destinasi Wisata Terhadap Action Wisatawan Dengan Melihat Gender Sebagai
Variabel Moderasi Dengan Menggunakan Model Aisas”. NCAB: National
Conference on Applied Business
5

‫حرِیِمِھَا‬
ِ َ‫ا َألصِلُ فِي الْمُعَا َمَلةِ اإلِبَا َحةُ حَتَّى یَدُلُّ الدَّ لِیِلُ َعلَى ت‬
"Hukum asal dari aktivitas (yang bersifat) mu'amalah adalah
mubah (boleh) sampai ada dalil yang mengharamkannya".11

Sebagai sebuah mu'amalah yang mubah (dibolehkan)


maka sektor pariwisata sangat terbuka untuk dikembangkan
selama tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip dasar ajaran
Islam sebagaimana yang telah disebutkan sebelumnya.
Sehingga diharapkan pariwisata dapat menjadi media
penumbuhan kesadaran, keimanan dan ketaqwaan serta
mencapai nilai-nilai kehidupan yang luhur dan tinggi. Untuk
maksud tersebut, maka diperlukan perhatian yang
proporsional dalam hubungan agama dan kepariwisataan. Dan
hal ini merupakan keharusan bagi Indonesia yang mempunyai
filsafat hidup berbangsa bernegara berdasarkan Pancasila
yang pada sila pertamanya adalah Ketuhanan Yang Maha
Esa.12
Faktor geografi merupakan faktor penting untuk
pertimbangan pengembangan kepariwisataan. Pendekatan
geografi yang mendasarkan pada aspek keruangan
mempunyai kaitan yang erat dengan persebaran dari suatu
obyek pembahasan. Pengembangan pariwisata yang
menggunakan pendekatan keruangan dapat dilihat dari
kedudukan obyek wisata terhadap obyek wisata yang lain, hal
ini dimaksudkan untuk melihat potensi yang dimiliki obyek
wisata dan adanya kemungkinan untuk dikembangkan atau
berkembang.
Pengembangan kepariwisataan tidak akan terlepas dari
unsur fisik dan non-fisik. Unsur-unsur fisik dan non-fisik
tersebut akan menjadi pertimbangan dalam hal yang berkaitan
dengan daya dukung obyek dan pertimbangan dampak-

11
Syekh Ahmad bin Syekh Muhammad Zarga’, Syarah al-Qawaid al-
Fiqhiyah, 3 ed (Dar Qalam: Damascus, 1989), 205-206.
12
Johar Arifin,. “Wawasan Al-Quran Dan Sunnah Tentang Pariwisata”. An-
Nur, Vol. 4 No. 2 (2015): 159-160.
6

dampak yang ditimbulkan dari pengembangan pariwisata.


Pengembangan pariwisata di suatu daerah tujuan wisata harus
didasarkan pada perencanaan, pengembangan, dan arah
pengelolaan. Pengembangan pariwisata secara sistematis dan
arah pengelolaan itu sendiri sangat membutuhkan perhatian
pemerintah, sebagaimana tercermin dalam pembentukan atau
pengakuan terhadap Organisasi Pariwisata Nasional.
Pemerintah daerah memiliki peran penting dalam
pengembangan pariwisata, diantaranya merumuskan
kebijakan dalam pengembangan pariwisata dan berperan
sebagai alat pengawasan kegiatan pariwisata sehingga
diharapkan dapat memaksimalkan potensi daerah tujuan
wisata.13
Pariwisata merupakan sektor yang dianggap
memungkinkan terjadinya pembangunan untuk mencapai
pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Dasar dari
pemasaran pariwisata adalah perilaku konsumen yang diikuti
dengan segmenting, targeting dan positioning. Pemasaran
pariwisata mempunyai konsep yang erat dengan tujuan wisata
karena untuk membicarakan pemasaran pariwisata perlu
adanya tujuan wisata. Sedangkan mendefinisikan pemasaran
pariwisata sebagai bentuk eksploitatif yang memicu sikap
konsumerisme hedonistic. Pendekatan pemasaran pada
layanan pariwisata dapat dibagi ke dalam enam segmen,
antara lain:
1) Perilaku konsumen sebagai isu utama pemasaran
pariwisata;
2) Market targeting, segmenting dan positioning sebagai
bagian penting dari strategi pemasaran pariwisata;
3) Strategi merek dan manajemen merek;
4) Strategi pemasaran dan konsep pemasaran;
5) Alat komunikasi;

13
Mohammad Ihsan, Ade Perdana Siregar,“Peran Preferensi Memediasi
Pengaruh Revitalisasi Produk Wisata terhadap Keputusan Berkunjung Objek Wisata
Danau Sipin Jambi,”.
7

6) Pemasaran pariwisata berkelanjutan. 14


Perubahan akivitas wisata saat ini lebih cenderung ke arah
jenis wisata yang natural atau kembali ke alam bebas,
keperdulian masyarakat terhadap konservasi dan pelestarian
alam serta suasana yang berbeda dengan rutinitas wisatawan.
Seiring dengan perkembangan pembangunan, maka semakin
banyak tempat wisata dengan berbagai macam fasilitas dan
kegiatan wisata menarik yang ditawarkan. Dengan demikian
wisatawan akan mempunyai lebih banyak pilihan untuk
memutuskan tempat wisata yang akan dikunjungi. 15
Sumberdaya alam hayati dan ekosistemnya yang berupa
keanekaragaman flora, fauna dan gejala alam dengan
keindahan pemandangan alamnya merupakan anugerah Tuhan
Yang Maha Esa. Potensi sumberdaya alam dan ekosistemnya
ini dapat dikembangkan dan dimanfaatkan sebesar - besarnya
bagi kesejahteraan rakyat dengan tetap memperhatikan upaya
konservasi. Sumberdaya alam yang dapat dimanfaatkan
sebagai pelestarian alam dan sekaligus sebagai daya tarik
wisata alam, adalah gunung, taman laut, sungai, pantai, flora
termasuk hutan, fauna, air terjun, danau dan pemandangan
alam. Keindahan alam yang dimiliki oleh Indonesia itulah
yang membuat banyak wisatawan yang ingin berkunjung ke
Indonesia.16
Sejak awal tahun 2020 dunia digemparkan oleh kehadiran
wabah Virus Corona. Covid – 19 adalah wabah global yang
berdampak buruk pada dimensi manusia dan sosial. Setelah
menyebar dari Cina, pandemi meluas dengan cepat ke 210
negara termasuk Indonesia. Pandemi Covid – 19
14
Dini Turipanam Alamanda, Abdullah Ramdhan, Arif Partono Prasetio,
“Preferensi Wisatawan Nusantara Terhadap Komponen Wisata Papandayan
Menggunakan Analisis Konjoin”. Jurnal Manajemen Dan Kebijakan Publik, Vol. 5,
No. 1, (2020): 27 – 44.
15
Komsi Koranti, Sriyanto, Sidik Lestiyono, “Analisis Preferensi
Wisatawan Terhadap Sarana Di Wisata Taman Wisata Kopeng,” Jurnal Ekonomi
Bisnis, vol. 22, no. 3, (2017): 242 – 254.
16
Kariza Devia Gantini, HP. Diyah Setiyorini, “Pengaruh Revitalisasi
Produk Wisata Terhadap Preferensi Mengunjungi Lembah Bougenville Resort,” THE:
Tourism and Hospitality Essentials Journal. vol. II, no. 2, (2012): 387 – 406,
[Link]
8

menyebabkan gangguan pada rantai pasok global, dalam


negeri, volatilitas pasar keuangan, guncangan permintaan
konsumen dan dampak negatif di sektor – sektor utama seperti
perjalanan dan pariwisata. Dampak wabah Covid – 19 tidak
diragukan lagi akan terasa diseluruh rantai nilai pariwisata17.
Tempat wisata di Sukadanaham merupakan salah satu dari
banyak obyek wisata yang ada di Lampung yang ramai
didatangi pengunjung setiap harinya. Puncak Mas adalah
wisata yang berada di Kelurahan Sukadanaham, objek wisata
ini menyajikan keindahan alam bagi para pengunjungnya.
Wisata Puncak Mas lebih cenderung menawarkan
pemandangan indah dari atas bukit. Akan tetapi, semenjak
adanya wabah Covid – 19 tempat – tempat wisata di
Sukadanaham mengalami penurunan tingkat kunjungan.
Dalam upaya untuk meningkatkan kembali kunjungan, tempat
wisata yang ada di Sukadanaham melakukan serangkaian
strategi dengan berbagai cara. Salah satunya dengan cara
menerapkan protokol kesehatan dengan baik dan benar.
Tabel 1.1
Data Pengunjung Puncak Mas Pertriwulan Sebelum
dan Sesudah Pandemi Covid – 19
No Bulan Tahun

2019 2020 2021

1 Januari – Maret 19.665 org 7.500 org 2.890 org

2 April – Juni 23.590 org 1.746 org 1.039 org

3 Juli – September 23.010 org 2.682 org 1.349 org

4 Oktober – 18.538 org 3.383 org 2.496 org


Desember
Sumber: PT. Tegal Mas Thomas

17
I Dewa Gde Sugihamretha. 2020. “Respon Kebijakan Mitigasi Wabah
Covid – 19 Pada Sektor Pariwisata,” The Indonesian Journal of Development
Planning, vol. IV, no. 2 (2020): 192, [Link]
9

Kegiatan pariwisata di Sukadanaham ini harus mampu


beradaptasi terhadap semua tuntutan perubahan dengan selalu
mendengar suara dari berbagai pihak yang berkepentingan
khususnya wisatawan yang memiliki preferensi yang berbeda
dalam memilih objek – objek wisata yang akan dikunjungi.
Preferensi wisatawan timbul dari keberagaman fasilitas dan
kegiatan wisata yang memenuhi kebutuhan wisatawan saat
melakukan perjalanan wisata. Preferensi wisatawan menjadi
dasar dalam menghitungkan keinginan dan kebutuhan akan
pelayanan fasilitas wisata yang akan diterima18. Dalam masa
pandemi Covid – 19, objek wisata harus dapat memenuhi
kebutuhan pengunjung seperti, Kenyamanan lokasi, pelayanan
yang diberikan, kemudahan aksesibilitas, kelengkapan
fasilitas dan suasana yang menarik. Standar pengelolaan
wisata dalam masa pandemi Covid – 19 adalah hal yang
menjadi sorotan penting dalam preferensi wisatawan yang
akan memepengaruhi keputusan berkunjung.
Keputusan berkunjung merupakan proses dimana
wisatawan melakukan proses penilaian terhadap berbagai
alternatif pilihan, kemudian memilih salah satu atau beberapa
alternatif yang dibutuhkan berdasarkan pertimbangan-
pertimbangan tertentu19. Wisatawan menentukan keputusan
berkunjung berdasarkan kebutuhan dan keinginan dari
masing-masing wisatawan yang mempertimbangkan
preferensi hasil dari informasi dan pengalaman wisatawan.

Dengan latar masalah dan pemikiran di atas maka penulis


tertarik untuk melakukan penelitian lebih lanjut dengan judul
“PENGARUH PREFERENSI WISATAWAN TERHADAP
KEPUTUSAN BERKUNJUNG KE OBJEK WISATA DI
SUKADANAHAM PADA MASA PANDEMI COVID – 19
DALAM PERSPEKTIF BISNIS SYARIAH (Studi pada
wisatawan yang berkunjung ke Puncak Mas)”.
18
Roby Dwiputra. 2013. “Preferensi Wisatawan Terhadap Sarana Wisata Di
Kawasan Wisata Alam Erupsi Merapi,” Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota, vol.
24, no. 1, (2013). 33 – 48, [Link]
19
Amirullah, Perilaku Konsumen (Yogyakarta: Graha Ilmu, 2002), 134
10

C. Identifikasi dan Batasan Masalah


1. Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah diatas dapat di
identifikasikan masalah yang terkait dengan penelitian ini
yaitu :
a. Preferensi wisatawan pada objek wisata Puncak Mas
Sukadanaham Bandar Lampung.
b. Keputusan berkunjung ke objek wisata Puncak Mas
Sukadanaham Bandar Lampung.
2. Batasan Masalah
Batasan masalah ini bertujuan untuk membatasi
peneliti sehingga terhindar dan tidak terjebak dalam
pengumpulan data pada bidang yang sangat umum dan
luas atau kurang relevan dengan perumusan masalah dan
tujuan penelitian. Batasan masalah ini sangat penting
dijadikan sarana untuk memandu dan mengarahkan
jalannya penelitian, berpedoman kepada batasan masalah,
maka peneliti membatas bidang-bidang temuan dengan
arahan batasan masalah, sehingga peneliti mengetahui
dengan pasti data-data yang perlu dimasukkan kedalam
sejumlah data yang sedang dikumpulkan.
Berdasarkan penjelasan di atas maka batasan masalah
pada penelitian ini adalah pada aspek
Preferensi wisatawan terhadap keputusan berkunjung ke
objek wisata Puncak Mas. Agar penelitian ini tidak
menyimpang dan dapat dilakukan lebih fokus, peneliti
melakukan penelitian ini dengan wisatawan yang telah
melakukan kunjungan ke objek wisata Puncak Mas
setelah masa pandemi Covid – 19 pada tahun 2020 –
2021. Oleh sebab itu, penulis hanya melakukan penelitian
hanya berkaitan dengan “Pengaruh Preferensi Wisatawan
Terhadap Keputusan Berkunjung Ke Objek Wisata Di
Sukadanaham Pada Masa Pandemi Covid – 19 Dalam
Perspektif Bisnis Syariah (Studi Pada Wisatawan Yang
Berkunjung Ke Puncak Mas).
11

D. Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang masalah diatas, maka
permasalahan yang akan diteliti dalam penelitian ini
dirumuskan sebagai berikut :
1. Bagaimana pengaruh preferensi wisatawan terhadap
keputusan berekunjung ke objek wisata Puncak Mas pada
masa pandemi Covid – 19?
2. Bagaimana pengaruh preferensi wisatawan terhadap
keputusan berkunjung ke objek wisata Puncak Mas pada
masa pandemi Covid – 19 dalam perspektif bisnis
syariah?

E. Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah yang dibuat, berikut tujuan
penelitian yang ingin dicapai :
1. Untuk mengetahui dan memahami pengaruh preferensi
wisatawan terhadap keputusan berkunjung ke objek
wisata Puncak Mas pada masa pandemi Covid – 19.
2. Untuk mengetahui dan memahami preferensi wisatawan
terhadap keputusan berkunjung ke objek wisata Puncak
Mas pada masa pandemi Covid – 19 dalam perspektif
bisnis syariah.

F. Manfaat Penelitian
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat, baik
secara teoritis dan praktis, yaitu sebagai berikut :
1. Manfaat teoritis
Secara toritis peneiltian ini dapat memberi
pengembangan ilmu mengenai pengaruh preferensi
wisatawan terhadap keputusan berekunjung ke objek
wisata yang ada di Sukadanaham pada masa pandemi
covid – 19 dan menerapkan teori yang diperoleh didunia
perkuliahan dalam dunia usaha.
2. Manfaat Praktis
Secara praktis dapat bermanfaat bagi masyarakat umum,
dapat menambah wawasan tentang preferensi wisatawan
12

dalam masa pandemic Covid-19 yang memepengaruhi


alasan berkunjung. Sehingga dapat dijadikan referensi
dalam dunia pariwisata

G. Kajian Penelitian
Tabel 1.2
Penelitian Terdahulu Yang Relevan
No Nama Judul Metode Hasil
Peneliti Penelitian Analisis Penelitian

1 Ahmad Preferensi Penelitian ini Penelitian ini


Maulana Masyarakat adalah bertujuan untuk
(2015)20 Jakarta penelitian menguji
Terhadap deskriptif preferensi
Wisata masyarakat
dengan metode
Halal Dan Jakarta
kuantitatif.
Pengaruhny terhadap wisata
a Terhadap
Jenis
penelitian halal dan
Minat
pengaruhnya
Berkunjung menurut
terhadap minat
tingkat
berkunjung.
eksplanasi
Dalam
(penjelasan).
penelitian ini
Variabel yang
dijelaskan
digunakan tentang faktor-
dalam faktor yang
penelitian ini mempengaruhi
adalah variabel preferensi
faktor sosial, masyarakat
religiusitas, Jakarta untuk
tingkat berkunjung ke
pengetahuan, wisata halal.
pendapatan,
20
Ahmad Maulana, “Preferensi Masyarakat Jakarta Terhadap Wisata Halal
Dan Pengaruhnya Terhadap Minat Berkunjung” (Skripsi, Program Ekonomi Syariah
Universitas Islam Negeri (Uin) Syarif Hidayatullah, 2019).
13

lokasi, produk, Analisis yang


dan harga dilakukan
sejauh mana menggunakan
berpengaruh Structural
terhadap minat Equation
berkunjung. Modelling
Populasi dalam menggunakan
penelitian ini aplikasi AMOS
24.
adalah
Berdasarkan
masyarakat
hasil uji SEM
DKI Jakarta.
dapat ditarik
Sampel pada
kesimpulan
penelitian ini
sebagai berikut
menggunakan
:
non- 1. Faktor Sosial
probability mampu
sampling mempengaruhi
dengan metode minat
perposive berkunjung
sampling. sebesar 3% dan
Penelitian ini berpengaruh
menggunakan secara negatif.
data primer, 2. Religiusitas
teknik mampu
pengumpulan mempengaruhi
data minat
menggunakan berkunjung
angket dan dengan
kuesioner. parameter
0.096% dan
berpengaruh
positif
3. Pengetahuan
mampu
14

mempengaruhi
minat
berkunjung
sebesar 0.017
dan
berpengaruh
positif 0.029%
4. Income
mampu
mempengaruhi
minat
berkunjung
sebesar 6% dan
berpengaruh
negatif
5. Lokasi
mampu
mempengaruhi
minat
berkunjung
sebesar 8% dn
berpengaruh
positif
6. Produk
mampu
mempengaruhi
minat
berkunjung
sebesar 0.032%
dan
berpengaruh
positif 70
7. Dari hasil
pengujian data
diatas
15

menunjukan
seluruh variabel
indikator
berpengaruh
terhadap
variabel laten,
hal itu terbukti
dari tingkat
prob. < 0.05
2 Mohamm Peran Jenis data yang Berdasarkan
ad Ihsan, Preferensi digunakan analisis terbukti
Ade Memediasi dalam penelitian bahwa
Perdana Pengaruh ini adalah data revitalisasi
Siregar Revitalisasi Primer dan data produk wisata
(2020)21 Produk Sekunder. memberikan
Wisata Populasi pada pengaruh yang
terhadap penelitian ini signifikan
Keputusan adalah terhadap
Berkunjung pengunjung preferensi
Objek objek wisata pengunjung
Wisata Danau Sipin objek wisata
Danau Jambi. Danau Sipin
Sipin Jambi sedangkan Jambi.
sampel dalam Berdasarkan
penelitian ini analisis terbukti
adalah bahwa
pengunjung revitalisasi
objek wisata produk wisata
Danau Sipin dan preferensi
Jambi. Teknik pengunjung
pengumpulan memberikan
data yang pengaruh yang

21
Mohammad Ihsan, Ade Perdana Siregar, “Peran Preferensi Memediasi
Pengaruh Revitalisasi Produk Wisata terhadap Keputusan Berkunjung Objek Wisata
Danau Sipin Jambi”. Ekonomis: Journal of Economics and Business, vol. 4, no, 1,
(2020): 100 – 105, [Link]
16

digunakan signifikan
dalam penelitian terhadap
ini meliputi : keputusan
metode berkunjung pada
observasi dan objek wisata
metode Danau Sipin
interview. Jambi.
Berdasarkan
analisis terbukti
bahwa
preferensi
pengunjung
mampu
memediasi
pengaruh
revitalisasi
produk wisata
terhadap
keputusan
berkunjung pada
objek wisata
Danau Sipin
Jambi

3 Roby Preferensi Metode Wisatawan


Dwiputra Wisatawan penelitian yang sebagian besar
(2010)22 Terhadap dilakukan tidak menginap
Sarana adalah dengan dalam
Wisata Di menggunakan perjalanan
Kawasan metode wisata mereka.
Wisata deskriptif Sehingga tidak
Alam dengan teknik dapat ditarik
Erupsi penelitian simpulan
Merapi survey. Survei terhadap

22
Roby Dwiputra, “Preferensi Wisatawan Terhadap Sarana Wisata Di
Kawasan Wisata Alam Erupsi Merapi,” Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota, vol.
24, no. 1, (2013): 33 – 48, [Link]
17

primer yang preferensi


dilakukan tempat
adalah observasi akomodasi.
langsung ke Preferensi
lapangan dengan wisatawan
menggunakan terhadap tempat
kuesioner makan hampir
kepada dari setengah
wisatawan. total responden
Teknik memilih untuk
pengumpulan makan di rumah
data dalam makan, dan
penelitian ini tidak sedikit
menggunakan juga wisatawan
metode yang memilih
accidental untuk makan di
sampling. kedai makan.
Preferensi
wisatawan
terhadap tempat
belanja adalah
mayoritas
wisatawan
memilih untuk
belanja membeli
cinderamata dan
oleh-oleh di
pedagang kaki
lima.

Dalam
melakukan
perjalanan
wisata,
wisatawan
memiliki
preferensi yang
18

berbeda dalam
memilih sarana
wisata yang ada.
Preferensi
wisatawan
terhadap sarana
wisata
dipengaruhi
oleh tujuan
wisata, lama
wisata, dan
teman wisata.
Preferensi
wisatawan
terhadap
akomodasi
dipengaruhi
oleh tujuan
wisata dan lama
wisatawan
melakukan
perjalanan.
Preferensi
wisatawan
terhadap

tempat makan
dipengaruhi
oleh teman
wisata.
Preferensi
wisatawan
terhadap tempat
belanja
dipengaruhi
oleh lama
19

wisata.

4 Komsi Analisis Penelitian ini Dalam


Koranti, Preferensi bersifat melakukan
Sriyanto, Wisatawan deskriptif perjalanan
Sidik Terhadap wisata,
Lestiyon Sarana Kuantitatif. wisatawan
o Metode memiliki
Di Wisata
(2017)23 preferensi yang
Taman penelitian berbeda dalam
Wisata menggunakan memilih sarana
Kopeng pendekatan wisata yang ada.
Preferensi
survey. Data
wisatawan
yang diambil
terhadap sarana
adalah data wisata
primer dan dipengaruhi
data sekunder. oleh tujuan
wisata, lama
Teknik
wisata, dan
pengambilan
teman wisata.
sampel pada Preferensi
penelitian wisatawan
adalah dengan terhadap
akomodasi
metode
dipengaruhi
accidental oleh tujuan
sampling. wisata dan lama
wisatawan
melakukan
perjalanan.
Preferensi
wisatawan
terhadap tempat

23
Komsi Koranti, Sriyanto, Sidik Lestiyono, “Analisis Preferensi
Wisatawan Terhadap Sarana Di Wisata Taman Wisata Kopeng,” Jurnal Ekonomi
Bisnis, vol. 22, no. 3, (2017): 242 – 254.
20

makan
dipengaruhi
oleh teman
wisata.
Preferensi
wisatawan
terhadap tempat
belanja
dipengaruhi
oleh lama
wisata. Pada
pengembangan
objek wisata
perlu
diperhatikan
hal-hal yang
diperuntukkan
secara umum,
tidak
berdasarkan
pada perbedaan
jenis kelamin.
Berdasarkan
pertimbangan
bahwa Taman
Wisata Kopeng
ini lebih banyak
pengunjung
kelompok usia
muda, maka
perhatian
sebaiknya
diprioritaskan
terhadap
fasilitas-fasilitas
wisata yang
21

disukai oleh
kelompok
tersebut.
Berdasarkan
pendapatan
wisatawan maka
dapat dijadikan
sebagai dasar
pertimbangan
dalam
menentukan
harga sarana
wisata,
cinderamata
maupun kuliner
sehinggga
terjangkau oleh
kelompok
mayoritas
tersebut.

5 L. Adi Persepsi Pendekatan 1. Persepsi


Permadi, Dan yang digunakan wisatawan
Sri Preferensi dalam penelitian Muslim
Darwini, Wisatawan ini adalah terhadap sarana
Weni Muslim pendekatan dan prasarana
Retnowat Terhadap kualitatif. wisata Halal di
i, Sri Sarana Dan Penelitian ini kawasan
Wahyuli Prasarana merupakan jenis ekonomi khusus
na Wisata penelitian Mandalika
(2018)24 Halal Di deskriptif. secara umum
Lombok Metode baik. Kondisi

24
L. Adi Permadi, Sri Darwini, Weni Retnowati, dkk., “Persepsi Dan
Preferensi Wisatawan Muslim Terhadap Sarana Dan Prasarana Wisata Halal Di
Lombok (Studi Kasus Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika),” JSEH: Jurnal Sosial
Ekonomi dan Humaniora, vol. 4, no. 2, (2018): 57 – 70,
[Link]
22

(Studi pengumpulan Hotel atau


Kasus data yang akomodasi
Kawasan digunakan lainnya dan
Ekonomi dalam penelitian Tempat Ibadah
Khusus ini adalah yang ada di
Mandalika) wawancara lokasi Wisata
mendalam (In- halal KEK
depth Mandalika,
Interview). Kabupaten
Lombok Tengah
sangat baik
dibanding
dengan kondisi
dari fasilitas
pendukung
lainnya. Namun
terdapat
kekurangan
fasilitas seperti
tempat sampah
dan toilet
umum.

2. Berdasarkan
Preferensi
wisatawan
Muslim
terhadap sarana
wisata Halal di
kawasan
ekonomi khusus
Mandalika :

a. Toilet,
Tempat Sampah
dan Tempat
Ibadah menjadi
23

sarana paling
penting yang
diinginkan oleh
para wisatawan
yang
berkunjung ke
KEK Mandalika

b. Ada beberapa
fasilitas yang
harus
disesuaikan
dengan kondisi
wisatawan
seperti musalla
yang berjarak
cukup jauh
dengan lokasi
wisata, harus
ada tersedia
musalla yang
dekat dengan
lokasi wisata.

Hal yang menjadi pembeda dalam penelitian skripsi ini


dengan kajian penelitian terdahulu yang relevan adalah
kondisi yang terjadi pada masa sekarang yang tengah berada
pada masa pandemi Covid – 19, yang tentunya dalam hal ini
akan merubah preferensi wisatawan pada kondisi sebelum
pandemi Covid – 19 dan pada saat pandemic Covid – 19 yang
mempengaruhi keputusan berkunjung.

H. Sistematika Penulisan
Sistematika penulisan terdiri dari
Bab I. Pendahuluan
Bab Pendahuluan terdiri dari unsur penegasan
judul, latar belakang masalah, identifikasi dan
batasan masalah, rumusan masalah, tujuan
24

penelitian, manfaat penelitian, kajian


penelitian terdahulu yang relevan, dan
sistematika penulisan.
Bab II. Landasan Teori dan Pengajuan Hipotesis
Bab ini berisi teori yang digunakan dan
pengajuan hipotesis.
Bab III. Metodologi Penelitian
Bab ini berisi waktu dan tempat penelitian,
pendekatan dan jenis penelitian, populasi,
sampel dan teknik pengumpulan data, definisi
operasional variabel, instrument penelitian,
uji validitas dan reliabilitas, uji prasarat
analisis, dan uji hipotesis.
Bab IV. Hasil Penelitian dan Pembahasan
Bab ini berisi deskripsi data per bahasan hasil
penelitian dan analisis.
Bab V. Penutup
Bab ini berisi simpulan hasil penelitian dan
rekomendasi.
Daftar Rujukan

Lampiran
BAB II

LANDASAN TEORI DAN PENGAJUAN HIPOTESIS

A. Teori Yang Digunakan

1. Pariwisata
Pengertian dari pariwisata ialah merupakan
sesuatu perjalanan yang dilakukan oleh
seseorang/sekelompok lebih orang yang memiliki
beberapa tujuan, antara lain: keinginan dalam
mendapatkan kenikmatan & memenuhi rasa ingin tahu
terhadap sesuatu, baik yang berkaitan dengan kegiatan
olah raga, kesehatan, kegiatan konvensi, urusan
keagamaan dan keperluan usaha lain. 1 Pariwisata adalah
kegiatan dinamis yang melibatkan banyak manusia serta
menghidupkan berbagai bidang usaha yang menjelaskan
bahwa pariwisata adalah perjalanan dari suatu tempat ke
tempat lain untuk bersenang-senang. Dalam kegiatan
kepariwisataan ada yang disebut subyek wisata yaitu
orang-orang yang melakukan perjalanan wisata dan objek
wisata yang merupakan tujuan wisatawan.
Sebagai dasar untuk mengkaji dan memahami
berbagai istilah kepariwisataan, berpedoman pada Bab 1
pasal 1 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 10
Tahun 2009 tentang kepariwisataan yang menjelaskan
bahwa: pariwisata adalah berbagai macam kegiatan wisata
dan didukung berbagai fasilitas serta layanan yang
disediakan oleh masyarakat, pengusaha, Pemerintah dan
Pemerintah Daerah. Sedangkan Kepariwisataan adalah
keseluruhan kegiatan yang terkait dengan pariwisata dan
bersifat multidimensi serta multidisiplin yang muncul
sebagai wujud kebutuhan setiap orang dan negara serta

1
Syakir Kamil Ainul Fitroh, Djamhur Hamid, Luchman Hakim, “Pengaruh
Atraksi Wisata Dan Motivasi Wisatawan Terhadap Keputusan Berkunjung,” JAB:
Jurnal Administrasi Bisnis, vol. 42, no.2, (2017): 18 – 25.
25
26

interaksi antara wisatawan dan masyarakat setempat,


sesama wisatawan, Pemerintah, Pemerintah Daerah, dan
pengusaha.2

2. Wisatawan
Pengertian wisatawan menurut Undang-Undang
Republik Indonesia No 9 tentang Kepariwisataan, Bab I
berisi tentang Ketentuan Umum Pasal 1 ayat 1 dan 2
dirumuskan wisata adalah kegiatan perjalanan atau
sebagian dari kegiatan tersebut yang dilakukan secara
sukarela serta bersifat sementara untuk menikmati objek
dan daya tarik wisata. Sedangkan wisatawan adalah orang
yang melakukan kegiatan wisata.
Wisatawan adalah merupakan satu orang atau
beberapa orang (grup), yang melakukan suatu bentuk
perjalanan wisata. Jika mereka tinggal kurang dari 24 jam
disebut pelancong atau pengunjung. Dari definisi di atas
disimpulkan bahwa wisatawan merupakan pelaku
(konsumen) yang melakukan kegiatan di luar aktivitas
sehari-hari untuk melakukan kunjungan wisata ataupun
suatu perjalanan yang direncanakan untuk mendapatkan
kepuasan bagi diri sendiri, sedangkan wisatawan adalah
orang yang melakukan kegiatan wisata. Wisatawan
terbagi atas dua kategori yaitu :

a. Wisatawan Mancanegara (Internasional) yaitu


wisatawan dari berbagai Negara lain yang berkunjung
ke wilayah Negara X, dan warga Negara X yang
berwisata ke luar wilayah Negara X. Wisatawan
Nasional (Domestik) yaitu wisatawan yang
melakukan kegiatan wisata di dalam wilayah Negara
X. Di Indonesia, wisatawan domestik terdiri atas
wisatawan nusantara dan wisatawan domestik asing.

2
Yusran Pauwah, Veronica A. Kumurur, Rieneke L.E Sela, dkk., “Persepsi
Dan Preferensi Pengunjung Terhadap Kawasan Wisata Pantai Malalayang,” Sabua,
vol.5, no.1, (2013): 16 – 27.
27

b. Wisatawan Nusantara (Nasional) adalah warga


Negara Indonesia yang berwisata di dalam wilayah
Negara Indonesia. Sedangkan wisatawan domestik
asing adalah warga negara asing yang tinggal di
Indonesia dan berwisata di dalam wilayah Indonesia.3

3. Preferensi
Preferensi konsumen sebagai pilihan suka atau
tidak suka oleh seseorang terhadap produk (barang atau
jasa) yang dikonsumsi. Preferensi konsumen
menunjukkan kesukaan konsumen dari berbagai pilihan
produk yang ada. 4 Menurut Mowen dan Minor dalam
Sumarwan (2012) mengungkapkan bahwa preferensi
terbentuk dari persepsi terhadap suatu produk. Kemudian
preferensi wisatawan timbul dari keinginan dan kebutuhan
wisatawan terhadap produk yang ditawarkan dalam
melakukan perjalanan wisata.5
Selain itu menurut Rahardja & Manurung,
Preferensi adalah kemampuan konsumen dalam
menyusun prioritas pilihan agar dapat mengambil
keputusan. Preferensi adalah rasa kesukaan, pilihan atau
suatu hal yang disukai konsumen. Jadi preferensi
merupakan sebuah proses seseorang dalam memilih
sesuatu produk yang memang lebih disukainya. 6 Oleh
karena itu hal ini dapat memungkinkan konsumen
mendapatkan kepuasaan dari mengkonsumsi suatu barang
atau jasa. Didalam memilih suatu produk barang dan jasa

3
L. Adi Permadi, Sri Darwini, Weni Retnowati, dkk. 2018. “Persepsi Dan
Preferensi Wisatawan Muslim Terhadap Sarana Dan Prasarana Wisata Halal Di
Lombok (Studi Kasus Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika),” JSEH: Jurnal Sosial
Ekonomi dan Humaniora , vol. 4, no. 2 (2018): 57 – 70,
[Link]
4
Kotler, P., Marketing Management (Prentice: Hall International, 1997)
5
Nursusanti, B., Preferensi Wisatawan. “Identifikasi Persepsi dan
Preferensi Wisatawan Terhadap Objek dan Daya Tarik Wisata di Kabupaten Cianjur,”
(2005): 43.
6
Rahardja, P., & Manurung, M., Teori Ekonomi Mikro (Suatu Pengantar)
(Jakarta: FE UI, 2010), 156
28

konsumen tersebut dibatasi oleh anggaran yang dimiliki.7


Selain dibatasi dengan pendapatan, konsumen juga akan
memilih suatu produk barang dan jasa dengan tingkat
utilitas atau kepuasan maksimum.
Menurut Rahardja dan Manurung, terdapat dua
pendekatan untuk menjelaskan hal ini :
a. Teori Kardinal menjelaskan tentang nilai guna
preferensi dapat dihitung secara matematis.
Pendekatan ini menjelaskan bahwa penambahan tiap
satu unit barang akan memberikan tingkat utilitas
yang semakin menurun atau yang disebut sebagai The
Law of Diminishing Marginal Utility.
b. Teori Ordinal pendekatan ini menjelaskan tentang
perbandingan konsumsi dua jenis barang dengan
utilitas yang sama bagi seorang konsumen atau yang
sering disebut sebagai Indifference Curve. Sedangkan
keterbatasan anggaran dapat dijelaskan melalui
Budget Line Curve.8
Selain faktor tersebut preferensi konsumen
terhadap pariwisata halal juga dipengaruhi oleh
Pengetahuan konsumen tentang produk tersebut.
Pengetahuan konsumen adalah semua informasi yang
dimiliki oleh konsumen mengenai berbagai macam
produk dan jasa tersebut. Menurut Dwiastuti, Shinta,.
Pengetahuan tersebut akan membuat sebuah persepsi
tentang produk tersebut yang mencakup merek, konsep,
atribut dan juga fitur produk.9
Sedangkan menurut Sumarwan, Faktor yang
mempengaruhi preferensi konsumen adalah faktor sosial.
Faktor sosial adalah interaksi sosial langsung diantara
kelompok-kelompok masyarakat yang lebih kecil, seperti

7
Case, K. E., & Fair, R. C., Prinsip-prinsip ekonomi (Jakarta: Erlangga,
2006), 126
8
Rahardja, P., & Manurung, M. Teori Ekonomi Mikro (Suatu
Pengantar)….
9
Dwiastuti, Rini, Agustina Shinta, and Riyanti Isaskar, Ilmu Perilaku
Konsumen (PNKT: UB Press,1012), 177.
29

keluarga, teman sepermainan, dan kelompok-kelompok


refrensi. Interaksi ini dapat memiliki pengaruh yang kuat
pda pengetahuan konsumen terhadap sebuah produk.
Faktor sosial ini memiliki ruang lingkup:
a. Keluarga
Setiap anggota keluarga memiliki pengaruh
dalam pengambilan keputusan untuk mengonsumsi
suatu produk barang atau jasa. Terdapat peran dalam
mengambil keputusan dalam lingkup keluarga:
1) Inisiator, Seorang anggota keluarga yang
memiliki ide atau gagasan untuk membeli dan
mengonsumsi suatu produk.
2) Influence, memberi informasi kepada anggota
keluarga tentang suatu produk tau jasa.
3) Gatekeeper (penjaga pintu), mengontrol aliran
info yang masuk dlam angota keluarga.
4) Pengambil keputusan, memiliki keputusan untuk
membeli atau tidak suatu produk atau jasa.
5) Pembeli, seseorang yang membeli barang atau
jasa
6) Pengguna, mengonsumsi atau menggunakan
barang atau jasa
7) Pembuang, membuang suatu produk atau
memberhentikan suatu penggunaan jasa.
Keluarga merupakan tatanan dalam faktor sosial
yang mempengaruhi keputusan awal untuk mengkonsumi
atau tidaknya suatu barang dan jasa.
b. Kelompok Referensi
Kelompok adalah dua atau lebih yang
berinteraksi untuk mencapai tujuan bersama.
Sedangkan kelompok acuan atau referensi adalah
setiap orang atau kelompok yang dianggap sebagai
dasar pembanding bagi seseorang dalam membenutk
nilai dan sikap umum atau khusus yang dijadikan
sebagai pedoman dalam berperilaku. Kelompok acuan
mampu memberikan pengaruh melalu tiga komponen:
30

1) Pengaruh secara normatif : pengaruh melalui


norma-norma sosial yang harus dipatuhi dan
diikuti oleh anggota kelompok referensi.
2) Pengaruh ekspresi nilai : mempengaruhi
seseorang melalui fungsinya sebagai pembawa
ekspresi nilai.
3) Pengaruh informasi : mempengaruhi pilihan
produk atau merek dari seseorang konsumen
karena kelompok acuan tersebut sangat dipercaya.
Selain dari faktor-faktor yang disebutkan diatas,
Preferensi Konsumen terhadap wisata dipengaruhi
oleh faktor lain, diantaranya adalah :
1) Lokasi : Aktivitas dari kegiatan pariwisata yang
mudah dicapai oleh para wisatawan. Selain itu
kondisi alam yang yang indah, lokasi yang
terjangkau menjadi nilai tersendiri bagi konsumen
untuk menentukan pilihan berkunjung ke tempat
tersebut.
2) Harga : Harga merupakan nilai yag harus dibayar
oleh konsumen atas barang dan jasa yang akan
dan atau telah dinikmati. Atribut harga dalam
sebuah destinasi wisata meliputi paket berlibur
dari biro perjalanan, akomodasi selama perjalanan
yang tidak ditanggung oleh biro perjalanan,.
3) Produk : Atribut dari produk meliputi tarif,
kemasan, prestise serta pelayanan yang diterima
oleh konsumen.
4) Religiusitas : Sejumlah dimensi yang terkait
dengan keyakinan dan keterlibatan agama.
Religiusitas dalam hal ini tolak ukurnya adalah
aspek keagamaan seseorang seperti, keyakinan
yang dipercayai, ibadah personalnya dan
kepatuhan dalam beragama.10

10
Essa, S. P., Rahmi, D., & Riani, W. (2019). “Faktor-faktor yang
mempengaruhi wisatwan dalam memilih hotel syariah dikota Bandung.” Prosiding
Imlu Ekonomi, vol. 5, no. 1 (2019): 24-30
31

Langkah langkah membentuk preferensi.


Ada beberapa langkah yang harus dilalui
sampai konsumen membentuk preferensi, diantaranya
adalah sebagai berikut :
a. Pertama, diasumsikan bahwa konsumen melihat
produk sebagai sekumpulan atribut. Konsumen
yang berbeda memiliki persepsi yang berbeda
tentang atribut apa yang relevan.
b. Kedua, tingkat kepentingan atribut berbeda-beda
sesuai dengan kebutuhan dan keinginan masing
masing. Konsumen memiliki penekanan yang
berbeda-beda dalam atribut apa yang paling
penting.
c. Ketiga, konsumen mengembangkan sejumlah
kepercayaan tentang letak produk pada setiap
atribut.
d. Keempat, tingkat kepuasan konsumen terhadap
produk akan beragam sesuai dengan perbedaan
atribut.
e. Kelima, konsumen akan sampai pada sikap
terhadap merek yang berbeda melalui prosedur
evaluasi.
Dalam hal ini, kita dapat merancang suatu strategi
differensiasi atau pembeda dan inovasi dalam suatu
produk. Selanjutnya untuk menunjang langkah-langkah
yang harus dilalui dalam membentuk preferensi
seseorang, preferensi dapat dilakukan apabila kita
mengetahui data tentang wisatawan. data wisatawan yang
dibutuhkan meliputi segmentasi pasar. Hal ini penting
untuk mengetahui segmentasi wisatawan yang kemudian
akan diolah untuk membentuk preferensi wisatawan.
Selanjutnya, teknik mengolah data yang digunakan untuk
membentuk preferensi wisatawan menggunakan teknik
analisis konjoin.11

11
Simamora, B.,. Panduan Riset Perilaku Konsumen (Jakarta: Gramedia
Pustaka Utama, 2003), 97
32

Diadaptasi dari Stanton tentang faktor – faktor


yang sering kali mempengaruhi pilihan (preferensi)
dikalangan konsumen dalam memilih adalah, sebagai
berikut: kenyaman lokasi, pelayanan yang diberikan,
kemudahan aksesibilitas, kelengkapan fasilitas dan
suasana yang menarik (daya tarik wisata).12
Maka, indikator yang digunakan dalam penelitian ini
adalah, sebagai berikut:
a. Fasilitas, adalah segala sesuatu yang bersifat peralatan
fisik yang disediakan oleh pihak penjual jasa umtuk
mendukung kenyamanan konsumen.
b. Popularitas, adalah tingkat keterkenalan dimata
khalayak publik
c. Biaya, adalah pengeluaran modal yang digunakan
untuk menghasilkan suatu produk berua barang atau
jasa.
d. Aksesibilitas, merupakan ukuran kemudahan lokasi
untuk dijangkau dari lokasi lainnya melalui
transportasi
e. Kenyamanan/ suasana, merupakan kondisi saat
terpenuhinya kebutuhan dasar sehingga tercipta
perasaaan nyaman.
f. Pelayanan pada masa pandemi, merupakan setiap
kegiatan atau tindakan yang dapat ditawarkan oleh
satu pihak kepada pihak lain pada dasarmya tidak
berwujud dan tidak mengakibatkan kepemilikan
apapun.

4. Keputusan Berkunjung
Keputusan berkunjung wisatawan dipelajari di
dalam perilaku wisatawan. Menurut Reisinger, definisi
perilaku wisatawan adalah perilaku yang ditunjukan
wisatawan dalam memilih, membeli, menggunakan, dan

12
Mohammad Ihsan, Ade Perdana Siregar, “Peran Preferensi Memediasi
Pengaruh Revitalisasi Produk Wisata terhadap Keputusan Berkunjung Objek Wisata
Danau Sipin Jambi”. Ekonomis: Journal of Economics and Business, vol. 4, no, 1,
(2020): 101, [Link]
33

mengevaluasi produk, jasa, ide dan pengalaman untuk


memenuhi kebutuhan dan keinginan. Perilaku wisatawan
merupakan perilaku yang ditunjukan wisatawan dalam
proses pengambilan keputusan ketika menghadapi
beberapa alternatif pilihan. 13 Perilaku wisatawan dapat
dijelaskan melalui teori perilaku konsumen. Pembahasan
lebih lanjut bahwa perilaku wisatawan itu mempelajari
dan menjelaskan bagaimana wisatawan mengambil
keputusan untuk menggunakan sumber daya yang ia
miliki dan mengkonsumsi produk dan jasa yang terkait
dengan wisata.14 Perilaku wisatawan mengacu kepada
proses memperoleh dan mengorganisir informasi dalam
mengarahkan keputusan pembelian serta menggunakan
dan mengevaluasi produk dan jasa.15
Keputusan yang diambil oleh wisatawan dalam
memilih destinasi dari beberapa alternatif pilihan dan
menggunakan produk dan jasa di dalamnya disebut
dengan keputusan berkunjung wisatawan. Dimana
termasuk di dalamnya pemilihan terhadap media apa yang
akan digunakan untuk memperoleh informasi mengenai
suatu destinasi pariwisata.
Tipe – tipe proses pengambilan keputusan terbagi menjadi
5 yaitu:
a. Pengenalan masalah
Proses pembelian dimulai saat pembeli
mengenali masalah atau kebutuhan, yang dipicu
oleh rangsangan internal atau eksternal.
Rangsangan internal misalnya dorongan memenuhi
rasa lapar, haus dan seks yang mencapai ambang
batas tertentu. Sedangkan rangsangan eksternal
misalnya seseorang melewati toko kue dan melihat

13
Reisinger, dan Turner, “Cross - Cultural Behaviour in Tourism Concepts
and Analysis,” Journal of tourism Research, vol. 6, no. 1 (2003): 54,
[Link]
14
Ibid., 54.
15
Moutinho, L., “Strategic Management in Tourism. Glasgow,” CABI, no.3
(2018)
34

roti yang segar dan hangat sehingga terangsang


rasa laparnya.
b. Pencarian informasi
Konsumen yang terangsang kebutuhannya
akan terdorong untuk mencari informasi yang lebih
banyak.
c. Evaluasi alternative
Konsumen memiliki sikap beragam dalam
memandang atribut yang relevan dan penting
menurut manfaat yang mereka cari. Kumpulan
keyakinan atas merek tertentu membentuk citra
merek, yang disaring melalui dampak persepsi
selektif, distorsi selektif dan ingatan selektif.
d. Keputusan pembelian
Dalam tahap evaluasi, para konsumen
membentuk preferensi atas merek-merek yang ada
di dalam kumpulan pilihan. Faktor sikap orang lain
dan situasi yang tidak dapat diantisipasi yang dapat
mengubah niat pembelian termasuk faktor-faktor
penghambat pembelian. Dalam melaksanakan niat
pembelian, konsumen dapat membuat lima sub-
keputusan pembelian, yaitu: keputusan merek,
keputusan pemasok, keputusan kuantitas,
keputusan waktu dan keputusan metode
pembayaran.
e. Perilaku pasca pembelian
Para pemasar harus memantau kepuasan
pasca pembelian, tindakan pasca pembelian dan
pemakaian produk pasca pembelian, yang tujuan
utamanya adalah agar konsumen melakukan
pembelian ulang.
Adapun penelitian ini hanya akan mengukur
tahap keempat pada proses keputusan pembelian yaitu
keputusan pembelian, dimana dalam penelitian ini
jenis keputusan yang diukur adalah keputusan
berkunjung wisatawan. Hal ini didukung oleh Pitana
35

dan Putu G Gayatr, yang mengemukakan bahwa


keputusan untuk melakukan perjalanan wisata pada
dasarnya adalah keputusan pembelian, yaitu
mengeluarkan uang untuk mendapatkan kepuasaan.
Faktor-faktor keputusan berkunjung
wisatawan, Ada dua jenis variabel yang dapat
mempengaruhi keputusan berkunjung wisatawan,
yaitu:
a. Perilaku orang lain (attitudes of other)
“The strength of the influence of others’
attitudes depends upon the intensity of these
attitudes, buyers’ (tourists) characteristics,
personality, purchase motivation, and the
closeness of the others to the tourists.”. Melihat
pendapat beliau dapat dijelaskan bahwa besarnya
pengaruh dari orang lain tergantung pada empat
aspek, yaitu perilaku wisatawan, kepribadian,
motivasi pembelian dan kedekatan orang tersebut
dengan wisatawan lainnya.
b. Situasi yang tak terduga (unanticipated situational)
“The unexpected factors that can influence
buyer (tourist) decision can include price changes,
motivation change, or increased risk of purchase.”
Lebih lanjut beliau menjelaskan bahwa situasi
yang tak terduga juga dapat mempengaruhi
keputusan wisatawan, seperti perubahan harga,
perubahan motivasi atau meningkatnya resiko
pembelian. Selain itu, Woodside dan Martin
berpendapat bahwa keputusan berkunjung
wisatawan dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu:
1) Faktor Penarik
Faktor penarik adalah faktor dari luar
berasal dari destinasi yang dapat menarik
seseorang untuk memilih destinasi tersebut
(Crompton dalam Kozak dan Decrop,
2009:17). Faktor penarik adalah keinginan
36

melakukan perjalanan, pencarian informasi,


dan penilaian alternatif perjalanan yang
dilakukan. Faktor penarik timbul akibat adanya
variabel eksternal dan aspek pertimbangan
destinasi. Variabel eksternal dan aspek
pertimbangan destinasi yang merupakan
informasi juga mempengaruhi keinginan
seseorang dalam melakukan perjalanan.
2) Faktor Pendorong
Faktor pendorong adalah faktor dari
dalam yang mendorong seseorang untuk
melakukan perjalanan. Faktor pendorong
adalah motivasi, kebutuhan dan keinginan,
serta ekspektasi. Faktor pendorong timbul
akibat adanya stimuli perjalanan serta faktor
sosial dan personal perilaku wisatawan.
Adapun indikator keputusan berkunjung menurut
Kotler merupkan, sebagai berikut:
a. Kemantapan untuk melakukan keputusan
berkunjung
b. Menjadikan suatu objek wisata sebagai preferensi
utama
c. Memberikan rekomendsasi kepada orang lain
d. Melakukan kunjungan ulang

5. Preferensi dalam Bisnis Syariah


Dalam Islam empat prinsip pilihan rasional belum
cukup sebab masih ada prinsip yang harus diperbaiki dan
ada beberapa penambahan yakni:16

a. Objek barang dan jasa tersebut harus halal dan


toyib.
b. Kemanfaatan atau kegunaan barang dan jasa yang
dikonsumsi, artinya lebih memberikan manfaat dan

16
Madnasir dan Khoirudin, Etika Bisnis Dalam Islam, (Fakultas Syariah
IAIN Raden Intan Lampung, 2012), 85
37

jauh dari merugikan baik dirinya maupun orang


lain.
c. Kuantitas barang dan jasa yang dikonsumsi tidak
berlebihan dan tidak terlalu sedikit atau kikir, tetapi
pertengahan.
Preferensi dalam Islam dikaji di mana seseorang
dalam menggunakan kekayaan harus berhati-hati, yang
terpenting dalam hal ini adalah cara penggunaan yang
harus diarahkan pada pilihan-pilihan (preferensi) yang
mengandung maslahah (baik dan manfaat). Agar
kekayaan atau harta tersebut dapat memberikan
manfaat untuk kesejahteraan bagi individu tersebut.17
Seperti yang dijelaskan dalam Al-Quran:

         

       

“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu


orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah
dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah
kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang
menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.”
Q.S. Al Hujurat (49) : 6.

Preferensi memiliki arti pilihan atau kecenderungan


individu dalam memilih produk dan jasa, yang berarti
kebebasan individu dalam memilih. Islam menganggap
kebebasan adalah sebagai fondasi dari nilai-nilai
kemanusiaan dan kemuliaan manusia. Kebebasanlah
yang membedakan manusia dengan makhluk lainnya.
Al-Quran menjelaskan pengetahuan dan kekuasaan
Allah atas apa-apa yang telah ditetapkan-Nya untuk
manusia.
17
Mar’atus Syawalia, Preferensi Pedagang Pasar Tradisional Terhadap
Sumber Modal, Jurnal Ilmiah, 2015, 4.
38

Disamping itu Al-Quran juga memberikan


penekanan besar kepada kebebasan memilih yang
diberikan kepada manusia. Kebaikan yang paling utama
ialah kebebasan individu untuk memilih suatu alternatif
yang tepat walaupun peluang untuk memilih suatu
alternatif lain yang salah juga besar. Hanya melalui
penggunaan kebebasan dengan benar sajalah manusia
terdorong untuk melakukan sikap-sikap terpuji.18
Seorang individu mempunyai kebebasan sepenuhnya
untuk memulai, mengelola, mengorganisasi, mengurus
dan mempunyai bentuk perniagaan menurut kehendak.
Tiap orang bebas bergerak kemana saja yang ia kehendaki
atau inginkan demi mencari penghidupan dan bebas
menggunakan bermacam-macam cara dalam usaha
mendapatkan kekayaan asalkan tidak menggunakan cara-
cara yang haram atau mengambil barang yang haram.
Walau bagaimanapun, perlu diingat bahwa kebebasan
individu, bukannya mutlak dan tanpa batasan, melainkan
dibatasi oleh dua hal: pertama: individu bebas bergerak di
bidang ekonomi dengan syarat tidak melanggar dan
mengambil hak-hak orang lain , kedua: dia harus
mengambil cara yang halal dan tidak mengamalkan cara
yang haram untuk mencari penghidupan dan tidak
mengambil benda-benda yang haram.

         

       

“Wahai manusia! Makanlah dari (makanan) yang halal


dan baik yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu
mengikuti langkah-langkah setan. Sungguh, setan itu
musuh yang nyata bagimu.” Q.S Al-Baqarah (2) :168

18
Nur Rianto Al Arif, Teori Mikroekonomi, (Jakarta; Kencana, 2014), 93
39

Ayat diatas memberikan tuntunan kepada seorang


mukmin supaya senantiasa menggunakan hak dan
kebabasan mereka berdasarkan prinsip yang telah
digariskan. Batasan-batasan disusun menurut konsep
perkara- perkara baik (thaibat) dan perkara-perkara buruk
(khaibaith), yang memberi kebebasan kepada umat Islam
untuk memperoleh dan memiliki sesuatu menurut cara
mereka. Ayat yang berarti “janganlah kamu mengikuti
langkah syaitan” merujuk kepada cara yang haram. Islam
melarang semua cara tidak benar yang kerap dilakukan
manusia untuk mendapatkan hak orang lain, tidak adil,
buruk dan keji. Islam membenarkan umatnya untuk
menggunakan semua cara dalam menyangga
19
kehidupannya selama cara itu wajar. Ekonomi Islam
memberikan arahan agar setiap preferensi kita terhadap
suatu hal haruslah mengarah pada nilai-nilai kebajikan.
Nilai-nilai dalam Ekonomi Islam bersumber dari Al-
Quran dan sunnah, yang menjadi dasar dari pandangan
hidup Islam. Nilai-nilai dasar dalam ekonomi Islam
tersebut menjiwai masyarakat dalam melakukan aktivitas
sosial ekonominya.
Hal ini sejalan dengan ajaran Islam tentang hubungan
manusia dengan dirinya dan lingkungan sosialnya, yang
menurut Naqvi di representasikan dengan empat
aksiomatik yakni:20

a. Tauhid, merupakan sumber utama ajaran Islam yang


percaya penuh terhadap Tuhan dan merupkan dimensi
vertikal Islam. Menciptakan hubungan manusia
dengan Tuhan dan penyerahan tanpa syarat manusia
atas segala perbuatan untuk patuh pada perintah-Nya,
sehingga segala yang dilakukan harus sesuai dengan
apa yang telah digariskan. Kepatuhan ini membuat

19
Afzalur Rahman, Doktrin Ekonomi Islam, Dana Bhakti Wakaf,
Yogyakarta, 1995, 94
20
Ruslan Abdul Ghofur Noor, Konsep Distribui dalam Ekonomi Islam,
(Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2013), 63
40

manusia merealisasikan potensi dirinya, dengan


berusaha semaksimal mungkin untuk
mengembangkan diri dalam menciptakan
kesejahteraan. Kesejahteraan yang bukan untuk
kepentingan pribadi namun kesejahteraan bagi seluruh
umat mausia.
b. Keseimbangan (equilibrium atau al-adl), merupakan
prinsip yang menunjuk pada cita-cita sosial. Prinsip
keseimbangan dan kesejahteraan berlaku bagi seluruh
kebijakan dasar bagi semua institusi sosial, baik
hukum, politik, maupun ekonomi. Khusus dalam
prinsip keseimbangan menjadi dasar dalam proses
produksi, konsumsi dan distribusi.
c. Keinginan bebas (free will), merupakan kemampuan
untuk menentukan pilihan sehingga menjadikan
manusia sebagai khalifah dimuka bumi. Kebebasan
dalam menentukan pilihan memiliki konsekuensi
pertanggungjawaban terhadap apa yang telah dipilih
sehingga manusia dituntut untuk berada dalam pilihan
yang benar. Namun dengan kebebasan pula, manusia
diberikan keleluasaan dalam memilih dua pilihan
yakni, apakah ia membuat pilihan yang benar yang
dibimbing oleh kebenaran, sehingga dalam
melakukan segala sesuatu tetap dalam koridor-koridor
kebenaran atau sebaliknya, ia memilih pilihan yang
tidak dibimbing oleh kebenaran sehingga ia semakin
jauh dari kebenaran.
d. Tanggungjawab (responsibility), aksioma ini dekat
dengan kehendak bebas, namun bukan berarti sama
dengan kehendak bebas. Islam
e. memberikan perhatian yang besar pada konsep
tanggung jawab, dengan menetapkan keseimbangaan
antara kehendak bebas dan tanggung jawab.
41

6. Pandemi Covid – 19
Awal tahun 2020 hampir semua negara di dunia
termasuk di Indonesia mengalami guncangan yang sangat
berat. Guncangan itu disebabkan oleh virus corona.
Penyakit ini disebabkan oleh virus korona jenis baru yang
diberi nama SARS-CoV-2 Wabah COVID-19 pertama
kali dideteksi di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok
pada bulan Desember 2019, dan ditetapkan sebagai
pandemi oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada
11 Maret 2020. Pandemi COVID-19 adalah peristiwa
menyebarnya penyakit korona virus 2019 di seluruh
dunia. Hingga 23 April 2020, lebih dari 2.000.000 kasus
covid-19 telah dilaporkan di lebih dari 210 negara dan
wilayah, mengakibatkan lebih dari 195,755 orang
meninggal dunia dan lebih dari 781,109 orang sembuh.
Dampak virus ini bukan hanya dirasakan oleh Cina tetapi
sudah menjangkau lebih dari 180 negara tersebar di semua
benua, ditambah dengan dampak sosial, ekonomi,
pendidikan dan dampak perubahan perilaku dan gaya
hidup yang diakibatkan oleh mikroorganisme yang tak
kasat mata ini.
Virus corona diduga menyebar di antara orang-
orang terutama melalui percikan pernapasan (droplet)
yang dihasilkan selama batuk. Percikan ini juga dapat
dihasilkan dari bersin dan pernapasan normal. Selain itu,
virus dapat menyebar akibat menyentuh permukaan benda
yang terkontaminasi dan kemudian menyentuh wajah
seseorang. Inilah yang menjadi dasar dan wajib kita sadari
bersama bahwa kehidupan kita tidak akan sama setelah
pandemi Covid-19. Umat manusia harus belajar dari
pandemi yang banyak menelan korban jiwa. Pandemi ini
merupakan satu satunya alasan yang mampu
mengkarantina manusia hampir di seluruh, hal yang jauh
dari nalar maupun imaginasi. Ternyata kita akan mampu
bekerja, belajar dan berdoa dari rumah.
42

Setelah pandemi ini berakhir kita akan memulai


kehidupan normal yang baru, kehidupan yang tidak akan
sama sebelum Covid-19 ini merebak, hal ini karena alasan
kesehatan dan keselamatan diri. Dalam bidang pendidikan
misalnya para pendidik dan siswa akan lebih terbiasa
untuk menggunakan platform online untuk proses belajar
mengajar, karena itu akan tumbuh banyak aplikasi
pendidikan yang lebih inovatif dan membuat belajar
online semakin mudah dan menyenangkan. Dalam bidang
ekonomi, dampak yang lebih besar akan sangat terasa
seperti masyarakat akan cenderung untuk berbelanja
secara online, banyak masyarakat yang lebih nyaman
untuk membuat dan menyiapkan makanan mereka sendiri
dengan pertimbangan lebih higienis sehingga bisnis untuk
menyiapkan makanan cepat saji yang sehat di rumah akan
meningkat seperti racikan sayur dan daging yang hanya
tinggal memanaskan dan makanan beku hal ini akan
diikuti dengan meningkatnya teknologi yang mendukung
makanan sehat dan juga aplikasi memasak akan lebih
banyak dibutuhkan oleh para pemasak pemula.
Masyarakat akan tetap mengutamakan perubahan
sanitasi, mulai menjauhi jabat tangan, dan tetap nyaman
menggunakan masker serta mulai sadar akan pentingnya
vaksinasi untuk beberapa penyakit berbahaya selain
Covid-19 tentunya, hal ini merupakan perubahan dalam
bidang kesehatan. Dalam kehidupan keagamaan Hindu,
umat Hindu Bali yang terbiasa melaksanakan ritual
yadnya secara komunal mau tidak mau harus mulai
membatasi jumah peserta dalam setiap kegiatan
agamanya. Industri pariwisata akan mengalami hal yang
sama dan akan mengutamakan penerapan standar protokol
kesehatan dan standar keamanan yang dipandang
memadai untuk tetap menjaga kenyaman para wisatawan
berkunjung ke Bali. Kehidupan new normal inilah yang
sangat menarik untuk dibahas khususnya dalam melihat
kesiapan pemerintah dan stakeholder menghadapi
43

pemulihan pariwisata Bali di masa pandemi. Alternatif


pilihan berwisata yang berbeda harus dipikirkan supaya
Bali tetap menjadi magnet bagi wisatawan domestic
maupun mancanegara tentu dengan tidak abai dengan
protokol kesehatan.
Pandemi covid 19 merupakan wabah yang
merubah tatanan kehidupan masyarakat diseluruh dunia
atau disebut dengan new normal. Masyarakat diwajibkan
hidup dalam new normal untuk tetap bisa menjaga
kesehatan dan keselamatan jiwa mereka. Covid 19
berdampak sangat berat bagi perekonomian terutama yang
mengandalkan perekonomian dalam sektor pariwisata.
Belum ditemukannya antivirus untuk covid 19 ini
menambah kecemasan masyarakat untuk beraktivitas.
Untuk itulah pemerintah mengambil kebijakan penerapan
kehidupan new normal dalam menjalankan aktivitas biasa
di luar rumah dengan menerapkan protokal tetap
pencegahan penyebaran covid 19.21

7. Bisnis Syariah
Secara historis kata bisnis berasal dari bahasa
Inggris yaitu “business”, dari kata dasar “busy” yang
artinya "sibuk" . Sibuk mengerjakan aktivitas dan
pekerjaan yang mendatangkan keuntungan. Dalam kamus
bahasa indonesia bisnis adalah usaha dagang; usaha
komersial.22 Bisnis sendiri memiliki dua pengertian yang
berbeda, yakni : pertama, bisnis adalah sebuah kegiatan.
Kedua, bisnis adalah sebuah perusahaan. 23 Bisnis dapat
dikatakan sebuah kegiatan yang terorganisir karena
didalam bisnis ada banyak kegiatan yang dilakukan.

21
Ida Bagus Gede Paramita, Arsa Putra. I gede., 2020. “New Normal Bagi
Pariwisata Bali Di Masa Pandemi Covid 19,” Pariwisata Budaya: Jurnal Ilmiah
Pariwisata Agama dan Budaya, (2020), 13.
22
Departemen Pendidikan dan Kebudayaaan Nasioanal, Kamus Bahasa
Indonesia,(Jakarta:Pusat Bahasa, 2008) , 208.
23
Husein Umar, Businnes An introduction, (Jakarta: PT Gramedia pustaka
Utama, 2000), 3.
44

Kegiatan dimulai dengan input berupa mengelola barang


lalu diproses setelah itu menghasilkan output berupa
barang setengah jadi atau barang jadi. Sedangkan secara
etimologi, bisnis berarti keadaan dimana seseorang atau
sekelompok orang sibuk melakukan pekerjaan yang
menghasilkan keuntungan. 24
Menurut Raymond E. Glos dalam bukunya
“Businnes: Its Nature and Evironment: An Introduction”,
Bisnis merupakan seluruh kegiatan yang diorganisasikan
oleh orang-orang yang berkecimpung dalam bidang
perniagaan dan industri yang menyediakan barang dan
jasa untuk kebutuhan mempertahankan dan memperbaiki
standar serta kualitas hidup mereka.
Skinner, mendefinisikan bisnis sebagai pertukaran
barang, jasa, atau uang yang saling memberi keuntungan
atau memberi manfaat. Dalam pandangan Starub dan
Attner , Bisnis adalah organisasi yang menjalankan
aktivitas berupa produksi lalu menjual barang dan jasa
yang dibutuhkan atau diinginkan oleh konsumen guna
mendapatkan keuntungan atau profit.25 Menurut Hughes
dan Kapoor, bisnis merupakan kegiatan usaha individu
yang terorganisir untuk memperoleh laba atau menjual
barang dan jasa guna mendapat keuntungan dan dapat
memenuhi kebutuhan masyarakat. 26 Sedangkan Huat,
Tchwee, et .al mendefinisikan “businnes in the simply a
sistem that produces goods and service ti satisfy the needs
of our society”, bisnis sebagai suatu sistem yang
memproduksi barang dan jasa untuk memuaskan
kebutuhan masyarakat. 27

24
Abul Aziz, Etika Bisnis Perspektif Islam (Bandung: Alfabeta, 2013), 28.
25
Yusanto, M Ismail dan wWidjajakusuma, M Karebet, Mengagas Bisnis
Islam (Jakarta: Gema Insani Press,2002), 15.
26
Muhammad dan Lukman Fauroni, Visi al-Qur’an tentang Etika dan
Bisnis (Jakarta: Salemba Diniyah, 2002), 60.
27
Amirul dan Imam Hardjanto, Pengantar Bisnis (Yogyakarta: Graha Ilmu,
2005), 2.
45

Pengertian bisnis dapat dilihat dari berbabagi


aspek, antara lain: jenis kegiatannya, kegunaan dan
manfaatnya, motif dilaksanakannya, dan siapa pelakunya.
Dilihat dari jenis kegiatannya bisnis dibedakan menjadi
empat, yaitu: pertama, bisnis yang bergerak dalam
pertambangan bisnis ini disebut dengan bisnis eksekutif.
Kedua, bisnis agraris atau bisnis yang berkaitan dengan
bercocok tanam atau dibidang pertanian. Ketiga, bisnis
industri. Keempat, bisnis yang bergerak dibidang jasa.
Bisnis yang dilihat dari sisi kegunaan dan manfaatnya
dibagi menjadi empat yaitu: bentuk barang yang diubah
dari mentah ke benda yang telah jadi, kegunaan tempat,
kegunaan waktu, dan kegunaan kepemilikan. Jika dilihat
dari segi motifnya dibedakan menjadi dua yaitu: profit
motive dan non provit motive. Sedangkan dari segi
pelakunya dilakukan oleh individu dan kelompok yang
dijalankan menggunakan manajemen.
Secara etimologis atau bahasa, Syariah adalah
jalan ke tempat pengairan, atau jalan yang harus diikuti,
atau tempat lalu air sungai. Pengertian syari’ah menurut
pakar hukum Islam adalah “segala titah Allah yang
berhubungan dengan tingkah laku manusia di luar yang
mengenai akhlak”.28 Dengan demikian, dapat disimpulkan
bahwa Syariah adalah ketentuan-ketentuan Allah yang
wajib dipatuhi baik terkait dengan masalah aqidah
(tauhid), ibadah (hubungan kepada Allah) dan muamalah
(hubungan sesama manusia). Dengan mengacu pada
pengertian tersebut, Hermawan Kartajaya menerangkan
bahwa Bisnis Syariah adalah bisnis yang santun, penuh
kebersamaan dan penghormatan atas hakmasing-masing.29
Dapat disimpulkan bahwa bisnis syari’ah adalah
“serangkaian aktivitas jual beli dalam berbagai bentuknya
yang tidak dibatasi jumlah kepemilikan hartanya baik
28
Amir Syarifuddin, Ushul Fiqh,jld.1-2,(Jakarta: Logos Wacana Ilmu,
1999), 45.
29
Muhammad Syafi’i Antonio, Bank Syariah;Suatu Pengenalan Umum
(Jakarta: Tazkia Institut, 2005), 63.
46

barang atau jasa, tetapi dibatasi cara memperoleh dan


menggunakannya. Artinya, dalam mendapatkan harta dan
menggunakannya tidak boleh dengan cara-cara yang
diharamkan Allah. Tegasnya, berbisnis menurut ketentuan
syari’ah tidak boleh bebas dari ketentuan syariat dan harus
dibedakan antara halal dan haram atau yang hak dan yang
batil tidak boleh dicampuradukkan sesuai firman Allah
dalam surat al-Baqarah ayat 42 yang artinya “Dan
janganlah kamu campur adukkan yang hak dengan yang
bathil dan janganlah kamu sembunyikan yang hak itu,
sedang kamu mengetahui”. 30
Berdasarkan ayat di atas, maka bisnis menurut
ketentuan syari’ah tidak boleh bersifat liberal atau bebas,
tetapi harus mengikuti norma halal, haram bahkan yang
syubhat lebih baik dijauhi daripada dilakukan. Orang
Islam yang tidak memperhatikan ketentuan-ketentuan
tersebut, maka keuntungan yang diperolehnya tidak
mendapat rido Allah. Sesuatu yang tidak mendapat rido
Allah, sesungguhnya tidak akan membawa keselamatan.
Bahkan mungkin hartanya akan membawa kesengsaraan
dalam hidupnya. Untuk membuktikan secara ilmiah kalau
harta yang diperoleh secara haram akan membawa mala
petaka memang sulit. Namun demikian, sudah banyak
kejadian harta orang yang diperoleh dengan cara yang
haram seperti hasil perjudian, prostitusi, narkoba dan
sejenisnya adalah membawa mala petaka dalam rumah
tangga. Secara rasional, sebenarnya hal itu dapat diterima
akal pikiran yang sehat, sebab cara yang diharamkan itu
status hukumnya kotor atau najis, sedangkan harta yang
diperoleh dengan cara yang halal itu bersih dan
menyehatkan. Allah Maha kuasa dalam memberikan
sanksi kepada orang yang memperoleh harta dengan jalan
haram akan ditimpa berbagai penyakit. Dalam hidup ini,
memang ada sesuatu yang tidak bisa dibuktikan dengan

30
Departemen Agama RI, al-Qur’an Dan Terjemahnya, (Jakarta: Yayasan
Penyelenggara Penterjemah/Pentafsir al-Qur’an, 1998)
47

akal, tetapi dalam kenyataannya ada. Misalnya, ruh itu


dipastikan ada dalam diri manusia dan hewan, tetapi tidak
ada orang yang mengetahui bagaimana jenis dan
bentuknya.

8. Pariwisata Dalam Bisnis Syariah


Dalam Al-Quran banyak dijelaskan tentang tujuan
berwisata, diantara tujuan-tujuan tersebut adalah bertujuan
sebagai berikut:

a. Mengenal Sang Pencipta dan Meningkatkan Nilai


Spiritual
Tujuan Islam dalam menggalakkan pariwisata,
yang merupakan tujuan paling utama, adalah untuk
mengenal Tuhan. Dalam berbagai ayat Al-Quran,
Allah swt menyeru manusia untuk melakukan
perjalanan di atas bumi dan memikirkan berbagai
fenomena dan penciptaan alam.
          

          

“Katakanlah, berjalanlah di muka bumi maka


perhatikanlah bagaimana Allah menciptakan manusia
dari permulaannya, kemudian Allah menjadikannya
sekali lagi. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas
segala sesuatu.” Q.S. Ankabut (29) : 20

Lebih jauh dari itu, bila kita memiliki tujuan yang


maknawi, yaitu untuk mengenal berbagai ciptaan
Allah Swt. Perjalanan wisata seperti ini bisa disebut
sebagai wisata rohani, yang akan menerangi hati,
membuka mata dan melepaskan jiwa dari belenggu
tipu daya dunia.
b. Berbisnis, membuka peluang usaha sebagai salah satu
pemberdayaan potensi daerah
48

Tujuan lain pariwisata yang dianjurkan Islam


adalah untuk berniaga atau berbisnis. Dewasa ini
perdagangan juga menjadi salah satu tujuan terpenting
dari pariwisata. Dalam Islam, mencari penghasilan
melalui usaha yang benar dan halal merupakan salah satu
hal yang sangat dianjurkan. Berbagai ayat dan riwayat
Islam menunjukkan pujian kepada usaha perkonomian
yang sehat, sebagaimana ibadah-ibadah lainnya.
        

         

 

“Disebabkan oleh oleh kebiasaan orang – orang


Quraisy, (yaitu) kebiasaan mereka berpergian pada
musim dingin dan musim panas (sehingga mendapatkan
banyak keuntungan), maka hendaklah mereka menyembah
Tuhan (pemilik) rumah ini (Ka’bah), yang telah memberi
mereka makanan untuk menghilangkan lapar dan
mengamankan mereka dari rasa takut.” Q.S. Quraisy
(106) : 1-4
tentang kebiasan masyarakat suku Quraisy melakukan
perjalanan periagaan ke Yaman dan Syam, 31 begitu juga
penegasan Allah Swt dalam Qs. al-Jumuah (62) : 10

         

     

“Apabila salat telah dilaksanakan, maka bertebaranlah


kamu di bumi; carilah karunia Allah dan ingatlah Allah
banyak-banyak agar kamu beruntung.” Q.S. al-Jumuah
(62) : 10
31
Quraisy Shihab, Tafsir al-Misbah, ed 15. (Jakarta: lentera hati, 2002 ),
537-538.
49

Imam Ibnu Katsir tentang ayat ini mengatakan ”anjuran


bertebaran di permukaan bumi untuk mencari rezki
dengan cara yang halal dan baik setelah melaksanakan
ibadah”. Imam Ali r.a berkata, “Berdaganglah agar Allah
menurunkan berkahnya kepadamu.” 32
Pemberian motivasi seperti ini telah membuat kaum
muslimin melakukan perjalanan ke berbagai penjuru
dunia untuk berdagang mencari penghasilan, Yang
menarik dari fenomena ini adalah bahwa melalui kegiatan
perjalanan dagang ini pula Islam tersebar ke berbagai
penjuru dunia, termasuk ke Indonesia.
c. Menambah Wawasan Keilmuan
Faktor ilmu dan wawasan juga merupakan faktor
penting yang membuat pariwisata berkembang dalam
budaya Islam. Sejak masa munculnya Islam, agama mulia
ini telah memotivasi umatnya untuk menuntut ilmu,
bahkan sampai ke negeri yang jauh. Salah satu sebab
penting dari tumbuh dan berkembangnya peradaban Islam
adalah perjalanan pariwisata yang bertujuan menuntut
ilmu pengetahuan.

         

   

“Sesungguhnya telah berlalu sebelum kamu sunnah-


sunnah Allah karena itu berjalanlah di muka bumi dan
perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang
mendustakan Rasulullah.” Q.S. Ali Imran (3) : 137

Syekh Jamaluddin Al-Qasimi dalam kitabnya Mahasin al-


Ta’wil mengatakan : “Perintah untuk melakukan
perjalanan pariwisata dan menyaksikan peninggalan
kaum-kaum terdahulu adalah untuk mengambil pelajaran

32
Ibnu Katsir, Imaduddin Abu al-Fida’ Ismail, Tafsir al-Quran al- Karim,
ed 1. (Dar Maktabah al-Hilal: Beirut, 1986), 554.
50

dari peninggalan tersebut. Istana-istana yang tinggi, harta-


harta yang terpendam, ranjang-ranjang tidur yang indah,
beserta segala pernik-perniknya yang pada zaman dahulu
merupakan sumber kebanggaan bagi manusia, kini telah
lenyap dan tidak bernilai. Semua ini dimaksudkan Allah
agar dijadikan pelajaran oleh umat-umat berikutnya.”33

d. Mendapatkan Ketenangan Jiwa dan Kebersihan Hati


Tujuan lain dari dorongan Islam terhadap umatnya
untuk melakukan perjalanan wisata, adalah untuk
mendapatkan kesempatan bersenang-senang dengan cara
yang sehat. Dalam berbagai riwayat Islam disebutkan
bahwa mendapatkan kesenangan yang sehat dan
bermanfaat bisa diraih dengan cara melakukan perjalanan
dari kota ke kota atau dari negara ke negara lain.
Menyaksikan berbagai ciptaan Tuhan yang indah, seperti
gunung-gunung yang menjulang tinggi, sungai-sungai
yang mengalir deras, mata air yang jernih, atau hutan-
hutan yang hijau dan lautan yang penuh ombak, ini semua
akan menimbulkan rasa senang dan kesegaran dalam jiwa
manusia serta menambah kekuatan iman kepada sang
khaliq.

         

         

“Bagaimana langit ditinggikan? Bagaimana gunung –


gunung ditegakkan? Bagaimana pula bumi dihamparkan?
Maka, berilah peringatan karena sesungguhnya engkau
(Nabi Muhammad) hanyalah pemberi peringatan.” Q.S.
Al-Ghasyiah (88) : 18 – 21

33
Jamaluddin al-Qasimin, Mahasin al-Ta’wil (Cairo: Maktabah al-Halabi,
t.t), 36.
51

tentang anjuran untuk mendalami ayat-ayat kauniyah.


Menemui kerabat dan sanak-saudara dengan tujuan untuk
menjalin dan mempererat silaturahmi, merupakan tujuan
lain dari pariwisata yang dianjurkan oleh Islam. Dalam
Hadis riwayat Bukhari dan Muslim, disebutkan bahwa
silaturahmi akan memberikan kebaikan, membuka luas
rezeki, membersihkan jiwa, dan mendapat keberkahan
hidup.

B. Pengajuan Hipotesis
Hipotesis berasal dari kata “hypo” yang berarti “di
bawah” dan “thesa” yang berarti “kebenaran”. Hipotesis dapat
didefinisikan sebagai jawaban sementara yang sebenarnya
masih harus diuji, atau rangkuman kesimpulan teoritis yang
diperoleh dari tinjauan pustaka. Hipotesis juga merupakan
proposisi yang akan diuji keberlakuannya atau merupakan
suatu jawaban sementara atas pertanyaan penelitian.
Dikatakan sementara, karena jawaban yang diberikan baru
didasarkan keadaan teori relevan, belum didasarkan pada
fakta-fakta yang membenarkan, dan akan ditolak jika ternyata
salah. Dimana hipotesis nol atau tidak berpengaruh
dilambangkan dengan H0 dan hipotesis alternative atau
berpengaruh dilambangkan H1.34
Hipotesis yang penulis ajukan dalam penelitian ini adalah :
Preferensi
H0 : Preferensi tidak berpengaruh terhadap keputusan
……………..berkunjung

H1 : Preferensi berpengaruh terhadap keputusan


…………………berkunjun

34
Nanang Martono, Metode Penelitian Kuantitatif, ( Jakarta, Raja Grafindo
Persada, 2012), 63.
DAFTAR RUJUKAN

Alamanda, Dini Turipanam, Abdullah Ramdhan, Arif Partono


Prasetio. “Preferensi Wisatawan Nusantara Terhadap
Komponen Wisata Papandayan Menggunakan Analisis
Konjoin”. Jurnal Manajemen Dan Kebijakan Publik, Vol. 5,
No. 1, (2020): 27 – 44.
al-Qasimin, Jamaluddin. Mahasin al-Ta’wil (Cairo: Maktabah al-
Halabi, t.t), 36.
Amirul, Imam Hardjanto. Pengantar Bisnis (Yogyakarta: Graha Ilmu,
2005), 2.
Amirullah, Amirullah. Perilaku Konsumen (Yogyakarta: Graha Ilmu,
2002)
Antonio, Muhammad Syafi’i. Bank Syariah;Suatu Pengenalan Umum
(Jakarta: Tazkia Institut, 2005)
Arifin, Johar. “Wawasan Al-Quran Dan Sunnah Tentang Pariwisata”.
An-Nur, Vol. 4 No. 2 (2015): 159-160.
Asmuni, Siti Mujiatun, Bisnis Syariah Suatu Alternatif Pengembangan
Bisnis Yang Humanistik dan Berkeadilan. (Medan: Perdana
Publishing, 2013),
Aziz, Abdul. Etika Bisnis Perspektif Islam (Bandung: Alfabeta, 2013),
28.
Case, K. E., & Fair, R. C., Prinsip-prinsip ekonomi (Jakarta: Erlangga,
2006)
Departemen Agama RI, al-Qur’an Dan Terjemahnya, (Jakarta:
Yayasan Penyelenggara Penterjemah/Pentafsir al-Qur’an,
1998)
Departemen Pendidikan dan Kebudayaaan Nasioanal, Kamus Bahasa
Indonesia,(Jakarta:Pusat Bahasa, 2008) , 208.
_____. Kamus Besar Bahasa Indonesia (Jakarta: Balai Pustaka, 1996),
747.
Dwiastuti, Rini, Agustina Shinta, and Riyanti Isaskar, Ilmu Perilaku
Konsumen (PNKT: UB Press,1012), 177.
Dwiputra, Roby. “Preferensi Wisatawan Terhadap Sarana Wisata Di
Kawasan Wisata Alam Erupsi Merapi,” Jurnal Perencanaan
Wilayah dan Kota, vol. 24, no. 1, (2013): 33 – 48,
[Link]
Essa, S. P., Rahmi, D., & Riani, W. (2019). “Faktor-faktor yang
mempengaruhi wisatwan dalam memilih hotel syariah dikota
Bandung.” Prosiding Imlu Ekonomi, vol. 5, no. 1 (2019): 24-
30
Fitroh, Syakir Kamil Ainul, Djamhur Hamid, Luchman Hakim,
“Pengaruh Atraksi Wisata Dan Motivasi Wisatawan Terhadap
Keputusan Berkunjung,” JAB: Jurnal Administrasi Bisnis,
vol. 42, no.2, (2017): 18 – 25.
Gantini, Kariza Devia, Diyah Setiyorini, “Pengaruh Revitalisasi
Produk Wisata Terhadap Preferensi Mengunjungi Lembah
Bougenville Resort,” THE: Tourism and Hospitality
Essentials Journal. vol. II, no. 2, (2012): 387 – 406,
[Link]
Handayani, Diah. “Penyakit Virus Corona 2019,” Jurnal Respirologi
Indonesia,Vol. 40, No. 2 (2020): 128,
[Link]
Ihsan, Mohammad, Ade Perdana Siregar. “Peran Preferensi
Memediasi Pengaruh Revitalisasi Produk Wisata terhadap
Keputusan Berkunjung Objek Wisata Danau Sipin Jambi”.
Ekonomis: Journal of Economics and Business. Vol. 4, No, 1
(2020): 100 – 105,
[Link]
Katsir, Ibnu, Imaduddin Abu al-Fida’ Ismail, Tafsir al-Quran al-
Karim, ed 1. (Dar Maktabah al-Hilal: Beirut, 1986), 554.
Koranti, Komsi, Sriyanto, Sidik Lestiyono. “Analisis Preferensi
Wisatawan Terhadap Sarana Di Wisata Taman Wisata
Kopeng,” Jurnal Ekonomi Bisnis, vol. 22, no. 3, (2017): 242 –
254.
Kotler, P., Marketing Management (Prentice: Hall International,
1997)
Lutur, Nellyn, Singgih Santoso. “Pengaruh Efektivitas Promosi Pada
Destinasi Wisata Terhadap Action Wisatawan Dengan
Melihat Gender Sebagai Variabel Moderasi Dengan
Menggunakan Model Aisas”. NCAB: National Conference on
Applied Business
Martono, Nanang. Metode Penelitian Kuantitatif (Jakarta, Raja
Grafindo Persada, 2012), 63.
Maulana, Ahmad. “Preferensi Masyarakat Jakarta Terhadap Wisata
Halal Dan Pengaruhnya Terhadap Minat Berkunjung”
(Skripsi, Program Ekonomi Syariah Universitas Islam Negeri
(Uin) Syarif Hidayatullah, 2019).
Moutinho, L., “Strategic Management in Tourism. Glasgow,” CABI,
no.3 (2018)
Muhammad, Lukman Fauroni, Visi al-Qur’an tentang Etika dan
Bisnis (Jakarta: Salemba Diniyah, 2002), 60.
Muhammad, Metode Penelitian Ekonomi Islam Pendekatan
Kuantitatif (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2004), 102.
Nursusanti, B., Preferensi Wisatawan. “Identifikasi Persepsi dan
Preferensi Wisatawan Terhadap Objek dan Daya Tarik Wisata
di Kabupaten Cianjur,” (2005): 43.
Paramita, Ida Bagus Gede, Arsa Putra. I gede., 2020. “New Normal
Bagi Pariwisata Bali Di Masa Pandemi Covid 19,” Pariwisata
Budaya: Jurnal Ilmiah Pariwisata Agama dan Budaya,
(2020):
Permadi, L. Adi, Sri Darwini, Weni Retnowati, dkk. “Persepsi Dan
Preferensi Wisatawan Muslim Terhadap Sarana Dan
Prasarana Wisata Halal Di Lombok (Studi Kasus Kawasan
Ekonomi Khusus Mandalika),” JSEH: Jurnal Sosial Ekonomi
dan Humaniora , vol. 4, no. 2 (2018): 57 – 70,
[Link]
Porta, Miquel. Dictionary of Epidemiology. (Oxford University: Press,
2008), 179.
Porteus, J. D Environtment and Behavior. Planning and Everyday
Urban Life (Boston: Addison-Wesley, 1997)
Purwanto, Erwan Agus, Dyah Ratih Sulistyastuti. Metode Penelitian
Kuantitatif : untuk administrasi publik dan masalah-masalah
sosial, (Yogyakarta : gaya media, 2007), 63.
Puwah, Yusran, Veronica A. Kumurur, Rieneke L.E Sela, dkk.,
“Persepsi Dan Preferensi Pengunjung Terhadap Kawasan
Wisata Pantai Malalayang,” Sabua, vol.5, no.1, (2013): 16 –
27.
Rahardja, P., & Manurung, M., Teori Ekonomi Mikro (Suatu
Pengantar) (Jakarta: FE UI, 2010)
Reisinger, dan Turner, “Cross - Cultural Behaviour in Tourism
Concepts and Analysis,” Journal of tourism Research, vol. 6,
no. 1 (2003): 54, [Link]
9.50005-2.
Sanusi, Anwar. Metodologi Penelitian Bisnis (Jakarta Selatan :
Salemba Empat, 2016), 105.
Shihab, Quraisy. Tafsir al-Misbah, ed 15. (Jakarta: lentera hati, 2002 ),
537-538.
Simamora, B.,. Panduan Riset Perilaku Konsumen (Jakarta: Gramedia
Pustaka Utama, 2003)
Simanjuntak, Bungaran Antonius, Sejarah Pariwisata Menuju
Perkembangan Pariwisata Indonesia (Jakarta: Obor, 2107),
163
Sugihamretha, I Dewa Gde. 2020. “Respon Kebijakan Mitigasi Wabah
Covid – 19 Pada Sektor Pariwisata,” The Indonesian Journal
of Development Planning, vol. IV, no. 2 (2020): 192,
[Link]
Sugiyono, Sugiyono. Metode Penelitian Bisnis (Bandung : CV
ALFABETA, 2002), 72.
_____. Metode Penelitian Kombinasi (Bandung: Alfabeta, 2013),
196.
Syarifuddin, Amir. Ushul Fiqh,jld.1-2,(Jakarta: Logos Wacana Ilmu,
1999)
Syekh Ahmad bin Syekh Muhammad Zarga’, Syarah al-Qawaid al-
Fiqhiyah, 3 ed (Dar Qalam: Damascus, 1989), 205-206.
Umar, Husein. Businnes An introduction, (Jakarta: PT Gramedia
pustaka Utama, 2000), 3.
Yusanto, M Ismail dan Widjajakusuma, M Karebet, Mengagas Bisnis
Islam (Jakarta: Gema Insani Press,2002), 15.
Zairah, Nurul. Metode Penelitian Sosial dan Pendidikan (Jakarta :
Bumi Aksara, 2007), 191.
LAMPIRAN
Lampiran 1 Kuesioner Penelitian
KUESIONER PENELITIAN
PENGARUH PREFERENSI WISATAWAN TERHADAP
KEPUTUSAN BERKUNJUNG KE OBJEK WISATA DI
SUKADANAHAM PADA MASA PANDEMI COVID – 19 DALAM
PERSPEKTIF BISNIS SYARIAH
(Survey terhadap wisatawan yang berkunjung ke Puncak Mas)

Assamualaikum [Link]
Saya Annisa Egaleonita Kelana (1751040021) mahasiswi
program studi Manajemen Bisnis Syariah Universitas Islam Negeri
Raden Intan Lampung sedang melakukan penelitian (tugas
akhir/skripsi). Pada kesempatan ini, saya memohon kesediaan
Saudara/Saudari para wisatawan objek wisata Puncak Mas untuk
menjadi responden pada penelitian ini dengan memberikan jawaban
yang jujur dan objektif pada kuesioner yang disediakan. Kuesioner ini
menggunakan Bahasa Indonesia dan membutuhkan kurang lebih 3 – 5
menit waktu Saudara/Saudari untuk pengisiannya. Peneliti
menggunakan jawaban kuesioner semata – mata untuk keperluan
penelitian. Penelitian ini untuk kepentingan pengembangan ilmu
pengetahuan. Peneliti akan menjamin kerahasiaan semua informasi
dan jawaban yang diberikan oleh responden dan menjamin jawaban
tersebut tidak membawa konsekuensi yang merugikan responden.
Adapun hasil dari penelitian ini saya gunakan untuk bahan
penyusunan skripsi pada program sarjana UIN Raden Intan Lampung.
Setiap jawaban tidak ada yang benar atau salah, tetapi
jawaban yang baik adalah jawaban yang sesuai dengan keadaan anda,
atas kesediaan dan kerjasama anda saya ucapkan terima kasih.
Wassalamualaikum [Link]
Peneliti,

Annisa Egaleonita Kelana


A. IDENTITAS RESPONDEN
1. Nama :

2. Jenis Kelamin
a. Laki – laki b. Perempuan

3. Usia
a. < 20 Tahun d. 41 – 50 Tahun
b. 20 – 30 Tahun e. > 50 Tahun
c. 31 – 40 Tahun

4. Pendidikan Terakhir
a. SD d. Sarjana (S1)
b. SMP e. Lainnya
c. SMA

5. Pekerjaan
a. Pegawai e. Lainnya
Negeri/Swasta
b. Wiraswasta
c. Ibu Rumah
Tangga
d. Mahasiswa(i)/
Pelajar
6. Dari mana anda memperoleh informasi tentang objek wisata
Puncak Mas
a. Keluarga/teman
b. Sosial media (Facebook, Instagram, Whatsapp,
Twitter)
c. Brosur/pamflet/buku
d. Biro perjalanan wisata
e. Lainnya

7. Apa tujuan anda datang berkunjung ke objek wisata Puncak


Mas (boleh memilih lebih dari 1 pilihan)
a. Menikmati pemandangan indah yang diciptakan Allah
SWT
b. Rekreasi/liburan
c. Penelitian/pendidikan
d. Bersantai
e. Mengisi waktu luang
B. PETUNJUK PENGISIAN KUESIONER
1. Bacalah setiap pernyataan dengan teliti
2. Berilah jawaban pernyataan berikut sesuai dengan pendapat
anda.
3. Ada empat pilihan jawaban yang tersedia untuk masing-
masing pertanyaan, yaitu:
 SS = Sangat Setuju
 S = Setuju
 KS = Kurang Setuju
 TS = Tidak Setuju
 STS = Sangat Tidak Setuju
C. KUESIONER
Variabel Preferensi (X)
No Indikator Pernyataan Pilihan Jawaban
SS S KS TS STS
1 Fasilitas Puncak Mas
menyediakan
fasilitas Mushola
untuk para
pengunjung pada
masa pandemi
Covid – 19.

2 Puncak Mas
menyediakan
fasilitas food court
halal untuk para
pengunjung pada
masa pandemi
Covid – 19.
3 Puncak Mas
menyediakan
taman bermain
untuk anak – anak
4 Puncak Mas
menyediakan
toilet yang bersih
bagi para
pengunjung.
5 Popularitas Puncak Mas
merupakan objek
wisata yang
populer pada masa
pandemi Covid –
19.

6 Objek wisata
Puncak Mas
dikenal oleh
wisatawan dari
luar kota.
7 Objek wisata
Puncak Mas viral
di media sosial.
8 Biaya Biaya yang
dikeluarkan untuk
mengunjungi
objek wisata
Puncak Mas pada
masa pandemi
Covid – 19 sangat
terjangkau.
9 Saya menyisihkan
penghasilan untuk
berlibur ke objek
wisata Puncak
Mas.
10 Saya dikenai biaya
tambahan untuk
biaya parkir.
11 Aksesibilitas Lokasi objek
wisata Puncak
Mas mudah untuk
dijangkau.
12 Jalan umum
menuju ke objek
wisata Puncak
Mas dapat dilalui
dengan mudah.
13 Waktu tempuh
dari pusat kota
menuju ke objek
wisata Puncak
Mas relatif cepat.
14 Kenyamanan Objek wisata
Puncak Mas
memberikan
kenyamanan bagi
pengunjung pada
masa pandemi
Covid – 19.
15 Saya merasa aman
saat berwisata ke
objek wisata
Puncak Mas pada
masa pandemi
Covid -19.
16 Puncak Mas
menjalankan
protokol
kesehatan dengan
baik sehingga
membuat para
pengunjung
merasa nyaman.
17 Saya bisa
menunaikan
ibadah dengan
nyaman.
18 Pelayanan Objek wisata
Puncak Mas
memberikan
pelayanan yang
baik sesuai dengan
kebutuhan
pengunjung pada
masa pandemi
Covid – 19.
19 Objek wisata
Puncak Mas selalu
memberikan
himbauan tentang
protokol
kesehatan kepada
para pengunjung
di masa pandemi
Covid – 19.
20 Petugas bersikap
ramah terhadap
para pengunjung
yang berkunjung
ke objek wisata
Puncak Mas.

Variabel Keputusan Berkunjung (Y)


N Indikator Pernyataan Pilihan Jawaban
o S S K T ST
S S S S
1 Kemantapan Tidak ada
untuk keraguan untuk
melakukan memutuskan
keputusan berkunjung ke
berkunjung objek wisata
Puncak Mas pada
masa pandemi
Covid – 19.
2 Pilihan saya untuk
berkunjung ke
objek wisata
Puncak Mas ini
adalah keputusan
yang tepat.
3 Tidak ada
pertimbangan lagi
untuk
mengunjungi
objek wisata lain
setelah
memustuskan
untuk berkunjung
ke objek wisata
Puncak Mas.
4 Menjadikan Objek wisata
suatu objek Puncak Mas
wisata menjadi prioritas
sebagai utama objek wisata
preferensi untuk dikunjungi
utama dari objek wisata
sejenis.
5 Saat memikirkan
tempat berwisata,
yang muncul
pertama kali
dipikiran saya
adalah Puncak
Mas.
6 Saat akhie pekan
datang, wisata
yangdikunjungi
pertama kali
adalah Puncak
Mas
7 Memberika Saya akan
n memberikan
rekomendas rekomendasi ke
i kepada orang lain untuk
orang lain berkunjung ke
objek wisata
Puncak Mas pada
masa pandemi
Covid – 19.
8 Saya akan
merekomendasika
n objek wisata
Puncak Mas ke
keluarga jika ingin
berwisata
9 Saya banyak
mendapatkan
rekomendasi dari
orang lain untuk
berkunjung ke
Sukadanaham.
10 Saya akan
merekomendasika
n objek wisata
Puncak Mas ke
orang asing yang
bertanya tentang
objek wisata di
Sukadanaham.
11 Saya banyak
mendapatkan
rekomendasi dari
orang lain untuk
berkunjung ke
Sukadanaham.
12 Melakukan Saya akan
kunjungan berkunjung
ulang kembali ke objek
wisata Puncak Mas
di masa pandemi
Covid – 19.
13 Saya akan
berkunjung
kembali dengan
mengajak
keluarga/teman
untuk berkunjung
ke objek wisata
Puncak Mas.
14 Saya akan
berkunjung
kembali ke objek
wisata Puncak Mas
untuk bernostalgia
di objek wisata
Puncak Mas.
15 Saya akn
berkunjung
kembali ke objek
wisata Puncak Mas
untuk mencoba
wahana baru.
Lampiran 2
Jawaban Responden
Preferensi (X)
no x x x x x x x x x x1 x1 x1 x1 x1 x1 x1 x1 x1 x1 x2 Total
1 2 3 4 5 6 7 8 9 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 0 x
1 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 100
2 5 5 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 99
3 5 5 4 5 4 5 5 5 4 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 96
4 5 5 5 4 5 5 5 4 4 4 5 5 4 5 5 5 5 5 5 5 95
5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 5 4 5 5 5 4 4 96
6 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 5 4 5 4 4 5 5 4 4 94
7 4 4 4 5 3 4 5 4 4 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 91
8 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 100
9 4 5 4 5 4 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 96
10 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 90
11 4 5 4 4 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 5 95
12 4 4 5 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 97
13 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 100
14 5 5 5 5 5 5 5 5 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 99
15 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 100
16 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 100
17 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 100
18 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 100
19 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 4 3 4 4 4 5 4 5 4 91
20 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 100
21 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 5 3 5 3 4 5 5 5 5 94
22 4 4 4 4 4 4 5 4 5 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 92
23 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 5 4 5 3 4 5 5 5 5 95
24 4 5 3 5 3 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 94
25 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 100
26 4 5 4 5 3 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 95
27 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 4 4 5 3 4 5 4 4 4 91
28 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 4 4 4 4 4 5 4 4 4 91
29 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 100
30 4 4 4 5 3 4 5 4 4 4 4 4 4 5 3 4 5 4 4 4 82
31 4 4 4 4 4 4 5 4 4 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 91
32 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 5 4 5 3 4 5 5 4 4 93
33 4 4 4 5 3 4 5 4 4 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 91
34 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 100
35 4 5 4 5 4 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 96
36 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 80
37 4 5 4 4 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 96
38 4 4 5 4 5 5 5 5 5 5 4 4 4 5 4 5 5 5 5 5 93
39 4 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 5 4 5 5 5 5 5 96
40 5 5 5 4 5 5 4 5 4 5 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 87
41 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 90
42 5 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 99
43 4 4 4 4 4 4 5 4 4 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 91
44 4 3 4 4 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 94
45 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 80
46 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 89
47 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 4 4 4 4 4 5 4 4 4 90
48 5 4 5 5 4 5 5 5 5 4 5 5 4 4 4 5 5 5 5 5 94
49 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 89
50 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 88
51 5 5 4 5 3 5 5 4 5 5 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 95
52 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 3 3 3 3 3 3 3 3 3 5 82
53 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 3 3 3 3 3 3 3 3 3 5 82
54 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 80
55 5 5 4 5 3 4 5 4 3 5 5 5 4 5 3 5 5 4 5 5 89
56 5 5 4 3 5 3 3 4 3 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 90
57 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 99
58 5 5 4 4 5 4 4 3 5 4 4 4 4 5 5 5 5 5 5 5 90
59 5 5 5 4 5 4 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 97
60 5 5 5 4 5 5 4 4 5 4 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 95
61 5 5 5 4 5 4 5 3 5 4 5 5 5 5 5 5 5 3 5 4 92
62 5 5 5 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 99
63 5 5 5 4 3 5 5 5 5 5 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 96
64 5 5 4 4 4 4 5 5 4 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 5 76
65 4 4 3 4 4 4 4 3 5 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 5 71
66 3 4 5 5 4 3 4 4 4 5 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 71
67 4 4 4 4 4 4 4 5 4 4 5 5 4 5 3 5 5 4 5 5 87
68 4 5 4 5 4 5 4 5 4 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 94
69 4 3 3 3 3 3 4 4 4 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 85
70 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 79
71 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 79
72 5 5 4 4 3 4 4 4 4 5 3 5 5 5 3 5 5 5 5 5 88
73 4 3 4 3 4 4 4 5 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 78
74 4 4 4 3 4 4 4 5 4 4 4 3 3 3 3 3 4 4 4 4 75
75 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 89
76 3 3 3 3 3 3 3 3 3 5 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 72
77 3 3 3 3 3 3 3 3 3 5 5 5 4 4 3 4 4 4 4 5 74
78 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 4 4 4 4 4 5 4 4 70
79 5 5 4 5 3 5 5 4 5 5 4 4 4 4 4 4 4 5 4 4 87
80 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 4 4 4 4 4 4 5 4 4 91
81 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 2 2 2 3 3 3 3 3 3 4 78
82 5 4 4 5 3 4 5 5 5 4 5 2 2 2 2 2 2 2 3 5 71
83 4 4 5 4 4 4 5 4 5 5 4 4 3 3 3 3 3 3 3 4 77
84 5 5 5 5 5 3 5 5 5 5 3 3 3 4 4 4 4 5 5 5 88
85 4 4 3 3 5 4 5 4 5 4 3 3 3 3 3 3 5 3 3 4 74
86 4 4 3 5 3 4 4 4 4 4 4 4 3 5 3 4 4 4 4 4 78
87 5 4 4 5 3 4 5 5 4 4 5 4 4 5 3 4 5 5 4 4 86
88 4 4 5 4 4 4 5 4 4 5 4 4 5 4 4 4 5 4 4 5 86
89 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 100
90 4 4 3 3 5 4 5 4 5 4 4 4 3 3 5 4 5 4 5 4 82
91 2 2 2 3 3 3 3 3 3 4 2 2 2 3 3 3 3 3 3 4 56
92 5 2 2 2 2 2 2 2 3 5 5 2 2 2 2 2 2 2 3 5 54
93 4 4 3 3 3 3 3 3 3 4 4 4 3 3 3 3 3 3 3 4 66
94 3 3 3 4 4 4 4 5 5 5 3 3 3 4 4 4 4 5 5 5 80
95 3 3 3 3 3 3 5 3 3 4 3 3 3 3 3 3 5 3 3 4 66
96 2 2 2 3 3 3 3 3 3 4 2 2 2 3 3 3 3 3 3 4 56
97 5 2 2 2 2 2 2 2 3 5 5 2 2 2 2 2 2 2 3 5 54
98 3 3 3 3 3 3 5 3 3 4 4 4 3 3 3 3 3 3 3 4 66
99 5 4 5 4 5 3 4 5 4 3 3 3 3 4 4 4 4 5 5 5 82
10 3 4 3 3 4 3 4 3 4 3 3 3 3 3 3 3 5 3 3 4 67
0
Keputusan Berkunjung (Y)
no y1 y2 y3 y4 y5 y6 y7 y8 y9 y10 y11 y12 y13 y14 y15 total y
1 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 75
2 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 75
3 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 75
4 5 5 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 5 5 73
5 5 5 4 5 4 5 5 5 4 4 5 5 4 5 4 69
6 4 4 4 5 3 4 5 4 4 4 4 4 4 5 3 61
7 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 75
8 4 5 4 5 4 4 5 5 5 5 4 5 4 5 4 68
9 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 60
10 4 5 4 4 4 5 5 5 5 5 4 5 4 4 4 67
11 4 4 5 4 5 5 5 5 5 5 4 4 5 4 5 69
12 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 75
13 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 2 2 2 3 3 62
14 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 2 2 2 2 63
15 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 4 3 3 3 67
16 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 3 3 3 4 4 67
17 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 3 3 3 3 3 65
18 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 2 2 2 3 3 62
19 4 4 4 4 4 4 5 4 5 4 4 4 4 4 4 62
20 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 75
21 4 5 3 5 3 4 5 5 5 5 4 5 3 5 3 64
22 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 75
23 4 5 4 5 3 4 5 5 5 5 4 5 4 5 3 66
24 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 75
25 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 75
26 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 75
27 4 4 4 5 3 4 5 4 4 4 4 4 4 5 3 61
28 4 4 4 4 4 4 5 4 4 4 4 4 4 4 4 61
29 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 75
30 4 4 4 5 3 4 5 4 4 4 4 4 4 5 3 61
31 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 75
32 4 5 4 5 3 4 5 5 4 4 4 5 4 5 3 64
33 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 75
34 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 75
35 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 75
36 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 60
37 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 75
38 4 4 4 5 4 5 5 5 5 5 4 4 4 5 4 67
39 5 5 4 5 4 5 5 5 5 5 5 5 4 5 4 71
40 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 60
41 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 75
42 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 75
43 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 75
44 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 2 2 2 3 3 62
45 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 5 2 2 2 2 53
46 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 4 3 3 3 67
47 4 4 4 4 4 4 5 4 4 4 3 3 3 4 4 58
48 5 5 4 4 4 5 5 5 5 5 3 3 3 3 3 62
49 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 2 2 2 3 3 52
50 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 58
51 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 75
52 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 75
53 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 75
54 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 75
55 5 5 4 5 3 5 5 4 5 5 5 5 4 5 3 68
56 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 75
57 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 75
58 5 4 4 5 5 5 5 5 5 5 5 4 4 5 5 71
59 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 75
60 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 75
61 5 5 5 5 5 5 5 3 5 4 5 5 5 5 5 72
62 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 75
63 5 5 5 5 3 5 5 5 5 5 5 5 5 5 3 71
64 5 5 4 5 4 4 5 5 4 4 5 5 4 5 4 68
65 4 4 3 4 4 4 4 3 5 4 4 4 3 4 4 58
66 3 4 5 5 4 3 4 4 4 5 3 4 5 5 4 62
67 4 4 4 4 4 4 4 5 4 4 4 4 4 4 4 61
68 4 5 4 5 4 5 4 5 4 4 4 5 4 5 4 66
69 4 4 3 3 3 3 3 4 4 4 2 2 2 3 3 47
70 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 5 2 2 2 2 53
71 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 3 3 57
72 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 3 3 3 4 4 67
73 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 3 3 3 3 55
74 4 3 3 3 3 3 4 4 4 4 2 2 2 3 3 47
75 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 60
76 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 60
77 5 5 4 4 4 4 4 4 4 5 5 5 4 4 4 65
78 4 4 4 4 4 4 4 5 4 4 4 4 4 4 4 61
79 4 4 4 4 4 4 4 5 4 4 4 4 4 4 4 61
80 4 4 4 4 4 4 4 5 4 4 4 4 4 4 4 61
81 4 4 4 4 4 4 4 4 5 4 4 4 4 4 4 61
82 5 5 5 5 5 4 5 5 4 5 5 5 5 5 5 73
83 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 60
84 4 4 4 3 3 3 5 5 5 5 4 4 4 3 3 59
85 4 4 4 5 4 4 5 5 4 4 4 4 4 5 4 64
86 4 4 3 5 3 4 4 4 4 4 4 4 3 5 3 58
87 5 4 4 5 3 4 5 5 4 4 5 4 4 5 3 64
88 4 4 5 4 4 4 5 4 4 5 4 4 5 4 4 64
89 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 75
90 4 4 3 3 5 4 5 4 5 4 4 4 3 3 5 60
91 2 2 2 3 3 3 3 3 3 4 2 2 2 3 3 40
92 5 2 2 2 2 2 2 2 3 5 5 2 2 2 2 40
93 4 4 3 3 3 3 3 3 3 4 4 4 3 3 3 50
94 3 3 3 4 4 4 4 5 5 5 3 3 3 4 4 57
95 3 3 3 3 3 3 5 3 3 4 3 3 3 3 3 48
96 2 2 2 3 3 3 3 3 3 4 2 2 2 3 3 40
97 5 2 2 2 2 2 2 2 3 5 5 2 2 2 2 40
98 4 5 4 4 4 4 5 4 4 5 4 5 4 4 4 64
99 4 4 5 5 5 5 5 5 4 5 4 4 5 5 5 70
100 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 60
Lampiran 3
Uji Validitas
Preferensi (X)

Correlations
X1 X2 X3 X4 X5 X6 X7 X8 X9 X10 X11 X12 X13 X14 X15 X16 X17 X18 X19 X20 total
X1 Pearson 1 .682* .634* .499* .475* .54 .394* .478* .500* .382* .322* .299* .256* .289* .185 .254* .204* .262* .320* .305* .567**
* * * *
Correlation 2** * * * * * * * * * *

Sig. (2-tailed) .000 .000 .000 .000 .00 .000 .000 .000 .000 .001 .002 .010 .004 .065 .011 .042 .008 .001 .002 .000
0
N 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
X2 Pearson .68 1 .748* .732* .629* .72 .649* .661* .656* .410* .220* .489* .457* .481* .380* .455* .448* .432* .393* .160 .757**
Correlation 2** * * *
9** * * * * * * * * * * * *

Sig. (2-tailed) .00 .000 .000 .000 .00 .000 .000 .000 .000 .028 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .112 .000
0 0
N 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
X3 Pearson .63 .748* 1 .702* .762* .75 .653* .728* .657* .433* .191 .423* .393* .423* .315* .401* .368* .407* .370* .093 .731**
Correlation 4** * * *
5** * * * * * * * * * * * *

Sig. (2-tailed) .00 .000 .000 .000 .00 .000 .000 .000 .000 .057 .000 .000 .000 .001 .000 .000 .000 .000 .357 .000
0 0
N 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
X4 Pearson .49 .732* .702* 1 .449* .73 .724* .719* .652* .411* .215* .392* .350* .469* .256* .393* .338* .420* .347* .115 .690**
Correlation 9** * * *
0** * * * * * * * * * * *

Sig. (2-tailed) .00 .000 .000 .000 .00 .000 .000 .000 .000 .032 .000 .000 .000 .010 .000 .001 .000 .000 .253 .000
0 0
N 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
X5 Pearson .47 .629* .762* .449* 1 .65 .489* .610* .648* .315* .024 .254* .218* .277* .313* .288* .337* .301* .285* .026 .586**
Correlation 5** * * *
7** * * * * * * * * * *

Sig. (2-tailed) .00 .000 .000 .000 .00 .000 .000 .000 .001 .812 .011 .030 .005 .002 .004 .001 .002 .004 .796 .000
0 0
N 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
X6 Pearson .54 .729* .755* .730* .657* 1 .724* .766* .756* .447* .229* .491* .443* .489* .388* .471* .452* .470* .384* .147 .773**
Correlation 2** * * * * * * * * * * * * * * * *

Sig. (2-tailed) .00 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .022 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .143 .000
0
N 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
X7 Pearson .39 .649* .653* .724* .489* .72 1 .678* .708* .293* .187 .415* .365* .391* .331* .376* .478* .360* .316* .113 .673**
Correlation 4** * * * *
4** * * * * * * * * * * *

Sig. (2-tailed) .00 .000 .000 .000 .000 .00 .000 .000 .003 .062 .000 .000 .000 .001 .000 .000 .000 .001 .263 .000
0 0
N 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
X8 Pearson .47 .661* .728* .719* .610* .76 .678* 1 .695* .430* .190 .378* .357* .430* .320* .406* .384* .497* .411* .189 .718**
Correlation 8** * * * *
6** * * * * * * * * * * *

Sig. (2-tailed) .00 .000 .000 .000 .000 .00 .000 .000 .000 .058 .000 .000 .000 .001 .000 .000 .000 .000 .059 .000
0 0
N 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
X9 Pearson .50 .656* .657* .652* .648* .75 .708* .695* 1 .446* .138 .309* .298* .323* .351* .330* .343* .361* .336* .172 .667**
Correlation 0** * * * *
6** * * * * * * * * * * *

Sig. (2-tailed) .00 .000 .000 .000 .000 .00 .000 .000 .000 .171 .002 .003 .001 .000 .001 .000 .000 .001 .088 .000
0 0
N 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
X1 Pearson .38 .410* .433* .411* .315* .44 .293* .430* .446* 1 .175 .238* .198* .190 .095 .161 .092 .167 .149 .145 .410**
0 Correlation 2** * * * *
7** * * *

Sig. (2-tailed) .00 .000 .000 .000 .001 .00 .003 .000 .000 .082 .017 .049 .059 .347 .110 .364 .096 .140 .149 .000
0 0
N 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
X1 Pearson .32 .220* .191 .215* .024 .22 .187 .190 .138 .175 1 .727* .688* .601* .570* .644* .499* .512* .627* .526* .592**
1 Correlation 2** 9* * * * * * * * * *

Sig. (2-tailed) .00 .028 .057 .032 .812 .02 .062 .058 .171 .082 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000
1 2
N 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
X1 Pearson .29 .489* .423* .392* .254* .49 .415* .378* .309* .238* .727* 1 .886* .885* .722* .894* .799* .785* .796* .453* .836**
2 Correlation 9** * * *
1** * * * * * * * * * * * *

Sig. (2-tailed) .00 .000 .000 .000 .011 .00 .000 .000 .002 .017 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000
2 0
N 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
X1 Pearson .25 .457* .393* .350* .218* .44 .365* .357* .298* .198* .688* .886* 1 .855* .833* .902* .769* .785* .772* .483* .815**
3 Correlation 6* * * *
3** * * * * * * * * * * * *

Sig. (2-tailed) .01 .000 .000 .000 .030 .00 .000 .000 .003 .049 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000
0 0
N 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
X1 Pearson .28 .481* .423* .469* .277* .48 .391* .430* .323* .190 .601* .885* .855* 1 .721* .934* .844* .879* .850* .453* .847**
4 Correlation 9** * * * *
9** * * * * * * * * * * * *

Sig. (2-tailed) .00 .000 .000 .000 .005 .00 .000 .000 .001 .059 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000
4 0
N 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
X1 Pearson .18 .380* .315* .256* .313* .38 .331* .320* .351* .095 .570* .722* .833* .721* 1 .851* .685* .763* .790* .480* .747**
* * *
5 Correlation 5 8** * * * * * * * * * * * *

Sig. (2-tailed) .06 .000 .001 .010 .002 .00 .001 .001 .000 .347 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000
5 0
N 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
X1 Pearson .25 .455* .401* .393* .288* .47 .376* .406* .330* .161 .644* .894* .902* .934* .851* 1 .837* .880* .910* .526* .857**
6 Correlation 4* * * * *
1** * * * * * * * * * * * *

Sig. (2-tailed) .01 .000 .000 .000 .004 .00 .000 .000 .001 .110 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000
1 0
N 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
X1 Pearson .20 .448* .368* .338* .337* .45 .478* .384* .343* .092 .499* .799* .769* .844* .685* .837* 1 .782* .783* .350* .778**
7 Correlation 4* * * * *
2** * * * * * * * * * * * *
Sig. (2-tailed) .04 .000 .000 .001 .001 .00 .000 .000 .000 .364 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000
2 0
N 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
X1 Pearson .26 .432* .407* .420* .301* .47 .360* .497* .361* .167 .512* .785* .785* .879* .763* .880* .782* 1 .862* .475* .818**
8 Correlation 2** * * * *
0** * * * * * * * * * * * *

Sig. (2-tailed) .00 .000 .000 .000 .002 .00 .000 .000 .000 .096 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000
8 0
N 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
X1 Pearson .32 .393* .370* .347* .285* .38 .316* .411* .336* .149 .627* .796* .772* .850* .790* .910* .783* .862* 1 .610* .809**
9 Correlation 0** * * * *
4** * * * * * * * * * * * *

Sig. (2-tailed) .00 .000 .000 .000 .004 .00 .001 .000 .001 .140 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000
1 0
N 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
X2 Pearson .30 .160 .093 .115 .026 .14 .113 .189 .172 .145 .526* .453* .483* .453* .480* .526* .350* .475* .610* 1 .470**
0 Correlation 5** 7 * * * * * * * * *

Sig. (2-tailed) .00 .112 .357 .253 .796 .14 .263 .059 .088 .149 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000
2 3
N 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
total Pearson .56 .757* .731* .690* .586* .77 .673* .718* .667* .410* .592* .836* .815* .847* .747* .857* .778* .818* .809* .470* 1
Correlation 7** * * * *
3** * * * * * * * * * * * * * *

Sig. (2-tailed) .00 .000 .000 .000 .000 .00 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000
0 0
N 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).
*. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).
Uji Validitas

Keputusan Berkunjung (Y)


Correlations
Y1 Y2 Y3 Y4 Y5 Y6 Y7 Y8 Y9 Y10 Y11 Y12 Y13 Y14 Y15 total
Y1 Pearson 1 .708 .648 .545 .559 .647 .475 .484 .605 .593** .591** .406** .386** .320** .382** .692**
** ** ** ** ** ** ** **

Correlation
Sig. (2-tailed) .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .001 .000 .000
N 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
Y2 Pearson .708** 1 .801** .807** .666** .824** .760** .748** .746** .514** .421** .640** .527** .537** .485** .856**
Correlation
Sig. (2-tailed) .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000
N 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
Y3 Pearson .648** .801** 1 .772** .807** .812** .727** .710** .682** .549** .384** .485** .644** .474** .575** .849**
Correlation
Sig. (2-tailed) .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000
N 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
Y4 Pearson .545** .807** .772** 1 .606** .819** .770** .747** .655** .437** .382** .575** .552** .722** .464** .835**
Correlation
Sig. (2-tailed) .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000
N 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
Y5 Pearson .559** .666** .807** .606** 1 .806** .596** .632** .695** .509** .305** .369** .477** .329** .733** .763**
Correlation
Sig. (2-tailed) .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .002 .000 .000 .001 .000 .000
N 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
Y6 Pearson .647** .824** .812** .819** .806** 1 .760** .762** .802** .528** .387** .514** .523** .524** .588** .863**
Correlation
Sig. (2-tailed) .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000
N 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
Y7 Pearson .475** .760** .727** .770** .596** .760** 1 .728** .718** .444** .297** .538** .529** .566** .482** .789**
Correlation
Sig. (2-tailed) .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .003 .000 .000 .000 .000 .000
N 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
Y8 Pearson .484** .748** .710** .747** .632** .762** .728** 1 .705** .502** .259** .480** .480** .518** .485** .771**
Correlation
Sig. (2-tailed) .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .009 .000 .000 .000 .000 .000
N 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
Y9 Pearson .605** .746** .682** .655** .695** .802** .718** .705** 1 .651** .323** .458** .437** .426** .521** .777**
Correlation
Sig. (2-tailed) .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .001 .000 .000 .000 .000 .000
N 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
Y10 Pearson .593** .514** .549** .437** .509** .528** .444** .502** .651** 1 .338** .329** .373** .280** .383** .601**
Correlation
Sig. (2-tailed) .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .001 .001 .000 .005 .000 .000
N 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
Y11 Pearson .591** .421** .384** .382** .305** .387** .297** .259** .323** .338** 1 .713** .675** .520** .487** .636**
Correlation
Sig. (2-tailed) .000 .000 .000 .000 .002 .000 .003 .009 .001 .001 .000 .000 .000 .000 .000
N 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
Y12 Pearson .406** .640** .485** .575** .369** .514** .538** .480** .458** .329** .713** 1 .884** .849** .720** .807**
Correlation
Sig. (2-tailed) .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .001 .000 .000 .000 .000 .000
N 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
Y13 Pearson .386** .527** .644** .552** .477** .523** .529** .480** .437** .373** .675** .884** 1 .839** .824** .825**
Correlation
Sig. (2-tailed) .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000
N 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
Y14 Pearson .320** .537** .474** .722** .329** .524** .566** .518** .426** .280** .520** .849** .839** 1 .719** .775**
Correlation
Sig. (2-tailed) .001 .000 .000 .000 .001 .000 .000 .000 .000 .005 .000 .000 .000 .000 .000
N 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
Y15 Pearson .382** .485** .575** .464** .733** .588** .482** .485** .521** .383** .487** .720** .824** .719** 1 .788**
Correlation
Sig. (2-tailed) .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000
N 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
total Pearson .692** .856** .849** .835** .763** .863** .789** .771** .777** .601** .636** .807** .825** .775** .788** 1
Correlation
Sig. (2-tailed) .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000
N 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100
**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).
Lampiran 4
UJI RELIABILITAS
Preferensi (X)
Case Processing Summary
N %
Cases Valid 100 100.0
Excludeda 0 .0
Total 100 100.0
a. Listwise deletion based on all variables in
the procedure.

Reliability Statistics
Cronbach's
Alpha N of Items
.949 20

Item-Total Statistics
Corrected Cronbach's
Scale Mean if Scale Variance Item-Total Alpha if Item
Item Deleted if Item Deleted Correlation Deleted
X1 82.7900 122.511 .522 .949
X2 82.8100 117.953 .724 .946
X3 82.9300 117.904 .694 .946
X4 82.8600 119.334 .650 .947
X5 82.9800 120.505 .533 .949
X6 82.8800 118.066 .743 .946
X7 82.6200 120.905 .636 .947
X8 82.7600 119.154 .682 .947
X9 82.7200 121.153 .631 .947
X10 82.6200 126.501 .368 .950
X11 82.8900 120.927 .542 .949
X12 82.9100 114.588 .809 .944
X13 83.0700 114.813 .785 .945
X14 82.8400 115.287 .823 .944
X15 83.1000 116.293 .708 .946
X16 82.9000 115.525 .836 .944
X17 82.7200 117.214 .747 .946
X18 82.8200 116.008 .791 .945
X19 82.8100 117.630 .783 .945
X20 82.5800 125.983 .432 .950
UJI RELIABILITAS
Keputusan Berkunjung (Y)

Case Processing Summary


N %
Cases Valid 100 100.0
Excludeda 0 .0
Total 100 100.0
a. Listwise deletion based on all variables in
the procedure.

Reliability Statistics
Cronbach's
Alpha N of Items
.950 15

Item-Total Statistics
Corrected Cronbach's
Scale Mean if Scale Variance Item-Total Alpha if Item
Item Deleted if Item Deleted Correlation Deleted
Y1 60.5500 75.765 .652 .948
Y2 60.5600 72.572 .832 .944
Y3 60.7200 71.981 .822 .944
Y4 60.5100 73.020 .808 .945
Y5 60.7700 72.947 .722 .946
Y6 60.6100 72.766 .840 .944
Y7 60.3900 74.503 .759 .946
Y8 60.4700 74.231 .737 .946
Y9 60.4900 75.343 .748 .946
Y10 60.4000 78.485 .565 .950
Y11 60.8000 73.899 .571 .950
Y12 60.8900 69.594 .762 .946
Y13 61.0600 69.269 .783 .945
Y14 60.7600 71.437 .729 .946
Y15 61.0200 71.232 .745 .946
Lampiran 5
HASIL UJI NORMALITAS

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test


Unstandardi
zed Residual
N 100
Normal Parametersa,b Mean .0000000
Std. Deviation 6.58407136
Most Extreme Absolute .090
Differences Positive .083
Negative -.090
Test Statistic .090
Asymp. Sig. (2-tailed) .042c
Monte Carlo Sig. (2- Sig. .366d
tailed) 99% Confidence Lower .353
Interval Bound
Upper .378
Bound
a. Test distribution is Normal.
b. Calculated from data.
c. Lilliefors Significance Correction.
d. Based on 10000 sampled tables with starting seed 2000000.
Lampiran 6
HASIL UJI AUTOKORELASI

Model Summaryb
Mode R Adjusted R Std. Error of Durbin-
l R Square Square the Estimate Watson
1 .718a .516 .505 6.42541 1.779
a. Predictors: (Constant), lag_y, Preferensi
b. Dependent Variable: Keputusan Berkunjung

Lampiran 7
UJI ANALISIS LINEAR SEDERHANA

Coefficientsa
Model Unstandardized Standardiz t Sig.
Coefficients ed
Coefficient
s
B Std. Error Beta
1 (Consta 16.711 5.102 3.276 .001
nt)
Preferen .554 .058 .694 9.546 .000
si
a. Dependent Variable: Keputusan Berkunjung

Lampiran 8
HASIL UJI T

Coefficientsa
Standardiz
ed
Unstandardized Coefficient
Coefficients s
Model B Std. Error Beta t Sig.
1 (Consta 16.711 5.102 3.276 .001
nt)
Preferen .554 .058 .694 9.546 .000
si
a. Dependent Variable: Keputusan Berkunjung
Lampiran 9
SURAT PERMOHONAN IZIN RISET
Lampiran 10
DOKUMENTASI

Anda mungkin juga menyukai