Davit Hamonangan Silaen- Analisis Perbandingan Perhitungan Struktur Pelat Beton Konvensional
ANALISIS PERBANDINGAN PERHITUNGAN STRUKTUR PELAT
BETON KONVENSIONAL DENGAN PELAT BETON BONDEK
(STUDI KASUS GEDUNG ASRAMA PPPPTK (P4TK)
BIDANG BANGUNAN DAN LISTRIK MEDAN)
SKRIPSI
Diajukan Untuk Memenuhi Syarat Dalam
Ujian Sidang Sarjana Teknik Sipil Strata Satu
Universitas Medan Area
Disusun Oleh
DAVIT HAMONANGAN SILAEN
148110039
PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS MEDAN AREA
MEDAN
2022
UNIVERSITAS MEDAN AREA
----------------------------------------------------- Document Accepted 22/6/22
© Hak Cipta Di Lindungi Undang-Undang
-----------------------------------------------------
1. Dilarang Mengutip sebagian atau seluruh dokumen ini tanpa mencantumkan sumber
2. Pengutipan hanya untuk keperluan pendidikan, penelitian dan penulisan karya ilmiah
3. Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh karya ini dalam bentuk apapun tanpa izin Universitas Medan Area Access From ([Link])22/6/22
Davit Hamonangan Silaen- Analisis Perbandingan Perhitungan Struktur Pelat Beton Konvensional
UNIVERSITAS MEDAN AREA
----------------------------------------------------- Document Accepted 22/6/22
© Hak Cipta Di Lindungi Undang-Undang
-----------------------------------------------------
1. Dilarang Mengutip sebagian atau seluruh dokumen ini tanpa mencantumkan sumber
2. Pengutipan hanya untuk keperluan pendidikan, penelitian dan penulisan karya ilmiah
3. Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh karya ini dalam bentuk apapun tanpa izin Universitas Medan Area Access From ([Link])22/6/22
Davit Hamonangan Silaen- Analisis Perbandingan Perhitungan Struktur Pelat Beton Konvensional
UNIVERSITAS MEDAN AREA
----------------------------------------------------- Document Accepted 22/6/22
© Hak Cipta Di Lindungi Undang-Undang
-----------------------------------------------------
1. Dilarang Mengutip sebagian atau seluruh dokumen ini tanpa mencantumkan sumber
2. Pengutipan hanya untuk keperluan pendidikan, penelitian dan penulisan karya ilmiah
3. Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh karya ini dalam bentuk apapun tanpa izin Universitas Medan Area Access From ([Link])22/6/22
Davit Hamonangan Silaen- Analisis Perbandingan Perhitungan Struktur Pelat Beton Konvensional
UNIVERSITAS MEDAN AREA
----------------------------------------------------- Document Accepted 22/6/22
© Hak Cipta Di Lindungi Undang-Undang
-----------------------------------------------------
1. Dilarang Mengutip sebagian atau seluruh dokumen ini tanpa mencantumkan sumber
2. Pengutipan hanya untuk keperluan pendidikan, penelitian dan penulisan karya ilmiah
3. Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh karya ini dalam bentuk apapun tanpa izin Universitas Medan Area Access From ([Link])22/6/22
Davit Hamonangan Silaen- Analisis Perbandingan Perhitungan Struktur Pelat Beton Konvensional
ABSTRAK
Perkembangan dunia konstruksi sekarang ini, sangat banyak usaha yang dilakukan
untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas kerja, baik secara struktur maupun
manajemen konstruksi. Setidaknya upaya yang dilakukan merupakan usaha untuk
memperbaiki dan mencapai hasil kerja yang lebih baik. Dengan adanya kemajuan
teknologi yang semakin pesat dalam dunia konstruksi, memungkinkan pengelola
proyek untuk memilih salah satu metode pelaksanaan konstruksi tertentu dari
beberapa alternatif metode pelaksanaan konstruksi yang ada. Salah satu usaha
yang dilakukan oleh pengelola proyek adalah mengganti cara-cara konvensional
menjadi lebih modern. Hal ini memunculkan inovasi sistem pelat menggunakan
bondek sebagai alternatif lain dari sistem pelat konvensional. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui berapa besar perbandingan kekuatan antara pelat
beton konvensional dengan pelat beton bondek pada P4TK MEDAN – Sumatera
Utara. Dengan adanya penelitian ini, diharapkan dapat menentukan metode apa
yang akan digunakan yang mana dilihat dari kekuatan strukturnya. Berdasarkan
hasil analisis data pada proyek P4TK Medan, diperoleh nilai kekuatan pelat beton
konvensional sebesar 34,93 kNm dan apabila menggunakan pelat beton bondek
maka kekuatan struktur pelat beton bondeknya sebesar 16,51 kNm. Dengan hasil
yang diperoleh dari kedua jenis pelat, maka selisih kekuatan pelat adalah18,42
atau sekitar 36% dari pelat konvensional.
Kata kunci : Perbandingan, Konvensional, Wiremesh, Bondek
UNIVERSITAS MEDAN AREA
----------------------------------------------------- i 22/6/22
Document Accepted
© Hak Cipta Di Lindungi Undang-Undang
-----------------------------------------------------
1. Dilarang Mengutip sebagian atau seluruh dokumen ini tanpa mencantumkan sumber
2. Pengutipan hanya untuk keperluan pendidikan, penelitian dan penulisan karya ilmiah
3. Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh karya ini dalam bentuk apapun tanpa izin Universitas Medan Area Access From ([Link])22/6/22
Davit Hamonangan Silaen- Analisis Perbandingan Perhitungan Struktur Pelat Beton Konvensional
ABSTRACT
The current development of the construction world, many efforts have been made
to improve the quality and quantity of work, both structurally and in construction
management. At least the efforts made are efforts to improve and achieve better
work results. With the increasingly rapid technological advances in the world of
construction, it is possible for project managers to choose one particular
construction implementation method from several alternative construction
implementation methods. One of the efforts made by the project manager is to
replace conventional methods with more modern ones. This gave rise to plate
system innovation using bondek as an alternative to conventional plate systems.
This study aims to determine the strength ratio between conventional concrete
slabs and bondek concrete slabs at P4TK MEDAN – North Sumatra. With this
research, it is expected to be able to determine what method will be used which is
seen from the strength of the structure. Based on the results of data analysis on
the P4TK Medan project, the strength value of the conventional concrete slab is
34.93 kNm and when using a bonded concrete slab, the strength of the bondek
concrete slab structure is 16.51 kNm. With the results obtained from both types of
plates, the difference in plate strength is 18.42 or about 36% of conventional
plates.
Keywords: Comparison, Conventional, Wiremesh, Bondek
UNIVERSITAS MEDAN AREA
----------------------------------------------------- ii 22/6/22
Document Accepted
© Hak Cipta Di Lindungi Undang-Undang
-----------------------------------------------------
1. Dilarang Mengutip sebagian atau seluruh dokumen ini tanpa mencantumkan sumber
2. Pengutipan hanya untuk keperluan pendidikan, penelitian dan penulisan karya ilmiah
3. Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh karya ini dalam bentuk apapun tanpa izin Universitas Medan Area Access From ([Link])22/6/22
Davit Hamonangan Silaen- Analisis Perbandingan Perhitungan Struktur Pelat Beton Konvensional
KATA PENGANTAR
Segala puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta keluarga dan sahabat-
sahabatku. Skripsi ini disusun sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar
Sarjana Teknik pada Program Studi Sipil, Fakultas Teknik Universitas Medan
Area. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya kekuatan, selisih
kekuatan dan perbandingan kekuatan antara pelat beton konvensional dengan
pelat beton bondek.
Selama penyusunan skripsi, banyak rintangan yang penyusun dapatkan
tetapi berkat bantuan, bimbingan dan dorongan dari berbagai pihak akhirnya dapat
terselesaikan dengan baik. Melalui kesempatan ini, penyusun ingin
menyampaikan rasa terima kasih atas kerja sama dan dukungan dari berbagai
pihak selama proses penelitian penyusunan skripsi ini kepada :
1. Bapak Prof. Dr. Dadan Ramdan, [Link]., [Link]., selaku Rektor Universitas
Medan Area;
2. Bapak Dr. Rahmadsyah, [Link], [Link]., selaku Dekan Fakultas Teknik
Universitas Medan Area;
3. Bapak Hermansyah, S.T., M.T., selaku Ketua Program Studi Teknik Sipil
Universitas Medan Area dan juga sebagai Pembimbing 2;
4. Bapak Ir. H. Irwan, M.T., selaku Dosen Pembimbing 1;
5. Seluruh Dosen dan Staff Jurusan Teknik Sipil Universitas Medan Area;
6. Orang tua yang saya cintai serta seluruh keluarga yang telah banyak
membantu, baik bantuan berupa material maupun moril;
7. Seluruh rekan-rekan mahasiswa jurusan teknik sipil angkatan 2014
Universitas Medan Area;
UNIVERSITAS MEDAN AREA
----------------------------------------------------- iii 22/6/22
Document Accepted
© Hak Cipta Di Lindungi Undang-Undang
-----------------------------------------------------
1. Dilarang Mengutip sebagian atau seluruh dokumen ini tanpa mencantumkan sumber
2. Pengutipan hanya untuk keperluan pendidikan, penelitian dan penulisan karya ilmiah
3. Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh karya ini dalam bentuk apapun tanpa izin Universitas Medan Area Access From ([Link])22/6/22
Davit Hamonangan Silaen- Analisis Perbandingan Perhitungan Struktur Pelat Beton Konvensional
8. Seluruh pihak yang telah mendukung dan membantu penulis dari segi
apapun, sehingga Skripsi ini dapat diselesaikan dengan baik.
Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena
itu, penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari Bapak
dan Ibu Dosen serta rekan-rekan mahasiswa demi penyempurnaan Skripsi ini.
Akhir kata penulis mengucapkan terima kasih. Penulis berharap semoga
laporan Skripsi ini bermanfaat bagi penulis dan pembacanya.
Medan, 23 Mei 2022
Penulis
DAVIT HAMONANGAN SILAEN
148110039
UNIVERSITAS MEDAN AREA
----------------------------------------------------- iv 22/6/22
Document Accepted
© Hak Cipta Di Lindungi Undang-Undang
-----------------------------------------------------
1. Dilarang Mengutip sebagian atau seluruh dokumen ini tanpa mencantumkan sumber
2. Pengutipan hanya untuk keperluan pendidikan, penelitian dan penulisan karya ilmiah
3. Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh karya ini dalam bentuk apapun tanpa izin Universitas Medan Area Access From ([Link])22/6/22
Davit Hamonangan Silaen- Analisis Perbandingan Perhitungan Struktur Pelat Beton Konvensional
DAFTAR ISI
LEMBAR PENGESAHAN
PERNYATAAN ...................................................................................................... i
ABSTRAK ............................................................................................................. ii
ABSTRACT ........................................................................................................... iii
KATA PENGANTAR .......................................................................................... iv
DAFTAR ISI ......................................................................................................... vi
BAB I PENDAHULUAN .................................................................................... 1
1.1 Latar Belakang................................................................................. 1
1.2 Rumusan Masalah ........................................................................... 2
1.3 Maksud dan Tujuan Penulisan ......................................................... 2
1.4 Pembatasan Masalah ....................................................................... 2
1.5 Metode Penelitian ............................................................................ 2
BAB II TINJAUAN PUSTAKA........................................................................... 4
2.1 Pengertian Pelat Beton Bertulang ..................................................... 4
2.2 Pelat Lantai Beton Konvensional .................................................... 5
2.3 Pelat Bondek .................................................................................... 7
2.4 Tumpuan Pelat ............................................................................... 12
2.5 Jenis perletakan pelat pada balok .................................................. 13
2.6 Pembebanan Pelat .......................................................................... 14
2.7 Sistem Penulangan Pelat ................................................................ 16
2.8 Pelat Beton Konvensional ............................................................. 20
2.9 Pelat Lantai Bondek ...................................................................... 23
2.10 Wiremesh . ..................................................................................... 25
UNIVERSITAS MEDAN AREA
----------------------------------------------------- v 22/6/22
Document Accepted
© Hak Cipta Di Lindungi Undang-Undang
-----------------------------------------------------
1. Dilarang Mengutip sebagian atau seluruh dokumen ini tanpa mencantumkan sumber
2. Pengutipan hanya untuk keperluan pendidikan, penelitian dan penulisan karya ilmiah
3. Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh karya ini dalam bentuk apapun tanpa izin Universitas Medan Area Access From ([Link])22/6/22
Davit Hamonangan Silaen- Analisis Perbandingan Perhitungan Struktur Pelat Beton Konvensional
BAB III METODOLOGI PENELITIAN ......................................................... 27
3.1 Lokasi Penelitian ........................................................................... 27
3.2 Metode Pengumpulan Data ........................................................... 27
3.3 Tata Urutan dan Langkah Kerja .................................................... 28
3.4 Diagram Alir Penyusunan Laporan Skripsi ................................... 29
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN ............................................................ 31
4.1 Perhitungan Pelat Konvensional.................................................... 31
4.1.1 Pelat A1 ............................................................................ 31
4.1.2 Pelat A2 ............................................................................ 31
4.1.3 Pelat A3 ............................................................................ 45
4.2 Perhitungan Pelat Bondek ............................................................. 53
4.2.1 Pelat A1 ............................................................................ 53
4.2.2 Pelat A2 ........................................................................... 59
4.2.3 Pelat A3 ............................................................................ 65
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ............................................................. 74
5.1 Kesimpulan .................................................................................... 74
5.2 Saran .............................................................................................. 74
DAFTAR PUSTAKA
UNIVERSITAS MEDAN AREA
----------------------------------------------------- vi 22/6/22
Document Accepted
© Hak Cipta Di Lindungi Undang-Undang
-----------------------------------------------------
1. Dilarang Mengutip sebagian atau seluruh dokumen ini tanpa mencantumkan sumber
2. Pengutipan hanya untuk keperluan pendidikan, penelitian dan penulisan karya ilmiah
3. Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh karya ini dalam bentuk apapun tanpa izin Universitas Medan Area Access From ([Link])22/6/22
Davit Hamonangan Silaen- Analisis Perbandingan Perhitungan Struktur Pelat Beton Konvensional
DAFTAR TABEL
Tabel 2.1 Spesifikasi Tulangan Wiremesh
Tabel 2.2 Berat Sendiri Bahan Bangunan dan Komponen Gedung
Tabel 2.3 Faktor Elemen Beban Hidup, KLL
Tabel 4.1 Rekapitulasi Dimensi dan Jarak Wiremesh
Tabel 4.2 Rekapitulasi Dimensi dan Jarak Wiremesh
UNIVERSITAS MEDAN AREA
----------------------------------------------------- vii 22/6/22
Document Accepted
© Hak Cipta Di Lindungi Undang-Undang
-----------------------------------------------------
1. Dilarang Mengutip sebagian atau seluruh dokumen ini tanpa mencantumkan sumber
2. Pengutipan hanya untuk keperluan pendidikan, penelitian dan penulisan karya ilmiah
3. Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh karya ini dalam bentuk apapun tanpa izin Universitas Medan Area Access From ([Link])22/6/22
Davit Hamonangan Silaen- Analisis Perbandingan Perhitungan Struktur Pelat Beton Konvensional
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1 Tumpuan Pelat
Gambar 2.2 Pembebanan Pelat
Gambar 2.3 Koefisien momen
Gambar 2.4 Penulangan Pelat Dua Arah Tampak Depan
Gambar 2.5 Pelat Dua Arah Tampak Atas
Gambar 2.6 Tinggi Efektif Bentang Mu
Gambar 2.7 Penampang Komposit Pelat Lantai Bondek
Gambar 3.1 Peta Lokasi Penelitian P4TK
Gambar 3.2 Bagan Alir Penelitian (Flow Chart)
Gambar 4.1 Diagram hasil perbandingan kekuatan pelat
UNIVERSITAS MEDAN AREA
----------------------------------------------------- viii 22/6/22
Document Accepted
© Hak Cipta Di Lindungi Undang-Undang
-----------------------------------------------------
1. Dilarang Mengutip sebagian atau seluruh dokumen ini tanpa mencantumkan sumber
2. Pengutipan hanya untuk keperluan pendidikan, penelitian dan penulisan karya ilmiah
3. Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh karya ini dalam bentuk apapun tanpa izin Universitas Medan Area Access From ([Link])22/6/22
Davit Hamonangan Silaen- Analisis Perbandingan Perhitungan Struktur Pelat Beton Konvensional
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1 Gambar Denah Pelat Lantai Level V Pada Proyek P4TK
Lampiran 2 Gambar Potongan Pelat Lantai yang Ditinjau
Lampiran 3 Gambar Tampak Samping Gedung P4TK
UNIVERSITAS MEDAN AREA
----------------------------------------------------- ix 22/6/22
Document Accepted
© Hak Cipta Di Lindungi Undang-Undang
-----------------------------------------------------
1. Dilarang Mengutip sebagian atau seluruh dokumen ini tanpa mencantumkan sumber
2. Pengutipan hanya untuk keperluan pendidikan, penelitian dan penulisan karya ilmiah
3. Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh karya ini dalam bentuk apapun tanpa izin Universitas Medan Area Access From ([Link])22/6/22
Davit Hamonangan Silaen- Analisis Perbandingan Perhitungan Struktur Pelat Beton Konvensional
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Perkembangan teknologi konstruksi pada saat ini mengalami kemajuan
pesat, yang ditandai dengan hadirnya berbagai jenis material dan peralatan yang
modern. Pada zaman dahulu dengan peralatan yang sederhana dapat didirikan
bangunan-bangunan monumental yang sampai saat ini masih tetap dikagumi.
Dalam perkembangan dunia konstruksi sekarang ini, sangat banyak usaha yang
dilakukan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas kerja, baik secara struktur
maupun manajemen konstruksi. Setidaknya upaya yang dilakukan merupakan
usaha untuk memperbaiki dan mencapai hasil kerja yang lebih baik.
Dengan adanya kemajuan teknologi yang semakin pesat dalam dunia
konstruksi, memungkinkan pengelola proyek untuk memilih salah satu metode
pelaksanaan konstruksi tertentu dari beberapa alternative metode pelaksanaan
konstruksi yang ada. Salah satu usaha yang dilakukan oleh pengelola proyek
adalah mengganti cara-cara konvensional menjadi lebih modern. Hal ini
memunculkan inovasi sistem pelat menggunakan boundeck sebagai alternatif lain
dari sistem pelat konvensional. Permasalahan yang ingin diketahui adalah berapa
besar kekuatan struktur antara pelat konvensional dan sistem pelat menggunakan
boundeck.
UNIVERSITAS MEDAN AREA
----------------------------------------------------- 1 22/6/22
Document Accepted
© Hak Cipta Di Lindungi Undang-Undang
-----------------------------------------------------
1. Dilarang Mengutip sebagian atau seluruh dokumen ini tanpa mencantumkan sumber
2. Pengutipan hanya untuk keperluan pendidikan, penelitian dan penulisan karya ilmiah
3. Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh karya ini dalam bentuk apapun tanpa izin Universitas Medan Area Access From ([Link])22/6/22
Davit Hamonangan Silaen- Analisis Perbandingan Perhitungan Struktur Pelat Beton Konvensional
Berdasarkan pemikiran tersebut diatas maka penulis tertarik untuk
mengadakan studi tugas akhir dengan judul sebagai berikut : “Analisis
Perbandingan Perhitungan Struktur Pelat Beton Konvensional Dengan Pelat
Beton Bondek.
1.2 Rumusan Masalah
Permasalahan yang akan dibahas dalam Skripsi ini adalah:
Seberapa besarnya kekuatan antara pelat konvensional dengan pelat
bondek?
1.3 Maksud dan Tujuan
Maksud dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kekuatan antara
pelat beton konvensional dengan pelat beton bondek.
Adapun tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui besarnya
perbandingan kekuatan antara pelat beton konvensional dengan pelat beton
bondek.
1.4 Batasan Masalah
1) Perhitungan fokus hanya pada pelat lantai level V bagian pelat A1
dan A2.
2) Perbandingan kekuatan antara pelat hanya pada pelat yang ditinjau.
1.5 Metode Penelitian
1. Studi Pustaka
UNIVERSITAS MEDAN AREA
----------------------------------------------------- 2 22/6/22
Document Accepted
© Hak Cipta Di Lindungi Undang-Undang
-----------------------------------------------------
1. Dilarang Mengutip sebagian atau seluruh dokumen ini tanpa mencantumkan sumber
2. Pengutipan hanya untuk keperluan pendidikan, penelitian dan penulisan karya ilmiah
3. Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh karya ini dalam bentuk apapun tanpa izin Universitas Medan Area Access From ([Link])22/6/22
Davit Hamonangan Silaen- Analisis Perbandingan Perhitungan Struktur Pelat Beton Konvensional
Penulis mempelajari buku, paper, laporan Skripsi, ebook, dan
referensi lainnya yang berkaitan dengan penelitian, sumber
pengetahuan tersebut dijadikan sebagai landasan teori untuk
mendapatkan solusi dari masalah yang muncul pada penelitian ini.
2. Sumber Data
Dalam penyusunan Skripsi ini, saya menggunakan jenis dansumber
data sebagai berikut :
a. Data Primer
Dalam pengumpulan data, saya melakukan beberapa metode
ditempat penelitian seperti wawancara langsung dengan pihak
manajemen proyek untuk memperoleh data yang real untuk saya
olah menjadi sebuah Skripsi yang baik.
b. Data Sekunder
Untuk mendukung data primer ataupun data yang saya peroleh
secara langsung dari proyek, saya menggunakan data sekunder
yang saya ambil dari berbagai sumber, seperti buku, ebook,
laporan Skripsi, internet, serta referensi dari sumber-sumber
lain.
UNIVERSITAS MEDAN AREA
----------------------------------------------------- 3 22/6/22
Document Accepted
© Hak Cipta Di Lindungi Undang-Undang
-----------------------------------------------------
1. Dilarang Mengutip sebagian atau seluruh dokumen ini tanpa mencantumkan sumber
2. Pengutipan hanya untuk keperluan pendidikan, penelitian dan penulisan karya ilmiah
3. Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh karya ini dalam bentuk apapun tanpa izin Universitas Medan Area Access From ([Link])22/6/22
Davit Hamonangan Silaen- Analisis Perbandingan Perhitungan Struktur Pelat Beton Konvensional
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Umum
Pelat beton bertulang yaitu struktur tipis yang dibuat dari beton bertulang
dengan bidang yang arahnya horizontal, dan beban yang bekerja tegak lurus pada
bidang struktur tersebut. Ketebalan bidang pelat ini relatife sangat kecil apabila
dibandingkan dengan bentang panjang atau lebar bidangnya. Pelat beton bertulang
ini sangat kaku dan arahnya horizontal, sehingga pada bangunan gedung, pelat ini
berfungsi sebagai diafragma atau unsur pengaku horizontal yang sangat
bermanfaat untuk mendukung ketegaran balok portal.
Pelat beton bertulang banyak digunakan pada bangunan sipil, baik sebagai
lantai bangunan, lantai atap dari suatu gedung, lantai jembatan maupun lantai pada
dermaga. Beban yang bekerja pada pelat umumnya diperhitungkan terhadap
beban gravitasi (beban mati dan beban hidup). Beban tersebut mengakibatkan
momen lentur. Oleh karena itu pelat juga direncanakan terhadap beban lentur
(seperti pada kasus balok). Guna pelat lantai adalah sebagai berikut :
1) Memisahkan ruang bawah dan ruang atas.
2) Sebagai tempat berpijak penghuni dilantai atas.
3) Untuk menempatkan kabel listrik dan lampu pada ruang bawah.
4) Meredam suara dari ruang atas maupun dari ruang bawah.
5) Menambah kekakuan bangunan pada arah horizontal.
Pelat lantai harus direncanakan dengan kaku, rata, lurus dan waterpas
(mempunyai ketinggian yang sama dan tidak miring) agar terasa enak untuk
UNIVERSITAS MEDAN AREA
----------------------------------------------------- 4 22/6/22
Document Accepted
© Hak Cipta Di Lindungi Undang-Undang
-----------------------------------------------------
1. Dilarang Mengutip sebagian atau seluruh dokumen ini tanpa mencantumkan sumber
2. Pengutipan hanya untuk keperluan pendidikan, penelitian dan penulisan karya ilmiah
3. Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh karya ini dalam bentuk apapun tanpa izin Universitas Medan Area Access From ([Link])22/6/22
Davit Hamonangan Silaen- Analisis Perbandingan Perhitungan Struktur Pelat Beton Konvensional
tempat berpijak kaki. Ketebalan pelat lantai ditentukan oleh beban yang harus
didukung, besar lendutan yang diijinkan, lebar bentangan atau jarak antara balok-
balok pendukung, bahan konstruksi dari pelat lantai. Pada pelat lantai hanya
diperhitungkan adanya beban tetap saja ( penghuni, perabotan, berat lapis tegel,
berat sendiri pelat ) yang bekerja secara tetap dalam waktu yang lama. Sedang
beban tak terduga seperti beban gempa, beban angin dan getaran tidak
diperhitungkan. Bahan untuk pelat lantai dapat dibuat dari beberapa bahan :
1. Kayu
2. Beton
3. Baja
2.2 Pelat Lantai Beton Konvensional
Pelat lantai beton umumnya dicor ditempat, bersama-sama balok penumpu
dan kolom pendukungnya. Dengan demikian akan diperoleh hubungan yang kuat
yang menjadi satu kesatuan, hubungan ini disebut jepit-jepit. Pada pelat lantai
beton dipasang tulangan baja pada kedua arah , tulangan silang, untuk menahan
momen tarik dan lenturan. Untuk mendapatkan hubungan jepit-jepit, tulangan
pelat lantai harus dikaitkan kuat pada tulangan balok penumpu. Perencanaan dan
hitungan pelat lantai dari beton bertulang, harus mengikuti persyaratan yang
tercantum dalam buku SNI beton 1991. Beberapa persyaratan tersebut antara lain :
1. Pelat lantai harus mempunyai tebal sekurang-kurangnya 12 cm, sedang
untuk pelat atap sekuang-kurangnya 7 cm.
2. Harus diberi tulangan silang dengan diameter minimum 8 mm dari baja
lunak atau baja sedang.
UNIVERSITAS MEDAN AREA
----------------------------------------------------- 5 22/6/22
Document Accepted
© Hak Cipta Di Lindungi Undang-Undang
-----------------------------------------------------
1. Dilarang Mengutip sebagian atau seluruh dokumen ini tanpa mencantumkan sumber
2. Pengutipan hanya untuk keperluan pendidikan, penelitian dan penulisan karya ilmiah
3. Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh karya ini dalam bentuk apapun tanpa izin Universitas Medan Area Access From ([Link])22/6/22
Davit Hamonangan Silaen- Analisis Perbandingan Perhitungan Struktur Pelat Beton Konvensional
3. Pada pelat lantai yang tebalnya lebih dari 25 cm harus dipasang tulangan
rangkap atas bawah.
4. Jarak tulangan pokok yang sejajar tidak kurang dari 2,5 cm dan tidak lebih
dari 20 cm atau dua kali tebal pelat, dipilih yang terkecil.
5. Semua tulangan pelat harus terbungkus lapisan beton stebal minimum 1cm,
untuk melindungi baja dari karat, korosi atau kebakaran.
6. Bahan beton untuk pelat harus dibuat dari campuran 1 semen : 2 pasir : 3
kerikil + air, bila untuk lapis kedap air dibuat dari campuran 1 semen : 1 ½
pasir : 2 ½ kerikil + air secukupnya.
Keuntungan
1) Mampu mendukung beban yang besar
2) Merupakan isolasi suara yang baik
3) Tidak dapat terbakar dan dapat dibuat lapis kedap air
4) Dapat dipasang tegel untuk keindahan lantai
5) Merupakan bahan yang kuat dan awet.
Kerugian
1) Membutuhkan waktu lama dari mulai pendatangan, pemotongan
sampai merakit.
2) Memerlukan waktu untuk membuat bekisting pelat
3) Harga lebih mahal
4) Memerlukan kendaraan panjang yang bisa menampung 12 m
panjang besi
5) Lebih banyak menggunakan kawat bendrat
UNIVERSITAS MEDAN AREA
----------------------------------------------------- 6 22/6/22
Document Accepted
© Hak Cipta Di Lindungi Undang-Undang
-----------------------------------------------------
1. Dilarang Mengutip sebagian atau seluruh dokumen ini tanpa mencantumkan sumber
2. Pengutipan hanya untuk keperluan pendidikan, penelitian dan penulisan karya ilmiah
3. Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh karya ini dalam bentuk apapun tanpa izin Universitas Medan Area Access From ([Link])22/6/22
Davit Hamonangan Silaen- Analisis Perbandingan Perhitungan Struktur Pelat Beton Konvensional
Untuk menghindari lenturan yang besar, maka bentangan pelat lantai jangan
dibuat terlalu lebar, untuk ini dapat diberi balok-balok sebagai tumpuan yang juga
berfungsi menambah kekauan pelat. Bentangan pelat yang besar juga akan
menyebabkan pelat menjadi terlalu tebal dan jumlah tulangan yang dibutuhkan
menjadi banyak, berarti berat bangunan akan menjadi besar dan harga persatuan
akan menjadi mahal. Bentangan pelat lantai yang banyak dipakai adalah : 3x3,
3x4, 3x5, 3 ½ x4, 3x4 ½ , dan 4x4 (dalam permeter persegi). Untuk memperoleh
bentangan pelat ini dapat diatur jarak-jarak kolom dan balok portalnya, dan
apabila diperlukan dapat diberi balok anak.
2.3 Pelat Bondek
Bondek adalah geladak baja galvanis yang memiliki daya tahan tinggi dan
berfungsi ganda dalam konstruksi plat beton, yakni sebagai peyangga permanen
juga sebagai penulangan searah positif. Kekuatan tarik leleh minimum pelat baja
ini adalah 550 MPa. Tebal pelat standar adalah
0,70 mm BMT dengan pilihan tebal yang lain 1,00 dan 1,2 mm BMT.
Penggunaan bondek akan memberikan keuntungan bagi struktur secara
keseluruhan karena penghematan dalam penggunaan formwork dan beton. Bondek
antara lain berfungsi sebagai lantai kerja sementara, sebagai bekisting tetap dan
tulangan positif. (Aiman, 2014)
Pemasangan panel Smartdek pada pelat beton diletakkan melintang (pada
arah memendek). Pada umumnya panel diletakkan minimum ± 2,5 cm kedalam
bekisting balok. Pelat-pelat lantai dan atap yang terdiri dari panel-panel lantai baja
(steeldeck panels), yang berfungsi baik sebagai cetakan maupun sebagai tulangan
UNIVERSITAS MEDAN AREA
----------------------------------------------------- 7 22/6/22
Document Accepted
© Hak Cipta Di Lindungi Undang-Undang
-----------------------------------------------------
1. Dilarang Mengutip sebagian atau seluruh dokumen ini tanpa mencantumkan sumber
2. Pengutipan hanya untuk keperluan pendidikan, penelitian dan penulisan karya ilmiah
3. Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh karya ini dalam bentuk apapun tanpa izin Universitas Medan Area Access From ([Link])22/6/22
Davit Hamonangan Silaen- Analisis Perbandingan Perhitungan Struktur Pelat Beton Konvensional
bagi beton yang terletak di atasnya, telah banyak dipakai pada bangunan-
bangunan yang rangka utamanya terdiri dari konstruksi baja atau konstruksi
komposit. Perencanaan pelat seperti ini dalam beberapa cara berbeda dengan
perencanaan dari pelat lantai beton bertulang yang memakai tulangan yang
bersirip permukaannya. Satu hal yang perlu dicatat ialah bahwa luas penampang
dari lantai baja yang berfungsi sebagai tulangan ini didistribusikan pada sebagian
dari tinggi pelat melalui suatu cara yang bergantung pada bentuk dari lantai baja
tersebut.
Hal yang lebih penting lagi ialah kenyataan bahwa ke berhasilannya lantai
baja tersebut berfungsi sebagai perkuatan pelat seluruhnya tergantung pada
kemampuan ikatan antara kedua material tersebut pada pernukaan pertemuannya.
Seperti juga halnya pada batang tulangan yang berfungsi sebagai penulangan,
biasanya bahan-bahan ikatan kimiawi saja tidak cukup untuk dapat menjamin
terbentuknya lekatan yang kuat. Berdasarkan alasan ini, untuk memperkuat ikatan
tersebut dipakai berbagai- bagai alat yang dikenal dengan sebutan alat penyalur
gaya geser. Pada kebanyakan kasus, alat- alat ini terdiri dari tonjolan-tonjolan
yang mempunyai jarak antara yang dekat sekali. Alat-alat ini bekerja dalam cara
yang sama seperti fungsi dari batang bersirip dalam memperbesar kekuatan
lekatnya. Disamping itu alat ini juga harus mampu melawan kecenderungan
terpisahnya lantai baja dan beton dalam arah vertikal. Tonjolan-tonjolan dapat
melakukan tugas ini dengan jalan dimiringkan kearah horizontal, sehingga dapat
memikul kedua gaya horizontal (ikatan) dan gaya- gaya vertikal (gaya yang
berusaha memisahkan baja dan beton). Pada jenis lantai baja lainnya, pada bagian
dari atas rusuk-rusuk lantai tersebut dilas kawat-kawat baja dalam arah tranversal
UNIVERSITAS MEDAN AREA
----------------------------------------------------- 8 22/6/22
Document Accepted
© Hak Cipta Di Lindungi Undang-Undang
-----------------------------------------------------
1. Dilarang Mengutip sebagian atau seluruh dokumen ini tanpa mencantumkan sumber
2. Pengutipan hanya untuk keperluan pendidikan, penelitian dan penulisan karya ilmiah
3. Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh karya ini dalam bentuk apapun tanpa izin Universitas Medan Area Access From ([Link])22/6/22
Davit Hamonangan Silaen- Analisis Perbandingan Perhitungan Struktur Pelat Beton Konvensional
dengan jarak antara yang dekat sekali sehingga dapat berfungsi sesuai dengan
yang diharapkan.
Pada saat dibebani pelat-pelat lantai dengan baja komposit ini akan
mengalami keruntuhan lentur melalui suatu cara yang tidak banyak berbeda
dibandingka dengan keruntuhan lentur dari pelat-pelat biasa, atau melaui
hilangnya ikatan antara lantai baja tersebut dengan beton. Keadaan ini dikenal
sebagai keruntuhan lekatan geser, dan justru kekuatan lekat geser inilah yang
menjadi suatu problem khusus dari pelat-pelat komposit.
Wiremesh merupakan material jaring kawat baja pengganti tulangan pada
pelat yang fungsinya sama sebagai tulangan. Pada wiremesh selain memiliki
kekuatan yang sama namun dari segi pemasangan lebih praktis dan murah
dibandingkan dengan tulangan konvensional. Keuntungan utama dalam
menggunakan Jarigan Kawat Baja Las BRC adalah mutunya yang tinggi dan
konsisten yang terjamin bagi perencana, pemilik dan pemborong, di bandingkan
dengan cara penulangan pelat lainnya. Karena semua kawat di tarik dan di uji
dengan seksama, mutu bahan yang di pakai telah terjamin. Proses penarikan kawat
tersebut akan menghasilkan kawat dengan penampang yang sangat merata.
Keseragaman yang sama itu tidak akan mungkin terdapat pada batang-batang
canaian panas (besi beton) ketika kawat di las kedalam jaringan kawat baja las
BRC, ia di dudukan tepat pada tempatnya, jadi jaringan akan selalu dilengkapi
dengan jumlah kawat yang benar. Dengan demikian, perencanaan terjamin dan
penelitian di tempat kerja dapat dikurangi.
Untuk membuat pelat yang ringan, tipis tetapi kuat yaitu dengan
menggunakan tulangan baja berupa kawat baja las/wiremesh. Penggunaan
UNIVERSITAS MEDAN AREA
----------------------------------------------------- 9 22/6/22
Document Accepted
© Hak Cipta Di Lindungi Undang-Undang
-----------------------------------------------------
1. Dilarang Mengutip sebagian atau seluruh dokumen ini tanpa mencantumkan sumber
2. Pengutipan hanya untuk keperluan pendidikan, penelitian dan penulisan karya ilmiah
3. Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh karya ini dalam bentuk apapun tanpa izin Universitas Medan Area Access From ([Link])22/6/22
Davit Hamonangan Silaen- Analisis Perbandingan Perhitungan Struktur Pelat Beton Konvensional
tulangan baja ini dimaksudkan untuk memperbesar kuat lentur pelat karena kawat
baja ini mempunyai kuat tarik yang tinggi dan berbentuk seperti jala yang sangat
memudahkan pada saat pemasangan, serta harga relatif lebih murah dan material
lebih ringan. Mutu yang tinggi dari Jaringan Kawat Baja Las BRC memungkinkan
yang di tetapkan sebelumnya. memenuhi standart kelas U-50, menghasilkan
pengehematan biaya yang sangat berarti. Dengan menggunakan tegangan ijin
yang di usulkan sebesar 2.900 kg/cm tersebut. kita dapat memperoleh
penghematan sampai separuh dari banyaknya penulangan. Dengan Perhitungan
Harga Per kg jaringan kawat baja las BRC yang lebih tingi, biasanya tetap
terdapat penghematan biaya yang cukup berarti pada kebanyakan proyek. Selain
penghematan, juga waktu pasang dihematkan, karena Jaringan Kawat Baja Las
BRC di serahkan di tempat kerja dengan kawat telah di lastepat pada jarak-jarak
yang di tetapkan sebelumnya.
Adapun keunggulan - keunggulan wiremesh untuk plat lantai beton: (brosur
smartdeck,2011).
1. Mudah dan cepat dalam pemasangan. Boundeck langsung berfungsi juga
sebagai bekisting permanen yang siap di cor dalam waktu singkat. Efisiensi
waktu dan kemajuan pekerjaan dapat dipercepat karena waktu untuk
pembuatan dan pembongkaran bekisting sudah tidak diperlukan lagi.
Pekerjaan pembesian dibagian yang mengalami tarik, dapat direduksi atau
bahkan dihilangkan karena telah digantikan fungsinya oleh boundeck.
2. Mengurangi pemakaian perancah dan tiang-tiang penyangga sehingga lebih
menghemat biaya dalam pelaksanaanya.
3. Boundeck dapat secara langsung digunakan sebagai plafond.
UNIVERSITAS MEDAN AREA
----------------------------------------------------- 10 22/6/22
Document Accepted
© Hak Cipta Di Lindungi Undang-Undang
-----------------------------------------------------
1. Dilarang Mengutip sebagian atau seluruh dokumen ini tanpa mencantumkan sumber
2. Pengutipan hanya untuk keperluan pendidikan, penelitian dan penulisan karya ilmiah
3. Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh karya ini dalam bentuk apapun tanpa izin Universitas Medan Area Access From ([Link])22/6/22
Davit Hamonangan Silaen- Analisis Perbandingan Perhitungan Struktur Pelat Beton Konvensional
4. Ketahanannya terhadap kebakaran lebih baik dan lolos uji kelenturan serta
pembebanan.
5. Dapat dipesan sesuai kebutuhan dan memberikan platform kerja yang aman.
6. Dapat dipasang pada konstruksi baja maupun beton.
Tabel 2.1 Spesifikasi Tulangan Wiremesh
Diameter Actual Kekuatan Batas Ulur
Wiremesh (mm) Weight Tarik (N/mm2) Elongation
(gr/mm) (N/mm2) (%)
M4 4 15,45 Min 490 Min 400 Min 8 %
M5 4,7 21,33 Min 490 Min 400 Min 8 %
M5 4,5 19,55 Min 490 Min 400 Min 8 %
M6 5,7 31,37 Min 490 Min 400 Min 8 %
M6 5,5 29,2 Min 490 Min 400 Min 8 %
M7 6,7 43,34 Min 490 Min 400 Min 8 %
M7 6,5 40,79 Min 490 Min 400 Min 8 %
M8 7,7 57,24 Min 490 Min 400 Min 8 %
M8 7,5 54,31 Min 490 Min 400 Min 8 %
M9 8,7 73,07 Min 490 Min 400 Min 8 %
M9 8,5 69,75 Min 490 Min 400 Min 8 %
M10 9,7 90,84 Min 490 Min 400 Min 8 %
M10 9,5 87,13 Min 490 Min 400 Min 8 %
M11 10,7 110,53 Min 490 Min 400 Min 8 %
M11 10,5 106,44 Min 490 Min 400 Min 8 %
M12 11,7 132,16 Min 490 Min 400 Min 8 %
M12 11,5 127,68 Min 490 Min 400 Min 8 %
Sumber : [Link]
UNIVERSITAS MEDAN AREA
----------------------------------------------------- 11 22/6/22
Document Accepted
© Hak Cipta Di Lindungi Undang-Undang
-----------------------------------------------------
1. Dilarang Mengutip sebagian atau seluruh dokumen ini tanpa mencantumkan sumber
2. Pengutipan hanya untuk keperluan pendidikan, penelitian dan penulisan karya ilmiah
3. Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh karya ini dalam bentuk apapun tanpa izin Universitas Medan Area Access From ([Link])22/6/22
Davit Hamonangan Silaen- Analisis Perbandingan Perhitungan Struktur Pelat Beton Konvensional
Perusahaan yang pertama kali mengenalkan tulangan wiremesh ke
dunia konstruksi adalah PT. LIONMESH PRIM Tbk. Wiremesh adalah
jaringan baja tulangan, yang pada tiap titik pertemuan kawatnya dilas listrik
untuk mendapatkan “ Shear Resistant ”, khususnya digunakan untuk
penulangan beton. Wiremesh dapat diproduksi dalam ukuran standard (lihat
daftar ) atau ukuran khusus sesuai permintaan para ahli konstruksi bangunan.
Kawat baja yang digunakan adalah dari mutu U-50 dengan tegangan leleh
karakteristik 5000 kg /cm2 yang sangat menguntungkan bila dibandingkan
dengan baja tulangan biasa yang mempunyai tegangan leleh karakteristik
2400 kg/cm2, sedangkan tegangan geser minimum tiap titik las adalah 2500
kg/cm2. Proses pembuatannya dilakukan dengan menggunakan mesin buatan
Swiss yang mutakhir. Penulangan beton dengan menggunakan “ Welded
Reinforcing Steel Mesh “ ini telah digunakan secara meluas di Malaysia dan
Singapura sejak 30 tahun yang lalu, sedangkan di Jerman sudah sejak 50
tahun yang lalu.
2.4 Tumpuan Pelat
Untuk merencanakan pelat beton bertulang yang perlu
dipertimbangkan tidak hanya pembebanan saja, tetapi juga jenis perletakan
dan dan jenis penghubung di tempat tumpuan. Kekakuan hubungan antar
pelat dan tumpuan akan menentukan besar momen lentur yang terjadi pada
pelat. Untuk bangunan gedung, umumnya pelat tersebut ditumpu oleh
balokbalok secara monolit, yaitu pelat dan balok dicor bersama-sama
(Gambar 2.4a) sehingga menjadi satu- kesatuan, seperti yang disajikan pada
UNIVERSITAS MEDAN AREA
----------------------------------------------------- 12 22/6/22
Document Accepted
© Hak Cipta Di Lindungi Undang-Undang
-----------------------------------------------------
1. Dilarang Mengutip sebagian atau seluruh dokumen ini tanpa mencantumkan sumber
2. Pengutipan hanya untuk keperluan pendidikan, penelitian dan penulisan karya ilmiah
3. Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh karya ini dalam bentuk apapun tanpa izin Universitas Medan Area Access From ([Link])22/6/22
Davit Hamonangan Silaen- Analisis Perbandingan Perhitungan Struktur Pelat Beton Konvensional
gambar-gambar berikut. Kemungkinan lainnya, yaitu pelat didukung oleh
dinding-dinding bangunan (Gambar 2.4b), atau oleh balok-balok baja
dengan sistem komposit (Gambar 2.4c), atau bahkan didukung oleh kolom
secara langsung tanpa balok yang dikenal dengan pelat cendawan (Gambar
2.4 d)
Gambar 2.1 Tumpuan Pelat
Sumber : Buku Ali Asroni, 2010 hal. 192
2.5 Jenis perletakan pelat pada balok
Kekakuan hubungan antara pelat dengan konstruksi pendukungnya (balok)
menjadi salah satu bagian dari perencanaan pelat. Ada 3 jenis perletakan pada
balok, yaitu sebagai berikut :
1) Terletak bebas
Keadaan ini terjadi jika pelat diletakkan begitu saja diatas balok, atau antara
UNIVERSITAS MEDAN AREA
----------------------------------------------------- 13 22/6/22
Document Accepted
© Hak Cipta Di Lindungi Undang-Undang
-----------------------------------------------------
1. Dilarang Mengutip sebagian atau seluruh dokumen ini tanpa mencantumkan sumber
2. Pengutipan hanya untuk keperluan pendidikan, penelitian dan penulisan karya ilmiah
3. Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh karya ini dalam bentuk apapun tanpa izin Universitas Medan Area Access From ([Link])22/6/22
Davit Hamonangan Silaen- Analisis Perbandingan Perhitungan Struktur Pelat Beton Konvensional
pelat dan balok tidak dicor bersama-sama, sehingga pelat dapat berotasi
bebas pada tumpuan tersebut. Pelat yang ditumpu oleh tembok juga
termasuk dalam kategori terletak bebas.
2) Terjepit elastis
Keadaan ini terjadi jika pelat dan balok dicor bersama-sama secara monolit,
tetapi ukuran balok tetap kecil, sehingga balok tidak cukup kuat untuk
mencegah terjadinya rotasi pelat.
3) Terjepit penuh
Keadaan ini terjadi jika pelat dan balok dicor bersama-sama secara monolit,
dan ukuran balok cukup besar, sehingga mampu untuk mencegah terjadinya
rotasi pelat.
Gambar 2.2 Pembebanan Pelat
Sumber : Buku Asroni, 2010 hal.193
2.6 Pembebanan Pelat
Dalam melakukan analisis desain suatu struktur bangunan, perlu adanya
gambaran yang jelas mengenai perilaku dan besar beban yang bekerja pada
struktur. Struktrur bangunan berfungsi menahan beban (load) tertentu disamping
harus menahan beratnya sendiri. Beban-beban yang diperhitungkan adalah beban
hidup (Ql) dan beban mati (Qd) yang diterima oleh sistem struktur.
UNIVERSITAS MEDAN AREA
----------------------------------------------------- 14 22/6/22
Document Accepted
© Hak Cipta Di Lindungi Undang-Undang
-----------------------------------------------------
1. Dilarang Mengutip sebagian atau seluruh dokumen ini tanpa mencantumkan sumber
2. Pengutipan hanya untuk keperluan pendidikan, penelitian dan penulisan karya ilmiah
3. Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh karya ini dalam bentuk apapun tanpa izin Universitas Medan Area Access From ([Link])22/6/22
Davit Hamonangan Silaen- Analisis Perbandingan Perhitungan Struktur Pelat Beton Konvensional
1. Beban Mati (Qd)
Beban mati adalah semua beban yang berasal dari berat bangunan termasuk
segala unsur tambahan tetap yang merupakan satu kesatuan dengannya.
Berikut merupakan beban mati dari berat sendiri material atau bahan
bangunan dan komponen struktur sesuai dengan SNI-1727-2013.
Tabel 2.2 Berat Sendiri Bahan Bangunan dan Komponen Gedung
Jenis Material Berat Volume (kg/m2/cm) Tebal (cm)
Keramik (1cm) 24 1
Spesi (5cm) 21 5
Pasir (5cm) 18 5
Plafon 20
Instalasi Listrik dan Plumbing 20
Sumber : SNI-1727-2013
2. Beban Hidup (Ql)
Beban hidup adalah semua beban tidak tetap, kecuali beban angin, beban
gempa dan pengaruh-pengaruh khusus yang diakibatkan oleh selisih suhu,
pemasangan (erection), penurunan pondasi, susut dan pengaruh-pengaruh
lainnya. Beban hidup diperhitungkan berdasarkan perhitungan perhitungan
matematis dan menurut kebiasaan yang berlaku pada pelaksanaan konstruksi
Indonesia. Beban hidup yang digunakan dalam perancanagan gedung dan
struktur lain harus beban maksimum yang diharapkan terjadi akibat
penghunian dan penggunaan bangunan gedung, akan tetapi tidak boleh
kurang dari beban merata minimum.
UNIVERSITAS MEDAN AREA
----------------------------------------------------- 15 22/6/22
Document Accepted
© Hak Cipta Di Lindungi Undang-Undang
-----------------------------------------------------
1. Dilarang Mengutip sebagian atau seluruh dokumen ini tanpa mencantumkan sumber
2. Pengutipan hanya untuk keperluan pendidikan, penelitian dan penulisan karya ilmiah
3. Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh karya ini dalam bentuk apapun tanpa izin Universitas Medan Area Access From ([Link])22/6/22
Davit Hamonangan Silaen- Analisis Perbandingan Perhitungan Struktur Pelat Beton Konvensional
Komponen struktur yang memiliki nilai faktor elemen (KLL) yang dapat
dilihat pada Tabel 2.3 Faktor Elemen beban hidup, KLL dan luas tributari
(AT) adalah 400 ft2 (37,16 m2) atau lebih diizinkan untuk dirancang dengan
beban hidup tereduksi sesuai dengan rumus berikut :
Keterangan :
L = beban hidup rencana tereduksi (m2)
Lo = beban hidup rencana tanpa reduksi (m2)
KLL = faktor elemen beban hidup (lihat Tabel 3.2)
AT = luas tributari dalam (m2)
Tabel 2.3 Faktor Elemen Beban Hidup, KLL
Elemen KLL
Kolom-kolom interior 4
Kolom-kolom eksterior tanpa pelat kantilever 4
Kolom-kolom tepi dengan pelat kantilever 3
Kolom-kolom sudut dengan pelat kantilever 2
Balok-balok tepi tanpa pelat kantilever 2
Balok-balok interior 2
Semua komponen struktur yang tidak disebut diatas :
Balok-balok tepi dengna pelat kantilever
Balok-balok kantilever
Pelat-pelat satu arah 1
Pelat-pelat dua arah
Komponen struktur tanpa ketentuan-ketentuan untuk penyaluran
Geser menerus tegak lurus terhadap bentangnya
Sumber : SNI-1727-2013 hal. 29
3. Beban Ultimate (Qu)
UNIVERSITAS MEDAN AREA
----------------------------------------------------- 16 22/6/22
Document Accepted
© Hak Cipta Di Lindungi Undang-Undang
-----------------------------------------------------
1. Dilarang Mengutip sebagian atau seluruh dokumen ini tanpa mencantumkan sumber
2. Pengutipan hanya untuk keperluan pendidikan, penelitian dan penulisan karya ilmiah
3. Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh karya ini dalam bentuk apapun tanpa izin Universitas Medan Area Access From ([Link])22/6/22
Davit Hamonangan Silaen- Analisis Perbandingan Perhitungan Struktur Pelat Beton Konvensional
Beban ultimate merupakan kombinasi beban berfaktor dari beban mati (Qd)
dan beban hidup (Ql) sesuai dengan SNI 03-2847-2013 didapat kombinasi
beban sebagai berikut :
Qu = 1,2 Qd + 1,6 Ql
2.7 Sistem Penulangan Pelat
Sistem perencanaan tulangan pelat pada dasarnya dibagi menjadi 2 macam,
yaitu : sistem perencanaan pelat dengan tulangan pokok satu arah (selanjutnya
disebut pelat satu arah/one way slab) dan sistem perencanaan pelat dengan
tulangan pokok dua arah (disebut pelat dua arah/two way slab). Pada penelitian ini
menggunakan penulangan pelat satu arah/one way slab. Sedangkan pelat dua
arah/two way slab hanya dijelaskan secara garis besar saja.
1. Pelat Satu Arah/One Way Slab
Dalam perhitungan penulangan pelatnya maka digunakan rumus sebagai
berikut :
a. Menghitung Nilai Momen (Mu)
Dimana :
Ln = Lx .(0,5 x lebar balok a) – (0,5 x lebar balok b)
Untuk menghitung nilai momen pada struktur pelat satu arah dapat
digunakan cara pendekatan dengan koefisien momen pada PBI 1971, yang
dapat dilihat pada Gambar 2.3 Koefisien momen berikut.
UNIVERSITAS MEDAN AREA
----------------------------------------------------- 17 22/6/22
Document Accepted
© Hak Cipta Di Lindungi Undang-Undang
-----------------------------------------------------
1. Dilarang Mengutip sebagian atau seluruh dokumen ini tanpa mencantumkan sumber
2. Pengutipan hanya untuk keperluan pendidikan, penelitian dan penulisan karya ilmiah
3. Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh karya ini dalam bentuk apapun tanpa izin Universitas Medan Area Access From ([Link])22/6/22
Davit Hamonangan Silaen- Analisis Perbandingan Perhitungan Struktur Pelat Beton Konvensional
Gambar 2.1 Koefisien Momen
Sumber: PBI 1971
Gambar 2.3 Koefisien momen
Sumber : Perencanaan Pelat Beton Satu Arah (SNI-03-2847-2002)
2. Pelat dua arah/Two Way Slab
Sistem pelat lantai dua arah dapat juga terjadi pada pelat bentang tunggal
maupun bentang menerus asal persyaratannya terpenuhi. Persyaratan jenis
pelat lantai dua arah jika perbandingan dari bentang panjang (L) terhadap
bentang pendek (S) kurang dari dua. Pelat dengan tulangan pokok dua arah
ini akan dijumpai jika pelat beton menahan beban yang berupa momen
lentur pada bentang dua arah. Contoh pelat dua arah adalah pelat yang
ditumpu empat sisi yang saling sejajar. Karena momen lentur bekerja pada
dua arah, yaitu searah dengan bentang Lx dan bentang Ly, maka tulangn
pokok juga dipasang pada dua arah yang saling tegak lurus (bersilangan),
sehingga tidak perlu tulangan bagi. Tetapi pelat di daerah tumpuan hanya
UNIVERSITAS MEDAN AREA
----------------------------------------------------- 18 22/6/22
Document Accepted
© Hak Cipta Di Lindungi Undang-Undang
-----------------------------------------------------
1. Dilarang Mengutip sebagian atau seluruh dokumen ini tanpa mencantumkan sumber
2. Pengutipan hanya untuk keperluan pendidikan, penelitian dan penulisan karya ilmiah
3. Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh karya ini dalam bentuk apapun tanpa izin Universitas Medan Area Access From ([Link])22/6/22
Davit Hamonangan Silaen- Analisis Perbandingan Perhitungan Struktur Pelat Beton Konvensional
bekerja momen lentur satu arah saja, sehingga untuk daerah tumpuan ini
tetap dipasang tulangan pokok dan tulangan bagi (Asroni, 2010).
Sebagaimana ditunjukkan pada Gambar 2.4 dan Gambar 2.5 berikut ini.
Gambar 2.4 Penulangan Pelat Dua Arah Tampak Depan
Sumber : Buku Asroni, 2010 dalam Putri, 2017
Gambar 2.5 Pelat Dua Arah Tampak Atas
Sumber: Buku Asroni, 2010
Dalam penulangan metode konvensional seluruhstruktur pelat lantai
dikerjakan ditempat, dimana pekerjaan pelat lantai dikerjakan bersamaan
dengan pelat bondek (monolit) karena nantinya juga akan di cor secara
bersamaan sehingga balok dan pelat lantai menjadi satu kesatuan yang
menyatu (Meiriska, 2016). Adapun langkah-langkahnya pertama dengan
menyusun dan merakit scaffolding berdasarkan layout yang telah ditentukan.
UNIVERSITAS MEDAN AREA
----------------------------------------------------- 19 22/6/22
Document Accepted
© Hak Cipta Di Lindungi Undang-Undang
-----------------------------------------------------
1. Dilarang Mengutip sebagian atau seluruh dokumen ini tanpa mencantumkan sumber
2. Pengutipan hanya untuk keperluan pendidikan, penelitian dan penulisan karya ilmiah
3. Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh karya ini dalam bentuk apapun tanpa izin Universitas Medan Area Access From ([Link])22/6/22
Davit Hamonangan Silaen- Analisis Perbandingan Perhitungan Struktur Pelat Beton Konvensional
Kemudian pemasangan bekisting yang menggunakan plywood, penulangan
balok dan penulangan pelat lantai. Lalu pemasangan bekisting balok, jika
sudah siap langsung dilakukan pengecoran. Dan yang terakhir setelah beton
mengeras perlu dilakukan pembongkaran bekisting.
2.8 Pelat Beton Konvensional
a) Menghitung Nilai Momen (Mu)
Dimana :
Ln = Lx .(0,5 x lebar balok a) – (0,5 x lebar balok b)
b) Cek Kuat Geser Beton
Vu = 0,5 x Qu x Ln
c) Menentukan Tinggi Efektif (d)
Gambar 2.6 Tinggi Efektif Bentang Mu
Sumber : [Link]
d) Nilai koefisien resistence (Rn) dan nilai m
UNIVERSITAS MEDAN AREA
----------------------------------------------------- 20 22/6/22
Document Accepted
© Hak Cipta Di Lindungi Undang-Undang
-----------------------------------------------------
1. Dilarang Mengutip sebagian atau seluruh dokumen ini tanpa mencantumkan sumber
2. Pengutipan hanya untuk keperluan pendidikan, penelitian dan penulisan karya ilmiah
3. Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh karya ini dalam bentuk apapun tanpa izin Universitas Medan Area Access From ([Link])22/6/22
Davit Hamonangan Silaen- Analisis Perbandingan Perhitungan Struktur Pelat Beton Konvensional
e) Menghitung rasio tulangan (ρ)
dimana :
f) Menghitung tinggi beton kekang (a)
) )
Dari persamaan tersebut, nilai a dapat dihitung dengan rumus :
g) Menghitung tinggi garis netral (x)
UNIVERSITAS MEDAN AREA
----------------------------------------------------- 21 22/6/22
Document Accepted
© Hak Cipta Di Lindungi Undang-Undang
-----------------------------------------------------
1. Dilarang Mengutip sebagian atau seluruh dokumen ini tanpa mencantumkan sumber
2. Pengutipan hanya untuk keperluan pendidikan, penelitian dan penulisan karya ilmiah
3. Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh karya ini dalam bentuk apapun tanpa izin Universitas Medan Area Access From ([Link])22/6/22
Davit Hamonangan Silaen- Analisis Perbandingan Perhitungan Struktur Pelat Beton Konvensional
h) Kontrol regangan leleh baja ( )
i) Menghitung luas tulangan pokok
j) Jarak tulangan pokok
k) Control jarak tulangan pokok
Jika s < 3h maka OK!!!
l) Luas tulangan susut (As susut)
m) Jarak tulangan susut (S susut)
Dimana :
n) Kontrol jarak tulangan susut
Jika S < 5h maka OK!!!
Keterangan :
UNIVERSITAS MEDAN AREA
----------------------------------------------------- 22 22/6/22
Document Accepted
© Hak Cipta Di Lindungi Undang-Undang
-----------------------------------------------------
1. Dilarang Mengutip sebagian atau seluruh dokumen ini tanpa mencantumkan sumber
2. Pengutipan hanya untuk keperluan pendidikan, penelitian dan penulisan karya ilmiah
3. Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh karya ini dalam bentuk apapun tanpa izin Universitas Medan Area Access From ([Link])22/6/22
Davit Hamonangan Silaen- Analisis Perbandingan Perhitungan Struktur Pelat Beton Konvensional
M = momen lentur pelat per satuan panjang (kNm)
c = koefisien momen
Qu = beban ultimate (kN/m2 )
Ln = bentang bersih (m)
Lx = bentang pendek (m)
Vu = gaya geser berfaktor pada penampang yang ditinjau (kN)
Vn = kelewatan gaya nominal (kN)
F’c = mutu beton (MPa)
d = tinggi efektif (mm)
h = tebal pelat (mm)
Pb = tebal selimut beton (mm)
D = diameter tulangan (mm)
Mn = momen nominal (kNm)
= rasio tulangan
Cc = gaya dalam beton (N)
a = tinggi kekang beton (mm)
b = bentang yang ditinjau (mm)
x = letak garis netral (mm)
= regangan leleh baja (mm)
D = diameter tulangan (mm)
S = jarak tulangan pokok (mm)
2.9 Pelat Lantai Bondek
UNIVERSITAS MEDAN AREA
----------------------------------------------------- 23 22/6/22
Document Accepted
© Hak Cipta Di Lindungi Undang-Undang
-----------------------------------------------------
1. Dilarang Mengutip sebagian atau seluruh dokumen ini tanpa mencantumkan sumber
2. Pengutipan hanya untuk keperluan pendidikan, penelitian dan penulisan karya ilmiah
3. Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh karya ini dalam bentuk apapun tanpa izin Universitas Medan Area Access From ([Link])22/6/22
Davit Hamonangan Silaen- Analisis Perbandingan Perhitungan Struktur Pelat Beton Konvensional
Untuk analisa perhitungan pelat lantai bondek menggunakan rumus dari
steel deck institute 2011, yang dapat dilihat dibawah ini.
Gambar 3.3 Penampang Komposit Pelat Lantai Bondek
Sumber: [Link]
Lalu,
{√ ) }
Dimana :
√ )
UNIVERSITAS MEDAN AREA
----------------------------------------------------- 24 22/6/22
Document Accepted
© Hak Cipta Di Lindungi Undang-Undang
-----------------------------------------------------
1. Dilarang Mengutip sebagian atau seluruh dokumen ini tanpa mencantumkan sumber
2. Pengutipan hanya untuk keperluan pendidikan, penelitian dan penulisan karya ilmiah
3. Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh karya ini dalam bentuk apapun tanpa izin Universitas Medan Area Access From ([Link])22/6/22
Davit Hamonangan Silaen- Analisis Perbandingan Perhitungan Struktur Pelat Beton Konvensional
Keterangan :
2.10 Wiremesh
Dapat di hitung dengan trial seperti rumus berikut :
1. Tulangan konvensional
UNIVERSITAS MEDAN AREA
----------------------------------------------------- 25 22/6/22
Document Accepted
© Hak Cipta Di Lindungi Undang-Undang
-----------------------------------------------------
1. Dilarang Mengutip sebagian atau seluruh dokumen ini tanpa mencantumkan sumber
2. Pengutipan hanya untuk keperluan pendidikan, penelitian dan penulisan karya ilmiah
3. Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh karya ini dalam bentuk apapun tanpa izin Universitas Medan Area Access From ([Link])22/6/22
Davit Hamonangan Silaen- Analisis Perbandingan Perhitungan Struktur Pelat Beton Konvensional
( )
2. Tulangan wiremesh
Rumus dengan menggunakan tulangan wiremesh
( )
jika As w > As perlu → OK
Keterangan :
Fy = mutu tulangan ulir
Fyw = mutu tulangan wiremesh
As w = luas tulangan konvensional
As w = luas tulangan wiremesh
S = jarak tulangan
Dan untuk mengetahui berapa jumlah wiremesh yang dibutuhkan
dapat dihitung seperti rumus dibawah ini :
n wiremesh =
UNIVERSITAS MEDAN AREA
----------------------------------------------------- 26 22/6/22
Document Accepted
© Hak Cipta Di Lindungi Undang-Undang
-----------------------------------------------------
1. Dilarang Mengutip sebagian atau seluruh dokumen ini tanpa mencantumkan sumber
2. Pengutipan hanya untuk keperluan pendidikan, penelitian dan penulisan karya ilmiah
3. Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh karya ini dalam bentuk apapun tanpa izin Universitas Medan Area Access From ([Link])22/6/22
Davit Hamonangan Silaen- Analisis Perbandingan Perhitungan Struktur Pelat Beton Konvensional
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Lokasi Penelitian
Lokasi penelitian dilakukan di P4TK Medan Sumatera Utara.
Lokasi
Penelitian
3
2 1
Gambar : Peta Lokasi Penelitian P4TK
Sumber : Google Map, 2022
3.2 Metode Pengumpulan Data
Pengumpulan data adalah pencatatan peristiwa-peristiwa, keterangan-
keterangan atau karakteristik-karakteristik sebagian atau keseluruhan dari elemen
populasi yang akan menunjang atau mendukung penelitian. Untuk mendukung
penulisan dan sebagai keperluan analisa data, maka penulis memerlukan sejumlah
data pendukung yang berasal dari dalam maupun dari luar proyek pembangunan
UNIVERSITAS MEDAN AREA
----------------------------------------------------- 27 22/6/22
Document Accepted
© Hak Cipta Di Lindungi Undang-Undang
-----------------------------------------------------
1. Dilarang Mengutip sebagian atau seluruh dokumen ini tanpa mencantumkan sumber
2. Pengutipan hanya untuk keperluan pendidikan, penelitian dan penulisan karya ilmiah
3. Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh karya ini dalam bentuk apapun tanpa izin Universitas Medan Area Access From ([Link])22/6/22
Davit Hamonangan Silaen- Analisis Perbandingan Perhitungan Struktur Pelat Beton Konvensional
Asrama P4TK Medan. Oleh karena itu, penulis menggunakan dua macam cara
pengumpulan data yaitu sebagai berikut :
a. Data Primer
Data primer dapat berupa data-data teknis dari proyek, seperti gambar
bestek. Data primer ini disebut juga data asli atau data baru yang diperoleh
dari hasil survey di lapangan.
b. Data Sekunder
Adalah data-data pendukung yang dapat dijadikan input dan referensi dalam
melakukan analisis. Data sekunder, dianataranya data mengenai daftar harga
satuan dan analisa pekerja, data bahan atau material yang digunakan,
peraturan-peraturan bangunan gedung Departemen Pekerja Umum dan data-
data lainnya yang dapat dijadikan referensi dalam menganalisis. Data
ini diperoleh dari buku-buku literatur, laporan, perpustakaan atau dari
laporan penelitian terdahulu.
3.3 Tata Urutan dan Langkah Kerja
Tata urutan dan langkah kerja dalam penyusunan tugas akhir ini adalah :
a. Menentukan data yang diperlukan
b. Studi literatur yang berkaitan dengan permasalahan yang akan
dibahas.
c. Wawancara dengan Ahli Manajemen Konstruksi, pengumpulan data
yang menyangkut kegiatan dan biaya, pengamatan bangunan
khususnya pelat lantai beton.
UNIVERSITAS MEDAN AREA
----------------------------------------------------- 28 22/6/22
Document Accepted
© Hak Cipta Di Lindungi Undang-Undang
-----------------------------------------------------
1. Dilarang Mengutip sebagian atau seluruh dokumen ini tanpa mencantumkan sumber
2. Pengutipan hanya untuk keperluan pendidikan, penelitian dan penulisan karya ilmiah
3. Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh karya ini dalam bentuk apapun tanpa izin Universitas Medan Area Access From ([Link])22/6/22
Davit Hamonangan Silaen- Analisis Perbandingan Perhitungan Struktur Pelat Beton Konvensional
d. Penyusunandan pengolahan data dengan melakukan perhitungan per
jenis kegiatan dan harga satuan.
e. Analisa perbandingan aspek yang dibahas.
f. Kesimpulan dan saran berdasarkan hasil pembahasan.
3.4 Diagram Alir Penyusunan Laporan Skripsi
Langkah – langkah yang digunakan dalam penyusunan Skripsi ini,
bila dibuat diagram alir adalah sebagai berikut :
Mulai
Analisis Data
Hitung Ulang
Pelat Konvensional Pelat Bondek
Perhitungan Struktur Perhitungan Struktur
Pelat Pelat
Perbandingan
Hasil
Selesai
Gambar 3.1 Bagan Alir Penelitian (Flow Chart)
UNIVERSITAS MEDAN AREA
----------------------------------------------------- 29 22/6/22
Document Accepted
© Hak Cipta Di Lindungi Undang-Undang
-----------------------------------------------------
1. Dilarang Mengutip sebagian atau seluruh dokumen ini tanpa mencantumkan sumber
2. Pengutipan hanya untuk keperluan pendidikan, penelitian dan penulisan karya ilmiah
3. Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh karya ini dalam bentuk apapun tanpa izin Universitas Medan Area Access From ([Link])22/6/22
Davit Hamonangan Silaen- Analisis Perbandingan Perhitungan Struktur Pelat Beton Konvensional
Pembangunan gedung ini membutuhkan suatu diagram alir (flow chart)
untuk mempermudah dalam perencanaan maupun perhitungan. Flow chart
ini dimulai dari penentuan dari fungsi bangunan yang akan didirikan, dalam
hal ini bangunan yang direncanakan adalah Gedung Asrama. Kemudian
dilanjutkan dengan mempelajari dan menentukan dasar – dasar teori yang
dipakai, setelah itu mengidentifikasi bangunan yang disertai dengan
pengumpulan data yang dibutuhkan.
Adapun data yang di dapat dari lapangan (Data Primer) yaitu survei
lapangan, dan wawancara dengan pihak Manajemen Konstruksi. Data
Sekunder di dapat dari CV. Citra Mandiri Consultant.
Dalam proses pengolahan data ini peneliti menghitung kekuatan pelat
lantai beton Asrama P4TK yang bersumber dari gambar kerja. Setelah
mendapatkan rata–ratanya, selanjutnya peneliti menganalisa perbandingan
kedua metode pembuatan pelat lantai beton. Dalam menganalisa
perbandingan kedua metode tersebut yaitu metode bondek dan metode
konvensional akan di dapat tujuan penelitian, adapun tujuan tersebut yang,
mengetahui perbedaan kekuatan pelat lantai beton antara pelat bondek dan
pelat konvensional.
Dari perbandingan pembuatan pelat lantai beton dengan menggunakan
metode bondek dan metode konvensional di dapatkan perbedaan dan
simpulan hasil perbandingan dari kedua jenis pelat.
UNIVERSITAS MEDAN AREA
----------------------------------------------------- 30 22/6/22
Document Accepted
© Hak Cipta Di Lindungi Undang-Undang
-----------------------------------------------------
1. Dilarang Mengutip sebagian atau seluruh dokumen ini tanpa mencantumkan sumber
2. Pengutipan hanya untuk keperluan pendidikan, penelitian dan penulisan karya ilmiah
3. Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh karya ini dalam bentuk apapun tanpa izin Universitas Medan Area Access From ([Link])22/6/22
Davit Hamonangan Silaen- Analisis Perbandingan Perhitungan Struktur Pelat Beton Konvensional
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
Dari hasil analisis dan pembahasan sebelumnya, maka dapat ditarik
kesimpulan bahwa besar kekuatan pelat beton pada Gedung Asrama P4TK secara
khusus lantai Level V pada pelat A1 dan A2 mempunyai kekuatan pelat beton
konvensional sebesar 34,93 kNm dan pelat beton bondek sebesar 16,15 kNm.
Dengan selisih kekuatan sebesar 18,78 kNm atau sebesar 36% dari kekuatan pelat
bondek.
5.2 Saran
1. Dalam penelitian selanjutnya, dapat menggunakan tulangan dengan
diameter yang berbeda, memperbesar ataupun memperkecil diameter
tulangan pelat konvensional dan tebal bondek dengan
mempertimbangkan faktor keamanan dari pelat.
2. Jarak penulangan pelat harus diperhitungkan dengan baik karena dapat
mempengaruhi kekuatan pelat lantai.
3. Untuk penelitian selanjutnya dapat menghitung perbandingan biaya
dan waktu antara pelat beton konvensional dengan pelat beton bondek
tanpa mengabaikan faktor keamanan ataupun kekuatan dari kedua
jenis pelat.
UNIVERSITAS MEDAN AREA
----------------------------------------------------- 74 22/6/22
Document Accepted
© Hak Cipta Di Lindungi Undang-Undang
-----------------------------------------------------
1. Dilarang Mengutip sebagian atau seluruh dokumen ini tanpa mencantumkan sumber
2. Pengutipan hanya untuk keperluan pendidikan, penelitian dan penulisan karya ilmiah
3. Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh karya ini dalam bentuk apapun tanpa izin Universitas Medan Area Access From ([Link])22/6/22
Davit Hamonangan Silaen- Analisis Perbandingan Perhitungan Struktur Pelat Beton Konvensional
DAFTAR PUSTAKA
Aiman, K.,N.,2014, Studi Perbandingan Penggunaan Teknologi Pelat Beton
Konvensional Dan Pelat Beton Bondek Gedung Ball Room Universitas
Muhammadiyah Makassar, Tugas Akhir, universitas Hasanuddin Makassar.
Anonim, 1987, Pedoman Perencanaan Pembebanan Untuk Rumah dan Gedung,
Departemen Pekerjaaan Umum, Jakarta.
Asroni, Ali. (2010). Balok Pelat Beton Bertulang. Graha Ilmu : Yogyakarta.
Ervianto, I.W. (2006). Eksplorasi Teknologi dalam Proyek Konstruksi. Penerbit:
Andi. Yogyakarta.
Hidayat, dkk. (2017). Analisis Perbandingan Waktu, Biaya dan Direct Waste
Penggunaan Penggunaan Tulangan Konvensional, Wiremest dan Floordeck
pada Pekerjaan Plat Lantai. Jurnal Karya Teknik Sipil, Volume 6, Nomor 3
Tahun 2017. Universitas Diponegoro.
Sarwono, Jonatan. (2006). Metodologi Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif.
Graha Ilmu : Yogyakarta.
Widhiawati, I.,Yana, A., and Asmara, A.,2010, Analisa Biaya Pelaksanaan
Antara Pelat Konvensional dan Sistem Pelat Menggunakan Metal Deck.
Jurnal Ilmiah Teknik Sipil 14 (1).
UNIVERSITAS MEDAN AREA
----------------------------------------------------- Document Accepted 22/6/22
© Hak Cipta Di Lindungi Undang-Undang
-----------------------------------------------------
1. Dilarang Mengutip sebagian atau seluruh dokumen ini tanpa mencantumkan sumber
2. Pengutipan hanya untuk keperluan pendidikan, penelitian dan penulisan karya ilmiah
3. Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh karya ini dalam bentuk apapun tanpa izin Universitas Medan Area Access From ([Link])22/6/22
Davit Hamonangan Silaen- Analisis Perbandingan Perhitungan Struktur Pelat Beton Konvensional
LAMPIRAN
52
6 6 6 6 6 6 6 6 4
Ø10 - 120 (A1)
Ø10 - 200 (A1)
A1 A1 A1 A1 A1 A1 A1 A1
A1
5
A2
Ø10 - 120 (A1)
Ø10 - 200 (A1)
Ø10 - 180 (B1)
Ø10 - 180 (B1)
Ø10 - 180 (B1)
Ø10 - 180 (B1)
Ø10 - 180 (B1)
Ø10 - 180 (B1)
Ø10 - 200 (A1)
Ø10 - 200 (A1)
Ø10 - 200 (A1)
Ø10 - 200 (A1)
Ø10 - 200 (A1)
Ø10 - 200 (A1)
Ø10 - 130 (B1)
A4
2,5
A2 A2 A2 A2 A2 A2 A2 A2
13,5
Ø10 - 200 (A1)
Ø10 - 200 (B2)
Ø10 - 200 (A2)
5
Ø10 - 200 (A2)
Ø10 - 200 (B2)
A1 A1 A1 A1 A1 A1 A1
1
DENAH BESI PELAT LEVEL V
SKALA 1 :100
Gambar : Denah Pelat Lantai Level V Pada Proyek P4TK,2022
Sumber : Data Proyek P4TK
A1 A2
Ø10 - 200 (A1)
Ø10 - 120 (A1)
Ø10 - 130 (B1)
Ø10 - 200 (A1)
Ø10 - 180 (B1)
Ø10 - 130 (B1)
Ø10 - 200 (A1)
Ø10 - 200 (A1)
Ø10 - 200 (A1)
Ø10 - 120 (A1)
Ø10 - 130 (B1)
Ø10 - 200 (A1)
POT. PELAT A1 POT. PLAT A2
SKALA 1 :100 SKALA 1 :100
Gambar : Potongan Pelat Lantai yang Ditinjau, 2022
Sumber : Data Proyek P4TK
UNIVERSITAS MEDAN AREA
----------------------------------------------------- Document Accepted 22/6/22
© Hak Cipta Di Lindungi Undang-Undang
-----------------------------------------------------
1. Dilarang Mengutip sebagian atau seluruh dokumen ini tanpa mencantumkan sumber
2. Pengutipan hanya untuk keperluan pendidikan, penelitian dan penulisan karya ilmiah
3. Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh karya ini dalam bentuk apapun tanpa izin Universitas Medan Area Access From ([Link])22/6/22
Davit Hamonangan Silaen- Analisis Perbandingan Perhitungan Struktur Pelat Beton Konvensional
Pelat lantai
yang ditinjau
78°
TAMPAK SAMPING
SKALA 1 : 100
Gambar : Potongan Tampak Samping Gedung P4TK
Sumber : Data Proyek P4TK
UNIVERSITAS MEDAN AREA
----------------------------------------------------- Document Accepted 22/6/22
© Hak Cipta Di Lindungi Undang-Undang
-----------------------------------------------------
1. Dilarang Mengutip sebagian atau seluruh dokumen ini tanpa mencantumkan sumber
2. Pengutipan hanya untuk keperluan pendidikan, penelitian dan penulisan karya ilmiah
3. Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh karya ini dalam bentuk apapun tanpa izin Universitas Medan Area Access From ([Link])22/6/22