0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
8 tayangan2 halaman

Penanggulangan Penyakit Tidak Menular

Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 71 Tahun 2015 menjelaskan penanggulangan penyakit tidak menular seperti penyakit jantung, diabetes, kanker, penyakit paru obstruktif kronik, dan kecelakaan yang merupakan beban kesehatan utama di negara berkembang. Penyakit tidak menular umumnya bersifat kronis, disebabkan faktor lingkungan atau gaya hidup, dan lebih efektif dicegah melalui upaya promot

Diunggah oleh

Wanda pertiwi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
8 tayangan2 halaman

Penanggulangan Penyakit Tidak Menular

Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 71 Tahun 2015 menjelaskan penanggulangan penyakit tidak menular seperti penyakit jantung, diabetes, kanker, penyakit paru obstruktif kronik, dan kecelakaan yang merupakan beban kesehatan utama di negara berkembang. Penyakit tidak menular umumnya bersifat kronis, disebabkan faktor lingkungan atau gaya hidup, dan lebih efektif dicegah melalui upaya promot

Diunggah oleh

Wanda pertiwi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Penyakit Tidak Menular Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 71 Tahun

2015 menjelaskan tentang Penanggulangan Penyakit Tidak Menular. Penyakit Tidak Menular

adalah Penyakit yang tidak bisa ditularkan dari orang ke orang yang perkembangannya berjalan

perlahan dalam jangka waktu yang panjang (kronis). Menurut Bustan, dalam Buku Epidemiologi

Penyakit Tidak Menular mengatakan bahwa yang tergolong kedalam PTM antara lain adalah;

penyakit kardiovaskular (jantung, atherosklerosis, hipertensi, penyakit jantung koroner dan

stroke), diabetes melitus serta kanker (27). Penyakit Tidak Menular (PTM) merupakan beban

kesehatan utama di negara-negara berkembang dan negara industri. Berdasarkan laporan WHO,

di kawasan Asia Tenggara paling sering ditemui lima PTM dengan tingkat kesakitan dan

kematian yang sangat tinggi, beberapa di antaranya adalah penyakit Jantung (Kardiovaskuler),

DM, kanker, penyakit pernafasan obstruksi kronik dan penyakit karena kecelakaan. Kebanyakan

PTM dikategorikan sebagai penyakit degeneratif dan cenderung diderita oleh orang yang berusia

lanjut (28). Istilah Penyakit Tidak Menular memiliki kesamaan arti dengan : 1. Penyakit Kronik

Penyakit kronik juga merujuk pada PTM mengingat kasus PTM yang umumnya bersifat

kronik/menahun/lama. Akan tetapi, beberapa PTM juga bersifat mendadak atau akut, misalnya

keracunan. 2. Penyakit Non–Infeksi Sebutan penyakit non-infeksi digunakan mengingat PTM

umumnya tidak disebabkan oleh mikro-organisme. Meskipun demikian, mikro-organisme juga

17 merupakan salah satu penyebab PTM. 3. New Communicable Disease Hal ini dikarenakan

anggapan bahwa PTM dapat menular melalui gaya hidup (Life Style). Gaya hidup saat ini bisa

dikatakan sebagai penyebab penularan berbagai penyakit, beberapa contoh di antaranya yaitu

perilaku sehat, pola makan, kehidupan seksual, dan komunikasi global. Misalnya, asupan makan

dengan kandungan kolestrol tinggi merupakan salah satu faktor penyebab meningkatnya kasus

penyakit jantung (28). 2.2.3 Karakteristik Penyakit Tidak Menular Penyakit Tidak Menular
(PTM) merupakan masalah yang tengah berkembang menjadi masalah kesehatan masyarakat.

PTM sering dikaitkan dengan berbagai faktor risiko seperti pencemaran lingkungan, akibat

penggunaan berbagai bahan kimia toksik yang dipadukan dengan perilaku life style yang

menyebabkan masyarakat tertentu terpapar pada kondisi lingkungan yang “tidak alamiah”.

Secara genetika, hubungan interaktif antara manusia dengan lingkungannya dapat menimbulkan

perubahan-perubahan struktur genetik yang menyusun hidup (27). Menghadapi masalah PTM

sering kali lebih mudah melakukan identifikasi berbagai resiko atau berbagai faktor “yang

diduga” menjadi penyebab yang berperan timbulnya gangguan kesehatan, ketimbang melakukan

tata laksana kasus yang ditimbulkan, oleh sebab itu upaya preventif dan promotif merupakan

upaya yang dinilai lebih efektif dalam pengendalian penyakit tidak menular. Dengan kata lain,

manajemen PTM berbasis wilayah lebih efektif mengendalikan faktor resiko ketimbang

manajemen kasusnya. Perbedaan utama lain manajemen PTM yang

Anda mungkin juga menyukai